Media Dinamika Global

Selasa, 21 April 2026

Pelatihan Relawan SPPG 3T di Kecamatan Sape dan Lambu Sukses Digelar


Sape, Bima, NTB – Pelatihan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) di Kecamatan Sape dan Lambu sukses digelar pada Selasa (21/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) Sape ini bertujuan meningkatkan kapasitas relawan, khususnya dalam pengelolaan program dan keamanan makanan siap saji.



Pelatihan tersebut diikuti oleh enam SPPG, yakni SPPG Bajo Pulo, SPPG Lambu, SPPG Nggelu, SPPG Sumi Dusun Baku, SPPG Mangge, dan SPPG Hidi Rasa. Para peserta mendapatkan pembekalan melalui Kursus Penjamah Makanan Siap Saji dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bima dan Puskesmas Sape.

Materi yang diberikan mencakup standar kebersihan, keamanan pangan, serta prosedur pengolahan makanan layak konsumsi. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman tentang pentingnya menjaga kualitas makanan yang akan disalurkan kepada masyarakat agar tetap aman dan memenuhi standar kesehatan.

Empat narasumber hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Ibnu Zubair, S.Kep., Ns yang membahas cemaran pangan, penyakit bawaan pangan, dan higiene perorangan. Ilyas, SKM menyampaikan materi terkait pemeliharaan lingkungan kerja serta pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit. Sementara itu, Nurwahyuni, S.KM memaparkan pembersihan dan sanitasi peralatan serta tahapan produksi pangan siap saji, dan Muhlisan, S.KM menjelaskan kebijakan keamanan pangan siap saji.


Perwakilan Yayasan/Mitra SPPG 3T, Arif Rahman, SH, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang mengikuti pelatihan. Ia berharap peserta dapat mengikuti kegiatan hingga tuntas serta memahami seluruh materi yang diberikan. Ia juga menegaskan bahwa relawan SPPG yang baru diwajibkan memiliki sertifikat pelatihan penjamah makanan siap saji sebelum mulai bertugas sebagai jaminan standar keamanan dan kualitas layanan kepada masyarakat.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para relawan SPPG di wilayah 3T mampu meningkatkan kualitas pelayanan, terutama dalam penyediaan makanan yang sehat, higienis, dan aman.


Sementara itu, Tenaga Ahli Menko Pangan, Dr. H. Muhammad Syafrudin, ST, MM, saat dikonfirmasi wartawan menekankan pentingnya kinerja maksimal para relawan dalam memberikan pelayanan. Ia menyebut bahwa SPPG 3T memiliki karakteristik berbeda dengan dapur mandiri, baik dari segi lokasi, penyajian, maupun pelayanan.

Ia juga mengimbau para relawan untuk terus berkoordinasi dengan Kepala SPPG, yayasan, serta sesama relawan dalam menghadapi berbagai kendala di lapangan agar solusi dapat segera ditemukan tanpa berlarut-larut.

Secara keseluruhan, kegiatan pelatihan relawan SPPG 3T di Kecamatan Sape dan Lambu berlangsung lancar, tertib, dan sukses. (Team.MDG.03)

Jemaah Calon Haji Kloter LOP 1 Berangkat Rabu Dini Hari

Kloter pertama jemaah calon haji Embarkasi Lombok (LOP 1) mulai bergerak.
Ratusan jemaah asal Lombok Timur, telah tiba di Asrama Haji, (Ist/Surya)

Mataram,  Media Dinamika Global – Kloter pertama jemaah calon haji Embarkasi Lombok (LOP 1) mulai bergerak. Ratusan jemaah asal Lombok Timur, telah tiba di Asrama Haji sejak Selasa (21/4/2026) pagi sekitar pukul 06.00 Wita.

Total jemaah dalam kloter ini mencapai 393 orang. Rinciannya, 217 perempuan dan 176 laki-laki. Selain jemaah, enam petugas turut mendampingi selama perjalanan menuju Tanah Suci.

Kepala Kanwil Kementerian Haji NTB H.L. Muhamad Amin, S.H. menyampaikan, kesiapan kloter pertama berjalan lancar sejak awal kedatangan.

"Seluruh jemaah sudah masuk asrama sesuai jadwal, proses berjalan tertib dan lancar," ungkapnya.

