Media Dinamika Global: Festival
Tampilkan postingan dengan label Festival. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Festival. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Maret 2023

Viral, Sandal Jepit Jadi Mahar Pernikahan di Kebumen


Kebumen - Media Dinamika Global.Id.-Beberapa hari terakhir ini, warganet Kebumen dibuat heboh oleh kabar pernikahan unik. Pernikahan itu menjadi viral dan menuai pro hp dan kontra lantaran bermahar sepasang sandal jepit. 

Salah satu penyebar foto-foto pernikahan ini adalah akun Facebook Nabilla Safira Yuriztya di grup Berita Kebumen. Nabilla mengunggah foto kedua mempelai pengantin yang sedang memamerkan sandal jepit yang ditata dalam bingkai cantik.

Di bingkai itu, tertulis nama mereka, Budi dan Julia. Di antara mereka, ada seorang lelaki usia setengah baya. Nampak wajah mereka sumringah, tak dapat menyembunyikan bungah.

Dalam unggahan fotonya, Nabilla menulis keterangan yang bisa dipahami bahwa pernikahan unik dengan mahar sepasang sandal jepit di terlaksana pada 29 Desember 2018. Akan tetapi, ia hanya menyebutkan Kebumen, tanpa keterangan detail desa atau kecamatan."

Alhamdulillah sah dengan mahar sepasang sandal Swallow. Semoga sakinah mawaddah warrohmah Julia dan Budi,” tulis Nabilla, dikutip Liputan6.com, Senin (31/12/2018).

Pernikahan unik dengan mahar atau mas kawin sandal jepit ini segera saja viral di berbagai lini massa, utamanya Facebook. Pada Senin malam, pukul 22.00 WIB, unggahan ini telah disukai atau ditanggapi sebanyak 6.300 lebih pengguna Facebook.

Unggahan foto pernikahan unik ini juga telah dibagikan sebanyak 894 kali. Dan bisa ditebak, gegap gempita pro dan kontra warganet pun terjadi usai unggahan ini.


Tercatat hingga Senin malam, membanjir sebanyak 452 komentar. Sebagian setuju untuk alasan tertentu. Sebagian lainnya, juga memiliki alasan yang tak kalah kuat untuk tak setuju.

Namun, tak semua warganet langsung percaya dengan pernikahan dengan mas kawin sepasag sandal jepit ini. Salah satunya, akun Widi Widi Widi.

Ada pula yang mengira sandal jepit itu terbuat dari emas. “Temenan nu emas kue jepite (benar, itu sandal jepitnya terbuat dari emas),” tulis akun Insan El Jawyy.

Seorang pengguna Facebook yang nampaknya turut hadir dalam ijab kabul itu, Zahiraa Garden pun segera mengkonfirmasi kebenaran pernikahan unik ini. Bahkan ia pun menginformasikan bahwa banyak yang memvideokan ijab qobul pernikahan ini.

Lantas, ia mengunggah video detik-detik penghulu memimpin ijab kabul pernikahan dengan sandal jepit ini. Memang benar, dalam video tersebut, sang penghulu menyebut "... dengan mas kawin sepasang sandal dibayar tunai."


Komentar pun tambah membanjir usai diunggahnya video ijab kabul ini. Sebagian mendoakan agar pernikahan Budi Risdianto dan Julia Warasita ini langgeng alias sakinah, mawadah dan warahmah.

Meski begitu, ada pula yang merasa bahwa pernikahan dengan mahar sandal jepit ini terlampau murah.

Sontak saja, ada yang membela kedua mempelai. Akun ini beralasan bahwa sepasang sandal adalah perlambang mengarungi biduk rumah tangga berdua. 

“Sebagai simbol untuk berjalan mengarungi rumah tangga,” tulis Arif Van Awickz Jr, beralasan.

Nabilla, sang pengunggah pun berusaha membela kedua mempelai, yang barangkali, adalah temannya. Di antara nada kegembiraan, ia pun menegaskan bahwa sesederhana apa pun maharnya, yang penting pernikahan sah. 

“Nmbe posting wis akeh sing like karo komen...mahar ga perlu mahal gaes.. yg penting SAH... (baru posting sudah banyak yang like dan komen. Mahar tak perlu mahal, Gaes, yang penting sah),” ucap dia dalam bahasa Kebumen.(Morex Bima).

Kamis, 16 Maret 2023

Kemeriahan Karnaval HUT Kabupaten Tanggamus Di Wilayah Pugung


Tanggamus (Lampung). Media Dinamika Global.Id—Hari jadi Tanggamus yang bertempat di wilayah kec Pugung, acara karnapal tersebut mulai start dari lapangan Wai jaha dan finish di Res area pugung, kegiatan tersebut dilaksanakan pada kamis 16-03-2023.

Kegiatan karnapal tersebut di ikuti oleh seluruh Elemen yang ada di kec Pugung antara lain, dari Elemen pendidikan SD, SMP, Elemen pemerintahan pekon, dari Elemen Seni Adat dan Budaya, serta Elemen masyarakat yg mengikuti kegiatan tersebut. 

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka Hari jadi Tanggamus yg ke 26, yang di hadiri Camat Pugung Ahmad yani halim, Sekcam Pugung Zulkarnain selaku Koordinator pelaksana, seluruh kepala pekon di kecamatan Pugung beserta aparaturnya, dari kepolisian pugung beserta jajaran nya, beserta Bhabinsa, dari pihak kesehatan, dan peserta karnaval yang menghadiri.

Dalam kesempatan tersebut Sekcam pugung Zulkarnain mengucapkan, bahwasannya pada hari ini merupakan hari ulang tahun Tanggamus yg ke 26, yang mana dimeriahkan dengan kegiatan karnafal yg dilaksanakan di kecamatan Pugung dan umum nya semua kecamatan dikabupaten Tanggamus. 

