Media Dinamika Global

Selasa, 21 April 2026

Pemkot Bima Gelar Gotong Royong Wujudkan Kota Bima BISA dan Sambut Festival Rimpu Mantika 2026


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Pemerintah Kota Bima menggelar kegiatan gotong royong yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Bima, H. A. Rahman, SE, sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Festival Rimpu Mantika 2026 yang akan berlangsung pada 25–27 April 2026. Kegiatan ini dipusatkan di kawasan Lapangan Serasuba dan Museum Asi Mbojo.

Kegiatan gotong royong tersebut diikuti oleh seluruh jajaran dan staf Pemerintah Kota Bima yang terlibat secara aktif dalam membersihkan dan menata lingkungan di sekitar lokasi kegiatan. Partisipasi ini mencerminkan semangat kebersamaan dan tanggung jawab kolektif aparatur pemerintah dalam mewujudkan wajah kota yang bersih, indah, sehat, dan asri.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bima menegaskan bahwa gotong royong merupakan budaya kerja yang harus terus dijaga, khususnya dalam menyambut event budaya berskala nasional seperti Festival Rimpu Mantika 2026. Ia menekankan pentingnya peran aktif aparatur pemerintah sebagai garda terdepan dalam memberikan contoh nyata kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kita menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan Gerakan Kota Bima BISA. Kebersihan dan keindahan kota adalah tanggung jawab kita bersama, dimulai dari lingkungan kerja dan fasilitas publik yang kita miliki,” ujar Wali Kota.

Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan area publik, penataan lingkungan, serta peningkatan estetika kawasan yang menjadi pusat pelaksanaan festival. Dengan keterlibatan penuh seluruh jajaran pemerintah, diharapkan Kota Bima semakin siap menyambut para tamu dan wisatawan yang akan hadir.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh seluruh aparatur Pemerintah Kota Bima ini menjadi wujud nyata komitmen dalam mendukung suksesnya Festival Rimpu Mantika 2026, sekaligus memperkuat implementasi Gerakan Kota Bima BISA sebagai identitas bersama menuju kota yang lebih bersih, indah, sehat, dan asri.(Redaksi Sekjend MDG)

Kadis Ketahanan Pangan Dampingi Wali Kota Bima Salurkan Cadangan Pangan, Ajak Warga Jaga Kebersamaan di Tengah Tantangan Fiskal


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Pemerintah Kota Bima kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat melalui kegiatan Penyaluran Beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang berlangsung di halaman Kantor Lurah Rite, Kecamatan Raba.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Bima, H. A. Rahman, SE, didampingi Asisten II, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Camat Raba, serta Lurah Rite beserta jajaran.

Dalam laporan pengantar, Kepala Dinas Ketahanan Pangan menyampaikan bahwa bantuan beras kali ini disalurkan kepada 50 orang penerima, masing-masing memperoleh 10 kilogram, dengan total bantuan mencapai 500 kilogram. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan simbolis kepada 5 orang perwakilan penerima manfaat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bima menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi momen silaturahmi untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus menyampaikan perkembangan pembangunan daerah.

Ia secara terbuka mengungkapkan bahwa kondisi keuangan daerah Kota Bima tahun anggaran 2026 mengalami penurunan yang cukup signifikan. APBD Kota Bima tahun 2026 berada pada kisaran ± Rp790 miliar, menurun sekitar Rp303 miliar dibandingkan tahun 2025 yang mencapai Rp1,093 triliun. Di sisi lain, pemerintah daerah juga menghadapi peningkatan belanja pegawai sebagai dampak dari pengangkatan PPPK tahun 2025.

“Situasi ini tentu tidak mudah. Namun pemerintah tetap berkomitmen melakukan efisiensi anggaran, pengendalian belanja, serta menetapkan prioritas pembangunan secara tepat sasaran. Keterbatasan anggaran tidak boleh menghentikan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Wali Kota.

Lebih lanjut, Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk terus bersama-sama dan saling mendoakan, karena pembangunan tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemerintah tetap berupaya menghadirkan berbagai program prioritas, di antaranya fasilitasi transportasi jemaah haji Kota Bima yang tetap menggunakan pesawat pulang-pergi, serta pemberian upah bagi RT, RW, imam, marbot, dan guru ngaji.

