Media Dinamika Global: Pendidikan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Oktober 2026

Kepala SLB Al-Ghifari Harap Perhatian Pemerintah Bangun Ruang Kelas Baru, Lahan Masih Luas dan Memungkinkan


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Sekolah Luar Biasa (SLB) Al-Ghifari Kel Kumbe Kecamatan Rasanae' Timur Kota Bima di bawah Kepemimpinan Sanusi, S.Pd masih membutuhkan Ruang Belajar (Rombel).

Melalui Media ini disampaikan sebuah harapan besar akan adanya perhatian serius dari Pemerintah Provinsi NTB dalam hal ini Kepala Kantor Cabang (KCD) Dikbudpora Propinsi maupun Pemerintah Pusat untuk membantu pembangunan ruang kelas baru di SLB yang ia pimpinnya.

Hal itu disampaikan Sanusi saat ditemui di sela-sela kegiatannya. Kamis, (28/09/26).

Menurut Sanusi, saat ini jumlah siswa berkebutuhan khusus yang bersekolah di SLB Al-Ghifari Alhamdulillah mengalami peningkatan. Sementara jumlah ruang kelas yang ada masih sangat terbatas dan belum ideal untuk proses belajar mengajar yang nyaman bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

"Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah untuk memberikan bangunan tambahan kelas. Karena terus terang, siswa kami ada dan mereka membutuhkan ruang belajar agar mereka mendapatkan ilmu ditempat yang aman dan nyaman, sementara ruangan kami masih kurang," ujar Sanusi.

Lanjutnya, Ia juga menjelaskan, kondisi lahan sekolah saat ini masih sangat memungkinkan untuk dilakukan pengembangan, "Alhamdulillah, lahan sekolah kami ini masih kosong dan luas. Sangat memungkinkan untuk membangun beberapa ruang kelas lagi, mungkin 2 sampai 3 lokal lagi bisa. Lokasinya juga sudah siap, tinggal bagaimana dukungan anggaran dari pemerintah agar semuanya terwujud," jelasnya.


Sanusi menambahkan, dengan adanya tambahan ruang kelas baru, proses belajar akan lebih efektif. Akibat kekurangan rombel, kalau ga kami gabung, terpaksa kami gunakan bangunan yang terbuka, tanpa memiliki dinding pada bagian sampingnya, namun persoalannya mereka tidak begitu fokus dalam menerima pelajaran, sehingga konsentrasi anak-anak kurang maksimal.

"Kami tidak minta yang mewah, kami hanya minta ruang kelas yang layak untuk anak-anak istimewa ini. Mereka punya hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan di tempat yang layak dan nyaman seperti anak-anak lainnya," harapnya.

"Semoga melalui pemberitaan ini, aspirasi kami didengar. Kami yakin pemerintah pasti punya perhatian untuk memberikan fasilitas yang layak untuk anak-anak SLB," tutupnya. (Tim MDG)

Minggu, 27 September 2026

EW-LMND NTB Apresiasi Lalu Hadrian Irfani Hadir di Dialog Publik, Titip Aspirasi Pendidikan NTB

Dialog publik, (Ist/Surya)

MATARAM, Media Dinamika Global - Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND) Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan apresiasi atas kehadiran H. Lalu Hadrian Irfani, S.T., M.Si., Wakil Ketua Komisi X DPR RI, sebagai salah satu narasumber dalam Dialog Publik yang membahas masa depan pendidikan di NTB.

Dialog publik tersebut mengangkat tema “Membaca Arah Pendidikan: Pemerataan Akses, Peningkatan Mutu, Kesejahteraan Guru, dan Keadilan Anggaran.” Kegiatan berlangsung di Bhumi Resto, depan Kampus UIN Mataram, Minggu (27/9/2026), mulai pukul 16.00 WITA.

Forum ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang yang memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan dan kebijakan publik. Selain H. Lalu Hadrian Irfani, Isnaini, S.Pd., M.H., M.Pd, (Akademisi UMMAT), Assoc. Prof. Dr. Syamsuriansyah, M.M., M.Kes. dari Universitas Bima Internasional MFH (UNBIM), serta Sadrul Imam, S.Ip., M.Ip., (Praktisi pendidikan NTB).

Ketua EW-LMND NTB, Arif Haryadin, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh narasumber, khususnya H. Lalu Hadrian Irfani yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berdialog bersama mahasiswa serta masyarakat.

Menurut Arif, kehadiran Wakil Ketua Komisi X DPR RI dalam forum ini menjadi momentum penting untuk menyampaikan berbagai aspirasi yang selama ini berkembang di tengah masyarakat NTB, khususnya terkait akses dan kualitas pendidikan.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak H. Lalu Hadrian Irfani yang telah hadir di tengah-tengah kami. Ini merupakan kesempatan penting bagi mahasiswa dan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, terutama terkait persoalan pendidikan di NTB,” ujar Arif dalam sambutannya.

Arif menilai, pendidikan tidak hanya berbicara mengenai ruang kelas dan proses belajar mengajar. Lebih dari itu, pendidikan berkaitan erat dengan masa depan generasi muda, kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan yang layak, kualitas tenaga pendidik, hingga kebijakan anggaran yang mampu menjangkau masyarakat secara merata.

Karena itu, EW-LMND NTB berharap dialog ini menjadi ruang terbuka untuk membicarakan berbagai persoalan pendidikan secara konstruktif dan melahirkan gagasan yang dapat diperjuangkan pada tingkat kebijakan.

Di akhir sambutannya, Arif secara khusus menitipkan harapan kepada H. Lalu Hadrian Irfanti sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR RI agar aspirasi masyarakat NTB yang berkaitan dengan pendidikan dapat terus diperjuangkan di tingkat nasional.

Salah satu perhatian yang dititipkan adalah perluasan akses beasiswa bagi putra-putri NTB, baik untuk jenjang S1 maupun S2, bahkan S3, sehingga semakin banyak generasi muda daerah yang memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

“Kami berharap Bapak H. Lalu Hadrian Irfanti dapat terus memperjuangkan kepentingan pendidikan masyarakat NTB, termasuk memperluas akses dan kuota beasiswa S1 maupun S2 bagi anak-anak NTB. Banyak generasi muda kita yang memiliki potensi, tetapi masih membutuhkan dukungan dan kesempatan,” tegas Arif.

Selain persoalan beasiswa, EW-LMND NTB juga berharap perhatian terhadap pemerataan akses pendidikan, peningkatan mutu sekolah, kesejahteraan guru, serta keadilan dalam pengalokasian anggaran pendidikan dapat terus menjadi bagian dari perjuangan kebijakan di tingkat nasional.

Bagi Arif, forum dialog publik bukan kegiatan seremoni, melainkan ruang untuk mempertemukan gagasan antara mahasiswa, akademisi, praktisi pendidikan, dan pengambil kebijakan.

Lewat dialog ini, kita bisa menyampaikan aspirasi secara langsung kepada DPR RI, sekaligus menjadi bahan masukan dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih berpihak pada kebutuhan masyarakat.

“Pendidikan adalah investasi masa depan. Karena itu, suara mahasiswa dan masyarakat harus terus didengar agar arah kebijakan pendidikan benar-benar menjawab kebutuhan daerah,” pungkas Arif.

(Surya Ghempar).

