Media Dinamika Global

Jumat, 30 Januari 2026

Sinergi di Nggarolo: Saat Mahasiswa Politeknik Muhammad Dahlan Menanam Kesadaran Melalui Gotong Royong


KOTA BIMA. Media Dinamika Global.Id– Kebersihan lingkungan bukan sekadar urusan estetika, melainkan pondasi utama kesehatan masyarakat. Pesan krusial inilah yang dibawa oleh mahasiswa KKN Politeknik Muhammad Dahlan (UAD) saat mengawali program kerja perdana mereka di Kampung Nggarolo, Kota Bima. Melalui aksi gotong royong di RT 09 dan RT 10, para calon tenaga kesehatan ini mencoba mengembalikan budaya kolektif yang mulai luntur.

Kegiatan ini melibatkan puluhan mahasiswa yang tersebar di 6 posko, dengan komposisi 10 hingga 11 personel per tim. Fokus mereka cukup menantang: normalisasi dua aliran sungai yang menjadi urat nadi kebersihan di kampung tersebut.

Bukan Sekadar Seremonial

Di tengah skeptisisme publik terhadap efektivitas program KKN, mahasiswa politeknik Muhammad Dahlan bima hadir dengan pendekatan yang berbeda. Hajrah, salah satu mahasiswi di lokasi, menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar kunjungan formalitas.

"Kebersihan adalah sebagian dari iman, dan itu harus diwujudkan dalam aksi nyata. Kami sangat bahagia bisa diterima di Nggarolo, namun kebahagiaan sejati kami adalah melihat masyarakat kembali sadar akan pentingnya menjaga alam," tegas Hajrah.

Ketua RT 09, Pak Jaharuddin, memberikan catatan penting. Baginya, Kampung Nggarolo memang kerap menjadi langganan lokasi KKN, namun ia menyoroti kualitas sosial mahasiswa tahun ini. Ia memuji sikap mahasiswa yang jauh dari kesan "judes" atau sombong sebuah kritik halus bagi kaum intelektual agar tetap membumi saat berada di tengah masyarakat, hadir juga dalam kegiatan tersebut, direktur dan Ketua panitia ikut dalam kegiatan Gotong Royong

"Mahasiswa kali ini punya sifat sosialisasi yang tinggi. Mereka tidak berjarak dengan warga," ungkap Pak Jaharuddin. Beliau menekankan bahwa yang dibutuhkan warga bukan sekadar pembersihan fisik sesaat, melainkan transfer motivasi. Beliau berharap kehadiran mahasiswa mampu memicu warga untuk menjaga kenyamanan lingkungan secara mandiri dan permanen, bukan hanya saat ada program KKN saja.

Kekompakan yang terlihat saat pembersihan sungai di Nggarolo menjadi bukti bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Keberhasilan proker pertama mahasiswa politeknik Muhammad Dahlan bima  ini menjadi pengingat bagi kita semua: bahwa kenyamanan sebuah tempat tinggal adalah hasil dari kerja sama yang harmonis antara kesadaran warga dan kepedulian para kaum terpelajar.


Oriza Sativa Nabatiyah Amiruddin- Wartawati MDG

Warga Simpasai Tolak Jalan Tani So Oi Mada, Khawatir Picu Erosi dan Banjir


Monta,NTB, Media Dinamika Global.id.// Masyarakat Desa Simpasai, khususnya warga yang bermukim di bantaran Sungai Sori Uma, secara tegas menyatakan penolakan terhadap rencana pembukaan jalan tani di kawasan So Oi Mada. Penolakan ini didasarkan pada kekhawatiran serius terhadap potensi kerusakan lingkungan dan terganggunya keseimbangan ekosistem setempat.

Warga menilai pembukaan jalan tani di kawasan tersebut berisiko tinggi menyebabkan erosi tanah dan meningkatkan potensi banjir. Kondisi geografis So Oi Mada yang berada di wilayah perbukitan dan hulu sungai dinilai sangat rentan terhadap perubahan bentang alam akibat aktivitas pembukaan jalan tanpa kajian lingkungan yang matang.