Di bidang kesehatan, Pemerintah Kota Bima juga terus berbenah. Saat ini tengah dilakukan pembangunan fasilitas rawat inap baru di RSUD Kota Bima dengan kapasitas sekitar 100 tempat tidur. Ke depan, RSUD Kota Bima diproyeksikan menjadi pusat layanan KJSU-KIA, yang berfokus pada penanganan penyakit prioritas seperti kanker, jantung dan pembuluh darah, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak.

“Mohon doa dan dukungan masyarakat agar seluruh program ini berjalan lancar dan manfaatnya segera dirasakan,” imbuhnya.

Menutup sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan, mengedepankan semangat gotong royong, serta menghindari fitnah dan perpecahan.

Ia juga mengundang masyarakat untuk ikut memeriahkan Festival Pawai Rimpu yang akan digelar pada Sabtu, 25 April 2026, sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya dan mempererat kebersamaan masyarakat Kota Bima.

Kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan, mencerminkan semangat saling peduli antara pemerintah dan masyarakat di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.(Redaksi Sekjend MDG)

Sekda Kota Bima Sambut Rombongan Mission World Bank dan Kementerian PUPR RI, Tinjau Program NUFReP


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Sekretaris Daerah Kota Bima, Drs. H. M. Fakhrunraji, M.E., melaksanakan penyambutan rombongan Mission World Bank bersama perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin, pada Selasa (21/4).

Kedatangan rombongan tersebut disambut langsung oleh Sekda Kota Bima yang didampingi oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bima. Penyambutan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja dalam rangka monitoring dan evaluasi pelaksanaan program NUFReP (National Urban Flood Resilience Project) di Kota Bima.

Dalam keterangannya, Sekda Kota Bima menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan progres pelaksanaan program NUFReP yang berfokus pada penguatan ketahanan kota terhadap risiko banjir, peningkatan infrastruktur pengendalian banjir, serta penataan kawasan perkotaan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Selain itu, rangkaian kunjungan juga mencakup agenda kegiatan terkait pengelolaan risiko banjir perkotaan, meliputi peninjauan sistem drainase, infrastruktur pengendali banjir, serta upaya peningkatan kapasitas kelembagaan dan masyarakat dalam mitigasi serta penanganan bencana banjir di wilayah Kota Bima.

“Pemerintah Kota Bima menyambut baik kunjungan Mission World Bank dan Kementerian PUPR RI sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya melalui program NUFReP yang sangat relevan dengan kebutuhan Kota Bima dalam penanganan risiko banjir,” ujarnya.

Rombongan Mission World Bank bersama Kementerian PUPR RI dijadwalkan akan melaksanakan kunjungan lapangan ke sejumlah titik lokasi program NUFRP, serta menggelar pertemuan dengan jajaran Pemerintah Kota Bima guna membahas capaian, tantangan, dan rencana tindak lanjut, termasuk strategi pengelolaan risiko banjir perkotaan secara terpadu dan berkelanjutan.

Kegiatan penyambutan berlangsung dengan lancar dan penuh keakraban, mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Bima dalam memperkuat kolaborasi dengan mitra pembangunan internasional dan pemerintah pusat demi mewujudkan pembangunan kota yang tangguh, aman, dan berkelanjutan.(Redaksi Sekjend MDG)

Sekda Rohil Dituding Tak Konsisten, Kisruh Pelantikan Tanpa Wabup Kian Memanas


Rokan Hilir – Situasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir tengah menjadi sorotan tajam. Di balik momen peringatan Hari Kartini pada Selasa (21/4/2026), justru mencuat dinamika panas yang mengindikasikan ketidakharmonisan di pucuk kepemimpinan daerah.


Pelantikan pejabat struktural Eselon III dan IV yang digelar Pemkab Rokan Hilir di hari tersebut berubah menjadi polemik. Pasalnya, sosok Wakil Bupati Jhony Charles tidak terlihat hadir—bahkan disebut tidak diundang dalam agenda resmi pemerintahan itu.


Kondisi ini memicu spekulasi liar di tengah masyarakat. Ketidakhadiran orang nomor dua di Rokan Hilir dalam agenda strategis seperti pelantikan pejabat dinilai bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan mengarah pada indikasi retaknya hubungan antara Bupati H. Bistamam dan wakilnya.