Sabtu, 26 September 2026

Hadiri Wisuda STKIP Tamsis, Wabup Bima Tekankan Adaptasi Digital


Bima NTB. Media Dinamika Global.id. Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy menghadiri Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana XXII STKIP Taman Siswa Bima di Auditorium Sudirman STKIP Taman Siswa Bima. Sabtu (26/09/26) 

Pada prosesi pengukuhan lulusan tahun ini, sebanyak 530 wisudawan resmi disematkan gelar sarjananya. 265 orang sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), 122 orang Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR), 96 orang Pendidikan Teknologi Informasi (PTI), 12 orang Pendidikan Sejarah, 11 orang Pendidikan Matematika dan 24 wisudawan berprestasi dan terbaik.

Dalam sambutannya di hadapan Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, serta jajaran Forkopimda, Wabup menegaskan bahwa wisuda merupakan gerbang awal memasuki dunia kerja yang dinamis di tengah pesatnya era transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI).

"Perkembangan teknologi dan dinamika dunia kerja menuntut generasi muda untuk terus belajar dan beradaptasi.

 Kemampuan digital harus selalu berjalan seiring dengan integritas, karakter, serta kepedulian terhadap masyarakat," tegas dr. H. Irfan Zubaidy.


Wabup juga menyoroti peran strategis STKIP Tamsis sebagai mitra Pemkab Bima dalam mencetak SDM berkualitas, khususnya di bidang pendidikan. Ia mengajak para lulusan untuk aktif berpartisipasi dalam pembangunan daerah dengan memegang teguh nilai Maja Labo Dahu.

Sementara itu, Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Assoc. Prof. Dr. Ibnu Khaldun, M.Si., mengapresiasi kelulusan 530 alumni tersebut dan menegaskan komitmen kampus untuk terus meningkatkan kualitas riset serta sarana pendidikan agar lulusannya siap bersaing.

Perwakilan wisudawan terbaik, Nur Halizah Andini, dalam pesan dan kesannya menyampaikan rasa terima kasih serta haru mendalam kepada seluruh dosen, jajaran pimpinan civitas akademika dan orang tua yang telah mendampingi perjalanan studi mereka hingga meraih gelar sarjana. (Tim MDG/ADV)

Selasa, 15 September 2026

Kepala SDN Inpres Sarae Me, e Rela Mengajar Gantikan Guru Yang Berhalangan, Demi Siswa Tak Kehilangan Jam Belajar


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Sosok kepala sekolah yang tidak hanya duduk di balik meja kantor, ditunjukkan oleh Kepala SDN Inpres Sarae Me,e "Yunus, S.Pd. Dedikasi dan totalitasnya dalam dunia pendidikan menuai pujian dan apresiasi dari dewan guru dan wali murid.

Bukan hanya sekali, aktivitas mulia tersebut rutin ia lakukan. Setiap kali ada guru yang tidak hadir dan kelas kosong tanpa pengajar, tanpa menunggu lama dan tanpa banyak bertanya, Yunus, S.Pd. langsung mengambil alih dan masuk ke kelas untuk mengisi kekosongan jam pelajaran tersebut.

Hal ini dilakukan semata-mata agar para siswa tidak kehilangan hak belajarnya dan jam pelajaran tidak terbuang sia-sia.

Salah seorang guru yang melihat langsung aktivitas Kepala SDN Inpres Sarae Me,e mengungkapkan, keteladanan kepala sekolah itu menjadi motivasi tersendiri bagi dewan guru lainnya.

"Masya Allah pemanasan di jam PJOK Kelas 6, Bapak Kepala Sekolah yang ambil alih. Contoh pemimpin yang begitu peduli terhadap anak bangsa. Kami atas nama guru SD inpres Sarae Me'e bangga mempunyai pemimpin seperti Pak Yunus, S.Pd", ungkapnya penuh bangga. Selasa, (15/09/26)

"Beliau adalah contoh pemimpin yang luar biasa. Tidak gengsi untuk masuk kelas maupun dilapangan dan mengajar. Begitu tahu ada kelas kosong atau Siswa duduk dilapangan karena gurunya berhalangan, beliau langsung ambil dan langsung mengajar. Ini bukan pencitraan, tapi sudah menjadi kebiasaan beliau setiap hari," ujar salah seorang Warga sekaligus wali murid.

Saat dikonfirmasi terkait aksinya tersebut, Kepala SDN Inpres Sarae Me,e, Yunus, S.Pd. memberikan pernyataan yang menyentuh.

"Bagi saya, tidak boleh ada satu jam pun siswa dibiarkan tanpa belajar di kelas maupun dilapangan bagi yang yang berolahraga. Ketika guru berhalangan hadir, itu tanggung jawab saya sebagai kepala sekolah untuk memastikan proses belajar tetap berjalan," tegas Yunus, S.Pd.

"Saya tidak menunggu laporan, saya langsung isi. Kenapa? Karena saya tidak mau anak-anak kehilangan waktu, kehilangan ilmu, hanya karena gurunya tidak hadir. Ini bukan soal menggantikan sekali dua kali, tapi ini soal komitmen. Setiap kali ada kekosongan, saya wajib hadir. Itu sudah menjadi tugas dan panggilan hati saya sebagai pendidik," tambahnya.

Menurutnya, disiplin dan kehadiran guru adalah kunci, namun jika ada kendala, kepala sekolah harus menjadi garda terdepan sebagai solusi, bukan membiarkan kelas kosong.

Aksi nyata yang dilakukan Yunus, S.Pd. ini diharapkan menjadi inspirasi bagi kepala sekolah lainnya. Bahwa jabatan kepala sekolah bukan hanya soal manajerial, tetapi juga soal keteladanan, pengabdian, dan memastikan tidak ada satu anak pun yang tertinggal dalam pelajaran. (Tim MDG)

Minggu, 13 September 2026

Baru Memimpin, Kepala SDN Inpres Sie 2 Aryani, Tuai Pujian Berkat Terobosan Disiplin


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Kehadiran Kepala Sekolah baru SDN Inpres Sie 2, Aryani, S.Pd., membawa angin segar dan semangat baru bagi dunia pendidikan di lingkungan sekolah tersebut. Baru dalam masa kepemimpinannya, beliau telah mendapat apresiasi tinggi dari dewan guru, siswa, dan wali murid, hingga masyarakat yang ada di wilayah tersebut. 

Sosok Aryani, S.Pd. dinilai berhasil menegakkan budaya disiplin yang selama ini menjadi kunci kemajuan sekolah. Tidak hanya disiplin siswa, namun juga keteladanan disiplin bagi para dewan guru.

"Perubahannya sangat terasa. Beliau datang paling pagi, pulang paling akhir. Guru-guru menjadi lebih tertib dalam kehadiran dan perangkat pembelajaran. Siswa pun menjadi lebih disiplin waktu dan seragam," ungkap salah seorang guru SDN Inpres Sie 2.

Penerapan disiplin yang tegas namun humanis ini menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif, aman, dan nyaman. Apel pagi rutin, kebersihan lingkungan sekolah, dan jam belajar yang efektif kembali berjalan optimal.

"Kepala Sekolah kami Ibu Aryani sangat perhatian. Kami diajarkan untuk disiplin tapi dengan cara yang baik dan penuh motivasi," ujar salah satu siswa. Senin, (14/09/26)

Warga sekolah berharap, di bawah kepemimpinan Ibu Aryani, S.Pd., SDN Inpres Sie 2 akan terus maju menjadi sekolah yang unggul dalam prestasi, kuat dalam karakter, dan menjadi kebanggaan masyarakat.

Keluarga besar SDN Inpres Sie 2 memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Sekolah baru kami, Ibu Aryani, S.Pd.

