Media Dinamika Global: Musibah
Tampilkan postingan dengan label Musibah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musibah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Januari 2026

Relawan Muhammadiyah NTB Hadir Pulihkan Hunian dan Trauma Warga Banjir Aceh Timur

Relawan MDMC NTB Saat Pendampingan psikososial bagi
anak-anak di Desa Blang Seunong, (Ist/Surya)

Aceh Timur, Media Dinamika Global.Id – Relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menunjukkan komitmen kuat dalam proses pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Timur. Pada Kamis (22/02/2026), relawan MDMC kembali memusatkan aktivitas kemanusiaan di wilayah terdampak, khususnya Desa Blang Seunong, Kecamatan Pantai Bidari.

Fokus utama kegiatan relawan meliputi penguatan fungsi hunian warga, pendampingan psikososial bagi anak-anak, serta assessment lanjutan terhadap dampak kerusakan dan kondisi sosial-ekonomi masyarakat pascabanjir.

Di tengah keterbatasan dan kerusakan yang masih tampak nyata, relawan MDMC hadir tidak sekadar sebagai tim pendata, tetapi juga sebagai pendamping yang bekerja langsung bersama warga. Bahkan, sebagian relawan memilih tinggal di tengah masyarakat untuk memastikan proses pemulihan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Sejak pagi hari, relawan bahu-membahu bersama warga membangun kembali rumah-rumah yang rusak maupun hanyut terseret banjir. Proses pemulihan hunian dimulai dari mengumpulkan sisa material yang masih bisa dimanfaatkan, memperkuat rangka bangunan, hingga pemasangan atap agar rumah kembali layak dan aman untuk ditempati.

“Fungsi relawan di fase ini adalah memastikan warga tidak berjalan sendiri dalam proses pemulihan. Kami ikut bekerja, mendampingi, dan memastikan hunian kembali aman untuk ditinggali,” ujar Koordinator Relawan MDMC NTB, Yudi Lestanata.

Salah satu penerima manfaat adalah Bapak Yusuf, warga Desa Blang Seunong, yang rumahnya hanyut tersapu banjir. Dengan pendampingan relawan, proses pembangunan rumahnya dilakukan secara bertahap, mulai dari pendirian tiang hingga pemasangan atap agar keluarga dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak.

“Kalau tidak dibantu, kami tidak tahu harus mulai dari mana. Relawan datang bukan hanya membawa bantuan, tapi juga tenaga dan semangat,” ungkap Bapak Yusuf dengan haru.

Selain pemulihan hunian, relawan MDMC NTB juga memberikan perhatian serius terhadap pemulihan psikososial, terutama bagi anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan mengalami trauma akibat bencana. Melalui kegiatan bermain, bercerita, serta edukasi sederhana, relawan berupaya mengembalikan rasa aman, keceriaan, dan kepercayaan diri anak-anak.

Sebanyak 146 anak tercatat sebagai penerima manfaat layanan psikososial yang dilaksanakan di lokasi terdampak. Kegiatan ini menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk mengekspresikan perasaan sekaligus membantu mereka kembali siap menjalani aktivitas sehari-hari.

“Psikososial bukan sekadar hiburan, tetapi bagian penting dari pemulihan mental anak-anak agar mereka siap kembali bersekolah dan beraktivitas seperti biasa,” jelas Naufal, Koordinator Kegiatan Psikososial Tim Relawan Muhammadiyah NTB.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan, MDMC NTB juga menyalurkan bantuan school kit kepada anak-anak terdampak banjir. Berdasarkan hasil pendataan, sebanyak 240 siswa menerima perlengkapan sekolah berupa buku tulis dan alat tulis.

“Banyak perlengkapan sekolah yang rusak atau hanyut akibat banjir. Dengan school kit ini, kami berharap anak-anak dapat kembali belajar tanpa beban,” tambahnya.

Untuk memastikan proses pemulihan berjalan berkelanjutan, Muhammadiyah melalui LazisMu Kabupaten Bima membuka open donasi guna mendukung perbaikan hunian dan pemulihan anak pascabencana. Adapun kebutuhan mendesak yang masih diperlukan antara lain:

Kebutuhan Pemulihan Hunian:

- Paku berbagai ukuran

- Seng atap

- Kayu dan papan

- Alat pertukangan (palu, gergaji, tang, obeng, dan lainnya)

Kebutuhan Pendidikan:

- Tas sekolah

- Buku tulis

- Alat tulis lengkap

- Seragam sekolah

Donasi dapat disalurkan melalui LazisMu Kabupaten Bima, yang selanjutnya akan digunakan untuk mendukung kerja-kerja kemanusiaan relawan MDMC serta memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak banjir di Aceh dan wilayah Sumatera lainnya.

“Relawan hadir bukan hanya saat tanggap darurat, tetapi juga dalam proses membangun kembali kehidupan warga. Dukungan masyarakat luas menjadi kekuatan utama agar pemulihan ini dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan,” pungkas Yudi Lestanata.

Redaksi: Surya Gempar

Jumat, 16 Januari 2026

Gubernur NTB Tinjau Perigi dan Jurit, Pastikan Akses Warga Lotim Kembali Normal


Lombok Timur, Media Dinamika Global.id. — Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Lalu Muhamad Iqbal, turun langsung meninjau pembangunan jembatan di Dusun Beta, Desa Perigi, Kecamatan Suela, Lombok Timur, yang sebelumnya rusak akibat banjir. Kunjungan tersebut, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam mempercepat pemulihan pascabencana, khususnya pada infrastruktur yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat. 16 Januari 2026.

Jembatan tersebut, menghubungkan Kecamatan Suela dan Kecamatan Pringgabaya serta menjadi jalur utama bagi anak sekolah, guru, dan akses menuju layanan kesehatan seperti Puskesmas. Selain itu, Jembatan Perigi juga berperan penting dalam pengangkutan hasil pertanian warga, mulai dari Jagung, Srikaya, hingga komoditas lainnya. Jalur ini menopang aktivitas ekonomi masyarakat dengan perputaran yang disebut mencapai miliaran rupiah setiap tahun.

Setibanya di lokasi, Gubernur Iqbal disambut masyarakat bersama Kepala BPBD Lombok Timur dan Kepala Dinas Sosial Lombok Timur. Saat ini, jembatan tersebut dilaporkan telah rampung dan siap digunakan (16/1/2026).

Ditegaskannya penanganan pascabanjir harus berorientasi pada pemulihan kehidupan masyarakat, secepat mungkin. Jembatan darurat di Perigi dibangun menggunakan Jembatan Bailey dengan bentang 18 meter dan lebar 4 meter, yang dipinjam dari Pangdam IX/Udayana dengan pembiayaan mobilisasi dan pemasangan.

“Fokus kita sekarang adalah bagaimana menormalisasi kehidupan masyarakat. Jembatan Bailey ini bisa selesai cepat berkat dukungan TNI. Saya menghubungi langsung Pangdam dan Danrem 162/WB, agar pengerjaannya dipercepat,” ujarnya.

Dirinya mengungkapkan material jembatan sempat berada di Jawa sehingga membutuhkan waktu mobilisasi. Pada masa darurat, warga sempat membuat akses sementara menggunakan Bambu. Namun, berkat kerja cepat lintas pihak, pembangunan jembatan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 10 hari. Gubernur NTB meminta agar segera dilakukan penyempurnaan, termasuk pemasangan pembatas pengaman dan pembangunan tangga oleh BPBD Lombok Timur, demi keamanan masyarakat.