Dengan digelarnya kegiatan Ini semoga akan memotifasi masyarakat Pugung dalam segala aktifitas dan menjadikan masyarakat Pugung lebih maju kedepan nya, ucapnya.

Terlebih didalam Seni Adat dan Budaya, untuk kegiatan karnafal tersebut dilaksanakan dalam waktu 3 hari Kedepan, dimulai dari Kamis 16 sampai 18 maret 2023, yang berlokasi ditempat yg sama ya itu di Resarea Pugung.

Dan beberapa Elemen yang mengikuti antara lain, Elmen pendidikan, Kwt, ibu ibu Pkk, budaya, dan dari Dinas dinas instansi terkait diwilayah Pugung, imbuhnya.

Sementara itu kakon sumanda Muhidin, yang mewakili ketua Abdesi pugung dan seluruh kepala pekon kecamatan pugung menyampaikan, disini kami sangat mengapresiasi kegiatan pada hari ini tentang karnafal, dalam rangka memperingati hari ulang tahun Tanggamus yang ke 26. 


Dan harapan kami kedepan semoga Tanggamus bisa lebih maju, dan pemerintahannya bisa mensejahterakan masyarakat Tanggamus, pungkasnya. (yunt)

Sabtu, 15 Oktober 2022

Festival LASQI NTB, Kontingen Kabupaten Bima Raih Juara Umum


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.Id. Festival Seni Qasidah tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat yang digelar oleh Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) Provinsi NTB yang berlangsung mulai tanggal 13 sampai dengan 15 Oktober 2022.

Festival digelar di Alun-alum Tastura, Lapangan Muhajirin, Praya, Kabupaten Lombok Tengah berhasil menempatkan Kontingen LASQI Kabupaten Bima meraih juara umum pada ajang tingkat Provinsi tersebut. Sabtu, (15/1022).

Pada Festival tersebut, duta Kabupaten Bima Faisal meraih Juara I Bintang Vokalis (Bivo) Anak-anak Putra. Posisi yang sama juga diraih Firman (Bivo) Remaja Putra. 

Duta Kabupaten Bima lainnya Wukufiatul Arafah meraih Juara II Bintang Vokalis Dewasa Putri dan Syahruramadhoan berhasil meraih Juara III pada kategori Bintang Vokalis Putra. Demikian halnya pada kategori Pop Religi Anak-anak Putra, M. Fathur Faizun berhasil meraih Juara II.

Dengan capaian ini kontingen LASQI Kabupaten Bima meraih total 5 medali dengan 2 medali emas, 2 Perak dan 1 Perunggu.


Ketua DPD LASQI Kabupaten Bima Hj. Rostiati Dahlan S.Pd Sabtu (15/10) malam usai menerima trophy dan hadiah juara umum mengungkapkan, Alhamdulillah Kontingen Kabupaten Bima berhasil meraih prestasi Juara Umum. Keberhasilan ini berkat dukungan luar biasa Pemerintah Kabupaten Bima melalui Bupati, Wakil Bupati dan Jajaran Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima. 

Terimakasih kepada Para Pengurus LASQI Kabupaten Bima yang telah berjuang dan berproses menuju Festival tingkat Provinsi NTB sehingga berhasil meraih hasil yang memuaskan melaui proses pembinaan secara berjenjang. 

Keberhasilan ini memastikan Kabupaten Bima mengikuti ajang tingkat nasional yang akan berlangsung bulan November mendatang di Kabupaten Karawang. Tandasnya. (MDG 002).

Kamis, 15 September 2022

Walikota dan Ketua Dekranasda Kota Bima Hadiri Acara Road Show dan Talk Show Gubernur NTB


Kota Bima. Media Dinamika Global.Id. Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE bersama Ketua Dekranasda Kota Bima Hj. Elly H. M. Lutfi menghadiri Acara Road Show dan Talk Show Gubernur NTB, Dr. H. Zulkifliemansyah, SE., M.Sc digelar di Taman Panda Kabupaten Bima, Kamis (15/09/22).

Walikota Bima didampingi Asisten 1 Setda Kota Bima, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Bima, Kepala Dinas Koperindag Kota Bima.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut Gubernur NTB, Bupati Bima, Wakil Bupati Bima, Ketua DPRD Kabupaten Bima, Ketua Dekranasda NTB, Pimpinan OPD Lingkup NTB, Pimpinan OPD Lingkup Kabupaten dan Kota Bima, Ketua Dekranasda Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu dan Kota Bima.

Dalam amanatnya, Gubernur NTB Dr. Zulkifliemansyah, SE., M.Sc, menyampaikan pentingnya dilakukan industrilisasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Menurut Gubernur NTB dengan backround pendidikan ekonomi industri ini, industrialisasi bila mampu dilakukan dengan baik akan memberikan dampak yang besar bagi pertumbuhan ekonomi.

Kata Gubernur, dengan sentuhan teknologi akan mendorong berbagai komoditi unggulan daerah NTB akan memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

“Untuk meningkatkan nilai tambah terhadapberbagai produk lokal daerah NTB disanggah oleh Kab/ Kota tidak lagi menjual berbagai produk yang ada secara mentah namun bagaimana berbagai komoditi tersebut dapat diolah terlebih dahulu sebelum dijual kepasaran," ucapnya.


Lanjutnya, keberpihakan pemerintah untuk menyerap berbagai produk hasil olahan masyarakat NTB perlu dilakukan walau kualitasnya masih rendah namun dihargai dengan harga yang pantas.

Ditambahkannya pula, untuk mendapatkan persepsi yang sama terkait pemanfatan produk atau komoditi lokal oleh berbagai pihak perlu dilakukan sosialisasi secara masif terutama dengan pihak Aparat Penegak Hukum sehingga tidak menjadi temuan.

