KEPSEK SMAN 2 KOTA BIMA BELAJAR PRAKTIK BAIK PENGELOLAAN ATLET DAN DISIPLIN DI SMAN 2 MATARAM
Mataram, Media Dinamika Global.id.— Ada banyak cara untuk belajar. Namun, salah satu cara terbaik adalah datang, melihat, mendengar, berdiskusi, lalu membawa pulang praktik-praktik baik untuk diterapkan di rumah sendiri.
Itulah yang dilakukan rombongan SMAN 2 Kota Bima (SMANDU KOBI) ketika berkunjung ke SMAN 2 Mataram yang dipimpin langsung oleh Kepala SMAN 2 Kota Bima, Hj. Erot Sutianah, M.Pd., Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda studi tiru untuk menggali praktik baik dalam pengelolaan satuan pendidikan, terutama dalam membangun prestasi akademik, nonakademik, kedisiplinan, serta manajemen atlet pelajar.
Sejak tiba di SMAN 2 Mataram, rombongan SMANDU KOBI disambut hangat dan penuh keakraban oleh kepala sekolah, jajaran wakil kepala sekolah, serta pengurus OSIS. Tidak ada sekat dalam perjumpaan itu. Perkenalan mengalir, diskusi berlangsung cair, bahkan sesekali pecah oleh candaan yang membuat suasana semakin akrab.
SMAN 2 Mataram, Gudangnya Atlet Pelajar Berprestasi. Salah satu praktik baik yang menjadi perhatian serius rombongan SMANDU KOBI adalah bagaimana SMAN 2 Mataram mengelola dan mendampingi para atlet pelajar. SMAN 2 Mataram dikenal sebagai salah satu sekolah yang menjadi gudangnya atlet berprestasi. Para siswanya mampu mengukir prestasi di berbagai level, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga nasional.
Yang menarik, prestasi olahraga tersebut tidak kemudian membuat pendidikan akademik siswa terabaikan. Sekolah menerapkan manajemen waktu yang terukur antara KBM dan latihan olahraga. Bahkan, ketika seorang atlet memiliki jadwal latihan pukul 09.00 WITA, siswa tersebut tetap diwajibkan mengikuti pembelajaran hingga pukul 08.30 WITA. Setelah latihan selesai, ia kembali ke sekolah untuk melanjutkan KBM. Sebuah pesan penting tersirat dari pola tersebut: prestasi tidak boleh menjadi alasan untuk meninggalkan pendidikan.
Sekolah justru hadir mengatur agar keduanya dapat berjalan beriringan.
Hal lain yang menarik perhatian rombongan adalah budaya disiplin yang diterapkan secara konsisten.
Disiplin Tak Mengenal Anak Siapa.
Di SMAN 2 Mataram, kedisiplinan waktu bukan sekadar aturan tertulis, melainkan budaya yang dijalankan bersama. Siswa yang terlambat datang pada pukul 07.15 akan langsung dikonfirmasi kepada orang tua untuk mengetahui penyebab keterlambatan. Jika keterlambatan melewati pukul 07.30, orang tua diwajibkan datang ke sekolah sebelum siswa diperbolehkan masuk kelas dan mengikuti pembelajaran.
Tidak ada perlakuan khusus. Tidak ada dispensasi karena anak pejabat, anak guru, siswa berprestasi maupun siswa reguler. Semua berdiri di atas aturan yang sama. Hasilnya terlihat dari sekitar 1.670 siswa, hanya satu-dua orang yang biasanya terlambat, dan mereka pun bukan siswa yang sama. Sebuah praktik sederhana, tetapi membutuhkan keberanian, ketegasan dan konsistensi. Sebab disiplin tidak lahir dari aturan yang keras, melainkan dari aturan yang diterapkan secara adil dan konsisten.
Perpustakaan Digital Raih Peringkat Nasional.
Tidak hanya olahraga, SMAN 2 Mataram juga memiliki kekuatan pada sarana dan prasarana pendukung prestasi akademik maupun nonakademik.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah perpustakaan sekolah yang telah memiliki standar nasional. Bahkan, perpustakaan digital SMAN 2 Mataram berhasil meraih peringkat kedua nasional untuk jenjang SMA/SMK. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membangun budaya literasi dan menghadirkan ruang belajar yang mendukung perkembangan peserta didik.
Di bidang olahraga, sepak bola dan bola basket menjadi salah satu prioritas sekaligus kekuatan SMAN 2 Mataram dalam melahirkan atlet pelajar berprestasi.
SMAN 2 Mataram juga membuka kelas eligible melalui kerja sama dengan Australia, sebagai bagian dari upaya membuka cakrawala pendidikan dan peluang yang lebih luas bagi peserta didik.
Dalam kesempatan tersebut, SMANDU KOBI juga tidak datang hanya untuk mendengar. Sekolah asal Kota Bima itu turut memperkenalkan berbagai inovasi dan program yang sedang dikembangkan. Di antaranya adalah kerja sama dengan DORYOUKU BALI TOSHA untuk memberikan kesempatan kepada alumni dan siswa kelas XII mengikuti program studi, magang sekaligus bekerja di Jepang.
Selain itu, SMANDU KOBI juga memperkenalkan Program Taruna SMANDU, sebuah wadah untuk mengakomodasi minat peserta didik yang bercita-cita menjadi prajurit TNI maupun anggota Polri.
Dua sekolah, dua daerah, dua pengalaman. Namun memiliki satu semangat yang sama: **mencari cara terbaik untuk menyiapkan generasi masa depan.
Usai sesi diskusi dan sharing praktik baik, rombongan SMANDU KOBI diajak berkeliling melihat berbagai fasilitas SMAN 2 Mataram. Ruang guru, ruang kelas, perpustakaan dan berbagai sarana pendukung lainnya menjadi bagian dari perjalanan singkat itu.
Setiap ruang menyimpan cerita. Setiap fasilitas menghadirkan inspirasi. Dan setiap percakapan melahirkan kemungkinan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik.
Kunjungan kemudian ditutup dengan penandatanganan MoU Sister School** sebagai simbol komitmen untuk membangun hubungan dan kolaborasi yang lebih erat antara SMAN 2 Kota Bima dan SMAN 2 Mataram.
Pertukaran plakat pun menjadi penanda bahwa perjumpaan tersebut bukan sekadar kunjungan, tetapi sebuah ikatan persahabatan dua lembaga pendidikan.
Dari SMAN 2 Mataram, SMANDU KOBI belajar bahwa sekolah hebat bukan hanya tentang banyaknya prestasi yang terpampang di dinding. Sekolah hebat adalah sekolah yang mampu mengelola potensi, menegakkan disiplin, menyediakan ruang tumbuh, dan memberi kesempatan kepada setiap anak untuk menemukan jalan terbaik bagi masa depannya.
Terima kasih SMAN 2 Mataram atas sambutan hangat, persaudaraan, dan sharing praktik baiknya.
Hari ini kami datang untuk belajar.
Besok kami pulang membawa inspirasi. Dan lusa, semoga inspirasi itu tumbuh menjadi prestasi.
SMANDU KOBI — Belajar, Berbagi, Berkolaborasi, dan Terus Menginspirasi. (Sekjend MDG)
