Media Dinamika Global

Selasa, 04 Agustus 2026

Klarifikasi di Polres Dompu Buntu, Dugaan Penyelewengan Tiket Konser Charly Mencuat


Dompu, Media Dinamika Global.id.-- Proses klarifikasi terkait polemik penjualan tiket di Polres Dompu menemui jalan buntu pada Senin, 3 Agustus 2026.

Dalam pertemuan tersebut tidak ada titik temu terkait jumlah dana yang dikeluarkan dengan total penjualan tiket. Salah satu pihak berinisial P menyebut adanya dana yang beredar hampir mencapai Rp300 juta.

Berdasarkan pembicaraan antara Ibu Nani dan saudara Reza Dompu, keduanya mengaku menjadi korban dari oknum yang berada di belakang mereka. Oknum tersebut dinilai menyampaikan hal berbeda di depan dan di belakang.

Lebih lanjut, baik saudara Reza Dompu maupun Ibu Nani mengaku tidak pernah menerima hasil penjualan tiket. Padahal menurut informasi, para penjual tiket atau konten kreator telah menyetorkan hampir 3.000 tiket kepada oknum tersebut.

Karena tidak tercapai kesepakatan, forum klarifikasi pun dibubarkan dan para pihak meninggalkan ruangan.(Sekjend MDG)

Reza Dompu: Setiap Keberhasilan Besar Selalu Lahir dari proses, kerja keras, komunikasi, dan Perjuangan yang Tidak Semua Orang Melihatnya


Dompu, Media Dinamika Global.id.-- Bagi kami, Reza Dompu tetap yang terbaik. Mungkin ada pihak lain yang memiliki kemampuan finansial untuk mendatangkan Charly Van Houten ke Dompu, tetapi di balik terselenggaranya konser ini ada perjuangan, komunikasi, dan dedikasi Reza Dompu yang patut diapresiasi. Berkat usaha tersebut, ribuan masyarakat dapat menikmati hiburan dan merasakan kebersamaan dalam sebuah momen yang membanggakan.

Terkait dinamika yang berkembang di media sosial, termasuk saling menghujat dan saling menyalahkan, biarlah itu menjadi urusan pribadi masing-masing. 

Dalam setiap kegiatan pasti akan ada yang mendukung dan ada yang tidak setuju. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat.

Mari kita memilih untuk saling menghormati, saling menghargai, dan menjaga etika dalam menyampaikan pendapat. 

Tidak ada manusia yang sempurna, karena setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Daripada saling menjatuhkan, lebih baik kita saling mendukung demi kemajuan Dompu.

Teruslah berkarya, teruslah berbuat baik, karena pada akhirnya masyarakat akan menilai dari hasil nyata, bukan dari banyaknya hujatan.

Semoga pesan ini dapat menjadi ajakan yang menyejukkan dan mempersatukan semua pihak.(Sekjend MDG)

Keluarga Besar SMAN 2 Kota Bima Mengucapkan


KOTA BIMA, Media Dinamika Global.id. — Tidak semua perjuangan berakhir di garis finis. Ada perjuangan yang justru melahirkan awal pengabdian yang lebih besar. Hari ini, sejarah itu ditorehkan oleh Pak Taman Firdaus, M.Pd, seorang pendidik terbaik Nusa Tenggara Barat yang berhasil menuntaskan ujian penutupan disertasi Program Doktor (S3) di Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA).

Di balik Jas yang dikenakan dan senyum yang mengembang, tersimpan kisah panjang tentang malam-malam tanpa lelah, lembar demi lembar penelitian yang diselesaikan dengan kesabaran, serta tekad yang tak pernah runtuh oleh waktu. Hari ini, semua pengorbanan itu bermuara pada satu titik: keberhasilan meraih jenjang akademik tertinggi.

Keberhasilan tersebut bukan sekadar kemenangan pribadi. Ia adalah kemenangan dunia pendidikan. Ia adalah kabar gembira bagi para guru yang percaya bahwa belajar tidak pernah mengenal usia, jabatan, maupun batas waktu.