“Siapa yang akan membuat produk atau komoditi lokal daerah tersebut bernilai dan punya pasar kalau pemerintah dan lainnya tidak ikut mendukung, membeli dan memanfaatkannya," ucapnya.

Diakhir penyampaiannya Dr. Zul mengajak Bupati dan Walikota untuk mendorong berbagai produk atau komoditi unggulan di masing-masing daerah, tidak lagi dijual secara mentah namun bisa diolah terlebih dahulu dengan sentuhan teknologi sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih.

“Berbagai produk atau komoditi daerah hendaknya tidak langsung dijual sebagai bahan mentah namun diolah terlebih dahulu dengan sentuhan teknologi”, ajaknya.

Sementara itu Bupati Bima dalam penyampaiannya menyebut Pemerintah Daerah Kabupaten Bima bersama jajaran terkait sedang berupaya keras agar berbagai produk atau komoditas unggulan daerah dapat dikenal secara luas oleh lapisan masyarakat.

“Dengan berbagai upaya yang dilakukan mendorong produk atau komoditas unggulan daerah bisa bernilai tinggi secara ekonomi sehingga hasilnya bisa mendongkrak kesejahteraan masyarakat," sebutnya.

Acara pembukaan berlangsung aman, tertib dan lancar yang kemudian dilanjutkan dengan acara tolk show dengan narasumber Gubernur NTB, Bupati Bima dan Kepala Kantor Karantina Kabupaten Bima yang di moderatori oleh Pimred Suara NTB Agung Talino dan diakhiri dengan photo bersama. (MDG 002)

Walikota Hadiri Acara Road Show dan Talk Show Gubernur NTB


Kota Bima. Media Dinamika Global.Id. Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE bersama Ketua Dekranasda Kota Bima Hj. Elly H. M. Lutfi menghadiri Acara Road Show dan Talk Show Gubernur NTB, Dr. H. Zulkifliemansyah, SE., M.Sc digelar di Taman Panda Kabupaten Bima, Kamis (15/09/22).

Walikota Bima didampingi Asisten 1 Setda Kota Bima, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Bima, Kepala Dinas Koperindag Kota Bima.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut Gubernur NTB, Bupati Bima, Wakil Bupati Bima, Ketua DPRD Kabupaten Bima, Ketua Dekranasda NTB, Pimpinan OPD Lingkup NTB, Pimpinan OPD Lingkup Kabupaten dan Kota Bima, Ketua Dekranasda Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu dan Kota Bima.

Dalam amanatnya, Gubernur NTB Dr. Zulkifliemansyah, SE., M.Sc, menyampaikan pentingnya dilakukan industrilisasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Menurut Gubernur NTB dengan backround pendidikan ekonomi industri ini, industrialisasi bila mampu dilakukan dengan baik akan memberikan dampak yang besar bagi pertumbuhan ekonomi.

Kata Gubernur, dengan sentuhan teknologi akan mendorong berbagai komoditi unggulan daerah NTB akan memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

“Untuk meningkatkan nilai tambah terhadapberbagai produk lokal daerah NTB disanggah oleh Kab/ Kota tidak lagi menjual berbagai produk yang ada secara mentah namun bagaimana berbagai komoditi tersebut dapat diolah terlebih dahulu sebelum dijual kepasaran," ucapnya.

Lanjutnya, keberpihakan pemerintah untuk menyerap berbagai produk hasil olahan masyarakat NTB perlu dilakukan walau kualitasnya masih rendah namun dihargai dengan harga yang pantas.

Ditambahkannya pula, untuk mendapatkan persepsi yang sama terkait pemanfatan produk atau komoditi lokal oleh berbagai pihak perlu dilakukan sosialisasi secara masif terutama dengan pihak Aparat Penegak Hukum sehingga tidak menjadi temuan.

“Siapa yang akan membuat produk atau komoditi lokal daerah tersebut bernilai dan punya pasar kalau pemerintah dan lainnya tidak ikut mendukung, membeli dan memanfaatkannya," ucapnya.

Diakhir penyampaiannya Dr. Zul mengajak Bupati dan Walikota untuk mendorong berbagai produk atau komoditi unggulan di masing-masing daerah, tidak lagi dijual secara mentah namun bisa diolah terlebih dahulu dengan sentuhan teknologi sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih.

“Berbagai produk atau komoditi daerah hendaknya tidak langsung dijual sebagai bahan mentah namun diolah terlebih dahulu dengan sentuhan teknologi”, ajaknya.


Sementara itu Bupati Bima dalam penyampaiannya menyebut Pemerintah Daerah Kabupaten Bima bersama jajaran terkait sedang berupaya keras agar berbagai produk atau komoditas unggulan daerah dapat dikenal secara luas oleh lapisan masyarakat.

“Dengan berbagai upaya yang dilakukan mendorong produk atau komoditas unggulan daerah bisa bernilai tinggi secara ekonomi sehingga hasilnya bisa mendongkrak kesejahteraan masyarakat," sebutnya.

Acara pembukaan berlangsung aman, tertib dan lancar yang kemudian dilanjutkan dengan acara tolk show dengan narasumber Gubernur NTB, Bupati Bima dan Kepala Kantor Karantina Kabupaten Bima yang di moderatori oleh Pimred Suara NTB Agung Talino dan diakhiri dengan photo bersama. (MDG 002)

Gubernur NTB Bersama Bupati Bima, Hadiri Penyelenggaraan Festival Uma Lengge Wawo


Bima NTB. Media Dinamika Global.Id. Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah M.Sc hadir dan membuka secara resmi Penyelenggaraan Festival Uma Lengge Ke-5 di Situs Uma Lengge Desa Maria Kecamatan Wawo yang pada tahun ini mengusung tema "Karawi Kataho, Toho Ndi Tuha", pada Rabu kemarin (14/9). Kamis, (15/09/22).

