Media Dinamika Global

Rabu, 20 Mei 2026

Cegah Perkelahian Remaja dan Balap Liar, Babinsa Desa Sangga Koramil 1608-03/Sape Turun Patroli Malam


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Babinsa Desa Sangga, Serka Jamaludin bersama satu orang anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan patroli siskamling di wilayah Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Rabu malam (20/5/2026).

Kegiatan patroli dimulai sekitar pukul 20.10 WITA dengan menyasar sejumlah titik yang dianggap rawan gangguan keamanan, seperti pemukiman warga dan tempat tongkrongan anak muda. Patroli tersebut dilakukan guna memantau perkembangan situasi wilayah sekaligus mengantisipasi terjadinya perkelahian remaja, balap liar, serta gangguan kamtibmas lainnya.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir dua anggota Koramil, dua aparat desa, dan enam orang warga masyarakat yang ikut membantu pengamanan lingkungan.

Setibanya di Desa Sangga, Kecamatan Lambu, anggota Koramil langsung melakukan pemantauan situasi wilayah dan berdialog dengan warga setempat. Dalam kesempatan itu, petugas memberikan imbauan agar masyarakat selalu menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.



Babinsa juga mengingatkan warga, khususnya kalangan remaja, agar menghindari konsumsi minuman keras yang kerap menjadi pemicu terjadinya pertengkaran dan perkelahian antar pemuda akibat tidak mampu mengendalikan emosi.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aksi ugal-ugalan maupun balap liar di jalan raya karena dapat membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Sekitar pukul 21.10 WITA, patroli dilanjutkan dengan pemantauan di desa binaan lainnya. Seluruh rangkaian kegiatan patroli siskamling berakhir pada pukul 21.20 WITA dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, serta kondusif.

Melalui kegiatan patroli rutin tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan semakin meningkat serta terjalin sinergi yang baik antara aparat TNI dan warga dalam menciptakan situasi wilayah yang aman dan nyaman.(Team.MDG.03)

Kuliah Umum : Inovasi Pembelajaran Literasi dan Numerasi Agar Mahasiswa mahasiswi STIT Sunan Giri Bima Mampu Beradaptasi Secara Tangguh di Era Digital


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Inovasi pembelajaran literasi dan numerasi di pendidikan dasar dirancang untuk membangun nalar kritis, fleksibilitas berpikir, dan pemecahan masalah. Hal ini diwujudkan melalui pendekatan kontekstual, gamifikasi, serta integrasi nilai karakter agar mahasiswa mahasiswi STIT Sunan Giri Bima mampu beradaptasi secara tangguh di era digital. 

STIT Sunan Giri Bima 

Berikut adalah berbagai inovasi strategis yang diterapkan untuk mewujudkan generasi adaptif dan berkarakter:

1. Pembelajaran Kontekstual Berbasis Masalah

Literasi: Membiasakan membaca kritis lewat kegiatan membaca interaktif (read aloud) dan menceritakan kembali menggunakan gambar kreatif. Konten bacaan disesuaikan dengan isu lingkungan atau sosial di sekitar mahasiswa mahasiswi STIT Sunan Giri Bima.

Numerasi: Menggunakan objek nyata, seperti menghitung perbandingan bahan resep makanan atau menganalisis data reboisasi di sekolah. 

Sekolah tinggi ilmu tarbiyah STIT Sunan Giri Bima 

2. Gamifikasi dan Digitalisasi Edukasi

Gamifikasi Matematika: Mengubah rumus abstrak menjadi permainan seru, seperti kuis numerasi melalui Ludo atau Team Games Tournament.

Media Edukasi: Pemanfaatan platform digital melalui Platform Merdeka Mengajar untuk menciptakan media ajar yang menarik dan interaktif. 

3. Penguatan Karakter Holistik

Pojok Baca Interaktif: Mengembangkan perpustakaan mini atau sudut baca di tiap kelas dengan buku-buku yang mendorong nilai-nilai budi pekerti.

Program Kebiasaan: Melatih kemandirian dan kolaborasi mahasiswa STIT Sunan Giri Bima melalui kegiatan gotong royong dan diskusi kelompok dalam menyelesaikan proyek literasi.

