DISPERINDAG KABUPATEN BIMA, PETANI BAWANG BUTUH PERLINDUNGAN ATAU HANYA ANGKA DI LAPORAN
Bima, Media Dinamika Global.id.-- Petani bawang mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk membeli obat dan pestisida. Tapi bagaimana kalau yang dibeli ternyata diduga palsu atau tidak sesuai mutu?Ini bukan sekadar soal satu botol obat pertanian.Ini soal modal petani, hasil panen, keamanan pangan dan masa depan ekonomi masyarakat Bima.
Data LKPJ Kabupaten Bima TA 2025 mencatat Urusan Perindustrian dan Perdagangan mendapat anggaran Rp8,07 MILIAR, dengan realisasi Rp7,79 MILIAR atau 92,98%.
Pertanyaannya Saya
DARI RP8,07 MILIAR ITU, BERAPA RUPIAH YANG BENAR-BENAR DIGUNAKAN UNTUK MELINDUNGI PETANI DARI PEREDARAN PRODUK PERTANIAN YANG DIDUGA PALSU?Dan kalau keluhan tentang pestisida bermasalah kembali muncul di tengah petani bawang, SIAPA YANG MEMERIKSA KIOS, DISTRIBUTOR, IZIN EDAR, LABEL, DAN KEASLIAN PRODUKNYA ? Jangan sampai pemerintah rajin menghitung anggaran dan realisasi, tetapi lupa menghitung kerugian petani.
Kalau benar ada peredaran pestisida palsu, usut sampai ke sumbernya.Kalau ternyata produknya legal dan asli, buktikan secara terbuka kepada petani.Karena petani tidak membutuhkan jawaban normatif.PETANI BUTUH JAMINAN OBAT YANG MEREKA BELI ASLI, LEGAL, AMAN, DAN TIDAK MERUGIKAN.
DISPERINDAG KABUPATEN BIMA, PENGAWASAN PASAR ITU TUGAS SIAPA.(Redaksi II)
