Gerakan Literasi Daerah Digelar, IGI Dompu Dorong Guru dan Siswa Gemar Menulis

IGI Kabupaten Dompu Gelar Gerakan Literasi Daerah, (Ist/Surya)

DOMPU, Media Dinamika Global - Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Dompu menggelar Gerakan Literasi Daerah di Aula Pendopo Bupati Dompu, Senin (31/8/2026).

Kegiatan mengusung tema “Guru Cerdas Finansial, Literasi Sejarah dan Budaya Menuju Dompu Maju” tersebut dirangkaikan dengan launching dan bedah buku IGI Dompu “Sepatu Fentofel di Depan Pintu”, literasi keuangan bersama Bank NTB Syariah Cabang Dompu, serta Anugerah Penulis Cerita Rakyat Dompu.

Kegiatan dihadiri Bupati Dompu diwakili Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Dompu H. Khairul Insyan, SE., MM yang mewakili Bupati Dompu, Ketua DPRD Dompu, jajaran Dikpora Dompu, Bank NTB Syariah Cabang Dompu, para guru SMA/SMK, serta tamu undangan.

Ketua IGI Kabupaten Dompu, Ida Faridah, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan bentuk kecintaan terhadap daerah, budaya, pendidikan, dan masa depan generasi muda.

Ketua IGI Kabupaten Dompu, Ida Faridah saat sambutan, (Ist/Surya)

Menurut Ida, menulis merupakan salah satu cara meninggalkan jejak pengetahuan. Karena itu, IGI Dompu mendorong program “Satu Guru, Satu Buku” dan “Satu Siswa, Satu Buku”, sekaligus mendokumentasikan cerita rakyat Dompu agar menjadi bagian dari literatur dan pembelajaran budaya lokal.

“Menulis adalah salah satu cara terbaik untuk meninggalkan jejak kebaikan dan pengetahuan,” ujarnya.

Ida juga menegaskan bahwa gerakan literasi membutuhkan kolaborasi pemerintah, sekolah, akademisi, swasta, budayawan, sastrawan, guru, orang tua, dan masyarakat.

Pj Sekda Dompu, H. Khairul Insyan saat sambutan, (Ist/Surya)

Sementara, Pj Sekda Dompu, H. Khairul Insyan, menegaskan bahwa literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga mencakup kemampuan memanfaatkan informasi, membangun karakter, berpikir kritis, serta memilah informasi yang benar.

“Literasi itu tidak saja mampu membaca dan menulis, tetapi juga bagaimana memanfaatkan apa yang ditulis dan apa yang dibaca. Kemudian membangun karakter, membangun pikiran kritis, dan juga dapat memilah serta memilih mana informasi yang benar,” katanya.

Ia menilai kemampuan menyaring informasi semakin penting di tengah perkembangan teknologi yang membawa dampak positif sekaligus negatif.

Menurutnya, sekolah harus membekali siswa bukan hanya dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan memilah dan memilih informasi secara bijak agar perkembangan teknologi memberikan dampak positif.

“Literasi yang harus kita bangun, kita jadikan sebuah gerakan bersama dan menjadi komitmen kita semua,” tegasnya.

Gerakan Literasi Daerah diharapkan menjadi momentum memperkuat budaya membaca, menulis, berdiskusi, berpikir kritis, sekaligus meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan budaya Dompu.

Redaksi |

Postingan populer dari blog ini

HUT Ke-25 Demokrat, DPC Demokrat Kabupaten Bima Tebar Kepedulian Lewat Gerakan Langit Biru Indonesia ASRI di Pantai Baba

Dapur ADIBA SPPG Bima Sape Parangina Sajikan Menu Bergizi, Ada Ayam Bumbu Rendang dan Buah Salak

DPD RI Dorong Kabupaten Bima jadi Kawasan Prioritas Garam Nasional