Sejumlah sumber menyebutkan, kekisruhan ini diduga berakar dari rivalitas politik yang belum sepenuhnya mereda pasca kontestasi. Situasi semakin memanas ketika pernyataan Sekretaris Daerah Fauzi Efrizal menuai kontroversi.


Fauzi Efrizal mengklaim bahwa pihaknya telah menyampaikan undangan kepada wakil bupati melalui aplikasi WhatsApp. Namun, pernyataan tersebut dibantah tegas oleh Jhony Charles yang mengaku tidak pernah menerima undangan dalam bentuk apa pun, termasuk melalui pesan digital.


Perbedaan pernyataan ini sontak menimbulkan tanda tanya besar. Publik mempertanyakan kredibilitas informasi yang disampaikan oleh Sekda, bahkan muncul dugaan adanya penyampaian informasi yang tidak berdasar.


Di sisi lain, sosok Jhony Charles dikenal luas sebagai figur yang dekat dengan masyarakat. Ia kerap turun langsung ke lapangan, termasuk saat meredam konflik dalam insiden yang terjadi di Panipahan beberapa waktu lalu. Hal ini membuat absennya sang wakil bupati dalam agenda resmi semakin memperkuat kesan adanya ketegangan internal.


Pengamat menilai, jika benar terjadi disharmoni di level pimpinan daerah, maka hal ini berpotensi mengganggu stabilitas pemerintahan dan pelayanan publik di Rokan Hilir. Apalagi, pelantikan pejabat merupakan bagian penting dalam roda birokrasi yang seharusnya berjalan solid dan terkoordinasi.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi lanjutan yang mampu menjawab polemik tersebut secara terang. Bahkan, Sekretaris Daerah Fauzi Efrizal disebut enggan memberikan tanggapan lebih lanjut saat dikonfirmasi. Sikap bungkam ini memunculkan dugaan bahwa yang bersangkutan tidak berani mempertanggungjawabkan pernyataan yang sebelumnya telah disampaikan ke publik.


Masyarakat kini menunggu penjelasan terbuka dari para pihak terkait untuk mengurai simpang siur yang kian berkembang. Jika tidak segera diluruskan, konflik ini dikhawatirkan bukan hanya menjadi konsumsi politik semata, tetapi juga berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap pemerintahan yang sedang berjalan.

Sekda Kota Bima Dampingi Mission World Bank dan Kementerian PUPR Tinjau Pembangunan Kolam Retensi Amahami


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Sekretaris Daerah Kota Bima, Drs. H. M. Fakhrunraji, M.E., melaksanakan kegiatan pendampingan rombongan Mission World Bank bersama perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI dalam kunjungan lapangan di Kolam Retensi Amahami, pada Senin (21/4).

Dalam kegiatan tersebut, Sekda Kota Bima didampingi oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bima dan Kepala Dinas Perkim Kota Bima. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian monitoring dan evaluasi pelaksanaan Program NUFReP (National Urban Flood Resilience Project) di Kota Bima.

Rombongan melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan Kolam Retensi Amahami yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Infrastruktur ini merupakan salah satu komponen strategis dalam upaya pengendalian banjir perkotaan, yang dirancang untuk menampung limpasan air saat curah hujan tinggi guna mengurangi risiko genangan di kawasan Kota Bima.

Sekda Kota Bima menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bima terus berkomitmen dalam meningkatkan ketahanan wilayah terhadap bencana banjir melalui penguatan infrastruktur serta sinergi dengan pemerintah pusat dan mitra pembangunan internasional.

“Melalui program NUFReP dan dukungan dari Mission World Bank serta Kementerian PUPR RI, diharapkan pembangunan infrastruktur pengendali banjir di Kota Bima dapat berjalan tepat waktu, berkualitas, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain peninjauan lapangan, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi teknis antara Pemerintah Kota Bima, pihak World Bank, dan Kementerian PUPR RI terkait progres pekerjaan, tantangan di lapangan, serta langkah strategis ke depan dalam pengelolaan risiko banjir perkotaan.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan produktif, serta diharapkan mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang tangguh dan berkelanjutan di Kota Bima.(Redaksi Sekjend MDG)

Senyap Namun Mematikan, Satresnarkoba Tulang Bawang Gulung Kurir Sabu Di Tiuh Tohou, Sembunyikan Barang Haram Di Kotak Rokok.


