Media Dinamika Global

Rabu, 25 Maret 2026

Korban Warga Sumba NTT, 2 Orang di Duga Mengambil HP di Kos Kosan Kelurahan Dara Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Kasus dugaan pencurian HP kerap terjadi, sering kali menargetkan barang yang diletakkan di bawa bantal, atau rumah kos kosan kosong, dengan modus memanfaatkan kelengahan korban. Pelaku terancam pasal pencurian (362 KUHP) dengan ancaman penjara, sementara masyarakat diimbau untuk tidak main hakim sendiri karena tindakan penganiayaan dapat diproses hukum. 

Berikut adalah poin-poin penting dari beberapa kasus dugaan maling HP terbaru:

Pencurian di darah kota bima dan Rumah Kos: Modus pelaku sering memanfaatkan situasi sepi saat pemilik HP masuk WC kosnya, seperti kasus di Rumah Qur'an Jatiasih yang kehilangan puluhan ponsel santri, serta kejadian di Masjid Merdeka Gempol.

Modus simpan HP dibawa bantal kos kosan di dara kota bima: Banyak pelaku mengincar HP yang diletakkan di bawa bantal kos kosan saat korban sedang tidur, dan seringkali pelaku adalah orang di sekitar lokasi (seperti tukang parkir).

Aksi Main Hakim Sendiri oleh pemilik hp: sering pelaku hingga celupin tangan korban hingga luka nanah, namun kepolisian mengingatkan bahaya tindakan tersebut, bahkan korban pencurian bisa menjadi tersangka jika melakukan penganiayaan berlebihan terhadap pelaku.

Transaksi COD/Penadahan: Pelaku sering langsung menjual barang curian ("HP sendiri") melalui media sosial dengan sistem Cash On Delivery (COD) di kawasan kos kosan dara kota bima tersebut.

Tindakan Hukum: Pelaku pencurian HP umumnya dijerat dengan Pasal 362 KUHP, atau Pasal 364 KUHP untuk tindak pidana ringan, dengan ancaman hukuman penjara yang disesuaikan. 

Warga diimbau untuk lebih berhati-hati, memasang kunci tambahan, dan tidak meninggalkan barang berharga di kos kosan.(Team MDG)

Ketua Tim PKH Kabupaten Bima Tinjau Penyaluran Bansos BPNT dan PKH bagi 53 KPM di Kantor Pos Wawo

BIMA,Mediadinamikaglobal.id – Ketua Tim Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Bima secara langsung melakukan tinjauan terhadap proses penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bagi 53 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdiri dari 9 warga desa di Kantor Pos Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kamis (26/3/2026), Pukul 08.00 Wita

Kegiatan penyaluran ini bertujuan memastikan bantuan yang disalurkan oleh pemerintah dapat sampai tepat sasaran dan diterima dengan lancar oleh keluarga yang berhak. Data nama-nama keluarga penerima manfaat langsung dikonfirmasi oleh petugas kepada tiap-tiap kepala desa di Kecamatan Wawo. 

Selama tinjauan, Ketua Tim PKH Kabupaten Bima Adiman, S. Pd.,M.Pd langsung memeriksa kelengkapan dokumen serta memastikan proses verifikasi data KPM berjalan sesuai prosedur.

"Kami turun langsung untuk memastikan tidak ada kendala dalam penyaluran. Setiap bantuan ini sangat berarti bagi kehidupan keluarga penerima manfaat, jadi kami harus memastikan semua berjalan dengan baik," ujar Ketua Tim PKH Kabupaten Bima Adiman, S. Pd.,M.Pd dalam keterangannya.

Selain itu, pihak petugas juga memberikan pemahaman kepada KPM mengenai penggunaan bantuan yang tepat guna, terutama untuk kebutuhan pendidikan anak, kesehatan keluarga, dan pangan sehari-hari. 

Sementara, salah satu warga penerima manfaat Yadin (42) yang berdomisili di Desa Tarlawi mengungkapkan alhamdulillah, sangat senang dan bersyukur sekali. Sebelumnya, terkadang kesulitan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari dan biaya pendidikan anak-anak. Dengan bantuan ini, rasanya beban sedikit terangkat. 

"Sebagian besar akan saya gunakan untuk membeli beras, lauk pauk, dan kebutuhan makanan pokok lainnya melalui BPNT. Kami pastikan akan menggunakannya dengan benar sesuai yang disarankan oleh tim PKH,"ungkapnya.