4. Evaluasi dan Pendekatan Psikologis

Asesmen Formatif Adaptif: Menggunakan asesmen yang tidak berfokus pada hafalan, melainkan pada penalaran dan logika berbasis AKM (Asesmen Kompetensi Minimum).

Dukungan Psikologis: Guru memberikan motivasi untuk membangun rasa percaya diri mahasiswa STIT Sunan Giri Bima agar tidak takut salah saat membaca maupun berhitung. (Sekjend MDG)


Babinsa Koramil 1608-03/Sape Laksanakan Komsos di Wilayah Binaan, Tekankan Kamtibmas dan Hidup Rukun

Bima.NTB.Media Dinamika Global.id  Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) secara serentak di sejumlah desa binaan pada Rabu (20/5/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Pada pukul 08.30 WITA, Koptu Makmun melaksanakan Komsos di Desa Mangge, Kecamatan Lambu. Dalam kesempatan tersebut, ia mengimbau warga agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta menjauhi barang terlarang seperti minuman keras dan narkoba. Ia juga menegaskan agar setiap permasalahan di masyarakat tidak diselesaikan dengan main hakim sendiri, melainkan segera dilaporkan kepada pihak berwenang.

Selanjutnya pada pukul 09.00 WITA, Sertu Syaifullah melaksanakan Komsos di Desa Sangia. Kegiatan tersebut difokuskan pada silaturahmi antara Babinsa dan warga guna mempererat kebersamaan, menumbuhkan rasa saling menghormati, serta mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun antar tetangga.

Pada pukul 09.30 WITA, Koptu Mahru melaksanakan Komsos di Desa Naru Barat, Kecamatan Sape. Dalam kegiatan tersebut, ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, mempererat hubungan sosial, serta menghindari tindakan kriminal, penyalahgunaan narkoba, dan konsumsi minuman beralkohol yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan.

Kemudian pada pukul 10.00 WITA, Serka Bambang melaksanakan Komsos di Desa Lambu, Kecamatan Lambu. Ia memberikan imbauan kepada warga agar menghindari tindakan main hakim sendiri karena dapat menimbulkan masalah baru serta melanggar hukum. Babinsa juga mengajak masyarakat untuk selalu bersikap bijak dalam menyikapi setiap permasalahan.

Kegiatan Komsos ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang rutin dilakukan Babinsa untuk menjaga stabilitas keamanan serta memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat di wilayah binaan Kodim 1608/Bima.(Team.MDG.03)

Babinsa Desa Sangia Koramil 1608-03/Sape Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan dan Jaga Kamtibmas


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id– Pada Rabu, 20 Mei 2026 pukul 21.00 WITA, Babinsa Sertu Syaifullah Desa Sangia melaksanakan kegiatan komunikasi sosial melalui “kongkow-kongkow” bersama warga di wilayah binaannya.

Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Sangia, yang berada dalam wilayah Kabupaten Kabupaten Bima.

Dalam kesempatan itu, Sertu Syaifullah memberikan imbauan kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan (kamtibmas) di masing-masing wilayah. Ia menekankan agar warga selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar.


Selain itu, Babinsa juga mengingatkan apabila terjadi kejadian yang mencurigakan atau hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan warga, agar segera melaporkannya kepada Babinsa maupun aparat setempat.

Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara aparat kewilayahan dengan masyarakat serta meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Desa Sangia.(Team.MDG.03)

Babinsa Lambu Koramil 1608-03/Sape Ajak Pemuda Jauhi Miras dan Narkoba Demi Masa Depan yang Lebih Baik


Lambu.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id– Pada Rabu, 20 Mei 2026 pukul 20.52 WITA, Babinsa Serka Bambang Desa Lambu melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) bersama para pemuda di wilayah binaannya.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Lambu, Kecamatan Lambu, Kabupaten Kabupaten Bima tersebut dikemas dalam suasana santai melalui kegiatan “kongkow-kongkow” untuk membangun kedekatan dengan generasi muda setempat.


Dalam kesempatan itu, Serka Bambang memberikan pembinaan serta imbauan kepada para pemuda agar menjauhi perilaku negatif seperti mengonsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang. Ia menegaskan bahwa selain merugikan kesehatan dan masa depan diri sendiri, tindakan tersebut juga merupakan pelanggaran hukum yang berlaku.