Pak Taman Firdaus, M.Pd dikenal luas sebagai salah satu guru terbaik di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kiprahnya sebagai Fasilitator Nasional Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) telah mengantarkannya menjadi sosok inspiratif yang aktif membimbing guru-guru di berbagai daerah untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, reflektif, dan berpusat pada peserta didik.

Kebahagiaan itu turut dirasakan keluarga besar SMAN 2 Kota Bima. Pak Taman Firdaus, M.Pd merupakan suami tercinta dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ibu Hadijah, S.Pd, yang akrab disapa Dae Ijong. Keberhasilan ini menjadi kebanggaan yang tidak hanya menghiasi keluarga, tetapi juga seluruh warga sekolah.

Sebagai bentuk penghormatan atas capaian luar biasa tersebut, Kepala SMAN 2 Kota Bima, Hj. Erot Sutianah, M.Pd, mengirimkan spanduk ucapan selamat secara langsung ke kampus Universitas Pendidikan Ganesha. Bentangan spanduk itu menjadi simbol bahwa keberhasilan seorang pendidik adalah kebanggaan bersama, bukan hanya milik individu.

Hj. Erot Sutianah menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Pak Taman Firdaus, M.Pd menjadi bukti nyata bahwa guru adalah pembelajar sepanjang hayat.

"Hari ini kami tidak hanya menyaksikan lahirnya seorang doktor. Kami menyaksikan lahirnya teladan bahwa dedikasi, ketekunan, dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan akan selalu menemukan jalannya menuju keberhasilan. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh guru untuk terus belajar, terus berkarya, dan terus mengabdi bagi kemajuan pendidikan," ungkapnya.

Gelar doktor adalah puncak pendidikan formal. S3 menjadi akhir dari perjalanan sebagai mahasiswa, tetapi bukan akhir dari perjuangan. Justru dari titik inilah lahir tanggung jawab yang lebih besar untuk melahirkan gagasan, membimbing generasi, dan menghadirkan perubahan bagi dunia pendidikan Indonesia.

Keberhasilan Pak Taman Firdaus, M.Pd menjadi pesan kuat bahwa seorang guru tidak pernah berhenti belajar. Ketika ilmu terus dikejar, maka kemajuan pendidikan akan selalu menemukan jalannya.

Hari ini, Universitas Pendidikan Ganesha menjadi saksi lahirnya seorang doktor. Besok, ilmu yang diperoleh akan kembali mengalir ke ruang-ruang kelas, kepada para guru, dan kepada ribuan peserta didik yang akan merasakan manfaatnya.

"Selamat dan sukses, Dr. TAMAN FIRDAUS, S.Pd., M.Pd". Semoga setiap ilmu yang diperoleh menjadi cahaya yang menerangi dunia pendidikan, menginspirasi generasi penerus bangsa, serta menjadi amal jariyah yang tak pernah terputus sepanjang zaman. (Sekjend MDG)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Intensifkan Komsos, Ajak Warga Jaga Kerukunan dan Kamtibmas


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, 4 Agustus 2026 – Personel Babinsa Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) di desa binaan masing-masing pada Selasa (4/8). Kegiatan tersebut bertujuan mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat sekaligus mengajak warga menjaga kerukunan, keamanan, dan ketertiban lingkungan.

Di Desa Buncu, Serka Khaeruddin menggelar Komsos bersama warga dan tokoh masyarakat. Dalam kesempatan itu, ia mengajak masyarakat untuk selalu hidup rukun, mengedepankan sikap saling menghormati, serta menghindari tindakan yang dapat memicu perselisihan maupun perkelahian. Ia juga mengimbau agar setiap permasalahan diselesaikan dengan kepala dingin melalui jalur musyawarah atau dilaporkan kepada aparat yang berwenang, bukan dengan tindakan main hakim sendiri.




Sementara itu, di Desa Rasabou, Serda Abdul Hafid mengajak warga binaan untuk terus mempererat tali silaturahmi serta menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan. Menurutnya, kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi kunci terciptanya suasana yang aman, nyaman, dan kondusif.

Di Desa Lanta Barat, Kecamatan Lambu, Serka Sahlan melaksanakan Komsos dengan memberikan pemahaman kepada warga tentang pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Ia mengingatkan pentingnya semangat gotong royong, saling membantu, serta menyelesaikan setiap persoalan melalui musyawarah dan mufakat demi terciptanya keharmonisan di lingkungan masyarakat.

