Tuan Guru K.H. Muhammad Hasan B.A Lahir di Parado, kembali ke Parado, Kabupaten Bima, NTB. - Media Dinamika Global

Minggu, 25 Januari 2026

Tuan Guru K.H. Muhammad Hasan B.A Lahir di Parado, kembali ke Parado, Kabupaten Bima, NTB.


Parado Bima-Media Dinamika Global.Id.-Tuan Guru K.H. Muhammad Hasan B.A Ulama Indonesia Pendiri Pondok Pesantren Al_Mukhlishin Salama Parado serta Sekolah Keagamaan lainnya yang berada di Bima dan Dompu. 

Selain mendirikan sekolah, beliau juga mendirikan Masjid dan Musholah di semua Desa yang ada di Kecamatan Parado serta ada dibeberapa Desa yang berada di Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, NTB. 

Tuan Guru K.H. Muhammad Hasan B.A membangun peradaban yang sangat mulia di Bima, hidup bersama masyarakat, mengajar keagamaan, mengobati masyarakat yang sakit, membina pondok pesantren. 

Dr. Hamdan Zoelva S.H., M.H anaknya Tuan Guru K.H. Muhammad Hasan B.A yang pernah jadi Ketua Mahkamah Konstitusi berpesan kepada keluarga dan masyarakat pada saat sambutan setelah selesai menyolatkan Tuan Guru ialah; 

"Luarbiasa segela hidupnya Guru dihabiskan untuk kemaslahatan umat, keluarga dan masyarakat harus melanjutkan apa yang sudah di rintis oleh Guru".

Hikmah di balik ujian sebagian anaknya Tuan Guru yang datang dari luar kota pada saat pesawat mau landing di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima yang naik kembali menuju Lombok karena cuaca sehingga K.H. Muhammad Hasan B.A tidak jadi di makamkan pada Sabtu 24 Januari 2025. 

Prof. Ahmad Thib Raya, M.A anak kedua dari Tuan Guru mengatakan bahwa "Guru berarti harus ada di Masjid yang beliau bangun selama satu hari sebelum di makamkan"

Setelah semua anaknya hadir pada Minggu 25 Januari 2026 anak-anak Tuan Guru dan masyarakat Kabupaten dan Kota Bima serta Dompu melaksanakan sholat mayit. 

MasyahAllah sungguh indah dan mulia orang-orang yang mengantar Jenazah Tuan Guru sangatlah rame memadati jalan raya, mobil dan motor tidak ada satupun yang lewat, cuaca yang cerah berbeda dengan hari sebelum-sebelumnya hujan yang terkadang jarang berhenti. 

Bukan aja anak-anaknya yang sedih dan menagis atas kepulangan Tuan Guru melainkan masyarakat yang pernah hidup dan sayang sama beliaulah yang sangat sedih dan menangis tiada henti 

Mari kita petik hikmah dari kehidupan K.H. Muhammad Hasan B.A selama hidupnya untuk dijadikan keteladanan kehidupan dunia dan akhirat. Oleh: Abd Khalik Syam

Comments


EmoticonEmoticon