Media Dinamika Global

Sabtu, 04 Juli 2026

Warga Dasan Geres Sebut Brigjen L. Iwan Sosok Dermawan, Publik Diminta Hormati Asas Praduga Tak Bersalah


Lombok Barat, Media Dinamika Global - Proses hukum yang menjerat Brigjen L. Muhammad Iwan Mahardan memantik perhatian publik. Namun, cerita berbeda justru datang dari warga Dasan Geres, Lombok Barat. Mereka mengenang sosok Sekretaris Deputi Promosi Badan Gizi Nasional (BGN) RI itu sebagai pribadi sederhana, mudah bergaul, dan aktif membantu lingkungan sekitar.

Brigjen L. Iwan, sapaan akrabnya, dikenal tak hanya saat menjalankan tugas sebagai pejabat negara. Di lingkungan tempat tinggal, ia kerap hadir dalam berbagai kegiatan sosial bersama warga tanpa membedakan latar belakang.

Lurah Dasan Geres, Umar Syarafudin, mengaku mengenal kedekatan Brigjen L. Iwan dengan masyarakat. Menurutnya, aktivitas sosial rutin terlihat sejak lama, mulai gotong royong, santunan anak yatim, hingga ibadah kurban.

"Ya betul, beliau adalah warga kami yang cukup aktif. Mulai dari gotong royong, santunan ke anak yatim hingga berkurban," kata Umar Syarafudin, Sabtu (4/7/2026).

Tak sebatas kegiatan lingkungan, rumah Brigjen L. Iwan juga sering menjadi tempat berkumpul warga lewat majelis syukuran maupun pengajian. Kegiatan berbagi kepada anak yatim dan membantu warga lanjut usia juga rutin digelar, sehingga hubungan dengan masyarakat terjalin cukup erat.

Kabar penetapan status tersangka kemudian membuat banyak warga mengaku terkejut. Rekam jejak sosial Brigjen L. Iwan selama tinggal di Dasan Geres masih lekat dalam ingatan masyarakat.

Pengamat politik dan hukum, Deni Hendrawan, S.H., M.H., mengingatkan publik agar tidak terburu-buru menjatuhkan penilaian. Menurutnya, status tersangka belum bisa dimaknai sebagai bukti seseorang bersalah secara hukum.

"Dalam sistem peradilan pidana, seseorang tetap harus dipandang tidak bersalah sampai ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Banyak perkara berakhir dengan putusan bebas setelah seluruh fakta diuji di persidangan," ujar Deni.

Ia mengajak masyarakat menghormati proses hukum yang sedang berjalan serta menjunjung asas praduga tak bersalah. Penilaian akhir, lanjutnya, sepenuhnya menjadi kewenangan pengadilan setelah seluruh rangkaian persidangan selesai.

Sementara proses hukum terus bergulir, kisah kedekatan Brigjen L. Muhammad Iwan Mahardan bersama warga Dasan Geres tetap hidup di tengah masyarakat. Bagi banyak tetangganya, kepedulian sosial dan kebiasaan berbagi menjadi bagian penting dari sosok yang mereka kenal selama ini.

Redaksi |

Cegah Keberangkatan 2 Calon Pekerja Migran Non-Prosedural ke Uni Emirat Arab


Mataram, Media Dinamika Global.id.-- KP2MI (3/7) Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Nusa Tenggara Barat (BP3MI NTB) bekerja sama dengan Direktorat Reserse Penanganan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Kepolisan Daerah (Polda) NTB melakukan pencegahan kepada dua calon pekerja migran berjenis kelamin perempuan yang diduga akan diberangkatkan secara non-prosedural ke Uni Emirat Arab Kamis malam, 2 Juli 2026.

Awalnya, korban yang merupakan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) melakukan pengaduan melalui website BP3MI NTB pada tanggal 2 Juni 2026. BP3MI NTB bersama Ditres PPA-PPO Polda NTB kemudian bergerak cepat mengamankan korban di sebuah rumah penampungan di daerah Gomong, Mataram.

Berdasarkan hasil pendalaman informasi, keduanya tersebut direkrut oleh seorang sponsor yang berasal dari Kabupaten Dompu. Masing-masing dari mereka telah menerima uang sebesar Rp9.000.000,- yang rencananya akan digunakan sebagai biaya keberangkatan. Perjalanan korban diawali dari pemberangkatan menggunakan bus jurusan Dompu-Mataram. Berdasarkan pesan dari pihak sponsor, setibanya di Terminal Mandalika Bertais, mereka akan dijemput di terminal tersebut dan dibawa ke rumah penampungan sementara yang berada di wilayah Gomong, Mataram.

