Media Dinamika Global: Pendidikan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Mei 2026

Bupati Melalui Wakil Bupati Bima Hadiri Peresmian Gedung SDN Inpres Sowa Soromandi


Soromandi. Media Dinamika Global.Id.- Alhamdulillah dapat kunjungan dari bapak wakil Bupati Bima untuk peresmian Gedung Sekolah SDN Sowa Desa Kananta Kec. Soromandi. Kab. Bima Propinsi NTB. Kegiatan ini sengaja dilakukan agar Mutu Pendidikan makin hari makin meningkat. Selain itu, Kesejahteraan Dunia pendidikan perlu didukung oleh sarana dan prasarana yang cukup sehingga Siswa dan Guru merasa nyaman, aman dan lancar. Senin, 11 Mei 2025

Pantauan langsung Media ini, Nampak Hadir Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidin bersama Rombongan nya, Camat dan Wakil Camat Soromandi bersama Jajarannya, Kepala Sekolah SDN Inpres Sowa Muhtar, S.Pd dan Jajarannya, Para Kepala Sekolah lainnya serta Dewan Guru dari Berbagai Sekolah yang ada di Kecamatan Soromandi.

Kepala Sekolah SDN Inpres Sowa Muhtar pada Media ini mengatakan bahwa Rungan yang direhabilitasi atau renovasi itu adalah Ruangan Perpustakaan/Laboratorium yang berada di atas ruangan Sekolah ini.

Ruangan ini, sengaja di perbaiki setelah beberapa tahun tidak digunakan lagi, lalu kemudian kami mengajukan Proposal Permohonan Renovasi dan Alhamdulillah hari ini, kami semua mengundang Bapak Wakil Bupati Bima untuk meresmikan Ruangan kami ini. Ujarnya

Kemudian dengan Kehadiran dari Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidin ini tentunya kami sangat berterima kasih sekali, sebab selama ini sekolah kami belum pernah dikunjungi oleh Pihak Pemerintah Daerah selama puluhan tahun ini, jadi baru kali ini saja.

Yang terakhir, kami mewakili Guru-guru yang ada di SDN Inpres Sowa ini mengucapkan Permohonan maaf, apabila dalam Pelayanan kami tidak sesuai dengan status Sosial dan lainnya. Maka sekali lagi kami Ucapkan Permohonan maaf yang tak terhingga. Pungkasnya

Hal senada disampaikan oleh Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidi dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pada hari ini sebenarnya Bapak Bupati Bima Ady Mahyudi juga maunya ikut hadir tetapi ada sesuatu hal yang sangat penting dikerjakan dan tidak bisa di wakilkan.

Oleh karena itu, biarlah saya yang akan mewakilinya, ya saya melihat SDN Inpres Sowa ini banyak peningkatan nya terutama SDMnya mulai dari Disiplin Guru, Murid hingga Sarana dan Prasarananya sudah ada perubahan yang signifikan sehingga pada hari ini kami sangat bangga sekali.

"Semoga Sekolah tersebut bisa ditingkatkan lagi, baik SDMnya maupun Sarana dan Prasarananya sehingga Peserta didik saat belajar merasa sangat nyaman sekali, dan Asri". Tuturnya

Yang terakhir saya berharap agar Pendidikan ini, terus ditingkatkan lagi, meskipun kami berdua(Bupati dan wakil Bupati Bima) baru menjalankan Tugas selama 1 tahun lebih ini. Tetapi yakin saja bahwa kami berdua tetap bertekad untuk memajukan dunia pendidikan karena orang sangat butuh pendidikan. Harapnya.(Team).

Kamis, 07 Mei 2026

Bangun Industri Kreatif Perfilman dari Sekolah, Pemprov NTB Gelar Workshop Film se-NTB


Mataram, Media Dinamika Global - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus memperkuat ikhtiar membangun industri kreatif daerah melalui sektor perfilman. Melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi NTB, Pemprov NTB bekerja sama dengan Lombok Foundation akan menyelenggarakan workshop perfilman bagi pelajar SMK se-NTB.

Program ini menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan komunitas dan ekosistem perfilman di kalangan generasi muda, sekaligus mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang memiliki nilai edukasi dan budaya.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dikpora NTB, H. Tarmidzi, S.Kom., ME menyampaikan, workshop tersebut diharapkan mampu melahirkan kelompok-kelompok maupun komunitas perfilman baru di NTB yang nantinya dapat menghidupkan industri kreatif daerah.

“Melalui workshop ini kita ingin NTB memiliki kelompok-kelompok atau komunitas perfilman yang bisa menghidupkan industri kreatifnya,” ujarnya di Mataram, Kamis 7 Mei 2026.

Ia mengatakan, pengembangan perfilman di kalangan pelajar juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) NTB yang saat ini masih berada pada kategori rendah.

“IPP NTB saat ini masih di angka 25 dan masuk kategori rendah. Karena itu kita mencoba mendorong kreativitas anak-anak muda melalui film agar IPP kita terus meningkat,” katanya.

Tak hanya menjadi ruang kreativitas, workshop perfilman tersebut juga diarahkan sebagai media edukasi sosial. Salah satu isu yang akan diangkat dalam karya film para pelajar adalah persoalan merariq kodeq atau pernikahan usia anak.

“Kita juga memasukkan isu merariq kodeq supaya masyarakat memahami dampaknya. Jadi saat menonton film, ada edukasi yang didapat,” jelasnya.

Workshop perfilman ini akan melibatkan sekolah-sekolah SMA/SMK di seluruh NTB melalui program roadshow yang digelar secara bertahap. Pemprov NTB juga memberikan apresiasi kepada sekolah-sekolah yang selama ini aktif mengembangkan kreativitas perfilman di lingkungan pendidikan.

“Kami sangat mengapresiasi SMA yang setiap tahun membuat film. Ini akan terus kita dorong, termasuk SMK agar pengembangan perfilmannya semakin baik,” katanya.

Sebagai tindak lanjut dari workshop tersebut, Dikpora NTB juga akan menggelar lomba film pelajar sebagai wadah apresiasi sekaligus ruang unjuk kreativitas generasi muda NTB.

