Media Dinamika Global

Senin, 23 Februari 2026

Babinsa Desa Lanta Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Siskamling, Antisipasi Gangguan Kamtibmas dan Dampak Cuaca Ekstrem


Lambu.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Lanta, Serka Khairuddin bersama satu orang anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan Patroli Siskamling pada Senin (23/2/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 Wita tersebut dilaksanakan untuk memantau situasi wilayah serta mengantisipasi perkembangan kondisi keamanan di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Patroli ini turut melibatkan berbagai unsur masyarakat, antara lain dua anggota Koramil, tiga aparat desa, empat warga, serta tokoh pemuda dan tokoh agama setempat. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga stabilitas lingkungan.



Adapun sasaran patroli meliputi pemukiman warga dan sejumlah lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpulnya anak muda. Pada pukul 20.00 Wita, personel Koramil 1608-03/Sape bergerak menuju Desa Lanta, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, dan tiba di lokasi sekitar pukul 20.15 Wita untuk melaksanakan pemantauan wilayah.

Dalam kegiatan tersebut, Serka Khairuddin juga memberikan imbauan kepada masyarakat. Ia menyoroti maraknya kejadian yang melibatkan anak muda akibat konsumsi minuman keras yang tidak terkendali. 

Warga diimbau untuk menghindari kegiatan negatif serta menjauhi narkoba dan berbagai bentuk barang terlarang lainnya yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan cuaca ekstrem. Warga diminta berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama mewaspadai potensi pohon tumbang, banjir, dan tanah longsor, khususnya bagi yang tinggal di sekitar aliran sungai maupun lereng perbukitan.

Kewaspadaan ekstra juga ditekankan saat hujan turun pada malam hari.Sekitar pukul 20.40 Wita, kegiatan dilanjutkan dengan pemantauan di desa binaan, dan seluruh rangkaian Patroli Siskamling berakhir pada pukul 22.00 Wita dalam keadaan aman dan kondusif.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan TNI melalui Babinsa dalam mempererat kemanunggalan dengan rakyat sekaligus menjaga stabilitas keamanan wilayah.

(Team.MDG.03)

Babinsa Desa Sumi Koramil 1608-03/Sape Hadiri Safari Ramadan di Masjid An-Nur


Lambu.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id – Serka Ridwan yang menjabat sebagai Babinsa Desa Sumi dari Posramil Lambu, Koramil 1608-03/Sape, menghadiri kegiatan Safari Ramadan tingkat Desa Sumi pada Senin (23/2/2026) pukul 19.30 WITA. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid An-Nur, Desa Sumi, Kecamatan Lambu.



Safari Ramadan ini merupakan agenda rutin yang digelar untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah kecamatan, aparat kewilayahan, dan masyarakat setempat selama bulan suci Ramadan.

Dalam kegiatan tersebut, Ustaz Sudirman, S.Pd.I bertindak sebagai imam, sementara tausiah disampaikan oleh Ustaz Juraidin, S.Pd.I., M.Pd. Keduanya mengajak jamaah untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Camat Lambu Muaidin, S.Pd., M.M., Danposramil Lambu yang diwakili oleh Serka Ridwan, Kasi Pemerintahan Kecamatan Lambu, Kepala UPT Perikanan dan Kelautan, Kepala Desa Sumi beserta perangkat desa, Ketua dan anggota BPD Desa Sumi, Imam Masjid An-Nur, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh jamaah Masjid An-Nur.

Rangkaian kegiatan Safari Ramadan berakhir pada pukul 21.10 WITA dan berlangsung dengan aman, lancar, serta tertib.

Kegiatan ini diharapkan dapat semakin mempererat hubungan antara aparat pemerintah dan masyarakat serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan.

(Team.MDG.03)

Insident Ringsetnya Atap Museum Sampa Raja Akibat Penebangan Pohon Di Belakang Gedung Samparaja


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Akibatnya Museum Rusak Parah Dan Harus Di Tutup Untuk Sementara Sambil Menunggu Evakuasi Pohon Yg Masih Di Lakukan Oleh Tim Gabungan Dari Pemkot Bima Antara Lain BPBD,DAMKAR,DINSOS DLH Dan Kantor Kearsipan.

