Media Dinamika Global

Kamis, 28 Mei 2026

Rukun Keluarga Dompu Mataram Sebut Pemda Dompu dan 4 Anggota DPRD NTB Asal Dompu Tak Berqurban

Ketua RKD Mataram, H. Ir. Saiful Insan, MM, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global – Ketua Rukun Keluarga Dompu (RKD) Mataram, H. Ir. Saiful Insan, MM, menyampaikan tidak ada partisipasi Pemerintah Kabupaten Dompu dan empat anggota DPRD provinsi NTB asal Dompu dalam kegiatan qurban Idul Adha 1447 Hijriah H/2026 M yang dilaksanakan RKD di Mataram.

Menurut Saiful Insan, hingga menjelang pelaksanaan Idul Adha, pihak RKD belum menerima bantuan hewan qurban dari Pemerintah Kabupaten Dompu, termasuk dari Bupati Dompu Bambang Firdaus, SE dan Wakil Bupati Dompu Syirajuddin, SH.

“Kami dari RKD sudah berupaya mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Dompu, namun sampai hari ini belum ada realisasi bantuan hewan qurban,” ujarnya kepada saat diwawancara sejumlah Wartawan saat mendiskusikan daging kurban di sekretariat RKD Mataram. Kamis, (28/5/2026).

Ia mengatakan, kegiatan qurban yang dilaksanakan RKD bukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian sosial bagi masyarakat Dompu yang berada di tanah rantau, khususnya di Pulau Lombok.

Menurutnya, dukungan dari pemerintah daerah akan menjadi simbol perhatian kepada masyarakat Dompu di perantauan sekaligus memperkuat hubungan emosional dengan daerah asal.

“Yang kami lakukan ini bukan untuk kepentingan perorangan, tetapi untuk masyarakat Dompu di Pulau Lombok yang tidak terlepas dari tanah kelahiran dan leluhur kita. Dengan adanya dukungan pemerintah daerah, tentu nama baik daerah juga akan semakin dikenal di tengah masyarakat,” katanya.

Selain menyoroti pemerintah daerah, Saiful juga menyebut empat anggota DPRD Provinsi NTB asal Kabupaten Dompu belum memberikan respons terkait  informasi qurban yang telah disampaikan panitia RKD.

Keempat anggota DPRD NTB tersebut yakni Akhdiansyah dari Fraksi PKB, Efan Limantika dari Fraksi Golkar, Marga Harun dari Fraksi PPP, dan Nadirah dari Fraksi PBB.


“Kami sudah beberapa kali menyampaikan informasi kepada empat anggota DPRD Provinsi NTB asal Dompu, tetapi sampai saat ini belum ada yang merespons terkait sumbangan hewan qurban,” ungkapnya.

Meski demikian, pihak RKD tetap membuka ruang komunikasi dan berharap ke depan para pejabat maupun wakil rakyat asal Dompu dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan keagamaan yang dilaksanakan masyarakat Dompu di Pulau Lombok.

“Kemungkinan mereka sedang sibuk. Walaupun begitu, RKD tetap berharap ke depan mereka bisa ikut menyumbang hewan qurban dan bersama-sama membangun kebersamaan masyarakat Dompu di rantauan ini,” tutupnya.

Redaksi |

STIKES Yahya Bima Jadi Tuan Rumah Kegiatan Pendataan BPS


Bima, Media Dinamika Global.id.-- STIKES Yahya Bima menjadi tuan rumah kegiatan Pendataan BPS bersama 4 kampus perwakilan di Kabupaten Bima. Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi perguruan tinggi dalam mendukung penyediaan data yang akurat, berkualitas, dan bermanfaat bagi pembangunan daerah.

Badan Pusat Statistik (BPS) bima sedang menyelenggarakan pendataan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) secara nasional, dengan periode pendataan door-to-door yang berlangsung di STIKES Yahya bima dari 14 mei hingga 31 Agustus 2026. 

 kegiatan dan survei utama yang sedang dan rutin dilaksanakan oleh BPS bima :

1. Sensus Utama

Badan Pusat Statistik (BPS) memiliki tiga sensus rutin yang dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu: 

Sensus Ekonomi (SE): Pendataan lengkap seluruh pelaku usaha/unit usaha (dari usaha rumahan, online, hingga perusahaan besar). SE2026 diselenggarakan serentak untuk memetakan kondisi dan potensi ekonomi nasional.

