Tiga Kepada Daerah NTB Memastikan TPA Regional Kebon Kongok Tetap Mampu Melayani Sekaligus Menyiapkan Sistem Pengelolaan Berkelanjutan - Media Dinamika Global

Kamis, 22 Januari 2026

Tiga Kepada Daerah NTB Memastikan TPA Regional Kebon Kongok Tetap Mampu Melayani Sekaligus Menyiapkan Sistem Pengelolaan Berkelanjutan


Mataram NTB, Media Dinamika Global.id.// Ada satu persoalan yang setiap hari dihadapi, tetapi sering baru terasa genting ketika gunungannya mulai terlihat: sampah. Di NTB, persoalan ini tidak lagi bisa disikapi dengan cara biasa. Ia harus ditangani dengan langkah yang terukur, lintas daerah, dan berpikir jauh ke depan.

Di Ruang Kerja Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal duduk bersama Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana dan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini. Pembicaraan mengerucut pada satu titik: bagaimana memastikan TPA Regional Kebon Kongok tetap mampu melayani, sekaligus menyiapkan sistem pengelolaan yang lebih berkelanjutan.

Untuk jangka pendek, pilihan yang paling realistis adalah memperluas landfill. Bukan keputusan yang ideal, tetapi perlu agar layanan persampahan tidak kembali berada di ambang krisis. Perluasan ini dirancang bertahap, memanfaatkan lahan yang secara teknis sudah siap, sehingga daya tampung bisa bertahan sekitar dua tahun ke depan.

Namun persoalan sampah tidak bisa berhenti di urusan menambah ruang buang. Karena itu, pembicaraan juga diarahkan ke langkah jangka panjang: penerapan teknologi waste to energy. Sejumlah proposal dari perusahaan telah masuk, dan koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup serta Kementerian PUPR terus dilakukan, mengingat Kebon Kongok melayani dua wilayah sekaligus—Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

Dalam pertemuan itu, disepakati pula pembagian peran dan tanggung jawab. Skema pendanaan jangka pendek ditata bersama: 40 persen oleh Pemerintah Provinsi NTB, 40 persen oleh Pemerintah Kota Mataram, dan 20 persen oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Pembebasan lahan pendukung juga dipastikan masuk dalam agenda percepatan.

Arah yang ingin dituju jelas: persoalan sampah tidak lagi ditangani dengan langkah darurat, tetapi dengan perencanaan yang rapi, kolaborasi yang kuat, dan pandangan jangka panjang. Agar ke depan, isu kebersihan dan lingkungan tidak selalu muncul sebagai krisis, melainkan sebagai bagian dari sistem yang tertata dan berkelanjutan.(Sekjend MDG)

Comments


EmoticonEmoticon