Prosesi pembukaan ditandai dengan pemotongan "humpa" (tanaman merambat) dan pemukulan Gong oleh Gubernur NTB dan Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE, 

Selain Gubernur NTB dan Bupati Bima, Festival tersebut dihadiri juga Walikota Bima H.Muhammad Lutfi SE, Ketua TP. PKK Kota Bima Hj. Elly Alwainy, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lingkup pemerintah Provinsi NTB dan lingkup Pemerintah Kabupaten Bima.

Gubernur Zul yang mengawali cerita penuh makna tentang petani Thailand antara macan dan ular yang penuh motivasi mengungkapkan, kita harus percaya bahwa setiap ada keinginan, akan selalu ada jalan. Festival Uma Lengge harus menulis kesimpulan untuk kembali hadir pada kegiatan yang akan datang. 

Dikatakan Gubernur, semua Festival bukan hanya sekedar seremoni tetapi mengandung makna mendalam, mengingatkan agar selalu ingat kepada Allah SWT. Mudah-mudahan yang peserta yang hadir mampu memaknai Festival sebagai rasa syukur". Ungkapnya. 

Bupati Bima dalam sambutannya dihadapan Camat dan Muspika Kecamatan Wawo, Kepala desa dan Panitia mengatakan, Uma Lengge merupakan kebanggaan masyarakat Wawo dan kita bisa melihat, sejak dahulu begitu besar menfaat bangunan ini yang tidak hanya menjadi tempat menyimpan berbagai kebutuhan pangan tetapi menjadi tempat berkumpul, bermusyawah dan merencanakan berbagai hal. Terang Bupati. 

Berkaitan dengan pelaksanaan Festival, pemerintah daerah memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan oleh Kepala Desa dan panitia melalui inisiasi kegiatan Festival Uma Lengge yang memiliki ciri khas. Masyarakat Maria diharapkan dapat menjaga dan memelihara situs Uma Lengge dan pemerintah daerah sendiri terus berupaya agar dalam hal pemeliharaan bangunan mendapatkan dukungan dari pemerintah.

Menutup sambutannya, Bupati menyampaikan terima kasih atas kehadiran Gubernur dan upaya-upaya promosi destinasi wisata Kabupaten Bima oleh Pemerintah provinsi NTB. 

Pada kesempatan tersebut Bupati IDP menyerahkan bantuan pribadi senilai Rp 10 juta untuk mendukung pendanaan event. Hal yang sama juga disampaikan Gubernur NTB yang memberikan sumbangan dana Rp 100 juta bagi penyelenggaraan kegiatan Festifal. 

Sebelumnya, Kepala desa Maria Imran Ibrahim S.Pd yang didampingi Ketua Panitia dalam pengantarnya menyampaikan, mewakili seluruh elemen masyarakat Desa Maria menyampaikan ucapan terima kasih kehadiran Gubernur, Bupati dan Walikota Bima. (MDG 002)

Jumat, 02 September 2022

Regu Guru SMAN 3 Mampu Menampilkan Yang Terbaik Pada Lomba Gerak Jalan Pramuka Kota Bima


Kota Bima. Media Dinamika Global.Id. Pemerintah Kota Bima melaksanakan lomba gerak jalan indah hari terakhir dalam rangka memperingati HUT Pramuka ke-61 dan HUT ke-77 Republik Indonesia sudah memasuki hari terakhir. Jum'at, (02/09/22).

Seperti yang telah di Agendakan oleh Kota Bima, Gerak jalan indah tahun ini dilaksanakan selama 5 hari sejak tanggal 29 Agustus 2022 hingga 2 September 2022. Pada hari pertama, diikuti oleh siswa tingkat SMA/SMK/MA dan Sekolah Swasta lainnya, setelah itu disusul oleh regu gerak jalan tingkat SMP, dan juga regu gerak jalan tingkat SD.

Pada hari terakhir peserta gerak jalan indah diikuti oleh 75 Regu terdiri dari Guru SD, SMP, SMA se Kota Bima, dan 2 Regu Eksebisi dari Darmawanita Persatuan terdiri dari istri pimpinan OPD/Badan lingkup Pemerintah Kota Bima, sehingga total regu gerak jalan indah di hari terakhir ini sebanyak 77 Regu.

Dalam kesempatan gerak jalan memperingati hari Pramuka Ke-61 dan HUT RI Ke-77, SMA Negeri 3 Kota Bima, terus ikuti berpartisipasi baik dari tingkat Siswa hingga para dewan Guru.

Seperti pantauan Media ini, semangat gerak jalan yang begitu besar dilakukan oleh seluruh guru, hingga mampu mempersembahkan penampilan terbaik mereka dihadapan Masyarakat, Juri hingga di depan Walikota Bima yang menyambutnya penuh semangat.


tidak hanya itu, sesampainya di garis finish, kemudian peserta guru-guru dari SMAN 3 Kota Bima ini, menunjukan kekompakan dengan beberapa formasi dan atraksi yang mereka pelajari dalam latihan persiapan sebelumnya.

Hal ini tentunya membuat sebuah momen yang tak terlupakan oleh mereka, karena seusia Bapak dan Ibu guru masih bisa menikmati penampilan sebagaimana layaknya anak-anak didik mereka lakukan.