“Kami tidak ingin melihat kerusakan lingkungan yang lebih parah terjadi di wilayah kami. Dampaknya bukan hanya hari ini, tapi akan dirasakan oleh generasi berikutnya,” tegas perwakilan masyarakat Simpasai.

Lebih lanjut, masyarakat menyatakan komitmennya untuk melindungi gunung dan lingkungan sekitar sebagai bagian dari ruang hidup bersama. Menurut warga, keindahan alam dan keseimbangan ekosistem jauh lebih bernilai dibandingkan pembangunan jalan tani yang manfaatnya dinilai tidak sebanding dengan risiko lingkungan yang ditimbulkan.

Warga juga menyoroti bahwa pembukaan jalan tani di So Oi Mada dilakukan tanpa kejelasan prosedur dan diduga tidak memiliki dasar perizinan yang sah. Oleh karena itu, masyarakat meminta pihak-pihak terkait, khususnya oknum yang terlibat, untuk segera menghentikan proyek tersebut.

“Kami menolak jalan tani ini dan meminta agar proyek ilegal tersebut segera diberhentikan. Jangan mengorbankan lingkungan demi kepentingan sesaat,” lanjut pernyataan warga.

Masyarakat Desa Simpasai menegaskan keinginannya untuk menjaga kawasan gunung sebagai ruang terbuka hijau sekaligus habitat keanekaragaman hayati. Penolakan ini menjadi bentuk perlawanan warga terhadap praktik pembangunan yang mengabaikan prinsip keberlanjutan dan keselamatan lingkungan.

Dengan sikap ini, masyarakat Simpasai secara resmi menyatakan penolakan keras terhadap pembukaan jalan tani di So Oi Mada, Desa Simpasai, Kecamatan Monta, dan mendesak pemerintah serta aparat terkait untuk turun tangan melindungi lingkungan dari kerusakan yang lebih luas.(Tim MDG)

Ketua DPD PAN Muhammad Aditya Menyerahkan Bantuan Masjid Baitul Jannah di Desa oi Panihi Kec.tambora


Tambora. Media Dinamika Global.Id.- Pertama kali Ketua DPD PAN Muhammad Aditya Menyerahkan bantuan masjid Baitul Jannah di Desa oi Panihi Kec.tambora. bantuan ini sengaja dilakukan dalam rangka kewajibannya untuk membangun Masjid tersebut. Nampak sekali ratusan warga menyambut baik atas Bantuan yang digelontorkan oleh Ketua DPD PAN Kabupaten Bima itu. Jumat, 30-01-2025

Sekitar ratusan warga dan Pengurus Masjid tersebut menyambut kedatangan Pemimpin salah satu Partai Penguasa Kabupaten Bima yakni Partai Amanat Nasional (PAN). Ia adalah Pemimpin Muda yang lahir setelah dipilih secara aklamasi oleh Ketua DPP PAN Pusat melalui rapat Zoom beberapa bulan yang lalu.

Salah seorang Warga yang di hubungi oleh awak Media ini mengatakan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Ketua Partai ini, semoga kedepannya jauh lebih baik lagi dan sangat kagum sekali dengan tindakan atau perbuatan Ketua DPD PAN ini.

Jadi, Partai ini selalu intens membantu Warga Masyarakat yang ingin membangun Masjid, mushola dan lainnya. Misalnya saja H Syafrudin dari PAN, dia sering membantu Warga untuk Pembangunan Masjid hampir setiap Hari Jumat dulu.

Dan kini, Ketua DPD PAN yang memulai membantu Warga yang akan membangun Masjid seperti ini, kami tentunya sangat berterimakasih sekali atas bantuan dari Ketua DPD PAN Kabupaten Bima yang saat ini dipimpin oleh Muhammad Ardin yang merupakan Putra dari Bapak Bupati Bima saat ini. Ujarnya

Masih menurutnya, Ketua DPD PAN ini juga merupakan Warga Tetangga dengan kami di Tambora ini, ia merupakan Warga Kecamatan Sanggar, karena ia merupakan Suami dari dari salah satu Anggota DPRD dari Partai Golkar Lilla. Kami tetangga Pak, jadi wajar saja saat ini beliau membantu kami untuk biasa Pembangunan Masjid ini. Pungkasnya.(Team).