Melalui kegiatan komsos ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara Babinsa dan masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran pemuda untuk menjaga diri dari pengaruh buruk di lingkungan sekitar.(Team.MDG.03)

Babinsa Naru Barat Koramil 1608-03/Sape Laksanakan Patroli dan Himbauan Kamtibmas kepada Warga

Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, Pada Rabu malam sekitar pukul 19.15 WITA, Koptu Mahru selaku Babinsa Desa Naru Barat, Kecamatan Sape, yang merupakan anggota Koramil 1608-03/Sape, melaksanakan kegiatan patroli sambil berinteraksi langsung dengan warga binaan di wilayah desa tersebut.(20/05/2026)

Kegiatan yang dilakukan secara santai atau “kongkow-kongkow” tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan antara aparat kewilayahan dan masyarakat. Dalam kesempatan itu, Koptu Mahru memberikan imbauan kepada warga agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.


Ia juga menekankan pentingnya menjaga tali silaturahmi antarwarga agar hubungan sosial tetap harmonis. Selain itu, masyarakat diingatkan untuk segera melaporkan kepada aparat terkait apabila terjadi permasalahan di lingkungan, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan serta menjaga situasi tetap kondusif.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan teritorial Babinsa dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan harmonis di wilayah binaan.(Team.MDG.03)

Babinsa Desa Mangge Koramil 1608-03/Sape Ajak Warga Jaga Kamtibmas Melalui Musyawarah


Lambu.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Babinsa Desa Mangge, Kecamatan Lambu, Koptu Makmun melaksanakan kegiatan kongkow bersama warga binaan pada Rabu malam (20/5/2026) sekitar pukul 19.30 WITA.

Kegiatan yang berlangsung santai dan penuh keakraban tersebut dimanfaatkan untuk membahas situasi Kamtibmas di lingkungan masyarakat. Dalam kesempatan itu, Koptu Makmun juga memberikan himbauan kepada warga agar setiap permasalahan yang terjadi di sekitar tempat tinggal dapat diselesaikan melalui musyawarah dan mufakat.

Ia menegaskan pentingnya menghindari tindakan main hakim sendiri yang dapat memicu permasalahan berkepanjangan dan merusak hubungan antarwarga.


“Setiap persoalan hendaknya diselesaikan dengan kepala dingin melalui musyawarah bersama, sehingga hubungan kekeluargaan dan kerukunan antarwarga tetap terjaga,” ujar Koptu Makmun.

Warga yang hadir menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap komunikasi serta silaturahmi antara aparat teritorial dan masyarakat terus terjalin demi terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif.(Team.MDG.03)

Dua Agenda Strategis Rapat Pemdes Raba dan Camat Wawo: Sosialisasi Program Selasa Menyapa & Pembangunan Infrastruktur


BIMA,Mediadinamikaglobal.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Raba bersama Pemerintah Kecamatan Wawo, menggelar rapat persiapan strategis dalam rangka pelaksanaan program unggulan Pemerintah Kabupaten Bima, Selasa Menyapa, yang kini memasuki pelaksanaan yang kelima. 

Rapat ini digelar di aula Kantor Desa Raba, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB),dengan tujuan utama memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan secara efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat.

Dalam pertemuan yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Raba dan dihadiri oleh Camat Wawo tersebut, disepakati dua agenda utama yang menjadi fokus pembahasan. Pertama, sosialisasi mendalam mengenai program Selasa Menyapa itu sendiri, dan kedua, persiapan teknis pelaksanaan pembangunan infrastruktur desa.

Program Selasa Menyapa yang mengusung filosofi “Doho Sama, Nuntu Sama, Ngaha Sama, Karawi Sama, Sambea Sama” atau Duduk Bersama, Ngobrol Bersama, Makan Bersama, Kerja Bersama, dan Beribadah Bersama, hadir sebagai wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Melalui sosialisasi ini, seluruh perangkat desa, RT, RW, dan tokoh masyarakat dipastikan memahami betul tujuan program, jenis pelayanan publik yang dibawa langsung ke desa, serta mekanisme partisipasi warga.