Baru memimpin, Ibu Aryani telah menunjukkan dedikasi luar biasa dengan berhasil menerapkan budaya "DISIPLIN GURU DAN SISWA" yang menjadi teladan bagi kita semua.

Terima kasih, Ibu, atas ketegasan, ketulusan, dan kepedulian Ibu untuk kemajuan SDN Inpres Sie 2.

Mari bersama kita dukung program beliau untuk SDN Inpres Sie 2 yang lebih Maju dan Berprestasi! (Tim MDG)

Kamis, 10 September 2026

Kepala SMPN 6 Satap Monta Dorong Peningkatan Program Pendidikan dan Disiplin Guru


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Kepala SMPN 6 Satap Monta, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Nurdinyati, S.Pd., merupakan salah satu wanita tangguh dan memiliki tekad yang kuat untuk meningkatkan kualitas program pendidikan sekaligus kedisiplinan tenaga pendidik di SMPN 6 Satap Monta Kecamatan Monta Kabupaten Bima (NTB).

Tentunya tujuan ini adalah agar dapat mewujudkan peningkatkan mutu dan kualitas hasil belajar, agar setiap siswa tidak hanya menerima nilai di atas kertas, tetapi juga memperoleh fondasi karakter, keterampilan dan pengetahuan yang menjadi modal utama dalam menatap masa depan

Hal tersebut disampaikan Nurdinyati kepada Media ini di ruang kerjanya, Kamis (10/09/26).

Nurdinyati mengatakan, program pendidikan yang dilaksanakan ke depan diharapkan dapat mengalami peningkatan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh pihak, terutama tenaga pendidik dan unsur terkait lainnya.

Selain meningkatkan kualitas pendidikan, pihak sekolah juga terus berupaya meningkatkan jumlah peserta didik baru pada tahun ajaran mendatang. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah dasar (SD) di wilayah setempat.

Selain mengunjungi Sekolah, kami juga akan mendatangi rumah-rumah warga, guna memperkuat dukungan dari para wali murid agar bersama-sama memajukan pendidikan di SMPN 6 Satap Monta, dan akan berupaya menghadirkan terobosan-terobosan baru sehingga bisa menarik minat para peserta didik maupun masyarakat pada umumnya, katanya.

Ia berharap berbagai program sekolah dapat berjalan lebih baik dengan dukungan seluruh pihak, termasuk dalam menjalankan berbagai ketentuan pemerintah, baik Pemerintah daerah, lebih-lebih pada program Pemerintah Pusat.

“Program pendidikan ini juga diharapkan dapat meningkat dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.

Ia juga menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang mendalam atas kehadiran para jurnalis dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan, khususnya di lingkungan SMPN 6 Satap Monta, Sinergi antara pihak sekolah dan media massa dinilai sangat strategis untuk menyebarkan informasi positif, serta memotivasi masyarakat.

Disisi lain menurut Nurdinyati, pelaksanaan pendidikan tidak hanya berorientasi pada kegiatan belajar mengajar saja, tetapi juga perlu memperhatikan nilai-nilai agama serta kondisi masyarakat di sekitar lingkungan sekolah.

Dan yang paling penting lagi adalah kehadiran guru dan kepala sekolah menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh kegiatan pendidikan berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Karena itu, pihak sekolah akan terus mendorong peningkatan kedisiplinan, terutama dalam hal waktu dan kehadiran tenaga pendidik di sekolah. “Seluruh pihak diharapkan lebih disiplin dan sudah berada di sekolah sebelum jam pelajaran dimulai,” katanya.

Nurdinyati menegaskan, dengan kehadiran guru tepat waktu, maka kegiatan pembelajaran tentunya dapat berlangsung secara optimal.

Kedisiplinan guru adalah kunci utama dalam membentuk karakter dan kedisiplinan siswa melalui tindakan nyata yang dapat ditiru. Karena sesungguhnya Siswa-siswi cenderung meniru perilaku guru yang dilihat setiap hari di sekolah, sehingga besar harapan saya agar tenaga pendidik memiliki kesadaran tinggi, tanggung jawab moral dalam menjalankan tugasnya demi tercapainya kemajuan pendidikan di SMPN 6 Satap Monta, tutup Nurdinyanti. (Tim MDG)

Selasa, 08 September 2026

Kepala SMA Negeri 2 Woha : Bentuk Kedisiplinan Guru Sebagai Teladan Bagi Siswa


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Pentingnya kedisiplin guru merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan pelayanan pendidikan yang berkualitas. Kedisiplinan tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab, tetapi juga mencerminkan komitmen seorang guru sebagai pendidik dalam menjaga nama baik institusi dan memberikan teladan kepada peserta didik.

Hal ini menjadi perhatian dan perioritas utama yang diterapkan di SMA Negeri 2 Woha Kabupaten Bima, guna menciptakan lingkungan pendidikan yang tertib, efektif, dan kondusif bagi proses pembelajaran.

Kepala SMA Negeri 2 Woha, Drs. Lukman, M.Si, menegaskan seluruh guru harus menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan ketentuan serta regulasi pendidikan yang berlaku.

Hal tersebut disampaikan Lukman saat memberikan pengarahan dan melakukan pendekatan secara langsung kepada guru dan siswa di ruang kerjanya, Selasa (08/09/26).

Menurut Lukman, kedisiplinan merupakan salah satu prioritas sekolah. Sebelumnya, masih terdapat sejumlah siswa yang dinilai belum sepenuhnya menerapkan kedisiplinan dalam lingkungan sekolah. Namun, melalui pendekatan dan komunikasi secara tatap muka, kondisi tersebut mulai menunjukkan perubahan positif.

“Alhamdulillah, melalui pendekatan secara tatap muka bersama guru dan siswa, kesadaran terhadap kedisiplinan mulai terlihat. Ini akan terus kami lakukan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kehadiran guru setiap hari sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Menurutnya, kedisiplinan tenaga pendidik menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana sekolah yang tertib sekaligus mendukung keberhasilan proses belajar mengajar.

“Guru harus hadir dan melaksanakan tugas setiap hari sesuai regulasi pendidikan. Kedisiplinan harus menjadi prioritas dalam lingkungan sekolah,” tegasnya.

Selain meningkatkan kedisiplinan guru, pihak sekolah juga terus memberikan pengarahan kepada siswa secara langsung. Langkah tersebut dilakukan untuk membangun kesadaran peserta didik agar mematuhi tata tertib, menjaga kedisiplinan, serta memiliki rasa tanggung jawab selama berada di lingkungan sekolah.

Lukman menegaskan, kedisiplinan bukan hanya menjadi tanggung jawab guru, melainkan seluruh warga sekolah. Kepatuhan terhadap aturan diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang tertib dan kondusif.

“Semua warga sekolah memiliki tanggung jawab untuk menjaga kedisiplinan. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan dapat kita selesaikan bersama,” katanya.

Pengarahan secara langsung kepada guru dan siswa tersebut menjadi bagian dari upaya SMA Negeri 2 Woha dalam memperkuat komunikasi antara pimpinan sekolah, tenaga pendidik, dan peserta didik.

Melalui pendekatan yang dilakukan secara berkelanjutan, pihak sekolah berharap budaya disiplin semakin tertanam di lingkungan SMA Negeri 2 Woha sehingga proses pendidikan dapat berjalan secara efektif dan sesuai dengan tujuan serta regulasi yang berlaku. (Tim MDG)

Senin, 07 September 2026

Baru 40 Hari Menjalankan Tugas, Arsyad Konsisten Bangun Lingkungan Sekolah Yang Aman dan Nyaman.