Respons cepat pemerintah tersebut disambut rasa syukur warga. Sidik, salah seorang warga Desa Perigi, menyampaikan apresiasinya.

“Kami tidak menyangka bisa secepat ini ditangani. Biasanya pemerintah janji, lama baru ditepati. Sekarang seperti mimpi, alhamdulillah jembatan sudah jadi. Kami sangat bersyukur,” ujarnya.

Usai meninjau Perigi, Gubernur Iqbal melanjutkan kunjungan ke Desa Jurit untuk melihat kondisi jembatan yang juga putus akibat banjir. Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Jurit, Kecamatan Pringgasela, dengan Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik. Dikatakannya, akses tersebut harus segera dipulihkan karena berkaitan langsung dengan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Terlebih Lendang Nangka Utara termasuk wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem yang masih tinggi.

“Hal ini segera kita bahas dengan Pak Bupati Lombok Timur agar segera dibangun. Harus ada solusi sementara dan permanen,” tegasnya.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Gubernur NTB Sholat Jum'at sekaligus bersilaturahmi dengan jamaah Masjid Nurul Hidayah, Dusun Benteng Selatan, Lendang Nangka Utara. Dirinya mengajak masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong, khususnya dalam membersihkan saluran dan sungai dari sampah serta sedimentasi sebagai langkah pencegahan bencana. Pada dua lokasi kunjungan, Gubernur NTB menyerahkan bantuan kebutuhan dasar bagi warga terdampak dari Dinas Sosial P3A Provinsi NTB dan Baznas Provinsi NTB.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB Dr. H. Ahsanul Khalik, memastikan penanganan kerusakan akibat banjir di wilayah lain, termasuk di Pulau Sumbawa, akan didukung melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD 2026, sesuai tingkat kerusakan, dampak langsung bagi masyarakat, serta ketersediaan anggaran.

Dalam waktu dekat, Gubernur NTB rencananya dijadwalkan mengunjungi sejumlah wilayah di Pulau Sumbawa yang terdampak banjir, pungkasnya. (Sekjend MDG)

Rabu, 14 Januari 2026

Gubernur NTB Gerak Cepat Mulai Operasikan Alat Berat di Lokasi Bencana

Gubernur NTB Gerak Cepat Mulai Operasikan Alat Berat
di Lokasi Bencana, (Ist/Surya)

Lombok Barat, Media Dinamika Global.Id - Sejumlah alat berat telah memulai pekerjaan di lokasi bencana di Dusun Pengantap, Sekotong, Lombok Barat hari ini, Kamis (15/012026). 

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal pasca meninjau lokasi bencana Rabu kemarin, telah memerintahkan Dinas PUPR dan Kawasan Permukiman Provinsi NTB mengirimkan alat berat dengan fokus penanganan jangka pendek untuk pembersihan sedimentasi sungai, pengerukan saluran dan drainase, serta pembukaan akses jalan yang tertutup material banjir.

Informasi dari Plt Kepala Dinas PUPR  dan Kawasan Pemukiman, Budi Herman, SH, MH mengatakan, alat berat berupa ekskavator dan truk pengangkut material yang telah beroperasi hari ini diturunkan untuk mengatasi dampak kerusakan infrastruktur dan normalisasi kondisi lingkungan pasca bencana ini dilakukan percepatan untuk pemulihan aktifitas warga terdampak serta mengantisipasi penyakit pasca bencana  akibat lingkungan yang rusak. 

Pemerintah Provinsi NTB sendiri dalam beberapa hari ini telah melakukan aksi penanganan bencana mulai dari penanganan segera dengan mengirimkan logistik bantuan primer bagi korban sampai dengan menaikkan status tanggap darurat bencana di beberapa daerah agar penanganan bencana hidrometerologi di beberapa daerah seperti Lombok Barat, Lombok Tengah, Bima dan Dompu dapat berdampak segera pada pemulihan kondisi warga. 

Dalam hal mitigasi bencana jangka panjang, Pemprov NTB juga telah menyiapkan langkah dan rencana dalam penyelamatan lingkungan yang ditengarai menjadi penyebab bencana banjir seperti kondisi perbukitan dan aktifitas  tambang rakyat di sekitar lokasi.

Redaksi ||

Gubernur Pimpin Ratas hingga Malam: BTT Siap Percepat Penanganan Kerusakan Pascabencana

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal gerak cepat pastikan
penanganan dampak bencana, (Ist/Surya) 

Mataram, Media Dinamika Global.Id — Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bergerak cepat memastikan penanganan dampak bencana hidrometeorologi berjalan terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat. 

Usai meninjau lokasi banjir di Desa Pengantap, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat dan Desa Kabul, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, Gubernur langsung memimpin rapat terbatas di ruang kerja Gubernur, Tabu (14/01/2026) yang berlangsung hingga malam untuk mempercepat pemulihan, terutama pada kerusakan infrastruktur dan normalisasi aliran sungai.

Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, menyampaikan rapat tersebut dihadiri Plh. Sekda NTB, Kepala Dinas PUPR dan Kawasan Permukiman, Kepala BPBD, Kepala Dinas ESDM, Kepala BPKAD dan Inspektur Inspektorat. “Gubernur menegaskan penanganan harus dilakukan cepat, tepat, dan kolaboratif. OPD diminta memperkuat koordinasi dengan kabupaten/kota terdampak agar langkah di lapangan berjalan seirama,” ujarnya.

Dalam rapat itu, Gubernur memerintahkan BPBD melakukan pendataan dan kajian teknis sebagai dasar percepatan penetapan Surat Keputusan (SK) Tanggap Darurat. Kabupaten/kota yang telah memiliki SK Siaga Bencana Hidrometeorologi diminta segera menaikkan status menjadi tanggap darurat saat bencana terjadi, sementara daerah yang belum memiliki SK siaga dapat langsung menetapkan SK tanggap darurat agar respons penanganan tidak tertunda.

Ahsanul Khalik yang akrab dipanggil Aka menjelaskan, penetapan status ini penting untuk memperkuat sinergi pendanaan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT), terutama dalam menangani kerusakan jalan, jembatan, saluran, dan penguatan tebing sungai. Rapat juga memastikan kesiapan BTT untuk mendukung penanganan dampak bencana, baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa. “BTT harus siap digunakan untuk mempercepat pemulihan, dengan pola sinergi antara provinsi dan kabupaten/kota,” tegasnya.

Gubernur Miq Iqbal juga memberi perhatian khusus terhadap potensi dan kejadian bencana di kabupaten/kota di Pulau Sumbawa. Kepala BPBD diminta mencermati setiap perkembangan dan memastikan penanganan dilakukan secara cepat dan akurat. Untuk mendukung sistem pelaporan cepat, Gubernur mengarahkan agar seluruh elemen relawan diaktifkan secara optimal, termasuk Tagana, TRC BPBD, serta komunitas kebencanaan yang tumbuh di tengah masyarakat, sehingga informasi lapangan dapat diterima lebih cepat sebagai bagian dari kesiapsiagaan daerah.