Sensus Penduduk (SP): Dilakukan setiap 10 tahun (berakhir pada tahun berakhiran angka 0, seperti 2020) untuk memperbarui data dasar kependudukan.

Sensus Pertanian (ST): Dilakukan setiap 10 tahun untuk memberikan gambaran lengkap dan mutakhir mengenai sektor pertanian di kabupaten bima maupun di Indonesia. 

2. Survei Rutin Tahunan/Bulanan

Selain Sensus, BPS rutin menerjunkan mitra statistik untuk melakukan survei sektoral, antara lain: 

Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional): Mengumpulkan data dasar bidang pendidikan, kesehatan, perumahan, dan pengeluaran rumah tangga.

Sakernas (Survei Angkatan Kerja Nasional): Survei khusus untuk memotret kondisi ketenagakerjaan, tingkat pengangguran, dan kesempatan kerja.

KSA (Kerangka Sampel Area): Survei rutin bekerja sama dengan instansi lain untuk memantau data produksi dan luas panen padi secara objektif. 

3. Apa yang Perlu Anda Ketahui

Kehadiran Petugas: Petugas resmi BPS akan datang membawa tanda pengenal, surat tugas, dan kuesioner resmi.

Kerahasiaan Data: Data yang Anda berikan dijamin kerahasiaannya oleh undang-undang dan tidak akan disebarluaskan untuk kepentingan perpajakan.

Wajib Diikuti: Partisipasi dalam pendataan BPS diwajibkan oleh undang-undang, sehingga menolak memberikan data dapat memiliki konsekuensi hukum. (Sekjend MDG)

STKIP Taman Siswa Bima Ikutin Tata Kelola Pendidikan Inklusif Se- NTB


Lombok NTB , Media Dinamika Global.id.– Peran perguruan tinggi dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan daerah kembali ditunjukkan STKIP Taman Siswa Bima melalui partisipasi aktif para akademisinya dalam program strategis penguatan kepemimpinan satuan pendidikan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Salah satu utusan yang terlibat, Dr. Rabwan Satriawan, M.Pd., mencatat berbagai poin krusial terkait rapor pendidikan saat melakukan observasi dinamika manajerial di sejumlah sekolah di wilayah Lombok Barat, sebagai bagian dari upaya intervensi mutu kepemimpinan di satuan pendidikan dasar dan menengah.

Kegiatan bertajuk Training of Trainers (ToT) Fasilitator Daerah Penguatan Kepemimpinan Satuan Pendidikan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 23 hingga 25 Mei 2026, di Hotel Aruna Senggigi, Lombok Barat. Agenda strategis ini mempertemukan para ahli dari INOVASI Jakarta, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta Kementerian Agama, dengan tujuan utama mencetak fasilitator daerah yang andal dan mampu mendorong peningkatan mutu layanan sekolah secara berkelanjutan dan terukur.

Langkah ini dinilai sangat krusial di tengah upaya pemerintah melakukan sinkronisasi standar pelayanan minimal di seluruh daerah. Penguatan kapasitas kepemimpinan kepala sekolah ditempatkan sebagai variabel penentu utama, mengingat merekalah yang berperan menerjemahkan data dan temuan dalam rapor pendidikan menjadi kebijakan operasional di tingkat sekolah yang lebih inklusif, responsif, dan akuntabel.

Kegiatan dirancang dengan alur pembelajaran yang terstruktur dan berbasis praktik nyata. Pada fase awal, seluruh peserta—termasuk perwakilan akademisi dari STKIP Taman Siswa Bima—melakukan observasi langsung ke sejumlah sekolah di Lombok Barat. Kegiatan ini bertujuan membedah berbagai tantangan dan masalah manajerial yang dihadapi sekolah dalam kondisi riil. Hasil observasi kemudian menjadi dasar pembahasan materi yang berfokus pada penguatan fundamental kepemimpinan, serta integrasi prinsip Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI) ke dalam sistem pembelajaran dan tata governance sekolah.