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Selain fokus pada koridor tugas administratif Kepala sekolah juga memegang peran krusial sebagai inovator dalam merancang lingkungan sekolah yang indah tertib dan nyaman, yang tentunya sangat memengaruhi motivasi belajar siswa serta kenyamanan guru.

Hal itu disampaikan Kepala SDN Penapali, Arsyad, S.Pd., kepada media ini di ruang kelas SDN Penapali, Senin (07/09/26). Ia mengatakan, program yang telah direncanakan harus dijalankan secara konsisten agar membawa perubahan bagi sekolah.

“Tidak ada hari tanpa kerja. Apa yang menjadi program harus berjalan,” ujar Arsyad.

Menurutnya, kemajuan sekolah tidak hanya diukur dari aspek akademik. Jika peningkatan akademik membutuhkan proses panjang, maka aspek nonakademik juga harus menjadi perhatian, terutama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, indah, tertib, dan nyaman bagi siswa maupun guru.

Ia berharap SDN Penapali ke depan dapat menjadi sekolah yang memiliki daya tarik dan menjadi kebanggaan masyarakat.

“Dari segi nonakademik, dari lingkungan sekolahnya, saya ingin sekolah di Penapali ini menjadi ikon Kabupaten Bima. Mulai dari keindahan, ketertiban dan lainnya. Niat saya, SD Penapali menjadi ikon,” katanya.

Arsyad mengungkapkan, dirinya baru sekitar 40 hari menjalankan tugas sebagai Kepala SDN Penapali. Ia mulai aktif bekerja setelah pelantikan pada sekitar 22 Juli 2026, meski terdapat jeda beberapa hari sebelum mulai bertugas di sekolah tersebut.

Sejak pertama datang, ia mengaku langsung melihat berbagai potensi yang dapat dikembangkan. Salah satunya adalah penataan lingkungan sekolah agar terlihat lebih baik dan representatif.

Ia juga berharap adanya dukungan pemerintah melalui program bantuan pembangunan dan peningkatan sarana prasarana sekolah. Salah satu kebutuhan yang diharapkan dapat direalisasikan adalah paving block untuk lingkungan sekolah.

“Kalau ada bantuan pemerintah terkait biaya dan pembangunan, insyaallah semakin hebat sekolah Penapali ini. Mudah-mudahan tahun 2027 bisa mendapatkan paving block untuk lingkungan sekolah,” harapnya.

Arsyad menegaskan, pihak sekolah akan terus melakukan upaya dan komunikasi dengan pemerintah untuk memperjuangkan peningkatan sarana prasarana sekolah, sepanjang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Saat ini, SDN Penapali memiliki sekitar 126 siswa, dengan jumlah tersebut masih didominasi siswa yang melanjutkan dari tahun sebelumnya.

Masa kepemimpinannya yang baru bukan menjadi alasan bagi Arsyad untuk membuat sekolah yang dipimpinnya menjadi lebih baik. Ia ingin SDN Penapali dibawah kepemimpinannya, tidak hanya berkembang dari sisi pembelajaran, tetapi juga mampu tampil sebagai sekolah yang bersih, tertata, indah, dan menjadi kebanggaan masyarakat Penapali, juga masyarakat Kabupaten Bima pada umumnya. (Tim MDG)

Sabtu, 29 Agustus 2026

H.Rusdin Ismail, S.H Putra Donggo Raih Gelar Sarjana Hukum di Usia Senja


Bima NTB.Media Dinamika Global.Id.- H.Rusdin Ismail, S.H Putra Donggo Raih Gelar Sarjana Hukum di Usia Senja. Wisudawan pada Fakultas Hukum UM Bima juga memberi semangat baru untuk tidak menunda-nunda dalam meniti karir dan masa depannya. Wisuda tersebut berlangsung di Halaman Kampus Universitas Muhammadiyah Bima yang dimulai sejak pukul 09.45 Wita.

H.Rusdin Ismail, S.H atau yang biasa disapa H. Ongki pada kesempatan itu menyatakan Saya belajar di Kampus UM bima sebagai Mahasiswa Reguler Murni selama lebih kurang 4 tahun,  yang pasti setiap usaha kecil hari ini akan menjadi bagian dari keberhasilan besar di masa depan. 

Ketika melihat para wisudawan berjalan dengan bangga, saya merasa seakan melihat bayangan diri saya di masa depan dimana saya disitu terlihat sosok diri saya yang lebih dewasa, lebih kuat, dan lebih siap menghadapi dunia nyata. Ujarnya

Lanjutnya, Saya ingin momen itu menjadi bukti bahwa setiap langkah kecil, setiap tugas yang diselesaikan dengan sungguh-sungguh, dan setiap doa yang dipanjatkan, tidak akan pernah sia-sia.

H.Rusdin Ismail,S.H yang belajar di Fakultas hukum dan Prodi ilmu hukum, mengatakan Momen wisuda bagi saya adalah saat berharga yang menandai akhir dari perjuangan kuliah di UM Bima dan awal dari langkah baru di masa depan.

Wisuda bukan hanya soal seremonial, tetapi bukti nyata bahwa kerja keras dan air mata selama kuliah terbayar lunas. Momen ini terasa istimewa karena dirayakan bersama keluarga, sahabat, dan orang-orang tersayang.(Team).

Senin, 17 Agustus 2026

SMPN 2 Soromandi Ikuti Gerak Jalan Dan Guru Mengucapkan Selamat HUT Kemerdekaan RI Ke-81


Soromandi. Media Dinamika Global.Id.- SMPN 2 Soromandi Ikuti Gerak Jalan Dan Guru Mengucapkan Selamat HUT Kemerdekaan RI Ke-81, serta turut meramaikan semangat kebangsaan dengan menyampaikan ucapan resmi Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81. 

Ucapan ini menjadi wujud partisipasi aktif Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Soromandi & Crewnya dan seluruh Siswa dalam memaknai kemerdekaan bangsa tahun 2026.

Melalui Gerak Jalan ini, jajaran Guru dan Kepala Sekolah yang dipimpin oleh Kepala Sekolah SMPN 2 Soromandi Suherman, S. Pd.,M. Pd. didampingi oleh Para Siswa, dan lainnya, menyampaikan pesan persatuan.

Mengusung semangat nasional "Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur", peringatan ini memperkuat rasa cinta tanah air dan kebersamaan di tingkat masyarakat.

SMPN 2 Soromandi berkomitmen menjaga persatuan serta berkontribusi bagi kemajuan daerah selaras dengan cita-cita bangsa yang telah diperjuangkan sejak 17 Agustus 1945. 

Jumat, 14 Agustus 2026

28 Pelajar Lolos Paskibraka Provinsi NTB 2026, Ini Daftar Lengkap per Kabupaten / Kota


Mataram. Media Dinamika Global.Id.- 28 Pelajar Lolos Paskibraka Provinsi NTB 2026, Ini Daftar Lengkap per Kabupaten / Kota. Pemerintah Provinsi NTB resmi mengumumkan 28 pelajar terbaik yang lolos seleksi jadi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka di Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026. Mereka terdiri dari 15 putra dan 13 putri yang berasal dari seluruh kabupaten/kota di NTB.

