Media Dinamika Global

Sabtu, 09 Mei 2026

Tingkatkan Respons Cepat di Lapangan, Brimob Riau Gelar Latihan Khusus Hewan Berbisa

 


Pekanbaru – Satuan Brimob Polda Riau kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan personel melalui kegiatan SAR Pengendalian Hewan Berbisa yang dilaksanakan di Lapangan Tembak Satuan Brimob Polda Riau, Sabtu (09/05/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Satuan Brimob Polda Riau, I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K., serta turut dihadiri Kabag Ops Satuan Brimob Polda Riau Rivana Wahdi, S.H., 

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga menghadirkan pelatih profesional dari luar yang memiliki pengalaman dan keahlian khusus dalam penanganan hewan berbisa.

Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan personel Brimob dalam menangani hewan berbisa yang berpotensi membahayakan masyarakat. Personel dibekali pengetahuan mengenai cara mengenali jenis hewan berbisa, teknik penanganan yang aman, hingga prosedur evakuasi secara cepat dan tepat di lapangan.

Dengan pendampingan pelatih profesional, personel mendapatkan pemahaman serta praktik langsung terkait teknik pengendalian hewan berbisa yang aman dan efektif, sehingga kemampuan personel semakin terasah dalam menghadapi situasi darurat di tengah masyarakat.

Selain meningkatkan kemampuan teknis, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya kesiapsiagaan personel Brimob Riau dalam menghadapi berbagai situasi darurat serta mendukung tugas-tugas kemanusiaan di wilayah hukum Polda Riau.

Dansat Brimob Polda Riau, Kombes Pol Ketut menyampaikan bahwa kemampuan pengendalian hewan berbisa sangat penting dimiliki personel, terutama saat memberikan bantuan kepada masyarakat di situasi tertentu.

“Melalui latihan ini, diharapkan seluruh personel semakin sigap, profesional, dan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat ketika menghadapi situasi yang berpotensi membahayakan,” ujarnya.

Dengan adanya latihan rutin seperti ini, Satuan Brimob Polda Riau terus berupaya menjaga kesiapan personel agar selalu responsif, profesional, dan humanis dalam menjalankan tugas demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat

Sekretaris PPP NTB Ajak Kader Tetap Solid dan Jaga Situasi Yang Kondusif di Tengah Dinamika Internal Partai

Sekretaris PPP NTB Siti Ari, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global - Menyikapi dinamika internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Sekretaris PPP Provinsi Nusa Tenggara Barat Siti Ari, mengajak seluruh kader PPP di NTB untuk tetap solid, menjaga persatuan, serta kekompakan, tidak menyampaikan statemen yang kontra produktif dan provokatif yang dapat merugikan partai.

Menurutnya, dinamika tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi kader di daerah untuk terpecah ataupun saling berseberangan. Justru, seluruh elemen partai harus menunjukkan kedewasaan politik dengan tetap fokus menjaga stabilitas organisasi demi kondusivitas daerah.

“Saat ini kami DPW PPP NTB Sedang fokus menyelesaikan Muscab di tingkat Kabupaten/ Kota, untuk itu seluruh Kader PPP di NTB harus tetap solid, adapun dinamika dalam pelaksanaan muscab di beberapa kabupaten / kota merupakan bagian dari demokrasi yang harus di hormati, Kita harus tetap menjaga kebersamaan dan mengedepankan kepentingan masyarakat demi pengembangan partai ” ujar Siti Ari di Mataram pada awak media ini. Jum'at, (8/5/26).

Ia juga menegaskan pentingnya seluruh kader menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya di tengah berbagai isu politik yang berpotensi memicu gesekan di tengah masyarakat.

Menurutnya, kader PPP harus menjadi contoh dalam menjaga suasana yang damai, sejuk, dan penuh rasa persaudaraan. Perbedaan pandangan dalam politik merupakan sesuatu yang wajar dalam berdemokrasi, kata dia, namun hal. tersebut harus disikapi secara bijak tanpa memperbesar  konflik yang dapat merugikan partai. 