Memasuki hari kedua, fokus kegiatan beralih ke aspek teknis birokrasi dan pengelolaan data pendidikan. Para peserta diajak melakukan pembedahan mendalam terhadap rapor pendidikan sebagai instrumen evaluasi diri sekolah yang paling akurat. Analisis ini dilanjutkan dengan penyusunan siklus peningkatan mutu yang terukur, guna memastikan perbaikan yang dilakukan sekolah tidak bersifat sementara atau sporadis, melainkan terlembagakan dan berjalan berkelanjutan.

Puncak kegiatan terjadi pada hari ketiga, di mana peserta melakukan simulasi fasilitasi langsung kepada kepala sekolah. Simulasi ini menjadi ajang uji coba kemampuan para calon fasilitator dalam mengomunikasikan strategi perubahan, menyelesaikan masalah, serta mengarahkan pengembangan sekolah. Sebagai hasil akhir, setiap peserta menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang rinci, yang wajib diimplementasikan di kabupaten atau wilayah asal masing-masing utusan.

Kolaborasi multipihak antara INOVASI Jakarta, kementerian terkait, dan perguruan tinggi seperti STKIP Taman Siswa Bima menegaskan komitmen terhadap standarisasi cara fasilitasi pendidikan. Keterlibatan unsur akademisi dianggap strategis karena dapat mempercepat alih pengetahuan dan penyelarasan teori pendidikan dengan praktik nyata yang diterapkan oleh para pendidik dan pengelola sekolah di lapangan.

Setelah pelatihan selesai, keberhasilan program akan diukur melalui eksekusi RTL di masing-masing daerah. Para fasilitator daerah hasil pelatihan ini memegang tanggung jawab utama untuk mendampingi pengawas sekolah dan kepala sekolah dalam menyusun strategi peningkatan layanan pendidikan yang peka terhadap kebutuhan siswa, serta selaras dengan perkembangan zaman dan kebijakan pendidikan nasional.

Diharapkan, keberadaan fasilitator daerah yang kompeten dan berbasis pengetahuan dapat memangkas kesenjangan mutu pendidikan antar-sekolah yang masih terjadi di NTB. Melalui pendekatan kepemimpinan yang berbasis data rapor pendidikan, target pemerintah untuk mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan nasional diproyeksikan dapat terealisasi lebih cepat hingga ke tingkat akar rumput.

Dr. Rabwan Satriawan, M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap materi dan metode kegiatan tersebut. “Kegiatan ini memberikan banyak perspektif baru yang dapat langsung diterapkan dalam memfasilitasi kepala sekolah dan pengawas agar mampu menjadi pemimpin yang mengutamakan mutu layanan berkelanjutan,” ungkapnya.

Partisipasi ini juga menjadi bukti nyata kontribusi STKIP Taman Siswa Bima dalam mendukung kemajuan pendidikan di NTB, sekaligus memperkuat jembatan kerja sama antara dunia akademik dan praktisi pendidikan demi generasi masa depan yang lebih berkualitas.(Sekjend MDG) 

AJI Mataram Semprot Balik Somasi ke NTBSatu, Jangan Bungkam Pers dengan Ancaman Hukum

Aliansi Jurnalis Independen Mataram, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mataram mengecam keras somasi yang dilayangkan Muhammad Habib Al Qutbi kepada Redaksi NTBSatu terkait pemberitaan sidang dugaan gratifikasi DPRD NTB. AJI menilai langkah tersebut bukan sekadar keberatan biasa, melainkan sudah mengarah pada upaya intimidasi dan kriminalisasi terhadap kerja jurnalistik.

Somasi itu dilayangkan setelah NTBSatu menerbitkan berita berjudul “Dua Kali Mangkir, Pengacara Pengambil Uang Dana ‘Siluman’ DPRD NTB Kabur Saat Akan Bersaksi” pada 13 Mei 2026. Berita tersebut mengulas jalannya sidang perkara gratifikasi DPRD NTB di Pengadilan Tipikor Mataram dengan terdakwa Indra Jaya Usman.

AJI Mataram menegaskan bahwa pemberitaan tersebut lahir dari proses jurnalistik yang sah, terbuka, dan berbasis fakta persidangan. Informasi diperoleh langsung dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Budi Tridadi Wibawa yang dikonfirmasi wartawan sebelum sidang berlangsung. Bahkan, Aspidsus Kejati NTB juga disebut membenarkan bahwa surat panggilan terhadap Habib Al Qutbi telah disampaikan.