Unram Angkat Suara Soal Posisi Polri di Sistem Ketatanegaraan


Mataram, Media Dinamika Global.Id — Dukungan terhadap keberadaan Kepolisian Negara Republik Indonesia tetap berada di bawah Presiden terus menguat. Kali ini datang dari kalangan akademisi Universitas Mataram. Dua dosen Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP) Unram, menilai posisi Polri saat ini relevan dengan sistem ketatanegaraan Indonesia.

Ditemui di Ruang Guru Besar FHISIP, Jumat (30/1/2026), akademisi hukum Unram Prof. Dr. Amiruddin, S.H., M.Hum., menilai struktur Polri di bawah Presiden menjaga kejelasan komando, sekaligus memperkuat fungsi pengawasan. Skema itu dinilai selaras dengan konstitusi serta praktik negara hukum modern.

“Penempatan Polri di bawah Presiden memberi kepastian arah kebijakan keamanan nasional, sekaligus menjaga stabilitas hukum dan demokrasi,” kata Prof. Amiruddin.

Pandangan serupa disampaikan Prof. Dr. Kurniawan, S.H., M.Hum. Ia melihat posisi tersebut penting, agar Polri tetap profesional serta fokus pada tugas utama, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tanpa tarik-menarik kepentingan politik.

“Dalam konteks ketatanegaraan Indonesia, Polri di bawah Presiden menjadi pilihan rasional, untuk menjaga netralitas institusi serta efektivitas penegakan hukum,” ujar Prof. Kurniawan.

Keduanya menilai wacana perubahan posisi Polri perlu dikaji secara hati-hati, dengan mempertimbangkan dampak hukum, sosial, hingga keamanan nasional. Menurut mereka, stabilitas institusi penegak hukum berperan besar menjaga kepercayaan publik.

Redaksi ||

Kapolda NTB Kunker ke Polres Sumbawa, Tinjau Layanan hingga Serahkan Bansos


Sumbawa, Media Dinamika Global.Id — Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo, S.I.K., M.Si. melaksanakan kunjungan kerja ke Polres Sumbawa. Setibanya di Sumbawa, Jumat (30/1/2026) sekira pukul 08.30 Wita, Kapolda NTB mendapat sambutan jajar kehormatan dari jajaran Polres Sumbawa.

Agenda berlanjut dengan peninjauan Gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) sekitar pukul 09.00 Wita. Kapolda NTB melihat langsung alur layanan publik, guna memastikan pelayanan berjalan cepat dan ramah warga.

Tak berselang lama, Kapolda NTB melangkah ke Gedung Unit PPA Polres Sumbawa, pukul 09.15 Wita. Peninjauan itu menyoroti dukungan sarana penanganan perempuan dan anak, agar layanan semakin humanis.

Sekira pukul 09.30 Wita, Kapolda menyerahkan bantuan sosial kepada warga penerima manfaat, di sekitar wilayah hukum Polres Sumbawa. Suasana hangat terlihat saat Kapolda menyapa warga satu per satu.

“Bantuan ini kami harapkan bisa membantu kebutuhan warga, sekaligus memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat,” kata Irjen Pol. Edy Murbowo.

Rangkaian kegiatan berlanjut dengan silaturahmi Kapolda bersama Bupati Sumbawa, pukul 09.45 Wita. Pertemuan tersebut menjadi ruang koordinasi, demi menjaga sinergi keamanan dan pelayanan publik di daerah.

Menjelang siang, Kapolda menyaksikan atraksi tim taekwondo binaan Polres Sumbawa, pukul 10.15 Wita. Aksi para atlet muda memeriahkan suasana, sekaligus menunjukkan pembinaan positif bagi generasi muda.

Kegiatan ditutup dengan arahan Kapolda kepada personel Polres Sumbawa, sekira pukul 10.30 Wita. Kapolda menekankan pentingnya disiplin, soliditas, serta pelayanan humanis saat menjalankan tugas.