Tulang Bawang, Lampung – Mediadinamikaglobal.Id || Langkah sunyi Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tulang Bawang kembali membuahkan hasil gemilang. Dalam sebuah operasi kilat yang berlangsung senyap namun mematikan bagi ruang gerak pelaku kriminal, petugas berhasil meringkus seorang pria yang diduga kuat merupakan pemain lama dalam penyalahgunaan narkotika jenis sabu di wilayah kampung. Tiuh Tohou, Rabu 15 April 2026.

Tersangka yang diketahui berinisial DP (31), seorang wiraswasta asal Tulang Bawang Barat, tak berkutik saat lingkaran pengamanan polisi mengepungnya di tengah jalan.Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa Polres Tulang Bawang tidak pernah tidur dalam mengawasi setiap jengkal wilayahnya dari ancaman zat adiktif.

Kronologi penangkapan bermula saat anggota Satresnarkoba melakukan patroli hunting di titik-titik rawan peredaran gelap narkoba. Sekira pukul 09.30 WIB, petugas melihat sosok pria dengan gerak-gerik yang sangat mencurigakan. Saat didekati, wajah tersangka mendadak pucat pasi dan bertingkah gelagapan, sebuah sinyal kuat bagi petugas bahwa ada sesuatu yang disembunyikan.

Benar saja, saat dilakukan penggeledahan di lokasi, petugas menemukan:

• Satu plastik klip berisi kristal putih diduga sabu.

• Kotak rokok LA ICE ungu yang dimodifikasi menjadi tempat penyimpanan rahasia.

• Kertas timah rokok yang digunakan untuk mendukung aktivitas terlarangnya.

Kapolres Tulang Bawang, AKBP Yuliansyah, S.I.K., M.H., melalui Kasat Narkoba Iptu Jhoni Apriwansyah, S.H. Dalam keterangannya menegaskan bahwa penangkapan ini adalah peringatan keras bagi siapa pun yang mencoba bermain-main dengan narkoba di wilayah hukumnya.

"Kami bergerak berdasarkan data dan laporan masyarakat yang resah. Tersangka DP mengira aksinya tidak terpantau, namun insting anggota di lapangan jauh lebih tajam. Barang bukti sabu yang disembunyikan di dalam kotak rokok adalah modus lama yang berhasil kami patahkan"Imbuh Kasat Narkoba Polres Tulang Bawang Iptu Jhoni Apriwansyah, S.H.

"Saat ini, tim sedang melakukan pengembangan besar-besaran untuk melacak dari mana barang haram itu berasal. Kami akan kejar hingga ke akar-akarnya!" Tegas Perwira Balok Dua Di Pundak nya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka beserta barang bukti kini telah diboyong ke Mapolres Tulang Bawang. Atas tindakan nekatnya, tersangka akan dijerat dengan: Pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sebagaimana telah disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026. Ancaman hukuman berat kini menanti tersangka di depan mata.

Polres Tulang Bawang kembali menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada dan menjadi "mata dan telinga" kepolisian. Jangan biarkan narkoba merusak masa depan keluarga dan lingkungan kita.
(Fs/Red) 

Pimpin Apel Disnakertrans, Wabup dr.H. Irfan Berikan Arahan


Bima, Media Dinamika Global.id.-- Apel Pagi di Lingkup Dinas Tenaga dan Transmigrasi Kabupaten Bima Selasa (21/4) dipimpin Wakil Bupati dr. Irfan Zubaidy pada kesempatan pagi hari tersebut, Wabup menyampaikan berapa arahan.

Kepemimpinan Bupati Ady Mahyudi dan Wakil Bupati dr.H. Irfan memfokuskan prioritas beberapa aspek yang harus ditangani secara lebih serius, konsisten dan berkelanjutan.

Prioritas tersebut mencakup bidang pendidikan, bidang kesehatan dan bidang ekonomi dan dari ketiga bidang tersebut, ekonomi memiliki banyak aspek yang perlu ditangani seperti sektor pertanian, perikanan, perkebunan termasuk ketenagakerjaan". Terang Wabup dihadapan peserta apel.

