Pembukaan Festival Uma Lengge 2026 Resmi Dibuka Kadis Kebudayaan NTB, Pertamina dan Elnusa Petrofin Bima Perkuat Pelestarian Budaya Mbojo
BIMA, Mediadinamikaglobal.id - Dukungan terhadap pelestarian budaya lokal kembali ditunjukkan melalui keterlibatan dunia usaha dalam menyukseskan Festival Uma Lengge Wawo 2026. Perwakilan dari PT Pertamina Tbk melalui wilayah Bima Agus Purwanto, SH bersama Pimpinan SPBE PT Elnusa Petrofin Bima Nor Suriyanzah turut mendukung penyelenggaraan festival budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.
Festival Uma Lengge 2026 resmi dibuka pada Minggu (25/10/2026) di kawasan Situs Budaya Uma Lengge, Desa Maria, Kecamatan Wawo. Pembukaan secara resmi dilakukan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi NTB, Muhammad Ihwan, S.Sos., M.Si., didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, Muhammad Akbar, S.P., M.Si., jajaran Forkopimda Kabupaten Bima, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima, Camat Wawo Syarifudin Bahsyar,S.Sos, Korwil Dikbudpora Kec. Wawo Ismail, S. Pd, Kepala Desa Maria Imran Ibrahim, Ketua Mukhlis, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.
Kegiatan yang berlangsung hingga 27 Oktober 2026 tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya masyarakat Mbojo sekaligus memperkuat identitas daerah.
Dukungan Pertamina dan SPBE PT Elnusa Petrofin Bima menjadi bagian dari semangat kolaborasi antara dunia usaha dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan tradisi leluhur. Sinergi berbagai pihak diharapkan mampu mendorong festival budaya ini berkembang menjadi agenda pariwisata yang semakin dikenal luas.
Kepala Desa Maria, Imran Ibrahim menyampaikan apresiasi atas dukungan sektor swasta terhadap pelaksanaan Festival Uma Lengge 2026. Menurutnya, keterlibatan Pertamina dan SPBE PT Elnusa Petrofin Bima menunjukkan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan berbagai pihak.
“Dukungan dari sektor swasta sangat berarti bagi keberlangsungan kegiatan budaya di Desa Maria. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus terjalin sehingga Festival Uma Lengge semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Kepala Desa Maria.
Uma Lengge sendiri merupakan bangunan tradisional khas masyarakat Bima yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan kearifan lokal. Selain menjadi simbol budaya, Uma Lengge juga mencerminkan kehidupan masyarakat terdahulu dalam menjaga hasil pertanian serta membangun kebersamaan.
Festival Uma Lengge Wawo 2026 menghadirkan beragam kegiatan yang menampilkan kekayaan tradisi masyarakat setempat. Rangkaian acara meliputi kirab budaya, kemah budaya, pentas seni, dialog budaya, kelas seni, hingga napak tilas sejarah Ncuhi Maria.
Berbagai tradisi lokal turut ditampilkan sebagai upaya menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku seni dan budaya, tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan serta menggerakkan perekonomian masyarakat melalui kuliner tradisional, kerajinan, dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kehadiran dukungan dari sektor swasta, termasuk Pertamina dan SPBE PT Elnusa Petrofin Bima, diharapkan semakin memperkuat semangat gotong royong dalam membangun daerah tanpa meninggalkan identitas budaya masyarakatnya.
Dukungan terhadap Festival Uma Lengge 2026 menjadi gambaran pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah, pelaku usaha, panitia, komunitas budaya, dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya.
Ke depan, festival ini diharapkan terus berkembang menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan Kabupaten Bima yang mampu menjangkau masyarakat di berbagai daerah, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi warga setempat.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, pelestarian budaya diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun kebanggaan daerah, memperkuat identitas masyarakat Mbojo, serta membuka peluang ekonomi bagi generasi mendatang.
Festival Uma Lengge Wawo 2026 membuktikan bahwa menjaga warisan leluhur merupakan tanggung jawab bersama. Dukungan dunia usaha menjadi salah satu unsur penting dalam memperkuat upaya pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata Kabupaten Bima.
(MDG05)