“Jaga profesionalisme dan terus hadir melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” tegas Kapolda NTB.

Redaksi ||

Asep Okinawa Peringatkan Publik soal Akun Medsos Palsu Berkedok Namanya


Bima, Media Dinamika Global.Id —Asep Okinawa mengimbau seluruh masyarakat, khususnya warga Kabupaten Bima, agar tidak mudah percaya terhadap akun media sosial yang mengatasnamakan dirinya dengan nama “Asep Okinawaa” maupun variasi nama serupa.

Asep menegaskan bahwa akun tersebut bukan akun resmi miliknya dan diduga kuat merupakan akun palsu yang berpotensi disalahgunakan untuk berbagai kepentingan, mulai dari penipuan, provokasi, hingga penyebaran informasi hoaks.

“Saya tegaskan, akun media sosial dengan nama Asep Okinawaa bukan milik saya. Masyarakat saya minta untuk tidak menanggapi, apalagi mempercayai permintaan atau informasi apa pun yang disampaikan oleh akun tersebut,” ujar Asep, Jumat (30/1/2026).

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dan bijak dalam bermedia sosial, serta tidak sembarangan memberikan data pribadi, nomor telepon, maupun menanggapi pesan-pesan yang mencurigakan.

Selain itu, Asep mengajak warga untuk segera melaporkan akun palsu tersebut kepada pihak platform media sosial terkait agar dapat ditindaklanjuti dan ditutup, sehingga tidak menimbulkan korban di tengah masyarakat.

“Jika ada yang merasa dirugikan atau menemukan aktivitas mencurigakan dari akun tersebut, segera laporkan. Jangan sampai ada korban,” tegasnya.

Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral Asep Okinawa agar masyarakat tidak terjebak oleh oknum yang menyalahgunakan nama dan identitas orang lain di ruang digital.

“akun tersebut menggunakan foto lama saya, sekali lagi jangan percaya itu akun palsu yang  digunakan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab,” imbuhnya.

Redaksi

Anggota DPRD Makassar Dorong HMI Mendobrak Stigma Serta Jadikan Tantangan Sebagai Peluang Untuk Berkembang


Makassar, Media Dinamika Global.id. – Legislator atau Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi PDI Perjuangan, Andi Tenri Uji Idris, menjadi narasumber utama dalam kegiatan Intermediate Training (LK II) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat Tamalate Cabang Makassar yang digelar di Wisma Lattobang, Rabu (28/1/2026).

Dalam forum tersebut, Andi Tenri menekankan pentingnya peran perempuan dalam politik dan pembangunan.

Ia memotivasi para kader HMI untuk mendobrak stigma serta menjadikan tantangan sebagai peluang untuk berkembang.

“Hambatan itu bukan tembok, melainkan tangga. Dengan kualitas intelektual, perempuan mampu menembus batas kultural maupun struktural,” ujarnya.

Wakil Bendahara PDI Perjuangan Sulawesi Selatan ini menyampaikan bahwa iklim politik saat ini semakin terbuka bagi perempuan, khususnya di internal PDI Perjuangan. 

Menurutnya, partai secara konsisten memberi ruang dan mandat kepada kader perempuan untuk menempati posisi strategis.

“PDI Perjuangan memberi ruang seluas-luasnya bagi perempuan. Kita melihat kepemimpinan Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum, dan dilanjutkan oleh Ibu Puan Maharani sebagai perempuan pertama yang menjabat Ketua DPR RI,” katanya.

Ia menambahkan, kiprah Puan Maharani menjadi bukti bahwa perempuan mampu memimpin lembaga tinggi negara dengan tegas dan bermartabat.

Dalam kesempatan itu, Andi Tenri juga berbagi pengalaman tentang pentingnya keseimbangan peran sebagai perempuan, baik sebagai pengusaha, istri, ibu, maupun politisi.

“Perempuan memiliki kemampuan multitasking. Kita bisa mandiri secara ekonomi, tetap menjalankan peran dalam keluarga, dan produktif di ruang publik. Kuncinya ada pada manajemen waktu dan integritas,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kemandirian ekonomi merupakan fondasi penting sebelum terjun ke dunia politik.