Fokus penanganan jangka pendek diarahkan pada pembersihan sedimentasi sungai, pengerukan saluran dan drainase, serta pembukaan akses jalan yang tertutup material banjir. Sebagai tindak lanjut, tadi malam Dinas PUPR dan Kawasan Permukiman Provinsi NTB telah mengirim alat berat untuk pembersihan sedimentasi, dan alat tersebut sudah tiba di Dusun Pengantap, Sekotong, serta siap dioperasikan. Terkait kondisi di Desa Kabul, Gubernur juga meminta Dinas ESDM menyusun kajian perizinan dan pola pemanfaatan material pasir yang aman dan legal, agar normalisasi sungai berjalan cepat sekaligus membuka peluang usaha masyarakat secara tertib dan sesuai aturan.

Redaksi ||

Dinsos Kabupaten Bima Kunjungi Langsung Korban Kecelakaan Kerja di Desa Tente


Bima, Media Dinamika Global.Id – Dinas Sosial Kabupaten Bima bergerak cepat merespons peristiwa kecelakaan kerja yang merenggut nyawa seorang warga asal Desa Lalong, Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), di Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Rabu (14/01/2026).

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bima, Zunaidin, S.Sos., M.M., mengatakan pihaknya menerima informasi awal dari Polsek Woha terkait kejadian tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, ia langsung memerintahkan Sekretaris Dinas Sosial, Aidin, S.H., bersama Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos), Edy Syahroni, A.Ks., untuk turun langsung ke lokasi kejadian guna melakukan penanganan tanggap darurat.

Tim Dinas Sosial berkoordinasi dengan Kapolsek Woha serta mengambil keterangan dari rekan kerja korban atas nama Surahman untuk mengetahui kronologi kejadian di tempat kerja yang berlokasi di Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima.

Berdasarkan keterangan saksi, kecelakaan bermula saat korban menggunakan mesin gerinda. Saat mesin dinyalakan, mata gerinda mengenai kabel aliran listrik sehingga terjadi korsleting. Aliran listrik tersebut mengenai tubuh korban dan mengakibatkan korban tersengat listrik hingga meninggal dunia di tempat kejadian.

Adapun identitas korban diketahui bernama Yohane Anolian, lahir di Tado pada 4 Desember 1994, warga RT 07 RW 04, Desa Lalong, Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai, NTT.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Bima, Aidin, S.H., menyampaikan bahwa pihaknya juga langsung menuju RSUD Bima untuk berkoordinasi dengan pihak rumah sakit sekaligus melakukan komunikasi dan konsultasi dengan keluarga korban.

“Kami telah melakukan koordinasi lintas OPD, termasuk dengan pemerintah daerah Kabupaten Manggarai, untuk penanganan lebih lanjut, khususnya terkait proses pemulangan jenazah,” ujarnya.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak pelabuhan, jenazah rencananya akan diberangkatkan pada Jumat pagi, menyesuaikan dengan jadwal keberangkatan kapal.

“Sementara ini, jenazah korban diamankan di RSUD Bima,” pungkasnya.
Redaksi

Jumat, 26 Desember 2025

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un, Segala Sesuatu Berasal Dari Allah SWT Dan Kepada-Nya Pula Kita Kembali. Kifen Hilang Di Gunung Sangiang, Ini Keterangan Resmi Polisi: Tiga Orang Dipanggil


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.// Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber, adinda Kifen telah dinyatakan wafat. Lokasi pemakaman almarhum dilaporkan ditemukan di kawasan So Mananga. Untuk mencapai titik tersebut, diperlukan perjalanan pendakian sekitar 6–7 jam dari garis pantai, dimulai dari titik nol meter di atas permukaan laut.

Aparat kepolisian telah bergerak menuju lokasi guna melaksanakan olah tempat kejadian perkara serta proses evakuasi jenazah, mengingat koordinat lokasi telah teridentifikasi. Selanjutnya, jenazah akan dibawa ke daratan untuk keperluan pemeriksaan medis.

"Adapun keterangan resmi mengenai kronologi wafatnya almarhum Kifen akan disampaikan oleh pihak berwenang, dalam hal ini Polres Bima Kota."

Marilah kita bersama-sama memanjatkan doa pada hari Jumat yang penuh berkah ini, semoga almarhum mendapat ampunan, rahmat, dan seluruh amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT. Aamiin.

Kasus hilangnya warga Wera, Kabupaten Bima, bernama Kifen yang diduga menghilang saat berburu kambing liar di Gunung Sangiang, masih menyisakan tanda tanya besar bagi keluarga dan masyarakat. Sudah sekitar 13 hari sejak dilaporkan hilang, upaya pencarian masih terus dilakukan.

Kasat Reskrim Polres Bima Kota, AKP Dwi Kurniawan Kusuma Putra, saat dikonfirmasi media ini melalui WhatsApp pada Jumat (26/12/2025), memberikan penjelasan resmi terkait informasi adanya tiga orang yang dipanggil polisi dalam kasus tersebut.

“Kita bukan mengamankan, tapi mengajak (memanggil) tiga orang untuk dimintai keterangan. Status mereka masih sebagai saksi,” jelasnya. 

Namun, ketika ditanya lebih lanjut mengenai identitas ketiga orang tersebut, Kasat Reskrim mengatakan bahwa ketiga nya adalah orang tua dari Kifen dan dua orang rekan berburu Kifen. 

"3 orang ini yaitu 2 rekan berburu almarhum, 1 orang tua almarhum," Katanya. 

Ia juga menjelaskan bahwa salah satu rekan berburu lainnya yakni Aldi, saat ini posisi masih sama tim SAR di atas gunung.

Kasus kematian kifen yang membuat publik geger akhirnya terungkap, dimana korban dikuburkan di suatu tempat oleh kakak kandung korban dan rekannya. menurut pengakuan ayah korban yang kini sudah ditahan di polres Bima Kota pihak keluarga juga ikut terlibat walaupun tidak berada di TKP secara langsung. 

Namun, karena mereka menyembunyikan kasus kematian anaknya orang tua korban diancam pasal 221 KUHP yang berkaitan dengan upaya menghalang-halangi penyidikan (obstruction of justice) atau menyembunyikan tindak pidana pembunuhan dengan hukuman penjara maksimal 1 tahun 5 bulan. sementara kedua rekannya dijerat pasal 338 KUHP dengan pidana 15 tahun penjara. 

Mirisnya lagi kasus ini sengaja ditutupi (kebohongan publik), banyak pihak yang sudah mengorbankan waktu, tenaga dan pikirannya! termasuk netizen Bima Dompu yang sedari awal mengikuti perkembangan kasus ini. Husnul khatimah adinda kifen, semoga arwahmu tenang dialam sana.(Tim MDG)

Selasa, 23 Desember 2025

Dukung Pencarian Korban Hilang di Gunung Sangiang, Tim SAR Mataram Dihadirkan


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Tim Search And Rescue (SAR) Mataram yang diminta secara khusus oleh Bupati Bima untuk membantu melakukan pencarian korban Kifen yang hilang di Gunung Berapi Sangiang tiba di Bima Pukul 12.45 WITA. Selasa, 23/12/25)

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima melalui

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Nurul Huda, ST mengungkapkan, Bupati Bima memfasilitasi dukungan pembiayaan bagi Tim yang melakukan pencarian.  

