MATARAM,
Media Dinamika Global - Dinamika kepemimpinan Partai Amanat Nasional (PAN) Nusa Tenggara Barat (NTB) memasuki fase penting. Kosongnya kursi Ketua DPW PAN NTB membuka ruang bagi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN untuk menentukan figur yang dinilai mampu mengembalikan soliditas, memperkuat konsolidasi, dan membawa partai lebih progresif di NTB.
Di tengah situasi tersebut, GEMPAR NTB secara terbuka mendorong DPP PAN untuk mempertimbangkan H. Muhammad Aminurlah, S.E. sebagai salah satu figur yang layak dipercaya menakhodai Ketua DPW PAN NTB.
Ketua GEMPAR NTB, Syuryadin menilai H. Muhammad Aminurlah atau yang akrab disapa Haji Maman memiliki sejumlah modal penting untuk memimpin PAN NTB, mulai dari pengalaman politik, rekam jejak organisasi, jaringan kader hingga pemahaman terhadap karakter politik masyarakat di berbagai wilayah NTB.
Menurutnya, PAN NTB saat ini tidak sekadar membutuhkan pergantian figur di kursi ketua. Partai membutuhkan sosok yang mampu merajut kembali kekuatan kader, membangun komunikasi antardaerah, memperkuat struktur organisasi serta menghadirkan PAN sebagai rumah bersama bagi seluruh kader.
“PAN NTB membutuhkan pemimpin yang mampu menyatukan seluruh kekuatan kader, bukan hanya kuat di satu wilayah. Kami melihat H. Muhammad Aminurlah memiliki pengalaman, jaringan dan kapasitas untuk menjalankan amanah tersebut,” ujar Ketua GEMPAR NTB, Jumat (7/8/2026).
DPP PAN Diminta Melihat Kebutuhan Organisasi
GEMPAR NTB meminta DPP PAN dalam menentukan Ketua DPW PAN NTB tidak semata-mata mempertimbangkan popularitas figur. Lebih dari itu, DPP dinilai perlu melihat kemampuan calon pemimpin dalam membangun konsolidasi dan menjaga soliditas partai.
Bagi GEMPAR, pemimpin PAN NTB ke depan harus mampu berdiri di atas kepentingan seluruh kader dan tidak terjebak pada kepentingan kelompok tertentu.
Sikap H. Muhammad Aminurlah yang menyatakan siap apabila mendapat kepercayaan dari DPP PAN juga dinilai sebagai bentuk kesiapan menerima amanah organisasi.
“Pernyataan beliau bahwa siap apabila dipercaya DPP menunjukkan bahwa yang dikedepankan adalah kesiapan menjalankan amanah, bukan sekadar mengejar jabatan,” tegasnya.
H. Muhammad Aminurlah sendiri diketahui merupakan kader senior PAN NTB dan pernah menjabat sebagai anggota DPRD NTB dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI yang meliputi Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu.
Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting dalam memahami dinamika politik sekaligus membangun komunikasi dengan kader dan masyarakat di tingkat akar rumput.
Gagasan Kantor Permanen Jadi Perhatian
Selain persoalan konsolidasi politik, GEMPAR NTB juga menyoroti gagasan H. Muhammad Aminurlah mengenai pentingnya pembangunan kantor permanen DPW PAN NTB.
Menurut GEMPAR, keberadaan kantor permanen bukan sekadar persoalan fasilitas, melainkan simbol bahwa partai memiliki rumah organisasi yang dapat menjadi pusat aktivitas kader, konsolidasi, pendidikan politik dan penyusunan agenda perjuangan PAN di NTB.
“Partai politik yang ingin besar harus memiliki rumah organisasi yang representatif. Kader membutuhkan ruang untuk berkonsolidasi, berdiskusi dan menyusun strategi perjuangan. Gagasan ini patut mendapat perhatian DPP,” katanya.
PAN NTB Butuh Energi Baru
GEMPAR NTB menilai momentum pergantian kepemimpinan DPW PAN NTB harus dijadikan kesempatan untuk melakukan konsolidasi menyeluruh.
Sebelumnya, Lalu Ahmad Zaini terpilih sebagai Ketua DPW PAN NTB periode 2025–2029 dalam Muswil VI PAN NTB pada April 2025. Dalam forum tersebut, H. Muhammad Aminurlah tercatat sebagai Bendahara Demisioner DPW PAN NTB.
Namun, setelah Lalu Ahmad Zaini diberhentikan dari kepemimpinan partai menyusul perkara hukum yang menjeratnya, posisi Ketua DPW PAN NTB kembali menjadi perhatian.
Dalam kondisi tersebut, GEMPAR NTB berharap DPP PAN mengambil keputusan yang mampu meredam dinamika internal sekaligus menyatukan seluruh kekuatan kader.
“Kami meminta DPP PAN melihat persoalan ini dengan jernih. Jangan hanya melihat siapa yang memiliki nama besar, tetapi siapa yang benar-benar memahami denyut nadi kader dan masyarakat NTB. H. Muhammad Aminurlah adalah salah satu figur yang patut dipertimbangkan,” tegasnya.
GEMPAR NTB juga menekankan bahwa siapa pun yang nantinya dipilih DPP PAN harus mampu menjadi figur pemersatu, membuka ruang regenerasi, memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap PAN.
“Kami berharap keputusan DPP PAN nantinya menjadi keputusan yang menyatukan, bukan memecah. PAN NTB membutuhkan energi baru untuk menghadapi agenda politik ke depan,” ujarnya.
GEMPAR NTB pun menyampaikan dukungan moral agar H. Muhammad Aminurlah dapat dipertimbangkan secara serius dalam bursa kepemimpinan DPW PAN NTB, dengan tetap menghormati seluruh mekanisme dan kewenangan organisasi di tingkat pusat.
“Kalau PAN ingin besar di NTB, maka yang dibutuhkan adalah pemimpin yang mampu bekerja, merangkul dan membangun. Bukan sekadar duduk di kursi ketua. Kepemimpinan adalah amanah dan pengabdian,” pungkasnya.
Redaksi |