Sementara itu, agenda kedua membahas persiapan pembangunan infrastruktur dengan alokasi anggaran yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bima, senilai Rp 50.000.000. Dana ini akan dimanfaatkan untuk pembangunan fisik yang dibutuhkan warga, dan pelaksanaannya akan diselaraskan dengan jadwal kegiatan Selasa Menyapa agar prosesnya transparan, terpantau, dan melibatkan partisipasi masyarakat.

Kepala Desa Raba, Syamsuddin, dalam laporannya menyampaikan bahwa rapat ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi pelaksanaan periode sebelumnya.

“Kami belajar dari pelaksanaan periode pertama yang waktu itu dilaksanakan pada malam hari. Untuk periode kedua ini, kami menyusun strategi baru agar sosialisasi sampai ke seluruh dusun, dan masyarakat benar-benar paham bahwa mereka akan mendapatkan dua manfaat besar: pelayanan publik langsung dan pembangunan infrastruktur senilai 50 juta rupiah ini,” ungkapnya.

Foto : Camat Wawo
Syarifudin Bahsyar, S. Sos

Sementara itu, Camat Wawo, Syarifudin Bahsyar,S.Sos, yang hadir memberikan arahan dan menegaskan komitmen penuh pemerintah kecamatan dalam mendukung program ini.

“Komitmen kami dari Kecamatan Wawo adalah mendukung sepenuhnya. Selama program ini memberikan dampak positif dan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat, kami akan selalu ada di barisan terdepan. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan pemuda, untuk sama-sama mendukung, mengawal, dan menyukseskan kegiatan ini. Ingat, Selasa Menyapa adalah milik kita semua, untuk kemajuan dan kesejahteraan kita bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Syarifudin Bahsyar, S. Sos, juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, pemuda, hingga seluruh warga untuk turut ambil bagian.

“Kami sangat berharap seluruh elemen masyarakat turut mendukung, mengawal, dan menyukseskan program ini bersama-sama. Ingat, program Selasa Menyapa adalah milik kita semua, untuk kita, dan demi kemajuan kita. Mari kita bersatu padu menjadikan program ini sukses besar demi kesejahteraan masyarakat Kecamatan Wawo yang kita cintai,” pungkasnya.

Rapat ini diakhiri dengan kesepakatan untuk mempercepat penyebaran informasi ke tingkat dusun dan menyiapkan segala kebutuhan teknis agar pelaksanaan Selasa Menyapa yang kelima di Desa Raba nanti pada tanggal 9 Juni 2026 berjalan sukses, lancar, dan penuh semangat kebersamaan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Wawo Syarifudin Bahsyar, S. Sos, Korwil Dikbudpora Kec. Wawo Ismail, S. Pd, para kepala UPT, kepala sekolah lingkup Desa Raba, Ketua TP PKK Kecamatan Wawo Syamsuryati, A. Me. Keb, Kepala Desa Raba Syamsuddin, Kabid keuangan Arif Rahman, S. Pdi, perangkat desa, Bhabinkamtibmas Desa Raba, Babinsa Desa Raba, ketua RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh wanita dan tokoh agama. (MDG05) 

Kadis Dikpora Kota Bima Drs. Mahfud M.pd Membuka Kegiatan Penerapan Universal Design dalam Pembelajaran Inklusif Jenjang PAUD 2026


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Pembelajaran inklusif adalah pendekatan pendidikan yang memastikan semua siswa PAUD termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus atau berasal dari kelompok marjinal, mendapatkan akses belajar yang setara di sekolah jenjang PAUD reguler. Sistem ini berfokus pada penerimaan dan penyesuaian metode pengajaran agar tidak ada anak yang tertinggal. 

Berikut adalah prinsip utama dan penerapan pembelajaran inklusif agar lebih mudah dipahami:

1. Prinsip Utama

Kesetaraan: Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak tanpa diskriminasi suku, kondisi fisik, maupun ekonomi.

Fleksibilitas: Kurikulum dan metode penilaian disesuaikan dengan kemampuan serta keunikan masing-masing siswa, bukan sebaliknya.

Partisipasi Penuh: Siswa berkebutuhan khusus belajar bersama teman sebaya di kelas umum, menciptakan lingkungan sosial yang suportif. 

