Media Dinamika Global

Kamis, 23 Juli 2026

3 Hari Melawan M4ut di Laut Lepas, Seorang Nelayan Asal Sangiang Akhirnya Ditemukan


Wera, Media Dinamika Global.id.-- Saat banyak orang mengira harapan itu telah hilang, Ama Bea masih berjuang & melawan ombak, lapar, haus, dan dinginnya malam di atas sampan yang nyaris tenggelam.

Tanpa mesin, tanpa bantuan, hanya bertahan hidup dengan keyakinan untuk bisa pulang.

Kamis siang, doa keluarga dan warga Desa Sangiang akhirnya terjawab. Ama Bea telah ditemukan slamat stelah terombang-ambing dilautan lepas selama tiga hari.

Kisah ini bkan hanya tentang seorang nelayan yg hilang, tetapi tentang kekuatan utk bertahan ketika maut terasa begitu dekat.

Semoga Ama Bea segera pulih & bisa kembali berkumpul bersama keluarga.

BPJS Kesehatan Luncurkan Program TASBIH JKN

BPJS kesehatan, MUI, dan Insan Dakwah JKN, (Ist/Surya)

MATARAM, Media Dinamika Global - BPJS Kesehatan resmi meluncurkan program TASBIH JKN (Transformasi Awareness dan Sinergi Bersama Insan Dakwah JKN) di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, Kamis (23/7/2026). Program ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui kolaborasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta para dai dan daiyah.

Peluncuran TASBIH JKN merupakan bagian dari upaya memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan kesehatan nasional yang sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, mengatakan bahwa keterlibatan tokoh agama memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang benar mengenai Program JKN sekaligus menangkal berbagai informasi keliru atau hoaks yang masih beredar di tengah masyarakat.

“BPJS Kesehatan tidak dapat berjalan sendiri dalam mengembangkan program ini. Karena itu, kolaborasi dengan MUI dan para pemuka agama menjadi sangat penting. Mereka memiliki kedekatan dengan masyarakat dan dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan pemahaman yang benar tentang manfaat JKN,” ujar Akmal.

Menurutnya, para dai dan daiyah yang tergabung dalam program TASBIH JKN akan menjadi mitra strategis BPJS Kesehatan dalam menyebarluaskan edukasi mengenai pentingnya perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, K.H. Cholil Nafis. Ia menegaskan bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian dari maqasid asy-syariah, khususnya prinsip hifz an-nafs atau menjaga jiwa.

“MUI hadir sebagai khadimul ummah (pelayan umat) sekaligus sodiqul hukumah (mitra pemerintah) dalam mendukung program-program yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat,” katanya.

Cholil Nafis juga mendorong para pendakwah untuk memasukkan tema kesehatan dalam materi dakwah mereka. Menurutnya, kesadaran masyarakat mengenai pentingnya jaminan kesehatan perlu terus diperkuat melalui pendekatan keagamaan yang mudah dipahami.

Ia menambahkan, MUI telah memiliki fatwa yang memperbolehkan pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk membantu pembayaran iuran JKN bagi masyarakat fakir miskin yang membutuhkan.

Selain itu, Cholil Nafis menilai Nusa Tenggara Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan program JKN berbasis syariah mengingat karakter masyarakatnya yang religius dan kuat dalam nilai-nilai kebersamaan.

Sementara itu, Ketua MUI NTB, TGH Badrun, memberikan apresiasi atas inisiatif BPJS Kesehatan tersebut. Ia mengajak seluruh pengasuh majelis taklim dan tokoh agama di NTB untuk turut memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya jaminan kesehatan sebagai bentuk ikhtiar sekaligus wujud gotong royong sosial.

“Jaminan kesehatan merupakan bagian dari upaya menjaga diri dan keluarga. Semangat gotong royong dalam JKN juga sejalan dengan nilai Islam, yakni khairunnas anfa’uhum lin-nas-sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya.

Melalui program TASBIH JKN, BPJS Kesehatan berharap sinergi dengan para tokoh agama dapat meningkatkan literasi masyarakat tentang Program JKN, memperluas kepesertaan, serta memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya perlindungan kesehatan demi terwujudnya masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera.