Karena bahagianya, tidak sedikit ucapan terimakasih mereka yang telah berkesempatan menjadi peserta gerak jalan terhadap Pimpinan mereka yakni Jon Hermansyah HAb, S.Pd.M.Pd, selaku Kepala SMAN 3 Kota Bima, hari ini mereka bisa menampilkan yang terbaik dan sangat memuaskan

Dan harapan mereka semoga apa yang mereka tampilkan hari ini menjadi pemacu semangat dan kebersamaan agar kedepannya dapat menampilkan yang lebih baik lagi. (MDG 002)

Selasa, 30 Agustus 2022

Keluarga Besar SMAN 4 Kota Bima, Ikut Sukseskan Festival Rimpu Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.Id. Pemerintah Kota Bima NTB menggelar kegiatan festival Rimpu, agenda yang bertajuk Pesona Rimpu Mantika tersebut sedikitnya diikuti oleh puluhan ribu peserta yang tergabung dari berbagai wilayah Kecamatan dan hingga kelurahan, dan seluruh Instansi Se-Kota Bima, Sabtu, (27/8/22).

Semarak kegiatan Festival Rimpu tersebut terlihat begitu meriah. Partisipasi sejumlah peserta yang didominasi oleh kaum perempuan itu pun patut diapresiasi. Mereka mengenakan busana rimpu dengan sarung tenun "Tembe Nggoli" sebutannya itu dengan berbagai corak dan warna.

Dalam Festival Rimpu itu, Seluruh warga SMAN 4 Kota Bima sangat Bangga serta antusias ikut memeriahkan dan memadati jalan utama Kota Bima, star dari lapangan Serasuba menuju Kantor Wali Kota Bima dalam festival Rimpu yang merupakan puncak perayaan dalam rangka memperingati hari kemerdekan Negara Republik Indonesia yang ke 77 tahun 2022 di Kota Bima.


Kepala SMA 4 Kota Bima St. Maryatun, S.Pd, M. Pd menuturkan, hari SSabtu yang bertepatan dengan Sabtu Budaya di SMAN 4 Kota Bima , "Siwe Mantika dan Baba Ma Gagah", (seluruh siswa dan siswi SMAN 4 ikut mengenal dan merasakan langsung moment budaya yang diselenggarakan Pemkot Bima sebagai pengalaman yang sarat nilai Budaya dan religius.

Semoga siwe mantika dan baba ma gagah(seluruh siswa/siswi smanpatkobi dapat meresapi subtansi dan nilai luhur budaya dibalik festival keren ini.

Pantauan Media ini, seluruh Keluarga Besar SMAN 4 Kota Bima dan para peserta yang lainnya tiba di Kantor Wali Kota sebagai titik garis finis setelelah star dari dua titik pukul 07:00 Wita, dan dilanjutkan dengan kegiatan pengundian Doorprize Oleh Walikota dan seluruh Panitia. (MDG 002).

Keluarga besar SMAN 3 Kota Bima, Ikut Memeriahkan Festival Rimpu Kota Bima.


Kota Bima. Media Dinamika Global.Id. Keluarga besar SMAN 3 Kota Bima ikut berpartisipasi memeriahkan pawai budaya memperingati Hari Kemerdekaan Ke-77 RI yang diselenggarakan oleh Pemkot. Sabtu, (27/8/22).

Para peserta star dari Lapangan Pahlawan Raba dengan mengenakan Rimpu yang merupakan sebuah budaya Tradisional dalam dimensi busana masyarakat Kota/Kabupaten Bima.

Selain dari Lapangan Pahlawan Raba, peserta pawai lainnya juga star dari Lapangan Merdeka Kota Bima, yang kemudian sama-sama finis di depan Kantor Walikota.

Rimpu yang dikenakan kaum perempuan ini sangat unik dan khas serta tertutup sebagaimana disyariatkan dalam ajaran Islam. Pakaian adat Rimpu ini secara umum dapat dibedakan menjadi dua jenis yakni Rimpu Mpida dan Rimpu Biasa.

PakaianRimpu Mpida dikenakan oleh kaum perempuan yang belum menikah. Rimpu Mpida terbagi lagi ke dalam beberapa jenis, salah satunya adalah Rimpu Cili. Rimpu Cili menutup sekujur tubuh dan hanya menyisakan bagian mata yang terbuka sehingga menyerupai cadar, sedangkan Rimpu Biasa dikenakan oleh perempuan yang telah menikah. Sedikit berbeda dengan Rimpu Cili, Rimpu Biasa membiarkan bagian wajah penggunanya tetap terbuka.

Bila kaum hawa mengenakan rimpu, para laki-laki mengenakan saremba tembe dan katente tembe. Saremba tembe adalah mengenakan sarung seperti selempangan sedangkan katente tembe adalah melilitkan sarung ke pinggang hingga menutupi lutut.

Kepala SMAN 3 Kota Bima, Jon Hermansyah, S.Pd, M.Pd mengaku senang dan bangga dapat ikut serta memeriahkan pawai budaya tersebut. Menurutnya kegiatan seperti ini selain dapat melestarikan budaya daerah Bima, juga dapat meningkatkan perekonomian bagi masyarakat setempat. Pasalnya saat pawai digelar, banyak para penjual yang menawarkan berbagai jenis jajanan maupun produk lokal sehingga hal tersebut tentu saja dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Hal senada juga diungkapkan Wakasek Humas SMAN 3 Kota Bima, Suhada, S.Pd, M.Pd. Sebagai perempuan Bima, ia dan seluruh keluarga besar SMAN 3 Kota Bima mengapresiasi kegiatan yang diadakan dalam rangka memperingati HUT Ke-77 RI ini, karena dapat memperkaya pengetahuan masyarakat tentang budaya Bima terutama bagi para generasi muda. Suhada juga mengharapkan kedepannya acara seperti ini dapat dilaksanakan lagi sehingga dapat menjadi wadah untuk melestarikan budaya Indonesia

Pada pawai budaya kali ini para peserta juga menampilkan berbagai atraksi kesenian daerah Bima seperti hadrah, ndiri rawa mbojo, kareku kandei dan berbagai kesenian daerah Bima lainnya. (MDG 002).

