Hubungan Memanas Menko Yusril Beri Peringatan Keras Ke Singapur Jangan Main Main Indonesia Bisa Lakukan Sesuatu


DEPOK, Media Dinamika Global.id.– Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Singapura kembali berada di bawah tensi tinggi pasca-pernyataan tegas yang dilontarkan oleh Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra. Berbicara di hadapan civitas akademika dalam acara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Universitas Indonesia (UI), Depok, Yusril secara terbuka mengirimkan sinyal pertahanan diplomasi yang keras kepada negara tetangga tersebut. Mantan pakar hukum tata negara ini menegaskan agar pemerintah Singapura tidak sekali-kali meremehkan kedaulatan Indonesia, seraya memperingatkan bahwa Jakarta memiliki instrumen dan kemampuan taktis untuk mengambil tindakan balasan jika kepentingan nasionalnya terus diabaikan.

Pernyataan konfrontatif ini keluar bukan tanpa alasan dasar, melainkan didukung oleh rasa percaya diri atas fondasi ketahanan domestik Indonesia. Yusril membanggakan posisi strategis Indonesia sebagai salah satu dari sedikit negara di dunia yang sukses menjaga stabilitas pasokan serta harga energi nasional di tengah hantaman gejolak konflik internasional. Dengan sistem subsidi bensin dan kelistrikan di dalam negeri yang dinilai aman dan tidak mengalami guncangan makro, Yusril menilai sudah saatnya bagi pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan baru untuk sesekali "unjuk gigi" dan berdiri sejajar tanpa bisa didekte oleh kepentingan asing.

Gelombang ketegangan verbal luar negeri ini dianalisis oleh para pengamat hubungan internasional sebagai kelanjutan dari sikap tegas Jakarta yang belakangan memotong jalur ekspor gas alam ke Singapura demi memprioritaskan kebutuhan hilirisasi industri dalam negeri. Menyikapi reaksi keras dan keberatan dari otoritas Singapura atas kebijakan mandiri tersebut, Yusril mengingatkan bahwa Indonesia memegang daya tawar yang sangat tinggi sebagai produsen utama energi regional. Hingga kabar ini tersiar luas di media nasional, Kementerian Luar Negeri Singapura belum merilis tanggapan resmi ataupun memorandum protes atas nota peringatan lisan yang disampaikan dari mimbar akademis UI tersebut.(Sekjend MDG)

Postingan populer dari blog ini

Oknum Guru P3K di Kecamatan Sapé Diduga Menganiaya Seorang Perempuan Pedagang

DPD RI Dorong Kabupaten Bima jadi Kawasan Prioritas Garam Nasional

Arti Nama Hafid, Berikut Sifat Dan Karakternya