SMAN 2 Kota Bima Gelar Upacara Bendahara di halaman Sekolahnya
Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Senin pagi kembali menjadi ruang refleksi bagi seluruh warga SMAN 2 Kota Bima. Upacara rutin hari Senin dilaksanakan di lapangan SMAN 2 Kota Bima, dengan suasana tertib dan khidmat, senin 7/9/2026.
Upacara kali ini dipercayakan kepada siswa-siswi kelas XII.2 sebagai petugas. Dengan penuh tanggung jawab, seluruh rangkaian upacara dilaksanakan dengan baik hingga selesai.
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Wakasek Humas SMAN 2 Kota Bima, Pak Muslim, S.Ag. Dalam amanatnya, ia menyampaikan sejumlah pesan penting terkait kedisiplinan, tanggung jawab, ibadah, serta semangat siswa dalam mengikuti proses pendidikan.
Salah satu penekanan utama adalah disiplin waktu, baik bagi guru maupun siswa. Menurutnya, ketepatan waktu bukan sekadar persoalan hadir lebih awal atau tidak terlambat, tetapi merupakan bagian dari karakter dan bentuk penghargaan terhadap tanggung jawab.
"Waktu yang kita miliki hari ini tidak akan kembali lagi. Karena itu, mari kita biasakan menghargai waktu dengan hadir tepat waktu dan melaksanakan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab,” demikian pesan yang disampaikan dalam amanatnya.
Menariknya, di sela-sela amanat tersebut, pembina upacara memberikan ruang kepada pengurus OSIS SMAN 2 Kota Bima yang sebelumnya mengikuti kegiatan studi tiru untuk berbagi pengalaman kepada seluruh peserta upacara.
Pembina memanggil Raihan dan M. Fajar Maulana untuk tampil di hadapan seluruh peserta dan memaparkan pengalaman mereka selama mengikuti rangkaian kunjungan ke sejumlah lembaga pendidikan.
Keduanya menceritakan pengalaman selama mengunjungi Universitas Mataram (UNRAM), Lembaga DORYOUKU BALI TOSHA, serta tiga sekolah di Kota Mataram. Pengalaman tersebut menjadi bahan pembelajaran tersendiri bagi pengurus OSIS, terutama dalam melihat secara langsung bagaimana sekolah lain mengelola organisasi siswa, kegiatan ekstrakurikuler, budaya sekolah, serta berbagai program yang mendukung pengembangan potensi peserta didik.
Pemaparan tersebut sekaligus menjadi pesan tersirat bahwa belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Terkadang, sebuah perjalanan dapat menjadi ruang belajar yang mempertemukan siswa dengan pengalaman, gagasan, budaya organisasi, dan praktik baik yang dapat dibawa pulang untuk dikembangkan di sekolah sendiri.
Usai pemaparan pengalaman studi tiru, Pak Muslim kembali melanjutkan amanatnya dengan mengingatkan seluruh siswa mengenai keteraturan salat Zuhur berjamaah.
Menurutnya, pendidikan di sekolah tidak hanya berbicara tentang prestasi akademik, tetapi juga tentang bagaimana membentuk pribadi yang memiliki kedisiplinan spiritual. Karena itu, pelaksanaan salat Zuhur berjamaah harus menjadi bagian dari budaya positif yang dilaksanakan secara tertib dan konsisten.
Masjid bukan hanya tempat untuk menunaikan kewajiban, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun ketenangan, kedisiplinan, dan kebersamaan.
Selain itu, pembina upacara memberikan perhatian khusus terhadap persoalan bolos dan malas. Siswa diingatkan agar tidak membiasakan diri meninggalkan pembelajaran tanpa alasan yang jelas.
Demikian pula dengan rasa malas. Kemalasan mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dibiarkan menjadi kebiasaan, ia dapat perlahan menggerus semangat belajar dan menjauhkan siswa dari cita-cita yang ingin diraih.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa masa sekolah merupakan masa untuk membangun kebiasaan baik. **Datang tepat waktu, mengikuti pembelajaran, tidak bolos, rajin belajar, tertib beribadah, serta aktif dalam kegiatan positif** merupakan bagian dari proses membangun masa depan.
Jika UNRAM, lembaga pendidikan, dan sekolah-sekolah yang dikunjungi dalam studi tiru telah memberikan pengalaman baru kepada para pengurus OSIS, maka pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai cerita perjalanan. Ia harus berubah menjadi inspirasi yang dapat diterapkan untuk membawa SMAN 2 Kota Bima menjadi sekolah yang semakin maju.
Upacara kemudian memasuki penghujung kegiatan. Seluruh peserta mengikuti doa bersama sebagai penutup.
Doa dipanjatkan agar seluruh warga SMAN 2 Kota Bima senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kemudahan dalam menjalankan tugas dan belajar, serta keberkahan dalam setiap langkah.
Senin pagi pun berakhir. Namun, lapangan upacara meninggalkan beberapa pesan penting: hargai waktu, jangan bolos, lawan kemalasan, tertib dalam melaksanakan salat berjamaah, dan jadikan setiap pengalaman sebagai bahan untuk belajar dan berkembang.
Sebab, sekolah bukan hanya tempat mendapatkan nilai. Sekolah adalah tempat menempa kebiasaan, membangun karakter, memperluas wawasan, dan mempersiapkan generasi muda untuk melangkah lebih jauh. Hari ini belajar dari pengalaman. Esok mengubah pengalaman itu menjadi prestasi. (Sekjend MDG)