Ia menambahkan, semoga bantuan ini bisa terus berlanjut dan tepat sasaran seperti sekarang. Selain itu, saya berharap ada juga pelatihan keterampilan untuk kami para warga agar bisa memiliki penghasilan sendiri nantinya, jadi tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah.

"Terima kasih banyak kepada pemerintah dan tim PKH Kabupaten Bima yang sudah turun langsung memastikan prosesnya lancar. Petugas Kantor Pos juga sangat ramah dan membantu kami dalam mengurusnya. Semoga kerja keras mereka selalu diberkati,"harapnya.

Pantauan langsung awak media ini, Petugas Kantor Pos Wawo juga mendukung proses ini dengan menyediakan fasilitas dan tenaga yang dibutuhkan agar penyaluran berjalan lancar.

Sebanyak 53 KPM yang menjadi penerima bansos terdiri dari keluarga yang terdaftar dalam data sosial ekonomi masyarakat dan telah melalui proses verifikasi yang ketat untuk memastikan kelayakan penerimaan bantuan. (MDG05) 

Sertu Abdul Haris Raih Penghargaan dari Koperasi Merah Putih Desa Dena Kecamatan Madapangga NTB


Bima, Media Dinamika Global.id.--Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Desa Dena Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima, kini menjadi salah satu koperasi desa yang cukup bagus dan berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Koperasi ini dibangun di lahan seluas 30 meter panjang, 20 meter lebar, dengan area parkir 10 meter, dan dirancang untuk menjadi pusat kegiatan ekonomi warga Desa Dena Kecamatan Madapangga.

Keberhasilan koperasi ini tidak lepas dari kiprah Sertu Abdul Haris. Babinsa Desa Dena ini meraih penghargaan sebagai Babinsa terbaik di jajaran Kodam IX/Udayana atas dedikasi dan perannya dalam menggerakkan dan mengawal Koperasi Merah Putih agar berjalan efektif dan memberi dampak ekonomi nyata bagi warga.

Penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis melalui Dandim 1608/Bima, Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan, S.Kom., M.Sc., dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Kodam IX/Udayana yang dipimpin Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto.

Sertu Abdul Haris dikenal konsisten membangun komunikasi dan kolaborasi dengan aparat desa serta masyarakat. Dalam pelaksanaannya, ia tidak hanya mendampingi, tetapi juga menjadi motor penggerak sinergi antara pemerintah desa dan warga. Pendekatan humanis dan solutif yang diterapkan membuat warga lebih aktif berpartisipasi, sehingga Koperasi Merah Putih kini menjadi model keberhasilan pengembangan ekonomi desa yang nyata. “Koperasi ini dibangun dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan ekonomi yang terorganisir, partisipatif, dan berkelanjutan,” ujar Sertu Abdul Haris. (Sekjend MDG)

Polda NTB Siap Sikat Pengedar Narkoba, Warga Diminta Aktif Melapor

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.IK., M.M, (Ist/Surya Gempar)

Mataram, Media Dinamika Global — Polda NTB terus menggencarkan langkah pemberantasan peredaran narkoba, khususnya di wilayah Kota Mataram. Upaya ini digerakkan secara masif hingga menyasar jaringan paling bawah.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.IK., M.M., melalui siaran pers menegaskan komitmen kuat jajarannya dalam memerangi narkoba.

"Kami berkomitmen memberantas peredaran narkoba hingga ke akar-akarnya, dan akan menindak tegas siapa pun yang terlibat tanpa pandang bulu," tegas Kombes Kholid.

Langkah penindakan tidak berjalan tanpa arah. Aparat telah mengantongi sejumlah nama, yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkoba.

"Kami sudah mengantongi nama-nama pengedar dan bandar, tinggal menunggu waktu untuk dilakukan penindakan," katanya.

Selain tindakan hukum, polisi juga mengajak masyarakat ikut berperan aktif. Informasi dari warga dinilai sangat membantu, dalam mengungkap jaringan yang kerap bergerak tertutup.

"Kami mengimbau masyarakat segera melapor, jika melihat atau mencurigai adanya aktivitas narkoba. Identitas pelapor kami jamin aman," ujar Kholid.

Upaya ini diharapkan mampu menekan peredaran narkoba di Kota Mataram, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat.