Senin, 29 Agustus 2022

Wali Kota Bima HML Didampingi Ketua TP-PKK Kota Bima, Menyambut Peserta Gerak Jalan.


Kota Bima. Media Dinamika Global..Id. Pemerintah Kota Bima kembali melaksanakan lomba gerak jalan indah dalam rangka memperingati HUT Pramuka ke-61 dan HUT ke-77 Republik Indonesia. Senin, (29/08/22).

Gerak jalan ini sendiri akan berlangsung selama lima hari kedepan, sejak tanggal 29 Agustus 2022 hngga 2 September 2022. Di hari pertama, diikuti sebanyak 36 regu dari tingkat SMA/SMK/MA dan Sekolah Swasta lainnya.

Berbalut pakaian pramuka lengkap, para peserta gerak jalan indah start dari Lapangan Sera Suba Kota Bima dan finish di Samping Kantor Dinas Pariwisata Kota Bima.

Seluruh peserta gerak jalan disambut langsung oleh Wali Kota Bima H. Muhammad Lutfi, SE yang didampingi Ketua TP-PKK Kota Bima Hj. Ellya Alwaini HM. Lutfi, Ketua DPRD Kota Bima, Sekretaris Daerah Kota Bima serta Kepala OPD Lingkup Pemerintah Kota Bima yang juga mengenakan pakaian pramuka.

Antusiasme masyarakat terlihat memenuhi bahu jalan yang dilewati oleh peserta. Setelah sebelumnya kegiatan Lomba Gerak Jalan Indah tidak dilaksanakan selama dua tahun akibat Pandemi COVID-19.

Regu yang telah sampai di garis finish, kemudian menunjukan kekompakan dengan beberapa formasi dan atraksi yang dimiliki. Hal tersebut tentu saja mengundang kehebohan dari penonton yang berada di sekitar area finish.

Diharapkan dengan dihidupkannya kembali kegiatan-kegiatan mampu menjunjung sportivitas, membangun kebersamaan serta dapat memaknai nilai-nilai perjuangan para pahlawan. (MDG 002).

Sabtu, 27 Agustus 2022

Ketua DPC Partai Gerindra Tampak Bahagia Saat Festival Rimpu Kota Bima


Kota Bima. Media Dinamika Global.Id. Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bima Khalid Bin Walid ikut dalam Festival Pawai Rimpu yang digelar oleh Dekranasda Kota Bima. Sabtu (27/08/22).

Pakaian adat Rimpu adalah salah satu jenis pakaian tradisional yang dimiliki oleh daerah Kabupaten dan Kota Bima, Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bahan dasarnya adalah sarung tenun asli Bima yang dipakai dengan cara bagian atas dililit pada kepala dan terurai ke bagian bawah.

Rimpu umumnya dikenakan oleh perempuan Bima. Ada dua jenis rimpu yang terdapat di daerah itu, pertama Rimpu Mpida atau rimpu kecil yang model pemakaiannya menutupi seluruh bagian muka, hanya mata yang terlihat. Jenis rimpu ini menandakan pemakainya perempuan yang belum menikah atau masih perawan.

Ketua DPC Gerindra Kota Bima yang juga Anggota DPRD Kota Bima Dua Periode Khalid Bin Walid menyampaikan apresiasi yang mendalam pada Dekranasda Kota Bima yang memprakarsai Festival Pawai Rimpu.

Menurut Walid Sapaan Akrabnya Pawai tradisiona budaya rimpu dalam rangka memperingati hut ke 77 warga menenuhi jalan dari timur dan barat sepajang 5 kilo meter.

“Antusias masrakat sangat mengejutkan sekali menikmati pawai budaya, masyarakat sangat senang dan bahagia” ungkap nya.

Walid juga berkomentar bahwa pelaksanaan Festival Pawai Budaya pesertanya Terdapat berbagai macan suku,ras dan agama.

“Berbagai kalangan ikut pawai budaya bima dari berbagai Suku, Ras dan Agama melebur dalam sebuah kegiatan Pawai Budaya Bima” demikian Ungkap Walid. (,MDG 002).

Wali Kota HML dan Ketua Dekranasda Kota Bima, Tengah Menyaksikan Puluhan Ribu Peserta Festival Rimpu


Kota Bima. Media Dinamika Global.Id. Festival Pawai Rimpu yang di Gelar pada Hari Sabtu 27 Agustus 2022 sungguh sangat menggembirakan warga sehingga pesertanya hingga tembus 40 Ribu. Sabtu (27/08/22).

Dan di antara puluhan ribu peserta itu Ada Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) dan istrinya Ketua Dekranasda Kota Bima Hj. Ellya Alwaini selaku penggagas Kegiatan Festival Rimpu tersebut.

Liputan langsung sejumlah Awak Media  saat berlangsungnya Pawai Rimpu nampak Walikota HML mengenakan Sambolo diatas kepalanya dan Umi Elly mengenakan “Rimpu” semakin nampak cantik Aura Ketua Dekranasda mengenakan Pakaian Adat Bima.

Pakaian adat Rimpu adalah salah satu jenis pakaian tradisional yang dimiliki oleh daerah Kabupaten dan Kota Bima, Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB).

Rimpu umumnya dikenakan oleh perempuan Bima. Ada dua jenis rimpu yang terdapat di daerah itu, pertama Rimpu Mpida atau rimpu kecil yang model pemakaiannya menutupi seluruh bagian muka, hanya mata yang terlihat. Jenis rimpu ini menandakan pemakainya perempuan yang belum menikah atau masih perawan.