“Kami mengajak seluruh kader untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan terus menjaga Kamtibmas. Politik harus menjadi sarana membangun, bukan memecah belah,” tegasnya.

Ia berharap seluruh kader di NTB tetap fokus menjalankan kegiatan positif  yang bertujuan untuk pengembangan partai, memperkuat konsolidasi internal, dan hadir di tengah masyarakat dengan solusi, bukan polemik.

Redaksi |

SMAN 1 Wawo : Pelepasan Siswa Kelas XII 2025/2026 Dilaksanakan Dengan Khidmat & Bermakna

BIMA,Mediadinamikaglobal.id – Suasana haru, bahagia, dan penuh kebanggaan menyelimuti lingkungan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Wawo. Pada hari ini, Sabtu (09/05/2026), sekolah resmi menggelar acara pelepasan siswa kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh makna, menandai berakhirnya masa belajar para siswa di bangku pendidikan menengah atas.

Acara pelepasan siswa kelas XII ini dihadiri oleh Kapolsek Wawo yang diwakili Kanit Binmas Polsek Wawo Aipda Wahyudin,SH, Pengawas Drs. M. Saleh, MM, ketua komite Zainuddin Mansyur, Kepala sekolah SMAN 1 Wawo Irwan, S. Pd, para guru, staf TU, para orangtua siswa dan siswa kelas XII. 

Foto : Kepsek SMAN 1 Wawo
Irwan, S. Pd

Sambutan Kepala Sekolah SMAN 1 Wawo, Irwan, S. Pd, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas perjuangan, kerja keras, dan kedisiplinan yang telah ditunjukkan para siswa selama menempuh pendidikan tiga tahun terakhir.

"Pelepasan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bukti nyata bahwa adik-adik semua telah menyelesaikan kewajiban dan tahapan belajar di sekolah ini dengan baik. Kami melepas kalian bukan sebagai anak-anak lagi, melainkan sebagai pemuda-pemudi yang matang, berilmu, berkarakter, dan siap melangkah ke jenjang yang lebih tinggi maupun terjun ke tengah masyarakat," ujar Kepala Sekolah dengan nada penuh haru. 

Ia juga mengingatkan bahwa nama SMAN 1 Wawo kini ikut tersemat dalam diri setiap lulusan. Dimanapun berada, diharapkan para alumni senantiasa menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, dan almamater tercinta.

"Jadilah orang-orang yang bermanfaat, teruslah belajar di mana saja, dan jangan pernah lupa untuk berbakti kepada orang tua serta berguna bagi nusa dan bangsa. Sekolah akan selalu menjadi rumah kedua dan tempat kalian pulang untuk berbagi cerita dan prestasi, kami serahkan kembali tanggungjawab anak-anak kepada orangtua. Berharap peran aktif orangtua dalam perkembangan anak-anaknya dalam menempuh masa depan mereka," tambahnya., 

Foto : Sambutan Perwakilan Orangtua siswa
Kaharuddin, M. Sc. Gr. 

Sambutan perwakilan orangtua siswa, Kaharuddin, M. Sc. Gr, menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh guru yang telah mendidik, membimbing, dan membentuk karakter anak-anak mereka dengan penuh kesabaran dan ketulusan selama ini.

Momen paling menyentuh terjadi saat prosesi pelepasan dengan pemberian Piagam penghatgaan, serta salam perpisahan antara siswa dan guru. Banyak mata yang berkaca-kaca, namun terselip senyum bangga karena telah berhasil melewati masa-masa indah bersama.

Salah satu perwakilan siswa kelas XII mengungkapkan rasa terima kasihnya. "Terima kasih kepada Bapak/Ibu Guru yang sudah sabar membimbing kami, mengajarkan ilmu, dan mendidik kami menjadi pribadi yang lebih baik. Maaf jika selama kami belajar ada tutur kata atau perilaku yang kurang berkenan. Kami berjanji akan menjaga nama baik sekolah ke mana pun kami pergi," ucapnya mewakili teman-temannya.

