Kamis, 01 Oktober 2026
Muhammad Erwin Fraksi PPP Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bima Sampaikan PU Atas Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2026
Bima, Media Dinamika Global.id.– DPRD Kabupaten bima kembali menggelar rapat paripurna dengan agenda Pandangan Umum (PU) Fraksi-fraksi Terhadap Raperda Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Pelaksanaan APBD tahun 2026, Kamis (1/10/2026).
Muhammad Erwin Memimpin Rapat paripurna ke 7 masa sidang III DPRD Kab. Bima dg agenda pembacaan PU Fraksi-Fraksi Dewan untuk dua Raperda yg diajukan oleh pihak Eksekutif.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pembacaan Nota Penjelasan Bupati Bima Terhadap Raperda Tentang LPj Pelaksanaan APBD Kabupaten bima Tahun Anggaran 2026.
Rapat paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD kabupaten bima Muhammad Erwin ini dihadiri oleh Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten bima, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten bima dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) kabupaten Bima. Serta perwakilan Forkopimda Kabupaten bima.
Dalam pandangan umumnya, Fraksi Partai PPP meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bima segera melakukan penertiban jaringan kabel internet yang semakin menjamur hingga ke desa dan kelurahan. Keberadaan kabel yang menumpuk pada satu tiang dinilai mengganggu estetika tata ruang dan keindahan lingkungan.
Selanjutnya, Fraksi Partai-partai yang lain menyoroti lonjakan belanja tidak terduga pada tahun anggaran 2026 yang dinilai cukup signifikan. Ia meminta penjelasan pemerintah daerah mengenai faktor yang menyebabkan kenaikan tersebut, apakah dipicu kondisi darurat tertentu atau adanya pengeluaran yang seharusnya dianggarkan pada pos belanja lainnya.
Kemudian, Fraksi PPP Perjuangan memberikan perhatian pada sektor ketahanan pangan. Fraksi ini mengapresiasi realisasi anggaran Dinas Ketahanan Pangan yang mencapai sekian persen, namun mempertanyakan rendahnya serapan pada program penyusunan dan penetapan target konsumsi pangan serta pengawasan keamanan pangan segar yang dinilai sangat penting dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat dan perlindungan konsumen.
Terakhir, Fraksi PPP mempertanyakan sumber pendapatan yang menyebabkan realisasi pendapatan daerah melampaui target hingga lebih dari miliar. Selain itu, fraksi ini meminta penjelasan terkait berbagai komponen pendapatan yang berkontribusi terhadap capaian tersebut.
Berbagai masukan, kritik dan pertanyaan dari fraksi-fraksi tersebut akan dijawab oleh pihak eksekutif dalam agenda berikutnya berupa penyampaian Jawaban Bupati atas PU Fraksi-Fraksi terhadap Raperda LPj Pelaksanaan APBD Kabupaten bima Tahun Anggaran 2026.(Sekjend MDG)
Raih Juara 1 Indonesia Face Model 2026, Chayra Butuh Uluran Tangan untuk Melaju ke Jakarta
BIMA, MEDIA DINAMIKA GLOBAL - Di balik senyum polos seorang anak berusia tujuh tahun, tersimpan sebuah mimpi besar yang kini tengah diuji oleh keterbatasan.
Namanya Chayra Showatul Islami, atau akrab disapa Chayra. Putri kecil asal Desa Naru, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, itu berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 Kategori Casual Etnik Anak dalam ajang INDONESIA FACE MODEL 2026 tingkat daerah yang digelar di Lapangan Serasuba, Kota Bima.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga sekaligus masyarakat Kabupaten Bima. Dengan langkah penuh percaya diri, penampilan anggun, dan senyum polos khas anak-anak, Chayra berhasil memikat perhatian dewan juri dan meraih posisi teratas.
Kemenangan itu sekaligus membuka kesempatan bagi Chayra untuk melangkah ke Grand Final INDONESIA FACE MODEL 2026 di Jakarta pada Oktober 2026.
Biodata Chayra:
- Nama: Chayra Showatul Islami
- Nama panggilan: Chayra
- Usia: 7 tahun
- Jenis kelamin: Perempuan
- Alamat: Desa Naru, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima
- Sekolah: SDN No. 2 Tente
Namun, di balik prestasi tersebut, terdapat kisah yang mengharukan.
Mimpi Chayra untuk tampil di panggung Grand Final Jakarta kini menghadapi kendala ekonomi keluarga. Orang tua Chayra mengaku sangat ingin mendampingi dan memberikan kesempatan kepada putrinya untuk melanjutkan perjuangan, tetapi kemampuan finansial yang terbatas menjadi hambatan.
Sebagai orang tua, mereka ingin melihat Chayra membawa nama Kabupaten Bima dan Nusa Tenggara Barat di tingkat nasional. Karena itu, mereka berharap ada kepedulian dari masyarakat, para dermawan, pelaku usaha, pemerintah, maupun pihak-pihak lain yang bersedia membantu.
“Kami sebagai orang tua sangat bangga dengan prestasi anak kami. Kami ingin sekali mendukung impiannya, tetapi kemampuan kami sangat terbatas. Kami hanya bisa berusaha dan memohon kepada orang-orang baik agar kiranya ada yang mau membantu Chayra melanjutkan perjuangannya ke Jakarta,” ungkap orang tua Chayra.
Bagi Chayra, Jakarta bukan sekadar sebuah kota. Di sana terdapat kesempatan untuk melanjutkan perjuangan setelah berhasil menjadi juara di tingkat daerah.
Di usia yang masih sangat muda, Chayra telah menunjukkan keberanian untuk tampil, berkompetisi, dan mengukir prestasi.