Dan para calon Paskibraka ini akan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Paskibraka Provinsi NTB pada 6 sampai 19 Agustus 2026 sebelum bertugas pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Berikut daftar Calon Paskibraka Provinsi NTB 2026 berdasarkan daerah:

1. Kabupaten Bima:

I. Nasrullah – SMAN 1 Lambu (Putra)

II. Muhammad Kaisar Pamungkas – SMAN 1 Sape (Putra)

III. Ainun Jariyah – SMAN 1 Madapangga (Putri)

2. Kota Bima:

I. Athallah Khairy Dzakwan – SMAN 1 Kota Bima (Putra)

II. M. Rifqi Mubarak – MAN 2 Kota Bima (Putra)

III. Danissa Humaira Syawal – SMAN 1 Kota Bima (Putri)

3. Kabupaten Dompu:

I. Muh. Adahil Akbar – SMAN 1 Dompu (Putra)

II. Siti Sufratun Syafirrah Salman – SMA 1 Dompu (Putri)

4. Kabupaten Sumbawa:

I. Ghilbert Halomoan Sinurat – SMAN 1 Sumbawa Besar (Putra)

II. G.P. Widhi Antara – SMAN 2 Sumbawa Besar (Putra)

III. Shafa Nur Aini – SMAN 3 Sumbawa Besar (Putri)

5. Kabupaten Sumbawa Barat:

I. Wira Kamandaka Wibawa – SMAN 1 Poto Tano (Putra)

II. Jhasmine Avara Agustine – Amman Academy (Putri)

6. Kabupaten Lombok Timur:

I. Ardika Maulana Saputra – MAN 1 Lombok Timur (Putra)

II. Muhammad Fatih Nandana Maulana – SMAN 1 Aikmel (Putra)

III. Fitri Fadhila Putri Andini – MAN 1 Lombok Timur (Putri)

IV. Akifa Naila Khaerani – SMA 1 Selong (Putri)

7. Kabupaten Lombok Tengah:

I. Aizar Ahmad Syuja – SMAN 1 Praya (Putra)

II. Lalu Deni Rahman – SMAN 1 Batukliang (Putra)

III. Tsamara Ufaira Azka – SMAN 1 Praya (Putri)

8. Kabupaten Lombok Utara:

I. I Kadek Ngurah Sindhu Maendra Wijaya – SMAN 1 Gangga (Putra)

II. Khansa Iwana Sharikha – SMAN 1 Pemenang (Putri)

9. Kota Mataram:

I. Muhammad Gilang Ramdani – SMAN 9 Mataram (Putra)

II. Ni Komang Anindya Prasista Satya Dewi – SMAN 1 Mataram (Putri)

III. Baiq Aliza Nur – MAN 1 Mataram (Putri)

10. Kabupaten Lombok Barat:

I. Wira Aji Anugrah – SMKN 1 Lingsar (Putra)

II. Zahsya Amira Calystha – SMAN 1 Narmada (Putri)

III. Ni Kadek Oktaviani Putri – SMAN 1 Gunungsari (Putri)

Dari total 28 calon Paskibraka Provinsi NTB 2026, Kabupaten Lombok Timur menjadi daerah dengan wakil terbanyak, yakni empat orang. Sementara Kota Bima, Kabupaten Bima, Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Kabupaten Sumbawa masing-masing mengirimkan tiga wakil. Adapun Kabupaten Sumbawa Barat, Dompu, dan Lombok Utara masing-masing diwakili dua pelajar.

Kamis, 13 Agustus 2026

Semarak HUT RI, SMPN 2 Soromandi Terus Beri Kontribusi Positif


Soromandi. Media Dinamika Global.Id.-Semarak HUT RI, SMPN 2 Soromandi Terus Beri Kontribusi Positif. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Soromandi, Suherman, S. PD. M. PD  memberikan apresiasi tinggi atas partisipasi, semangat, dan kekompakan seluruh guru di lingkungannya yang turut memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 melalui kegiatan Gerak Jalan Indah tingkat Instansi dan Umum se-Kecamatan Soromandi, Kamis (13/8/2026).

Kontingen guru SMPN 2 Soromandi tampil memukau dengan penampilan rapi, barisan yang solid, serta semangat kebangsaan yang membara sepanjang rute yang dilalui, berdampingan dengan berbagai unsur masyarakat dan instansi lain di Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

"Saya sangat bangga dan mengapresiasi semangat serta kekompakan rekan-rekan guru. Kehadiran kita di sini bukan sekadar mengikuti kegiatan, melainkan memberikan teladan nyata kedisiplinan, persatuan, dan cinta tanah air yang baik bagi peserta didik serta masyarakat luas," ujar Suherman, S. PD. M. Pd.


Ia menambahkan bahwa kebersamaan ini semakin mempererat ikatan kekeluargaan di lingkungan sekolah dan menjadi energi positif untuk terus meningkatkan pengabdian dalam memajukan pendidikan. Partisipasi ini juga menjadi bukti dukungan penuh pihak sekolah dalam menyukseskan rangkaian perayaan kemerdekaan di Kecamatan Soromandi.

Kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan aman, turut menyemarakkan suasana peringatan hari kemerdekaan bangsa di tengah masyarakat. Kemudian nampak hadir seluruh Guru yang ada di SMPN 2 Soromandi, Wakasek dan lainnya.(MDG01).

Senin, 03 Agustus 2026

Pasang Papan Edukasi, Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 Tinggalkan Warisan Kepedulian di Desa Baru

Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 Desa Baru, (Ist/Surya)

SUMBAWA, Media Dinamika Global - Jejak pengabdian tak selalu berbentuk bangunan megah atau program bernilai besar. Terkadang, sebuah papan sederhana yang berdiri di sudut kampung mampu menjadi pengingat bahwa pernah ada sekelompok anak muda yang datang membawa harapan, ilmu, dan kepedulian.

Semangat itulah yang diwujudkan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) Kelompok 55 melalui pemasangan papan edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik di setiap dusun di Desa Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa.

Program tersebut merupakan salah satu agenda utama mahasiswa KKN dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah. Sebanyak empat papan edukasi dipasang di empat dusun sebagai media informasi sekaligus pengingat bagi warga agar membiasakan diri memilah sampah sesuai jenisnya.

Ketua KKN UMMat Kelompok 55 Desa Baru, Nova Pauzan Amri, mengatakan bahwa papan edukasi tersebut bukan sekadar pelengkap fasilitas desa, melainkan sarana pembelajaran yang diharapkan mampu mengubah kebiasaan masyarakat menuju lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

"Kami memasang empat papan edukasi, masing-masing satu di setiap dusun. Harapan kami sederhana, semoga masyarakat semakin memahami pentingnya memilah sampah organik dan anorganik sebelum dibuang," ujarnya.

Nova menjelaskan, sampah organik merupakan limbah yang mudah terurai secara alami, seperti sisa makanan, kulit buah, sayuran, daun kering, rumput, ranting, hingga kotoran hewan. Sementara itu, sampah anorganik berasal dari bahan buatan yang sulit terurai, seperti plastik, botol kaca, kaleng, besi, styrofoam, dan berbagai jenis kemasan lainnya.

Menurutnya, kebiasaan memilah sampah adalah langkah kecil yang dapat memberikan dampak besar bagi kebersihan lingkungan serta mengurangi pencemaran di masa depan.

"Papan edukasi ini kami hadirkan agar masyarakat memiliki panduan sederhana dalam membedakan sampah organik dan anorganik. Kami berharap kesadaran menjaga lingkungan dapat tumbuh menjadi budaya yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya," tuturnya.

