Taruna SMANDU Diperkuat: Sekolah, Kodim 1608 Bima, Komite, dan Wali Murid Sepakat Kawal Calon Pemimpin Masa Depan
Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Aula SMAN 2 Kota Bima menjadi ruang bertemunya gagasan, harapan, sekaligus komitmen bersama dalam sebuah rapat penting yang mempertemukan Pimpinan sekolah, Komite Sekolah, Jajaran Kodim 1608 Bima, dan Wali Murid. Pertemuan tersebut membahas rencana pelaksanaan kegiatan dan Pembiayaan Ekstrakurikuler TARUNA SMANDU, sebuah program pembinaan yang dirancang untuk membentuk karakter, mental, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan peserta didik.
Rapat diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Pak Addarunnafis, M.Pd, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu oleh Ibu Sri Nurnaningsih, S.Pd. Suasana pun berubah khidmat ketika seluruh peserta berdiri, seakan mengingatkan bahwa pembinaan generasi muda pada akhirnya bermuara pada satu tujuan: menyiapkan anak-anak bangsa untuk masa depan Indonesia.
Acara dilanjutkan dengan sambutan Kepala SMAN 2 Kota Bima, Hj. Erot Sutianah, M.Pd, Sambutan Komite Sekolah, Penyampaian dari jajaran Kodim 1608 Bima, serta sesi diskusi yang memberikan ruang kepada wali murid untuk menyampaikan pertanyaan, usul, dan saran.
BUKAN SEKADAR SERAGAM, TETAPI PEMBENTUKAN KARAKTER
Dalam sambutannya, Kepala SMAN 2 Kota Bima, Hj. Erot Sutianah, M.Pd menjelaskan bahwa TARUNA SMANDU bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler yang menonjolkan penampilan, seragam, atau baris-berbaris. Lebih dari itu, program tersebut merupakan ikhtiar sekolah untuk membentuk mental dan karakter peserta didik sejak dini.
Umi Kepala menjelaskan, dari 177 peserta yang mengikuti tes kesehatan, Samapta sebanyak 95 orang dinyatakan melanjutkan ke tahapan seleksi Baris Berbaris. Setelah melalui proses seleksi, termasuk tes Peraturan Baris-Berbaris (PBB), akan dibentuk dua peleton dengan total 62 peserta, terdiri atas 31 TARUNA PUTRA dan 31 TARUNA PUTRI.
Proses seleksi yang ketat tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari upaya untuk memastikan bahwa peserta yang terpilih benar-benar siap mengikuti proses pembinaan.
“Sejak awal mereka kita siapkan mental dan karakternya. Mereka harus siap menjadi pemimpin masa depan,” demikian garis besar pesan Umi Kepala dalam menjelaskan arah pembinaan Taruna SMANDU.
Nama TARUNA SMANDU sendiri bukan sekadar label. Nama tersebut mengandung harapan agar peserta didik yang tergabung di dalamnya kelak benar-benar mampu mewujudkan cita-cita menjadi TARUNA sesungguhnya, khususnya bagi mereka yang memiliki minat melanjutkan pengabdian melalui jalur TNI maupun POLRI. Namun, sekolah juga menegaskan bahwa cita-cita tersebut harus berjalan beriringan dengan pembentukan akhlak. TARUNA SMANDU diharapkan menjadi teladan bagi teman-temannya, baik dalam penampilan, tutur kata maupun tindakan.
“Penampilan taruna harus menarik, tetapi yang lebih penting adalah akhlaknya. Kita kawal akhlaknya,” menjadi salah satu penekanan dalam arah pembinaan. TARUNA SMANDU nantinya tidak hanya dibentuk melalui latihan kedisiplinan dan PBB. Berbagai kegiatan akan menjadi bagian dari proses pembinaan, antara lain olahraga, bela diri, tinju, panahan, drumband, serta kegiatan lain yang mendukung pembentukan fisik, mental, keberanian, kerja sama, dan kepemimpinan.