Adapun di Desa Sangga, Kecamatan Lambu, Serka Jamaluddin memberikan perhatian khusus kepada para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, baik pada siang maupun malam hari. Ia mengimbau agar anak-anak diarahkan untuk menjaga pergaulan, menghindari aktivitas yang melanggar hukum, serta tidak begadang hingga larut malam agar terhindar dari berbagai permasalahan yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.

Melalui kegiatan Komunikasi Sosial tersebut, Koramil 1608-03/Sape berharap terjalin hubungan yang semakin erat antara TNI dan masyarakat serta terciptanya lingkungan yang aman, damai, dan kondusif di seluruh wilayah binaan.(Team.MDG.03)

Senin, 03 Agustus 2026

Polsek Asakota Ungkap Kasus Pencurian Tabung Gas dan Perseneling Mobil, Satu Terduga Pelaku Diamankan


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Respons cepat terhadap laporan masyarakat kembali ditunjukkan jajaran Polsek Asakota Polres Bima Kota, Tim Opsnal Polsek Asakota yang dipimpin Katim Opsnal Bripka Stra Ady Wijaya berhasil mengamankan seorang pemuda berinisial AM (20), warga Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima, yang diduga melakukan tindak pidana pencurian tabung gas elpiji dan perseneling mobil milik tetangganya.

Penangkapan dilakukan pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 16.30 WITA di rumah terduga pelaku di Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota. Saat didatangi petugas, AM ditemukan sedang tertidur di dalam kamarnya dan berhasil diamankan tanpa melakukan perlawanan.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Asakota IPTU Mirafuddin menjelaskan, peristiwa pencurian tersebut diketahui korban, Yusuf, seorang nelayan yang tinggal di RT 010/RW 006 Kelurahan Kolo, pada Senin pagi sekitar pukul 07.00 WITA. Korban baru menyadari barang miliknya hilang setelah istrinya, Nurani, membersihkan area rumah.

Setelah dilakukan pengecekan di halaman dan samping rumah, diketahui satu tabung gas elpiji 12 kilogram warna biru serta satu buah perseneling mobil telah raib dari tempat penyimpanannya. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp3.500.000.

Merasa dirugikan, korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke SPKT Polsek Asakota dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/11/VIII/2026 agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Menindaklanjuti laporan tersebut sekaligus merespons keresahan masyarakat terkait maraknya aksi pencurian di wilayah hukum Polsek Asakota, Kapolsek IPTU Mirafuddin segera memerintahkan Tim Opsnal untuk melakukan penyelidikan.

Berbekal informasi yang akurat (A1), Tim Opsnal bergerak cepat menuju kediaman terduga pelaku. Dalam interogasi awal, AM mengakui telah melakukan pencurian sebagaimana dilaporkan korban.

Dari hasil pengembangan, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu tabung gas elpiji 12 kilogram warna biru yang diduga merupakan hasil tindak pidana tersebut. Sementara satu buah perseneling mobil masih dalam proses pencarian dan pengembangan lebih lanjut.

Saat ini terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolsek Asakota guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kapolsek Asakota IPTU Mirafuddin menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen menindak tegas setiap pelaku tindak pidana yang meresahkan masyarakat serta meningkatkan kegiatan kepolisian guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Polres Bima Kota juga mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar, memastikan barang-barang berharga disimpan dengan aman, serta tidak ragu melaporkan setiap aktivitas yang mencurigakan kepada kantor polisi terdekat atau melalui layanan Kepolisian 110 agar dapat segera ditindaklanjuti.(Sekjend MDG)

Gerak Cepat Polsek Asakota Ungkap Kasus Pencurian Ternak, Satu Terduga Pelaku Berhasil Diamankan


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Respons cepat kembali ditunjukkan jajaran Polsek Asakota dalam mengungkap tindak pidana pencurian ternak yang meresahkan masyarakat. Tim Opsnal Polsek Asakota berhasil mengamankan seorang terduga pelaku pencurian dua ekor kambing milik warga yang terjadi di wilayah Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima.