Redaksi |

Dugaan Praktik Perjudian Biliar Personel Polres Bima Kota Datangi Lokasi di Kelurahan Mande


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Personel Polres Bima Kota mendatangi sebuah tempat biliar di Lingkungan Mande II, Kelurahan Mande, Kecamatan Mpunda, Kamis (23/7) malam, menyusul laporan masyarakat terkait dugaan adanya praktik perjudian di lokasi tersebut.

Tindakan itu dilakukan setelah polisi menerima pengaduan melalui layanan darurat Call Center 110 sekitar pukul 21.40 Wita. Personel Piket Samapta II bersama piket fungsi langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.

Di lokasi, petugas tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga memberikan peringatan kepada pengelola dan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas perjudian dalam bentuk apa pun. Polisi menegaskan akan mengambil tindakan hukum apabila di kemudian hari ditemukan adanya praktik perjudian di tempat tersebut.

Kabag Ops Polres Bima Kota, AKP Masdidin, mengatakan setiap laporan yang masuk melalui Call Center 110 langsung ditindaklanjuti sebagai bentuk respons cepat terhadap keluhan masyarakat.

"Kami mengimbau masyarakat untuk terus memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila menemukan gangguan kamtibmas maupun aktivitas yang diduga melanggar hukum," ujarnya.

Polres Bima Kota memastikan akan terus merespons setiap laporan masyarakat secara cepat guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah hukumnya.(Sekjend MDG)

Muhammad Erwin Fraksi Partai PPP


Selamat hari anak Nasional

Bima, Media Dinamika Global.id.-- Anak-anak adalah benih masa depan. Apa yang kita tanam hari ini kasih sayang, pendidikan dan keteladanan akan menjadi peradaban bangsa di masa depan.

IMTAQ SMAN 2 Kota Bima: "Menyatukan Iman, Ilmu, dan Disiplin dalam Harmoni Kebersamaan"


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.– Cahaya mentari yang perlahan menyapa bumi menjadi saksi dimulainya kegiatan Iman dan Takwa (IMTAQ) di SMAN 2 Kota Bima. Di bawah langit pagi yang teduh, seluruh warga sekolah larut dalam lantunan Ayat Suci Alqur'an, selawat, dan doa yang mengalir lembut, menghadirkan suasana religius yang menyejukkan hati sekaligus menguatkan semangat untuk menimba ilmu.

Kegiatan yang dipandu oleh Raihan, siswa kelas XII.1 sebagai MC, diawali dengan Yasinan dan selawatan bersama. Irama selawat yang menggema di halaman sekolah seolah menjadi jembatan yang menghubungkan hati setiap murid dengan nilai-nilai keimanan. Kekhusyukan tampak menyelimuti seluruh peserta, menjadikan pagi itu bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kultum tiga bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Jepang, yang disampaikan oleh M. Firmansyah, siswa kelas X.I mengangkat tema "Peran Generasi Muda", Firmansyah mengajak seluruh teman temannya untuk menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter, berakhlak mulia, serta mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Puncak kegiatan diisi dengan sambutan Kepala SMAN 2 Kota Bima, Hj. Erot Sutianah, M.Pd. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh tingginya ilmu pengetahuan, tetapi juga oleh kokohnya iman yang menjadi pondasi kehidupan.

"Ibarat dua sayap seekor burung, iman dan ilmu harus berjalan beriringan agar mampu mengantarkan seseorang terbang menuju kesuksesan yang diridhai Allah SWT," demikian pesan yang menjadi inti sambutan beliau.

Selain itu, Kepala Sekolah mengingatkan pentingnya membiasakan sholat berjamaah di masjid selama berada di lingkungan sekolah. Beliau menegaskan bahwa seluruh murid, baik laki-laki maupun perempuan (tidak berhalangan), diharapkan mengikuti shalat berjamaah sebagai bentuk pembiasaan karakter religius dan penguatan nilai kebersamaan.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menekankan pentingnya disiplin sebagai kunci keberhasilan dalam belajar maupun kehidupan sehari-hari. Disiplin, menurutnya, adalah kebiasaan kecil yang akan melahirkan prestasi besar di masa depan.