Melalui program ini, Pemprov NTB berharap lahir sineas-sineas muda daerah yang tidak hanya kreatif, tetapi juga mampu menghadirkan karya yang membawa pesan edukatif, memperkuat budaya lokal, serta mendorong pertumbuhan industri kreatif NTB di masa depan.

Redaksi |

Rabu, 06 Mei 2026

Korwil Monta Bahtiar, Ambil Alih Jadi Pemimpin Upacara Hardiknas Tingkat Kabupaten Bima


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Pemerintah Kabupaten Bima melaksanakan Upacara di halaman Kantor Bupati Bima yang di hadiri oleh ribuan Guru dan pegawai Se-Kabupaten Bima. Kamis, (07/05/26)

Pada Upacara yang digelar ini, memiliki keunikan tersendiri, dimana para peserta Upacara, mengenakan busana adat Bima, sehingga terlihat begitu anggun dan bersemangat dalam mengikuti jalannya pelaksanaan Upacara dalam rangka memperingati Hardiknas tahun 2026.

Pemandangan serupa juga terlihat pada pemimpin upacara yang diambil alih oleh Korwil Kecamatan Monta Bahtiar, S.Pd, yang begitu gagah mengenakan baju tenun lengkap dengan hiasan kepala "sambolo"khas adat Bima. 

Bahtiar yang bertindak sebagai pemimpin nampak begitu semangat, dengan suaranya yang begitu lantang, dihadapan Bupati Bima Ady Mahyudi, Ia menyiapkan seluruh peserta Upacara. Maka dalam hal ini pemilihan Korwil Monta Bahtiar, S.Pd sebagai pemimpin Upacara Hardiknas merupakan langkah tepat yang diambil oleh panitia pelaksana, dalam mamastikan kelancaran kegiatan.


Semangat ini tentunya bertujuan untuk menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan nasionalisme kepada seluruh peserta yang hadir. 

Usai pelaksanaan Upacara, Korwil Monta Bahtiar, S.Pd, dihampiri oleh beberapa Kepala Sekolah dan Korwil lainnya beserta guru-guru, guna memberikan semangat dan apresiasi yang luar biasa atas penampilannya saat bertugas sebagai pemimpin Upacara, bahkan tak sedikit yang meminta untuk berfoto bersama dengan beliau, karena mereka merasa terharu dan terpukau peada penampilannya. (Tim MDG)

Senin, 04 Mei 2026

Satu Tahun Kepemimpinan Plt SMKN 1 Soromandi Tunjukkan Kemajuan Pesat

SMKN 1 Soromand, (Ist/Morex)

Bima, Media Dinamika Global – Satu tahun sejak dipimpin oleh Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Sekolah, SMKN 1 Soromandi menunjukkan perkembangan signifikan dalam berbagai aspek pendidikan, mulai dari peningkatan kualitas pembelajaran hingga prestasi siswa, Senin (4/5/2026).

Di bawah kepemimpinan Adhar S.Pt, sekolah ini berhasil melakukan sejumlah terobosan strategis. Program unggulan difokuskan pada penguatan pembelajaran berbasis kejuruan seperti peternakan, pertanian, dan perbengkelan. Selain itu, penguatan karakter siswa juga menjadi prioritas utama dalam membentuk lulusan yang tidak hanya terampil, tetapi juga berintegritas.

Tak hanya pada aspek akademik, pengembangan sarana dan prasarana sekolah turut menjadi perhatian serius. Berbagai peningkatan fasilitas dilakukan secara bertahap, termasuk menjalin kerja sama dengan dunia industri guna menunjang kualitas pembelajaran vokasi.

Adhar menyampaikan bahwa keberhasilan yang diraih tidak lepas dari sinergi antara guru, siswa, serta mitra industri yang terus dibangun secara berkelanjutan.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan agar lulusan SMK mampu bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi,” ujarnya.

Selain itu, pihak sekolah juga aktif menggandeng berbagai pihak untuk memberikan kesempatan praktik kerja langsung bagi siswa. Langkah ini dinilai efektif dalam meningkatkan kompetensi dan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja.

Dengan berbagai capaian tersebut, SMKN 1 Soromandi optimistis dapat terus mencetak generasi unggul, terampil, dan siap menghadapi tantangan global.

(Reporter MDG Morex Bima)

Sabtu, 02 Mei 2026

Suasana HARDIKNAS 2026 di SDN 1 Tolowata Penuh Kebanggaan dan Warna Budaya


Bima, 2 Mei 2026 – Suasana haru dan bahagia menyelimuti halaman SDN 1 Tolowata, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima, pada hari ini. Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 terasa sangat istimewa karena menjadi momen pertama kalinya upacara bendera dilaksanakan secara mandiri di halaman sekolah masing-masing.

 Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, upacara kali ini terasa lebih dekat dan hangat karena seluruh warga sekolah bisa berkumpul bersama. Hal ini disampaikan oleh salah satu guru hebat yang akrab disapa Bunda Ony.

 "Baru kali ini pelaksanaan upacara Hardiknas dilakukan di halaman sekolah kita sendiri. Rasanya sangat luar biasa dan membahagiakan karena kita bisa berbaris bersama-sama dengan siswa-siswi tercinta di tempat kita belajar sehari-hari," ucap Bunda Ony dengan penuh semangat.

 Yang membuat momen ini semakin berkesan dan unik, Petugas Upacara kali ini diperankan oleh para Bapak dan Ibu Guru yang hebat! Dengan seragam dan sikap yang tegap, para guru memberikan contoh terbaik kedisiplinan dan cinta tanah air kepada anak-anak didik mereka.

 Tidak kalah menariknya, upacara ini juga semakin meriah dan indah karena seluruh siswa-siswi tampil memukau dengan mengenal berbagai jenis Pakaian Adat dan Budaya. Warna-warni budaya Nusantara terlihat begitu indah berbaris rapi di lapangan sekolah.

 Foto kebersamaan antara Kepala Sekolah, para guru, dan seluruh siswa menjadi bukti kuatnya persatuan dan semangat pendidikan di SDN 1 Tolowata. Hardiknas tahun ini bukan hanya peringatan, tapi juga perayaan cinta tanah air dan kebanggaan menjadi bagian dari dunia pendidikan!