Berbagai Benda Bersejarah Harus Di ungsingkan ke Tempat Yg Aman Dan Berkoordinasi dengan Pihak Dinas Kearsipan Kota Bima Untuk Mengamankan Benda" Bersejarah 

Setidaknya Ada 7 Orang Yg Di Evakuasi Dari Bangunan Tersebut Dan Alhamdulillah Tidak Ada Korban Jiwa.

Untuk Operasi Tanggap Darurat Sudah Kami Lakukan Bersama Dinsos Kota Bima Dengan Memberikan Bahan Pangan Dan Logistik Serta Evakuasi Sementara Penghuni Gedung Ke Tempat Yg Lebih Aman

Tim Gabungan PEMKOT BIMA Terdiri Dari BPBD,DAMKAR,DLH,DINSOS Dan Kantor Arsip Akan Melanjutkan Evakuasi Pohon Yg Sampai Malam Ini Masih Berada Di Atas Atap Museum SAMPARAJA.

Akibat tertimpa pohon sejumlah bagian dalam museum mengalami kerusakan dan kondisi ruangan di laporkan berantakan untuk alasan keselamatan dan proses penanganan. Aktivitas di museum samparaja sementara di tutup untuk umum. ujarnya

Krisna BPBD kota bima menambahkan pembersihan material pohon dan penataan akan dilanjutkan pada esok hari hari oleh tim gabungan.(Sekjend MDG)

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Tinjau Pemeliharaan Jalan Provinsi di Ruas Jalan Pattimura, Kota Metro, Ruas Jalan Metro - Kota Gajah.


Metro — Mediadinamikaglobal.Id || Pemerintah Provinsi Lampung lakukan langkah percepatan penanganan kerusakan jalan melalui pemeliharaan jalan provinsi untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar. 

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal secara langsung meninjau langsung penanganan reaksi cepat pemeliharaan jalan provinsi di Ruas Jalan Pattimura, Kota Metro, sertaq Ruas Metro–Kota Gajah. Pemeliharaan jalan ini dilakukan untuk memastikan kondisi jalan aman dilalui masyarakat, Senin 23 Februari 2026.

Langkah tersebut merupakan bagian dari percepatan penanganan kerusakan jalan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK). Upaya ini ditempuh guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, terutama selama Ramadhan di tengah intensitas hujan yang masih tinggi.

Seluruh jalan provinsi yang telah masuk dalam daftar pemeliharaan ditargetkan selesai ditangani sebelum Lebaran.

Di Ruas Jalan Pattimura, Gubernur Mirza memastikan perbaikan berupa penutupan lubang dan perataan badan jalan dilaksanakan secara cepat serta sesuai standar teknis. Ia menegaskan, kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas agar masyarakat daapt melintasi dengan aman dan nyaman.

Menurutnya, kerusakan jalan tidak hanya disebabkan oleh faktor beban kendaraan, tetapi juga akibat sistem drainase yang tidak berfungsi optimal. Aliran air yang tersumbat bahkan meluap hingga ke badan jalan dinilai menjadi penyebab utama kerusakan.

“Drainase harus dipastikan bersih dan berfungsi dengan baik agar air tidak menggenang dan merusak badan jalan,” ujarnya.

"Untuk sementara ini, kita melakukan pemeliharaan jalan sehingga masyarakat dapat melintasi dengan aman dan nyaman," tambah Gubernur Mirza.

Seusai lebaran, Ruas Jalan Pattimura sepanjang 1 Km dimaksud akan dilakukan pembangunan infrastruktur jalan menggunakan metode rigid beton dengan anggaran sekitar Rp.10 miliar. 

Sementara itu, di Ruas Metro–Kota Gajah, Gubernur Mirza meninjau pengerukan saluran air di bahu jalan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan aliran air tetap lancar dan mencegah genangan yang berpotensi mempercepat kerusakan jalan.

Diruas jalan tersebut juga akan dilakukan penutupan lubang dan perataan badan jalan.

Gubernur Mirza menambahkan, pemeliharaan tersebut merupakan langkah respons cepat untuk menjaga kelancaran distribusi barang dan mobilitas warga selama Ramadhan dan menjelang idul fitri.

Pada kesempatan itu, dilakukan Peninjauan di Ruas Bandar Jaya - Simpang Mandala, Lampung Tengah. Dimana pada tahun 2025 sudah dilakukan pembangunan infrastruktur jalan dengan metode rigid beton. 