Ia juga berharap masyarakat dapat menjaga papan edukasi tersebut agar tetap berdiri kokoh dan terus memberikan manfaat meski masa pengabdian mahasiswa KKN telah berakhir.

"Ketika nanti kami kembali ke kampus dan tak lagi berada di Desa Baru, semoga papan ini tetap berdiri. Bukan karena papan itu istimewa, tetapi karena ia menjadi saksi bahwa kami pernah hadir, belajar bersama masyarakat, dan mengabdi dengan sepenuh hati," ucap Nova.

Bagi Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55, pengabdian bukan hanya tentang menyelesaikan program kerja, melainkan meninggalkan nilai yang dapat terus hidup di tengah masyarakat. Sebab, ilmu yang dibagikan akan terus bertumbuh ketika diterapkan, dan kepedulian akan tetap dikenang ketika menghadirkan manfaat.

Di kemudian hari, mungkin nama-nama mahasiswa KKN itu akan terlupakan. Namun setiap kali mata warga memandang papan edukasi tersebut, akan selalu ada pesan sederhana yang terus berbicara tanpa suara.

Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, dan perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil. Itulah warisan paling berharga yang ingin ditinggalkan oleh Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 untuk Desa Baru-bukan sekadar papan informasi, melainkan semangat kepedulian yang diharapkan terus tumbuh, bahkan setelah mereka pulang.

Redaksi |

Sabtu, 01 Agustus 2026

Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 03 Dorong Daya Saing Madu Desa Piong Melalui Rebranding Produk dan Pembentukan Koperasi


BIMA, Media Dinamika Global - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Kelompok 03 menggelar sosialisasi bertajuk "Rebranding Identitas Produk Madu" di Aula Kantor Desa Piong, Kabupaten Bima. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan identitas, legalitas, dan kelembagaan usaha madu lokal.

Sosialisasi diikuti oleh para petani madu, Pemerintah Desa Piong, serta masyarakat setempat. Program ini merupakan salah satu agenda kerja KKN UMMAT yang berfokus pada pengembangan usaha mikro berbasis potensi desa agar mampu meningkatkan nilai tambah produk unggulan daerah.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya membangun identitas produk melalui penentuan merek (branding), desain kemasan yang menarik, pembuatan label produk, hingga strategi pemasaran yang efektif. Langkah tersebut dinilai penting agar madu khas Desa Piong memiliki daya saing yang lebih kuat dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa rebranding bukan hanya sebatas mengubah tampilan kemasan, tetapi merupakan strategi membangun citra produk yang profesional, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta memperkuat posisi produk lokal di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Tidak hanya memberikan materi, mahasiswa juga melakukan pendampingan langsung kepada para petani madu dalam mendesain ulang logo dan kemasan produk. Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual madu Desa Piong sekaligus memperkuat identitasnya sebagai salah satu produk unggulan Kabupaten Bima.

Selain aspek pemasaran, mahasiswa turut membantu proses pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai langkah awal legalisasi usaha. Kepemilikan NIB menjadi fondasi penting dalam proses pengajuan sertifikasi halal dan perizinan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sehingga produk madu memiliki legalitas yang lebih lengkap dan peluang pemasaran yang semakin luas.

Sebagai bentuk penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat, Mahasiswa KKN UMMAT juga memfasilitasi pembentukan Koperasi Madu Piong Lereng Tambora. Koperasi tersebut diharapkan menjadi wadah bagi para petani dalam mengelola produksi, pengemasan, pemasaran, hingga pengembangan usaha secara lebih profesional, efektif, dan berkelanjutan.

Melalui koperasi, para petani diharapkan mampu memperkuat kerja sama, meningkatkan efisiensi usaha, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Piong.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para petani madu tampak antusias menyampaikan berbagai pengalaman serta kendala yang dihadapi dalam proses produksi maupun pemasaran. Diskusi tersebut menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat untuk merumuskan strategi pengembangan madu Desa Piong agar semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Mahasiswa KKN UMMAT berharap program ini mampu mendorong para petani untuk terus meningkatkan kualitas produk, memperkuat legalitas usaha, serta membangun kelembagaan ekonomi yang mandiri. Dengan identitas produk yang kuat dan tata kelola usaha yang baik, madu khas Desa Piong diharapkan mampu bersaing di pasar regional hingga nasional serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan perekonomian masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama antara Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 03, Pemerintah Desa Piong, dan para petani madu sebagai simbol komitmen bersama dalam mengembangkan potensi unggulan Desa Piong melalui produk madu yang berkualitas, berdaya saing, dan memiliki legalitas yang memadai.

Redaksi |

Camat Alas Hadiri Pembukaan Turnamen Lomba Olahraga Tradisional, Diselenggarakan Mahasiswa KKN UMMat Desa Kalimango

Foto bersama, (Ist/Surya)

SUMBAWA, Media Dinamika Global - Camat Alas, Dr. Usman, S.E., M.E., menghadiri pembukaan Turnamen Lomba Olahraga Tradisional yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Kelompok 01, berempat di Lapangan Sport Center Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Sabtu (1/8/2026).

Turnamen yang mengusung tema "Wujudkan Generasi Muda yang Kreatif, Kolaboratif, dan Berkarakter" tersebut merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN UMMAT dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus melestarikan olahraga dan permainan tradisional di tengah masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Kalimango Hery Darfan, S.P., Camat Alas Dr. Usman, S.E., M.E., Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Fraksi PKB Dapil V Sri Wahyuni, perangkat desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, mahasiswa KKN UMMAT, serta ratusan warga yang memadati lokasi kegiatan.

Dalam wawancara di sela-sela pertandingan, Camat Alas mengapresiasi dedikasi mahasiswa KKN UMMAT, khususnya Kelompok 01 Desa Kalimango dan Kelompok 55 Desa Baru, yang dinilainya telah menunjukkan kontribusi nyata melalui berbagai program kerja yang hampir seluruhnya berhasil direalisasikan.

"Alhamdulillah, adik-adik mahasiswa KKN dari UMMAT telah menunjukkan kontribusi yang sangat positif. Hampir seluruh program kerja mereka telah terlaksana dengan baik. Momentum HUT RI ini mereka aktif menjadi penyelenggara berbagai kegiatan, mulai dari lomba seni hingga permainan rakyat dan olahraga tradisional," ujar Dr. Usman.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.

"Kegiatan seperti ini memberikan edukasi kepada anak-anak bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya melalui berbagai permainan tradisional. Selain itu, kegiatan ini juga menghidupkan pusat-pusat keramaian yang berdampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM," jelasnya.

Atas nama Pemerintah Kecamatan Alas, Dr. Usman turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Kalimango, Pemerintah Desa Baru, serta seluruh pemerintah desa di Kecamatan Alas yang turut menyemarakkan peringatan HUT Kemerdekaan RI melalui berbagai kegiatan masyarakat.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Dapil V, Sri Wahyuni, yang memberikan dukungan penuh dan menjadi sponsor terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik," katanya.

Dr. Usman menjelaskan, rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi lomba sendok kelereng, balap karung, pukul periuk, latihan drum band, hingga persiapan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) menjelang upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Ia menambahkan, Lapangan Sport Center Desa Kalimango selalu menjadi tuan rumah, dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan upacara peringatan HUT RI 2026.

Selain itu, Pemerintah Kecamatan Alas juga telah menyiapkan sejumlah agenda dalam rangka memeriahkan HUT RI, di antaranya gerak jalan yang akan dilaksanakan pada 10–12 Agustus 2026, karnaval pada 17 Agustus, serta berbagai perlombaan olahraga dan pentas seni yang melibatkan seluruh desa di Kecamatan Alas.

