HIMASDOM Lakukan Aksi Di Kantor Pemerintahan Provinsi NTB


Mataram NTB.  Media Dinamika Global. Id. Ratusan Mahasiswa dan Pemuda Himpunan Mahasiswa Suku Donggo Mataram (HIMASDOM) Melakukan Aksi unjuk Rasa berkaitan Hari Tani Sedunia. Mereka mendatangi Kantor Pemerintah Povinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang merupakan provinsi yang mayoritasnya adalah petani, antara lain petani hortikoltural, peternakan dan perkebunan dalam petani holtikoltural itu sendiri di dominasi oleh petani jagung, bukan menjadi rahasia umum lagi. 

Ratusan Mahasiswa dan Pemuda Suku Donggo Mataram Lakukan Aksi terkait dengan Menyambut hari Tani Sedunia yang jatuh pada setiap tanggal 24 September. Kegiatan itu berjalan lancar,tertib,dan Aman. Orasi pun secara bergantian dari sejumlah Himadom itu sendiri.

Ketua Himadom mengupkapkan Bahwasanya Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah salah satu daerah yang paling banyak memberikan kontribusi jagung di negara RI, oleh karena itu sangatlah tepat bilamana Pemerintah Provinsi  Nusah Tenggar Barat (NTB).

Dinobatkan sebagai daerah ketahanan pangan indonesia dengan demikian maka petani.yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)  harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah untuk meberikan bantuan-bantuan yang mensejahterakan petani mulai dari pengadaan bibit jagung sampai obat-obatan dan pupuk.

Ketua HIMASDOM Aimansyah Mengatakan Bahwa Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) lebih khusus di Kabupten Bima dan Dompu harus menjadi perhatian serius bagi. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat  (NTB) dalam hal pengadaan benih jagung, obat-obatan dan pupuk.

Di Kabupaten Bima dan Dompu selalu Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dan pembagian benih yang tidak merata mendapatkan masalah mulai dari pengadaan benih jagung yang diterima oleh petani yang tidak sesuai dengan terhadap anggota kelompok yang masuk di RDKK terbukti mulai 2017-2020 pengadaan benih jagung selalu bermasalah hingga berujung dikorupsi.

Sekarang pada tahun 2021 lagi-lagi petani di Kabupten Bima dan Dompu mendapatkan problem yang sama, bibit jagung yang diterima  tidak sesuai dengan bibit yang diminta oleh petani, sehingga bibit bantuan dari pemerintah tersebut tidak layak ditanam oleh, petani karna tidak sesuai dengan kondisi tanah yang ada di bima maupun dompu. 

Benih tersebut diberi makan ayam dan dibuang begitu saja karna kalau dipaksakan untuk ditanam maka petani yang akan rugi, di sisi lain juga petani diperhadapkan dengan harga pupuk yang tinggi.

Bantuan benih jagung di bima seluas 35 hektar tahun 2021. Bantuan yang turun NK212, Pioner 35, Pertiwi 3, Nasa 29, HJ21 (Golder Premium), RK 457, bantuan ini sebagian calon petani calon lahan (CPCL), sementara Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) rata-rata mengusulkan bibit 18 dan NK.

Pengadaan bibit jagung di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bioset lewat Dinas Pertanian dan Perkebunan (NTB) tahap pertama sebanyak 24 ton, nilai kontrak 995.197.500. Sementara tahap kedua 85 ton, 3 miliar 398.538.000 pengadaan tersebut tidak sesuai dengan Rencana Defenitif  Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang diminta NK. 

Kedua pengadaan bibit jagung jenis golden, premium diduga kadarluasa karena ditempel label 2021 sementara bibit diproduksi pada tahun 2020. Fakta ini terjadi di Bima dan tidak menutup kemungkinan di Dompu juga akan mendapatkan masalah yang sama.

Dari rentetan data-data di atas Himpunan Mahasiswa Suku Donggo Mataram (HIMASDOM) menilai ada upaya permainan pemerintah dengan memainkan proses pendistribusian bibit yang tidak sesuai keinginan masyarakat. 

Semua kelompok yang berada di kec. Donggo-Soromandi lebih khusus di desa Wadukopa, Ndanondere dan desa Kala rata-rata mengusulkan NK dan benih 18 tetapi kenyataan lapangan masyarakat menerima bibit golden, premium yang dinilai harga bibit tersebut lebih murah dari bibit yang diusulkan. 

Inipun terjadi di dompu pada tahun 2017 sampai 2020 khususnya di desa Serakapi, Saneo kec.Woja, untuk tahun 2021 petani didompu sampai saat ini belum mendapatkan benih bantuan dan kemungkinan besar akan terjadi problem yang sama. 

Oleh karena itu kami petani menyadari bahwa program pengadaan benih jagung yang di berikan oleh Pemerinta Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bukan berorientasi mensejahterakan petani, melainkan program untuk pemprov (NTB) merampok atas nama petani.

Maka dari itu, kami Himpunan Mahasiswa Suku Donggo Mataram (HIMASDOM) menuntut dan mendesak Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) antara lain sebagai beriku:. 

Menuntut Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat  (NTB) untuk mengeluarkan bibit yang sesuai dengan pengusulan petani atau sesuai dengan Rencana Defenitif  Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Menuntut Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mengevaluasi para pendistribusi bibit di tingkat provinsi, kabupaten dan kecematan.

Menuntut Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)  untuk menurunkan kepala dinas provinsi yang tidak memiliki keberpihakan terhadap petani.(Jaharudin MDG).

Postingan populer dari blog ini

Oknum Guru P3K di Kecamatan Sapé Diduga Menganiaya Seorang Perempuan Pedagang

HUT Ke-25 Demokrat, DPC Demokrat Kabupaten Bima Tebar Kepedulian Lewat Gerakan Langit Biru Indonesia ASRI di Pantai Baba

Dapur ADIBA SPPG Bima Sape Parangina Sajikan Menu Bergizi, Ada Ayam Bumbu Rendang dan Buah Salak