Selain ketiga ruas tersebut, penanganan terpadu juga dilakukan di sejumlah ruas strategis lainnya oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di masing-masing wilayah, antara lain Ruas Kali Rejo–Bangun Rejo, Ruas Kotabumi–Bandar Abung, serta Ruas Daya Murni–Gunung Batin.

Selain penanganan darurat dan preventif, Pemerintah Provinsi Lampung juga menyiapkan program pembangunan infrastruktur pada 62 ruas jalan provinsi yang akan dilaksanakan setelah Lebaran. Percepatan program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur secara berkelanjutan, mendukung distribusi barang dan jasa, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Lampung.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menegaskan bahwa penanganan ini bersifat pemeliharaan rutin dan darurat, dengan fokus pada penambalan dan perbaikan titik-titik rusak di ruas jalan provinsi.

“Untuk kepentingan mudik, jalan provinsi harus aman dan nyaman dilalui. Ruas yang masuk pemeliharaan kami tangani sebelum Lebaran, supaya tidak ada lubang yang membahayakan masyarakat,” ujar Taufiqullah.

Ia menegaskan bahwa pekerjaan tersebut berbeda dengan pembangunan 62 ruas jalan tahun 2026. Kegiatan pemeliharaan dilakukan sekarang untuk menjamin keselamatan pengguna jalan, sementara pembangunan 2026 tetap mengikuti tahapan pengadaan dan akan dilaksanakan setelah proses tender selesai pasca Lebaran.

“Jadi perlu kami luruskan, pemeliharaan menjelang Lebaran jalan terus, sedangkan pembangunan 2026 tetap sesuai aturan dan jadwal setelah tender. Ini dua proses yang berbeda dan tidak saling tumpang tindih,” jelasnya.

“Prinsipnya sederhana, jangan biarkan masyarakat mudik di jalan berlubang. Soal pembangunan 2026, itu tetap kami siapkan secara matang agar pekerjaan fisik bisa langsung berjalan setelah seluruh proses administrasi selesai,” tegasnya.

Dengan langkah ini, Pemprov Lampung menegaskan komitmennya menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama arus mudik, sekaligus memastikan program pembangunan jalan tahun 2026 berjalan tertib, jelas, dan sesuai ketentuan.

Melalui langkah tersebut, Pemprov Lampung menegaskan komitmennya menjaga kemantapan dan kelayakan infrastruktur jalan agar tetap berfungsi optimal, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman. (Fs/Red) 

Program Police Goes To School, Ada Pesan Penting yang Disampaikan Polisi kepada Ratusan Siswa.

Tulang Bawang - Mediadinamikaglobal.Id || Suasana berbeda tampak di halaman SMKN 1 Menggala, Kecamatan Menggala Timur, Kabupaten Tulang Bawang, sebanyak 113 siswa bersama 6 dewan guru tampak serius menyimak kedatangan jajaran Satlantas Polres Tulang Bawang dalam program Police Goes To School yang dimulai pukul 09.00 WIB.Senin 23 Februari 2026.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Tulang Bawang, AKP Ayu Tiara Kanchika, S.Tr.K., S.I.K., didampingi AIPTU Deny Ertanto, S.Pd., dan BRIPDA Hevan Argia.

Bukan razia, bukan pula penindakan. Kedatangan polisi pagi itu membawa misi besar: menyelamatkan generasi muda dari ancaman balap liar dan kecelakaan lalu lintas.

Di hadapan 46 siswa putra dan 67 siswi putri, jajaran Satlantas menyampaikan sosialisasi tentang: Pencegahan balap liar, Pentingnya tertib berlalu lintas, Kesadaran hukum dan keselamatan berkendara

Dalam arahannya, AKP Ayu Tiara Kanchika menekankan bahwa pelajar adalah aset masa depan bangsa yang tidak boleh menjadi korban sia-sia di jalan raya.

“Kami hadir untuk mengingatkan bahwa satu pelanggaran kecil bisa berakibat besar. Jangan sampai masa depan adik-adik terhenti hanya karena kelalaian di jalan,” tegas AKP Ayu Tiara Kanchika.

Ia juga mengingatkan bahwa balap liar bukan ajang pembuktian diri, melainkan tindakan berbahaya yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

“Prestasi sejati ada di sekolah dan masa depan yang cerah, bukan di atas aspal. Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas,” tambahnya.

Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah dan meminimalisir pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar, sekaligus mewujudkan situasi Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Tulang Bawang.

Melalui pendekatan edukatif dan humanis, Satlantas Polres Tulang Bawang menunjukkan komitmen nyata dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini.

Dengan semangat presisi, Polri terus hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom generasi penerus bangsa. (Fs/Red) 

Perkuat Silaturahmi Bersama Masyarakat, Pemkot Bima Mulai Gelar Safari Ramadan 1447 H


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.--Dalam rangka memperkuat dan memperkokoh tali silaturahmi bersama masyarakat ditengah bulan suci, Pemerintah Kota Bima mulai hari ini akan melaksanakan kegiatan safari ramadan 1447 Hijriyah/2026 Masehi.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Bima, Dr. Muhammad Hasyim, S.Sos, SH., M.Ec.Dev usai menerima jadwal Safari Ramadan Pemkot Bima 1447 H/2026 M yang telah ditandatangani oleh Wali Kota Bima, Senin (23/2/2026).

Hasyim menjelaskan bahwa jadwal safari ramadan 1447 H/2026 M Pemerintah Kota Bima ini dalam rangka mempererat silaturahmi antara Pemkot Bima dengan masyarakat pada bulan suci Ramadan.

"Dari jadwal yang sudah ditetapkan, safari ramadan Pemkot Bima akan dimulai pada tanggal 23 Februari-14 Maret 2026," ungkapnya.

Ia menambahkan, hari pertama safari ramadan Pemkot Bima yang akan dimulai malam ini yakni di Masjid Baburahman Kelurahan Ntobo Kecamatan Raba.

"Safari ramadan 1447 H selain akan melaksanakan salat isya dan tarawih berjamaah, juga akan diisi dengan siraman qalbu dari para penceramah ternama di Bima, seperti ustadz H. Arifin, Dr. Ilham, H. Nurdin Mansyur, Dr. Muhammad Hisyam dan H. Abd. Latif," bebernya.

Selain itu, sambung Hasyim, Pemerintah Kota Bima juga akan menyesuaikan dengan kegiatan Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan kegiatan Lentera Ramadan 1447 H yang digelar oleh Pemprov NTB di Kota Bima.

"Nantinya, Gubernur dan Wakil Gubernur NTB dijadwalkan akan melakukan kegiatan safari ramadan di Kota Bima. Insyaallah pada tanggal 2-3 Maret 2026 beliau berdua (Gubernur-Wagub NTB) dijadwalkan akan hadir ditengah-tengah kita di Masjid Agung Al-Muwahiddin Kota Bima," pungkas Muhammad Hasyim.

Berikut jadwal dan lokasi kegiatan Safari Ramadan 1446 H Pemerintah Kota Bima, hari pertama (23 Februari 2026) di Masjid Baburahman Kelurahan Ntobo, hari kedua (25 Februari 2026) di Masjid At-Taqwa Kelurahan Penana'E, hari ketiga (27 Februari 2026) di Masjid Al-Falah Kelurahan Sarae, hari keempat (1 Maret 2026) di Masjid Baitul Makmur Kelurahan Nae.

Selanjutnya, pada hari kelima (2-3 Maret 2026) Gubernur dan Wakil Gubernur NTB dijadwalkan akan melaksanakan salat isya dan tarawih berjamaah di Masjid Agung Al-Muwahiddin Kota Bima, hari keenam (4 Maret 2026) di Masjid Al-Huda Kelurahan Lampe, hari ketujuh (6 Maret 2026) di Masjid Al-Amin Kelurahan Kumbe, hari kedelapan (9 Maret 2026) di Masjid Al-Aqsa Kelurahan Ule, hari kesembilan (10 Maret 2026) di Masjid Babul Hikmah Kelurahan Kolo, hari kesepuluh (12 Maret 2026) di Masjid Jami' Baburrahman Lingkungan Mande I Kelurahan Mande, dan hari kesebelas (14 Maret 2026) di Masjid Jami' An Nur Kelurahan Monggonao.(Sekjend MDG)

Universitas Terbuka Mataram Gelar Kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) 2025 Genap tahun 2026


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.Kegiatan OSMB PKBJJ dibuka secara resmi oleh Bapak Direktur UT Mataram Heriyanto, S.IP. MM yang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh beberapa narasumber diantaranya Manajer Marketing Muhammad Irwan Ardiansyah, M.Kom, Dr. Hulaifi, M.Agr, Hilman Himawan serta Mukti Aditya, M.Pd. Kegiatan diikuti oleh 75 orang peserta mahasiswa baru S1 berbagai program studi yang berasal dari kabupaten Dompu, Kab Bima dan Kota Bima.