Begitu tiba di Bima, Tim Pilot dan Co-pilot drone I Kadek Agus Ariawan (Pranata Pencarian dan Pertolongan Mahir) dan Agus Hendra Sanjaya (Pranata Pencarian dan Pertolongan Terampil) dari Kantor SAR Mataram akan memberikan briefing sebelum turun melakukan pencarian di lokasi dan rencana pencarian akan bisa dimaksimalkan dalam dua hari". Terang Huda.

Dijelaskannya, secara khusus Bupati Bima mendatangkan Drone Thermal bersama tiga orang Pilot dan Co Pilot dari SAR Mataram. 

Unit drone yang spesifikasinya bisa mendeteksi suhu tubuh dengan jangkauan hingga 5 kilometer dan ketinggian 1.000 feet (3.2 Km) ini juga yang digunakan oleh Tim SAR saat pencarian Juliana Marins di Gunung Rinjani". Ungkapnya.

Terkait musibah yang menimpa Kifen, Bupati Bima menyampaikan rasa prihatin dan berharap korban dapat segera ditemukan dan menyampaikan agar pihak keluarga bersabar dan Tim akan semaksimal mungkin melakukan pencarian.

Untuk memantapkan rencana pencarian korban perwakilan Dinas sosial Kabupaten Bima melakukan koordinasi intensif dengan kantor Pos SAR Bima. BPBD Kabupaten Bima juga membangun Posko di Desa Sangiang. (Tim)

Kamis, 04 Desember 2025

Korban Perahu Boat Terhepas Gelombang Ditemukan Meninggal, Polsek Langgudu Polres Bima Kota Respon Cepat Evakuasi


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.// Korban kecelakaan perahu boat yang dihantam gelombang di perairan pagi ini telah ditemukan, Korban, Roy (asal Penaraga), ditemukan meninggal dengan posisi terlungkup di dasar laut di Desa Pusu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, pada hari kamis (4/12/2025) sekitar pukul 13.50 Wita.

Proses pencarian dilakukan sejak Rabu pagi melibatkan unsur Tim SAR Gabungan, masyarakat, dan para nelayan setempat, hingga akhirnya korban berhasil ditemukan.

Dua perahu boat yang terlibat dalam insiden ini adalah Bot Dirma Desa Rore dan Bot Ismail Desa Rore, Bot Dirma Desa Rore berisi 5 orang, yaitu H. Arifudin, H. Farid, H. Beko, H. Salahuddin, dan H. Mustafa (Lewirato). Sementara Bot Ismail Desa Rore berisi 4 orang, yaitu Mahyar, Roys (Penaraga), Syahbudin Ncuhi Dara, dan Syafran (Penanae).

Polsek Langgudu mengimbau kepada masyarakat, terutama nelayan dan pemancing, untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca serta memastikan keselamatan sebelum melakukan aktivitas di laut, mengingat perubahan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Bima dan sekitarnya.


Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K.,M.Si., dan Jajaran juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Almarhum, semoga Almarhum Husnul Khatimah, mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan, Aamiin Ya Rabbal Alamiin.(Sekjend MDG)

Sabtu, 15 November 2025

Gerak Cepat Anggota Koramil 1608-05/Donggo Bantu Warga Padamkan Kebakaran Di Wilayah Binaan


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Bertempat di Dusun Lakeke Desa Doridungga Kec. Donggo Kab. Bima, Anggota Koramil-05 Donggo yang di pimpin oleh Danramil 1608-05/Donggo Kapten Inf. Safrudin S.Sos, memonitoring telah terjadi musibah kebakaran 3 Unit rumah. Sabtu , (15/11/25) Pukul 14.59 Wita s.d Pukul 16.50 Wita,

Adapun rumah yang mengalami kebakaran 1 Unit Rumah panggung 9 tiang milik H. Abidin (80 Tahun), dan 2 Unit Rumah Batu permanen milik H. A. Yani (65 Tahun) dan Bpk. Juraid, S.Pd (60 Tahun) hingga hangus terbakar

Adapun penyebab kebakaran di duga akibat kosleting arus pendek listrik.

Adapun identitas pemilik rumah yang terbakar : 

Nama : H. Abidin.

Umur : 80 tahun.

Agama : Islam.

Pekerjaan : Petani.

Alamat : Dusun Lakeke Desa Doridungga Kec. Donggo Kab. Bima.

(Rumah panggung 9 tiang hangus terbakar rata dengan tanah).

Nama : H. Yani, S.pd.

Umur : 65 Tahun.

Agama : Islam.

Pekerjaan : Pensiunan Guru.

Alamat : Dusun Lakeke Desa Doridungga Kec. Donggo Kab. Bima.

( Rumah Batu Permanen terbakar beserta isinya).

Nama : Juraid, S.pd.

Umur : 60 Tahun.

Agama : Islam.

Pekerjaan : Pensiunan Guru.

Alamat : Dusun Lakeke Desa Doridungga Kec. Donggo Kab. Bima.

( Dinding rumah Batu permanen terbakar).

Kerugian akibat dari kejadian Kebakaran tersebut, tidak menimbulkan korban jiwa, hanya saja kerugian materil berupa, 1 Unit Rumah Panggung 9 Tiang beserta seluruh isinya hangus terbakar rata dengan tanah, dan 2 Unit Rumah Batu permanen terbakar beserta isinya, total kerugian di perkirakan mencapai Rp.250.000.000 (Dua ratus lima puluh juta rupiah). 

Kronologis kejadian :

Pukul 14.59 Wita, Api tiba-tiba muncul di rumah panggung 9 tiang bagian tengah milik H. Abidin. Masyarakat yang melihat kejadian tersebut langsung membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Pukul 15.10 Wita, Api mulai menjalar ke seluruh bagian dalam rumah sehingga membakar seluruh isi rumah panggung dan menjalar ke rumah yang lain.  

Pukul 15.20 Wita, Anggota Koramil 1608-05/Donggo dan Polsek Donggo tiba di TKP langsung mengamankan situasi dan membantu memadamkan api.

Sekitar Pukul 16.10 Wita, 1 unit Mobil Damkar Kec. Madapangga dan 1 unit mobil Damkar dari Kab. Bima tiba di TKP dan api dapat dipadamkan secara total, selanjutnya masyarakat melaksanakan pembersihan sisa kebakaran.

Pukul 16.50 Wita, Paska kebakaran situasi Desa Doridungga Kec. Donggo Kab. Bima terpantau aman dan kondusif.

Untuk sementara Penyebab kebakaran di duga akibat Konsleting arus pendek listrik dari rumah panggung 9 tiang yang tidak ditempati oleh pemiliknya.

Dalam kesiap-siagaan personil pemadam, diharapkan kepada Pemerintah Kecamatan berkordinasi dengan Pemda Kab. Bima dalam upaya untuk menyiapkan mobil Damkar di Wil. Kec. Donggo dan Kec. Soromandi dikarenakan belum adanya mobil Damkar Kecamatan.

Anggota Koramil 1608-05/Donggo membantu membersihkan sisa-sisa kebakaran dan mendata kerugian Korban kebakaran. (Tim MDG)

Jumat, 05 September 2025

Tiga Rumah Hangus, Polsek Hu'u Bantu Tangani Kebakaran


Dompu, Media Dinamika Global.Id || Musibah kebakaran hebat melanda Dusun Langgudi, Desa Cempi Jaya, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, pada Jumat siang (5/9), sekitar pukul 12.05 WITA. Sebanyak tiga unit rumah panggung milik warga hangus dilalap api. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materi diperkirakan mencapai Rp.135 juta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga rumah yang terbakar masing-masing milik Ahmad (26), A. Halik (52), dan Nurdin (35), yang semuanya berprofesi sebagai petani dan berdomisili di Dusun Langgudi.

