Makassar, Media Dinamika Global.id. – Legislator atau Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi PDI Perjuangan, Andi Tenri Uji Idris, menjadi narasumber utama dalam kegiatan Intermediate Training (LK II) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat Tamalate Cabang Makassar yang digelar di Wisma Lattobang, Rabu (28/1/2026).
Dalam forum tersebut, Andi Tenri menekankan pentingnya peran perempuan dalam politik dan pembangunan.
Ia memotivasi para kader HMI untuk mendobrak stigma serta menjadikan tantangan sebagai peluang untuk berkembang.
“Hambatan itu bukan tembok, melainkan tangga. Dengan kualitas intelektual, perempuan mampu menembus batas kultural maupun struktural,” ujarnya.
Wakil Bendahara PDI Perjuangan Sulawesi Selatan ini menyampaikan bahwa iklim politik saat ini semakin terbuka bagi perempuan, khususnya di internal PDI Perjuangan.
Menurutnya, partai secara konsisten memberi ruang dan mandat kepada kader perempuan untuk menempati posisi strategis.
“PDI Perjuangan memberi ruang seluas-luasnya bagi perempuan. Kita melihat kepemimpinan Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum, dan dilanjutkan oleh Ibu Puan Maharani sebagai perempuan pertama yang menjabat Ketua DPR RI,” katanya.
Ia menambahkan, kiprah Puan Maharani menjadi bukti bahwa perempuan mampu memimpin lembaga tinggi negara dengan tegas dan bermartabat.
Dalam kesempatan itu, Andi Tenri juga berbagi pengalaman tentang pentingnya keseimbangan peran sebagai perempuan, baik sebagai pengusaha, istri, ibu, maupun politisi.
“Perempuan memiliki kemampuan multitasking. Kita bisa mandiri secara ekonomi, tetap menjalankan peran dalam keluarga, dan produktif di ruang publik. Kuncinya ada pada manajemen waktu dan integritas,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kemandirian ekonomi merupakan fondasi penting sebelum terjun ke dunia politik.
“Politik itu ibarat ‘jalan ninja’ untuk menebar manfaat. Namun, kita harus kokoh secara ekonomi agar perjuangan politik tetap murni untuk rakyat,” tambahnya.
Menutup sesi diskusi, Andi Tenri mengapresiasi semangat para peserta yang mengikuti proses kaderisasi intensif.
Ia mendorong mereka untuk tetap teguh dan menikmati setiap tahapan pembinaan.
Suasana forum pun semakin hidup saat ia mengakhiri pemaparannya dengan pekikan khas HMI, “Yakusa!”, yang disambut riuh tepuk tangan peserta. (Sekjend MDG)