Redaksi |

Ini Pesannya : Wabup dr.H. Irfan Panen Raya Jagung Hibrida di So Lomba Waworada- Langgudu


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.-- "Keberhasilan pembangunan bidang pertanian tidak hanya dilihat dari hasil panen, tetapi juga bagaimana para petani mampu menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Penanaman pohon menjadi langkah sederhana namun memiliki dampak besar dalam menjaga alam dan keberlangsungan kehidupan masyarakat di masa depan". 

Demikian ungkap wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy Rabu (25/3) saat menghadiri Acara Panen Raya Jagung Hibrida di So Lomba desa Waworada - Langgudu.

Wakil Bupati didampingi pimpinan perangkat daerah terkait, Camat Langgudu, Syaikhu,S.H.,M.Si, MUSPIKA, Kepala Desa Waworada, Dahlan M. Said dan para petani memaparkan, "kegiatan panen merupakan wujud sinergi antara pemerintah kabupaten, kecamatan dan desa dalam mendorong kemajuan sektor pertanian, khususnya komoditas jagung hibrida yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat".

Dijelaskan Wabup, panen raya ini menjadi bukti nyata keberhasilan para petani dalam mengelola lahan pertanian secara optimal. Dirinya menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi para petani yang telah berhasil meningkatkan hasil produksi jagung. dr. H. Irfan juga mendorong agar para petani terus mengembangkan penggunaan bibit unggul dan teknik pengelolaan lahan pertanian yang lebih modern dan efisien.

Di tengah suasana yang penuh keakraban bersama masyarakat, Wakil Bupati juga menyampaikan pesan penting terkait peran strategis daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional. 

"Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu lumbung pangan nasional, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Presiden. Hal ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bersama untuk terus menjaga dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian". Imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menghimbau kepada para petani yang hadir agar memperhatikan aspek kelestarian lingkungan. "Setiap petani dapat menanam minimal 10 pohon di setiap lahan yang dimiliki. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem, memperkuat struktur tanah, serta mengurangi risiko terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.(MDG)

Dansat Brimob Polda Riau Turun Langsung Tinjau dan Pemadaman Karhutla di Dumai

Dumai - Komitmen dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali ditunjukkan oleh Satuan Brimob Polda Riau. Komandan Satuan Brimob Polda Riau Kombes Pol I Ketut Adi Wibawa, S.I.K., turun langsung ke lokasi untuk melaksanakan peninjauan sekaligus upaya pemadaman karhutla di wilayah hukum Polres Dumai. Rabu (25/03/2026)

Kegiatan yang dimulai pada pukul 12.30 WIB tersebut berlangsung di Jl. Arifin Ahmad 03 Blok B, Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai. Kehadiran pimpinan di tengah-tengah personel menjadi bentuk keseriusan dan kepedulian dalam memastikan penanganan karhutla berjalan secara cepat, tepat, dan maksimal.

Dalam pelaksanaan di lapangan, Dansat Brimob Polda Riau tidak hanya melakukan peninjauan, namun juga memberikan arahan langsung kepada seluruh personel gabungan yang terlibat. Ia menekankan pentingnya kerja sama, kewaspadaan, serta keselamatan dalam setiap proses pemadaman, mengingat kondisi medan dan cuaca yang cukup menantang.

Adapun titik api yang menjadi fokus penanganan berada di dua wilayah, yakni Kecamatan Dumai Timur dan Kecamatan Medang Kampai. Kedua wilayah tersebut diketahui memiliki potensi lahan gambut yang cukup rawan terbakar, sehingga membutuhkan penanganan intensif dan berkelanjutan guna mencegah api meluas ke area yang lebih besar.

Personel gabungan yang terdiri dari Satuan Brimob Polda Riau, Polres Dumai, serta instansi terkait lainnya dikerahkan secara maksimal. 

Dengan menggunakan peralatan pemadaman seperti mesin pompa air, selang, serta peralatan pendukung lainnya, petugas berjibaku memadamkan api yang membakar lahan. Selain itu, dilakukan pula upaya pendinginan (cooling system) pada area yang telah terbakar untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Upaya pemadaman tidak hanya difokuskan pada pemadaman api yang terlihat, tetapi juga menyasar titik-titik rawan di bawah permukaan tanah, khususnya di lahan gambut yang dikenal sulit dipadamkan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan, sehingga diperlukan ketelitian dan kerja ekstra dalam memastikan api benar-benar padam.