Foto : Wakasek Kesiswaan
Abdul Munir, S. Pd

Sementara Wakasek Kesiswaan Abdul Munir, S. Pd, mengungkapkan bahwa sebanyak 156 siswa yang lulus, dengan lampiran daftar penerimaan penghargaan Nomor SK : 420/127/SMAN 1 Wawo/V/2026, yakni sebagai berikut : 

Jenis Prestasi Akademik :

1. Maia Mandasastri (Peringkat 1) 

2. Maulana Rizki Ramadhani (Peringkat 2) 

3. Rabiatul Aulia Kelas (Peringkat 3) 

4.Linda Nofita (Peringkat 4) 

5. Kirana Lestari (Peringkat 5) 

6. Yuli Anggriani (Peringkat 6) 

7. Rizki Ramdan (Peringkat 7) 

Jenis Prestasi Non-Akademik

1. Rizki Ramdan (Peringkat 1) 

2. Alfa Alfian (Peringkat 2) 

3. Bintang Prasetia (Peringkat 3) 

4.M.Fikri (Peringkat 4) 

5. Maia Mandasastri (Peringkat 5) 

Acara pelepasan ini ditutup dengan doa bersama dan foto bersama. Meskipun berat rasanya berpisah, namun semua berharap ini adalah awal dari perjalanan panjang menuju kesuksesan bagi seluruh lulusan SMAN 1 Wawo angkatan 2025/2026. Sekolah pun berdoa agar setiap langkah yang diambil senantiasa diberkahi dan membawa kesuksesan di masa depan. (MDG05)  

Jembatan Presisi Merah Putih Bengkalis Tuntas 100 Persen, Bukti Nyata Pengabdian Brimob



Bengkalis – Personel Satgas Darurat Pembangunan Infrastruktur Jembatan Presisi Merah Putih Tahap II Wilkum Polres Bengkalis berhasil menuntaskan pembangunan jembatan penghubung di Kelurahan Damon, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Jumat (08/05/2026)

Kehadiran jembatan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian Polri dalam mendukung keselamatan, akses pendidikan, serta aktivitas sosial masyarakat pedesaan.

Jembatan dengan dimensi panjang 60 meter dan lebar 2 meter itu telah mencapai progres 100 persen setelah melalui proses pengerjaan selama 15 hari dengan durasi kerja rata-rata delapan jam setiap harinya. 

Pada kegiatan terakhir, personel Satgas melaksanakan pengecatan pagar jembatan hingga tahap finishing guna memastikan kondisi jembatan siap digunakan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, personel menghadapi sejumlah kendala di lapangan, seperti kondisi lokasi yang berlumpur, aliran sungai, serta pasang surut air laut yang mempengaruhi debit air di sekitar area pembangunan. Meski demikian, seluruh personel tetap bekerja maksimal hingga pembangunan berhasil diselesaikan dengan aman dan lancar.

Komandan Satuan Brimob Polda Riau Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K., menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan semangat personel Satgas yang terus bekerja demi kepentingan masyarakat. Menurutnya, pembangunan jembatan Presisi Merah Putih merupakan implementasi nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu membuka akses dan meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah terpencil.

“Pembangunan jembatan ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga bentuk pengabdian Brimob Polri untuk masyarakat. Kami berharap keberadaan jembatan ini dapat mempermudah aktivitas masyarakat, meningkatkan keselamatan, serta menjadi sarana penghubung yang membawa manfaat besar bagi warga Kelurahan Damon,” ujar Dansat Brimob Polda Riau.

Satgas Darurat Jembatan Presisi Merah Putih Tahap II akan terus melaksanakan tugas pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah sebagai bentuk dukungan Polri terhadap pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Pengurus ISPI Lampung Dilantik, Simak Pesan Ketum ISPI Pusat.

Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Pelantikan Pengurus Perkumpulan Insinyur Dan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Wilayah Lampung Periode 2026-2031 Resmi Dilantik Oleh Ketua Umum PB ISPI Dr. Ir. H. Audy Joinaldy, S.Pt., M.Sc., M.M., M.IP., IPU, ASEAN.Eng, berlokasi di Ballroom Aston Hotel, Sabtu 09 Mei 2026.

