Kabupaten Bima, Media Dinamika Global.Id. – Pemuda dan Masyarakat Desa Tente, kecamatan Woha, Kabupaten Bima menyoroti keras Bank NTB Syariah Cabang Tente sepihak melakukan pembongkaran WC Umum di Desa Tente. Dengan adanya tindakan tersebut masyarakat merasa risih atas tindakan itu yang sewena-wena, tidak menghargai masyarakat dan Pemerintah Desa (Pemdes) Tente.
Aditya Bima Saputra salah satu pemuda Tente menegaskan bahwa tindakan sepihak para oknum-oknum Pegawai Bank NTB diduga melakukan pembongkaran WC Umum Desa Tente tanpa mengendepankan asas musyawarah dan mufakat serta tidak menghormati, menghargai Pemdes dan masyarakat Tente.
“WC Umum ini merupakan fasilitas yang dibutuhakan dan sangat bermanfaat untuk masyarakat Tente dan masyarakat di luar desa Tente,” tegas Aditya Bima Saputra pada Media Dinamika Global.Id. sabtu (24/1/26).
Menurut Aditya, Pembongkaran sepihak WC Umum tersebut merupakan tindakan yang tidak baik di tunjukan oleh para oknum-oknum pegawai bank NTB dan diduga melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) .
“Kami mempertanyakan kepada pihak bank, kok berani sekali pihak bank membongkar sepihak WC Umum itu?, dan apa urusan bank dengan WC Umum tersebut,” kata Aditya, putra desa Desa Tente.
Lebih lanjut Aditya, saya mewakili masyarakat, menyayangkan sikap serakah pihak Bank NTB terhadap fasilitas umum masyarakat sehingga kenyamanan warga terganggu dan masyarakat masih bingung terkait masalah ini.
“Ironisnya lagi, masyarakat merasa heran Pihak Bank NTB Bongkar WC Umum, sepengetahuan kami, bahwa bank berkaitan dengan deposit simpan pinjim kepada nasabah, terkesan pihak bank diduga pelaku pembongkaran/pengerusakan WC Umum, ini kan aneh dan lucu sekali,” heran Aditya, pria dikenal murah senyum.
Kami mendesak Direktur Bank NTB Syariah Cabang Bima dan Provinsi NTB segera memberikan pernyataan resmi, memanggil, dan memproses para oknum-oknum pegawai yang terlibat dalam pembongkaran WC Umum di desa Tente diduga melanggar SOP Perbankan.
“Dan juga kami mendesak Direktur Bank NTB Syariah untuk segera mengevaluasi kinerja Kepala Bank NTB Unit Woha sekaligus mencopot dari jabatannyan,” tegas Aditya, menjabat sebagai Kabid PTKP HMI Komsariat Bulan Sabit.
Tak hanya itu, kami mendesak Pemdes Tente dan Camat Woha agar segera turun tangan langsung di Lokasi obyek tanah bermasalah sekaligus untuk memberikan tanggapan resmi kepada masyarakat atas persoalan yang dihadapi warga Tente.
“Kepastian atas lahan dan bangunan WC Umum tersebut agar terang benerang ditengah-tengah masyarakat, supaya masyarakat tidak lagi risih dan terganggu,” desak Arif dan juga salah satu aktivis.(Surya Gempar MDG)