Kehadiran Dansat Brimob Polda Riau di lokasi memberikan semangat tambahan bagi seluruh personel yang bertugas. Dengan turun langsung ke lapangan, beliau memastikan bahwa setiap proses berjalan sesuai dengan prosedur, sekaligus memberikan motivasi kepada anggota agar tetap semangat dalam menjalankan tugas kemanusiaan tersebut.

Penanganan karhutla ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan serta melindungi masyarakat dari dampak kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Selain itu, langkah cepat ini juga sebagai bentuk antisipasi agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar, baik dari segi lingkungan maupun ekonomi.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau dalam keadaan aman dan terkendali. Proses pemadaman terus dilakukan secara intensif hingga seluruh titik api berhasil dipadamkan secara menyeluruh.

Dengan adanya sinergi yang baik antara personel di lapangan dan dukungan penuh dari pimpinan, diharapkan penanganan karhutla di wilayah Kota Dumai dapat berjalan optimal serta mampu meminimalisir potensi terjadinya kebakaran lanjutan di kemudian hari.

Infrastruktur Amburadul di Bima, Nyawa Jadi Taruhan: GP Ansor Kritik Keras Gubernur NTB

Sekertaris GP Ansor Kabupaten Bima Ardiansyah, dan masyarakat Gotong Royong Jalan Rusak di Soromandi - Bima, (Ist/Surya Gempar)

Bima-NTB, Media Dinamika Global – Wajah buram pembangunan infrastruktur kembali terlihat nyata di Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima. Ruas jalan provinsi yang seharusnya menjadi nadi kehidupan masyarakat, kini justru berubah menjadi ancaman serius - kubangan mematikan saat hujan dan lautan debu saat kemarau.

Kondisi ini memantik kemarahan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Bima yang menilai pemerintah provinsi seolah menutup mata terhadap penderitaan rakyat di wilayah tersebut.

Sekretaris GP Ansor Kabupaten Bima, Ardiansyah, dengan nada keras menyebut pembiaran ini bukan lagi sekadar kelalaian teknis, melainkan bentuk nyata pengabaian terhadap hak dasar masyarakat.

“Kami mendesak Gubernur NTB untuk segera turun tangan. Jangan hanya nyaman di balik meja, sementara rakyat Soromandi setiap hari mempertaruhkan nyawa di jalan rusak. Kami butuh hotmix, bukan tambal sulam murahan yang cepat hancur!” tegasnya.

Akses Terputus, Rakyat Tercekik

Jalan rusak di Soromandi bukan sekadar persoalan infrastruktur - ini adalah soal hidup dan mati. Jalur tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan aktivitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga distribusi hasil pertanian warga.

Akibatnya, roda ekonomi tersendat. Biaya distribusi melonjak, petani merugi, dan masyarakat semakin terhimpit dalam ketidakpastian.

“Lubang Maut” Mengintai

GP Ansor juga menyoroti meningkatnya angka kecelakaan akibat kondisi jalan yang dipenuhi lubang dalam dan tajam. Bagi warga, melintas di jalur ini bukan lagi perjalanan biasa, melainkan pertaruhan nasib.

Lebih ironis lagi, masyarakat harus turun tangan sendiri menambal jalan secara swadaya. Pemandangan ini dinilai sebagai tamparan keras bagi pemerintah yang seharusnya hadir memberikan solusi, bukan sekadar janji.

Ultimatum untuk Pemerintah

Ardiansyah menilai respons pemerintah selama ini terlalu lamban dan terkesan abai. Ia menegaskan bahwa infrastruktur layak bukan hadiah, melainkan hak konstitusional rakyat.

“Jangan tunggu korban jiwa berikutnya. Kami menuntut jadwal perbaikan yang jelas, anggaran yang transparan, dan survei lapangan yang jujur. Rakyat tidak butuh janji politik - rakyat butuh jalan yang layak!” ujarnya lantang.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada kepastian dari Dinas PUPR Provinsi NTB terkait langkah konkret penanganan jalan rusak di Soromandi. Jika kondisi ini terus dibiarkan, gelombang protes dari pemuda dan masyarakat dipastikan akan semakin membesar.

Redaksi | Surya Gempar.