Maksud dan tujuan OSMB dan PKBJJ UT Mataram

OSMB (Orientasi Studi Mahasiswa Baru)

OSMB adalah kegiatan pengenalan awal bagi mahasiswa baru di Universitas Terbuka, termasuk di UPBJJ UT Mataram.

1. Maksud OSMB:

Memberikan pemahaman tentang sistem pendidikan jarak jauh yang diterapkan UT.

Mengenalkan layanan akademik dan administrasi di UT Mataram.

Membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan dan budaya belajar mandiri.

2. Tujuan OSMB:

Mahasiswa memahami sistem pembelajaran jarak jauh dan tutorial (online maupun tatap muka).

Mahasiswa mengetahui cara registrasi mata kuliah, akses modul, dan penggunaan LMS.

Mahasiswa memahami aturan akademik dan etika mahasiswa UT.

Membangun motivasi dan kesiapan belajar mandiri.

Menjalin komunikasi awal antara mahasiswa dengan pengelola UT Mataram.

3. PKBJJ (Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh)

PKBJJ adalah pelatihan khusus untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan belajar mandiri dalam sistem pendidikan jarak jauh.

4. Maksud PKBJJ:

Membantu mahasiswa menguasai strategi belajar efektif dalam sistem daring dan mandiri.

Mengurangi risiko kesulitan belajar dan drop out.

5. Tujuan PKBJJ:

Mahasiswa mampu mengatur waktu belajar secara mandiri.




Ungkap ketua salut Mutiara hati Bima bahwa Sekang telah buka pendaftaran bagi S2 dengan jurusan :
1. Magister Manajemen 
2. Magister Pendidikan Dasar
3. Magister Hukum
4. Magister Administrasi Publik
5. Magister PAUD 
6. Magister Perikanan 
7. Magister Administrasi Publik

Mahasiswa memahami cara membaca modul dan mengerjakan tugas secara efektif.

Mahasiswa mampu memanfaatkan layanan online (tutorial, forum diskusi, ujian online).

Meningkatkan kepercayaan diri dalam mengikuti perkuliahan jarak jauh.

Membantu mahasiswa meraih hasil belajar yang optimal.

Pemprov NTB Pastikan TPG dan THR Guru Tetap Dibayarkan, Proses Pergeseran Anggaran Sedang Dipercepat


Mataram, Media Dinamika Global.Id— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memastikan bahwa seluruh guru tetap akan menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tunjangan Hari Raya (THR) Tahun Anggaran 2025. Keterlambatan pencairan yang masih terjadi hingga awal 2026 bukan disebabkan unsur kesengajaan, melainkan akibat proses penyesuaian anggaran yang harus dijalani sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat sekaligus Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, menanggapi berbagai pertanyaan dan keluhan guru yang ramai disampaikan, termasuk melalui media sosial.

“Kami memahami kegelisahan para guru. Namun perlu kami luruskan, keterlambatan ini bukan karena kelalaian pemerintah daerah. Ada proses sistem anggaran yang harus dilalui agar pencairan dilakukan secara sah dan tidak menimbulkan persoalan administratif maupun hukum di kemudian hari,” ujarnya. Senin, (23/2/26).

Aka menjelaskan, sumber persoalan bermula dari masuknya anggaran TPG dan THR guru provinsi ke kas daerah yang datang lebih lambat dibandingkan anggaran serupa untuk guru kabupaten/kota. Di kabupaten/kota, dana tersebut telah masuk sebelum penetapan APBD 2026 sehingga dapat langsung diakomodasi dan dicairkan lebih cepat.

Sementara itu, untuk guru di bawah kewenangan provinsi, dana TPG dan THR baru diterima setelah APBD 2026 ditetapkan. Kondisi tersebut membuat anggaran tidak bisa langsung dibelanjakan, melainkan harus melalui mekanisme pergeseran APBD terlebih dahulu.