“Berita itu bukan karangan liar. Itu fakta persidangan dan hasil konfirmasi kepada pejabat publik yang berwenang,” tegas Ketua AJI Mataram, Wahyu Widiyantoro.

Namun bukannya menggunakan hak jawab sebagaimana diatur dalam UU Pers, pihak Habib Al Qutbi justru melayangkan somasi melalui ABI Law Firm dengan ancaman gugatan pidana dan perdata terhadap NTBSatu. Dalam somasi tersebut bahkan disebut-sebut Pasal 8 UU Pers sebagai dasar tuntutan terhadap wartawan.

AJI Mataram menilai langkah itu keliru sekaligus berbahaya. Sebab Pasal 8 UU Pers justru mengatur perlindungan hukum terhadap wartawan dalam menjalankan profesinya, bukan menjadi alat untuk menyerang media.

“Ini ironis. Pasal perlindungan wartawan malah dipakai untuk menekan wartawan,” sindir AJI Mataram.

Lebih jauh, AJI menilai ancaman pidana dan perdata tanpa melalui mekanisme Dewan Pers merupakan bentuk nyata pembungkaman terhadap kebebasan pers. Padahal UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Surat Edaran Mahkamah Agung telah menegaskan bahwa sengketa pemberitaan wajib diselesaikan terlebih dahulu melalui Dewan Pers.

AJI bahkan menyebut somasi tersebut berindikasi sebagai SLAPP (Strategic Lawsuit Against Public Participation), yakni penggunaan instrumen hukum untuk menakut-nakuti, melelahkan, dan membungkam kritik maupun kerja jurnalistik yang sah.

“Kalau setiap berita soal dugaan korupsi dibalas ancaman pidana, maka pers dipaksa takut memberitakan kebenaran. Ini preseden buruk bagi demokrasi di NTB,” lanjut Wahyu.

Atas dasar itu, AJI Mataram menyatakan solidaritas penuh terhadap NTBSatu dan mendesak Habib Al Qutbi segera mencabut somasi tersebut. AJI juga mengingatkan semua pihak agar tidak menjadikan hukum sebagai senjata membungkam media.

Empat sikap resmi AJI Mataram pun ditegaskan:

1. Mengecam keras segala bentuk intimidasi terhadap kerja jurnalistik

2. Mendesak pencabutan somasi dan mendorong penggunaan hak jawab

3. Mengingatkan bahwa sengketa pers harus diselesaikan melalui Dewan Pers

4. Menyatakan solidaritas penuh terhadap NTBSatu demi menjaga kemerdekaan pers di NTB.

Redaksi |

Patroli Siskamling Koramil 1608-03/Sape, Babinsa Imbau Warga Jaga Kamtibmas


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id— Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan patroli siskamling di wilayah Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kamis (28/5/2026) malam.

Kegiatan patroli yang dimulai sekitar pukul 20.00 WITA tersebut dipimpin oleh Serka Bambang bersama satu orang anggota Koramil. Patroli dilakukan untuk memantau situasi wilayah sekaligus mengantisipasi perkembangan situasi keamanan di daerah binaan.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir dua anggota Koramil, tiga aparat desa, serta lima orang masyarakat setempat yang ikut berpartisipasi dalam menjaga keamanan lingkungan.

Adapun sasaran patroli meliputi pemukiman warga dan sejumlah tempat tongkrongan anak muda yang dinilai rawan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sekitar pukul 20.05 WITA, anggota Koramil 1608-03/Sape bergerak menuju Desa Lambu, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Sepuluh menit kemudian, personel tiba di lokasi dan langsung melakukan pemantauan situasi wilayah.


Dalam kesempatan tersebut, anggota Koramil juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar selalu menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan masing-masing. Warga diminta menghindari perselisihan yang dapat memicu pertengkaran maupun perkelahian.

Petugas juga menyoroti maraknya perilaku anak muda yang sulit mengontrol emosi akibat pengaruh minuman keras, sehingga sering menimbulkan keributan. Selain itu, masyarakat diimbau agar tidak ugal-ugalan saat mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya demi keselamatan bersama dan kenyamanan pengguna jalan lainnya.