Selain Pelantikan Pengurus Wilayah Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Provinsi Lampung Periode 2026-2031 kegiatan dirangkai dengan acara Diskusi Interaktif dengan tema "Hilirisasi Peternakan Menuju Ketahanan Pangan Lampung dalam Mendukung Program Strategis Nasional".

Selain Ketua Umum PB ISPI pusat hadir pula Gebenur Lampung Rahmat Mirza Djausal, Kepala OPD Provinsi Lampung. 

Saat diwawancarai Ketua Umum PB ISPI menyampaikan,  "Alhamdulillah pelantikan pengurus ISPI wilayah  Lampung periode 2026 - 2031  berjalan lancar. 

" Luar biasa pelantikan tadi langsung dihadiri oleh gebernur lampung bapak Rahmat Mirza Djausal. 

"Untuk ISPI Lampung saya juga titip pesan, ISPI Lampung ini termasuk ISPI peternakan yang paling  aktif dan anggota paling banyak, Harus mendukung kebijakan dan program pemerintah daerah Lampung, tutupnya. 

Sementara itu, Ketua Ketua PW ISPI Ir. Aris Susanto, S.Pt., IPM. Dalam Sambuatannya menyampaikan, terimakasih semoga dengan semangat senergi dan kolaborasi alan bisa membantu mempercepat tugas ISPI Lampung, ujarnya. 

"Dunia peternakan tentunya kedepan, banyak tantangan yang akan dihadapi, kemajuan zaman, perubahan iklim global, perubahan lingkungan, kebutuhan pangan yang perlu disiapkan dengan sehat, dengan cukup tentunya perlu pemikiran dari kita semua. 

Semoga diskusi hari ini, bisa memberikan manfaat, menberikan pemahaman kepada kita semua sehingga bisa dirumuskan ekosistem hilirisasi yang cocok dikembangkan di lampung melalui kebijakan pemerintah daerah, tutup Ketua ISPI Lampung.( Fs/Red) 

Jumat, 08 Mei 2026

Ujian Tertulis (SAF) Di depan Mata, Kepsek SDN Inpres 1 Maria Pesankan : Belajarlah Dengan Giat

Foto : Kepsek SDN Inpres 1 Maria
Muhdar, S. Pd

BIMA, Mediadinamikaglobal.id – Menjelang pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional atau SAF yang akan berlangsung dalam waktu dekat pada tanggal 11 Mei 2026, Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Inpres 1 Maria Muhdar,S.Pd, menyampaikan pesan penting dan semangat kepada seluruh siswa kelas VI. Ia mengingatkan agar seluruh peserta didik memanfaatkan sisa waktu yang ada untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan giat.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Sekolah SDN Inpres 1 Maria dalam wawancara awak mediadinamikaglobal.id Sabtu (09/05/2026). Menurutnya, ujian tertulis yang akan dilaksanakan ini merupakan tahapan penentu yang menjadi bukti hasil belajar siswa selama enam tahun menempuh pendidikan di bangku sekolah dasar.

"Ujian tertulis sudah berada di depan mata, tidak ada lagi waktu untuk disia-siakan. Saya berharap dan menekankan kepada seluruh anak-anak siswanya, belajarlah dengan giat, tekun, dan sungguh-sungguh di rumah maupun di sekolah. Ujian ini adalah tolak ukur kemampuan kalian, dan saya ingin melihat hasil terbaik dari usaha yang telah kalian lakukan selama ini," tegasnya. 

Ia juga mengingatkan, belajar dengan giat bukan hanya mengejar nilai, melainkan bentuk persiapan diri agar siap melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Selain itu, ia berpesan agar siswa tidak hanya mengandalkan kemampuan diri sendiri, tetapi juga selalu berdoa memohon kelancaran dan kemudahan dari Tuhan Yang Maha Esa.

"Selain belajar, perbanyaklah berdoa. Gabungan antara usaha keras dan doa adalah kunci kesuksesan. Guru-guru pun sudah memberikan bekal materi sebaik mungkin, kini giliran kalian untuk mengulang dan mendalaminya kembali," tambahnya.

