Karantina Lampung dan PDHI Gelar Vaksinasi Rabies Jemput Bola Didesa Legundi.


Lampung Selatan - Mediadinamikaglobal.Id || Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mencatat sebanyak 493 kasus gigitan hewan penular rabies sepanjang Januari hingga Desember 2025. Untuk menekan risiko penularan tersebut, otoritas terkait terus memperkuat upaya pencegahan melalui aksi vaksinasi hewan secara langsung di pemukiman warga.

Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Lampung berkolaborasi dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Lampung serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lampung Selatan menggelar kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) serta vaksinasi rabies gratis di Desa Legundi, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu 03 Oktober 2026.

Dalam aksi ini, petugas menerapkan metode jemput bola dengan mendatangi rumah-rumah warga secara langsung. Petugas menyusuri sembilan dusun untuk memberikan edukasi kesehatan hewan sekaligus menyuntikkan vaksin rabies. 

Dalam kegiatan tersebut, tim berhasil memvaksinasi sebanyak 149 ekor hewan peliharaan, yang terdiri atas 81 ekor anjing dan 68 ekor kucing.

Aksi lapangan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day) sekaligus memeriahkan Hari Karantina Indonesia ke-149. Bagi Karantina Lampung, momentum ini menjadi sarana strategis untuk mendekatkan layanan publik dan memperluas jangkauan perlindungan masyarakat dari ancaman rabies.

Kepala Karantina Lampung, Donni Muksydayan, menegaskan bahwa pengendalian rabies membutuhkan kolaborasi aktif dari seluruh pihak. Pemerintah dan petugas lapangan tidak dapat bekerja optimal tanpa kesadaran masyarakat, khususnya para pemilik hewan peliharaan.

“Kita harus bersama-sama membantu Pemerintah Provinsi Lampung memberantas rabies. Pemerintah, petugas, dan masyarakat wajib bergotong royong melakukan upaya pencegahan ini,” tegas Donni.

Donni menjelaskan bahwa kegiatan di Lampung Selatan ini mengusung pendekatan yang berbeda dari biasanya. Jika sebelumnya pusat kegiatan vaksinasi lebih sering dipusatkan di Kota Bandar Lampung, kali ini tim turun langsung menyisir pemukiman warga.

“Selama ini kegiatan fokus di Bandar Lampung, tetapi kali ini kami membawa pendekatan berbeda dengan mendatangi rumah warga secara langsung (door to door). Mengingat potensi kasus di Lampung Selatan cukup tinggi, kami ingin mendekatkan pelayanan kesehatan hewan ke tengah masyarakat,” lanjutnya.

Anwar Fuadi, Ketua PDHI Lampung, menambahkan bahwa penyuntikan vaksin merupakan langkah krusial dalam memutus rantai penularan rabies. Oleh karena itu, langkah imunisasi hewan ini harus diimbangi dengan kepedulian pemilik dalam merawat dan mengawasi hewan peliharaannya secara berkala.

“Masyarakat harus memahami bahwa vaksinasi bukan sekadar agenda seremoni hari ini. Hewan peliharaan wajib dijaga kesehatannya dan mendapat vaksinasi secara rutin,” ujar Anwar.

Melalui kegiatan ini, Karantina Lampung mengimbau warga agar tidak mengabaikan potensi bahaya rabies. Pemilik hewan diharapkan lebih responsif dalam memeriksakan kesehatan peliharaan mereka serta segera melapor kepada petugas jika menemukan hewan bergejala aneh atau terjadi insiden gigitan. Donni berharap strategi jemput bola ini dapat mengedukasi masyarakat secara berkelanjutan.

“Target kami bukan hanya memvaksinasi 149 hewan pada hari ini, melainkan menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat. Jika masyarakat dan pemerintah bergerak beriringan, pencegahan rabies di Lampung akan jauh lebih kuat,” pungkasnya. (Fs/Red) 

Postingan populer dari blog ini

Oknum Guru P3K di Kecamatan Sapé Diduga Menganiaya Seorang Perempuan Pedagang

HUT Ke-25 Demokrat, DPC Demokrat Kabupaten Bima Tebar Kepedulian Lewat Gerakan Langit Biru Indonesia ASRI di Pantai Baba

Dapur ADIBA SPPG Bima Sape Parangina Sajikan Menu Bergizi, Ada Ayam Bumbu Rendang dan Buah Salak