Media Dinamika Global

Kamis, 22 Januari 2026

Open Turnamen Pencak Silat "RAUF Cup 2026", saat Menampilkan Laga Jawara Atlet Silat Internasional


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.// Hesti Mahasiswa terbaik STIKES Yahya Bima, atlet pencak silat juara 1 Asian Games tanun 2018 dan kontingen PSBT. selamat bertanding Mahasiswa terbaik BEM STIKyabi,  atlet juara 1 Asean University Games Indonesia tahun 2022, menjadi tamu spesial pada pembukaan open turnamen "RAUF Cup" Pencak Silat Sejak mulai Tanggal 23-25 Januari 2026.

  "Sukseskan PPPS 2025(Revisi Aturan)"

Menariknya, atlet pencak silat internasional ini turut menjadi inspirasi Usia Dini II, Pra Remaja, Remaja, Dewasa, (Full Prestasi) peserta lomba, saat mereka tampil dalam laga jawara pada pembukaan open turnamen yang berlangsung di Gelanggang Olahraga sport Hall Gor Panda Kabupaten Bima itu.

Tidak hanya itu saja, open turnamen pencak silat yang harus didukung penuh oleh Bupati dan wakil Bupati Bima, DPRD Provinsi NTB Abdul Rauf Fraksi Partai Demokrat, dihadiri langsung Wakil Sekretaris Jenderap PB IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Pusat,  Sport Hall Gor Panda Kabupaten Bima.

“Pencak silat bukan hanya olahraga. Pencak silat adalah warisan budaya, ilmu kedewasaan, dan jalan untuk melatih budi pekerti. Seorang pesilat sejati tidak diukur dari kerasnya pukulan, tetapi dari jernihnya pikiran, tenangnya sikap, dan hormatnya kepada lawan,” ujar Abdul Rauf dalam sambutannya.

Menurut Abdul Rauf mantan DPRD kabupaten bima Dua Periode itu, setiap jurus mengajarkan keseimbangan, setiap langkah mengajarkan kehati-hatian, dan setiap pertarungan mengajarkan kerendahan hati. Inilah yang membuat pencak silat tetap hidup dan diterima dunia, karena ia adalah seni yang membentuk manusia menjadi lebih baik.

“Saya berharap adik-adik atlet dari kabupaten Bima dan seluruh daerah dapat menyerap semangat, teknik, dan etos bertanding dari dua pesilat dunia tersebut. Kepada seluruh atlet yang akan bertanding, saya titip pesan. Bertandinglah dengan tenang, berusahalah dengan sungguh-sungguh, dan hormatilah lawanmu. Ingatlah bahwa gelanggang ini adalah tempat dimana kekuatan diuji, tetapi karakterlah yang menentukan siapa yang benar-benar menjadi juara. Pesilat sejati tidak meninggikan diri saat menang, dan tidak merendah saat kalah. Yang dijaga adalah kehormatan dan etika bertanding,” ungkap Abdul Rauf.


Terakhir Abdul Rauf DPRD Provinsi NTB Fraksi Partai Demokrat, berpesan kepada wasit dan juri tentang penegakkan keadilan selama pertindingan berlangsung. 

“Keputusan anda akan menentukan marwah turnamen ini. Biarkan atlet bertanding dengan bebas, dan pastikan setiap hasil ditentukan oleh kemampuan, bukan oleh keberpihakan. Open turnamen ini menggerakkan energi Bima NTB pada umumnya, menghidupkan umkm, memperkuat sektor jasa, dan menghidupkan semangat sportivitas di tengah masyarakat. Kabupaten Bima tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga menjadi ruang bertemunya budaya, olahraga, dan persaudaraan,” pungkas Abdul Rauf. (Sekjend MDG).

Sejarah Kakek ku Yakub Dode di Pukuli dan di Bugili pada Petisi Peristiwa Donggo Tahun 1972


Donggo NTB, Media Dinamika Global.id.// Kendati peran tidak sebesar tokoh lain, Yakub Dode termasuk penggerak masa Aktif yang turut mengerahkan massa demonstran menurunkan bupati Soeharmadji. Dia juga penandatangan Petisi 10, pendukung setia yang senantiasa berada di belakang H. Kako, KH. Abdul Majid Bakry, H. M. Ali Ta'amin, Jamaluddin H. Yasin, H.Abas H. Oya, BA, H.M. Amin Umar, M. Nor Sulaiman, H.M. Ali Arsyad, dan Ahmad Natsir.

