KOTA BIMA, Media Dinamika Global.id.– Di tengah hiruk-piruk gaya hidup mahasiswa masa kini yang sering kali terjebak dalam tren dan gengsi, muncul sebuah kisah inspiratif dari seorang gadis muda asal Kelurahan Dara, Kota Bima. *Afriani*, alumni MIS Nurul Ilmi kelahiran 2004, membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah tembok penghalang, melainkan bahan bakar untuk terus melaju.
*Mandiri Sejak Dini: Membayar Kuliah dengan Keringat Sendiri*
Memasuki semester ke-6 di bangku perkuliahan, Afriani telah menorehkan catatan luar biasa. Selama hampir delapan semester perjalanannya (termasuk persiapan hingga kini), ia membiayai seluruh kebutuhan pendidikannya secara mandiri. Bagi Afriani, meminta kepada orang tua bukanlah pilihan utama ketika ia tahu beban yang dipikul mereka sudah sangat berat.
Ibunda Afriani adalah seorang pejuang ekonomi keluarga yang berjualan nasi bungkus, terkadang menjajakan *oha po’o*, salome, hingga gorengan. Sementara sang ayah bekerja sebagai tukang batu. Menyadari penghasilan orang tuanya hanya cukup untuk kebutuhan dapur, Afriani memilih untuk turun tangan.
> "Hidup adalah roda yang berputar. Kesuksesan akan datang dari tangan kecil yang mau berusaha, asalkan tidak mengambil hak orang lain," ungkap prinsip hidup yang dipegang teguh olehnya.
*Menepis Gengsi di Tengah Gempuran Gaya Hidup*
Di saat rekan sebaya sibuk dengan gaya hidup *stylish*, Afriani tidak sedikit pun merasa minder. Ia justru dengan bangga membantu ibunya berjualan dan menjalankan usaha kecil-kecilan seperti **ayam geprek**. Baginya, bekerja apa saja asalkan halal adalah sebuah kehormatan.
Ketekunannya kini mulai mendekati garis finis. Meski menyisakan dua semester lagi, semangatnya tidak kendur. Menjelang masa Kuliah Kerja Nyata (KKN), Afriani telah lebih dulu mencuri start dengan menyiapkan judul proposal skripsinya. Ia bergerak gencar, seolah tidak ingin membuang waktu satu detik pun.
*pesan untuk Generasi Muda*
Kisah Afriani adalah pengingat bagi kita semua bahwa pola pikir (*mindset*) adalah kunci. Keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti bermimpi, melainkan tantangan untuk mengembangkan pola pikir agar lebih kreatif dan tangguh.
Langkah kaki Afriani dari Kelurahan Dara menuju gerbang kelulusan adalah bukti nyata bahwa doa ibu dan kerja keras anak yang berbakti akan membuahkan hasil yang indah. Dunia perlu tahu, bahwa di Kota Bima, ada seorang gadis bernama Afriani yang sedang menulis masa depannya dengan tinta kejujuran dan kemandirian.
Semoga langkahmu membuahkan hasil yang indah, Afriani!
Penulis~Oriza Sativa Nabatiyah Amiruddin- Wartawati -MDG