OPK warga Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasana'e Barat, ditangkap pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 20.15 WITA di sebuah rumah yang berada di Kelurahan Tanjung setelah dilakukan serangkaian penyelidikan oleh Tim Opsnal Polsek Asakota.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Asakota IPTU Mirafuddin menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut berawal ketika korban, H. Rusdin H. Ismail, S.H., sekitar pukul 16.00 WITA mendatangi kandang kambing miliknya di Kelurahan Ule untuk mengecek sekaligus mencari pakan ternak. Namun, saat kembali ke kandang, korban mendapati dua ekor kambing miliknya telah hilang.

Merasa dirugikan, korban kemudian mencari informasi kepada warga sekitar. Dari keterangan saksi bernama Manise, diketahui bahwa orang terakhir yang terlihat berada di sekitar kandang kambing adalah OPK bersama dua orang rekannya. Informasi tersebut kemudian diperkuat oleh saksi lainnya.

Berdasarkan keterangan para saksi, dua ekor kambing dengan ciri-ciri berwarna putih campur hitam dan hitam belang putih itu diduga dibawa kabur menggunakan sepeda motor matik berwarna abu-abu yang dikendarai secara berboncengan tiga.

Atas kejadian tersebut, korban melaporkan kasus itu ke Polsek Asakota dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/12/VIII/2026/SPKT/Polsek Asakota.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Opsnal Polsek Asakota yang dipimpin Katim Opsnal Bripka Stra Ady Wijaya segera melakukan penyelidikan hingga memperoleh informasi mengenai keberadaan terduga pelaku.

Petugas kemudian bergerak menuju sebuah rumah di Kelurahan Tanjung dan berhasil mengamankan OPK yang saat itu bersembunyi di dalam salah satu kamar rumah tersebut. Saat dilakukan interogasi awal, terduga pelaku mengakui telah melakukan pencurian bersama dua rekannya yang kini masih dalam pengejaran petugas.

Dari hasil pengembangan, polisi juga berhasil menemukan satu ekor kambing berwarna putih yang merupakan barang bukti hasil kejahatan di rumah seorang warga berinisial ST di Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota. Kambing tersebut diketahui telah dijual oleh terduga pelaku kepada ST.

Saat ini terduga pelaku beserta barang bukti satu ekor kambing telah diamankan di Mapolsek Asakota guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Sementara itu, Tim Opsnal masih terus melakukan pengembangan untuk memburu dua terduga pelaku lainnya yang identitasnya telah dikantongi.

Kapolsek Asakota IPTU Mirafuddin menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menindak tegas setiap bentuk tindak pidana yang meresahkan masyarakat, khususnya kasus pencurian ternak.

Polsek Asakota juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan lingkungan, khususnya dalam menjaga hewan ternak, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui atau menjadi korban tindak pidana, sehingga dapat segera ditindaklanjuti demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Bima Kota.(Sekjend MDG)

Bapak Mendagri Tolak Kepala Daerah Minta Tambah Anggaran : Lakukan Efisiensi Jangan Mau di Bohongi Staf


Bapak menteri dalam negeri tidak usah berbicara air ludah berbusa.

Jakarta, Media Dinamika Global.id.-- Efisiensi anggaran terhadap Daerah APBD 1 APBD 2 Bupati Walikota dan Gubernur dan efisiensi anggaran terhadap Kepala Desa serta menekan pajak di masyarakat itu bukan solusi, karena uang hasil efisiensi anggaran dan pajak masyarakat dirampok oleh koruptor di pusat

 Dengan efisiensi anggaran tersebut pemerintah daerah tidak bisa membangun daerahnya masing-masing karena keterbatasan anggaran Bupati Walikota Gubernur kepala desa didemo terus oleh masyarakat bahkan kantor mereka dibakar oleh para pendemo.

Perbandingan korupsi pemerintah daerah dan pemerintah Desa jauh lebih merajalela korupsi Oknum pemerintah pusat korupsi hitungan triliunan ratusan triliun ratusan miliar. contoh sekarang anggaran untuk mbg dirampok oleh krpala BGN dan jajarannya serta ada keterlibatan oknum TNI dan oknum Polri sangat menyedihkan artinya presiden gagal melaksanakan efisiensi anggaran terhadap kepala daerah dan terhadap kepala desa.