Sat Samapta Polres Tulang Bawang Gelar Latkatpuan Dalmas Lanjut, Jaga Ketertiban Dengan Profesionalisme Superior.


 Tulang Bawang - Mediadinamikaglobal.Id || Dalam rangka mempersiapkan kekuatan yang tangguh dan siap siaga menghadapi segala bentuk dinamika keamanan, khususnya penanganan unjuk rasa, Satuan Samapta Polres Tulang Bawang secara GEDEG DEGAN menggelar Latihan Peningkatan Kemampuan Gerakan Dalmas Lanjut (LATKATPUAN DALMAS) yang dipimpin langsung oleh Komandan Biro Sat Samapta Polres Tulang Bawang AIPTU BAMBANG HADRAL, S.E.Rabu 25 Maret 2026.
 
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.10 WITA hingga selesai di Lapangan Hijau Tennis Polres Tulang Bawang ini diikuti oleh jajaran instruktur terbaik yakni AIPTU IRWANTO, S.H, AIPDA NUR QORI AMIN, S.E., M.H, serta 25 personel Dalmas yang siap berkorban demi keamanan dan ketertiban masyarakat.
 
Dalam sambutan dan arahan, AIPTU BAMBANG HADRAL, S.E menegaskan, "Latihan ini bukan hanya sekadar meningkatkan kemampuan teknis gerakan, melainkan juga mengukuhkan semangat profesionalisme dan humanisme dalam penanganan setiap situasi. Personel Dalmas kita harus siap menjadi benteng pelindung masyarakat dan penegak ketertiban yang tetap memperhatikan hak asasi manusia serta etika profesional!"
 
Serangkaian modul pelatihan yang dilaksanakan sangat komprehensif dan menantang, antara lain:
 
- Latihan gerakan desak maju yang presisi untuk mengendalikan massa dalam situasi kuning yang cenderung mengganggu ketertiban
- Latihan gerakan dorong maju yang terkoordinasi guna membubarkan aksi massa yang menunjukkan tendensi anarkis dan mengancam keamanan umum. 

- Latihan sikap berlindung yang teruji untuk melindungi pasukan serta pejabat penting dari ancaman lemparan benda berbahaya akibat aksi massa yang tidak terkontrol. 

- Konsolidasi intensif dan arahan strategis terkait penanganan unjuk rasa dengan pendekatan yang lebih humanis serta kemampuan menahan emosi di lapangan. 

- Pemberian pemahaman bahwa dalam setiap pengamanan, personel harus memanfaatkan kamera baik dari pihak kepolisian maupun dari kamerawan sebagai bukti objektif untuk pembelaan hukum dan pertanggungjawaban pimpinan serta jajaran bawahannya
 
Setelah menyelesaikan rangkaian latihan Dalmas yang penuh makna, seluruh personel langsung bergerak cepat untuk melaksanakan tugas operasional penting, antara lain patroli Ketertiban dan Keamanan Rakyat Sehari-hari (KRYD), pengamanan Pengamanan Masyarakat (PAM) di objek vital dan penting (Obvit), pengamanan lingkungan perusahaan, serta penyusunan laporan kegiatan secara akurat dan terperinci.
 
Kasat Samapta Polres Tulang Bawang IPTU I KETUT SUWARDI ARTONO, SH., M.M menegaskan dengan suara tegas, "Kesiapan personel Sat Samapta Polres Tulang Bawang dalam menghadapi segala bentuk tantangan keamanan sudah tidak diragukan lagi. Kami siap menjaga ketertiban, melindungi masyarakat, dan menjalankan tugas dengan penuh integritas dan profesionalisme tinggi!"
 
Dengan pelaksanaan LATKATPUAN DALMAS ini, Polres Tulang Bawang semakin menunjukkan komitmennya sebagai institusi yang siap siaga dan handal dalam menjaga keamanan serta ketertiban wilayah hukumnya. (Fs/Red) 

Anggota DPRD Provinsi NTB (PAN) dari Dapil VI, H. Muhammad Aminurlah Bagikan Sembako di Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Momentum sesudah bulan suci Ramadan dimanfaatkan oleh Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Muhammad Aminurlah, untuk berbagi dengan masyarakat kelurahan paruga kota bima di daerah pemilihannya.

Melalui kegiatan sosial yang digelar sesudah Ramadan 1447 Hijriah, legislator dari Dapil VI provinsi NTB tersebut menyalurkan ratusan paket sembako kepada warga yang membutuhkan di Kota bima.

Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung dengan metode door to door, sehingga paket sembako dapat diterima langsung oleh masyarakat kelurahan paruga kota bima. Salah satu lokasi penyaluran berada di Kecamatan Rasa Na'e Barat.

Dimana warga menerima bantuan secara langsung dari tim yang turun ke lapangan. “Alhamdulillah ada sekitar 500 paket yang kami bagikan secara langsung kepada warga,” ujar H. Muhammad Aminurlah Rabu (25/3/2026).

Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas kepada masyarakat, khususnya bagi mereka yang tengah menghadapi tantangan ekonomi serta meningkatnya kebutuhan rumah tangga selama sesudah bulan Ramadan.

Bang Maman menegaskan bahwa sesudah Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat semangat berbagi sekaligus mempererat hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat yang diwakilinya.

“sesudah Ramadan adalah momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial. Kami ingin hadir di tengah masyarakat, berbagi kebahagiaan sekaligus membantu meringankan beban warga, khususnya mereka yang membutuhkan,” ungkapnya.

Bantuan sembako tersebut disalurkan kepada berbagai kelompok masyarakat di daerah pemilihannya, mulai dari keluarga kurang mampu, para lansia, hingga warga yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan pokok selama menjalankan ibadah puasa.

Kegiatan sosial ini pun mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga penerima bantuan mengaku sangat terbantu dengan adanya paket sembako tersebut, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga selama sesudah bulan Ramadan.

Selain membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, kegiatan berbagi ini juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antara wakil rakyat dan konstituennya di daerah pemilihan.

Legislator Udayana dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat. “Semoga bantuan ini dapat sedikit membantu kebutuhan masyarakat selama sesudah Ramadan dan menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” tuturnya.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di daerah pemilihannya, tidak hanya melalui fungsi legislasi dan pengawasan di parlemen, tetapi juga melalui berbagai kegiatan sosial yang secara langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.(Sekjend MDG)

Pria di Bajo Kecamatan Soromandi di Tangkap Karena Perkosa Anak SD Usia 10 Tahun di Bawah Umur Yang Merupakan Tetangga Sendiri


Bajo NTB, Media Dinamika Global.id.--Perbuatan bejat MI, 22 tahun, warga Soromandi, Kabupaten Bima terungkap. Dia ketahuan telah memperkosa anak SD berusia 10 tahun yang merupakan tetangganya sendiri.

”Pelakunya sudah ditangkap dan telah diserahkan ke Polres Bima,” kata Kapolsek Soromandi Ipda Mujahidin, Selasa (24/3).

Dugaan pemerkosaan ini berlangsung sekitar pukul 13.40 Wita, Selasa (/3/2) lalu. Saat itu, korban yang masih duduk di bangku kelas III SD sedang bermain di rumah temannya.

Tak lama berselang, pelaku MI yang saat itu sedang berdiri di atas rumah panggung memanggil korban. ”Korban datang ketika dipanggil terduga pelaku,” ujar dia.

Setiba di rumah itu, korban dimintai naik. Kemudian, pelaku MI menyuruh korban untuk masuk ke dalam kamar.

Tak curiga, korban pun menurutinya. Di dalam kamar itu korban diperkosa. ”Setelah itu korban sempat bermain lagi dengan teman-temannya,” ungkap kapolsek.

Terungkapnya perbuatan MI ini ketika korban mengeluhkan sakit kepada ibunya, Minggu (22/3). Bagian sensitifnya terdapat benjolan dan terasa sakit. Karena curiga, keesokan harinya ibunya kembali memanggil korban. Di situ, sang ibu memancing agar korban bercerita jujur. Dengan perasaan takut, korban pun bercerita mengenai perbuatan MI.

Selanjutnya, orang tua korban melaporkan perbuatan tak senonoh MI ke Polsek Soromandi. Usai menerima laporan, polisi langsung mencari keberadaan MI. ”Pelaku ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya dan sekarang sudah dibawa ke Polres Bima,” kata dia.

Dia menambahkan, pasca penangkapan situasi di desa setempat kondusif. ”Kami sudah mengimbau warga agar mempercayakan penanganan kepada kepolisian. Situasinya aman dan kondusif,” tandasnya. (Waketum MDG)