“Proses pergeseran ini sedang berjalan. Namun perlu dipahami, pergeseran anggaran tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri oleh satu perangkat daerah. Semua OPD harus menyelesaikan input secara bersamaan. Saat ini seluruh perangkat daerah sedang bekerja mempercepat proses tersebut,” jelasnya.

Selain itu, terdapat kekurangan anggaran lebih dari Rp1 miliar yang harus terlebih dahulu dikonsolidasikan agar pembayaran dapat dilakukan secara utuh kepada seluruh guru sesuai data yang ada.

“Ini bukan sekedar soal teknis keuangan, tetapi soal kepatuhan pada prosedur hukum. Kita ingin memastikan tidak ada kesalahan administrasi dan tidak menimbulkan risiko hukum bagi para pelaksana,” tambahnya.

Pemprov NTB menegaskan bahwa tidak ada satu pun guru yang akan diabaikan haknya. Seluruh pembayaran TPG dan THR akan direalisasikan setelah proses pergeseran anggaran rampung.

“Yang pasti, semua guru akan menerima haknya. Pemerintah hanya membutuhkan waktu untuk menuntaskan tahapan sesuai aturan,” tegas Aka.

Atas kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi NTB menyampaikan permohonan ma'af kepada seluruh guru di Nusa Tenggara Barat.

“Sebagai Juru Bicara atas nama Pemerintah Provinsi NTB, saya menyampaikan permohonan ma'af yang sebesar-besarnya kepada para guru di mana pun berada, dari ujung barat Pantai Pondok Perasi Ampenan hingga ujung timur pesisir Sape Bima. Kami mohon bersabar. Begitu pergeseran anggaran selesai, pembayaran akan segera dilakukan,” InsyaAllah minggu ini sudah berproses untuk pencairan mudah-mudahan kamis ini sudah bisa di ajukan pencairannya ke BKAD, pungkasnya.

Redaksi |

15 Tahun Duduki Jabatan Strategis Tanpa Rotasi, Pengangkatan Kembali Kepala BKPH Sejorong Uji Konsistensi Sistem Merit ASN


Mataram, Media Dinamika Global.Id.- Pengangkatan kembali Kepala Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Sejorong atau BKPH Wilayah III Sumbawa Barat oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memunculkan diskursus mengenai konsistensi penerapan sistem merit dalam pengisian jabatan struktural Aparatur Sipil Negara (ASN).

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, pejabat yang sama kembali dilantik pada Sabtu, 22 Februari 2026 melalui prosesi pelantikan secara virtual. Pejabat tersebut diketahui telah menduduki jabatan Kepala BKPH Sejorong selama lebih dari 15 tahun.

Durasi kepemimpinan yang panjang pada satu posisi struktural dinilai sejumlah kalangan sebagai kondisi yang patut dievaluasi dalam perspektif reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan.

Wilayah Kerja Bernilai Strategis

BKPH Sejorong memiliki wilayah kerja yang mencakup kawasan hutan di sekitar area pertambangan Batu Hijau yang dikelola oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara. Wilayah tersebut memiliki nilai ekonomi sekaligus ekologis yang tinggi. Karena itu, posisi Kepala BKPH Wilayah III Sumbawa Barat dipandang strategis dalam memastikan keseimbangan antara kepentingan pembangunan dan perlindungan kawasan hutan.

Selain itu, kawasan hutan dalam wilayah kerja BKPH Sejorong juga mencakup Register Tanah Kehutanan (RTK) 59 yang berada di Kecamatan Jereweh dan Desa Ai Kangkung, Kecamatan Sekongkang. Kawasan ini kerap menjadi sorotan publik terkait dugaan aktivitas perambahan dan penambangan liar di dalam kawasan hutan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi yang mengaitkan langsung persoalan tersebut dengan kebijakan internal BKPH. Namun isu pengawasan kawasan hutan dinilai menjadi bagian penting dari konteks jabatan tersebut.

Perspektif Hukum ASN dan Sistem Merit

Dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN serta perubahan melalui UU Nomor 20 Tahun 2023, ditegaskan bahwa pengisian jabatan harus berdasarkan sistem merit, yakni kebijakan manajemen ASN yang berlandaskan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar tanpa diskriminasi.