Efisiensi anggaran terhadap kepala daerah Bupati Walikota Gubernur dan efisiensi anggaran terhadap kepala desa. Apakah bisa mingkatkan pembagunanya di Daerah dan Desa??? , menguntungkan daerah atau merugikan daerah???.  Karena Oknum Pejabat Pemerintah pusat termasuk Oknum Pejabat TNI POLRI KEJAKSAAN PENGADILAN  korupsi semakin merajalela.

Efisiensi anggaran dan menekan pajak masyarakat uang  dirampok oleh para koruptor di pusat. Efisiensi anggaran dan menekan pajak di masyarakat bukan solusi untuk masyarakat Indonesia.

Kepala daerah dianggap pemborosan anggaran kepala desa dianggap pemborosan anggaran tetapi efisiensi anggaran dan penekan pajak masyarakat uang tersebut dirampok oleh koruptor di pusat.

Hati-hati bapak Presiden Republik Indonesia jangan sampai terjebak dengan efisiensi anggaran dan menekan pajak sebaiknya bapak presiden kabinet lama dibersihkan semua diganti dengan yang baru jangan sampai presiden terlena dengan pola-pola gerakan mereka.(Sekjend MDG)

SPPG Bima Sape Naru.UD.Lilis Hadirkan Menu Sehat untuk Tingkatkan Asupan Gizi


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id 4 Agustus 2026 – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape Naru melalui Dapur UD Lilis kembali menyediakan menu bergizi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (4/8). Penyediaan menu harian ini merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi para penerima manfaat.

Pada hari ini, menu yang disajikan terdiri atas nasi putih, telur ceplok sayur, tahu balado dan hati ayam, sayur oseng, serta buah anggur hijau. Kombinasi menu tersebut disusun dengan memperhatikan prinsip gizi seimbang guna memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus memberikan variasi makanan yang sehat dan berkualitas.

Pihak SPPG Bima Sape Naru menyampaikan bahwa penyediaan menu bergizi secara rutin diharapkan dapat membantu meningkatkan asupan gizi, menjaga kesehatan, serta mendukung tumbuh kembang para penerima manfaat. Selain itu, makanan bergizi juga diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar dan beraktivitas setiap hari.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok sasaran lainnya. Melalui penyediaan makanan bergizi yang beragam, program ini diharapkan dapat mendukung terciptanya generasi yang sehat, kuat, dan produktif.

SPPG Bima Sape Naru berkomitmen untuk terus menghadirkan menu harian yang memenuhi standar gizi, sehingga manfaat Program MBG dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh penerima manfaat.(Team.MDG.03)

Akademisi UNBIM: Dugaan Salah Diagnosis Harus Jadi Momentum Perkuat Sistem Kesehatan, Bukan Menghakimi Tenaga Medis

Direktur RSUP NTB dr. Asrul Sani, Anggota DPRD NTB Nadirah Alhabsy, Akademisi
Aflfisahrin, Relawan Kemanusiaan Kaharuddin Abbad, dan peserta, (Surya)

MATARAM, Media Dinamika Global - Dugaan ketidaksesuaian diagnosis terhadap pasien rujukan asal Bima dan Dompu yang menjadi perhatian publik dinilai tidak boleh disikapi dengan penghakiman sepihak terhadap tenaga medis. Sebaliknya, persoalan tersebut harus menjadi momentum untuk memperbaiki sistem pelayanan kesehatan secara menyeluruh.

Pandangan itu disampaikan Akademisi Universitas Bima Internasional (UNBIM), Aflfisahrin, saat menjadi narasumber dalam dialog publik bertajuk "Diagnosis Berbeda, Nyawa Dipertaruhkan? Bedah Ilmiah Dugaan Ketidaksesuaian Diagnosis pada Pasien Rujukan dari Bima-Dompu ke RSUP NTB" yang digelar Gabungan Kawula Muda Bima Dompu (GAKADA) Pulau Lombok di Hangout Caffee, Kota Mataram, Senin (3/8/2026).

