Media Dinamika Global

Jumat, 06 Februari 2026

KPK Segera Lakukan Monev Audit Fisik Anggaran APBDes 229 Juta dan Anggaran ADD 1, 56 Miliar Terkait Ambruk Gedung Serbaguna di Doridungga Kec, Donggo


Donggo NTB, Media Dinamika Global.id.// Transparansi dan akuntabilitas adalah komitmen dan etika yang kemudian dijalankan oleh seluruh yang terkecimpung dalam sistem kepemerintahan desa... 

Hari ini, kami sebagai pemuda dan masyarakat desa doridungga Tidak melihat dalam kebijakan pemerintah desa yang menerapkan hal itu... 

BPD yang kemudian bertugas sebagai perwakilan masyarakat menampung aspirasi, membahas dan menyepakati PERDES, serta mengawasi kinerja-kinerja, namun hari ini, berita acara yang kemudian di keluarkan sebagai jaminan tidak pernah dilakukan. Dengan hal tersebut, krisis kepercayaan kami semakin menipis.. ini membuktikan bahwa telah cacat secara administratif dan prosedural. 

Kemudian BUMDES sebagai pengelola usaha, memanfaatkan aset desa, serta mengembangkan investasi dan produktivitas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mulai dari mereka menjabat hingga sekarang tidak ada sikap transparansi dan akuntabel yang dimiliki,,. Ini menandakan ada hal² yang sengaja ditutup-tutupi,. Ada apa ?? Keputusan Desa yang Melanggar Hukum: Moralitas Palsu dan Kekerasan Administratif__

Surat keputusan Desa Doridungga ini bukan sekadar keliru secara administratif, tetapi cacat secara hukum, berbahaya secara sosial, dan melanggar prinsip dasar negara hukum. Ia adalah contoh telanjang bagaimana moralitas subjektif dipaksakan melalui kekuasaan lokal, tanpa pijakan konstitusi, tanpa batas kewenangan, dan tanpa rasa keadilan.

Desa doridungga kecamatan Donggo melampaui kewenangan konstitusionalnya, Pemerintah desa tidak memiliki kewenangan membuat norma pidana atau sanksi sosial yang bersifat menghukum. Konstitusi dan sistem hukum Indonesia tegas__hanya undang-undang yang dapat mengatur pembatasan hak warga negara.

Desa bukan lembaga peradilan, bukan pembuat hukum pidana, dan bukan polisi moral.__Ketika desa menetapkan, denda, pengusiran, larangan tinggal, atau hukuman sosial, maka desa sedang bertindak sebagai negara dalam bentuk paling primitif, menghukum tanpa hukum. Ini bukan adat, Ini penyalahgunaan kekuasaan.

Sanksi Sosial, Kekerasan yang dilegalkan, pengusiran dari desa, larangan tinggal, dan stigma kolektif adalah bentuk kekerasan struktural. Pengusiran melanggar hak atas tempat tinggal (Pasal 28H UUD 1945). Melanggar hak untuk bergerak dan bermukim.__berpotensi menjadi tindak persekusi dan pengusiran paksa.

Ironisnya, semua itu dibungkus dengan istilah "kesepakatan bersama", seolah-olah hak asasi bisa dihapus lewat musyawarah.

Padahal, hak asasi tidak tunduk pada voting.

Adat dalam keputusan ini bukan nilai hidup, melainkan alat legitimasi kekuasaan. Adat yang sejati__melindungi yang lemah, menjaga harmoni, menyelesaikan konflik tanpa kekerasan. Yang tertuang dalam surat keputusan ini justru sebaliknya__adat direduksi menjadi palu godam untuk menghukum warga. Ini bukan kearifan lokal. ini feodalisme administratif.

Tidak Ada Mekanisme Hukum, Tidak Ada Perlindungan__

Surat ini: Tidak menyediakan hak keberatan atau banding, tidak menyebut prosedur pembelaan, tidak menjamin asas praduga tak bersalah_Artinya, warga dapat dihukum berdasarkan tekanan sosial, desas-desus, atau tafsir sepihak elite desa. Ini bukan pemerintahan hukum. Ini pengadilan massa yang dilegalkan kertas resmi.