Dalam rombongan ini, jemaah calon haji tertua tercatat atas nama Sarbini Ahmad Sapar, dengan usia 87 tahun asal Aiklomak, Desa Toya. Sementara jemaah termuda, Nurlaela Wardiana berusia 35 tahun dari Banjar Sari, Labuhan Haji.

Keberangkatan jemaah calon haji menuju Madinah, dijadwalkan berlangsung Rabu (22/4/2026) dini hari pukul 02.50 Wita. Kloter LOP 1, akan terbang langsung menggunakan pesawat dengan nomor penerbangan GIA 5101.

Muhamad Amin menegaskan, seluruh persiapan teknis hingga kesehatan jemaah, telah dipastikan optimal sebelum keberangkatan.

"Kami pastikan semua jemaah dalam kondisi siap berangkat, termasuk pendampingan petugas kesehatan selama perjalanan," katanya.

Ia juga mengingatkan jemaah, agar menjaga kondisi fisik selama ibadah haji berlangsung.

"Jaga kesehatan, ikuti arahan petugas, semoga seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar hingga kembali ke tanah air," tutupnya.

Redaksi |

Senin, 20 April 2026

Dandim 1608/Bima Tinjau Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Kecamatan Lambu


Lambu.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, Komandan Kodim (Dandim) 1608/Bima, Samuel Asdianto Limbongan, melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, pada Selasa (21/4/2026). Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau langsung progres pembangunan KDMP di Desa Simpasai dan Desa Lanta.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 10.30 WITA saat Dandim tiba di lokasi pembangunan KDMP Desa Simpasai. Kehadiran Dandim disambut oleh Danramil 1608-03/Sape, Kapten Inf Ruslin, bersama anggota Koramil setempat. Selanjutnya, Dandim melakukan pengecekan langsung terhadap proses pembangunan yang sedang berlangsung, didampingi oleh jajaran Koramil dan Posramil Lambu.




Sekitar pukul 10.50 WITA, rombongan melanjutkan perjalanan menuju lokasi pembangunan KDMP di Desa Lanta. Setibanya di lokasi pada pukul 10.55 WITA, Dandim kembali melakukan pengecekan terhadap progres pembangunan, didampingi oleh Danramil 1608-03/Sape, Danposramil Lambu, serta Babinsa setempat.

Setelah meninjau kedua lokasi, Dandim melanjutkan perjalanan menuju wilayah Kecamatan Monta melalui jalur Kecamatan Langgudu. Seluruh rangkaian kegiatan kunjungan kerja berakhir pada pukul 11.55 WITA dalam keadaan aman dan lancar.

Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari upaya pengawasan dan pengendalian secara langsung oleh Dandim terhadap pelaksanaan pembangunan di wilayah binaannya. Secara umum, pembangunan KDMP di Desa Simpasai dan Desa Lanta dilaporkan berjalan sesuai dengan tahapan yang direncanakan serta dalam kondisi aman dan kondusif.(Team MDG.03)

Pelatihan Relawan SPPG 3T di Sape dan Lambu Digelar, Tekankan Keamanan Pangan


Sape, Bima, NTB – Pelatihan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) di Kecamatan Sape dan Lambu resmi digelar pada Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) Sape dengan fokus utama pada peningkatan kapasitas relawan, khususnya dalam pengelolaan program serta keamanan makanan siap saji.

Pelatihan tersebut diikuti oleh enam SPPG, yakni SPPG Bajo Pulo, SPPG Lambu, SPPG Nggelu, SPPG Sumi Dusun Baku, SPPG Mangge, dan SPPG Hidi Rasa. Para peserta mendapatkan pembekalan melalui Kursus Penjamah Makanan Siap Saji yang menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bima dan Puskesmas Sape.

Materi pelatihan mencakup standar kebersihan, keamanan pangan, serta prosedur pengolahan makanan yang layak konsumsi. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman tentang pentingnya menjaga kualitas makanan yang akan disalurkan kepada masyarakat agar tetap aman dan memenuhi standar kesehatan.



Empat narasumber turut hadir dalam kegiatan ini. Ibnu Zubair, S.Kep., Ns menyampaikan materi terkait cemaran pangan, penyakit bawaan pangan, dan higiene perorangan. Ilyas, SKM membahas pemeliharaan lingkungan kerja serta pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit. Nurwahyuni, S.KM memaparkan pembersihan dan sanitasi peralatan serta tahapan produksi pangan siap saji, sementara Muhlisan, S.KM menjelaskan kebijakan keamanan pangan siap saji.


