TONG BIRU Rp934 JUTA: KPK TELUSURI JEJAK DUGAAN KORUPSI KLATEN
Klaten, Media Dinamika Global.id.-- Penyitaan sekitar Rp1,2 miliar dan lima klaster dugaan korupsi membuka pertanyaan tentang aliran uang, proyek pemerintah, hingga dugaan pengondisian audit BPK.
KPK menemukan uang tunai Rp934 juta dalam sebuah tong plastik biru di rumah Hanaku Agni Sadewo, adik Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. Temuan ini terungkap dalam penyidikan operasi tangkap tangan (OTT) pada 15 Oktober 2026.
Selain uang dalam tong biru, penyidik menyita Rp300 juta dalam sejumlah amplop serta 5.972 yuan. Total barang bukti mencapai sekitar Rp1,2 miliar, menurut keterangan KPK pada 16 Oktober 2026.
Namun, persoalan utamanya bukan sekadar jumlah uang, melainkan asal-usul, aliran dana, dan dugaan kepentingan di baliknya.
Lima Klaster Dugaan Korupsi.
KPK mengungkap lima klaster dugaan korupsi di lingkungan Pemkab Klaten untuk Tahun Anggaran 2025–2026:
1. Pengadaan barang dan jasa.
2. Perizinan.
3. Upah pungut.
4. Dugaan setoran dari OPD/SKPD.
5. Dugaan pemberian kepada pihak BPK untuk mengondisikan audit.
KPK menyatakan uang yang ditemukan telah bercampur sehingga belum dapat dipisahkan berdasarkan klaster perkara. Hubungan antara uang tersebut dan masing-masing dugaan tindak pidana masih harus dibuktikan.
Tiga Tersangka, Banyak Pertanyaan.
Pada 16 Oktober 2026, KPK menetapkan tiga tersangka: Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah Ahmad Luthfi H. Rahmatullah, dan pihak swasta Muhammad Amin Wahyu Utomo dari PT Madani Winasis Creative.
Penyidikan kini harus menjawab pertanyaan mendasar: siapa pemilik sebenarnya uang dalam tong biru, dari mana sumbernya, ke mana alirannya, dan apakah dana tersebut berkaitan dengan proyek, perizinan, setoran OPD, atau dugaan pengondisian audit.
Jika dugaan setoran birokrasi dan pengondisian audit terbukti, perkara ini bukan sekadar dugaan korupsi uang, melainkan juga persoalan integritas birokrasi dan independensi pemeriksaan keuangan negara.
Tong biru itu menyimpan uang, tetapi penyidikan harus mengungkap cerita di baliknya: siapa yang memberi, siapa yang menerima, dan siapa yang diuntungkan.(Sekjend MDG)