Ini bukan aturan, ini ancaman, keputusan desa ini tidak layak disebut produk hukum.

Ia adalah__Produk ketakutan kolektif moralitas tanpa etika hukum



Kepala Desa doridungga kecamatan Donggo melanggar pasal 29 dan pasal 30 (Kades) yang melanggar Pasal 29 UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (terkait larangan korupsi, politik praktis, penyalahgunaan wewenang, meresahkan warga, atau tidak netral) akan dikenakan sanksi administratif berupa teguran lisan/tertulis. Jika diabaikan, Kades dapat diberhentikan sementara hingga tetap. 
Berikut adalah rincian pelanggaran dan sanksi berdasarkan Pasal 29 dan Pasal 30 UU Desa:
Bentuk Larangan (Pasal 29):
Korupsi & Kolusi: Melakukan KKN, menerima suap/barang/jasa dari pihak lain.
Penyalahgunaan Wewenang: Merugikan kepentingan umum, diskriminatif, membuat keputusan yang menguntungkan diri sendiri/golongan.
Politik Praktis: Menjadi pengurus partai politik atau ikut serta dalam kampanye Pemilu/Pilkada.
Tindakan Pelanggaran: Melanggar sumpah/janji jabatan, meresahkan masyarakat, atau meninggalkan tugas selama 30 hari berturut-turut.
Sanksi (Pasal 30):
Teguran: Teguran lisan dan/atau tertulis.
Pemberhentian: Jika teguran tertulis tidak dilaksanakan, dilakukan pemberhentian sementara, diikuti dengan pemberhentian tetap.
Sanksi Pidana: Jika pelanggaran berupa korupsi atau pungli, Kades dapat dikenakan pidana penjara, contohnya 6 tahun untuk pungli dokumen kependudukan atau 1 tahun untuk keterlibatan politik praktis. 
Sanksi ini bertujuan memastikan netralitas dan tata kelola pemerintahan desa yang bersih. 

Kekuasaan tanpa batas dan tanpa kontrol, jika dibiarkan, ia membuka pintu bagi__persekusi kekerasan struktural, konflik sosial berkepanjangan

Negara hukum runtuh bukan karena pemberontakan, tetapi karena pelanggaran hukum yang dilegalkan atas nama ketertiban.(Team)

Danpos Ramil Lambu dan 4 Anggota Koramil 1608-03/Sape Hadiri Gerakan “Satu Pramuka, Satu Pohon” di Desa Lambu


Lambu, Bima, NTB – Gerakan Satu Pramuka, Satu Pohon sukses digelar di Patula, Desa Lambu, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, pada Sabtu (7/2/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bima dengan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bima.

Acara dimulai pukul 08.05 WITA dan dihadiri Danpos Ramil Lambu, Serma Sahlan, beserta empat anggota Posramil Lambu Koramil 03/Sape. Kehadiran TNI dalam kegiatan ini menjadi wujud dukungan terhadap pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon yang melibatkan pelajar dan unsur pemerintah daerah.




Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat juga hadir, antara lain Camat Lambu Muadin, S.Pd., M.M., anggota DPRD Kabupaten Bima Jasmin Almalik, S.Pd., S.H., Kepala BPOM Bima H. Abd. Azis, S.Si., serta Korwil Dikbudpora Kecamatan Lambu Wahdan, S.Pd., M.Pd. Selain itu, seluruh kepala sekolah se-Kecamatan Lambu, siswa-siswi SMP dan SMA, serta Babinsa Lambu turut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar hingga pukul 11.10 WITA. Gerakan ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi dalam menjaga kelestarian alam di Kabupaten Bima.