Kepala Sekolah SDN Inpres 1 Maria, Muhdar, S. Pd, juga memastikan pihak sekolah telah mempersiapkan segala keperluan administrasi, kelengkapan sarana, serta kesiapan tenaga pendidik agar pelaksanaan ujian berjalan lancar, aman, tertib, dan sesuai aturan yang berlaku. 

Sebanyak 18 siswa yang akan mengikuti ujian kedepannya, soal tersebut dibuat oleh kecamatan yang tergabung dari beberapa guru sekolah di Wilayah Kecamatan Wawo sesuai dengan bidangnya masing-masing. 

Kemudian ada lima model jenis soal yang akan dikerjakan oleh para siswa nanti, dan tim pengawas ujian akan diterapkan sistem silang antar guru sekolah. 

Adapun mata pelajaran yang akan diujikan dalam Ujian Tertulis SAF tersebut antara lain:Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), PJOK dan Mulok. 

"Seluruh materi tersebut telah diajarkan dan dibahas bersama guru di kelas. Kini tugas siswa adalah mengulang kembali dan memahaminya dengan baik agar bisa mengerjakan soal dengan tenang dan benar,"ujarnya.

Ia berharap, dengan penguasaan materi pada seluruh mata pelajaran tersebut, seluruh siswa SDN Inpres 1 Maria dapat menyelesaikan ujian dengan hasil yang memuaskan dan menjadi lulusan yang kompeten serta berkarakter. (MDG05)  

Koramil 1608-03/Sape Bersama Warga Gelar Gotong Royong Pengecoran Masjid Babul Hasanah Desa Bugis


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, Kegiatan karya bakti gotong royong berlangsung di Masjid Babul Hasanah, Dusun Kampung Baru, Desa Bugis, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Sabtu (9/5/2026) pagi. Kegiatan dimulai pukul 08.00 Wita dan dipimpin langsung oleh Peltu Indrawan bersama anggota Koramil 1608-03/Sape.

Gotong royong tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya perwakilan Danramil 1608-03/Sape, perwakilan Danki Brimob Sape, Kepala Desa Bugis beserta staf, serta masyarakat Desa Bugis yang turut berpartisipasi secara aktif.

Adapun sasaran utama kegiatan karya bakti tersebut yakni pengecoran lantai dua Masjid Babul Hasanah dan pemasangan besi sebagai bagian dari proses pembangunan masjid.




Kegiatan diawali pada pukul 08.00 Wita dengan pelaksanaan gotong royong yang dipimpin oleh Kepala Desa Bugis bersama Peltu Indrawan dari Koramil 1608-03/Sape. Selanjutnya, pada pukul 11.30 Wita dilakukan pengecoran lantai dua masjid oleh anggota Koramil 1608-03/Sape dan anggota Brimob Sape dengan dibantu warga setempat.

Seluruh rangkaian kegiatan selesai pada pukul 12.00 Wita dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan sarana ibadah serta mempererat semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.(Team.MDG.03)

PW SEMMI NTB Semprot DPRD dan Pemprov: Relaksasi Ekspor AMNT Hanya Perpanjang Ketergantungan Tambang

Ketua PW SEMMI NTB, M. Rizal Ansari, DPRD Komisi III NTB, Sambirang Ahmadi,
Asisten II Pemprov NTB Lalu Mohammad Faozal, dan
Background PT AMNT, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global – Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Nusa Tenggara Barat melontarkan kritik tajam terhadap sikap Komisi III DPRD NTB dan Pemerintah Provinsi NTB yang kembali memberikan dukungan terhadap rencana perpanjangan relaksasi ekspor konsentrat PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).

Bagi PW SEMMI NTB, langkah tersebut bukanlah solusi strategis untuk pembangunan ekonomi daerah, melainkan bentuk nyata dari kegagalan pemerintah keluar dari jebakan ekonomi ekstraktif yang selama ini membelenggu NTB.