Salah satu tantangan Pemerintah Daerah adalah pengentasan kemiskinan, tingginya angka pengangguran dan ini adalah tugas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Tugas besar dan mulia adalah menuntaskan pengangguran dan menciptakan lapangan kerja. Ini tentu saja menjadi tanggung jawab seluruh jajaran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi 

 Langkah awal yang harus dilakukan adalah memastikan data tenaga kerja di seluruh sektor baik pertanian konstruksi perikanan dan sektor lainnya yang tersebar di seluruh kecamatan". Jelas Wabup yang didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Fatahullah, S.Pd, Kepala BPKAD Aries Munandar, ST., MT dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bima H. Syaeful Bahri ST., M.Si.

Setelah apel, dilakukan serah terima jabatan Kepala Dinas Nakertrans dari pejabat lama Aries Munandar, ST., MT kepada H. Syaeful Bahri, ST. M.Si. (Tim MDG).


SOSOK INSPIRATIF: Afriani, Mahasiswi Tangguh dari Kelurahan Dara yang Patahkan Stigma Ekonomi dengan Kemandirian


KOTA BIMA, Media Dinamika Global.id.– Di tengah hiruk-piruk gaya hidup mahasiswa masa kini yang sering kali terjebak dalam tren dan gengsi, muncul sebuah kisah inspiratif dari seorang gadis muda asal Kelurahan Dara, Kota Bima. *Afriani*, alumni MIS Nurul Ilmi kelahiran 2004, membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah tembok penghalang, melainkan bahan bakar untuk terus melaju.

*Mandiri Sejak Dini: Membayar Kuliah dengan Keringat Sendiri*

Memasuki semester ke-6 di bangku perkuliahan, Afriani telah menorehkan catatan luar biasa. Selama hampir delapan semester perjalanannya (termasuk persiapan hingga kini), ia membiayai seluruh kebutuhan pendidikannya secara mandiri. Bagi Afriani, meminta kepada orang tua bukanlah pilihan utama ketika ia tahu beban yang dipikul mereka sudah sangat berat.

Ibunda Afriani adalah seorang pejuang ekonomi keluarga yang berjualan nasi bungkus, terkadang menjajakan *oha po’o*, salome, hingga gorengan. Sementara sang ayah bekerja sebagai tukang batu. Menyadari penghasilan orang tuanya hanya cukup untuk kebutuhan dapur, Afriani memilih untuk turun tangan.

> "Hidup adalah roda yang berputar. Kesuksesan akan datang dari tangan kecil yang mau berusaha, asalkan tidak mengambil hak orang lain," ungkap prinsip hidup yang dipegang teguh olehnya.

*Menepis Gengsi di Tengah Gempuran Gaya Hidup*

Di saat rekan sebaya sibuk dengan gaya hidup *stylish*, Afriani tidak sedikit pun merasa minder. Ia justru dengan bangga membantu ibunya berjualan dan menjalankan usaha kecil-kecilan seperti **ayam geprek**. Baginya, bekerja apa saja asalkan halal adalah sebuah kehormatan.

Ketekunannya kini mulai mendekati garis finis. Meski menyisakan dua semester lagi, semangatnya tidak kendur. Menjelang masa Kuliah Kerja Nyata (KKN), Afriani telah lebih dulu mencuri start dengan menyiapkan judul proposal skripsinya. Ia bergerak gencar, seolah tidak ingin membuang waktu satu detik pun.

*pesan untuk Generasi Muda*

Kisah Afriani adalah pengingat bagi kita semua bahwa pola pikir (*mindset*) adalah kunci. Keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti bermimpi, melainkan tantangan untuk mengembangkan pola pikir agar lebih kreatif dan tangguh.


Langkah kaki Afriani dari Kelurahan Dara menuju gerbang kelulusan adalah bukti nyata bahwa doa ibu dan kerja keras anak yang berbakti akan membuahkan hasil yang indah. Dunia perlu tahu, bahwa di Kota Bima, ada seorang gadis bernama Afriani yang sedang menulis masa depannya dengan tinta kejujuran dan kemandirian.

Semoga langkahmu membuahkan hasil yang indah, Afriani!

Penulis~Oriza Sativa Nabatiyah Amiruddin- Wartawati -MDG

Tertibkan Ternak Liar Lurah Dara Gandeng RT RW


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Pemerintah kelurahan dara kota bima menggeber langkah penertiban ternak liar dengan melibatkan peran aktif RT RW sebagai ujung tombak di lingkungan. Lurah dara Anita khairatun SE, menegaskan bahwa penyelesaian konflik ternak liar butuh peran semua pihak terutama aparat RT dan RW sangat penting untuk mendata ternak mulai dari jenis hewan hingga identitas pemiliknya, selain itu RT/RW wajib menghimbau aturan berternak dan rutin melapor kondisi ternak ke kelurahan. Ujarnya pada Selasa 21/4/2026.