(Team.MDG.03)

Anak 5 Tahun di Bunuh Ayah Kandung di Desa Mbawi Kab, Dompu


Dompu, Media Dinamika Global.id.— Warga Dusun Pelita, Desa Mbawi, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, digemparkan oleh sebuah peristiwa tragis pada Jumat (6/2/2026). Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dilaporkan tewas diduga dibunuh oleh ayah kandungnya sendiri, berinisial AB (33 tahun), di rumah keluarga mereka sekitar pukul malam hari.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun dari tetangga dan warga setempat, korban ditemukan tak bernyawa di dalam rumahnya dengan kondisi mencurigakan setelah warga mendengar teriakan dan suara gaduh dari dalam rumah. Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada aparat desa dan pihak kepolisian setempat.

Petugas dari Polres Dompu tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa jenazah korban ke fasilitas kesehatan setempat guna pemeriksaan lebih lanjut. Hingga kini, penyebab pasti serta kronologi kejadian sedang didalami oleh aparat.

Seorang saksi yang enggan disebut nama mengatakan, “Kami mendengar suara ribut dari rumah mereka, kemudian warga melihat sesuatu yang tidak beres. Setelah itu, baru terungkap bahwa korban adalah anak kecil yang sudah tidak bernyawa.”

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat Dompu dan memicu keprihatinan luas, mengingat kekerasan terhadap anak masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Dompu. Kasus kekerasan terhadap anak memang pernah tercatat di wilayah ini sebelumnya, seperti laporan kekerasan fisik terhadap anak di kawasan Pantai Lakey yang mengundang perhatian publik beberapa waktu lalu. 

Hingga berita ini ditayangkan, pihak kepolisian belum merilis pernyataan resmi kepada media mengenai status hukum terhadap terduga pelaku, AB, atau motif di balik peristiwa memilukan itu.

Kekerasan terhadap anak tetap menjadi isu penting di Dompu dan NTB secara umum. Data dan catatan media menunjukkan bahwa kasus-kasus kekerasan terhadap anak masih terjadi dalam berbagai bentuk dari kekerasan fisik hingga seksual dan menjadi fokus perhatian berbagai lembaga perlindungan anak serta aparat keamanan. 

Pihak berwenang diharapkan segera memberikan keterangan resmi dan langkah hukum yang tepat untuk memastikan hak serta keadilan bagi korban dan keluarganya.

Kunjungan Kerja di Polres Bima Kota, Kapolda NTB Tekankan Personel Jadikan Tugas Sebagai Ladang Ibadah


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo, S.I.K., M.Si., di Dampingi Ketua Bhayangkari Daerah NTB Ny. Uty Edy Murbowo Beserta Rombongan PJU Polda NTB melaksanakan kunjungan kerja ke Polres Bima Kota yang di Terima Langsung oleh Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si., dan di Dampingi Ketua Bhayangkari Cabang Bima Kota Ny. Mira Didik, beserta PJU Polres Bima Kota sebagai bagian dari pembinaan dan penguatan soliditas jajaran, Jum’at (6/2/2026).

Setibanya di Mako Polres Bima Kota, Kapolda NTB beserta rombongan disambut dengan pasukan jajar kehormatan, gendang beleq, serta tarian adat Bima Ntumbu Tuta, yang menambah kekhidmatan dan nuansa budaya dalam penyambutan tersebut.

Selain memberikan arahan kepada personel, Kapolda NTB juga menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat, warakawuri, Dian Kemala, ASN dan PHL Polres Bima Kota, dengan menyapa warga secara langsung, serta mendengar kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah hukum Polres Bima Kota.

