Kabupaten Bima, Media Dinamika Global.id.-- Tradisi “pelantikan malam” oleh Bupati Bima di masa kuno sebenarnya berkaitan erat dengan sistem pemerintahan tradisional di wilayah Bima, yang dulu merupakan bagian dari Kesultanan Bima.
Pada masa itu, pengangkatan pejabat atau pemimpin lokal—baik kepala kampung, panglima, maupun pejabat adat—sering dilakukan pada malam hari. Ada beberapa alasan penting di balik praktik ini:
1. Nilai sakral dan spiritual
Malam dianggap waktu yang lebih tenang dan “dekat” dengan dunia spiritual. Prosesi pelantikan biasanya disertai doa-doa, pembacaan ayat suci (setelah Islam masuk), serta ritual adat yang memberi legitimasi bukan hanya secara politik, tapi juga secara spiritual.
2. Simbol kerahasiaan dan kehormatan
Pelantikan malam memberi kesan eksklusif dan tidak sembarangan. Tidak semua orang boleh hadir, hanya kalangan tertentu seperti bangsawan, tokoh adat, dan ulama.
3. Keamanan dan strategi politik
Di masa lalu, situasi politik bisa tidak stabil. Melakukan pelantikan pada malam hari bisa mengurangi risiko gangguan, pemberontakan, atau intervensi dari pihak lawan.
4. Kelanjutan tradisi pra-Islam
Sebelum menjadi kesultanan Islam, masyarakat Bima sudah memiliki kepercayaan lokal yang menghormati waktu-waktu tertentu (termasuk malam) sebagai waktu sakral. Tradisi ini kemudian berbaur dengan nilai Islam setelah pengaruh agama masuk.
5. Peran simbolis penguasa
Penguasa di Bima (seperti sultan atau pejabat yang kemudian setara dengan bupati) tidak hanya berfungsi sebagai pemimpin administratif, tapi juga sebagai figur adat dan spiritual. Maka pelantikan bukan sekadar formalitas, melainkan “pengukuhan” secara menyeluruh.
pelantikan pejabat pada malam hari karena takut ada intervensi dari pihak lawan adalah klaim yang perlu diverifikasi lebih lanjut.
Secara umum, pelantikan malam hari dalam politik atau pemerintahan bisa terjadi karena beberapa alasan yang sah, misalnya:
Menyesuaikan jadwal administratif atau urgensi jabatan
Menghindari konflik jadwal dengan agenda resmi lain
Pertimbangan keamanan atau ketertiban situasi lokal.(Sekjend MDG)

