TALIBAN PERINGATKAN TUKANG CUKUR IKUTI SYARIAH, LARANG MEMOTONG JANGGUT


Media Dinamika Global. Id. Senin, 27 September 2021. Para tukang cukur di Helmand, Afghanistan telah didorong untuk memotong janggut sesuai syariah. Kebijakan dikeluarkan oleh pemerintah Taliban karena memotong janggut melanggar interpretasi mereka atas hukum Islam.

Siapapun yang melanggar aturan akan dihukum, kata polisi agama Taliban.

Beberapa tukang cukur di ibukota Kabul mengakui mereka juga menerima pemberitahuan serupa. Namun pemerintah tidak menyebut apa-apa tentang memotong rambut.

Dalam pemberitahuan yang dipasang di tempat potong rambut dan salon di provinsi Helmand, Taliban memperingatkan agar para tukang cukur untuk mengikuti hukum syariah terkait potong rambut dan janggut.

Namun, para tukang tukur, yang tidak disebutkan namanya, menyebut aturan baru itu membuat pendapatan mereka berkurang.

“Selama bertahun-tahun salon saya menjadi tempat bagi kaum muda untuk bercukur sesuai keinginan mereka dan tampil trendi,” kata salah satu dari mereka kepada BBC. “Tidak ada gunanya melanjutkan bisnis ini.”

“Salon fashion dan tukang cukur menjadi bisnis terlarang,” kata yang lain. “Ini adalah pekerjaan saya selama 15 tahun dan saya merasa tidak bisa melanjutkannya.”

Tukang cukur lain di kota Herat, Afghanistan mengatakan bahwa meskipun dia belum menerima pemberitahuan resmi, dia telah berhenti menawarkan cukur jenggot.

“Pelanggan tidak mencukur jenggot mereka [karena] mereka tidak ingin menjadi sasaran pejuang Taliban di jalanan. Mereka ingin berbaur dan terlihat seperti mereka”. Sumber: Irfan

Postingan populer dari blog ini

HUT Ke-25 Demokrat, DPC Demokrat Kabupaten Bima Tebar Kepedulian Lewat Gerakan Langit Biru Indonesia ASRI di Pantai Baba

Dapur ADIBA SPPG Bima Sape Parangina Sajikan Menu Bergizi, Ada Ayam Bumbu Rendang dan Buah Salak

DPD RI Dorong Kabupaten Bima jadi Kawasan Prioritas Garam Nasional