Yakub Dode pun di tangkap setelah beberapa hari melarikan diri dari Rumahnya di Desa Doridungga Kecamatan Donggo. Ia kemudian di Giring pasukan polisi menuju Markas polres Bima Untuk di Introgasi dan di Bugili. 

Selama masa introgasi termasuk saksi yang mengalami penyiksaan di Luar Batas Peri Kemanusiaan, di Telanjangi, di Pukul dengan berbagai macam benda Keras dan di Tahan Selama Tiga Bulan Bersama Rekan-Rekannya, Semoga Arwah dan Amal Ibadahnya Yakub Dode, di terima di sisinya Allah SWT Amin ya rabbal alamin.


Serka Jamaluddin Babinsa Sangga Koramil 1608-03/Sape Laksanakan Patroli Siskamling

Bima.NTB.Media Dinamika Global.id — Babinsa Desa Sangga Koramil 1608-03/Sape, Serka Jamaluddin, bersama satu orang anggota melaksanakan kegiatan Patroli Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) pada Kamis malam, 22 Januari 2026, pukul 20.00 WITA. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau situasi keamanan wilayah serta mengantisipasi perkembangan situasi di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Patroli tersebut melibatkan dua orang anggota Koramil, tiga orang aparat desa, enam orang masyarakat, serta unsur tokoh pemuda dan tokoh agama. Kehadiran berbagai elemen masyarakat ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Adapun sasaran patroli meliputi pemukiman warga dan sejumlah tempat tongkrongan anak muda yang dinilai rawan terjadinya gangguan keamanan.



Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 20.15 WITA, saat anggota Koramil 1608-03/Sape bergerak menuju Desa Sangga, Kecamatan Lambu. Sekitar pukul 20.30 WITA, tim tiba di lokasi dan langsung melakukan pemantauan situasi wilayah.

Pada pukul 21.00 WITA, Babinsa memberikan himbauan kepada warga Desa Sangga agar menghindari berbagai aktivitas negatif, khususnya yang berkaitan dengan konsumsi minuman keras dan penyalahgunaan narkoba. Ia menekankan bahwa ketidakmampuan mengontrol emosi akibat minuman keras sering memicu permasalahan di kalangan anak muda. Selain itu, warga juga diimbau untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca, mengingat curah hujan yang berpotensi menyebabkan banjir.

Selanjutnya, pada pukul 21.10 WITA, patroli dilanjutkan dengan pemantauan di wilayah desa binaan. Seluruh rangkaian kegiatan Patroli Siskamling berakhir pada pukul 21.30 WITA dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen TNI bersama masyarakat dalam menciptakan rasa aman serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Bima.(Team.MDG.03)

Pemprov NTB Siaga Cuaca Ekstrem, BPBD Pimpin Komando Terpadu


Mataram, Media Dinamika Global.Id - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengaktifkan komando terpadu lintas organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem pada dasarian III Januari 2026, yakni periode 21–31 Januari.

Langkah ini merupakan tindak lanjut atas informasi dan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprakirakan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah NTB, khususnya di kawasan lereng Gunung Rinjani dan Gunung Tambora.

Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Ahsanul Khalik, menegaskan bahwa pemerintah daerah melakukan antisipasi sejak dini melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan mekanisme komando terpadu yang dipimpin oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB sebagai leading sector kebencanaan.

“Pemerintah Provinsi NTB tidak menunggu kejadian. Kesiapsiagaan dibangun berbasis prakiraan cuaca dan upaya pencegahan untuk meminimalkan risiko serta menjaga keselamatan masyarakat”, ujar Ahsanul Khalik di Mataram, Kamis (22/01/2026). 

Berdasarkan analisis BMKG, potensi hujan dengan intensitas lebih dari 150 milimeter per dasarian diperkirakan mencapai 70 hingga lebih dari 90 persen di wilayah Sembalun, Bayan, Labuhan Badas, Pekat, dan Tambora. Wilayah tersebut merupakan kawasan strategis karena berfungsi sebagai sentra pertanian dan perkebunan, sekaligus memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Sebagai langkah antisipasi, sejumlah perangkat daerah telah digerakkan sesuai dengan tugas dan fungsinya. BPBD Provinsi NTB melakukan pemantauan intensif di wilayah rawan, menyiapkan personel dan logistik kebencanaan, serta memperkuat sistem peringatan dini dan respons cepat.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, seperti drainase, gorong-gorong, saluran irigasi, serta melakukan pemantauan dan penanganan titik-titik rawan banjir dan longsor, termasuk kesiapan penanganan darurat akses jalan.