Dalam arahannya, Ijren Pol. Edy Murbowo, S.I.K., M.Si., menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, soliditas internal, serta menjadikan tugas kepolisian sebagai bentuk pengabdian dan ibadah demi terwujudnya pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga pelayan dan pelindung masyarakat, Jadikan tugas ini sebagai ladang pengabdian dan ibadah,” tegas Kapolda NTB.(Sekjend MDG)


Program IMTAQ Siswa SDN 21 Tolomundu Kota Bima, dari Kelas I hingga VI Hafal Ayat pendek dan Berani Tampil


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// SDN 21 Tolomundu Kota bima secara rutin menggelar kegiatan Iman dan Takwa (IMTAQ) setiap hari Jumat mulai pukul 07.15 WITA. Program ini menjadi wadah efektif bagi seluruh siswa, dari kelas satu hingga kelas enam, untuk memperkuat karakter religius melalui kegiatan menghafal ayat-ayat pendek dan berani tampil di depan umum, Jum'at 6 Februari 2026.


Kegiatan IMTAQ yang dilaksanakan di halaman sekolah ini berfokus pada pelatihan hafalan surat-surat pendek dalam Al-Qur'an. Uniknya, seluruh siswa dari tingkatan kelas yang berbeda diberikan kesempatan untuk maju ke depan, menunjukkan hafalan mereka, sehingga menumbuhkan rasa percaya diri dan motivasi untuk terus belajar agama.

Program pembinaan ini dipandu langsung oleh guru agama, Di bawah bimbingan mereka, para siswa tidak hanya sekadar menghafal, tetapi juga memahami pentingnya mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.


Kegiatan IMTAQ (Iman dan Taqwa) pada hari Jumat minggu pertama bulan Februari. Jadwal yang mengisi kegiatan imtaq yaitu siswa kelas I dan II A, B, dan C sebagai bagian dari pembinaan karakter religius sejak dini. Bentuk kegiatan IMTAQ meliputi doa bersama, membaca ayat-ayat pendek, dzikir, serta penyampaian nasihat keagamaan yang disampaikan oleh guru agama.(Sekjend MDG)

Kemenag Terus Upayakan Guru Madrasah Swasta Bisa di Angkat PPPK


Jakarta, Media Dinamika Global.id.// Kita masih memperjuangkan bagaimana guru honorer, jika memungkinkan serta masih ada ruang dan masih ada peluang, kita akan terus memperjuangkan itu, agar guru swasta kita itu bisa diangkat menjadi PPPK,” sambungnya.

Selain soal PPPK, Sekjen Kemenag juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan akselerasi dalam program sertifikasi guru.

Hingga saat ini, kata Kamaruddin Amin, masih ada 497.893 guru yang belum mengikuti sertifikasi. Jumlah ini terdiri atas, 423.398 guru madrasah, 24.057 guru Pendidikan Agama Islam (PAI), 11.501 guru PDF dan Muadalah, 29.291 guru binaan Ditjen Bimas Kristen, 8.791 guru binaan Ditjen Bimas Katolik, 310 guru binaan Ditjen Bimas Buddha, 375 guru binaan Ditjen Bimas Hindu, dan 170 guru binaan Pusat Pendidikan dan Bimbingan Khonghucu.

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Desa Parangina Sape Gelar Posyandu Keluarga di Setiap Pos


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id— Pemerintah Desa Parangina, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, menggelar kegiatan Posyandu Keluarga secara serentak di seluruh dusun pada Sabtu, 7 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat desa.

Pelaksanaan Posyandu Keluarga tersebut mendapat sambutan antusias dari warga, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, serta balita yang hadir untuk mendapatkan layanan kesehatan dasar.



Posyandu Keluarga merupakan kegiatan rutin bulanan yang bertujuan untuk memantau kesehatan ibu dan anak. Dalam kegiatan ini, masyarakat memperoleh berbagai layanan, di antaranya penimbangan balita, pemeriksaan kesehatan ibu dan anak, pemberian vitamin, serta penyuluhan kesehatan.

Dengan dilaksanakannya Posyandu Keluarga di setiap pos dan dusun, diharapkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan menjadi lebih mudah, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan keluarga sejak dini.

Pemerintah Desa Parangina berharap kegiatan Posyandu Keluarga yang dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan ini dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta memastikan tumbuh kembang anak berjalan dengan optimal.