Pada pukul 20.50 WITA, patroli dilanjutkan dengan pemantauan di desa binaan lainnya. Seluruh rangkaian kegiatan patroli siskamling berakhir pada pukul 21.10 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

(Team.MDG.03)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Intensifkan Patroli “Kongkow-Kongkow” Bersama Warga Binaan


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, para Babinsa Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan patroli dan komunikasi sosial melalui kegiatan “kongkow-kongkow” bersama warga di desa binaan masing-masing, Kamis (28/5/2026) malam.

Kegiatan tersebut dilakukan di sejumlah wilayah binaan guna mempererat hubungan antara aparat teritorial dengan masyarakat sekaligus memberikan imbauan kamtibmas kepada warga.

Pada pukul 19.30 Wita, Sertu Sahfundi selaku Babinsa Desa Kowo melaksanakan patroli kongkow-kongkow bersama warga desa binaan. Dalam kesempatan itu, ia mengimbau masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, khususnya pada malam hari. Warga juga diminta segera melaporkan kepada pemerintah desa maupun aparat keamanan apabila menemukan hal-hal mencurigakan.

Selain itu, Sertu Sahfundi mengingatkan masyarakat untuk tidak main hakim sendiri karena dapat menimbulkan dampak hukum dan kerugian bagi diri sendiri maupun orang lain. Ia juga mengajak warga menjaga kebersihan lingkungan demi menjaga kesehatan dan mencegah berbagai penyakit.

Selanjutnya pada pukul 19.50 Wita, Serka Sahlan selaku Babinsa Desa Rai Oi melaksanakan kegiatan serupa di wilayah binaannya. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap maraknya penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.

Serka Sahlan juga mengimbau para pemuda agar tidak melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Menurutnya, kegiatan kongkow-kongkow menjadi salah satu upaya Babinsa dalam menjaga stabilitas wilayah serta mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di lingkungan masyarakat.




Sementara itu, pada pukul 20.00 Wita, Serda Sanusi selaku Babinsa Desa Kale’o, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, melaksanakan kongkow-kongkow bersama warga setempat. Dalam kegiatan tersebut, ia mengingatkan para orang tua agar mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama pada malam hari, agar tidak bergadang atau berkeliaran hingga larut malam.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menghindari minuman keras, narkoba, serta berkendara secara ugal-ugalan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Apabila terjadi permasalahan di lingkungan, warga diminta segera berkoordinasi dengan ketua RT, Babinsa, maupun Bhabinkamtibmas.

Kegiatan serupa juga dilakukan Serka Jamaluddin, Babinsa Desa Sangga, Kecamatan Lambu, anggota Posramil Lambu Koramil 1608-03/Sape, pada pukul 20.15 Wita. Dalam patroli kongkow-kongkow tersebut, ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga hubungan baik, komunikasi, dan etika antar sesama.

Menurutnya, masyarakat harus menghindari perbuatan yang dapat menimbulkan keresahan di lingkungan. Ia juga meminta warga segera melaporkan setiap permasalahan agar dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat.

Melalui kegiatan kongkow-kongkow tersebut, para Babinsa berharap terciptanya situasi wilayah yang aman, tertib, dan kondusif serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.(Team.MDG.03)

Momen Memperingati Hari Pendidikan (Hardiknas) di SDN Inpres Doridungga Kecamatan Donggo Kab, Bima


Donggo NTB, Media Dinamika Global.id.-- Setiap tanggal 2 Mei, SDN Inpres Doridungga memperingati Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas. Momen ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan menjadi waktu refleksi atas pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun peradaban bangsa.

Namun, tak sedikit yang masih bertanya: kenapa Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap 2 Mei? Jawabannya ternyata memiliki kaitan erat dengan sosok penting dalam sejarah pendidikan Indonesia, yakni Ki Hajar Dewantara.

Hari Pendidikan Nasional SDN Inpres Doridungga adalah peringatan nasional yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran siswa siswi SDN inpres Doridungga akan pentingnya pendidikan. Hardiknas juga menjadi momentum untuk mengenang jasa para tokoh pendidikan yang telah berjuang membuka akses belajar bagi seluruh rakyat Indonesia.

Lebih dari itu, peringatan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter, nilai moral, dan jati diri bangsa.

Penetapan tanggal 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional bukan tanpa alasan. Pemerintah menetapkannya melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.

Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan hari lahir Ki Hajar Dewantara, tokoh yang dikenal sebagai pelopor pendidikan nasional. Penetapan ini sekaligus menjadi bentuk penghormatan atas jasa besarnya dalam memperjuangkan hak pendidikan, terutama pada masa penjajahan ketika akses belajar masih sangat terbatas dan diskriminatif.

Dengan demikian, Hardiknas di SDN Inpres Doridungga kecamatan Donggo bukan hanya sekadar peringatan, tetapi juga simbol perjuangan panjang dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih adil dan merata.

Ki Hajar Dewantara lahir di Yogyakarta pada 2 Mei 1889 dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Ia berasal dari keluarga bangsawan Pakualaman dan merupakan keturunan dari Sultan Hamengkubuwono II.

Meski berasal dari kalangan ningrat, perjalanan hidupnya tidak selalu mudah. Semasa kecil, ia bahkan sempat mendapat julukan "Jemblung" karena kondisi fisiknya. Namun, di balik itu semua, ia tumbuh menjadi pribadi dengan tekad kuat dan pemikiran yang progresif.

Nama Ki Hajar Dewantara sendiri baru digunakan pada tahun 1928. Sebelumnya, nama tersebut muncul secara spontan dalam forum diskusi budaya dan intelektual yang ia ikuti, hingga akhirnya melekat dan diresmikan.

Perjuangan Ki Hajar Dewantara di Dunia Pendidikan

Perjalanan Ki Hajar Dewantara tidak lepas dari dunia jurnalistik dan politik. Ia aktif menulis di berbagai surat kabar dan kerap menyuarakan kritik terhadap kebijakan kolonial Belanda, khususnya dalam bidang pendidikan yang bersifat diskriminatif.

Bersama Cipto Mangunkusumo dan Ernest Douwes Dekker, ia mendirikan Indische Partij pada tahun 1912. Organisasi ini memiliki tujuan besar, yakni memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Salah satu tulisannya yang terkenal berjudul Als Ik een Nederlander was menjadi kritik keras terhadap pemerintah kolonial. Akibat tulisan tersebut, ia diasingkan ke luar negeri.

Setelah kembali ke tanah air, Ki Hajar Dewantara memutuskan untuk fokus pada dunia pendidikan sebagai bentuk perjuangan jangka panjang.

Pada 3 Juli 1922, Ki Hajar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa. Lembaga ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pendidikan Indonesia karena membuka akses belajar bagi masyarakat pribumi yang sebelumnya terpinggirkan.

Taman Siswa mengusung konsep pendidikan yang merdeka, berakar pada budaya bangsa, serta menekankan pembentukan karakter. Sistem pendidikan yang diterapkan dikenal sebagai sistem among, di mana guru berperan sebagai pembimbing, bukan penguasa.

Konsep ini hingga kini masih relevan, terutama dalam mendorong pendidikan yang humanis dan berorientasi pada pengembangan potensi individu.

Ki Hajar Dewantara dikenal memiliki filosofi hidup yang kuat. Ia menekankan pentingnya kemandirian dan kebebasan dalam belajar.

Salah satu prinsip yang ia pegang adalah menolak pengkultusan diri. Ia bahkan tidak ingin dipuja secara berlebihan karena khawatir hal tersebut justru menghambat kemandirian individu.

Dalam pandangannya, setiap orang harus mampu berdiri sendiri dan tidak bergantung pada figur tertentu. Filosofi ini juga tercermin dalam konsep pendidikan yang ia kembangkan, di mana peserta didik didorong untuk aktif, mandiri, dan berpikir kritis.

Ia juga memaknai hidup sebagai perjalanan panjang yang penuh proses. Baik keberhasilan maupun kegagalan, semuanya adalah bagian dari pembelajaran yang harus dipahami, bukan ditakuti.

Di era modern, nilai-nilai yang diajarkan Ki Hajar Dewantara tetap relevan. Pendidikan tidak lagi hanya berfokus pada nilai akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis.

Hardiknas menjadi momen SDN Inpres Doridungga penting untuk mengevaluasi sistem pendidikan yang ada, sekaligus memperkuat komitmen dalam menciptakan pendidikan yang inklusif dan berkualitas.

Tantangan pendidikan saat ini memang semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi hingga kesenjangan akses. Namun, semangat perjuangan Ki Hajar Dewantara dapat menjadi inspirasi untuk terus berinovasi dan memperbaiki sistem pendidikan.