Di sektor ketahanan pangan, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB melakukan pendampingan kepada petani untuk mengantisipasi potensi gagal panen, mendorong penyesuaian pola tanam, serta memperkuat perlindungan lahan pertanian di kawasan rawan bencana.

Sementara itu, Dinas Sosial menyiapkan layanan kedaruratan sosial, termasuk dapur umum dan dukungan logistik bagi masyarakat terdampak apabila diperlukan evakuasi.

Pemprov NTB juga melibatkan unsur TNI/Polri, Basarnas, Taruna Siaga Bencana (Tagana), relawan kebencanaan, pemerintah kabupaten/kota, hingga pemerintah desa guna memperkuat respons dan koordinasi di lapangan.

“Koordinasi ini dibangun sejak awal agar risiko dapat ditekan semaksimal mungkin, keselamatan masyarakat terjaga, dan aktivitas ekonomi, khususnya di kawasan sentra pangan, dapat tetap berlangsung”, pungkas Ahsanul Khalik.

Redaksi ||

Cuaca Ekstrem Diprakirakan, Pemprov NTB Amankan Sentra Pangan Rinjani-Tambora


Mataram, Media Dinamika Global.Id - 22 Januari 2026, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan lima langkah strategis untuk meredam potensi dampak cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi di kawasan sentra produksi pangan, khususnya di wilayah lereng Gunung Rinjani dan Gunung Tambora.

Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Ahsanul Khalik, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan dini berbasis informasi prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), guna melindungi keselamatan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan daerah.

“Lima langkah ini meliputi penguatan sistem peringatan dini, pemetaan dan pengamanan titik rawan bencana, perlindungan sektor pertanian, kesiapan evakuasi dan logistik, serta edukasi kewaspadaan kepada masyarakat”, ujar Ahsanul Khalik di Mataram, Kamis (22/01/2026).

Dirinya menjelaskan, penguatan peringatan dini dilakukan dengan memastikan informasi BMKG disampaikan secara cepat dan masif melalui kanal resmi pemerintah serta jejaring hingga tingkat daerah dan desa, agar masyarakat dapat melakukan langkah antisipasi sejak awal.

Dalam upaya mitigasi risiko, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB terus melakukan pemetaan lokasi rawan banjir bandang, longsor, luapan sungai, serta jalur-jalur vital yang berpotensi terdampak bencana, sehingga penanganan darurat dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Pemprov NTB juga memberikan perhatian khusus pada perlindungan sektor pertanian dan perkebunan, mengingat kawasan lereng Rinjani dan Tambora merupakan sentra produksi pangan strategis bagi daerah.

“Kami mendorong penyesuaian jadwal tanam, penguatan sistem pembuangan air di lahan pertanian, mitigasi risiko erosi, serta pendampingan teknis kepada petani agar produktivitas tetap terjaga meskipun menghadapi kondisi cuaca ekstrem”, jelas Ahsanul.

Pada aspek kesiapan evakuasi, pemerintah daerah memastikan ketersediaan logistik dasar dan skema respons cepat apabila diperlukan evakuasi warga akibat bencana hidrometeorologi. Dinas Sosial, BPBD, serta unsur terkait lainnya disiagakan untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak.

Pemprov NTB juga mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar tebing, bantaran sungai, serta wilayah yang memiliki riwayat longsor dan banjir.

“Prinsip utama kami adalah kesiapsiagaan dan pencegahan. Dengan koordinasi dan kesiapan sejak dini, risiko dapat ditekan dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas”, pungkasnya.

Redaksi ||

Kurangi Rujukan ke Luar Daerah, NTB Mantapkan Pengampuan Layanan Jantung


Mataram, Media Dinamika Global.Id - 22 Januari 2026, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem layanan jantung regional melalui advokasi dan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pengampuan layanan jantung regional. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dari Pendopo Wakil Gubernur NTB.

Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan layanan jantung merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan rujukan sekaligus menjamin akses layanan jantung yang cepat, aman, dan merata bagi masyarakat di seluruh wilayah NTB.