"Melalui kegiatan ini, camat berharap semangat gotong royong, persatuan, serta kecintaan terhadap budaya lokal ini terus tumbuh di kalangan generasi muda sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai kebangsaan," pungkasnya.

Redaksi |

Jelang HUT ke-81 RI, Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 01 Desa Kalimango Gelar Turnamen Lomba Tradisional



SUMBAWA, Media Dinamika Global - Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Kelompok 01 Desa Kalimango menggelar Turnamen Lomba Tradisional di Lapangan Sport Center Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan yang mengusung tema "Wujudkan Generasi Muda yang Kreatif, Kolaboratif, dan Berkarakter" tersebut diikuti antusias oleh masyarakat Desa Kalimango. Turnamen menjadi salah satu program kerja mahasiswa KKN sebagai upaya melestarikan permainan tradisional sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat dalam menyambut peringatan Hari Kemerdekaan.

Pembukaan kegiatan dihadiri Kepala Desa Kalimango Hery Darfan, S.P., Camat Alas Dr. Usman, S.E., M.E., Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Fraksi PKB Dapil V Sri Wahyuni, perangkat desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta masyarakat setempat.

Ketua KKN UMMAT Kelompok 01 Desa Kalimango, Muhamad Isfar, mengatakan bahwa turnamen tersebut merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui kegiatan yang bersifat edukatif, rekreatif, dan membangun kebersamaan.

"Kami berharap kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi antarwarga, menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun Desa Kalimango," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kalimango, Hery Darfan, S.P., mengapresiasi berbagai program kerja yang telah dilaksanakan mahasiswa KKN selama berada di desa tersebut.

Menurutnya, mahasiswa berhasil menghadirkan inovasi melalui Sistem Informasi Desa (SID) yang mempermudah pelayanan administrasi masyarakat. Selain itu, mereka juga melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan, seperti lomba hafalan surat pendek dan lomba adzan bagi anak-anak.

"Hari ini mahasiswa kembali menggelar lomba olahraga tradisional seperti sendok kelereng, balap karung, dan pukul priuk. Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada adik-adik mahasiswa KKN UMMAT yang telah berkontribusi bagi Desa Kalimango," kata Hery Darfan.

Ia juga menyampaikan bahwa selama pelaksanaan KKN, mahasiswa aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak, di antaranya BPP Pertanian, Posyandu, serta sejumlah lembaga lainnya guna mendukung keberhasilan program kerja di desa.

Pantau langsung Media Dinamika Globa, Usai memberikan sambutan, Kepala Desa Kalimango secara resmi membuka Turnamen Lomba Tradisional yang ditandai dengan pelepasan peserta dan disambut tepuk tangan meriah dari masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 01 berharap semangat gotong royong, sportivitas, dan kecintaan terhadap budaya lokal terus tumbuh di tengah masyarakat. Turnamen ini juga diharapkan menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang semakin menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Kalimango.

Redaksi |

Rabu, 29 Juli 2026

Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 14 Desa Nusa Jaya Gelar Pelatihan Pembuatan Emping dari Biji Asam

Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 14 saat melaksanakan
pelatihan pembuatan emping dari biji asam, (Ist/Surya)

Dompu, Media Dinamika Global - Komitmen mahasiswa dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat kembali ditunjukkan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) Kelompok 14 melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan emping dari biji asam yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Nusa Jaya, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, pada Senin (29/7/2026).

Kegiatan ini merupakan program KKN dan bentuk pengabdian nyata mahasiswa kepada masyarakat dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa berupaya memberikan solusi inovatif dalam mengolah biji asam yang umumnya dianggap sebagai limbah menjadi produk pangan bernilai ekonomi.

Sejak kegiatan dimulai, masyarakat Desa Nusa Jaya tampak antusias mengikuti setiap rangkaian pelatihan. Para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai kandungan gizi biji asam, tetapi juga mendapatkan keterampilan praktis dalam proses pengolahan hingga menjadi emping yang siap dikonsumsi maupun dipasarkan.

Ketua Kelompok KKN UMMAT 14 menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan bahan baku lokal yang mudah diperoleh. Menurutnya, pengolahan biji asam menjadi emping dapat menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat sekaligus mengurangi limbah yang selama ini belum memiliki nilai guna.

Sementara itu, pemateri pelatihan, Widia, menjelaskan bahwa biji asam memiliki kandungan karbohidrat, protein, serat, mineral, serta berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi dikembangkan menjadi produk pangan inovatif. Dengan metode pengolahan yang sederhana dan dapat diterapkan di tingkat rumah tangga maupun usaha mikro, emping biji asam memiliki peluang untuk menjadi produk unggulan desa.

Dalam sesi praktik, peserta diajarkan secara langsung tahapan pembuatan emping, mulai dari perebusan biji asam, pengupasan kulit, penumbukan, pencetakan, penjemuran, hingga penggorengan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa emping biji asam memiliki tekstur renyah, cita rasa gurih dengan sentuhan asam yang khas, serta tampilan yang menarik.

Kehadiran program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak peserta mengaku baru mengetahui bahwa biji asam yang selama ini dibuang ternyata dapat diolah menjadi produk makanan ringan yang memiliki nilai jual. Mereka menilai pelatihan tersebut tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membuka peluang usaha yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga.

Kepala Desa Nusa Jaya memberikan apresiasi kepada Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 14 yang telah menghadirkan inovasi sederhana namun bermanfaat bagi masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dan dikembangkan sehingga mampu melahirkan produk-produk unggulan berbasis potensi lokal desa.

Melalui program ini, Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 14 berharap masyarakat dapat terus mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh. Selain itu, dukungan dari pemerintah desa dan berbagai pihak terkait diharapkan dapat memperkuat aspek pengemasan, pemasaran, dan pengembangan usaha sehingga emping biji asam mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Pelatihan pembuatan emping dari biji asam ini menjadi bukti bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjalankan program akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata yang mampu mendorong kemandirian ekonomi, kreativitas, serta pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.

Redaksi |

Kamis, 23 Juli 2026

Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 03 Gelar Sosialisasi Kesadaran Hukum dan Kesehatan di SMPN 2 Sanggar dan Kantor Desa Piong

Foto bersama usia kegiatan, (Ist/Surya)

Piong, Bima, Media Dinamika Global - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) Kelompok 03 Angkatan ke- 40 menggelar sosialisasi bertajuk “Kesadaran Hukum dan Kesehatan: Membangun Generasi Taat Hukum, Cerdas, dan Sehat melalui Pencegahan Pernikahan Dini, Penyalahgunaan Narkoba, dan Edukasi Swamedikasi” di SMP Negeri 2 Sanggar dan Kantor Desa Piong, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pemahaman serta kesadaran hukum dan kesehatan, khususnya terkait pencegahan pernikahan dini, bahaya penyalahgunaan narkoba, dan pentingnya swamedikasi yang benar.

Sosialisasi pertama dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sanggar dan diikuti oleh kepala sekolah, dewan guru, serta siswa-siswi. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan pemahaman mengenai dampak pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi, pendidikan, kondisi psikologis, hingga masa depan remaja. Selain itu, para siswa juga mendapat edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dari sisi kesehatan maupun hukum, serta pentingnya penggunaan obat secara mandiri sesuai aturan dan anjuran tenaga kesehatan.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait pernikahan dini, narkoba, dan penggunaan obat yang tepat.