2. Cara Penerapan di Kelas

Metode Beragam: Menyediakan materi ajar dalam berbagai format (visual, audio, atau kinestetik).

Lingkungan Aksesibel: Menata kelas agar mudah diakses oleh siswa dengan keterbatasan fisik.

Pendampingan Individual: Guru merancang strategi khusus bagi siswa yang membutuhkan perhatian lebih atau bantuan alat, seperti penggunaan huruf Braille. 

Pendekatan ini tidak hanya menguntungkan siswa secara akademis, tetapi juga membangun empati di lingkungan sekolah. Untuk panduan lengkap mengenai implementasi dan regulasi pendidikan inklusif, Anda dapat mengakses Panduan Pelaksanaan Pendidikan Inklusif yang disediakan oleh Dikpora kota bima. Bagi para pendidik, pelatihan lebih lanjut juga dapat diikuti melalui platform resmi Pendidikan Inklusif - Dikpora kota bima untuk mengembangkan kompetensi mengajar yang merata. (Sekjend MDG)

Mahasiswa LBC STIT Sunan Giri Bima Kembali Lakukan Proses Belajar Kegiatan Jadi Marketing Kawasan Serasuba dan Amahami Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Rutinitas keseharian mahasiswa. Para punggawa LBC selalu semangat dan tetap hidup di tengah-temgah kita semua. Berawal dari proses sederhana, kini hasil karya mahasiswa LBC STIT SUNAN GIRI BIMA mulai hadir langsung di tengah masyarakat Kota Bima. Setelah sebelumnya melakukan produksi makanan ringan kacang sembunyi secara bersama-sama, para mahasiswa kembali melanjutkan proses belajar mereka melalui kegiatan marketing yang dilaksanakan di kawasan Serasuba dan Amahami Kota Bima.

Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat dan antusias. Para mahasiswa turun langsung menawarkan hasil produksi mereka kepada masyarakat dengan rasa percaya diri dan semangat kebersamaan yang begitu terasa. Tidak hanya sekadar menjual produk, tetapi juga belajar bagaimana menghadapi dunia lapangan, membangun komunikasi, dan melatih keberanian dalam berinteraksi dengan banyak orang.

Suasana kegiatan terasa hidup sejak awal. Dengan membawa produk hasil olahan sendiri, mahasiswa LBC mencoba membuktikan bahwa proses belajar tidak selalu tentang teori di dalam kelas. Dari hal sederhana seperti produksi makanan hingga proses pemasaran, semuanya menjadi bagian dari pengalaman berharga yang membentuk mental, kerja sama, dan rasa tanggung jawab.

Di tengah ramainya kawasan Serasuba dan Amahami malam itu, mahasiswa tampak aktif menawarkan produk kacang sembunyi kepada masyarakat. Ada rasa bangga tersendiri ketika hasil yang sebelumnya dibuat bersama akhirnya bisa diperkenalkan langsung kepada banyak orang. Meskipun sederhana, proses seperti inilah yang memberikan banyak pelajaran tentang usaha, kerja keras, dan pentingnya kekompakan dalam sebuah team.

Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa mahasiswa LBC STIT Sunan Giri Bima terus berusaha tumbuh menjadi mahasiswa yang aktif, kreatif, dan produktif. Tidak hanya belajar tentang teori organisasi, tetapi juga belajar bagaimana membangun pengalaman nyata yang bisa menjadi bekal di masa depan. Di balik kegiatan marketing ini, ada banyak proses yang dilalui bersama. Mulai dari produksi, persiapan, hingga turun langsung ke lapangan. Semua dilakukan dengan semangat saling membantu dan belajar bersama. Hal-hal sederhana seperti ini yang perlahan membangun rasa kekeluargaan dan kebersamaan di dalam LBC.

Semoga kegiatan seperti ini terus tumbuh dan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus bergerak, berkarya, dan berani mencoba hal-hal baru. Karena sejatinya, proses belajar terbaik sering kali lahir dari pengalaman langsung dan keberanian untuk memulai. Tetap semangat bertumbuh, tetap produktif, dan terus melangkah bersama membawa semangat LBC yang tidak hanya hidup dalam nama, tetapi juga dalam karya dan proses nyata.(Team MDG)