BIMA,Mediadinamikaglobal.id - Pemerintah Desa Kombo menggelar kegiatan penyaluran insentif bagi tenaga pendukung desa serta Bantuan Langsung Tunai (BLT) Tahap II di Aula Desa Kombo, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Kombo, Bunyamin, S.Pd, Babinsa Desa Kombo Serka Syahrudin, Bhabinkamtibmas Desa Kombo, Babintratibum Desa Kombo Hanafi, perangkat desa, BPD dan dihadiri para penerima manfaat yang meliputi Bidan Desa, Kader Posyandu/Posbindu, Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Tim Pendata RT/RW, Imam, Bilal, Marbot serta Guru Ngaji. Rabu (12/8/2026).
Dalam sambutannya, Kades Kombo, Bunyamin,S.Pd mengawali dengan puji syukur kepada Allah SWT atas kesempatan berkumpul dalam keadaan sehat. Ia menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar pembagian dana, melainkan wujud tanggung jawab dan kehadiran nyata pemerintah desa untuk ketahanan ekonomi warga serta peningkatan pelayanan dan pembinaan spiritual masyarakat.
Terkait penyaluran BLT Dana Desa, Kades Bunyamin berpesan agar setiap keluarga penerima memanfaatkan bantuan dengan bijak. "Gunakanlah dana ini untuk kebutuhan pokok, gizi keluarga, dan pendidikan anak. Hindari penggunaan untuk hal konsumtif yang tidak mendesak," tegasnya.
Kepada Ketua RT dan RW sebagai garda terdepan pelayanan, ia menyampaikan apresiasi mendalam meski menyadari insentif yang diberikan belum sebanding dengan dedikasi mereka yang siap melayani kapan saja. Ia berharap sinergi tetap terjaga demi ketertiban dan kerukunan di lingkungan masing-masing.
Secara khusus, Kepala Desa Kombo memberikan perhatian besar kepada tokoh agama: Imam, Bilal, Marbot, dan Guru Ngaji. Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya fisik, tetapi juga pembangunan mental dan spiritual yang menjadi fondasi utama.
"Terima kasih telah ikhlas membimbing akhlak generasi dan memakmurkan tempat ibadah. Kami memohon doa agar pemerintahan desa senantiasa diberkahi dan dilancarkan," ujarnya.
Ia juga mengajak tokoh agama untuk ikut serta menasihati anak-anak muda dari bahaya narkoba serta menegakkan disiplin ibadah. Ia menyoroti fenomena masih banyak anak yang berkeliaran saat waktu salat Maghrib, sehingga diperlukan kerja sama semua pihak untuk membangun desa melalui pendekatan keagamaan.
Terkait aspek pelaksanaan, Kades Kombo menegaskan transparansi dan akuntabilitas penuh. "Seluruh proses pendataan hingga penyaluran telah melalui Musyawarah Desa (Musdes). Tidak ada pemotongan satu rupiah pun dari hak yang diterima warga. Jika ada pungutan liar yang mengatasnamakan pemerintah desa, segera laporkan kepada saya," tegasnya dengan lantang.
Di akhir sambutan, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, BPD, RT/RW, dan tokoh masyarakat untuk bersinergi membangun Desa Kombo yang mandiri, sejahtera, dan berkeadilan. Kegiatan berjalan tertib, aman, dan penuh kehangatan. (MDG05)