Yayasan/Mitra SPPG 3T, Arif Rahman, SH, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang hadir. Ia berharap peserta dapat mengikuti pelatihan hingga tuntas dan memahami seluruh materi yang diberikan. Ia juga menegaskan bahwa relawan SPPG yang baru diwajibkan memiliki sertifikat pelatihan penjamah makanan siap saji sebelum mulai bertugas, sebagai jaminan standar keamanan dan kualitas layanan kepada masyarakat.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para relawan SPPG di wilayah 3T mampu meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam penyediaan makanan yang sehat, higienis, dan aman.Tuturnya


Sementara itu, Tenaga Ahli Menko Pangan, Dr. H. Muhammad Syafrudin, ST, MM, saat coba dikonfirmasi oleh wartawan menekankan pentingnya kinerja maksimal para relawan dalam memberikan pelayanan. Ia mengingatkan bahwa SPPG 3T memiliki karakteristik berbeda dengan dapur mandiri, baik dari segi lokasi, penyajian, maupun pelayanan.

Ia juga mengimbau para relawan untuk terus berkoordinasi dengan Kepala SPPG, yayasan, serta sesama relawan dalam menghadapi berbagai kendala di lapangan agar dapat segera ditemukan solusi tanpa berlarut-larut.Ucapnya Saat di Konfirmasi lewat Via Tlp

Secara keseluruhan, kegiatan pelatihan relawan SPPG 3T di Kecamatan Sape dan Lambu berlangsung dengan lancar, tertib, dan sukses. (Team.MDG.03)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Intensifkan Komsos di Desa Binaan, Tekankan Keamanan dan Keharmonisan Warga


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Para Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) di desa binaan masing-masing pada Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus memberikan imbauan terkait keamanan, ketertiban, dan keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada pukul 08.30 WITA, Serka Bambang selaku Babinsa Desa Lambu, Kecamatan Lambu, melaksanakan komsos bersama warga. Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan pentingnya mengutamakan faktor keamanan dalam setiap aktivitas, baik di laut maupun di ladang. Ia menekankan agar masyarakat selalu menjaga keselamatan diri, keluarga, serta peralatan kerja guna meminimalisir risiko yang tidak diinginkan.




Selanjutnya, pada pukul 09.00 WITA, Serda Irfan yang bertugas sebagai Babinsa Desa Bugis, Kecamatan Sape, juga menggelar komsos dengan warga binaannya. Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga komunikasi dan hubungan baik dalam kehidupan sehari-hari serta menghindari tindakan yang dapat memicu perselisihan. Ia juga menegaskan bahwa setiap permasalahan sebaiknya diselesaikan secara kekeluargaan dengan melibatkan pihak berwenang.

Pada pukul 09.30 WITA, Serda Abdul Hafid, Babinsa Desa Rasabou, mengajak warga untuk terus menjalin silaturahmi dan menjaga kebersihan serta keamanan lingkungan. Ia berharap dengan kondisi lingkungan yang aman dan tertib, masyarakat dapat hidup lebih nyaman tanpa adanya gangguan.

Sementara itu, pada pukul 10.00 WITA, Koptu Makmun selaku Babinsa Desa Mangge, Kecamatan Lambu, melaksanakan komsos dengan menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia juga mengingatkan warga untuk menjauhi barang terlarang seperti minuman keras dan narkoba serta tidak bertindak main hakim sendiri apabila terjadi permasalahan.

Kegiatan komsos ini merupakan bagian dari upaya Babinsa dalam membina wilayah serta menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan kondusif di tengah masyarakat.(Team.MDG.03)

"Ini Bukan Rahasia!” Aktivis Perempuan Yuni Bourhany Lawan Tuduhan Pelanggaran Data Gubernur NTB

 Aktivis Perempuan NTB, Yuni Bourhany, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global – Aktivis perempuan NTB, Yuni Bourhany, akhirnya angkat bicara terkait polemik penyebaran nomor telepon Gubernur NTB yang berujung pada pelaporan dirinya ke aparat penegak hukum (APH).