Rumah milik Ahmad dan A. Halik ludes terbakar hingga rata dengan tanah, sementara rumah Nurdin hanya terbakar di bagian dinding sebelah. Selain kehilangan tempat tinggal, para korban juga kehilangan harta benda, termasuk sepeda motor, hasil panen berupa padi puluhan karung, serta uang tunai.

Kerugian yang diperkirakan sebagai berikut:

• Ahmad mengalami kerugian sekitar Rp.60 juta, termasuk 1 unit motor Revo, 20 karung padi, dan uang tunai Rp.10 juta.

• A. Halik kehilangan rumah dan motor Jupiter serta 25 karung padi, dengan kerugian ditaksir Rp.60 juta.

• Nurdin mengalami kerugian sekitar Rp.15 juta.

Kejadian ini pertama kali diketahui oleh Saidin (32), anak dari A. Halik. Saat hendak berangkat Salat Jum'at, Saidin melihat asap mengepul dari rumah Ahmad dan api mulai berkobar. Ia segera berteriak meminta bantuan warga sekitar. Warga yang berdatangan berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, seperti ember dan air sumur.

Kapolsek Hu’u, IPDA Samsul Rizal, yang menerima laporan warga sekitar pukul 12.20 WITA, segera memerintahkan anggotanya untuk berkoordinasi dengan PT. Rangga Eka Pratama (Cakre) guna mendatangkan mobil tangki air. Dalam waktu singkat, personel Polsek dan warga bersama-sama berhasil memadamkan api sekitar 20 menit setelah kedatangan bantuan.

Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Hal ini diperkuat oleh keterangan pihak PLN Unit Hu’u dan pemilik rumah yang menyatakan tidak ada aktivitas pembakaran atau penggunaan api sebelum meninggalkan rumah.

Meski mengalami kerugian besar, ketiga korban menerima kejadian ini sebagai musibah. Situasi di lokasi kini telah kondusif, dan warga masih bergotong royong membersihkan puing-puing serta menyelamatkan barang-barang yang tersisa.

Kapolsek Hu’u IPDA Samsul Rizal menyampaikan apresiasi atas respon cepat warga dan kerja sama semua pihak dalam penanganan kebakaran ini, serta mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya listrik di lingkungan rumah masing-masing. (Surya Ghempar).

Rabu, 13 Agustus 2025

Warga Digegerkan Dengan Penemuan Laki Laki Tak Bernyawa Di Jalan


Bima NTB. Media Dinamika Global.Id.- Seperti dikutip dari Media Bhayangkarapost.web.id Ditemukan sesosok laki laki sudah tak bernyawa di jalan lintas melayu - kolo sekira pukul 06.00 wita samping wahana Rekreasi Kolam Renang Bimatirta, Kamis (14/08/2025).

Informasi yang dihimpun Media ini, Penemuan tersebut dalam keadaan sudah tidak bernyawa dugaan sementara almarhum tetkena serangan jantung saat melakukan olahraga Bersepeda.

Postingan di Media Sosial sudah mulai ramai dibagikan penemuan sesosok laki laki yang sudah tidak bernyawa tersebut.

Identitas laki laki tersebut adalah Heri Sulistyo., Kepala Perum Bulog Kanca Bima.

Hingga berita ini tayang redaksi masih menelusuri dan menunggu hasil olah TKP maupun pres realease dari Pihak kepolisaian Resort Bima Kota.( Team )

Rabu, 06 Agustus 2025

Bupati Bima Tinjau Lokasi Kebakaran Kantor Inspektorat


Bima NTB. Media Dinamika Global.id. Bupati Bima Ady Mahyudi yang tiba di Lokasi Kebakaran untuk melihat langsung kondisi kerusakan Kantor Inspektorat Kabupaten Bima jam 06.00 WITA menjelaskan, Pemerintah daerah menyerahkan proses pemeriksaan penyebab kebakaran kepada aparat penegak hukum dan masyarakat dihimbau untuk tidak berspekulasi terkait penyebab kebakaran. Mari kita tunggu hasil pemeriksaan aparat berwajib". Kamis (07/08/25).

Bupati Bima menginstruksikan agar seluruh unit kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bima meningkatkan kewaspadaan agar insiden serupa tidak kembali terjadi. Para OPD dihimbau untuk melakukan pengecekan perangkat elektronik yang digunakan dan memastikan tidak dalam keadaan menyala di saat pegawai pulang kantor.

Inspektur Kabupaten Bima Drs. Agus Salim, M.Si Kamis, (7/8) menjelaskan, Kebakaran Kantor instansi yang dipimpinnya menyebabkan seluruh bangunan beserta isinya telah hangus terbakar dan tidak ada yang dapat diselamatkan. 

Saat ini kami telah melaporkan ke pihak Polres Bima Kota untuk dilakukan investigasi dan olah TKP". Ungkapnya. 

Berdasarkan laporan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan penyelamatan Kabupaten Bima Rifai ST, Kebakaran 1 unit Kantor Inspektorat Kab. Bima terjadi Kamis tanggal 07 Agustus 2025 Pukul 03.40 Wita bertempat di Jln. Ksatria Nomor 03 Kel. Penatoi Kec. Mpunda Kota Bima, telah terjadi kebakaran yang menghanguskan seluruh bangunan.

Penyebab kebakaran sementara masih dalam penyelidikan. Informasi dari dua orang penjaga malam Sukartono dan Umar, Api yang berkobar bermula di bangunan tengah (Ruangan Sekretaris) lalu menjalar ke seluruh bagian dalam rumah dan membakar seluruh isi dalam bangunan

Penjaga (Umar) melaporkan menyampaikan Informasi Kebakaran ke Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bima, Pukul 03.05 Wita dan Pukul 03.50 Wita, Petugas Pemadam Kebakaran Kota Bima Tiba di Lokasi Kejadian langsung malukuan Pemadaman dengan menggunakan 3 Unit Mobil Pemadam Kebakaran dan 1 Unit Mobil Tangki. Pukul 04.30 Wita, api dapat dipadamkan secara total dan di lanjutkan dengan Pendinginan.

 Pukul 07.00 Wita, setelah dilakukan Pendinginan dilanjutkan dengan pembersihan puing-puing oleh Pegawai Inspektorat Kab. Bima, untuk memudahkan Penyelidikan lebih lanjut.

Pukul 07.30 WITA, APH Kota Bima melakukan Identifikasi oleh APH Kota Bima dengan menurunkan lebih awal 5 (Lima) orang.

Data sementara, kerugian diperkirakan mencapai Rp. 1.200.000.000 (Satu Miliar Dua Ratus Juta Rupiah), dengan rincian; Bangunan Induk Ruangan Inspektur, Sekretaris ruangan para Inspektur Pembantu, Ruangan Bendahara 1 lokal, Ruangan Evalop Gudang Musholah, Kamar Mandi (rusak berat) dan Ruangan Aula Rapat (rusak ringan). (MDG 23)

Kantor Inspektorat Kabupaten Bima Terbakar Hebat, Dokumen Penting Tak Terselamatkan


Bima NTB. Media Dinamika Global.id. Kebakaran hebat menghanguskan Kantor Inspektorat Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), dini hari tadi. Kebakaran mengakibatkan seluruh ruangan hingga dokumen dan arsip penting di dalam gedung tersebut hangus dilahap si jago merah.