Alasan 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional ternyata tidak lepas dari jasa besar Ki Hajar Dewantara dalam memperjuangkan pendidikan Indonesia.


Peringatan ini bukan hanya untuk mengenang sejarah, tetapi juga sebagai pengingat bahwa pendidikan adalah kunci utama kemajuan bangsa. Dengan memahami makna di balik Hardiknas, diharapkan SDN Inpres Doridungga dapat semakin menghargai pentingnya pendidikan dan terus berkontribusi dalam menciptakan generasi yang lebih baik di masa depan.(Sekjend MDG)

Garda Terdepan di Laut, Ditpolairud Polda NTB Tegaskan Komitmen Bersama Perangi Narkoba

Ditpolairud Polda NTB melaksanakan kegiatan penandatanganan
Komitmen Anti Narkoba, (Ist/Surya)

Lembar-Lobar, Media Dinamika Global — Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda NTB melaksanakan kegiatan penandatanganan Komitmen Anti Narkoba yang berlangsung di Mako Polairud Lembar. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Dirpolairud Polda NTB Kombes Pol Boyke F.S. Samola, S.I.K., M.H., beserta Ibu Ketua Bhayangkari Ranting Ditpolairud Polda NTB.(28/5/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh personel Ditpolairud Polda NTB dan Bhayangkari sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pemberantasan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kepolisian maupun masyarakat.

Dalam arahannya, Dirpolairud Polda NTB Kombes Pol Boyke F.S. Samola, S.I.K., M.H. menegaskan kepada seluruh personel agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba dalam bentuk apa pun.

“Jangan coba-coba terlibat narkoba. Ini menjadi arahan dan atensi serius bagi seluruh personel. Anggota Polri harus menjadi contoh yang baik bagi masyarakat serta menjaga nama baik institusi,” tegas beliau.

Sebagai bentuk keseriusan dan komitmen bersama, seluruh personel dan Bhayangkari melaksanakan penandatanganan Komitmen Anti Narkoba yang diharapkan mampu memperkuat disiplin serta integritas anggota dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh semangat sebagai wujud nyata Ditpolairud Polda NTB dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari narkoba.

Redaksi |

Kombes Pol Dewa Wijaya, Sosok Tegas dalam Penegakkan Hukum

Kombes Pol Dewa Wijaya, (Ist/Surya)

Jakarta, Media Dinamika Global - Kombes Pol Dewa Wijaya dikenal sebagai sosok polisi lapangan dengan rekam jejak panjang dalam operasi penanganan Kejahatan khusus, hingga misi kemanusiaan berskala besar.

Namanya mendapat perhatian nasional setelah Timnya dari Pol Airud berhasil melumpuhkan aksi teror dalam serangan di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Januari 2016.

Sebelum dikenal luas sebagai perwira kepolisian, Dewa Wijaya merupakan bagian dari tim khusus Polisi Udara. Ia juga seorang pilot yang menempuh pendidikan penerbang di sekolah penerbang TNI Angkatan Udara. Berbagai latihan intensif dan penugasan di daerah konflik, baik di dalam maupun luar negeri, turut membentuk pengalaman dan kapasitasnya di lapangan.

Kariernya kemudian berlanjut di Polda Metro Jaya. Ia beberapa kali dipercaya menjabat sebagai Kasat Reskrim dan memimpin penanganan berbagai kasus kejahatan umum maupun kejahatan khusus di lingkungan reserse Polda Metro Jaya. Pengalaman panjang sebagai eksekutor lapangan dalam penanganan kasus-kasus besar membuat namanya dikenal sebagai sosok perwira yang tegas, berpengalaman, dan disiplin.

“Seorang anggota polisi harus selalu hadir di tengah masyarakat, bukan hanya saat ada masalah, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan rasa aman dan kepastian,” ujar Kombes Pol Dewa Wijaya.

Tak hanya di bidang penegakan hukum, Kombes Pol Dewa Wijaya juga dikenal melalui kiprahnya dalam operasi kemanusiaan saat gempa bumi Lombok berkekuatan 7,0 SR pada Agustus 2018.