Dialog tersebut juga menghadirkan Direktur RSUP NTB dr. Asrul Sani, Anggota DPRD NTB Nadirah Alhabsy, serta Relawan Kemanusiaan Kaharuddin Abbad.

Aflfisahrin menegaskan dirinya berbicara bukan sebagai dokter, melainkan sebagai akademisi yang menekuni bidang antropologi kesehatan. Karena itu, ia memandang persoalan diagnosis dari perspektif hubungan antara ilmu kedokteran, budaya, dan pengalaman manusia.

"Ketika isu salah diagnosis mencuat, ruang publik sering kali terburu-buru menjatuhkan vonis kepada tenaga medis. Padahal, jika ingin bersikap adil, persoalan ini harus dilihat berdasarkan data akademik, fakta empiris, dan berbagai faktor yang memengaruhinya," ujarnya.

Menurutnya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kasus salah diagnosis hanya merupakan sebagian kecil dari keseluruhan praktik pelayanan kesehatan. Hal itu membuktikan bahwa dunia medis lebih banyak menghasilkan diagnosis yang tepat dibandingkan yang keliru.

Karena itu, ia mengingatkan agar masyarakat tidak menyamakan setiap perbedaan diagnosis dengan bentuk ketidakprofesionalan tenaga kesehatan.

"Kesalahan diagnosis memang bisa terjadi, tetapi penyebabnya tidak pernah berdiri pada satu faktor saja," katanya.

Dalam kajian antropologi kesehatan, komunikasi antara dokter dan pasien menjadi faktor yang sangat menentukan. Perbedaan bahasa, istilah lokal, hingga cara masyarakat memaknai rasa sakit kerap menjadi tantangan dalam proses penegakan diagnosis.

Menurut Aflfisahrin, pasien menyampaikan keluhan berdasarkan pengalaman yang dirasakannya, sedangkan dokter harus menerjemahkan pengalaman tersebut ke dalam bahasa ilmiah sebagai dasar menentukan diagnosis.

"Dokter berusaha membaca gejala berdasarkan ilmu kedokteran, sementara pasien menyampaikan apa yang dirasakan berdasarkan pengalaman budaya yang dimiliki. Di sinilah pentingnya komunikasi yang saling memahami," jelasnya.

Ia juga menjelaskan konsep antropologi kesehatan yang membedakan penyakit dalam tiga dimensi, yakni disease sebagai gangguan biologis, illness sebagai pengalaman individu saat merasakan sakit, dan sickness sebagai cara masyarakat memaknai penyakit dalam kehidupan sosial.

Menurutnya, pengalaman masyarakat Bima dan Dompu yang memperoleh diagnosis berbeda setelah dirujuk ke rumah sakit tingkat provinsi harus dijadikan bahan evaluasi bersama, bukan ajang mencari pihak yang bersalah.

"Kalau rumah sakit provinsi mampu menegakkan diagnosis yang lebih baik, maka yang harus dilakukan adalah memperkuat rumah sakit di daerah melalui peningkatan kualitas dokter, teknologi, dan fasilitas kesehatan agar masyarakat memperoleh pelayanan yang setara," tegasnya.

Aflfisahrin menilai kasus-kasus tersebut seharusnya menjadi pemicu percepatan pemerataan mutu pelayanan kesehatan di seluruh wilayah NTB, khususnya Bima dan Dompu.

"Tujuan akhirnya bukan mencari siapa yang salah, tetapi memastikan persoalan serupa tidak terus berulang. Ketika sistem pelayanan semakin kuat, kompetensi tenaga kesehatan meningkat, dan fasilitas semakin memadai, maka kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan juga akan tumbuh," ujarnya.

Ia menambahkan, pengalaman tenaga medis, dukungan teknologi, kualitas komunikasi, hingga kelengkapan informasi dari pasien merupakan satu rangkaian yang saling berkaitan dalam proses penegakan diagnosis.

"Persoalan ini terlalu besar jika hanya dibebankan kepada satu pihak. Ini adalah tanggung jawab bersama. Jika kita melihatnya secara utuh, maka solusi yang lahir akan lebih adil, ilmiah, dan berpihak pada keselamatan pasien," pungkasnya.

