Hj. Mahdalena S.S.,,M.M, Mendorong Pemanfaatan Artificial Intelligence Untuk Mendukung Tranformasi Pendidikan Tinggi Islam di Ruang STIT Sunan Giri Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Anggota DPR RI Kapoksi VIII Daerah Pemilihan Sumbawa I dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Umi Hj. Mahdalena, S.S., M.M., mendorong pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung transformasi pendidikan tinggi Islam. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Ngobrol Pintar (NGOPI) bertema “Pemanfaatan Artificial Intelligence dan AI Ethics untuk Transformasi Pembelajaran, Penelitian, dan Tata Kelola Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI)” di Halaman STIT Sunan Giri Bima, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Umi Mahdalena, STIT Sunan Giri Bima, dan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram. Forum tersebut menjadi ruang diskusi bagi kalangan perguruan tinggi keagamaan Islam untuk memahami peluang pemanfaatan kecerdasan buatan sekaligus memperhatikan aspek etika dalam penerapannya di bidang pendidikan, penelitian, dan tata kelola kelembagaan.

Ketua STIT Sunan Giri Bima, Irwan Supriadin J., M.Sos.I., menyampaikan apresiasi kepada Umi Mahdalena yang kembali memberikan kepercayaan kepada STIT Sunan Giri Bima sebagai tempat pelaksanaan kegiatan roadshow di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Ibu Hj. Mahdalena atas kepercayaan yang diberikan kepada STIT Sunan Giri Bima untuk memfasilitasi kegiatan roadshow di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sebagai ruang silaturahmi sekaligus wadah untuk menyerap aspirasi para pimpinan dan pengelola perguruan tinggi keagamaan di Kota Bima,” ujarnya.

Irwan juga mengapresiasi dukungan Umi Mahdalena pada 2025 melalui hibah satu unit kendaraan roda tiga untuk menunjang kegiatan pengembangan kreativitas mahasiswa, khususnya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Laskar Bima Craft (LBC).

Rektor UIN Mataram yang diwakili Wakil Dekan III Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Dr. Erwin Fadli, M.Hum., menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk kemitraan antara Kementerian Agama dan anggota DPR RI dalam mendukung pengembangan pendidikan keagamaan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama dan kemitraan antara Kementerian Agama dan anggota DPR RI dalam mendukung pengembangan pendidikan keagamaan. Kolaborasi ini penting untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk melalui peran Fakultas Tarbiyah dan Keguruan,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Umi Mahdalena mengapresiasi kesiapan STIT Sunan Giri Bima dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia juga menyinggung penyesuaian kuota bantuan pendidikan Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) akibat kebijakan pengelompokan desil. Ia mengimbau para orang tua agar tetap bersemangat memperjuangkan pendidikan anak-anak mereka.

“Meskipun nominal bantuan beasiswa mungkin belum sesuai dengan harapan, keberadaan KIP Kuliah merupakan salah satu bentuk kehadiran negara dalam membantu meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat. Karena itu, para orang tua hendaknya tidak berkecil hati dan tetap berupaya memberikan pendidikan terbaik bagi putra-putrinya,” tutur Umi Mahdalena.

Selain membahas pendidikan, Umi Mahdalena turut berbagi pengalaman di bidang kewirausahaan. Ia menekankan pentingnya keberanian berinovasi dan mengambil risiko, serta kemampuan menyesuaikan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan tantangan nyata di lapangan.

Pada sesi utama, Ketua STIT Sunan Giri Bima, Irwan Supriadin J., M.Sos.I., menjadi narasumber yang mengupas pemanfaatan AI dan etika penggunaannya untuk mendukung transformasi pembelajaran, penelitian, serta tata kelola PTKI. Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi peserta yang mengajukan pertanyaan kritis mengenai penerapan teknologi kecerdasan buatan di lingkungan perguruan tinggi.

Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan dan sivitas akademika STIT Sunan Giri Bima, termasuk para dosen dan mahasiswa, Ketua STIQ Bima, Ketua STIS Al-Ittihad Bima, Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bima, serta masyarakat umum. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan antusiasme terhadap pengembangan wawasan dan pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mendukung transformasi pendidikan tinggi keagamaan Islam.

Sebagai penutup, Ketua STIT Sunan Giri Bima menyerahkan cenderamata kepada Umi Mahdalena dan perwakilan UIN Mataram. Cenderamata tersebut merupakan hasil karya mahasiswa STIT Sunan Giri Bima yang sekaligus merepresentasikan kreativitas dan potensi keterampilan mahasiswa.

Melalui kegiatan NGOPI AI, kolaborasi ini diharapkan memperluas wawasan sivitas akademika mengenai penggunaan kecerdasan buatan secara produktif dan bertanggung jawab. Pemanfaatan teknologi di perguruan tinggi keagamaan perlu berjalan seiring dengan penguatan etika akademik, nilai-nilai keislaman, dan tanggung jawab dalam menghasilkan pengetahuan.(Waketum MDG)

Postingan populer dari blog ini

Oknum Guru P3K di Kecamatan Sapé Diduga Menganiaya Seorang Perempuan Pedagang

HUT Ke-25 Demokrat, DPC Demokrat Kabupaten Bima Tebar Kepedulian Lewat Gerakan Langit Biru Indonesia ASRI di Pantai Baba

Dapur ADIBA SPPG Bima Sape Parangina Sajikan Menu Bergizi, Ada Ayam Bumbu Rendang dan Buah Salak