Kini, perjuangan berikutnya membutuhkan dukungan.
Orang tua Chayra berharap putrinya dapat berangkat ke Jakarta dengan dukungan dan doa masyarakat.
“Kami tidak meminta kemewahan. Kami hanya ingin melihat senyum anak kami tetap menyala dan mimpinya tidak berhenti hanya karena keterbatasan ekonomi.”
Mutiara Kecil dari Bima
Kisah Chayra menjadi gambaran bahwa prestasi seorang anak tidak selalu lahir dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang serba berkecukupan.
Setiap anak memiliki mimpi dan kesempatan untuk berkembang. Yang dibutuhkan adalah dukungan, ruang, dan kesempatan agar potensi tersebut dapat terus tumbuh.
Chayra telah mengetuk pintu prestasi dengan menjadi juara pertama di tingkat daerah.
Kini, langkah berikutnya menuju Jakarta membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
Maukah kita bersama-sama membantu seorang anak kecil dari Kabupaten Bima agar perjuangannya tidak berhenti hanya karena keterbatasan?
Semoga ada tangan-tangan baik yang tergerak untuk membantu Chayra mewujudkan kesempatan tampil di Grand Final INDONESIA FACE MODEL 2026 di Jakarta.
Dari Desa Naru, Kabupaten Bima, Chayra membawa sebuah mimpi sederhana: terus berprestasi dan membanggakan daerahnya.
Bantu Chayra. Dukung mimpinya. Jaga senyumnya.
Sebab setiap anak berhak memiliki mimpi, dan setiap prestasi layak mendapatkan kesempatan untuk berkembang.
Redaksi |
Kepala SLB Al-Ghifari Harap Perhatian Pemerintah Bangun Ruang Kelas Baru, Lahan Masih Luas dan Memungkinkan
Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Sekolah Luar Biasa (SLB) Al-Ghifari Kel Kumbe Kecamatan Rasanae' Timur Kota Bima di bawah Kepemimpinan Sanusi, S.Pd masih membutuhkan Ruang Belajar (Rombel).
Melalui Media ini disampaikan sebuah harapan besar akan adanya perhatian serius dari Pemerintah Provinsi NTB dalam hal ini Kepala Kantor Cabang (KCD) Dikbudpora Propinsi maupun Pemerintah Pusat untuk membantu pembangunan ruang kelas baru di SLB yang ia pimpinnya.
Hal itu disampaikan Sanusi saat ditemui di sela-sela kegiatannya. Kamis, (28/09/26).
Menurut Sanusi, saat ini jumlah siswa berkebutuhan khusus yang bersekolah di SLB Al-Ghifari Alhamdulillah mengalami peningkatan. Sementara jumlah ruang kelas yang ada masih sangat terbatas dan belum ideal untuk proses belajar mengajar yang nyaman bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
"Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah untuk memberikan bangunan tambahan kelas. Karena terus terang, siswa kami ada dan mereka membutuhkan ruang belajar agar mereka mendapatkan ilmu ditempat yang aman dan nyaman, sementara ruangan kami masih kurang," ujar Sanusi.
Lanjutnya, Ia juga menjelaskan, kondisi lahan sekolah saat ini masih sangat memungkinkan untuk dilakukan pengembangan, "Alhamdulillah, lahan sekolah kami ini masih kosong dan luas. Sangat memungkinkan untuk membangun beberapa ruang kelas lagi, mungkin 2 sampai 3 lokal lagi bisa. Lokasinya juga sudah siap, tinggal bagaimana dukungan anggaran dari pemerintah agar semuanya terwujud," jelasnya.
Sanusi menambahkan, dengan adanya tambahan ruang kelas baru, proses belajar akan lebih efektif. Akibat kekurangan rombel, kalau ga kami gabung, terpaksa kami gunakan bangunan yang terbuka, tanpa memiliki dinding pada bagian sampingnya, namun persoalannya mereka tidak begitu fokus dalam menerima pelajaran, sehingga konsentrasi anak-anak kurang maksimal.
"Kami tidak minta yang mewah, kami hanya minta ruang kelas yang layak untuk anak-anak istimewa ini. Mereka punya hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan di tempat yang layak dan nyaman seperti anak-anak lainnya," harapnya.
"Semoga melalui pemberitaan ini, aspirasi kami didengar. Kami yakin pemerintah pasti punya perhatian untuk memberikan fasilitas yang layak untuk anak-anak SLB," tutupnya. (Tim MDG)
Diskoperindag Kota Bima Terima Kunjungan Tim TPID Sulawesi Utara
Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Diskoperindag Kota Bima melalui Bidang Industri dan Perdagangan melakukan pendampingan dalam kunjungan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Utara ke salah satu Industri Kecil dan Menengah (IKM) Dina di Kelurahan Ntobo, Kota Bima, Selasa (29/9/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Tim TPID Sulawesi Utara yang berkunjung ke Kota Bima. Tim terdiri dari perwakilan dari 25 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Utara.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung aktivitas produksi serta beragam produk kerajinan tenun yang dihasilkan oleh pelaku IKM di Kota Bima.
Keberadaan tenun Bima menjadi salah satu hal yang menarik perhatian rombongan. Kota Bima memiliki produk unggulan berupa tenun yang diproduksi oleh ribuan penenun dengan beragam motif dan corak yang menjadi bagian dari kekayaan budaya daerah.
Ragam produk yang ditampilkan di antaranya Tenun Nggoli, kain bahan pakaian, baju outer, syal, dan tas yang memanfaatkan kain tenun sebagai bahan utama.(Sekjend MDG)