Kota Bima menorehkan rekor sebanyak 20.165 orang peserta. Lebih banyak dari Kabupaten Dompu yang lebih dulu berhasil pecahkan rekor dunia dengan peserta 13 ribu orang pada tahun 2015 lalu. Dan langsung mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Pelaksanaan Festival Rimpu waktu itu berlangsung pada Sabtu (12/10/2019). Puluhan ribu masyarakat Kota Bima tumpah ruah mengikuti Festival Rimpu yang ditargetkan sebanyak 15 ribu. Jumlah itu membludak diluar dugaan hingga mencapai 20.165 ribu peserta.

Pagelaran yang sama digelar hari ini 27 Agustus 2022 Di masa Kepemimpinan Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) menggelar kegiatan yang sama seperti di tahun 2019 silam.

Yang membedakan hanya Jumlah Peserta saja, di Tahun 2019 Festival Pawai Rimpu dengan Jumlah Peserta 20.165 ribu dengan Mendapatkan Rekor MURI, kini di Tahun 2022 peserta meningkat dua kali lipat yakni dengan Total kupon yang terregistrasi di Dinas Pariwisata Kota Bima sebanyak 40 ribu.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima Muhammad Nasir, M. Pd saat dikonfirmasi media online Bimantika Sabtu 27 Agustus 2022 menyebutkan bahwa untuk Festival Pawai Rimpu 2022 peserta yang mengikutinya sekitar 40 ribu peserta dari berbagai kalangan yang sudah terregistrasi.

“Ini tentunya menjadi sebuah catatan penting peningkatan tajam antusias warga Kota Bima dalam sebuah pagelaran yang menggembirakan” ungkapnya.

Nasir menyebutkan bahwa Titik star Peserta Festival Pawai Rimpu 2022 berada pada dua Lokasi yakni untuk peserta dari Kecamatan RasanaE Barat dan Kecamatan Asakota titik starnya dari Lapangan Serasuba, sedangkan untuk peserta Kecamatan Mpunda, Rasanae timur dan Raba titik starnya di Lapangan Pahlawan.

“Bagi peserta dari BUMN, Organisasi Kepemudaan dan Kemahasiswaan serta Pihak lainnya yang ikut serta dalam pawai disesuaikan oleh Pihak Panitia” ungkap Nasir.

Menurutnya Momentum Pawai Rimpu 2022 warga Kota Bima memiliki antusias yang begitu tinggi sehingga pesertanya melebihi dari yang di targetkan.

“Kita targetkan peserta 30 ribu ternyata yang mengikuti lebih dari yang kita targetkan yakni 40 ribu” ujarnya.

Menurut Nasir bahwa Pawai Rimpu adalah ajang “Pesta Rakyat” yang tentunya pesertanya adalah dari warga Kota Bima yang dalam pelaksanaannya peserta merasakan riang gembira.

Sisi lainnya, Masih menurut Nasir bahwa dari kegiatan Festival Pawai Rimpu berdampak positif pada perputaran roda ekonomi rakyat arus bawah.

“Bayangkan saja 40 an ribu membeli pernak pernik Pawai Rimpu, sudah berapa duit yang mengalir di Kota Bima dengan event ini” ujarnya.

Nasir mengemukakan bahwa Festival Pawai Rimpu adalah satu kesatuan dari Momentum perayaan dan memeriahkan HUT RI ke 77.

“Momentum ini sekaligus dalam rangka menggerakkan ekonomi masyarakat arus bawah atau ekonomi rakyat, secara tidak langsung sektor perekonomian dengan sendirinya akan bergerak dalam kegiatan yang melibatkan puluhan ribu warga” demikian ungkap Nasir.

Antusiasme warga yang begitu tinggi menurut Nasir sampai waktu batas pengurusan administrasi KTP masih banyak lagi yang belum mendapatkan Kupon dalam Festival Pawai Rimpu.

“Selesai kita melakukan Pawai Rimpu, kita akan membakar seluruh KTP warga yang terkumpul sekaligus untuk menjawab pertanyaan sebagian kecil warga yang mempertanyakan KTP peserta Pawai Rimpu” Ujar Nasir.

Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) yang di wawancara khusus oleh Media Online Bimantika 27 Agustus 2022 mengucapkan terimakasih yang amat sangat dalam atas antusias warga yang begitu besar dalam kegiatan Pawai Rimpu.

“Saya sampaikan ucapan terimakasih pada seluruh lapisan masyarakat Kota Bima yang begitu antusias dalam acara Festival Pawai Rimpu sebagai bentuk melestarikan warisan budaya leluhur” ujar Walikota HML. (MDG 002).

Pegawai Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bima Meriahkan Festival Rimpu Kota Bima


Kota Bima. Media Dinamika Globa.Id. Pegawai Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bima meriahkan festival Rimpu Kota Bima yang bertema "Rimpu Mantika", dalam rangka memperingati puncak HUT RI Ke-77. Sabtu, (27/08/22)

Rimpu adalah pakaian adat Bima bagi perempuan yang dibentuk dari sarung bima.Tradisi berbusana (Rimpu) bagi wanita muslimah dengan menggunakan sarung tradisional khas daerah Bima. Rimpu pertama kali diperkenankan setelah masuknya Islam di Kesultanan Bima, sebagai bentuk tata cara ajaran Islam dalam menutup aurat bagi setiap wanita muslimah.

Selain itu Rimpu merupakan Budaya Tradisional Bima yang masih dijaga kelestariannya hingga saat ini, "Rimpu ini adalah pakaian yang diperuntukkan bagi kaum perempuan, sedangkan kaum lelakinya tidak memakai Rimpu tetapi ”Katente Tembe” (menggulungkan sarung di pinggang). 

Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bima turut hadir dalam menggelorakan festival pakaian adat ini, dimana perempuan mengenakan pakaian rimpu dan pria mengenakan saremba tembe. 