Tak hanya itu, Kepala Sekolah turut menyampaikan informasi bahwa sekolah dalam waktu dekat akan menerapkan absensi digital bagi seluruh murid. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan kedisiplinan, ketertiban administrasi, sekaligus mendukung transformasi layanan pendidikan berbasis teknologi di SMAN 2 Kota Bima.

Kegiatan IMTAQ ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Yayan Saputra dari kelas X.7. Dengan penuh khidmat, seluruh peserta menengadahkan tangan, memohon keberkahan ilmu, kemudahan dalam belajar, serta perlindungan Allah SWT agar senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menempuh perjalanan pendidikan.


IMTAQ pagi tsb menjadi lebih dari sekadar agenda rutin. Ia menjelma menjadi taman yang menyuburkan iman, ruang yang menumbuhkan ilmu, dan jalan yang membiasakan disiplin. Dari halaman sederhana SMAN 2 Kota Bima, tumbuh harapan akan lahirnya generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga mulia dalam akhlak—generasi yang kelak mampu menjadi cahaya bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama.(Sekjend MDG)

Perpusipda Kota Bima Audit Sistem Ke Arsipan Internal (ASKI) Pada Perangkat Daerah


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) Kota Bima melakukan Audit Sistem Kearsipan Internal (ASKI) Tahun 2026 pada 10 (sepuluh) Perangkat Daerah dilingkup Pemerintah Kota Bima.

Audit Sistem Kearsipan Internal diselenggarakan untuk menilai dan mengevaluasi kepatuhan penyelenggaraan kearsipan dan tata kelola arsip terhadap standar dan aturan kearsipan yang berlaku.

10 (sepuluh) Perangkat Daerah tersebut antara lain:

1. Dinas Pertanian

2. Dinas Kelautan dan Perikanan

3. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

4. Dinas Ketahanan Pangan

5. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil

6. Dinas Tenaga Kerja

7. Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik

8. Dinas Lingkungan Hidup

9. Kecamatan Asakota

10. Kecamatan Rasane Timur

Penyelenggaraan Audit Sistem Kearsipan Internal dilakukan dengan Metode Self Assesment, dimana Perangkat Daerah mengisi sendiri Form Penilaian Audit dan melampirkan bukti dukungnya, kemudian Tim Audit melakukan Assesment Lapangan untuk menilai langsung kesesuaian antara form yang dikumpulkan dengan keadaan real dilapangan.

Metode Self Assesment ini kami lakukan dengan harapan, pada saat mengisi form penilaian audit, Perangkat Daerah memiliki gambaran langsung tentang kondisi penyelenggaraan kearsipan dilingkungan kerjanya berada pada kategori Sangat Kurang (D), Kurang (C), Cukup (CC), Baik (B), Sangat Baik (BB), Memuaskan (A) atau Sangat Memuaskan (AA). Sehingga Laporan Hasil Audit nantinya dapat menjadi perhatian dan menjadi dasar perbaikan terhadap penyelenggaraan kearsipan dan tata kelola arsip di lingkungan kerjanya.(Sekjend MDG)

Porprov ke-XII 2026 Jadi Ajang Konflik, EW-LMND NTB Desak Gubernur Evaluasi Koni NTB

Ketua EW-LMND NTB dan Gubernur, KONI saat peresmian Porpov, (Ist/Surya)

MATARAM, Media Dinamika Global – Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XII NTB 2026 yang seharusnya menjadi panggung lahirnya atlet-atlet terbaik daerah justru menuai kritik keras. Rentetan sengketa, protes kontingen, persoalan administrasi atlet hingga konflik antarcabang olahraga membuat ajang olahraga terbesar di NTB itu dinilai kehilangan esensi sportivitas dan prestasi.

Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (EW-LMND) NTB menilai kekisruhan yang terjadi selama PORPROV XII bukan persoalan teknis, melainkan cerminan buruknya tata kelola olahraga di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB.