“Pengampuan layanan jantung ini sangat strategis untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan rujukan di NTB, terutama dalam menghadapi kasus kegawatdaruratan yang membutuhkan respons cepat, dukungan teknologi serta sumber daya manusia yang andal”, ujar Wagub Dinda.

Dirinya menegaskan, RSUD Provinsi NTB tidak hanya berperan sebagai rumah sakit rujukan utama, tetapi juga sebagai center of excellence regional yang bertanggung jawab melakukan pembinaan, transfer kompetensi, pendampingan klinis, penguatan sistem rujukan serta peningkatan mutu dan keselamatan layanan jantung di rumah sakit jejaring.

Penguatan layanan jantung regional ini sejalan dengan kebijakan nasional Kementerian Kesehatan RI terkait jejaring pengampuan pelayanan kanker, jantung, dan pembuluh darah. Kebijakan tersebut diperkuat melalui penetapan RSUD Provinsi NTB sebagai rumah sakit pengampu regional dengan strata layanan utama.

Dengan kondisi geografis NTB yang terdiri dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, Pemerintah Provinsi menilai penguatan sistem rujukan menjadi krusial untuk memastikan pasien dari wilayah terpencil tetap mendapatkan layanan jantung secara cepat dan optimal.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Lalu Hamzi Fikri, menyampaikan bahwa kegiatan advokasi dan MoU ini merupakan bagian dari upaya koordinasi berkelanjutan dalam pemerataan layanan kardiovaskular di NTB. Menurutnya, penyakit kardiovaskular menjadi salah satu tantangan utama sistem kesehatan karena termasuk penyakit tidak menular dengan angka kematian dan pembiayaan yang tinggi.

“Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia dan di Indonesia berada di urutan kedua setelah stroke. Dari sisi pembiayaan JKN, penyakit ini menyumbang hampir 50 persen dari total pembiayaan penyakit katastropik”, jelasnya.

Dirinya menambahkan, RSUD Provinsi NTB saat ini mengampu sembilan kabupaten/kota dengan kompetensi layanan rata-rata strata madya, sementara RSUD Provinsi berada pada strata utama. Peran tersebut tidak hanya sebagai pusat rujukan, tetapi juga sebagai penggerak jejaring layanan dan pembina teknis bagi rumah sakit di kabupaten dan kota.

Hamzi juga mengungkapkan bahwa penguatan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia terus dilakukan. Saat ini, layanan bedah jantung di RSUD Provinsi NTB telah berjalan secara berkelanjutan, sehingga kasus-kasus bedah jantung tidak lagi banyak dirujuk ke luar daerah seperti ke Bali.

“Kami berharap dukungan penuh pemerintah kabupaten/kota, baik dari sisi SDM, kebijakan, maupun anggaran agar pemerataan dan peningkatan mutu layanan kardiovaskular dapat benar-benar terwujud”, ujarnya.

Melalui pengampuan layanan jantung regional ini, Pemerintah Provinsi NTB menargetkan peningkatan kapasitas SDM kesehatan, standarisasi layanan jantung di seluruh wilayah, sistem rujukan yang lebih efektif dan efisien serta penurunan angka rujukan pasien ke luar daerah.

Pemerintah Provinsi NTB berharap kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam transformasi layanan kesehatan, sekaligus awal terbangunnya ekosistem layanan jantung regional yang terintegrasi, profesional dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Redaksi ||

LELANG RAKYAT BIMA JANUARI 2026


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Pada hari ini Senin, tanggal sembilan belas Januari tahun dua ribu dua puluh enam, bertempat di Halaman Kantor Kejaksaan Negeri Bima, telah dilaksanakan kegiatan “Lelang Rakyat Bima” yang terbuka untuk umum di lingkungan Kejaksaan Negeri Bima. 19 Januari 2026

Kegiatan lelang tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan pengelolaan barang rampasan negara yang berasal dari perkara tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht), dengan kondisi barang apa adanya, sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.

Adapun objek lelang yang diperdagangkan dalam kegiatan tersebut berjumlah 36 (tiga puluh enam) objek lelang, yang keseluruhannya merupakan barang rampasan negara dari 27 (dua puluh tujuh) perkara.

Pelaksanaan kegiatan lelang diikuti oleh kurang lebih 76 (tujuh puluh enam) orang peserta. Berdasarkan hasil pelaksanaan Lelang Rakyat Bima tersebut, seluruh objek lelang dinyatakan laku terjual, dengan total pendapatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp11.805.860,00 "sebelas juta delapan ratus lima ribu delapan ratus enam puluh rupiah".



