BUPATI RATU WULLA BUKA RAPAT EVALUASI PAD SEMESTER I TAHUN 2026, TEKANKAN PENTINGNYA KEMANDIRIAN FISKAL DAERAH



SBD, Media Dinamika Global.id.-- Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, S.T., secara resmi membuka Rapat Evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Semester I Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Sumba Barat Daya, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan penting ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Sumba Barat Daya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala RSUD Redambolo, para camat se-Kabupaten Sumba Barat Daya, serta jajaran ASN Terkait.

Dalam sambutannya, Bupati  memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh OPD atas kerja keras mereka dalam mengoptimalkan penerimaan daerah. Ia menekankan bahwa PAD merupakan modal utama untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus wujud kemandirian daerah sesuai amanat UU No. 23 Tahun 2014 dan UU No. 1 Tahun 2022.

"Rapat evaluasi ini adalah tolok ukur perkembangan penerimaan kita. Dari target PAD tahun 2026 sebesar Rp59,74 miliar, realisasi hingga Agustus 2026 sudah mencapai Rp37,38 miliar atau sekitar 62,57 persen. Masih ada sisa target sebesar Rp22,36 miliar yang harus kita kejar bersama," ujar Bupati.

Adapun rincian capaian realisasi PAD Kabupaten Sumba Barat Daya hingga Agustus 2026 meliputi:

• Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan: Realisasi Rp7,01 miliar (107,17%) dari target Rp6,54 miliar.

• Lain-lain PAD yang Sah: Realisasi Rp2,84 miliar (134,20%) dari target Rp2,12 miliar.

• Retribusi Daerah: Realisasi Rp10,64 miliar (58,99%) dari target Rp18,04 miliar.

• Pajak Daerah: Realisasi Rp16,87 miliar (52,20%) dari target Rp32,33 miliar.

Menanggapi sektor yang belum memenuhi target, terutama OPD maupun wilayah yang pos capaiannya masih tergolong rendah atau bahkan 0 persen, Bupati memberikan instruksi dan atensi khusus:

1. Kerja Ekstra dan Lakukan Penyetoran: OPD dan Camat yang realisasinya belum optimal diminta segera melakukan penyetoran dan bekerja lebih keras untuk mengejar sisa target.

2. Intensifikasi dan Ekstensifikasi: Pemetaan potensi pendapatan baru yang belum tersentuh di wilayah kerja masing-masing harus segera digali.

3. Inovasi Pelayanan: Bapenda bersama OPD penghasil dituntut berinovasi dalam pemungutan pajak/retribusi demi mempermudah warga dan meningkatkan kesadaran publik.

4. Penguatan Sinergi: Meningkatkan koordinasi antar-instansi, lintas sektor, hingga pemerintah pusat guna memperkuat peran perangkat daerah di lapangan.




Menutup arahannya, Bupati Ratu Wulla menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung perbaikan regulasi, sarana prasarana, serta kapasitas SDM pengelola keuangan demi terwujudnya kemandirian fiskal di Kabupaten Sumba Barat Daya.(Sekjend MDG)

Postingan populer dari blog ini

HUT Ke-25 Demokrat, DPC Demokrat Kabupaten Bima Tebar Kepedulian Lewat Gerakan Langit Biru Indonesia ASRI di Pantai Baba

Dapur ADIBA SPPG Bima Sape Parangina Sajikan Menu Bergizi, Ada Ayam Bumbu Rendang dan Buah Salak

DPD RI Dorong Kabupaten Bima jadi Kawasan Prioritas Garam Nasional