Ketua EW-LMND NTB, Arif Haryadin, menyebut PORPROV XII telah berubah dari pesta olahraga rakyat menjadi arena konflik yang mempermalukan dunia olahraga NTB di hadapan publik.

“PORPROV seharusnya menjadi ruang kompetisi yang sehat dan bermartabat. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Hampir setiap hari publik disuguhi sengketa, protes, dan kontroversi. Ini bukan lagi pesta olahraga, tetapi panggung konflik yang mencederai marwah olahraga NTB,” tegas Arif, Jumat (24/7/2026).

Menurut Arif, banyaknya polemik yang muncul menunjukkan lemahnya kepemimpinan dan pengawasan penyelenggara. Ia menilai KONI NTB harus bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi karena gagal memastikan pelaksanaan PORPROV berjalan profesional, transparan, dan berkeadilan.

“Kalau pada level PORPROV saja penyelenggaraan masih carut-marut, lalu dengan dasar apa NTB meyakinkan publik bahwa daerah ini siap menjadi tuan rumah PON 2028? Jangan sampai ambisi besar hanya menjadi slogan tanpa kesiapan yang nyata,” ujarnya.

Arif menegaskan bahwa atlet tidak boleh menjadi korban dari buruknya tata kelola organisasi olahraga. Ia meminta seluruh proses seleksi, pembinaan, hingga penentuan peserta dilakukan secara objektif berdasarkan prestasi, bukan karena kedekatan, kepentingan kelompok, atau intervensi pihak tertentu.

“Olahraga harus bersih dari praktik-praktik yang merugikan atlet. Putra-putri terbaik NTB berhak mendapatkan kesempatan yang adil tanpa harus berhadapan dengan kepentingan yang tidak ada hubungannya dengan prestasi,” katanya.

EW-LMND NTB juga menyoroti sikap pemerintah daerah yang dinilai belum menunjukkan langkah konkret di tengah berbagai polemik yang terus bermunculan. Menurut mereka, diamnya pemerintah hanya akan memperbesar ketidakpercayaan publik terhadap sistem pembinaan olahraga daerah.

Karena itu, EW-LMND mendesak Gubernur NTB segera turun tangan dengan membentuk tim evaluasi independen untuk mengaudit seluruh proses penyelenggaraan PORPROV XII sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja KONI NTB.

“Pemerintah tidak boleh hanya menjadi penonton. Gubernur harus hadir, mengambil sikap tegas, dan membersihkan persoalan yang selama ini menjadi sumber konflik dalam olahraga NTB,” tegas Arif.

Arif memperingatkan bahwa kegagalan melakukan pembenahan akan menjadi ancaman serius bagi masa depan olahraga NTB, termasuk terhadap persiapan menuju PON 2028.

“Jangan sampai PORPROV XII dikenang sebagai bukti kegagalan tata kelola olahraga NTB. Jika tidak ada evaluasi dan perbaikan yang serius, maka publik berhak mempertanyakan kesiapan NTB menjadi tuan rumah PON 2028 dan kami menolak PON 2028,” pungkasnya.

Redaksi |

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Intensifkan Komsos, Ajak Warga Jaga Kerukunan dan Keamanan Lingkungan


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id 24 Juli 2026 – Para Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) di wilayah desa binaan masing-masing pada Jumat (24/7/2026). Kegiatan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.

Di Desa Jia, Kecamatan Sape, pada pukul 09.00 WITA, Babinsa Serma Nasruddin menggelar Komsos bersama warga. Dalam kesempatan tersebut, ia mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, menjaga komunikasi yang baik, serta menghindari tindakan yang dapat memicu perselisihan maupun pertengkaran. Ia juga mengingatkan agar setiap permasalahan yang muncul segera dilaporkan kepada aparat atau pemerintah desa untuk diselesaikan secara baik dan sesuai aturan.