Dalam siaran pers resminya, Yuni menegaskan bahwa tindakannya bukan dilandasi niat buruk, melainkan sebagai bentuk dorongan terhadap keterbukaan akses komunikasi antara pejabat publik dan masyarakat.

Akses Publik Jadi Alasan Utama

Yuni menjelaskan bahwa nomor yang ia sebar merupakan kontak resmi milik Lalu Muhamad Iqbal selaku Gubernur Nusa Tenggara Barat. Ia menilai, sebagai pejabat publik, gubernur memiliki tanggung jawab pelayanan yang melekat, termasuk dalam hal keterbukaan komunikasi.

“Prinsip dasar demokrasi menempatkan pemimpin sebagai pelayan rakyat. Akses komunikasi yang terbuka adalah bagian dari itu,” tulis Yuni dalam keterangannya.

Ia juga menyoroti bahwa selama ini, prosedur birokrasi yang berjenjang seringkali membuat masyarakat kesulitan menyampaikan persoalan mendesak secara langsung kepada pengambil kebijakan.

Bantah Langgar Data Pribadi

Menanggapi tudingan pelanggaran privasi, Yuni menegaskan bahwa nomor yang disebarluaskan bukanlah data pribadi yang bersifat sensitif seperti NIK atau rekening bank.

Menurutnya, nomor tersebut merupakan sarana komunikasi resmi yang sebelumnya juga telah dinyatakan dapat digunakan untuk melayani masyarakat.

Pernyataan ini sekaligus merespons kekhawatiran publik terkait pelanggaran Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi.

“Ini bukan data rahasia. Justru ini bentuk dukungan terhadap komitmen pelayanan publik yang terbuka,” tegasnya.

Kebebasan Berekspresi Jadi Landasan

Yuni juga menekankan bahwa langkahnya tidak bisa dilepaskan dari hak warga negara dalam menyampaikan pendapat, sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Ia menilai, kritik publik di era digital sering kali muncul dalam bentuk tekanan sosial, termasuk melalui media sosial.

Dalam konteks ini, ia meminta agar penegakan hukum tidak mengabaikan prinsip kebebasan berekspresi yang menjadi fondasi demokrasi.

Respons atas Pelaporan

Sebelumnya, Yuni dilaporkan ke APH setelah mengunggah nomor telepon yang diduga milik gubernur di media sosial. Kasus ini kemudian memicu perdebatan luas antara perlindungan data pribadi dan ruang kritik publik.

Sejumlah pihak, termasuk kalangan aktivis dan organisasi media, menilai bahwa kasus ini harus dilihat secara utuh dan proporsional.

Ketua DPW Media Independen Online (MIO) Indonesia bahkan menyebut tindakan tersebut bisa dibaca sebagai bentuk kekecewaan publik terhadap sulitnya akses komunikasi dengan pejabat.

Ujian Demokrasi di Era Digital

Kasus yang menimpa Yuni kini menjadi sorotan sebagai ujian penting dalam penegakan hukum di era digital. Selain UU Perlindungan Data Pribadi, perkara ini juga berpotensi dikaitkan dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Namun, sejumlah ahli hukum menekankan bahwa unsur niat dan dampak harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan apakah suatu tindakan dapat dikategorikan sebagai tindak pidana.

Jika tidak ditemukan niat jahat atau dampak signifikan, maka penanganan kasus harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan efek jera berlebihan terhadap kebebasan berpendapat.

Seruan Evaluasi Keterbukaan

Di akhir pernyataannya, Yuni menyebut polemik ini seharusnya menjadi bahan evaluasi bersama terkait konsistensi antara komitmen pelayanan publik dan aksesibilitas pejabat.

“Jika ada keberatan, silakan diuji langsung melalui fungsi pelayanan itu sendiri,” ujarnya.

Kasus ini pun mempertegas satu hal, di tengah tuntutan transparansi, batas antara ruang privat dan kepentingan publik semakin menjadi perdebatan yang tak terelakkan.