Menurut Kadir, Kepala BP3MI NTB, yang juga memantau langsung pencegahan tersebut, tim kerja pelindungan BP3MI NTB berkoordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) bergerak cepat melakukan tindakan pencegahan dengan memfasilitasi penjemputan kedua korban dari rumah penampungan di Gomong untuk dipindahkan ke Shelter Polda NTB setelah adanya pengaduan. 

“Pengaduan ini kami tindaklanjuti dengan koordinasi erat bersama Unit PPA-PPO Polda NTB guna memfasilitasi proses penjemputan serta pengambilan keterangan lebih lanjut dari calon pekerja migran ini,” ungkap Kadir.

Dia juga menambahkan bahwa BP3MI NTB telah berkoordinasi dengan Disnakertrans Kab. Dompu guna menyampaikan seluruh perkembangan informasi, sekaligus mempersiapkan fasilitasi.(Sekjend MDG)

Tender SPAM Desa Ntonggu Rp1,6 Miliar Dimulai, Apakah Kontraktor Lokal Kembali Tersisih?


Opini, Media Dinamika Global.id.– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) resmi memulai proses tender proyek Peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jaringan Perpipaan di Desa Ntonggu, Kecamatan Palibelo. 

Paket pekerjaan yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2026 tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp1.645 miliar, dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) senilai Rp1.616 miliar.

Proyek itu bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan air minum yang layak melalui pembangunan instalasi pengolahan air serta perluasan jaringan perpipaan di Desa Ntonggu.

Pemerintah daerah menilai masih terdapat wilayah yang belum memperoleh pelayanan distribusi air bersih secara optimal sehingga pembangunan SPAM menjadi salah satu prioritas infrastruktur dasar.

Ruang lingkup pekerjaan mencakup pekerjaan persiapan, penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), pembangunan intake, bak pengolah, pemasangan jaringan perpipaan beserta aksesorinya, pekerjaan perlintasan, hingga pemasangan sambungan rumah bagi masyarakat penerima manfaat.

Data pengadaan menunjukkan proses pemilihan penyedia menggunakan metode tender pascakualifikasi dengan sistem harga terendah dan sistem gugur. Hingga penutupan pemasukan dokumen penawaran, paket tersebut diminati oleh 24 peserta, menunjukkan tingginya persaingan dalam memperebutkan proyek infrastruktur air bersih ini 

Sesuai jadwal, tahapan evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis, dan harga berlangsung hingga *

8 Juli 2026, yang sekaligus menjadi waktu penetapan pemenang tender.

 Apabila tidak terdapat sanggahan yang memengaruhi proses pengadaan, penandatanganan kontrak ditargetkan berlangsung pada 14–21 Juli 2026, sehingga pekerjaan fisik dapat segera dimulai.

Proyek SPAM Desa Ntonggu merupakan bagian dari pelaksanaan belanja infrastruktur Pemerintah Kabupaten Bima melalui skema tender.

 Berdasarkan Rencana Umum Pengadaan (RUP) APBD Tahun Anggaran 2026, total nilai pengadaan mencapai sekitar Rp450 miliar, dengan sekitar Rp48,7 miliar atau 13,1 persen dialokasikan melalui mekanisme tender yang terdiri atas 30 paket pekerjaan.

*Siapa Pemenang Tender?

Di sisi lain, hasil penelusuran Madisa Institut terhadap pelaksanaan tender pekerjaan konstruksi tahun 2025 menunjukkan kontraktor dari Kota Mataram dan Kota Bima masih mendominasi baik dari sisi jumlah maupun nilai proyek yang dimenangkan. Sebaliknya, perusahaan konstruksi lokal Kabupaten Bima hanya memperoleh porsi pekerjaan dengan nilai yang relatif kecil.

Kondisi tersebut menjadikan proses tender SPAM Desa Ntonggu menarik untuk dicermati. Apakah pola dominasi kontraktor luar daerah akan kembali berulang pada tahun ini, atau justru menjadi momentum bagi perusahaan lokal untuk meningkatkan daya saing dan memperoleh kepercayaan mengerjakan proyek strategis pemerintah daerah?

