Dinas Kebersihan Kota Mataram belum Maksimal Tangani Pencemaran lingkungan Sungai sekitarnya


Kota Mataram NTB , Media Dinamika Global. Id. Kota Mataram merupakan Kota yang menyandang Adipura ini sangat membanggakan  masyarakat NTB umumnya suatu prestasi  dan reputasi sang Pemimpin yakni  Walikota dan Wakilnya serta dukungan Masyarakat luas di Wilayah lingkup Kota Mataram,29 April 2021

Perda no 3 tahun 2014 tentang larangan merokok dengan sanksi hukum yang jelas dan bersifat memaksa patut di ancungi jempol karena pencemaran udara yang dapat membahayakan orang lain. Sebaliknya jika Perda tentang larangan membuang sampah di sungai atau sembarang tempat yang dapat mencemarkan lingkungan dan mengancam kepunahan habitat air dan kedangkalan sungai setara dengan tajamnya Perda no.3 tahun 2014 maka kesadaran masyarakat Kota Mataram akan dampak pencemaran lingkungan dan akibatnya akan sedikit teratasi .

Apabila masyarakat kurang sadar dan terus membuang sampah ke sungai rata-rata 20 kg perhari maka satu kepala keluarga maka jumlah sampah yang terbung ke sungai 600 kg /bulan.

Dinas Kebersihan Kota Mataram belum bisa memantau atau kurang pengamatan terhadap lingkungn setempat lebih lebih bantaran sungai di Kelurahan Abian tubuh yang begitu banyak sampah di sungai tolong Pak Wali Kota peroanjang

Menurut salah seorang Warga Masyarakat sekitar meminta tolong kepada Pak Walikota tengok sebentar 120 tugas pokok Pak Camat sebagai perpanjangan tangan Pak Walikota agar piagam penghargaan Adipura tetap di pertahankan menjadikan Kota Mataram Kota bebas dari pencemaran Lingkungannya. 

Dan jika kita merujuk pada apa yang telah diperoleh oleh Walikota dan Wakil Walikota Mataram sekarang ini sungguh luar biasa, namun kita juga tidak menutup mata bahwa seakan-akan Penghargaan itu menjadi sia-sia karena di sekitar sungai tersebut terjadi pencemaran dengan membuang sampah sembarangan yang mengakibatkan dangkalnya sungai tersebut. Dan yang paling fatal lagi adalah adanya pembicaraan oleh Dinas Kebersihan Kota Mataram yang seolah-olah apatis dan acuh tak acuh saja. 


Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan agar Pemerintah turut aktif dalam rangka meminimalisiar apa yang terjadi di Kota yang kita cintai ini. Jangan hanya melihat dari Kotanya saja tetapi yang paling urgennya adalah sungainya juga sebab lainnya itu dapat mencemarkqn dan mengakibatkan polisi yang dapat membahayakan dan mengancam kesehatan Warga Masyarakat sekitarnya. Harapnya. (MDG 033).

Postingan populer dari blog ini

Oknum Guru P3K di Kecamatan Sapé Diduga Menganiaya Seorang Perempuan Pedagang

HUT Ke-25 Demokrat, DPC Demokrat Kabupaten Bima Tebar Kepedulian Lewat Gerakan Langit Biru Indonesia ASRI di Pantai Baba

Dapur ADIBA SPPG Bima Sape Parangina Sajikan Menu Bergizi, Ada Ayam Bumbu Rendang dan Buah Salak