 Selamat Hari Pendidikan Nasional untuk seluruh guru dan murid SDN 1 Tolowata! 🇮🇩📚✨by. ( EH,La ) Penanggung jawab MDG

Jumat, 01 Mei 2026

Peringati Hardiknas, Gubernur NTB Siapkan Insentif untuk Ribuan Guru P3K Paruh Waktu

Gubernur NTB saat Peringati Hari Pendidikan Nasional 2026, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global - Memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menekankan kualitas pendidikan dalam akses belajar, kompetensi dan kesejahteraan guru. Sebagai apresiasi dan perhatian kepada guru berstatus Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PPPK - PW), Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyiapkan anggaran untuk penghasilan tambahan minimal sebesar Rp500 ribu bagi 1.759 guru mulai September mendatang. 

"Khusus untuk guru P3K PW yang penghasilannya tergantung jam mengajar, kami berupaya di tengah keterbatasan fiskal untuk memberikan kesejahteraan yang lebih baik", ucap Gubernur Dr. H.L.Muhamad Iqbal dalam upacara peringatan Hardiknas di lapangan kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga di Mataram, Sabtu (02/05/2026). 

Gubernur mengatakan, kebijakan bagi guru PPPK- PW ini dilakukan sebesar harapan daerah dalam memajukan dunia pendidikan. 

Gubernur menegaskan bahwa Dinas Dikpora sebagai pengampu utama pendidikan, fokus kepada pembanguan manusia bukan sekadar fisik agar kualitas pendidikan meningkat. 

"Kualitas pendidikan artinya dinas, kepala sekolah dan guru mulai memikirkan agar seluruh anak memiliki akses pendidikan. Memastikan tidak ada anak putus sekolah, memastikan kualitas bahan ajar dan kualitas  guru", tegasnya. 

Dalam upacara peringatan Hardiknas ini, Gubernur menyampaikan amanat nasional pendidikan dasar dan menengah dalam lima kebijakan strategis nasional yakni, revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi, pemenuhan kualifikasi dan kompetensi guru sebagai teladan dan kesejahteraan dalam bentuk beasiswa kuliah bagi guru, penguatan pendidikan karakter melalui budaya dan lingkungan sekolah, kualitas pembelajaran melalui gerakan literasi dan numerasi dalam science, technology, engineering and mathematics (STEM) dan tes kemampuan akademik termasuk olahraga dan kesenian serta kebijakan layanan pendidikan yang mudah, murah dan fleksibel untuk berbagai penyebab putus sekolah dengan sekolah satu atap, pembelajaran jarak jauh, komunitas belajar dan sekolah terbuka. 

Untuk mewujudkan pendidikan bermutu, empat ekosistrm pendidikan dari sekolah, keluarga, masyarakat dan media diintegrasikan dalam regulasi dan kebijakan. 

Dalam upacara peringatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan penghargaan Satya Lencana Karyasatya kepada tiga orang pengajar dari SMA Negeri 5 Mataram, Siti Nurhani, SLB Negeri 1 Mataram, Kamtono dan SMK Negeri 1 Mataram, Ahmad Quroni.

Redaksi | 

Sabtu, 25 April 2026

Adhar Jadi Ketua PGRI Kabupaten Bima, Diangkat Secara Aklamasi


Bima NTB. Media Dinamika Global.Id.-Konferensi Kerja I Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bima masa bakti XXIII Tahun 2025-2030 dengan Tema "Konferensi PGRI Menuju Indonesia Emas dan Bima Bermartabat,". Acara tersebut di gelar, Sabtu, 25/05/26 di aula PGRI Kabupaten Bima Kecamatan Belo. 

Seperti dikutip dari media lensa pos bahwa per Kecamatan diwakili 7 (tujuh) anggota untuk memilih Kepengurusan PGRI Kabupaten Bima. Pasalnya, kepengurusan lama diberhentikan dengan alasan melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PGRI Kabupaten Bima yakni bermasalah dengan hukum. 

Ketua PGRI Cabang Kecamatan Tambora, Joni, S.Pd.M.Pd yang ditemui pada hari yang sama mengatakan bahwa sebanyak 7 (tujuh) guru orang per cabang Kecamatannya sesuai dengan undangan dari panitia pemilihan Konferensi Kerja I dan Konferensi Luar Biasa (KLB), ujarnya singkat. 

Ketua Panitia KLB PGRI Kabupaten Bima, Edi Ilham syah, S.Pd mengatakan bahwa ada 4 (empat) calon yakni Ramli, S.Pd. M.Pd, Furkan, S.Pd, Dr. Juwaidin. M.Pd dan Ashar, S.Pd, ujarnya singkat. 


Salah satu calon KLB, Ramli, S.Pd mengatakan bahwa saya mengundurkan diri dengan sadar dan tidak ada paksaan dari pihak manapun, ujarnya singkat. 

Sementara Dr Juwaidin, S.Pd dalam sambutannya mengatakan bahwa saya belum bersedia untuk ikut calon PGRI Kabupaten Bima, ujarnya singkat. 

Pantauan media ini bahwa secara aklamasi Adhar, S.Pd menjadi Ketua PGRI Kabupaten Bima masa bakti 2025-2030.

Sabtu, 18 April 2026

Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima Beserta Seluruh Jajarannya Mengucapkan


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima, Zunaidin HI, S.Sos., MM beserta jajarannya mengucapkan Selamat Selamat Hari Pendidikan Nasional 2025! Terus kobarkan semangat belajar dan membangun masa depan bangsa. (Tim)

Selasa, 07 April 2026

Diduga Oknum Kepsek SDN 31 Kota Bima Lakukan Intimidasi LSM Di Lelamase


Kota Bima. Media Dinamika Global.Id.- Diduga Oknum Kepsek SDN 31 Kota Bima Lakukan Intimidasi LSM Di Lelamase Mengintimidasi Ketua Investigasi LDII. Peristiwa tersebut terjadi Pada Selasa 7 April  2026 sekitar Pukul 09.35 wita. Kegiatan itu berlangsung di Ruangan tersebut.

