SELASA MENYAPA: YANG HARUS DISAPA BUKAN CUMA RAKYAT, TAPI JUGA ANGGARAN NYA
Bima, Media Dinamika Global.id.-- Kalau Selasa Menyapa memang program unggulan Bima Bermartabat, saya punya satu pertanyaan sederhana.
BERAPA UANG RAKYAT YANG DIKELUARKAN, DAN APA HASIL TERUKURNYA?
Ini bukan pertanyaan untuk menjatuhkan pemerintah.Ini pertanyaan yang justru wajib dijawab oleh pemerintah yang mengaku transparan.Pemerintah Kabupaten Bima sendiri menjelaskan bahwa Selasa Menyapa merupakan program layanan publik berbasis desa yang mencakup kesehatan, administrasi kependudukan, UMKM, penghijauan, gotong royong, hingga penyerapan aspirasi masyarakat.
Bahkan pada 2026 program tersebut masih berjalan. Pemkab Bima mencatat Selasa Menyapa ke-3 dilaksanakan di Desa Paradowane dan Kanca, Kecamatan Parado.Maka semakin program itu diperluas, semakin penting pula transparansi anggarannya.
Bukan cukup dengan foto kegiatan.
Bukan cukup dengan panggung.
Bukan cukup dengan sambutan pejabat.
Rakyat berhak tahu:
1. Berapa pagu anggarannya?
2. Apa nama rekening belanjanya?
3. OPD mana yang mengelola?
4. Berapa anggaran setiap lokasi?
5. Berapa realisasi dan bukti pertanggungjawabannya?
6. Apa indikator keberhasilannya?
7. Berapa masyarakat yang benar-benar menerima manfaat?
Kalau semua jelas, kritik akan kehilangan ruang untuk berspekulasi.Pemkab Bima sendiri pernah melaporkan bahwa pada 2025 Selasa Menyapa telah menjangkau 32 desa dan 6.416 penerima manfaat layanan kesehatan gratis.
Nah, dari sinilah perdebatan harus naik kelas.
Bukan pemerintah versus oposisi.
Bukan pendukung versus pengkritik.
Tetapi DATA versus OPINI.
Kalau anggarannya benar dan manfaatnya besar, publikasikan datanya.Kalau realisasinya efisien, tunjukkan efisiensinya.Kalau programnya berhasil, tunjukkan indikator keberhasilannya.
Dan kalau ada kritik yang keliru, bantah dengan dokumen, bukan dengan kemarahan.
“UANG RAKYAT DIPAKAI UNTUK APA, DAN HASILNYA APA".