Saat menjabat sebagai Kasatrolda Pol Air Polda NTB, ia memimpin langsung proses evakuasi ribuan wisatawan domestik dan mancanegara dari kawasan Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air menuju Pelabuhan Bangsal. Dalam operasi tersebut, jajaran Polair Polda NTB mengerahkan sejumlah kapal untuk mengevakuasi lebih dari 2.700 wisatawan guna menghindari dampak gempa susulan.

Sikap sigap dan ketenangannya saat menenangkan ratusan wisatawan yang panik dan mengantre di Gili Trawangan menjadi sorotan media nasional maupun internasional kala itu.

“Dalam situasi bencana, yang paling utama adalah menyelamatkan nyawa dan memastikan masyarakat merasa tidak sendiri menghadapi keadaan,” kata Dewa Wijaya terkait operasi evakuasi saat gempa Lombok.

Pasca bencana, Dewa Wijaya juga menginisiasi pendirian Yayasan NTB Bersatu sebagai wadah penyaluran bantuan sosial dan pemulihan wilayah terdampak gempa di Pulau Lombok.

Dengan pengalaman di bidang antiteror, reserse kriminal, penerbangan, hingga misi kemanusiaan, Kombes Pol Dewa Wijaya dikenal sebagai figur polisi lapangan yang memiliki kombinasi kepemimpinan, ketegasan, serta kepedulian sosial yang kuat.

Redaksi |

RKD Mataram Salurkan Ratusan Paket Daging Qurban pada Idul Adha 1447 H

Ketua RKD Mataram, H. Ir. Saiful Insan, MM saat menyerahkan daging ke Panitia
pendistribusian daging qurban, (Ist/Surya Ghempar)

Mataram, Media Dinamika Global – Semangat berbagi di momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi kembali ditunjukkan oleh Rukun Keluarga Dompu (RKD) Mataram melalui pelaksanaan penyembelihan hewan qurban dan distribusi daging kepada warga. Kegiatan tersebut berlangsung di Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Kamis (28/05/2026).

Ketua RKD Mataram, H. Ir. Saiful Insan, MM, mengatakan pelaksanaan qurban tahun ini merupakan bentuk kebersamaan serta kepedulian keluarga besar Dompu yang berada di Pulau Lombok terhadap masyarakat Dompu di Pulau Lombok.

“Alhamdulillah, pada Idul Adha tahun ini RKD Mataram melaksanakan qurban sebanyak 3 ekor sapi dan 5 ekor kambing, jadi keseluruhan sebanyak 14 ekor hewan qurban. Daging qurban tersebut kami distribusikan kepada keluarga Dompu di Pulau Lombok  yang berhak menerimanya,” ujar pria yang akrab disapa Papi Ajo tersebut.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh keluarga besar Dompu di Pulau Lombok yang terus mendukung kegiatan sosial dan keagamaan RKD Mataram setiap tahunnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga Dompu di Pulau Lombok atas partisipasi dan kebersamaannya dalam kegiatan qurban ini,” ucapnya.

Ketua RKD Mataram, H. Ir. Saiful Insan, MM saat sejumlah
wartawan, (Ist/Surya Ghempar)

Selain itu, Papi Ajo turut memberikan penghargaan kepada panitia qurban RKD yang telah bekerja sejak dini hari demi kelancaran proses penyembelihan hingga distribusi daging qurban.

“Panitia sudah mulai bekerja sejak sekitar pukul 05.00 WITA di rumah potong hewan. InsyaAllah malam ini seluruh daging qurban akan selesai didistribusikan kepada keluarga Dompu di Kota Mataram,” terangnya.

Menurutnya, satu ekor sapi menghasilkan sekitar 100 bungkus daging dengan berat kurang lebih satu kilogram per bungkus. Dengan demikian, dari 3 ekor sapi diperoleh sekitar 300 bungkus daging qurban. Sementara 5 ekor kambing menghasilkan sekitar 70 bungkus daging.

“Total keseluruhan daging qurban yang didistribusikan tahun ini mencapai sekitar 370 bungkus,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, RKD Mataram juga menerima bantuan satu ekor sapi qurban dari Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE., M.IP. Bantuan serupa juga diberikan pada tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, tahun ini Ibu Wakil Gubernur NTB kembali menyumbangkan satu ekor sapi untuk RKD Mataram. Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya. Semoga beliau diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan amanah masyarakat,” pungkasnya.

Redaksi |