Burhanudin : Merindukan Sosok Seorang Ibu


Opini Public. Media Dinamika Global. Id. - Merindukan adalah suatu gambaran atau cahaya yang tidak menetap, tetapi ia akan selalu kembali dan mencurahkan kepergiannya lewat salam yang abadi. Menyampaikan keluh kesah dengan mengiringi disetiap keindahan do’a dalam sujud terakhirnya dan sang pemuda yang bermimpi ingin kembali memeluk hangatnya sebuah pelukan ibu.

Dalam perpisahan kirta bisa merawat sebuah komitmen dalam membentengi ketulusan niat yang suci. Sebagaiman yang diucapkan oleh sang ilmuan Muslim Imam Al-Ghajali rasa rindu timbul dari cinta yang mendalam terhadap seseorang atau sesuatu. Rasa rindu hadir saat objek yang dicintai tidak ada dihadapan-nya.

Dengan perasaan yang penuh rindu, dan disaat itu orang yang tengah kita imajinasikan tidak ada didepan mata kita dan biarkanlah kalimat dan do’a yang akan mendamaikan antara jarak dan waktu. Supaya nanti semua akan menyampaikan dalam titik yang mempererat dengan kedamaian.

Memberi jarak antara rindu dan waktu tidak akan pernah selesai dan tiba. Karena dia tidak menetap melainkan akan terus-menerus kembali untuk menciptakan suasana baru yang menyempurnakan antara jarak dan waktu.

Hanya ini yang bisa kita panjatkan dalam setiap nafas kerinduan kita pada seseorang (IBU) dan menuntun kearah yang abadi yaitu cinta dan do’a melalui kultur ibadah.

Penulis : Burhanudin.

Postingan populer dari blog ini

HUT Ke-25 Demokrat, DPC Demokrat Kabupaten Bima Tebar Kepedulian Lewat Gerakan Langit Biru Indonesia ASRI di Pantai Baba

Dapur ADIBA SPPG Bima Sape Parangina Sajikan Menu Bergizi, Ada Ayam Bumbu Rendang dan Buah Salak

DPD RI Dorong Kabupaten Bima jadi Kawasan Prioritas Garam Nasional