Sementara itu, di Desa Melayu, Kecamatan Lambu, pukul 09.30 WITA, Babinsa Sertu Jafar mengajak warga untuk saling menghargai dan menjaga keharmonisan dalam kehidupan bertetangga. Ia juga mengimbau para orang tua agar terus membimbing dan mengawasi putra-putrinya agar tidak terlibat dalam perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan.




Pada pukul 09.40 WITA, Babinsa Desa Lanta Barat, Serka Sahlan yang bertugas di Posramil Lambu Koramil 1608-03/Sape, melaksanakan Komsos dengan menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Ia mengajak warga untuk memperkuat semangat gotong royong, saling membantu dalam setiap kegiatan, serta mengedepankan musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan setiap persoalan yang terjadi di lingkungan.

Selanjutnya, pukul 10.00 WITA, Babinsa Desa Sangia, Sertu Syaifullah, melaksanakan Komsos dengan warga sebagai upaya mempererat hubungan silaturahmi antara TNI dan masyarakat. Menurutnya, komunikasi yang baik dapat memperkuat rasa kebersamaan, saling menghormati, serta menciptakan kehidupan yang rukun di tengah lingkungan masyarakat.

Melalui kegiatan Komunikasi Sosial yang dilaksanakan secara rutin, Koramil 1608-03/Sape berharap terjalin hubungan yang semakin harmonis antara Babinsa dan masyarakat, sehingga tercipta situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di wilayah binaan.(Team.MDG.03)

Realisasi PAD Kota Bima Tumbuh 17 Persen, Pemkot Minta OPD Genjot Pendapatan Semester II


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Pemerintah Kota Bima mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada semester pertama 2026 mencapai Rp. 47,636 miliar atau 44,66 persen dari target tahunan sebesar Rp. 106,654 miliar. Capaian tersebut tidak hanya melampaui target semester pertama yang dipatok sekitar 40 persen, tetapi juga menunjukkan pertumbuhan penerimaan sebesar 17,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Juru Bicara Pemerintah Kota Bima, Dr. Muhammad Hasyim, mengatakan capaian itu menjadi indikator positif bahwa kinerja pengelolaan pendapatan daerah bergerak ke arah yang lebih baik. Namun, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan besar untuk memenuhi target hingga akhir tahun.

"Realisasi semester pertama menunjukkan tren yang menggembirakan. Dibandingkan semester pertama 2025, penerimaan PAD meningkat sekitar Rp6,942 miliar atau 17,06 persen. Ini menjadi modal penting, tetapi belum cukup. Masih diperlukan kerja yang lebih intensif agar target PAD tahun 2026 dapat tercapai," kata Muhammad Hasyim, pada Rabu (22/7/2026).

Menurut dia, hingga akhir Juni 2026 pemerintah daerah masih harus mengejar penerimaan sekitar Rp59,018 miliar, atau sekitar 60 persen dari target tahunan.

Data Pemerintah Kota Bima menunjukkan, dua sumber pendapatan terbesar masih berasal dari Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Realisasi Pajak Daerah mencapai Rp19,369 miliar atau 48,50 persen dari target Rp39,934 miliar. Angka tersebut tumbuh sekitar 24,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, penerimaan dari Retribusi Daerah mencapai Rp25,823 miliar atau 45,40 persen dari target Rp56,877 miliar. Secara nominal, sektor ini menjadi penyumbang terbesar PAD semester pertama dengan kontribusi sekitar 54,21 persen terhadap total penerimaan dan mengalami pertumbuhan 38,34 persen dibandingkan semester pertama 2025.

Muhammad Hasyim menilai peningkatan tersebut mencerminkan semakin optimalnya pengelolaan potensi pendapatan daerah oleh organisasi perangkat daerah (OPD). Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pekerjaan sesungguhnya berada pada semester kedua.

"Pemerintah Kota Bima meminta seluruh OPD pengampu pendapatan terus memperkuat koordinasi, meningkatkan inovasi pelayanan, serta mengoptimalkan seluruh potensi objek dan subjek pendapatan daerah. Setiap peluang penerimaan harus dimanfaatkan secara maksimal tanpa mengabaikan prinsip transparansi dan akuntabilitas," ujarnya.