“Politik itu ibarat ‘jalan ninja’ untuk menebar manfaat. Namun, kita harus kokoh secara ekonomi agar perjuangan politik tetap murni untuk rakyat,” tambahnya.

Menutup sesi diskusi, Andi Tenri mengapresiasi semangat para peserta yang mengikuti proses kaderisasi intensif.

Ia mendorong mereka untuk tetap teguh dan menikmati setiap tahapan pembinaan.

Suasana forum pun semakin hidup saat ia mengakhiri pemaparannya dengan pekikan khas HMI, “Yakusa!”, yang disambut riuh tepuk tangan peserta. (Sekjend MDG)

Upacara Bendera Senin, Dikpora NTB Peringati Hari Kesadaran Nasional


Mataram NTB, Media Dinamika Global.id.// Upacara bendera menjadi momentum untuk memperkuat disiplin, tanggung jawab, dan komitmen aparatur dalam melayani masyarakat.

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan Upacara Bendera Hari Senin, 19 Januari 2026, yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kesadaran Nasional yang diperingati setiap tanggal 17.

Upacara berlangsung dengan khidmat di lingkungan kantor Dikpora NTB. Bertindak sebagai pembina upacara, Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi NTB, serta diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai lingkup Dikpora NTB.

Dalam amanatnya, pembina upacara menegaskan bahwa Hari Kesadaran Nasional merupakan pengingat penting bagi ASN untuk terus meningkatkan disiplin, etos kerja, integritas, serta loyalitas dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai pelayan masyarakat.

“Momentum Hari Kesadaran Nasional ini hendaknya menjadi refleksi bagi kita semua untuk bekerja secara profesional, bertanggung jawab, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, pemuda, dan olahraga,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa ASN dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai BerAKHLAK dan semangat Bangga Melayani Bangsa, guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan berorientasi pada pelayanan publik.

Melalui pelaksanaan upacara ini, diharapkan seluruh pegawai semakin memperkuat komitmen dalam meningkatkan kinerja, menjaga kedisiplinan, serta mendukung terwujudnya pelayanan publik yang berkualitas di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Mari Tingkatkan Disiplin dan Integritas ASN

Hari Kesadaran Nasional menjadi momentum untuk memperbarui semangat pengabdian dan tanggung jawab dalam bekerja demi kemajuan daerah dan bangsa.(Sekjend MDG)



Babinsa Desa Lambu Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Siskamling, Antisipasi Gangguan Kamtibmas


Lambu.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Babinsa Desa Lambu, Sertu Sahlan, bersama satu orang anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan Patroli Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) pada Jumat malam, 30 Januari 2026.

Kegiatan patroli yang dimulai sekitar pukul 19.30 Wita tersebut bertujuan untuk memantau situasi wilayah serta mengantisipasi perkembangan kondisi keamanan di wilayah Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Patroli Siskamling ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya dua orang anggota Koramil, tiga orang aparat desa, enam orang masyarakat, serta tokoh pemuda dan tokoh agama setempat. Kehadiran lintas elemen ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas keamanan lingkungan.

Sasaran patroli meliputi pemukiman warga dan sejumlah tempat tongkrongan anak muda yang dinilai rawan terjadinya gangguan keamanan. Pada pukul 20.00 Wita, rombongan patroli berangkat dari Koramil 1608-03/Sape menuju Desa Lambu, dan tiba sekitar pukul 20.15 Wita untuk melaksanakan pemantauan situasi wilayah.

Dalam kegiatan tersebut, anggota Koramil juga memberikan himbauan kepada masyarakat, khususnya para pemuda, agar menghindari konsumsi minuman keras, narkoba, serta berbagai bentuk kegiatan negatif lainnya yang dapat merugikan diri sendiri dan keluarga. Selain itu, warga diingatkan untuk selalu waspada terhadap kondisi cuaca serta potensi bahaya pohon tumbang saat beraktivitas di luar rumah.