Selanjutnya, sosialisasi digelar di Kantor Desa Piong dengan melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, kader desa, serta masyarakat setempat. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai instansi sebagai bentuk kolaborasi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

Bhabinkamtibmas Desa Piong dalam kesempatan tersebut menyampaikan materi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, termasuk dampaknya terhadap kesehatan, keluarga, dan lingkungan sosial, serta konsekuensi hukum bagi pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.

Sementara itu, Pihak Puskesmas Sanggar memaparkan materi tentang pencegahan pernikahan dini yang mencakup aspek kesehatan reproduksi, kesiapan mental, pendidikan, serta kondisi sosial ekonomi keluarga. Kemi juga berkolaborasi dengan mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi mengenai swamedikasi yang aman dan rasional, mulai dari pentingnya membaca aturan pakai, memperhatikan dosis, mengenali jenis obat bebas, hingga memahami kapan harus berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Seluruh rangkaian kegiatan mendapat sambutan positif dari peserta. Antusiasme masyarakat terlihat dari aktifnya diskusi dan pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan kepada para narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Ketua KKN UMMat Kelompok 03, Aditia Ramdani, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda saat ini.

“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap masyarakat, khususnya para pelajar dan remaja, dapat memahami dampak negatif pernikahan dini, menjauhi penyalahgunaan narkoba, serta lebih bijak dalam melakukan swamedikasi. Kami juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran hukum dan kesehatan masyarakat serta memperkuat sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, pihak sekolah, tenaga kesehatan, aparat kepolisian, dan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Redaksi |

Rabu, 22 Juli 2026

Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 Laksanakan Program Kerja Kreativitas Anak Usia Dini di TK Super Semar

Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 saat melaksanakan Proker, (Ist/Surya)

SUMBAWA, Media Dinamika Global – Semangat keceriaan dan kreativitas memenuhi ruang belajar TK Super Semar, Desa Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, saat Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) Kelompok 55 Desa Baru melaksanakan program kerja Kreasi Kreativitas Anak Usia Dini, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan yang diikuti puluhan anak usia dini tersebut menjadi wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya pendidikan anak sebagai pondasi awal dalam membentuk generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter. Melalui aktivitas menggambar dan mewarnai, anak-anak diajak untuk belajar sambil bermain dalam suasana yang menyenangkan.

Terlihat para siswa TK Super Semar begitu antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Dengan penuh semangat, mereka menuangkan imajinasi dan kreativitasnya melalui berbagai gambar yang telah disiapkan. Mahasiswa KKN turut mendampingi dan memberikan arahan sehingga anak-anak dapat mengekspresikan ide serta kemampuan mereka dengan bebas.

Sejumlah anggota KKN UMMat Kelompok 55 Desa Baru diwakili Tiara, mengatakan bahwa program ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anak sejak usia dini sekaligus melatih keberanian mereka dalam berkarya dan berekspresi.

"Masa kanak-kanak merupakan periode emas yang sangat menentukan perkembangan anak di masa depan. Melalui kegiatan mewarnai dan menggambar ini, kami ingin membantu menumbuhkan kreativitas, imajinasi, serta rasa percaya diri mereka sejak dini," ujar Tiara.

Menurut Tiara, pendidikan anak usia dini tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter, keterampilan sosial, dan kreativitas yang menjadi bekal penting dalam kehidupan mereka kelak.

Suasana hangat dan penuh kebersamaan tampak selama kegiatan berlangsung. Tawa ceria anak-anak berpadu dengan semangat para mahasiswa yang dengan sabar mendampingi setiap peserta.

"Momen ini menjadi pengalaman berharga, baik bagi anak-anak maupun kami sebagai mahasiswa KKN yang sedang menjalankan pengabdian kepada masyarakat," tutur perempuan asal Pekat kabupaten Dompu ini.

Pihak TK Super Semar menyambut baik program yang dilaksanakan mahasiswa KKN UMMat tersebut. Kehadiran mahasiswa dinilai mampu memberikan warna baru dalam proses pembelajaran sekaligus menambah motivasi belajar anak-anak melalui metode yang kreatif dan interaktif.

Program Kreativitas Anak Usia Dini ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Desa Baru. Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, diharapkan anak-anak semakin termotivasi untuk belajar, berani berkarya, serta tumbuh menjadi generasi yang kreatif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Selain memberikan manfaat bagi peserta didik, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, guru, dan peserta didik diharapkan dapat terus terjalin demi mendukung tumbuh kembang anak-anak sebagai aset berharga bangsa.

Redaksi |

Sabtu, 18 Juli 2026

Dugaan Kecurangan SPMB di SMAN 1 Mataram, Wali Murid Pertanyakan Perubahan Status Kelulusan

SMAN 1 Mataram, (Geogle)

Mataram, Media Dinamika Global - Dugaan ketidakberesan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMAN 1 Mataram kembali mencuat. Seorang wali murid mengeluhkan perubahan status kelulusan anaknya yang semula dinyatakan diterima melalui jalur domisili, namun beberapa jam kemudian berubah menjadi tidak lulus.

Wali murid, enggan memberikan nama, sebut saja IF mengaku kecewa dengan proses penerimaan yang dinilainya tidak transparan. Menurutnya, perubahan status tersebut dijelaskan oleh pihak sekolah sebagai akibat gangguan sistem.

“Anak saya awalnya dinyatakan lolos jalur domisili, tetapi beberapa jam kemudian statusnya berubah menjadi tidak diterima. Alasannya karena sistem error,” ujar kepada wartawan, Sabtu (18/7/2026).

Ia mengaku mempertanyakan penyebab perubahan tersebut. Berdasarkan informasi yang diperolehnya, ia menduga adanya siswa titipan dalam proses penerimaan peserta didik baru.

“Saya meminta pihak sekolah membuka data siswa yang dinyatakan lulus agar proses ini transparan dan tidak menimbulkan kecurigaan di masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Mataram belum dapat ditemui saat sejumlah awak media mendatangi sekolah. Melalui stafnya, disampaikan bahwa kepala sekolah sedang mengikuti rapat.

Keterangan kemudian diberikan oleh Ketua Panitia SPMB SMAN 1 Mataram, Lalu Abdul Hayi. Ia menegaskan seluruh proses penerimaan siswa baru dilaksanakan sesuai petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.

“Kami melaksanakan seluruh tahapan sesuai juknis. Juknis itu menjadi dasar hukum kami dalam pelaksanaan SPMB,” ujarnya.

Saat ditanya terkait dugaan adanya siswa titipan, Abdul Hayi membantah adanya praktik tersebut di lingkungan sekolah. Namun, ia mengakui pihak sekolah menerima sejumlah nama siswa yang dikirim melalui dinas terkait.

“Kalau soal dugaan titipan, kami tidak ada menerima titipan. Tetapi memang ada nama-nama siswa yang dikirim oleh dinas dan kami layani. Informasinya juga diketahui oleh dinas,” katanya.

Terkait permintaan data siswa yang dinyatakan lulus, Abdul Hayi mengatakan pihak sekolah tidak berani memberikan daftar nama peserta yang lulus.

“Total siswa yang diterima sebanyak 512 orang. Namun untuk data nama-nama siswa yang lulus, kami tidak berani memberikan,” jelasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Nusa Tenggara Barat terkait pernyataan mengenai adanya nama-nama siswa yang dikirim kepada pihak sekolah maupun dugaan ketidakberesan dalam proses SPMB tersebut.

Redaksi |