Festival ini diikuti oleh ribuan warga yang memiliki semangat yang sama, yaitu menjaga Budaya Bima. Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bima sangat mengapresiasi pemerintah Kota Bima atas terselenggaranya dengan meriah, lancar dan aman. (MDG 005)

Keluarga Besar Kelurahan Penaraga, Ambil Bagian Memeriahkan Festival Rimpu Kota Bima.


Kota Bima. Media Dinamika Global.Id. Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bima di bawah kendali Ketua Dekranasda Kota Bima Hj. Elly Alwaini sukses menggelar Festival Pawai Rimpu Kota Bima, (27/08/22).

Pakaian adat Rimpu adalah salah satu jenis pakaian tradisional yang dimiliki oleh daerah Kabupaten dan Kota Bima, Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bahan dasarnya adalah sarung tenun asli Bima yang dipakai dengan cara bagian atas dililit pada kepala dan terurai ke bagian bawah.

Rimpu umumnya dikenakan oleh perempuan Bima. Ada dua jenis rimpu yang terdapat di daerah itu, pertama Rimpu Mpida atau rimpu kecil yang model pemakaiannya menutupi seluruh bagian muka, hanya mata yang terlihat. Jenis rimpu ini menandakan pemakainya perempuan yang belum menikah atau masih perawan.

Lurah Penaraga Kota Bima Muhajir S.sos melalui Media ini menuturkan pada momentum festival digelar pada 27 Agustus 2022, bahwa untuk Festival Pawai Rimpu 2022 peserta yang mengikutinya sekitar 40 ribu peserta dari berbagai kalangan yang sudah terregistrasi, termasuk didalamnya warga Kelurahan Penaraga.

Tentu ini menjadi sebuah catatan penting peningkatan tajam antusias warga Kota Bima dalam sebuah pagelaran yang menggembirakan” .


Masih menurutnya, bahwa Pawai Rimpu adalah ajang “Pesta Rakyat” yang tentunya pesertanya adalah dari warga Kota Bima yang dalam pelaksanaannya peserta merasakan riang gembira.

Dalam Festival Rimpu dimana peserta Wanita menggunakan Rimpu sedangkan Laki laki menggunakan Saremba tembe. kegiatan ini juga bertujuan untuk  meningkatkan pariwisata serta  UMKM Kota Bima, hingga berdampak positif pada perputaran roda ekonomi rakyat arus bawah.

“Bayangkan saja 40 an ribu membeli pernak pernik Pawai Rimpu, sudah berapa omset yang mengalir di Kota Bima dengan event ini” ujarnya.

Terakhir, semoga event seperti ini terus berlanjut untuk tahun-tahun yang akan datang, sebab selain ajang pesta Rakyat, event ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap bagaimana melestarikan Budaya Tradisional yang sudah menjadi turun temurun. (MDG 002).

Keluarga Besar Kodim 1608/Bima, Ikut Serta Memeriahkan Festival Rimpu Kota Bima


Kota Bima. Media Dinamika Global.Id. Puluhan Ribu Masyarakat dari berbagai wilayah di Kota Bima memeriahkan kegiatan Seni dan Budaya Festival Pawai Rimpu dalam rangka Memeriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke - 77 Tahun 2022. Sabtu, (27/08/22).

Hadir dalam Kegiatan tersebut Walikota Bima Bapak. H.M. Lutfi, S.E, Dandim 1608/Bima Letkol Inf. Muhamad Zia Ulhaq, S.Sos, Kapolres Bima Kota  AKBP Rohadi S.I.K, Ketua DPRD Kota Bima Bapak. Alvian Indrawirawan, S.Adm, Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan, SH, Sekda Kota Bima Bapak Drs. H. Mukhtar, MH, Danyon Brimob, Kasdim 1608/Bima Mayor CZI Edi Gustaman, Wakapolresta Bima Kompol Mujahidin, Asisten 1 Kota Bima Drs.H. Abdul Gawis 

Festival Rimpu kali ini di Bagi dua titik start dari Wilayah timur Titik Star di Lapangan Pahlawan Kelurahan Rabadompu yang di pimpin Walikota Bima Bpk.M Lutfi, S.E sedangkan dari Wilayah Barat titik start di Lapangan Kemerdekaan/Sarasuba dipimpin Ketua DPRD Kota Bima Bapak. Alvian Indrawirawan, S.Adm, walaupun ada perbedaan titik start, namun titik Finishnya sama di Kantor Walikota Bima.


Dalam Festival Rimpu dimana peserta Wanita menggunakan Rimpu sedangkan Laki laki menggunakan Saremba tembe. kegiatan ini juga bertujuan untuk  meningkatkan pariwisata serta  UMKM Kota Bima.

Kegiatan festival pawai Budaya Rimpu yang merupakan budaya warisan secara turun temurun oleh masyarakat Bima bertujuan menjunjung tinggi nilai ajaran Islam bahwa kaum wanita yang sudah aqil baligh diharuskan menutup aurat dihadapan yang bukan muhrimnya.

Pada Kesempatan tersebut, Dandim 1608/Bima Letkol Inf. Muhammad Zia Ulhaq, S.Sos selaku Putra Daerah Bima Mengungkapkan “Budaya Rimpu patut kita lestarikan dan kita jaga, karena Budaya Rimpu ini merupakan warisan leluhur dimana kita dapat mengenang kembali saat masyarakat Bima mengenal ajaran Islam.

Lebih lanjut Dandim menambahkan Rimpu merupakan pakaian pengganti kerudung (kerudung adalah khimar, bukan jilbab syar'i)

Budaya Rimpu telah hidup dan berkembang sejak berdirinya Kesultanan Bima, Tutup Dandim. (MDG 002).