PW SEMMI menilai alasan menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi daerah dengan terus memberi ruang ekspor konsentrat justru menunjukkan lemahnya visi pembangunan jangka panjang. Relaksasi yang seharusnya hanya bersifat sementara dalam kerangka UU Minerba kini berubah menjadi kebijakan berulang yang dinormalisasi.

“Ketika relaksasi terus diperpanjang dengan alasan yang sama, maka itu bukan lagi transisi, melainkan normalisasi ketergantungan pada ekspor bahan mentah. Ini jelas bertentangan dengan semangat hilirisasi nasional,” tegas PW SEMMI NTB, Kamis (7/5/2026).

Menurut mereka, narasi bahwa ekonomi NTB akan mengalami kontraksi tanpa kontribusi ekspor konsentrat tambang justru menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah. Pernyataan itu dinilai sebagai bukti nyata bahwa transformasi ekonomi yang selama ini digaungkan belum benar-benar terjadi.

“Kalau ekonomi NTB bisa terjun bebas hanya karena ekspor konsentrat dihentikan, itu artinya kita masih terjebak dalam sistem ekonomi rapuh yang bergantung pada eksploitasi sumber daya alam. Ini alarm serius,” lanjutnya.

PW SEMMI NTB juga menilai dukungan DPRD dan Pemprov terhadap relaksasi ekspor menunjukkan belum adanya keberanian politik untuk memaksa percepatan optimalisasi smelter serta membangun industri turunan berbasis mineral di NTB.

Menurut mereka, hilirisasi tidak boleh sekadar dipahami sebagai keberadaan bangunan smelter semata, tetapi harus menjadi fondasi lahirnya ekosistem industri baru yang mampu menciptakan nilai tambah nyata bagi masyarakat lokal.

Mulai dari manufaktur, penyerapan tenaga kerja berkualitas, hingga penguatan sektor ekonomi non-tambang, semuanya dinilai masih jauh dari harapan

“Jika NTB hanya berhenti pada ekspor konsentrat dan smelter yang belum optimal, maka daerah ini hanya akan menjadi lumbung bahan mentah tanpa nilai tambah yang berarti. Rakyat hanya jadi penonton di atas kekayaan sendiri,” tegasnya lagi.

PW SEMMI menegaskan bahwa ketergantungan berulang terhadap relaksasi ekspor bukan hanya menghambat transformasi ekonomi daerah, tetapi juga bertolak belakang dengan agenda besar kemandirian ekonomi nasional.

Mereka mendesak DPRD dan Pemprov NTB untuk berhenti menjadikan tambang sebagai penyangga tunggal ekonomi daerah, dan mulai serius membangun sektor alternatif yang berkelanjutan.

“NTB membutuhkan keberanian politik untuk keluar dari candu tambang. Ukuran keberhasilan pembangunan bukan sekadar angka pertumbuhan ekonomi, tetapi seberapa kuat ekonomi itu mampu berdiri tanpa bergantung pada eksploitasi sumber daya alam,” tutup PW SEMMI NTB.

Redaksi |

Rutan Kelas I Pekanbaru Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba dan Penipuan di Lingkungan Pemasyarakatan



Pekanbaru - Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan, sosialisasi, dan edukasi mengenai bahaya narkoba yang disampaikan langsung oleh Badan Narkotika Nasional kepada pegawai maupun warga binaan. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman seluruh pihak terkait dampak negatif penyalahgunaan narkotika serta pentingnya menjaga lingkungan pemasyarakatan yang aman dan bebas dari peredaran barang terlarang.

Selain itu, petugas juga melaksanakan tes urine secara acak terhadap pegawai dan warga binaan sebagai langkah deteksi dini guna mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan Rutan Kelas I Pekanbaru
.
Tidak hanya itu, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan razia gabungan di kamar blok hunian warga binaan. Dalam razia tersebut, petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan tidak adanya handphone ilegal, narkoba, maupun barang-barang terlarang lainnya yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban di dalam rutan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan jajaran pemasyarakatan di Provinsi Riau dalam mewujudkan lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan yang bersih, aman, serta terbebas dari penyalahgunaan narkoba dan praktik penipuan.