(Team.MDG.03)

Pelantikan Pengurus Baru Gudep Pramuka MTs Darussakinah Sape Masa Bakti 2026/2027 Berlangsung Sukses.


Sape,Bima, NTB | Media Dinamika Global.id — MTs Darussakinah Sape melaksanakan Pelantikan Pengurus Baru Gugus Depan (Gudep) Pramuka masa bakti 2026/2027 pada Sabtu, 7 Februari 2026. Kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat di lingkungan MTs Darussakinah dan diikuti oleh peserta didik serta para pembina Pramuka.




Pelantikan ini merupakan bagian dari proses regenerasi kepengurusan Pramuka di MTs Darussakinah Sape sekaligus sebagai upaya pembinaan kepemimpinan, kedisiplinan, dan tanggung jawab peserta didik. Para pengurus baru secara resmi dilantik dan diambil sumpah untuk menjalankan amanah organisasi kepramukaan selama satu tahun ke depan.

Kepala MTs Darussakinah Sape Ibu Nur Hidayah,S.Pd berharap agar pengurus Gudep Pramuka yang baru dilantik mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjadi teladan bagi seluruh anggota Pramuka. Ia menegaskan bahwa kegiatan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa yang disiplin, mandiri, dan berakhlak mulia.

Sementara itu, Pembina Pramuka MTs Darussakinah Sape mengajak seluruh pengurus dan anggota Pramuka untuk terus aktif mengikuti kegiatan kepramukaan serta menjaga kekompakan demi kemajuan Gudep Pramuka MTs Darussakinah Sape ke depan.

Dengan dilantiknya pengurus baru ini, diharapkan kegiatan Pramuka di MTs Darussakinah Sape dapat berjalan lebih aktif, kreatif, dan memberikan kontribusi positif dalam pembinaan karakter peserta didik.

(Team MDG.03)

SPPG Uma Lengge Wawo Gelar Gotong Royong di Halaman Kantornya


Wawo NTB, Media Dinamika Global.id.– Pusat melakukan gotong royong Dan Kebersihan bersama halaman Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) uma lengge wawo sebagai bagian dari pemantauan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan ini tidak hanya memastikan pemenuhan gizi masyarakat berjalan optimal, tetapi juga meninjau strategi pengelolaan sampah yang menjadi bagian penting dari keberlanjutan program.


Gotong royong, kebersihan di SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) adalah kegiatan kerja bakti tim secara rutin untuk menjaga dapur, alat masak, dan lingkungan sekitar tetap higienis dan aman. Ini merupakan bagian dari budaya disiplin dan standar operasional prosedur (SOP) untuk memastikan makanan bergizi gratis yang disajikan memenuhi standar sanitasi. 

Berikut adalah poin-poin penting mengenai gotong royong kebersihan Gotong Royong di halaman SPPG Uma Lengge Wawo:

Tujuan Utama: Menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan kerja, memastikan higienitas pangan (makanan aman dari risiko keracunan), dan membangun kekompakan tim.

Ruang Lingkup Kegiatan: Pembersihan menyeluruh (general cleaning) meliputi dapur, gudang basah/kering, ruang pemorsian, kendaraan operasional, hingga saluran pembuangan/selokan.

Komitmen Standar (SOP): Kegiatan ini mendukung sertifikasi layak sehat (SLHS) dan kepatuhan terhadap prinsip keamanan pangan dari hulu ke hilir.

Pengelolaan Sampah: Sampah organik kadang diolah, sementara anorganik dikelola dengan tanggung jawab lingkungan.

Waktu Pelaksanaan: Dilakukan secara berkala oleh tim relawan/karyawan SPPG Uma Lengge Wawo.