Sebagai Penyambung Lidah Masyarakat sekitar Ketua LSM Detektif Investigasi Indonesia terus menyuarakan aspirasi Masyarakat melalui Laporannya terkait dengan Pembangunan Gedung Sekolah dan Pagar yang tidak pernah melibatkan stakeholder seperti Komite Sekolah, Tokoh Masyarakat dan Orang Tua Murid dan lainnya.

Aris Munandar selalu Ketua LSM Detektif Investigasi Indonesia (LDII) mendatangi Oknum Kepala Sekolah SDN 31 Kota Bima yang ada di Lelamase, dengan maksud memastikan hasil laporan masyarakat Lelamase terkait pembangunan gedung sekolah dan pagar sekolah yang dianggap Inprosedural tersebut.

Namun ketika menghadap oknum kepala sekolah tersebut selalu mengelak bahkan mengintimidasi dengan mengatakan bahwa beliau adalah ketua salah satu LSM aktif di kota bima, dengan sikap arogan dan sombongnya beliau mengajak ketua Detektif investigasi Indonesia (LDII) menghadap kelurahan, untuk membantu memberikan penjelasan, 

Bahkan, yang ironisnya lagi Oknum kepala sekolah juga mengatakan dengan lantang bahwa upaya sekolah ingin memagar dengan menggunakan dana bos dari pemerintah walau tanpa koordinasi dengan siapa pun juga.

Kepala sekolah mengatakan bahwa tidak takut sama siapapun bahkan LSM dan pemerintah sekalipun karna saya sudah berpengalaman mengatasi permasalah seperti ini, dan dengan entengnya lagi mengatakan persoalan kecil seperti ini

LSM Detektif Investigasi Indonesia (LDII) dan seluruh masyarakat dan orang tua murid menolak kepala sekolah SDN 31 kota bima yg sekarang berada di lelamase

Karna lapangan tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat lelamase untuk kegiatan sosial.. budaya .. dll. Pungkasnya.

Hingga Berita ini di Turunkan, para Pihak terkait belum dapat dikonfirmasi terutama Kepala Dinas terkait serta pihak lainnya. (Team).

Senin, 06 April 2026

SDN Boke Sambut Kepala Sekolah Baru, dengan Visi Misi Mewujudkan Insan yang Respek


Bima NTB. Media Dinamika Global.Id.- Bima, 06 April 2026– Dalam rangka penyegaran manajemen dan peningkatan mutu pendidikan, Sekolah Dasar Negeri Desa Boke kec, sape.  resmi melantik Bpk Syahrir Faharuddin,S. Pd sebagai kepala sekolah baru menggantikan bapak Arifin, S. Pd. Pelantikan dan serah terima jabatan ini dilaksanakan di kantor Bupati Bima pada 13 Maret 2026 bulan lalu. 

Bpk Syahrir Faharuddin,S. Pd membawa visi misi baru yang sudah disepakati bersama dewan guru-guru dan komite sekolah yaitu RESPEK ( religius, santun, berprestasi dan kolaborasi. Kepala sekolah menjelaskan kenapa religius yang pertama karena landasan dasar manusia sebagai insan yang beriman harus didasari dengan agama, sehingga kedepannya dengan agama yang kita terapkan melalui kegiatan

Imtaq ataupun kegiatan keagamaan harus dijalankan secara optimal sehingga ke depannya siswa di SDN Boke ini menjadi insan yang mulia dan memiliki akhlak yang bermartabat. 

Selanjutnya santun itu terwujud apabila religiusnya ada akan menjadi insan yang ramah sehingga Alhamdulillah pada hari ini siswa kami pada saat mereka datang sekolah, mereka tidak mencari siapa-siapa langsung  mencari guru dimana guru berada, mereka harus melakukan salaman. 

Lanjut kasek, di era perkembangan jaman ini  guru harus mampu meningkatkan mutu pendidikan agar melahirkan siswa berprestasi yang mampu bersaing dengan sekolah-sekolah yang bertaraf nasional. 

Kreatif itu muncul ketika ada kolaborasi dengan teman sejawat kolaborasi antara guru, masyarakat, dan pihak-pihak yang terlibat dalam pemangku kepentingan

Kasek juga menambahkan,dalam waktu dekat kami ingin menyelenggarakan Kegiatan ekstra kurikuler di bidang pencaksilat dimana bidang pencaksilat ini adalah murni  dari bangsa kita sendiri sehingga di dalam kegiatan pencaksilat tersebut tertanam jiwa religius, disiplin serta karakter yang tinggi. 

Dan saya patut mengapresiasi dan berterima kasih setinggi-tingginya kepada Bpk Arifin, S. Pd (Mantan kasek SDN Boke) dan Ibu Irliyana, S. Pd sebagai Pelaksana harian (Plh). yang telah menjalankan roda pendidikan sebelumnya. By. Sekjen LKPK ( E H )

Jumat, 03 April 2026

Keluarga Besar MAN 2 Mengucapkan


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.--Dengan penuh rasa bangga, keluarga besar MAN 2 Bima mengucapkan selamat kepada siswa-siswi kelas XII yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur SNBP 2026. Ini adalah hasil dari kerja keras, doa, dan semangat juang yang luar biasa. 

Semoga langkah awal ini menjadi pintu menuju masa depan yang gemilang. Teruslah belajar, berkarya, dan membawa nama baik almamater di manapun berada. 

Terima kasih kepada bapak/ibu guru dan orang tua yang selalu memberikan dukungan dan doa terbaik. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi adik-adik kelas X dan XI untuk terus berprestasi.

Senin, 23 Maret 2026

Insentif Tunjangan Daerah Terpencil : Dugaan Pungli di SMPN 2 Soromandi di Desa Sai Kecamatan Soromandi Kab Bima


Soromandi NTB, Media Dinamika Global.Id – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) kembali mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten SMPN 2 Soromandi di Sai Kecamatan Soromandi Kab. Bima, Provinsi NTB. Setelah terungkap dugaan pemotongan dana Dacil, kini sorotan tertuju pada pengelolaan dana insentif Daerah Terpencil SMPN 2 sai kecamatan Soromandi kabupaten bima (Dacil) yang sejatinya diberikan untuk meringankan beban guru di wilayah terpencil.