Menurutnya pendataan dan penataan aturan berternak harus di patuhi perternak guna menghindari ternak liar yang tidak dikandangkan   dan tidak jelas identitas hewan maupun pemiliknya langkah ini sekaligus menjadi gebrakan kelurahan dara untuk meningkatkan kinerja RT/RW sebagai mitra lurah dan pelayanan masyarakat.

Dengan mengemban tugas dari perangkat bahwa RT RW  lalu berkoodinasi dengan dinas terkait, insyaallah kita bisa menutup permasalahan ternak liar ujar Anita. Ia bersikeras  jika ditemukan ternak di wilayah dara ternyata ternak pendatang milik orang luar kelurahan dara maka pihaknya akan mempersilahkan untuk angkat kaki dari kelurahan dara.

Kelurahan dara akan memperketat pendataan ternak dan mengintensifkan sosialisasi aturan berternak kepada warga, warga dihimbau melaporkan ternak yang dilepasliarkan tanpa pengawasan ke RT RW setempat.(Redaksi Sekjend MDG)


Pelatihan Relawan SPPG 3T di Kecamatan Sape dan Lambu Sukses Digelar


Sape, Bima, NTB – Pelatihan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) di Kecamatan Sape dan Lambu sukses digelar pada Selasa (21/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) Sape ini bertujuan meningkatkan kapasitas relawan, khususnya dalam pengelolaan program dan keamanan makanan siap saji.



Pelatihan tersebut diikuti oleh enam SPPG, yakni SPPG Bajo Pulo, SPPG Lambu, SPPG Nggelu, SPPG Sumi Dusun Baku, SPPG Mangge, dan SPPG Hidi Rasa. Para peserta mendapatkan pembekalan melalui Kursus Penjamah Makanan Siap Saji dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bima dan Puskesmas Sape.

Materi yang diberikan mencakup standar kebersihan, keamanan pangan, serta prosedur pengolahan makanan layak konsumsi. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman tentang pentingnya menjaga kualitas makanan yang akan disalurkan kepada masyarakat agar tetap aman dan memenuhi standar kesehatan.

Empat narasumber hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Ibnu Zubair, S.Kep., Ns yang membahas cemaran pangan, penyakit bawaan pangan, dan higiene perorangan. Ilyas, SKM menyampaikan materi terkait pemeliharaan lingkungan kerja serta pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit. Sementara itu, Nurwahyuni, S.KM memaparkan pembersihan dan sanitasi peralatan serta tahapan produksi pangan siap saji, dan Muhlisan, S.KM menjelaskan kebijakan keamanan pangan siap saji.


Perwakilan Yayasan/Mitra SPPG 3T, Arif Rahman, SH, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang mengikuti pelatihan. Ia berharap peserta dapat mengikuti kegiatan hingga tuntas serta memahami seluruh materi yang diberikan. Ia juga menegaskan bahwa relawan SPPG yang baru diwajibkan memiliki sertifikat pelatihan penjamah makanan siap saji sebelum mulai bertugas sebagai jaminan standar keamanan dan kualitas layanan kepada masyarakat.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para relawan SPPG di wilayah 3T mampu meningkatkan kualitas pelayanan, terutama dalam penyediaan makanan yang sehat, higienis, dan aman.


Sementara itu, Tenaga Ahli Menko Pangan, Dr. H. Muhammad Syafrudin, ST, MM, saat dikonfirmasi wartawan menekankan pentingnya kinerja maksimal para relawan dalam memberikan pelayanan. Ia menyebut bahwa SPPG 3T memiliki karakteristik berbeda dengan dapur mandiri, baik dari segi lokasi, penyajian, maupun pelayanan.

Ia juga mengimbau para relawan untuk terus berkoordinasi dengan Kepala SPPG, yayasan, serta sesama relawan dalam menghadapi berbagai kendala di lapangan agar solusi dapat segera ditemukan tanpa berlarut-larut.

Secara keseluruhan, kegiatan pelatihan relawan SPPG 3T di Kecamatan Sape dan Lambu berlangsung lancar, tertib, dan sukses. (Team.MDG.03)