Karyawan dan karyawati dibawah kendali oleh yayasan peduli umat mbojo, menunjukkan bahwa SPPG Uma Lengge Wawo telah melaksanakan pengelolaan sampah organik dengan baik melalui pemilahan, pencatatan, dan penimbangan rutin. Data yang dikumpulkan secara konsisten digunakan sebagai dasar evaluasi untuk menyesuaikan variasi menu makanan bergizi yang disajikan kepada penerima manfaat. Praktik ini tidak hanya meningkatkan efektivitas program, tetapi juga mendukung prinsip pengelolaan lingkungan yang berbasis data. Sebagian sampah organik bahkan dimanfaatkan warga sekitar sebagai pakan ternak, sehingga mampu mengurangi potensi sampah terbuang dan menghadirkan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.


Sementara itu, pengelolaan sampah anorganik meski belum dicatat secara rutin karena jumlahnya relatif kecil, tetap dilakukan dengan prinsip tanggung jawab lingkungan. Sebagian kecil sampah dimanfaatkan langsung oleh karyawan, sementara sisanya diangkut setiap hari oleh petugas untuk dibawa ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Upaya ini menunjukkan bahwa meskipun tantangan pengelolaan sampah masih ada, kesadaran dan komitmen karyawan dan karyawati SPPG Uma Lengge Wawo untuk menjaga kebersihan lingkungan terus dijalankan.


Gotong royong dan kebersihan di halaman lingkup SPPG Uma Lengge Wawo menegaskan bahwa integrasi antara Program MBG dan pengelolaan sampah berkelanjutan mampu menghadirkan manfaat ganda: pemenuhan gizi masyarakat sekaligus perlindungan lingkungan hidup. Hal ini sejalan dengan upaya KLH/BPLH dalam mendorong praktik ramah lingkungan di tingkat komunitas, sehingga tercipta perubahan nyata dari lingkup kecil menuju dampak besar yang berkesinambungan.(Sekjend MDG)

Serka Iksan Dampingi Santri Penerima Beasiswa Dari Dandim 1608/Bima, Ini Pesan Dandim


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Serka Iksan Babinsa Kel. Monggonao Anggota Koramil 1608-01/Rasanae mendampingi Santri Ponpes Al-Husainy Monggonao Kota Bima guna menghadap Dandim 1608/Bima Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan S. Kom., M. Sc. Jum'at, (06/02/26) Pukul 16.05 Wita s.d selesai 

Pendampingan tersebut dalam rangka penerimaan hadiah Beasiswa dari Dandim 1608/Bima Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan S. Kom., M. Sc terhadap Santri yang berprestasi

Saat melakukan kunjungan Silaturahmi yang dirangkaikan dengan pemberian bantuan sembako Jum'at berkah di Ponpes Al Husainy Monggonao Kota Bima, Dandim 1608/Bima Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan S. Kom., M. Sc, melakukan tanya jawab bersama dengan para Santri.

Sehingga pada kesempatan itu, pertanyaan Dandim mampu di jawab oleh Santri Ponpes Al Husainy. Akibat presentasi tersebut, Dandim 1608/Bima memberikan hadiah atau beasiswa kepada Santri tersebut, 

Penerimaan Beasiswa tersebut dilangsungkan di Ruangan kerja Dandim 1608/Bima.

Pemberian penghargaan (apresiasi) berupa Beasiswa kepada Santri yang berprestasi ini, merupakan upaya untuk memacu semangat mereka untuk terus mempertahankan atau meningkatkan prestasinya.


Dandim 1608/Bima Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan S. Kom., M. Sc pada kesempatan itu mengatakan bahwa, prestasi yang di torehkan merupakan kebanggaan orang tua dan juga kebanggaan kita sebagai prajurit TNI.

Maka saya berpesan, kedepan prestasi membanggakan ini mesti tetap dipertahankan dan ditingkatkan dengan selalu berdoa dan belajar dengan giat, ujarnya

Lanjutnya, menurut Dandim, apa yang telah diraih bisa menjadi contoh dan motivasi dan penyemangat bagi anak-anak muda generasi bangsa untuk bisa belajar dengan giat hingga menorehkan prestasi Akademik lebih banyak, dan semoga apa yang kalian torehkan hari ini dapat tertular kepada teman-teman kalian yang lainnya, tutupnya. Koramil-01/Tim MDG)