Redaksi |

Anggota Koramil 1608-01/Rasanae, Rutin Patroli Keliling, Guna Ciptakan Kondusifitas Wilayah


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Babinsa Kelurahan Kodo Serka Muslim pimpin apel pengecekan dalam rangka melaksanakan kegiatan patroli Cipta Kondisi di wilayah teritorial Koramil 1608-01/Rasanae, yang bertempat di Posramil Rasanae Timur Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasanae timur Kota Bima. Senin, (20/04/26)

Kegiatan dihadiri oleh 5 orang Anggota Koramil 1608-01/Rasanae. Sasaran kegiatan patroli kali ini adalah 

1. Kelurahan Kumbe

2. Kelurahan Rabangodu utara

3. Kelurahan Penaraga

4. Kelurahan Pena toi

5. Kelurahan Manggemaci 

6. Kelurahan Dara

Setelah Apel pengecekan dilakukan, pada Pukul 21.20 Wita personil patroli melaksanakan patroli keliling Star dari Kel Kumbe menuju sepanjang jalan Sukarno Hatta dengan menggunakan kendaraan Roda dua

Dalam waktu yang bersamaan, Anggota patroli menghimbau kepada masyarakat terutama anak anak remaja untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan. Salah satu bentuknya adalah tidak menggunakan atau memasang knalpot racing/Brong pada kendaraan bermotor, karena dapat menimbulkan kebisingan, mengganggu kenyamanan warga, serta berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Tak hanya itu saja, Anggota patroli melaksanakan pemeriksaan salah satu warga yang menggunakan sepeda motor knalpot resing sekaligus menegur dan mengingatkan agar knalpot resing di copot untuk menghindari timbulnya ketidak nyamanan Warga lain.

Disisi lain, Anggota juga berharap kepada masyarakat agar dapat mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku dan mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kota Bima.

Setelah melaksanakan Patroli keliling, Pukul 21,48 Wita, Anggota patroli tiba di Kantor Koramil 01 Rasanae, kegiatan patroli Cipta Kondisi selesai dalam keadaan aman, tertib dan lancar. (Koramil-01/Tim)

Chili House Libatkan Anak-anak dan Bhayangkari, Edukasi Sampah Jadi Bermanfaat

Chili House Community menggelar lomba pembuatan eco enzyme
di Gili Trawangan, (Ist/Surya)

Lombok Utara, Media Dinamika Global — Chili House Community menggelar lomba pembuatan eco enzyme yang dirangkaikan dengan edukasi pengelolaan sampah organik di Gili Trawangan, Senin 20/04/2026

Kegiatan ini turut dihadiri Ibu Kapolda NTB, Ny. Edi Murbowo, Ibu Kapolres Lombok Utara, Ny. Henny Agus Purwanta beserta jajaran Bhayangkari Daerah NTB dan Bhayangkari Cabang Lombok Utara.

Kegiatan tersebut melibatkan anak-anak binaan bersama para orang tua dalam praktik langsung mengolah limbah organik menjadi cairan ramah lingkungan melalui proses fermentasi sederhana.

Pendiri Chili House Community, Noor Ain Hussin, Ph.D., mengatakan edukasi sejak dini penting untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.

“Sampah organik memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat. Melalui kegiatan ini, anak-anak dikenalkan pada praktik sederhana yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Dalam pelatihan itu, peserta diajarkan membuat eco enzyme dengan komposisi 1:3:10, yakni limbah organik seperti kulit buah dan sayuran, gula merah atau molase, serta air. Hasil fermentasi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami, pupuk cair, hingga membantu penguraian limbah domestik.

Selain edukasi, Chilli House Community juga menggelar lomba pembuatan eco enzyme untuk mendorong partisipasi masyarakat. Peserta terbaik akan mendapatkan hadiah berupa satu unit compost bin senilai Rp850.000 dan uang tunai sebesar Rp1.000.000.

Kehadiran Bhayangkari dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap upaya penguatan edukasi lingkungan berbasis masyarakat, khususnya di kawasan wisata seperti Gili Trawangan yang menghadapi tantangan volume sampah dari aktivitas pariwisata.

Ain menegaskan, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga pada konsistensi perilaku masyarakat.

“Edukasi ini adalah langkah awal. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat menerapkannya secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Chili House Community berharap dapat mendorong kesadaran kolektif masyarakat untuk memulai pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga sebagai solusi jangka panjang.

Pewarta: Nisa

Perkuat Deteksi Dini, Tim Tanggap Bencana Darurat Polres Tulang Bawanv Pastikan Peralatan Siap Tempur .