"Kejadiannya dini hari tadi sekitar pukul 03.50 Wita," ujar Kepala Inspektorat Kabupaten Bima, Agussalim, dikonfirmasi detikBali, Kamis (07/08/25).

Dilansir  Detik.Com, Agussalim mengungkapkan percikan api pertama muncul di ruang tunggu sekretariat dan sempat terdengar ledakan. Menurutnya, kobaran api menyebar cepat ke seluruh ruangan.

"Sebelum terbakar cepat dan meluas ke seluruh ruangan, sempat ada ledakan," imbuhnya.

Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bima merapat ke lokasi tak lama setelah kebakaran. Agussalim mengatakan petugas pemadam kebakaran memerlukan waktu sekitar tiga jam untuk memadamkan api.

Tak ada satu pun berkas di gedung tersebut yang bisa diselamatkan. Termasuk juga Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dan arsip kantor penting lainnya.

"Semuanya (dokumen penting) hangus dan tak bisa diselamatkan," imbuhnya.

Agussalim belum mengetahui persis penyebab kebakaran hebat tersebut. Ia menyerahkan penyelidikan terkait kejadian itu kepada pihak kepolisian.

"Bupati Bima, Ady Mahyudi, juga memastikan akan melakukan investigasi menyeluruh terkait kejadian ini," pungkasnya. (Tim)

Sabtu, 05 Juli 2025

Mobil Truk Gas LPG Jatuh di Jembatan Soritula Dompu


Media Dinamika Global.Id ||
Dompu, – Kecelakaan tunggal menimpa sebuah truk pengangkut gas LPG di jembatan Soritula, Dusun Sorimangge, Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, pada Sabtu (5/7) sekitar pukul 03.00 WITA.

Truk Isuzu berwarna merah dengan nomor polisi EA 8130 AH milik PT. Dompu Cahaya Makmur Agung Utama itu dikemudikan oleh Irwan (26), warga Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Di dalam kendaraan juga terdapat dua orang kornet, yakni M. Al-Fitrah (18) dan Firman (18).

Berdasarkan keterangan Kapolsek Pekat IPTU Agustamin, SH yang disampaikan melalui Kasi Humas, kecelakaan terjadi saat truk melaju dari arah Pekat menuju Dompu usai mendistribusikan tabung gas LPG ke sejumlah pangkalan. Diduga pengemudi dalam kondisi kelelahan dan mengantuk, sehingga hilang kendali dan menabrak pembatas jembatan sebelum terjun ke dasar sungai yang kering.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, personel Polsek Pekat yang dipimpin Kanit Lantas Aiptu Fadli bersama anggota langsung mendatangi lokasi. Petugas segera melakukan evakuasi terhadap korban untuk mendapat pertolongan medis di Puskesmas Nangakara serta mengamankan area sekitar lokasi kejadian.

Akibat insiden ini, pengemudi mengalami luka di bagian kepala, sedangkan dua kernet mengalami luka pada kaki. Truk mengalami kerusakan parah.

Polsek Pekat telah melakukan tindakan awal di lokasi kejadian dan mengumpulkan informasi terkait penyebab kecelakaan untuk kepentingan penanganan lebih lanjut.

Redaksi _ Surya Ghempar.

Kamis, 26 Juni 2025

Kecelakaan Maut, Seseorang Mahasiswa Meninggal Dunia


Media Dinamika Global.Id ||
Dompu – Kecelakaan lalu lintas kembali merenggut korban jiwa di wilayah hukum Polres Dompu. Peristiwa memilukan itu terjadi pada Selasa (24/6/2025) sekitar pukul 11.00 Wita di Jalan Lintas Dompu–Sumbawa, tepatnya di Dusun Tolobara, Desa Bara, Kecamatan Woja kabupaten Dompu.

Korban merupakan seorang mahasiswi berusia 22 tahun berinisial MR warga Desa Dorokobo, Kecamatan Kempo. Ia tewas setelah sepeda motor Honda Scoopy putih bernomor polisi EA 4825 LC yang dikendarainya ditabrak oleh sepeda motor Honda Blade tanpa nomor polisi yang dikemudikan anak di bawah umur, inisial F., (13 tahun), pelajar asal Desa Nowa, Kecamatan Woja.

Kronologis kejadian dijelaskan, kendaraan Scoopy yang dikendarai korban melaju dari arah Woja ke Dompu. 

Di saat bersamaan, kendaraan Honda Blade dari arah berlawanan melaju kencang dan oleng ke jalur kanan, hingga akhirnya terjadi tabrakan keras. Selain korban meninggal dunia, tiga remaja yang menaiki motor tanpa nomor polisi tersebut mengalami luka ringan.

Kasat Lantas Polres Dompu IPTU Novit Haru Prasetyo, S.Tr.K., S.I.K. melalui Kasi Humas Polres Dompu AKP Zuharis, S.H., membenarkan adanya kecelakaan maut tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya langsung bertindak cepat.

“Setelah menerima laporan dari masyarakat, Kasat Lantas langsung memerintahkan Unit Gakkum Satlantas untuk turun ke lokasi guna melaksanakan olah TKP, mengamankan barang bukti, memeriksa saksi, serta mengecek kondisi para korban,” terang AKP Zuharis.

Ia menambahkan bahwa petugas mendapati kondisi korban M.R. telah meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara pengendara anak dan dua penumpangnya mengalami luka ringan.

Dalam keterangannya, AKP Zuharis menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar lebih bijak dalam berkendara dan tidak sembarangan memberikan kendaraan kepada anak-anak yang belum cukup usia dan belum memiliki SIM.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak ugal-ugalan di jalan, selalu melengkapi kelengkapan kendaraan, serta tidak membiarkan anak-anak di bawah umur mengendarai motor karena sangat berbahaya,” tegasnya.

Situasi pasca kecelakaan dilaporkan dalam kondisi aman dan kondusif. Petugas juga terus memantau perkembangan di lapangan guna memastikan proses penanganan berjalan sesuai prosedur.

Redaksi _ Surya Ghempar.

Minggu, 08 Juni 2025

Suasana Pilu Dirumah Keluarga Korban Gantung Diri Dari Keli Woha, Ini Kronologisnya !


Keli Woha. Media Dinamika Global.Id.- Naas Menimpa Keluarga Korban Gantung Diri Usman Bin Alem, Warga Desa Keli tersebut ditemukan oleh Pencinta Alam setelah Lima Hari Pergi dari Rumah, dan saat ini Suasana Pilu Keluarga Korban Gantung Diri Dari Keli Woha, yang paling Menyedihkan sekali adalah Keluarga dari Korban ini mengalami Nasib sebagai Tuna Netra, mulai dari Orangtuanya hingga Adiknya. Hanya seorang diri yang penglihatannya jelas, namun Korban Akhiri Hidupnya dengan Gantung di Diri.