Salah satu agenda yang direncanakan adalah pembinaan selama tiga hari di barak. Setelah menjalani proses tersebut, peserta akan mengikuti tahapan yang menjadi bagian dari pembentukan mental, termasuk prosesi memperoleh baret melalui jalan juang. Semua itu, kata Umi Kepala, tetap membutuhkan dukungan dan komitmen orang tua.
“Pada akhirnya kembali kepada Bapak dan Ibu,” menjadi pesan penting bahwa keberhasilan program tidak hanya berada di tangan sekolah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah, pembina, peserta didik, dan keluarga.
KODIM: PROGRAM HARUS BERKELANJUTAN
Dari jajaran Kodim 1608 Bima, Serka Adhar dan Sertu Heri menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan terima kasih kepada keluarga besar SMAN 2 Kota Bima yang telah membuka ruang kemitraan dalam pembinaan peserta didik.
Serka Adhar mengungkapkan kerinduannya untuk dapat bertemu dan berdiskusi langsung dengan pihak sekolah dan wali murid dalam suasana seperti itu. Menurutnya, program Taruna SMANDU tidak seharusnya berhenti pada kegiatan kali ini saja, tetapi perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dan kami juga siap melaksanakan pembinaan karena KODIM dengan SMAN 2 Kota Bima sudah menandatangani MoU pembinaan TARUNA SMANDU
Program tersebut dinilai sangat positif karena dapat menjadi wadah untuk mengakomodasi dan mengarahkan minat peserta didik yang bercita-cita menjadi anggota TNI maupun Polri.
Ia juga meluruskan anggapan yang berkembang di luar sana mengenai kebutuhan anggaran yang besar untuk lolos tes TNI. Menurut pengalaman dirinya sebagai bagian dari TNI yang diperlukan hanya anggaran transportasi dan administrasi kelengkapan bahan kita saja karena selama saya tes dan lolos TNI tidak ada anggaran suap, sogok maupun slogan kalau tidak ada duit gak bisa jadi tentara. Semua itu anggapan yang keliru yang diperlukan sekarang adalah semangat, disiplin, kuat fisik dan mental serta kemauan belajar menjadi modal utama peserta didik.
KOMITE: PROGRAM BAGUS HARUS DIDUKUNG BERSAMA.
Ketua Komite Sekolah, Pak Repta Warman, S.Sos menyambut positif lahirnya TARUNA SMANDU. Menurutnya, program tersebut merupakan langkah brilian dalam melakukan pembinaan sejak dini terhadap anak-anak yang memiliki cita-cita menjadi anggota TNI maupun Polri. Namun, ia mengingatkan pada wali murid bahwa sebaik apa pun sebuah rancangan kegiatan, program tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan Bapak dan Ibu.
Ia bahkan menceritakan pengalaman pribadi bahwa anaknya sendiri tidak lolos dalam seleksi CALON TARUNA SMANDU. Hal itu sekaligus menunjukkan bahwa proses seleksi dilakukan secara serius dan tidak sekadar formalitas. Karena itu, ia mengajak para wali murid untuk berbangga karena putra-putri mereka merupakan bagian dari peserta yang berhasil melewati tahapan seleksi. Komite juga akan menjadi jembatan komunikasi dan transparansi terkait pembiayaan program antara sekolah, komite dan wali murid agar seluruh kebutuhan kegiatan dapat dipahami dan disepakati bersama.
SMA/SMK DI NTB BELUM ADA PROGRAM INI HANYA SMAN 2 KOTA BIMA YANG SUDAH MEMULAINYA
Sesi diskusi, usul, dan saran kemudian dipandu oleh pengurus Komite Sekolah, Ibu Muslimah, S.Pd.
Sebelum membuka diskusi, Ibu Muslimah menyampaikan rasa bangga sekaligus haru atas lahirnya ekstrakurikuler TARUNA SMANDU. Ia menyebut program tersebut sebagai sesuatu yang istimewa karena, sejauh yang ia ketahui, belum ada ekstrakurikuler serupa di NTB selain di SMAN 2 Kota Bima.
