Skandal Biadab di Balik Jeruji Polsek Dompu: Tahanan Wanita digauli Hingga Hamil
DOMPU, Media Dinamika Global.id.— Sungguh biadab dan tak bermoral! Tempat yang seharusnya menjadi benteng terakhir penegakan keadilan dan perlindungan hukum, justru diduga kuat berubah menjadi tempat perbudakan nafsu bejat oleh oknum yang berseragam dan digaji oleh uang rakyat.
Kasus memilukan yang dibongkar oleh akun media sosial Badai Ntb Real ini bukan sekadar pelanggaran etik biasa, melainkan kejahatan kemanusiaan yang mencoreng wajah institusi kepolisian secara telak. Bagaimana mungkin seorang tahanan perempuan—yang seharusnya berada dalam pengawasan ketat, perlindungan mutlak, dan keamanan terjamin—malah digaguli hingga hamil di dalam fasilitas kepolisian?
Kebiadaban ini menyisakan kemarahan yang tidak bisa ditawar lagi dengan logika dangkal. Mari kita buka mata dan gunakan akal sehat kita atas kejanggalan-kejanggalan yang tidak masuk akal ini:
Penjagaan Jaga Piket Adalah Kebohongan atau Pembiaran: Tidak mungkin! Mustahil petugas jaga piket tidak tahu apa-apa. Selama 24 jam penuh, area tahanan berada di bawah kendali mereka. Jika mereka mengaku tidak tahu, itu artinya ada unsur pembiaran biadab atau keterlibatan langsung yang disengaja!
Ke Mana Mata Lensa CCTV Berbicara? Ruangan sel tahanan dipantau oleh kamera pengawas (CCTV). Rekaman digital itu tidak bisa berbohong. Siapa yang sengaja memalingkan arah kamera, menghapus jejak, atau menutup mata dari apa yang terekam di layar monitor?
Bukan Kerja Sesama Napi: Korban adalah seorang tahanan perempuan. Sangat tidak mungkin kehamilan tersebut terjadi karena ulah sesama narapidana wanita di dalam sel. Ini adalah ulah predator berkedok aparat!
Diseret ke Ruangan Siapa? Peristiwa keji ini tentu tidak mungkin dilakukan di dalam terali besi yang sempit di hadapan umum. Korban pasti dibawa keluar dari sel menuju ruangan lain. Pertanyaan besarnya: Ruangan siapakah itu? Ruangan petinggi atau ruang tersembunyi siapa yang dijadikan tempat melampiaskan nafsu set4n tersebut?
Publik tidak boleh tinggal diam! Peristiwa ini bukan lagi sekadar urusan internal kepolisian, ini adalah ujian besar bagi marwah penegakan hukum di negeri ini.
Seluruh anggota Polsek Dompu, tanpa terkecuali, harus diperiksa secara menyeluruh, terbuka, dan transparan oleh Propam Polda NTB! Jangan ada yang ditutup-tutupi, jangan ada yang dilindungi, dan jangan ada istilah "masuk angin". Jika institusi ini ingin dibersihkan, maka oknum-oknum keparat yang merusak citra kepolisian harus diseret ke pengadilan dan dipecat secara tidak hormat!
Bagi siapa saja yang memiliki nurani dan akal sehat, sampai kapan kita akan membiarkan rakyat kecil yang tak berdaya dihancurkan di dalam kandang para penegak hukum sendiri?. (Sekjend MDG)