Sekitar Hari Minggu, 08- 06- 2025 telah terjadi gantung diri di atas pohon kayu Hutan Gunung Ndundu Jara Bertempat diantara lokasi Desa Keli dan Desa Risa. Pria asal desa Keli RT.12 .RW.06 Dusun Lodoo Bernama Usman Bin M.Alem, umurnya sekitar 32 tahun

Berdasarkan hasil Wawancara langsung Media ini, bahwa keterangan pihak keluarga korban tinggalkan rumahnya dan keluar di rumah sekitar Tanggal 5 Mei 2025 Korban Meninggalkan Rumahnya. Lalu pada Hari Sabtu, 7 Juni 2025. Penemuan mayat tersebut dilihat langsung oleh anak-anak sekolah pencipta alam dari Desa Risa Kecamatan Woha Kabupaten Bima NTB.

Melihat Mayat yang tergantung di Pohon Kayu tersebut, Kemudian Anak-anak Sekolah tersebut dari desa Risa cepat cepat lari turun gunung sekitar kurang lebih 25 KM yaitu antara gunung Ndundu Jara tempat kejadian tersebut gantung diri bernama Usman sehingga anak anak sekolah segera melaporkan kepada pihak Pemerintah Desa Risa dan Warga Desa Risa Kecamatan Woha Kabupaten Bima NTB.

Kepala Desa Risa Drs.Muhrim mendapatkan Laporan tersebut dari Para Penemu itu lalu melaporkan ke pihak kepolisian Polsek Woha kabupaten bima melalui Babikantimas dan Babinsa desa Risa, tanpa banyak Bicara mereka  langsung melakukan olah TKP atau ditempat kejadian tersebut yaitu di gunung Ndundu Jara antara area Desa Risa dan Desa Keli Kecamatan  Woha Kabupaten Bima NTB 

Tak hanya itu, Antara Kedua Kepala Desa Keli Drs. Ramlin Ibrahim dan Kepala Desa Risa Drs,Muhrim saling memberikan Informasi terhadap Laporan Penemu Mayat itu dan melakukan evakuasi dan otopsi ke Rumah Sakit Kabupaten Bima sehingga sebelum di otopsi dilakukan maka diklaim oleh warga dari Desa Tolotongga Kecamatan Monta Kabupaten Bima NTB, berhubung ada adanya keluarganya yang hilang beberapa bulan yang lalu.

Disisi lainnya, Kepala Desa Keli Woha Drs. Ramlin Ibrahim setelah mendapatkan Informasi dari Kades Risa kemudian langsung bertindak dengan cara mengumpulkan seluruh keluarganya almarhum Usman Bin Alem untuk mengambil keterangan yang lebih jelas dan pernyataan sikap bahwa betul-betul tanda dan jenis yang ada di seluruh tubuh Usman Bin M.Alem.

Kemudian bersama Keluarga Korban dihimbau agar bisa mengenal ciri-cirinya berupa Satu jenis pakaian baju dan celana loreng dan sarung berwarna setengah hijau, 2 jimat. Kemudian Memakai warna putih jenis kain dan jenis jari kakinya cacat dan tinggi badan 1.60/dan jenis kulit hitam dan juga nama panggilan MONE..Mee..? 

Dan almarhum Usman Bin M. Alem yang mengalami gangguan jiwa atau lupa ingatan atau Khilaf bahkan dia sempat rubuhkan tembok rumahnya dia sendiri sehingga ibu kandungnya dan kedua Kakaknya tidak berani tinggal bersamanya.

Sementara Ibu kandungnya Bernama Halijah dan Kakaknya bernama Salmah, mereka berdua merupakan Tunanetra Atau buta mata dan bapak kandungnya Usman sudah meningal dunia 3 tahun yang lalu. 

Atas Kejadian tersebut Kepala Desa Keli Drs,Ramlin Ibrahim langsung Memanggil Keluarga Korban untuk musyawarah bersama bahwa almarhum Usman Bin M,Alem itu tidak ada tuntutan di kemudian hari dan kepala Desa Keli langsung Membuat surat di atas materai, sebagai pegangan antara pihak keluarga korban dan Pemerintah Desa terkait.( RY MT MDG).

Kamis, 10 April 2025

Pasca Banjir,  Irigasi Dam Pela Parado Di Desa Tenga, Masih  Tertimbun Lumpur Tanah.

 











Bima. Media Dinamika Global.Id_ Imbas pasca  banjir  beberapa waktu lalu, Keberadaan sedimen di irigasi Dam Pela Parado yang  ada  di Desa Tenga Kecamatan Woha sudah rata dengan jalan. Hingga menyebabkan air hujan meluap ke pemukiman warga.

Hal itu dikeluhkan oleh masyarakat Desa Tenga, Pasca terjadinya banjir waktu lalu saluran  Irigasi Dam Pela Parado yang berada sepanjang  Desa Tenga tertimbun lumpur tanah, Bahkan sudah rata dengan jalan. Sehingga air itu meluap ke pemukiman warga. Keadaan itu sampai sekarang belum ada perhatian dari Dinas terkait atau pemerintah. Ujar salah satu warga.

Oleh karena itu, Sangat berharap perhatian pemerintah untuk mendatangkan alat melakukan pengerukan sedimen yang ada di  irigasi. Sehingga aliran air di irigasi bisa  lancar dan bisa kembali dimanfaatkan untuk pertanian. Harapnya.

Jika hal ini tidak segera di atasi,  Warga  mengamcam akan bertindak dengan  memboikot jalan, Karena keadaan saluran irigasi tersebut sudah lama di biarkan seperti itu, Masyarakat sudah mulai resah karena tidak adanya perhatian pemerintah untuk mengatasi hal itu. Keluhnya.

Sementara itu, Kades Tenga, Sardin, Se, Mengatakan, Sudah melakukan upaya dengan mendatangi Dinas terkait yakni Kantor Irigasi Dam Pela Parado yang ada di Kota Bima, Untuk meminta bantuan melakukan pengerukan Sedimen di Irigagasi yang sudah lama tertimbun oleh lumpur tanah tersebut, Hingga air meluap sampai ke pemukiman warga. Jelasnya pada media ini kamis tanggal (10/04).

Namun alasannya belum ada anggaran mengutip pernyataan pihak kantor Irigasi Dam Pela Parado, sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap Dam tersebut.

Ompu Tenga, Menjelaskan, Akan terus berupaya mengusulkan agar irigasi tersebut dapat di atasi, Dalam waktu dekat akan mendatangi langsung pihak Dinas Propinsi termasuk Wakil Gubernur Hj.Indah Dhamayanti Putri, Se, Untuk mengeluhkan hal tersebut dan berharap ada perhatian pemerintah. Harapnya.(mdg/04)

Kamis, 20 Maret 2025

Jelang Berbuka Puasa, Wabup dr. H.Irfan Kunjungi Korban Kebakaran Parado


Bima NTB. Media Dinamika Global.Id.-Menjelang acara berbuka puasa bersama yang mengawali rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Bima di kecamatan Parado, Rabu (19/3) Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy  didampingi Kadis Sosial Tajudin, SH., M.Si, Kadis Ketahanan Pangan Ir. H. Natsir, Camat Parado Hamzah Ketua Baznas Drs. H. Zainudin beserta beberapa pejabat OPD terkait mengunjungi lokasi terdampak kebakaran yang terjadi pada tanggal 17 Maret 2025  lalu.

Bapak Bupati  dan juga atas nama masyarakat Kabupaten Bima menyampaikan turut berduka  cita atas musibah yang menimpa warga desa Parado Rato. 

