Finalisasi Dokumen Renkon, BPBD-ADRA Indonesia Lakukan Uji Publik


Bima NTB.  Media Dinamika Global. Id. BPBD Kabupaten Bima bekerjasama dengan ADRA Indonesia lakukan uji publik Draft Dokumen Kontijensi Banjir Kabupaten Bima. Kegiatan dilaksanakan secara daring (dalam jaringan-zoom meeting) dan luring (luar jaringan). Peserta luring dipusatkan di ruang rapat utama kantor bupati bima, seperti di Lansir Media WARTA KOMINFO. Rabu (29/9/2021).

Kegiatan uji publik juga dihadiri langsung oleh Bapak Aminuddin Magatani selaku DRM Project Manager of ADRA Indonesia secara online (zoom meeting).

“BPBD Kabupaten Bima melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Penanganan Kebakaran, M. Gunawan, S.Si menjelaskan pentingnya pelaksanaan kegiatan uji publik terhadap draft dokumen rencana kontijensi banjir Kabupaten Bima adalah untuk mendapatkan masukan, saran dari pemangku jabatan, dunia usaha, akademisi, organisasi profesi, serta masyarakat untuk peningkatan kualitas dokumen kontingensi.

“Kami berharap, setelah dilakukannya uji publik dokumen kontijensi dapat difinalisasi menjadi dokumen legal berupa Peraturan Bupati Bima, “harap Gunawan.

Disamping itu, dokumen rencana kontijensi diharapkan menjadi acuan dan dapat diimplementasikan menjadi rencana operasi saat menghadapi darurat bencana banjir bandang, “urai Gunawan.

Seperti diketahui, Dokumen Rencana Kontijensi ini mulai disusun oleh tim penyusun dokumen Renkon sejak agustus tahun 2021 yang dimulai dengan acara workshop pembuatan dokumen renkon yang dilanjutkan pembekalan terhadap tim penyusun selama 2 hari.

Penyusunan dokumen renkon ini juga melibatkan fasilitator nasional yang bekerja untuk BNPB Bersama dengan tim penyusun renkon di Kabupaten Bima. Sumber : Tim Komunikasi Publik Dinas Kominfo & Statistik Kabupaten Bima.

Postingan populer dari blog ini

HUT Ke-25 Demokrat, DPC Demokrat Kabupaten Bima Tebar Kepedulian Lewat Gerakan Langit Biru Indonesia ASRI di Pantai Baba

Dapur ADIBA SPPG Bima Sape Parangina Sajikan Menu Bergizi, Ada Ayam Bumbu Rendang dan Buah Salak

DPD RI Dorong Kabupaten Bima jadi Kawasan Prioritas Garam Nasional