SEMMI NTB Kritik Pengawasan Pemprov NTB terhadap Smelter AMNT, Jangan Hanya Percaya Laporan Internal

Ketua PW SEMMI NTB, Muhammad Rizal Ansari,
Berground PT AMNT KSB, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global – Menjelang berakhirnya masa relaksasi ekspor konsentrat tembaga PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) pada April 2026, Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) NTB melontarkan kritik terhadap lemahnya fungsi pengawasan Pemerintah Provinsi NTB dan Dinas ESDM NTB dalam memastikan komitmen hilirisasi perusahaan.

Ketua PW SEMMI NTB, Muhammad Rizal Ansari, menilai pernyataan Kepala Dinas ESDM NTB yang menyebut progres smelter berjalan lebih cepat dari target perlu diuji secara objektif dan transparan. Menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan fasilitas pemurnian tersebut belum beroperasi secara optimal, meskipun masa relaksasi ekspor segera berakhir.

“Di sinilah kami melihat ada problem serius pada fungsi controlling pemerintah daerah. Klaim progres tidak boleh hanya berbasis laporan internal perusahaan, tetapi harus diuji melalui verifikasi independen dan keterbukaan data ke publik,” tegas Rizal pada Media ini. Jum'at  (8/5/26).

Ia menambahkan, fungsi pengawasan yang melekat pada Dinas ESDM dan Pemprov NTB seharusnya menjadi instrumen utama dalam memastikan kepatuhan korporasi terhadap kewajiban hilirisasi sebagaimana diatur dalam kebijakan nasional mineral dan batubara.

Lebih lanjut, PW SEMMI NTB juga menyoroti pernyataan Pemerintah Provinsi NTB melalui Asisten II Setda NTB yang mendorong agar PT AMNT tetap dapat mengekspor konsentrat. Sikap tersebut dinilai kontradiktif dengan semangat pembatasan ekspor mineral mentah yang hanya diberikan secara terbatas dalam kondisi kahar.

“Pernyataan yang membuka ruang ekspor di tengah belum optimalnya smelter justru memperlihatkan inkonsistensi kebijakan di tingkat daerah. Ini berpotensi melemahkan agenda hilirisasi yang menjadi prioritas nasional,” jelasnya.

Rizal menegaskan bahwa relaksasi ekspor yang diberikan pemerintah pusat sejatinya bersifat sementara dan bersyarat, termasuk adanya pembuktian kondisi kahar serta kewajiban percepatan penyelesaian smelter. Oleh karena itu, ia menilai tidak ada alasan untuk kembali memberikan toleransi apabila perusahaan belum mampu memenuhi target operasional.

“Kalau kita merujuk pada prinsip kepastian hukum dan keadilan regulatif, maka tidak boleh ada perlakuan longgar terhadap korporasi yang belum memenuhi kewajibannya. Negara harus hadir melalui pengawasan yang tegas, bukan sekadar koordinasi administratif,” katanya.

PW SEMMI NTB juga mendesak agar Pemprov NTB dan Dinas ESDM meningkatkan akuntabilitas pengawasan dengan membuka data progres smelter secara berkala kepada publik. Menurutnya, transparansi menjadi kunci untuk memastikan bahwa kebijakan relaksasi tidak disalahgunakan dan tetap berada dalam koridor hukum.

“Tanpa transparansi, klaim pengawasan ketat akan sulit dipercaya. Publik berhak mengetahui sejauh mana progres riil smelter dan langkah konkret yang diambil pemerintah dalam mengawal hilirisasi,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, PW SEMMI NTB menegaskan bahwa momentum berakhirnya relaksasi ekspor harus menjadi titik evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pengawasan pemerintah daerah.

“Ini bukan hanya soal berakhirnya izin ekspor, tetapi tentang konsistensi negara dalam menegakkan arah kebijakan hilirisasi. Jika fungsi kontrol lemah, maka tujuan peningkatan nilai tambah sumber daya alam hanya akan menjadi retorika,” tutup Rizal.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT AMNT maupun Pemerintah Provinsi NTB belum memberikan tanggapan resmi atas kritik tersebut.

Redaksi |