Seorang guru di salah satu SMPN 2 Soromandi di Desa Sai di pelosok mengaku harus menyetor Rp4 juta setiap kali menerima insentif Dacil. Dana tersebut, menurut pengakuannya, diserahkan ke Kepala Sekolah dan selanjutnya disebut disetorkan ke salah satu staf Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten bima.

“Tolong ditelusuri. Setiap terima insentif Dacil, kami diminta setor Rp4 juta ke Kepala Sekolah. Katanya untuk staf di bidang GTK,” ungkap guru tersebut kepada tim media, dengan nada prihatin, belum lama ini.

Saat dikonfirmasi, staf Bidang GTK Dikbud Kabupaten bima, membantah keras adanya instruksi atau penerimaan dana setoran dari Kepala Sekolah atau guru.

“Tidak ada yang namanya setoran. Insentif Dacil langsung masuk ke rekening guru masing-masing. Kalau pun ada, paling hanya ucapan terima kasih dari guru, itupun tidak semua dan tidak dipaksa,” jelasnya saat ditemui sebagaimana dikutip media Dinamika global.

Dana Dacil: Hak Guru, Bukan Alat Pungutan

Insentif Dacil merupakan tunjangan yang diberikan kepada guru PNS daerah yang mengabdi di wilayah-wilayah SMP negeri 2 Soromandi di Desa sai Kecamatan Soromandi Kab. Bima dengan kondisi geografis sulit. Dana ini adalah bentuk penghargaan dan kompensasi atas tantangan besar yang mereka hadapi di lapangan.

Namun, bila benar terjadi pemotongan atau pungutan tanpa dasar hukum yang jelas, maka hal ini berpotensi masuk kategori pungli, bahkan bisa menyeret pelakunya ke ranah pidana.

Di sisi lain, bahwa ia sering mengumpul dana dari setiap guru yang menerima tunjangan khusus di sekolahnya. Dana tersebut disetorkan ke Dikbud namun ia tidak menyebutkan sama siapa yang menerima dana tersebut.

Oknum yang enggan disebutkan namanya ini juga menjelaskan setiap guru biasanya menyetor sebanyak Rp2.000.000. Namun ada juga beberapa oknum Kepala Sekolah yang menaikan tarif setoran sebanyak Rp4.000.000 setiap guru di SMPN 2 Soromandi di Desa sai kecamatan Soromandi kabupaten bima.

“Kalau sama saya yang biasa mereka setor paling Rp2.000.000 per orang, tapi ada beberapa Kepala Sekolah biasa mereka minta sampai Rp4.000.000,” jelasnya.

Diduga SMPN 2 Soromandi di Desa sai kecamatan Soromandi kabupaten bima, menjadi korban pungli oknum Dikbud Kabupaten bima, dengan alasan uang ucapan terima kasih karena sudah diurus untuk mendapatkan tunjangan khusus daerah terpencil.

Jika benar dana tersebut di setor ke salah satu oknum Dikbud Kabupaten bima, mengalir kemana dana tersebut?

Kepala Dinas (Kadis) Dikbud kabupaten bima Syahrul saat dikonfirmasi Redaksi media ini mengatakan, kasus dugaan pungli Dana Insentif Guru Daerah Terpencil saat ini tengah bergulir di Inspektorat Kabupaten bima.

Penjabat Bupati Bima Sambut 33 Kontingen PGRI Peserta Porseni Kolaboratif

“Sementara bergulir belum di periksaan oleh Inspektorat kabupaten bima. Kami masih menunggu hasilnya,” ungkap Suryadi saat dikonfirmasi via telpon selulernya, selasa 24 Maret 2026.

Catatan Redaksi:

Guru di daerah terpencil SMPN 2 Soromandi di Desa sai kecamatan Soromandi kabupaten bima sudah menghadapi tantangan berat, dari akses yang sulit hingga keterbatasan fasilitas. Ketika hak mereka ikut “dipungut” oleh sistem yang seharusnya melindungi, maka bukan hanya moralitas yang runtuh—tetapi juga kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan.(Team MDG)

Rabu, 18 Maret 2026

Menggemparkan! Mantan Bendahara SDN 1 Tolowata Selama 20 Tahun: Sekolah Hanya Miliki 1 Laptop dan 1 WC, Dana BOS 2026 Diduga Dibagi-bagikan



Bima NTB. Media Dinamika Global.Id.-Menggemparkan! Mantan Bendahara SDN 1 Tolowata Selama 20 Tahun: Sekolah Hanya Miliki 1 Laptop dan 1 WC, Dana BOS 2026 Diduga Dibagi-bagikan. Pengakuan mengejutkan datang dari mantan bendahara Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Tolowata, yang juga menjabat sebagai guru di sekolah tersebut. Rabu, 18 Maret 2026

Beliau yang mengaku sebagai Nasarudin telah menjabat selama 4 periode atau sekitar 20 tahun lamanya, mengakui hal ini saat ditemui anggota Lembaga Komunitas pengawas Korupsi (L-KPK) yang melakukan kunjungan ke sekolah yang juga dikenal sebagai Sekolah Aikon Ambalawi.

Selama masa jabatannya yang panjang, tidak tercatat adanya perkembangan atau pembangunan signifikan di sekolah. Kondisi yang memprihatinkan terlihat dari aset sekolah yang hanya berupa satu buah laptop dan satu unit WC yang digunakan bersama seluruh warga sekolah. Kebutuhan mendasar lainnya seperti perlengkapan Alat Tulis Kantor (ATK) dan buku pelajaran juga tidak terpenuhi dengan baik.

Yang lebih mencengangkan, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pertama yang baru dikeluarkan pada tahun 2026 diduga telah dibagikan kepada para guru. Padahal secara ketentuan, dana BOS bukan diperuntukkan bagi pembagian kepada guru—terutama bagi guru PNS, guru P3K, maupun guru yang menerima SK daerah—melainkan untuk keperluan operasional siswa dan kegiatan sekolah itu sendiri.