Patroli kemudian dilanjutkan dengan pemantauan di wilayah desa binaan hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 21.30 Wita. Kegiatan Patroli Siskamling tersebut berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keamanan lingkungan semakin meningkat serta tercipta situasi wilayah yang aman dan nyaman.

(Team.MDG.03)

Martin Tumbeleka: Implementasi KUHP Baru Harus Mengedepankan Keadilan Substantif


Palembang, Media Dinamika Global.id.// Implementasi KUHP baru harus menjadi momentum memperkuat penegakan hukum yang berkeadilan dan humanis. Anggota Komisi III DPR RI, Martin D. Tumbelaka, menegaskan pentingnya menjaga keharmonisan dan sinergi antar-Aparat Penegak Hukum, khususnya antara kepolisian dan kejaksaan, agar penerapan KUHP dan KUHAP yang baru tidak berjalan sektoral. 

Menurutnya, kekompakan dan saling dukung antarlembaga menjadi kunci agar hukum tidak hanya menghadirkan kepastian formal, tetapi juga mampu menjawab rasa keadilan substantif di tengah masyarakat. KUHP baru, tegasnya, tidak boleh dimaknai sekadar sebagai alat mempidanakan, melainkan instrumen untuk menegakkan keadilan yang berimbang dan berorientasi pada kepentingan publik.

Anggota Komisi III DPR RI, Martin D. Tumbelaka, menegaskan pentingnya menjaga keharmonisan antar-Aparat Penegak Hukum (APH) guna mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan. Menurutnya, sinergi yang solid antara kepolisian dan kejaksaan menjadi kunci utama agar penerapan hukum, khususnya dalam implementasi regulasi KUHP dan KUHAP yang baru, dapat berjalan secara optimal.

Martin menekankan bahwa kekompakan serta dukungan antarlembaga penegak hukum sangat diperlukan agar proses penegakan hukum tidak berjalan secara sektoral.

“Kami berpesan bahwa pentingnya menjaga keharmonisan antara APH dan mitra-mitra. Kekompakan dan saling support itu sangat penting untuk memaksimalkan penegakan hukum,” ujar Martin saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Panitia Kerja Reformasi Kepolisian dan Kejaksaan di Palembang, Kamis (29/1/2026).

Kunjungan kerja tersebut dilakukan dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan DPR RI untuk memperoleh informasi dan masukan terkait pelaksanaan reformasi Kepolisian RI dan Kejaksaan RI. Selain itu, kegiatan ini juga menyoroti penerapan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP, termasuk penanganan perkara-perkara yang menjadi perhatian publik.

“Kegiatan ini bertujuan memastikan reformasi penegakan hukum dan pembaruan hukum pidana nasional telah diimplementasikan secara konsisten, profesional, dan berorientasi pada keadilan substantif di daerah,” tambahnya.

Martin juga menyinggung masih ditemukannya kekeliruan dalam penerapan hukum di sejumlah daerah, seperti kasus yang melibatkan seorang guru di Jambi dan Sleman. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa pemahaman aparat penegak hukum terhadap KUHP baru masih perlu diperkuat.

“Berkaca dari implementasi KUHP yang baru ini, memang belum sepenuhnya dipahami oleh APH, sehingga terjadi kesalahan dalam penerapan hukum,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa KUHP baru tidak boleh dimaknai semata-mata sebagai instrumen kepastian hukum, tetapi harus mampu menghadirkan rasa keadilan di tengah masyarakat.

“KUHP yang baru ini bukan hanya sekadar kepastian hukum, tetapi bagaimana menghadirkan rasa keadilan di masyarakat. Jangan hanya fokus mempidanakan orang atau menetapkan tersangka,” tegasnya.

Lebih lanjut, Martin menekankan pentingnya mengedepankan pendekatan keadilan restoratif dalam penyelesaian perkara, dengan menjadikan pidana sebagai langkah terakhir.

“Semangat keadilan restoratif harus dikedepankan. Seharusnya duduk bersama terlebih dahulu, berpikir jernih, dan melihat apakah persoalan bisa diselesaikan tanpa harus masuk ke ranah pidana,” pungkasnya.(Sekjend MDG)