Adapun penerimaan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan baru terealisasi sekitar Rp4,47 juta, sedangkan kelompok Lain-lain PAD yang Sah mencapai Rp2,438 miliar atau 31,09 persen dari target.

Secara keseluruhan, Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mendominasi penerimaan PAD Kota Bima dengan nilai kumulatif Rp45,193 miliar, atau sekitar 94,87 persen dari total realisasi PAD hingga 30 Juni 2026.

Muhammad Hasyim menegaskan optimalisasi PAD memiliki arti strategis bagi keberlanjutan pembangunan daerah. Menurut dia, meningkatnya pendapatan daerah akan memperkuat kemampuan fiskal Pemerintah Kota Bima dalam membiayai pembangunan dan pelayanan publik.

"Optimalisasi PAD bukan sekadar mengejar angka target. Pendapatan daerah yang meningkat akan memperkuat kemandirian fiskal Kota Bima, mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer, sekaligus memastikan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan sesuai rencana," pungkas dia.(Sekjend MDG)

Sekda Kota Bima Pimpin Rapat Koordinasi Penetapan Lokasi Disposal Material Galian Proyek Kolam Retensi Taman Ria dan Amahami


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bima, Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, M.E., memimpin rapat koordinasi terkait penggunaan lahan untuk disposal material hasil galian proyek pembangunan Kolam Retensi Taman Ria dan Amahami. Kamis (23/7/2026).

Rapat berlangsung di Ruang Rapat Sekda dan dihadiri oleh Asisten III, Plt. Inspektur, Kepala Bappeda, Kepala BPKAD, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perkim, Kasat Pol PP, Kabag Pemerintahan, Kabag Hukum, Kabag Umum, Plt. Kabid BMD BPKAD, Camat Mpunda, serta lurah terkait.

Dalam arahannya, Sekda menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bima pada prinsipnya mendukung pelaksanaan proyek strategis tersebut. Namun, penggunaan lahan sebagai lokasi disposal material hasil galian harus melalui kajian yang matang agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

"Kita sebagai pemerintah daerah tidak ada masalah, tetapi persoalan ini tidak sesederhana yang kita pikirkan. Saat ini banyak pertanyaan dari masyarakat mengenai lokasi pembuangan, bagaimana mekanisme pembuangannya, serta berapa volume material yang akan ditimbun. Karena itu perlu dilakukan pemetaan risiko secara menyeluruh," ujar Sekda.

Dalam rapat tersebut dibahas rencana lokasi disposal yang berada di kawasan eks Kantor Bupati dan eks Peternakan. Sekda menekankan bahwa sebelum lokasi ditetapkan, harus dipastikan terlebih dahulu aspek perizinan dan kesesuaiannya dengan rencana tata ruang.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya memperhatikan karakteristik lahan agar lokasi disposal tidak berada di kawasan rawan bencana maupun kawasan lindung. Upaya pengendalian lingkungan juga harus menjadi perhatian utama, termasuk penyediaan sistem drainase yang memadai, penerapan standar keselamatan kerja, serta penataan akhir lahan bekas disposal agar rapi, dipadatkan, dan dapat kembali menyatu dengan bentang alam.

"Semua langkah tersebut dilakukan untuk mencegah dampak kerusakan lingkungan dan menjaga kemaslahatan masyarakat," tegasnya.

Sekda juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat di sekitar lokasi disposal sehingga warga memperoleh informasi yang jelas mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut dan memahami manfaat maupun langkah-langkah mitigasi yang dilakukan.

Dalam rapat turut disampaikan permintaan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I agar proses penimbunan material dilakukan di kawasan eks Kantor Bupati karena lokasinya lebih dekat dengan area pembangunan Kolam Retensi Taman Ria sehingga dinilai lebih efektif dari sisi operasional.

Rapat koordinasi berlangsung dengan pembahasan lanjutan yang melibatkan seluruh perangkat daerah terkait guna memastikan lokasi disposal yang dipilih memenuhi aspek teknis, hukum, lingkungan, serta memberikan manfaat yang optimal bagi pembangunan Kota Bima.(Sekjend MDG)