Pengawasan penerapan sistem merit berada dalam lingkup kewenangan Komisi Aparatur Sipil Negara, khususnya dalam memastikan prinsip profesionalitas dan akuntabilitas berjalan dalam pengisian jabatan.

Pakar tata kelola pemerintahan, Dr. Zulkarnain, menjelaskan bahwa secara normatif memang tidak terdapat ketentuan eksplisit yang membatasi lamanya seseorang menduduki jabatan administrator (eselon III). Namun, semangat reformasi birokrasi mendorong adanya rotasi dan evaluasi berkala sebagai bagian dari pembinaan karier ASN.

“Merit system bukan hanya soal ada atau tidaknya seleksi terbuka, tetapi tentang konsistensi kebijakan dan transparansi proses. Jika sebagian besar jabatan sejenis diisi melalui mekanisme tertentu, publik tentu berhak mengetahui dasar kebijakan apabila terdapat pola berbeda,” ujar Dr. Zulkarnain.

Ia menambahkan bahwa transparansi menjadi faktor krusial, terutama pada jabatan yang memiliki implikasi strategis terhadap pengelolaan sumber daya alam.

“Di wilayah yang memiliki kepentingan ekonomi besar sekaligus sensitivitas lingkungan, persepsi publik sangat menentukan legitimasi kebijakan. Karena itu, keterbukaan informasi menjadi keniscayaan,” tambahnya.

Sorotan Aktivis Lingkungan

Kawasan Register Tanah Kehutanan (RTK) 59 yang berada di Kecamatan Jereweh dan Desa Ai Kangkung, Kecamatan Sekongkang, dalam beberapa tahun terakhir kerap menjadi perhatian masyarakat terkait dugaan perambahan dan aktivitas penambangan liar di dalam kawasan hutan.

Sejumlah dokumentasi lapangan yang beredar di masyarakat menunjukkan adanya pembukaan lahan dan aktivitas yang diduga berada dalam kawasan hutan. 

Namun hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan resmi dari instansi terkait mengenai tingkat kerusakan maupun langkah penegakan hukum yang telah dilakukan. Aktivis lingkungan Yowri Gebak menilai, kondisi tersebut membutuhkan pengawasan yang lebih tegas.

“Kalau memang terjadi aktivitas dalam kawasan hutan, maka perlu ada tindakan tegas. Publik hanya ingin kepastian bahwa pengawasan berjalan optimal,” ujarnya.

Menunggu Klarifikasi Resmi Pemprov NTB

Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya meminta klarifikasi dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB terkait mekanisme pengangkatan kembali Kepala BKPH Sejorong/BKPH Wilayah III Sumbawa Barat, termasuk dasar kebijakan yang digunakan.

Transparansi dan penjelasan resmi dinilai penting untuk memastikan bahwa prinsip profesionalitas, akuntabilitas, serta sistem merit tetap menjadi fondasi dalam pengelolaan jabatan ASN, terutama pada posisi yang memiliki implikasi strategis terhadap tata kelola kawasan hutan di Sumbawa Barat.

Redaksi ||

NTB Perkuat Ekosistem Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Pembiayaan Syariah


Mataram, Media Dinamika Global.Id.- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif melalui optimalisasi pembiayaan syariah. 

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar menjadikan NTB sebagai pusat ekonomi syariah nasional yang terintegrasi dengan pengembangan sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf).

Penegasan tersebut disampaikan dalam Forum Economic Talk bertajuk "Pariwisata Berdaya: Pembiayaan Syariah untuk Desa Wisata dan Ekonomi Kreatif NTB" yang diselenggarakan oleh Tribun Lombok di Aula Bank NTB Syariah, Mataram, Senin (23/2/2026).

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, bahwa Pemprov NTB mengusung konsep pariwisata berdaya, yang  berorientasi pada kualitas dan keberlanjutan setiap destinasi. Terlebih untuk mengembangkan ekosistem pariwisata di daerah. 

Menurutnya, pariwisata bukan hanya tentang peningkatan jumlah kunjungan, tetapi tentang membangun kesadaran wisatawan agar menghargai nilai-nilai lokal, budaya, serta kelestarian lingkungan. 

"Kita ingin membangun pariwisata yang berkualitas, bukan sekadar ramai. Pariwisata yang datang menghormati kita, menghormati budaya dan alam kita," tuturnya.