Redaksi |

Kapolda Lampung Pimpin Sertijab 12 Pejabat Strategis, Perkuat Organisasi Dan Pelayanan Polri Presisi.


Lampung Selatan - Mediadinamikaglobal.Id || Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf memimpin langsung upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) terhadap 12 pejabat strategis di lingkungan Polda Lampung yang berlangsung di Gedung Serbaguna Presisi Polda Lampung, Senin (3/8/2026). Pergantian pejabat tersebut merupakan bagian dari proses regenerasi kepemimpinan dan penyegaran organisasi guna memperkuat pelaksanaan tugas kepolisian serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Sebanyak 12 jabatan yang diserahterimakan terdiri atas empat Pejabat Utama Polda Lampung dan delapan Kapolres jajaran. Jabatan tersebut meliputi Karo Log, Direktur Samapta, Direktur Polairud, Kepala SPKT, Kapolresta Bandar Lampung, Kapolres Lampung Selatan, Kapolres Lampung Utara, Kapolres Lampung Timur, Kapolres Tulang Bawang, Kapolres Way Kanan, Kapolres Pringsewu, serta Kapolres Tulang Bawang Barat.

Prosesi Sertijab diawali dengan pembacaan keputusan Kapolri tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan, penandatanganan berita acara serah terima jabatan, berita acara pengambilan sumpah dan pakta integritas, serta penyematan dan pelepasan tanda jabatan sebagai simbol estafet kepemimpinan di lingkungan Polda Lampung.

Pada jajaran Pejabat Utama, jabatan Karo Log diserahterimakan dari Kombes Pol Supriadi kepada Kombes Pol Atot Irawan. Jabatan Direktur Samapta kini diemban Kombes Pol Prayudha Widiatmoko menggantikan Kombes Pol Bramono Purnomo. Selanjutnya, jabatan Direktur Polairud diserahterimakan dari Kombes Pol Boby Pa'ludin Tambunan kepada Kombes Pol Erick Sartani Marbun, sedangkan jabatan Kepala SPKT kini dijabat AKBP Tri Hendro Prasetyo menggantikan AKBP Fenza.

Di jajaran kewilayahan, Kombes Pol Herbin Garbawiyata J. Sianipar dipercaya menjabat Kapolresta Bandar Lampung menggantikan Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay. Jabatan Kapolres Lampung Selatan diserahterimakan dari AKBP Toni Kasmiri kepada AKBP Deddy Kurniawan, sementara jabatan Kapolres Lampung Utara kini diemban AKBP Raswidiati Anggraini menggantikan AKBP Deddy Kurniawan.

Rotasi juga berlangsung pada jabatan Kapolres Lampung Timur dari AKBP Heti Patmawati kepada AKBP Yuliansyah, Kapolres Tulang Bawang dari AKBP Yuliansyah kepada AKBP Adri Bhirawasto, Kapolres Way Kanan dari AKBP Didik Kurnianto kepada AKBP Ramadhona, Kapolres Pringsewu dari AKBP Mochammad Yunnus Saputra kepada AKBP Dadi Perdana Putra, serta Kapolres Tulang Bawang Barat dari AKBP Sendi Antoni kepada AKBP Himmawan Setiawan.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, mutasi dan serah terima jabatan merupakan bagian dari mekanisme pembinaan organisasi yang rutin dilaksanakan untuk menjaga dinamika, regenerasi kepemimpinan, serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas di lingkungan Polri.

"Pergantian pejabat merupakan proses yang alamiah dalam organisasi Polri. Melalui penyegaran ini diharapkan setiap pejabat dapat segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawabnya, memperkuat sinergi internal maupun eksternal, serta terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat," ujar Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun.

Ia menambahkan, dengan hadirnya kepemimpinan baru pada sejumlah fungsi dan kewilayahan, Polda Lampung optimistis pelaksanaan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, serta perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat akan semakin optimal sejalan dengan implementasi Polri Presisi.

Pelaksanaan Sertijab berlangsung khidmat dan dihadiri Wakapolda Lampung, Irwasda Polda Lampung, para Pejabat Utama Polda Lampung, para Kapolres jajaran, Ketua Bhayangkari Daerah Lampung beserta pengurus, serta tamu undangan lainnya. (Fs/Red)