Masyarakat dan pihak sekolah mengajukan harapan kepada Inspektorat serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar segera melakukan pemeriksaan mendalam terhadap mantan bendahara Nasarudin terkait pengelolaan keuangan dan aset sekolah selama 20 tahun menjabat, yang tidak memberikan perubahan apapun bagi kemajuan SDN 1 Tolowata. By. E H.

Guru SDN 1 Tolowata Keluhkan Potongan dan Keterlambatan THR, Minta BPK & Inspektorat Panggil Bendahara


Bima NTB, Media Dinamika Global.Id.- Rabu, 18 Maret 2026 – Masalah pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) kembali menjadi sorotan di kalangan pendidik di Kabupaten Bima. Banyak guru mengeluhkan jumlah THR yang diterima kurang dari seharusnya, bahkan sejumlah pendidik mengaku belum menerima hak tersebut sama sekali hingga saat ini.

Salah satu guru di SDN 1 Tolo Wata, Kecamatan Ambalawi, menjadi salah satu yang merasakan dampak dari masalah ini. Ia mengaku keberatan dengan adanya potongan besar pada uang THR miliknya. "Sesuai peraturan yang berlaku, uang THR adalah hak kami yang tidak boleh dipotong dengan alasan apa pun. Namun, kenyataannya yang saya terima jauh dari jumlah yang seharusnya. Selain itu, masih banyak rekan guru di sini yang sampai hari ini belum menerima THR sama sekali," ungkap guru tersebut dengan nada kecewa saat diwawancarai, Selasa (18/3).

Kebingungan semakin dirasakan oleh guru tersebut dan rekan-rekannya karena tidak tahu harus mengajukan klaim atau mencari keadilan ke mana. Hal ini diperparah dengan kurangnya transparansi dari bendahara gaji sekolah terkait data distribusi dan pencairan THR kepada para guru. "Kami sudah mencoba bertanya kepada bendahara, tapi tidak ada penjelasan yang jelas dan rincian yang ditunjukkan. Bendahara hanya diam dan tidak mau memberikan informasi yang transparan terkait siapa saja yang sudah menerima dan berapa jumlahnya. Kami benar-benar bingung harus mencari solusi di mana," tambahnya.

Kekhawatiran pun muncul di kalangan guru terkait dugaan adanya praktik yang tidak benar di balik masalah ini. Ada dugaan kuat bahwa para bendahara telah melakukan kerja sama dengan pihak lain, termasuk perbankan dan Kabid TPK Kabupaten Bima. Dugaan ini semakin menguat mengingat Kabid TPK Kabupaten Bima saat ini sedang ditahan oleh pihak berwenang terkait kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Mataram.

Merespons hal ini, para guru memiliki harapan besar agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Inspektorat segera turun tangan menindaklanjuti keluhan ini. Secara khusus, mereka meminta kedua lembaga tersebut untuk segera memanggil bendahara sekolah atas nama P Sukardin guna mempertanggungjawabkan kejadian ini.

"Kami berharap BPK dan Inspektorat segera merespons keluhan kami. Kami meminta kedua lembaga tersebut untuk segera memanggil P Sukardin selaku bendahara sekolah agar bisa dimintai keterangan dan mempertanggungjawabkan apa yang terjadi terkait potongan dan keterlambatan THR ini. Kami ingin kejelasan dan keadilan terkait hak kami yang seharusnya diterima penuh dan tepat waktu," pungkas guru tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait, termasuk P Sukardin selaku bendahara, Dinas Pendidikan Kabupaten Bima, BPK, maupun Inspektorat terkait keluhan dan permintaan pertanggungjawaban yang disampaikan oleh para guru.

 Selanjutnya Untuk kebenaran dan detail, kami dari Media ini akan melakukan verifikasi dan wawancara langsung ke pihak yang berwenang tutup. By. E H.

Minggu, 15 Maret 2026

Bupati dan Dikpora Kabupaten Bima : Minat Baca Siswa SDN Doridungga Kecamatan Donggo Menurun Akibat Perpustakaan Rusak Bertahun-tahun


Mahyudin, menunjukkan kerusakan bangunan perpustakaan di sekolah yang dipimpinnya di Desa doridungga, Kecamatan Donggo.

Donggo NTB, Media Dinamika Global.id.-- Senin (16/3/2026). Panduan & Petunjuk Perjalanan Bertahun-tahun rusak dan tak beratap, bangunan perpustakaan SDN Doridungga, Kecamatan Donggo Kabupaten Bima tak kunjung ter­sentuh perbaikan. Kondisi itu berdampak buruk terha­dap minat baca siswa. 

Pantauan "Awak Media Dinamika Global" pada Senin 16 Maret 2026 mendapati kondisi memilukan ba­ngu­n­an perpustakaan itu. Bangunan tersebut tak me­miliki ­atap serta kaca jende­la. Ba­gian dalam ruangan tampak kotor dan ditumbuhi sejumlah tanaman. 

Kepala SDN doridungga Mahyudin meng­ung­kapkan, kondisi bangunan telah rusak parah di sekolah itu pada sejak dari tahun 2004 lalu hingga 2026 sekarang. 

"Kondisina tos repot, tos ancur Kondisi bangunan sudah sangat rusak dan hancur," kata Mahyudin kepada "Awak Media Dinamika Global" yang menyambangi sekolah tersebut pada Senin pagi.

Dari informasi yang diperolehnya, bangunan perpustakaan sudah tak bisa dipa­kai sejak 2020. Imbas ke­a­daan itu, membuat buku-bu­ku perpustakaan disimpan di ruangan/kantor guru. Untuk me­ngatasi persoalan tak ada­nya perpustakaan, sekolah pun menggelar kegiatan pojok baca di kelas-kelas. 

Kegiatan itu dilaksanakan dengan membawa buku-bu­ku perpustakaan ke kelas-kelas agar para murid bisa mem­baca. " buku, ke kantor Jadi para siswa membawa buku untuk dibaca di kelas, lalu mengembalikan lagi ke kantor guru," tuturnya.

Meski begitu, kegiatan itu berlangsung tak maksimal. Soalnya, murid yang membaca di kelas masih terganggu oleh aktivitas siswa lainnya. Menurut Mahyudin, ke­beradaan ruangan khusus untuk perpustakaan tetap pen­ting agar siswa dan guru nya­man saat membaca buku.