Pemerintah Daerah juga terus mendorong penguatan konektivitas antara ekosistem pariwisata dan budaya agar keduanya tumbuh seiring dan saling mendukung.

Dari sisi infrastruktur dan aksesibilitas, Pemprov NTB mempercepat pembenahan destinasi wisata guna memastikan kenyamanan dan keamanan wisatawan. Pondasi konektivitas internasional mulai dibangun sebagai langkah strategis membuka akses global.

"Dalam waktu dekat kita akan memiliki enam penerbangan baru langsung , termasuk rute menuju Darwin dan Bangkok," jelasnya. 

Langkah ini diyakini akan memperkuat posisi NTB sebagai destinasi unggulan yang tidak hanya kompetitif secara global, tetapi juga tetap memiliki identitas lokal yang kuat. 

Transformasi Pembiayaan untuk UMKM Kreatif

Sebagai Bank Pembangunan Daerah berbasis syariah, Bank NTB Syariah menegaskan perannya sebagai motor penggerak ekonomi daerah dengan memprioritaskan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan produktif bagi pelaku UMKM, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah, Agus Suhendro, menyampaikan bahwa penguatan ekosistem desa wisata menjadi fokus utama tahun ini.

"Fokus utama tahun ini adalah memperkuat ekosistem Desa Wisata dan pelaku ekonomi kreatif melalui skema pembiayaan yang inklusif dan kompetitif," ujarnya. 

Dalam pengembangan desa wisata, perbankan tidak hanya berperan sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga sebagai pengelola sistem transaksi yang terintegrasi. 

Ia menambahkan, seluruh aktivitas ekonomi di dalam desa wisata diarahkan melalui sistem perbankan, mulai dari penjualan tiket masuk, pembayaran homestay, pembelian suvenir, layanan restoran, hingga jasa pemandu wisata. Digitalisasi melalui tiket elektronik dan sistem pembayaran non-tunai menjadi instrumen utama.

"Tujuannya  agar transaksi tidak bocor ke luar desa, melainkan tetap berputar dalam satu ekosistem keuangan yang terkontrol," Jelas Agus.

Meski demikian, penguatan ekosistem desa wisata masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait akses permodalan, kapasitas manajerial, serta literasi keuangan dan digital pelaku UMKM lokal. Untuk itu, sinergi antar-stakeholder menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa.

Sebagai langkah konkret, Bank NTB Syariah berencana membentuk UMKM Center di kawasan desa wisata. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus ruang promosi dan pemasaran produk lokal, terutama saat penyelenggaraan festival desa, kegiatan budaya, dan agenda pariwisata lainnya.

UMKM Center juga akan difungsikan sebagai ruang pendampingan usaha, literasi keuangan, serta penguatan digitalisasi pembayaran sehingga perputaran ekonomi desa dapat terkelola secara sistematis dan terintegrasi.

Sinergi dan Inovasi Digital

Penguatan pariwisata berdaya di NTB dilaksanakan melalui pendekatan kolaboratif pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku industri, komunitas, dan media. Kolaborasi ini diarahkan untuk mendorong inovasi dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Pemimpin Redaksi TribunLombok.com, Sirtupillaili, menegaskan peran media dalam membangun optimisme publik di tengah tantangan ekonomi. Ia mengatakan media harus membawa harapan dalam upaya pembangunan daerah. Terlebih untuk menyakinkan publik agar tak cepat pesimis dengan segala tantangan pembangunan yang dihadapi saat ini. 

"Media harus memberikan harapan, tidak langsung secara praktis tetapi memberikan harapan di tengah tahun yang susah semoga bisa menumbuhkan ekonomi," pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur NTB juga meluncurkan media The Journal Lombok sebagai media pertama di NTB yang memiliki dan menggunakan fitur bahasa Inggris. Kehadiran media ini diharapkan memperluas jangkauan promosi pariwisata NTB ke pasar internasional serta memperkuat narasi NTB sebagai destinasi wisata halal unggulan yang berdaya saing global.

Melalui penguatan pembiayaan syariah, integrasi ekosistem desa wisata, serta dukungan konektivitas dan digitalisasi, Pemerintah Provinsi NTB optimistis pariwisata berdaya dan bermartabat dapat terwujud, tidak hanya sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sebagai penjaga identitas budaya dan kelestarian lingkungan daerah.

Redaksi ||