Para korban diminta bersabar menghadapi musibah dan kepada seluruh warga dihimbau untuk turut serta membantu meringankan beban warga yang terdampak kebakaran.

Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati menyerahkan santunan kepada tujuh orang warga, juga menyerahkan bantuan tanggap darurat yang berasal dari BPBD dan Dinas Sosial serta bantuan beras dari Dinas Ketahanan Pangan. 

Sebagaimana diketahui, sebanyak 7 bangunan terdampak kebakaran Rumah yang terjadi di Desa Parado Rato. 

Sebanyak 3 unit rumah kayu tiang milik Nasaruddin (65 tahun)  H. Ahmad (75 Tahun) dan Siti Rahmah (49 tahun) Hangus terbakar. Sementara  4 rumah lainnya masing-masing milik Abubakar (Umur 40 tahun), Abdurrahman (55 Tahun), Kios Maman (55 Tahun) dan  Kios Masitah (34 Tahun)  terbakar sebagian.( Humas ).

Rabu, 26 Februari 2025

Kadis Damkar Dan Teamnya Berhasil Padamkan Api Saat Kebakaran Di Wera


Wera Bima. Media Dinamika Global.Id.-Kepala Dinas Damkar Kabupaten Bima setelah mendapatkan Laporan Masyarakat langsung Memerintahkan Teamnya yang ada di Kecamatan Wera, Tidak hanya itu Team juga di bantu Anggota Posramil dan Babinsa dari Kecamatan Wera untuk Memadamkan Api yang bergejolak dari dalam Rumah tersebut. (26/02).

Berdasarkan Laporan Masyarakat terhadap Kami, makasih kami segera melakukan tindakan secepatnya untuk melakukan Pemadaman Kebakaran 1 Unit Rumah panggung 12 tiang di Dusun Tawali Rt 04 Rw 01 Desa Tawali Kec Wera Kab Bima. Pada hari Rabu tanggal 26 Februari 2025 Pukul 23.20 Wita bertempat di Dsn Tawali Desa Tawali Kec. Wera Kab. Bima telah terjadi kebakaran 1 Unit Rumah panggung 12 tiang milik Sdr. Tirman, 40 Thn, Petani, Dusun Tawali Rt 04 Rw 01 Desa Tawali Kec. Wera Kab . Bima, Jelas Kadis Damkar A. Rifa'i,ST saat di Wawancarai lewat Washaapnya

ditambahkannya, bahwa Adapun penyebab kebakaran tersebut di duga akibat kosleting listrik. Adapun identitas pemilik rumah yang terbakar bernama Tirman 40 Tahun, Pekerjaan Petani di Dusun Tawali Rt 04 Rw 01 Desa Tawali Kec. Wera Kab. Bima. Akibat dari kejadian Kebakaran terbesar tidak ada korban jiwa atau Nihil

Kemudian terkait dengan kerugian materi terhadap Kebakaran 1 Unit Rumah Panggung 12 Tiang hangus terbakar rata dengan tanah, kerugian di perkirakan mencapai Rp.50.000.000 (lima puluh juta rupiah). 

Dapat disampaikan pula bahwa Kronologis kejadian itu sekitar pukul 23.20 Wita, Api tiba-tiba muncul di ruang tengah rumah milik korban, Masyarakat yang melihat kejadian tersebut langsung membantu memadamkan api dengan alat seadanya.

Tak lama Kemudian Team Kebakaran juga dibantu oleh Anggota lainnya sekitar pukul 23.40 Wita, yaitu Anggota Posramil 1608-06/Wera tiba di TKP langsung membantu untuk memadamkan api lalu 1 Unit Mobil pemadam kebakaran Kec. Wera tiba di TKP dan api dapat dipadamkan secara total selanjutnya masyarakat melaksanakan pembersihan sisa kebakaran.

Lalu sekitar Pukul 00.10 Wita Paska kebakaran tersebut situasi Desa Tawali Kec. Wera Kab. Bima terpantau aman dan kondusif, lalu apa saja Upaya yang dilakukan nya.

Upaya yang dilakukan adalah Anggota Posramil 1608-06/Wera bersama dengan pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Kab. Bima agar dapat memberikan perhatian atau bantuan kepada korban kebakaran. 

Sementara itu, Babinsa 1608-06/Wera memberikan himbauan kepada masyarakat agar selalu mengecek rumah pada saat melaksanakan aktivitas. Dan Anggota Posramil 1608-06/Wera membantu korban kebakaran untuk membersihkan sisa-sisa kebakaran. ( MDG24/26 ).

Kebakaran 1 Unit Rumah Panggung 12 Di Tawali Kecamatan Wera Berhasil Dipadamkan


Wera Bima. Media Dinamika Global.Id.-Kebakaran 1 Unit Rumah Panggung 12 Di Tawali Kecamatan Wera Berhasil Dipadamkan. Kebakaran 1 Unit Rumah panggung 12 tiang di Dusun Tawali Rt 04 Rw 01 Desa Tawali Kec Wera Kab Bima. Pada hari Rabu tanggal 26 Februari 2025 Pukul 23.20 Wita bertempat di Dsn Tawali Desa Tawali Kec. Wera Kab. Bima telah terjadi kebakaran 1 Unit Rumah panggung 12 tiang milik Sdr. Tirman, 40 Thn, Petani, Dusun Tawali Rt 04 Rw 01 Desa Tawali Kec. Wera Kab . Bima.

Adapun penyebab kebakaran tersebut di duga akibat kosleting listrik. Adapun identitas pemilik rumah yang terbakar bernama Tirman 40 Tahun, Pekerjaan Petani beralamat di Dusun Tawali Rt 04 Rw 01 Desa Tawali Kec. Wera Kab. Bima. Akibat dari kejadian Kebakaran tidak ada Korban jiwa atau Nihil.

Lalu Kerugian materi  terhadap Kebakaran 1 Unit Rumah Panggung 12 Tiang hangus terbakar rata dengan tanah, kerugian di perkirakan mencapai Rp.50.000.000 (lima puluh juta rupiah). 
   
Dapat disampaikan pula bahwa Kronologis kejadian diceritakan oleh salah seorang Korban yaitu sekitar Pukul 23.20 Wita, Api tiba-tiba muncul di ruang tengah rumah milik korban. Masyarakat yang melihat kejadian tersebut langsung membantu memadamkan api dengan alat seadanya.

Tak lama Kemudian, sekitar Pukul 23.40 Wita, Anggota Posramil 1608-06/Wera tiba di TKP langsung membantu untuk memadamkan api, dan  1 Unit Mobil pemadam kebakaran Kec. Wera tiba di TKP dan api dapat dipadamkan secara total selanjutnya masyarakat melaksanakan pembersihan sisa kebakaran.

Paska kebakaran tersebut situasi Desa Tawali Kec. Wera Kab. Bima terpantau aman dan kondusif, Upaya yang dilakukan bersama Anggota Posramil 1608-06/Wera bersama dengan pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Kab. Bima agar dapat memberikan perhatian atau bantuan kepada korban kebakaran. 

Sementara itu, Babinsa 1608-06/Wera memberikan himbauan kepada masyarakat agar selalu mengecek rumah pada saat melaksanakan aktivitas bersama Anggota Posramil 1608-06/Wera membantu korban kebakaran untuk membersihkan sisa-sisa kebakaran. ( MDG24/26 ).