Dinilai Memiliki Rekam Jejak Organisasi, Viklan Lakoruhut Nyatakan Dukungan Penuh kepada Jefrison Pureng sebagai Calon Ketua PIKI Halsel


Mediadinamikaglobal.id|BACAN, 1 Oktober 2026 – Akademisi Universitas Nurul Hasan (Unsan) Bacan, Viklan Lakoruhut, M.Si., menyatakan dukungan penuh kepada Jefrison Pureng sebagai calon Ketua Persekutuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) Kabupaten Halmahera Selatan.

Dukungan tersebut didasarkan pada rekam jejak organisasi, pengalaman kepemimpinan, serta komitmen pelayanan yang selama ini ditunjukkan Jefrison. Bagi Viklan, pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam membangun organisasi yang lebih progresif, inklusif, dan berorientasi pada pengabdian.

Jefrison bukan sosok baru dalam dunia organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bacan. Selain itu, ia juga memiliki pengalaman dalam kepengurusan Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM), baik di tingkat cabang maupun ranting, serta Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI).

"Saya menyatakan dukungan penuh kepada Jefrison Pureng karena saya melihat rekam jejak dan pengalaman kepemimpinannya dalam organisasi. Pengalaman tersebut merupakan proses pembentukan karakter, integritas, tanggung jawab, serta kemampuan membangun solidaritas. Karena itu, dukungan saya bukan sekadar penilaian personal, melainkan berdasarkan perjalanan organisasinya," ungkap Viklan.

Menurutnya, PIKI membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada jabatan struktural, tetapi juga mampu menghidupkan organisasi melalui gagasan, pengembangan intelektualitas, dan kerja nyata. PIKI harus menjadi ruang berhimpun bagi kaum intelektual Kristen untuk membangun pemikiran kritis sekaligus memberikan kontribusi terhadap persoalan sosial dan kemasyarakatan.

Viklan juga menilai Jefrison memiliki karakter sosial yang terbuka. Dalam membangun relasi, ia tidak mudah membatasi diri berdasarkan perbedaan kelompok, kepentingan, maupun pandangan politik.

"Hal yang saya hargai dari Jefrison adalah sikapnya dalam membangun hubungan kemanusiaan. Ia tidak melihat orang berdasarkan siapa kawan dan siapa lawan, tetapi lebih mengedepankan penghargaan terhadap sesama. Prinsip memanusiakan manusia, menjaga persaudaraan, dan bertanggung jawab merupakan nilai penting dalam kepemimpinan," tambahnya.

Lebih lanjut, Viklan menegaskan bahwa PIKI sebagai organisasi yang mengusung motto Iman, Ilmu, dan Amal harus mampu menerjemahkan nilai tersebut ke dalam praktik organisasi dan kehidupan sosial. Iman menjadi landasan moral, ilmu menjadi instrumen intelektual untuk memahami persoalan masyarakat, sedangkan amal merupakan perwujudan nyata dari pengetahuan melalui pelayanan dan pengabdian.

"Karena itu, kita perlu mengedepankan nilai Ad Caritatem et Veritatem, yakni Kasih dan Kebenaran. Nilai ini harus menjadi dasar dalam membangun organisasi, menjaga persaudaraan, memperjuangkan kebenaran, dan menjalankan tanggung jawab pelayanan. PIKI tidak boleh hanya menjadi ruang diskusi intelektual, tetapi harus hadir memberikan manfaat nyata," tegas Viklan.

Ia berharap PIKI dapat mengambil peran strategis sebagai mitra pelayanan gereja, masyarakat, dan berbagai kelembagaan sosial. Dengan demikian, keberadaan PIKI tidak hanya dirasakan oleh internal organisasi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi kehidupan sosial yang lebih luas.

Bagi Viklan, intelektualitas harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab kemanusiaan. Seorang intelektual tidak cukup hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga harus mampu menggunakan pengetahuannya untuk menjawab persoalan masyarakat dan menghadirkan perubahan yang bermanfaat.

"PIKI membutuhkan kepemimpinan yang mampu menghubungkan gagasan dengan tindakan. Saya mendukung Jefrison karena telah melihat jejak langkahnya dalam memimpin organisasi. Pengalaman, konsistensi, dan tanggung jawab merupakan hal penting yang menjadi pertimbangan saya dalam menyatakan dukungan ini," ujarnya.

Ia pun berharap, apabila Tuhan memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada Jefrison Pureng untuk menakhodai PIKI Halmahera Selatan, kepemimpinan tersebut dapat menjadi ruang untuk menghadirkan damai sejahtera Allah melalui tindakan nyata, kasih, dan pelayanan di tengah-tengah gereja serta seluruh elemen masyarakat.

"Jika Tuhan, Sang Kepala Gerakan, berkenan memberikan kepercayaan kepada Jefrison Pureng, maka biarlah kepemimpinannya menjadi wujud pelayanan, bukan sekadar jabatan. Sebab, kepemimpinan pada hakikatnya adalah panggilan untuk melayani dan menghadirkan berkat bagi sesama. Inilah semangat yang harus terus dihidupi PIKI melalui Iman, Ilmu, dan Amal serta nilai Ad Caritatem et Veritatem (Kasih dan Kebenaran)," tutup Viklan Lakoruhut.

Baginya, dukungan kepada Jefrison Pureng merupakan bentuk kepercayaan terhadap rekam jejak kepemimpinan dan komitmen pelayanan yang telah ditunjukkan selama berorganisasi.

Lek/////

Postingan populer dari blog ini

Oknum Guru P3K di Kecamatan Sapé Diduga Menganiaya Seorang Perempuan Pedagang

HUT Ke-25 Demokrat, DPC Demokrat Kabupaten Bima Tebar Kepedulian Lewat Gerakan Langit Biru Indonesia ASRI di Pantai Baba

Dapur ADIBA SPPG Bima Sape Parangina Sajikan Menu Bergizi, Ada Ayam Bumbu Rendang dan Buah Salak