Pada Hari Selasa Tanggal 20 Januari 2026, bertempat di Aula Baharuddin Lopa Kejaksaan Negeri Bima. .


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.// Kepala Kejaksaan Negeri Bima Heru Kamarullah, S.H., M.H bersama Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Bima Joko Widodo., S.E., M.H. beserta jajarannya melaksanakan Pendantanganan Nota Kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU) tentang Kerja Sama Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara 

Semoga dengan terjalinnya kesepahaman antara Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Bima dengan Kejaksaan Negeri Bima dapat memberikan perubahan yang membawa dampak positif dan dapat bersinergi lebih baik lagi.(Sekjend MDG)

Tiga Kepada Daerah NTB Memastikan TPA Regional Kebon Kongok Tetap Mampu Melayani Sekaligus Menyiapkan Sistem Pengelolaan Berkelanjutan


Mataram NTB, Media Dinamika Global.id.// Ada satu persoalan yang setiap hari dihadapi, tetapi sering baru terasa genting ketika gunungannya mulai terlihat: sampah. Di NTB, persoalan ini tidak lagi bisa disikapi dengan cara biasa. Ia harus ditangani dengan langkah yang terukur, lintas daerah, dan berpikir jauh ke depan.

Di Ruang Kerja Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal duduk bersama Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana dan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini. Pembicaraan mengerucut pada satu titik: bagaimana memastikan TPA Regional Kebon Kongok tetap mampu melayani, sekaligus menyiapkan sistem pengelolaan yang lebih berkelanjutan.

Untuk jangka pendek, pilihan yang paling realistis adalah memperluas landfill. Bukan keputusan yang ideal, tetapi perlu agar layanan persampahan tidak kembali berada di ambang krisis. Perluasan ini dirancang bertahap, memanfaatkan lahan yang secara teknis sudah siap, sehingga daya tampung bisa bertahan sekitar dua tahun ke depan.

Namun persoalan sampah tidak bisa berhenti di urusan menambah ruang buang. Karena itu, pembicaraan juga diarahkan ke langkah jangka panjang: penerapan teknologi waste to energy. Sejumlah proposal dari perusahaan telah masuk, dan koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup serta Kementerian PUPR terus dilakukan, mengingat Kebon Kongok melayani dua wilayah sekaligus—Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

Dalam pertemuan itu, disepakati pula pembagian peran dan tanggung jawab. Skema pendanaan jangka pendek ditata bersama: 40 persen oleh Pemerintah Provinsi NTB, 40 persen oleh Pemerintah Kota Mataram, dan 20 persen oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Pembebasan lahan pendukung juga dipastikan masuk dalam agenda percepatan.

Arah yang ingin dituju jelas: persoalan sampah tidak lagi ditangani dengan langkah darurat, tetapi dengan perencanaan yang rapi, kolaborasi yang kuat, dan pandangan jangka panjang. Agar ke depan, isu kebersihan dan lingkungan tidak selalu muncul sebagai krisis, melainkan sebagai bagian dari sistem yang tertata dan berkelanjutan.(Sekjend MDG)

AP4K4H INI AKHIR DARI PENGABDIAN SAYA PAK PRABOWO"


Kepada Yth. Bapak Presiden Prabowo Subianto,

Jambi, Media Dinamika Global.id.//Bapak Prabowo Subianto presiden RI, saya adalah seorang guru honorer. Upah saya tidak seberapa, namun rasa bangga saya melihat anak didik disiplin adalah segalanya. Hari ini, kebanggaan itu berubah menjadi ketakutan yang luar biasa.

Saya ditetapkan sebagai TERS4NGKA. Hanya karena saya memotong rambut siswa yang panjang dan pirang demi menegakkan aturan sekolah. Saya tidak berniat jahat, saya hanya ingin mendidik agar mereka tahu arti kerapihan dan kepatuhan.

Pak Prabowo, jika mendisiplinkan siswa dianggap kriminal, siapa lagi yang berani mengajar dengan jujur di negeri ini. Saya mohon perlindungan Bapak. Jangan biarkan seragam guru saya berganti menjadi baju tahanan hanya karena saya menjalankan tugas, Mohon keadilan untuk saya, pak. Saya hanya ingin kembali ke kelas, bukan ke penjara.(Tim MDG)