Walikota dan Wakilnya Hadiri Pengajian / Ceramah Wafatnya Ibu Ketua MK RI


Amahami Kota Bima NTB. Media Dinamika Global.Id. Beberapa hari yang lalu Wali Kota Bima H. Muhammad Lutfi, SE dan Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan, SH menghadiri Pengajian/Doa dan Ceramah Agama mengenang 1 tahun wafatnya Ibu Hj. Siti Ramlah Binti Abdul Hamid dan mengenang 60 hari wafatnya ibu Hj. Suhada Binti H. Ahmad Sidik, Senin 26 April 2021 di Villa Grand Akkas (Depan Masjid Terapung).

Acara di maksud di adakan langsung oleh Ketua MK RI Anwar Usman dalam rangka mengenang 1 Tahun telah Wafat/meninggal Dunia seorang Ibunda yang tercinta dari Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. 

Seperti yang kita saksikan saat ini terlihat hadir dalam mengikuti acara yang diharapkan itu adalah Orang-orang penting misalnya Walikota dan wakil Walikota Bima, Ketua DPRD Kota Bima bahkan dari Kabupaten Bima dan Dompu yang tidak bisa disebutkan satu demi satu. 


Dalam kesempatan itu Walikota Bima HML mengungkapkan tentang pentingnya menjaga kita menghormati para pendahulu kita dengan cara yang sangat elegan seperti ini dan ini merupakan momentumnya ajang silaturrahmi apalagi yang hadir ini banyak dari kalangan qori' dan Qori'ah Nasional maupun internasional dan ditambah lagi dengan hadirnya para Da'i sejuta umat. 

Dengan adanya pengajian seperti ini memberikan kesejukan bagi kita untuk terus berusaha menyadari bahwa kita semuanya akan mengalami hal seperti ini tentunya. Dan kita semua tau bahwa setiap orang pasti mengalami kematian meskipun kita berada dalam benteng yang kokoh sekalipun namun kematian akan tetap menjemput kita. 

HML juga mengucapkan Terima kasih kepada semua yang hadir terutama kepada Bapak Anwar Usman selaku yang memiliki hajatan Akbar ini. Semuanya merupakan rahmat dan hidayah serta dapat dijadikan sebagai pedoman hidup kota di masa sekarang maupun yang akan datang. Bebernya. 

Tak mau ketinggalan Media ini pun menghampiri dan mewawancarai di bagian yang terpisah Wakil Walikota Bima Ferry Sofian juga mengungkapkan hala yang sama, beliau selalu memberikan tipsnya yang terbaik bagi perkembangan dan kemajuan bagi Kota Bima dengan adanya acara seperti ini akan membawa dampak positif bagi kemajuan dan perkembangan Kota Bima kedepannya. 

Beliau lebih pada bagaimana kita upayakan mengenjot Pembangunan di Bidang Agama sebab kakaku kita melihat akhir-akhir ini sangat memilukan dan memalukan karena generasi kita sudah tidak mau lagi mempelajari Al-Qur'an juga tidak mau lagi mendengarkan Ceramah-ceramah Agama yang nuansanya ke arah Religi. Sepertinya Allah SWT sudah menutup telinganya dan menutup penglihatannya. 


Jika ini terus dibiarkan, maka akan terjadi permasalahan yang cukup serius di Kota Kita Bima ini. Dan saya akan berusaha untuk serius mengatasi permasalahan tersebut hingga Masyarakat antusias untuk mempelajari dan mengamalkan ajaran dari agama Islam itu sendiri. Coba kita lihat saat ini di Amerika Serikat yang dulunya hanya beberapa persen saja umat islam disana, tetapi alhamdulillah sekarang Negara adidaya tersebut Islam sudah berkembang pesat dan bahkan dulu Masjid tidak ada sekarang alhamdulillah sudah ada. Katanya

Sementara itu, Ketua MK RI Anwar Usman yang memiliki Hajatan dalam rangka mengenang arwah Almarhum mah Ibunya yang sudaheninggal Dunia selama 1 Tahun itu dalam Pidato Resminya mengungkapkan rasa Haru,bangga dan merasa terhormat dalam kesempatan ini. Karena yang hadir ini selain Masyarakat Kota / Kabupaten Bima, Dompu bahkan Sumbawa juga hadir Bapak-bapak Walikota dan Wakilnya, Ketua DPRD Kota Bima dan semuanya struktur organisasi Masyarakat. 

Secara jujur saya tidak bisa berkata apa-apa karena antusiasnya dan yang lebih terhormat lagi kehadiran para Qori'ah dan Qori'ah Nasional dan internasional yang melantunkan ayat suci Al-Quran secara bersama-sama, sungguh suara yang merdu sangat enak didengarnya seolah-olah bahwa hidup itu sepertinya kita tidak ingin mati. 

Begitupun sebaliknya hidup ini hanyalah sementara, harta, pangkat, dan jabatan bukan sesuatu yang melekat pada diri kita melainkan amal perbuatan yang baik yang menjadi saksi di hadapan Allah SWT. Selain itu, para Da'i dan Ustadz dalam ceramahnya memberikan kesan kepada kita semuannya bahwa hidup ini diibaratkan seperti terminal terakhir. 

Coba kita perhatikan bahwa sesungguhnya kematian itu akan selalu ada dan tetap dirasakan oleh Manusia yang memiliki nyawa. Untuk itu, bersegeralah kita bertaubat sebelum terlambat karena terminal tempat kita berlabuh selamanya adalah alam akhirat kelak. Berbekalah kamu sekalian karena sebaik-baik bekal adalah taqwa. Dikutip dari Ceramah Ustadz tadi. Pungkasnya. (MDG 020).

Postingan populer dari blog ini

HUT Ke-25 Demokrat, DPC Demokrat Kabupaten Bima Tebar Kepedulian Lewat Gerakan Langit Biru Indonesia ASRI di Pantai Baba

Dapur ADIBA SPPG Bima Sape Parangina Sajikan Menu Bergizi, Ada Ayam Bumbu Rendang dan Buah Salak

DPD RI Dorong Kabupaten Bima jadi Kawasan Prioritas Garam Nasional