Dampak tak adanya per­pus­takaan pun membuat minat baca siswa berkurang. Pasalnya, siswa juga tak me­mi­liki motivasi untuk membaca buku kala sekolah SDN Doridungga tak memiliki perpustakaan. " Kalau tak ada fasilitasnya, mau bagaimana lagi," tuturnya.

Mahyudin mengaku sudah dua kali mengajukan per­mohonan bantuan perbaikan perpustakaan kepada Dinas Pendidikan KBM secara verbal. Namun, dari ke­terangan yang diperolehnya, alokasi anggaran untuk bangunan perpustakaan belum tersedia. 

Ia berharap, pemerintah bis­a segera memperbaiki ke­rusakan tersebut. "Saya berharap bangunan per­pus­takaan yang rusak bisa direhabilitasi," ucapnya. (Sekjend MDG)

Rabu, 11 Maret 2026

Pemblokiran Jalan di Tumpu Menuju Kamunti Dilakukan Warga, Terkait Dunia Pendidikan


Bima NTB. Media Dinamika Global.Id.-Tuntutan pemenuhan jam menganjar oleh pihak guru yang merasa di dholimi merasa kecewa. Pemblokiran dilakukan sekitar pukul 10 pagi hingga saat ini sedang berlangsung. Dua nama yang meminta tambahan jam ini, yakni Atas nama Nurweningsih dengan Putri Aprianingsih. 

Informasi ini disampaikan oleh suami salah satu guru di lokasi. Kami kecewa dengan ulah plh kasek Kamunti Donggo, ucap Arif. 

Apabila tuntutan kami tak diindahkan, pemblokiran ini tak akan kami buka. Terlihat, Kapolsek dan Camat Bolo ada di lokasi pemblokiran. 

Kepala Dinas Syahrul dihubungi media ini meminta nama dua guru. Dan akan melakukan komunikasi dengan Plh Kasek dan Korwil terkait masalah utamanya. 

Dirinya berharap, pemblokiran itu segera di buka. Masalah ini akan diselesaikan di tingkat dinas terkait. Pasalnya, kenyamanan lalu lintas masyarakat juga, lebih menjadi prioritas, " harapnya. 

Informasi didapatkan dua guru ini adalah lulusan P3K Mapel Tik di SMPN 1 Donggo. Pindah di SDN Kamunti, informasi dari Korwil Donggo Rostinah SPD. 

Hingga berita ini di turunkan, pemblokiran masih telah dibuka, seperti dikutip dari Media Kabaroposisi.Id

Selasa, 10 Maret 2026

Jeritan Anak Sekolah Di Dusun Wonto Kananta Kec. Soromandi Tak ada Internet, Kemana Hati Pemerintah???


Soromandi. Media Dinamika Global.Id.- Jeritan Anak Sekolah Di Dusun Wonto Kananta Kec. Soromandi Tak ada Internet, Kemana Hati Pemerintah???. Pertanyaan ini sering kali memicu berbagai polemik di tengah Kemerdekaan Indonesia yang setiap Tahun di Gaungkan. Kondisi Internet di Sekolah membuat Siswa dan Guru harus Belajar di Dekat Laut dimana Internet tersebut berada. Rabu, 11-03-2026

Sekitar Pukul 07. 30 Wita terlihat Anak Sekolah dan Guru menepi di Pinggir laut guna memastikan Internet yang akan di gunakan itu berjalan normal, karena kebutuhan anak sekolah dan Guru untuk melakukan kegiatan itu amatlah penting.

Pantauan Media ini, bahwa Siswa dan Siswi yang ditemani oleh Guru yang ada di Dusun Wonto Desa Kananta Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima NTB itu mengerjakan beberapa materi atau soal yang memang membutuhkan internet untuk berinteraksi dalam dunia Digital ini.

Padahal, kemerdekaan Indonesia ini sudah sangat lama, namun di Dusun Wonto Desa Kananta Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima NTB ini belum mendapatkan kemerdekaan Indonesia itu, ini disebabkan oleh Apatisme nya Pemerintah terhadap Kebutuhan anak Sekolah sehingga terkesan seperti ini.

Diera Digital ini, Pemerintah harusnya melihat secara langsung bagaimana kebutuhan Anak Sekolah yang sekarang mengenyam Dunia Pendidikan. Sikap Apatisnya Pemerintah itu membuat Anak Didik terhalang seolah-olah tidak menikmati makan dari Kemerdekaan itu.

Maka, oleh karena itu selaku Pemerhati Pendidikan yang juga Putra Asli Dusun Wonto Desa Kananta Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima Hafid Musa, S. Ak. S. PD. SE. SH. MH menambahkan bahwa stigma berpikir Pemerintah saat ini hanya memikirkan bagaimana cara mengejar target setiap saat dengan pola atau Data saja tanpa melihat langsung di Lapangan.

Kondisi ini memicu spekulasi dan persepsi Masyarakat yang menganggap bahwa Pemerintah tidak pernah melihat langsung kondisi real di Masyarakat terutama di Satuan Pendidikan di era Digital ini. Itu satu

Dan yang kedua adalah Pemerintah hanya pandai Bicara dengan data yang di poles sedemikian rupa, sedemikian baik sehingga laporan ke atas(red) pimpinan nya seolah-olah dalam keadaan baik-baik saja, yang menjadi masalah adalah Anak-anak bangsa yang mengenyam Dunia Pendidikan.

Bayangkan saja, jam 07.30 Wita anak-anak Sekolah harus belajar efektif di Ruangan kelas dengan Fasilitas yang diberikan oleh Pemerintah seperti Sarana Infrastruktur serta internet nya namun di Sekolah tersebut sama sekali tidak mendapatkan akses tersebut.

Ini sesuatu yang tidak bisa di biarkan, oleh sebab itu Pemerintah melalui Dinas Kominfo Kabupaten Bima, Provinsi bahkan Pusat harus segera atasi masalah Akses internet anak Sekolah agar mereka bisa belajar dan mengerjakan seluruh rangkaian kegiatan itu dan Kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten, Kecamatan, Provinsi, dan Pusat untuk terus mendorong agar Akses internet tersebut bisa di nikmati oleh Anak Sekolah.