Tulang Bawang, Lampung – Mediadinamikaglobal.Id || Guna memitigasi risiko bencana alam yang tidak menentu, Polres Tulang Bawang secara resmi menyiagakan Tim Piket On Call Tanggap Darurat Bencana Tahun 2026.

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk deteksi dini dan penguatan kesiapsiagaan operasional dalam melindungi keselamatan masyarakat di wilayah hukum Tulang Bawang, Senin (20/04/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Posko Tanggap Darurat Bencana Polres Tulang Bawang ini dipimpin langsung oleh Ipda Wahyu Eko Handoko, S.H.bersama sejumlah personel terpilih. 

Fokus utama dalam giat kali ini adalah memastikan seluruh sarana dan prasarana (sarpras) penyelamatan dalam kondisi laik pakai dan siap digunakan sewaktu-waktu (ready to use).

Dalam arahannya, Ipda Wahyu Eko Handoko menekankan pentingnya perawatan alat-alat evakuasi secara berkala.

Personel yang bertugas, di antaranya Bripka Wayan Eka dan Briptu Dio Oktavianus, melakukan pengecekan mendetail terhadap inventaris peralatan penyelamatan untuk menjamin tidak ada kendala teknis saat terjadi situasi darurat di lapangan.

Selain pengecekan fisik alat, tim juga melakukan analisa situasi terkini terhadap wilayah-wilayah yang masuk dalam zona merah rawan bencana. Hal ini dilakukan agar pergerakan pasukan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur.

"Sesuai dengan arahan pimpinan, kami mengedepankan upaya preventif dan mitigasi yang matang. Pengecekan peralatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari 'Total System' kami untuk memastikan bahwa alutsista Polri selalu siap tempur menghadapi potensi bencana". 

"Kami ingin memberikan rasa aman kepada masyarakat bahwa Polri selalu hadir dan siap sedia memberikan pertolongan pertama secara maksimal."

Langkah antisipatif ini diharapkan dapat meminimalisir dampak kerugian, baik materil maupun korban jiwa, serta menjaga stabilitas Kamtibmas tetap kondusif di tengah tantangan cuaca tahun 2026.
(Fs/Red) 

Komitmen dan Profesional, Polres Dompu Limpahkan Tersangka JAL dan BB ke Kejari

Sat Resnarkoba Polres Dompu saat Limpahkan
Tersangka dan BB ke Kajari, (Surya)

Dompu, Media Dinamika Global – Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Dompu melaksanakan kegiatan pelimpahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) kepada Jaksa Penuntut Umum di Kejaksaan Negeri Dompu, Senin (20/4/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sekitar pukul 14.00 WITA di ruang Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Dompu, berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/A/111/XII/2025/SPKT.Sat Resnarkoba/Polres Dompu/Polda NTB, tanggal 10 Desember 2025.

Dalam pelimpahan tersebut, Sat Resnarkoba Polres Dompu menyerahkan tersangka berinisial JAL beserta barang bukti terkait perkara tindak pidana narkotika kepada pihak Kejaksaan Negeri Dompu. Kegiatan berlangsung hingga pukul 15.00 WITA dalam keadaan aman dan lancar.

Kasat Resnarkoba Polres Dompu, IPTU Rahmadun Siswadi, S.H., menyampaikan bahwa pelaksanaan Tahap II ini merupakan bagian dari proses penegakan hukum yang berkelanjutan dalam penanganan kasus narkotika di wilayah hukum Polres Dompu.

“Kami berkomitmen untuk menangani setiap perkara narkotika secara serius dan profesional. Pelimpahan ini merupakan bentuk keseriusan kami dalam menekan dan memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Dompu,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan upaya penindakan serta pencegahan guna meminimalisir peredaran gelap narkotika yang dapat merusak generasi bangsa.

Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika menyampaikan bahwa Polres Dompu terus berkomitmen dalam memberantas peredaran narkoba secara tegas dan berkelanjutan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkoba. Peran aktif masyarakat sangat penting dalam membantu pihak kepolisian dalam mengungkap dan mencegah peredaran narkotika,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga mengimbau kepada masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan peredaran narkoba di lingkungan sekitarnya.

Dengan dilaksanakannya Tahap II ini, diharapkan proses hukum dapat berjalan dengan baik serta memberikan efek jera kepada pelaku, sekaligus menjadi langkah nyata dalam menjaga generasi muda dari bahaya narkotika.

Redaksi |