Kebanggaan itu semakin terasa karena cucunya sendiri mengikuti program tersebut dengan cita-cita menjadi anggota TNI.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk memberikan dukungan agar Program TARUNA SMANDU dapat tumbuh dan berkembang.
WALI MURID: “KAMI DUKUNG PENUH”.
Antusiasme wali murid terlihat dalam sesi diskusi. Pak Muhtar Kasipahu, wali murid dari Mutiara, kelas X.2, menyambut penuh semangat program TARUNA SMANDU. Ia memiliki putra yang merupakan alumni SMAN 2 Kota Bima Tahun 2025 yaitu Indra, kini telah menjadi anggota TNI.
Menurutnya, pengalaman putranya menjadi salah satu alasan kuat mengapa ia percaya bahwa pembinaan dari sekolah memiliki peran penting dalam perjalanan anak-anak meraih cita-cita.
Kini, putrinya mengikuti Program TARUNA SMANDU. Ia berharap kehadiran program tersebut semakin membuka jalan bagi putrinya untuk meraih cita-cita. Namun, ia menitipkan satu harapan penting: kegiatan belajar mengajar tetap berjalan sebagaimana mestinya dan kegiatan ekstrakurikuler juga dapat berlangsung secara seimbang. Untuk pembiayaan program, ia menyatakan dukungan penuh.
Dukungan serupa disampaikan Ibu Suharti. Ia mengaku sangat antusias mendukung TARUNA SMANDU, baik dari sisi pembinaan maupun pembiayaan. Saking antusiasnya, ia bahkan bertanya apakah anak atau cucunya yang bersekolah di sekolah lain dapat mengikuti Program TARUNA SMANDU.
Pertanyaan itu langsung dijawab oleh Umi Kepala dengan nada kelakar yang mengundang tawa peserta rapat.
“Bisa, asal cucunya pindah dulu ke SMAN 2 Kota Bima, jadi Bu Program ini hanya diperuntukkan bagi murid SMAN 2 Kota Bima,” demikian jawaban bercanda yang mencairkan suasana rapat.
PAK H. EDY SALKAM: LANGKAH CERDAS MENGAKOMODASI MINAT MURID.
Apresiasi juga datang dari Ayahanda H. Edy Salkam, S.Pd., M.M.Inov, mantan Kepala SMAN 2 Kota Bima yang hadir dalam kapasitas sebagai wali murid Rahmad, kelas X.
Beliau mengungkapkan bahwa ketika dirinya masih memimpin SMAN 2 Kota Bima, sebagian besar peserta didik memang memiliki cita-cita menjadi anggota TNI maupun Polri. Namun, pada saat itu belum terpikirkan untuk membentuk sebuah wadah khusus bernama TARUNA SMANDU. Karena itu, ia memberikan apresiasi kepada Umi Kepala yang dinilainya telah mengambil langkah cerdas dengan mengakomodasi minat dan bakat peserta didik melalui program tersebut. Beliau juga memberikan masukan agar pembinaan lebih diprioritaskan bagi peserta didik kelas XII yang akan menghadapi proses seleksi masuk TNI maupun Polri. Terkait pembiayaan, ia menyarankan agar dapat dilakukan sharing anggaran dengan dana BOS sepanjang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Umi Kepala kemudian menjelaskan bahwa sekolah akan memfasilitasi kebutuhan sarana dan prasarana, sedangkan kebutuhan perlengkapan Performance, kegiatan diklat dasar, dan kegiatan rutin TARUNA SMANDU akan didukung melalui kesepakatan bersama wali murid.
SATU MEJA, SATU KESEPAKATAN.
Rapat bersama tersebut akhirnya menemukan titik temu. Para wali murid menyatakan SEPAKAT DAN MENDUKUNG PROGRAM TARUNA SMANDU, termasuk dukungan terhadap pembiayaan kegiatan mulai dari Perlengkapan Performance, Kegiatan Dik
latsar dan Kegiatan Rutin sesuai hasil kesepakatan bersama.(Sekjend MDG)