Selain itu, Sekolah yang ada di Di Dusun Wonto Desa Kananta Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima NTB tersebut yakni TK-PAUD, SDN Inpres Wonto, SMPN 9 Soromandi, Pustu serta sarana lainnya. Ini harusnya dilindungi oleh Negara dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Bima.(Team).

Kamis, 05 Maret 2026

Wujudkan Pemerataan, Pemprov NTB Siapkan Investasi Pendidikan bagi SMK di Wilayah Pelosok


Lombok Tengah, Media Dinamika Global.Id.- ​Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) berkomitmen penuh untuk menghapus stigma Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai penyumbang angka pengangguran. Dalam kunjungannya di SMKN 1 Kopang, pada Rabu (4/3/2026).

Gubernur menekankan, pentingnya sertifikasi keahlian sebagai kunci utama lulusan SMK terserap di dunia kerja.

​"SMK tidak boleh lagi menjadi penyumbang pengangguran. Salah satu kendala selama ini adalah masalah sertifikasi LSP-P (Lembaga Sertifikasi Profesi). Oleh karena itu, semester ini pemerintah provinsi menyiapkan subsidi untuk sekitar 420 hingga 430 sertifikasi," ujarnya.

​Langkah ini diambil agar para siswa tidak hanya mengantongi ijazah saat lulus, tetapi juga memiliki sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional maupun internasional. Hal ini diharapkan mempermudah lulusan masuk ke dunia kerja, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Jika program ini terbukti efektif, Pemprov NTB berencana menjadikannya sebagai anggaran rutin setiap tahun.

Selain masalah sertifikasi, Gubernur juga menyoroti adanya kesenjangan perkembangan antara SMK di wilayah perkotaan dan pedesaan. SMK di kota dinilai lebih cepat berkembang karena jumlah murid yang banyak, sehingga dana Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) yang terkumpul lebih besar.

​Sebaliknya, SMK di wilayah pedesaan seperti Kopang seringkali menghadapi kendala finansial karena mayoritas siswanya berada pada status ekonomi desil 1 dan 2 (kurang mampu), sehingga tidak mampu membayar Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP).

​Untuk mengatasi hal tersebut, Pemprov NTB tengah menghitung skema investasi melalui dana BOSDA (Bantuan Operasional Sekolah Daerah).

"Insya Allah kami akan investasi BOSDA untuk daerah-daerah yang siswanya banyak dari kategori ekonomi rendah. Kami ingin level perkembangan SMK di kota dan desa bisa bersaing secara adil," tegasnya.

​Di akhir kunjungannya, Gubernur memberikan motivasi kepada para siswa agar tetap semangat mengejar prestasi. Ia menegaskan bahwa siswa yang tinggal di kampung tetap memiliki akses dan kesempatan yang sama untuk maju dan berkembang layaknya siswa di kota.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 1 Kopang, Lalu Subhanudin, M. Pd., mengungkapkan bahwa sekolah yang dipimpinnya telah melakukan langkah progresif melalui kerja sama dengan Pertamina Pusat (Enduro). Kerja sama ini mencakup berbagai aspek pengembangan kualitas siswa dan guru.

​"Alhamdulillah, melalui kerja sama dengan Pertamina, kami telah menghadirkan dua pembalap MotoGP untuk memberikan motivasi langsung kepada siswa. Kami juga telah menyepakati kemitraan di mana setiap tahun siswa kami akan mendapatkan pelatihan langsung dari mekanik nasional di Jakarta," ungkapnya.

​Lebih jauh lagi, kolaborasi ini akan diwujudkan dalam bentuk fisik berupa pembangunan bengkel dengan branding bersama antara SMK dan Pertamina Enduro. Langkah ini diharapkan menjadi laboratorium nyata bagi siswa dari tujuh jurusan yang ada, mulai dari Teknologi Kendaraan Ringan hingga Desain Komunikasi Visual.

Redaksi ||

Selasa, 03 Maret 2026

Konsolidasikan Kepala Sekolah, Wagub Dorong Mutu Pendidikan di Bima


Sape Bima NTB. Media Dinamika Global.Id.-Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri menegaskan peningkatan kualitas pendidikan menjadi kunci utama dalam mendorong kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah.

Penegasan tersebut disampaikan saat bersilaturahmi dan melakukan konsolidasi bersama kepala SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta se-Kecamatan Sape yang bertempat di SMAN 1 Sape, Selasa (3/3).

Menurutnya, pendidikan tidak boleh dipandang sebatas urusan administratif maupun pembangunan fisik, melainkan fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. 

“Kualitas pendidikan anak-anak kita akan menentukan naik tidaknya IPM daerah kita. Karena itu, kita harus membangun mutu dan karakter secara serius,” ujarnya.

Menurutnya, kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai pemimpin perubahan di tingkat satuan pendidikan. Karena itu, integritas, tata kelola profesional, dan kepemimpinan yang adaptif menjadi prasyarat membangun kultur sekolah yang sehat dan berorientasi mutu.

Pertemuan tersebut juga diisi dialog bersama perwakilan siswa. Isu perundungan (bullying) dan kenyamanan lingkungan belajar menjadi perhatian. 

Untuk itu, Wagub menekankan sekolah harus menjadi ruang aman bagi siswa untuk berkembang tanpa rasa takut, sekaligus memperkuat pendidikan karakter dan pencegahan pernikahan dini agar generasi muda fokus menempuh pendidikan.

Selanjutnya terkait ketersediaan sarpras yang menjadi usulan Kepala Sekolah, seperti penambahan ruang belajar seiring peningkatan jumlah siswa serta perbaikan sarana dan prasarana, dan

kesejahteraan guru, Wagub menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi telah berkomitmen peningkatan kualitas dan kuantitas sarpras serta kesejahteraan tenaga pengajar menjadi perhatian utama.

Komitmen ini, lanjutnya, karena seluruh satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta, memiliki kontribusi yang sama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia NTB.

Redaksi ||