Proses tender SPAM Desa Ntonggu kini menjadi ujian nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bima dalam mewujudkan pengadaan yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan publik. Terutama ditengah dominasi kontraktor luar daerah.

Lebih dari sekadar menentukan pemenang, proyek senilai Rp1,645 miliar ini menjadi cerminan arah kebijakan pengadaan daerah. Seluruh prosesnya layak diawasi karena setiap rupiah anggaran yang digunakan berasal dari uang rakyat dan harus dipertanggungjawabkan kepada publik.(Sekjend MDG)

UNBIM Mengucapkan Selamat Hari Jadi Bima Ke-386

 



Buntut Anggota Polisi Gugur, Kapolri Instruksikan Sikat Habis Bandar Narkoba


Kalimantan Tengah, Media Dinamika Global.id.-- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajarannya untuk menindak tegas terukur kepada para bandar maupun gembong narkoba.

Hal tersebut diperintahkan Kapolri menyusul kasus meninggalnya anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhie Perdana Putra saat hendak menangkap dan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Katingan Tengah, Katingan, Kalimantan Tengah.

"Lakukan tindakan tegas terukur terhadap bandar atau gembong narkoba yang melawan upaya penegakan hukum. Apalagi membahayakan jiwa petugas atau masyarakat," ujarnya kepada wartawan, Jumat (3/7).

Sigit menyebut tindakan tegas terhadap seluruh bandar narkoba tersebut bertujuan untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia dari bahaya laten narkotika.

"Karena mereka (bandar narkoba) adalah penghancur generasi yang harus diberantas untuk menyelamatkan masyarakat dari dampak bahaya narkoba yang bisa merusak generasi masyarakat dan bangsa," jelasnya.

Terlebih, kata dia, Indonesia bakal menghadapi bonus demografi. Sehingga ia menegaskan seluruh generasi bangsa Indonesia harus dijaga dari bahaya dampak narkoba.

"Dalam menghadapi momentum bonus demografi yang harus betul-betul kita jaga bersama," tuturnya.

Sebelumnya Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan peristiwa kematian Aipda Yudhie terjadi pada Rabu (1/7) malam ketika Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.

Eko mengatakan hasil penyelidikan mengarah kepada seorang target operasi berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika. Selanjutnya sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi tersebut.

Setibanya di lokasi, tim dibagi menjadi dua kelompok dengan titik pertama melakukan penindakan di rumah target, sedangkan tim kedua bersiaga di lokasi lain sebagai unsur pendukung.(Sekjend MDG)

Kepala BLK Kota Bima Pimpin Gotong Royong Pembersihan Kantornya


Kota Bima Media Dinamika Global.id.-- Kegiatan gotong royong yang dipimpin oleh Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) kota bima merupakan salah satu inisiatif positif untuk membangun budaya kerja sama, meningkatkan kedisiplinan, dan memastikan lingkungan kerja tetap higienis. 

Melalui Media ini Kepala Balai Latihan Kerja Kota Bima Abdul Haris, S.Sos mengatakan Langkah ini juga menjadi teladan langsung dari pimpinan untuk memotivasi para pegawai agar lebih peduli terhadap fasilitas dan area pelayanan publik. beberapa aspek penting dan dampak dari kegiatan gotong royong di lingkungan perkantoran seperti BLK kota bima Menumbuhkan Solidaritas.


Kegiatan gotong royong BLK kota bima ini mempererat kebersamaan dan hubungan interpersonal antar staf, instruktur, dan pegawai di lingkungan BLK kota bima. Ujarnya

Lanjutnya,  Meningkatkan Membersihkan area kantor BLK kota bima, secara berkala mencegah penumpukan sampah dan meminimalisir risiko sarang penyakit.Optimalisasi Fasilitas: 

Pembersihan rutin memastikan sarana dan prasarana pelatihan di BLK kota bima tetap dalam kondisi optimal, aman, dan nyaman digunakan oleh para peserta didik.(Sekjend MDG)

Walikota Bima Buka Suara Soal Mutasi ASN


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Wali Kota Bima H. A. Rahman, SE akhirnya angkat bicara menanggapi tudingan nepotisme terkait mutasi sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bima yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.

Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Rahman mengaku merasa perlu memberikan klarifikasi setelah menerima berbagai pertanyaan dari masyarakat mengenai isu adanya keluarga dan istrinya yang disebut mendapat jabatan strategis di lingkungan Pemkot Bima.

Rahman menegaskan, sejak dilantik sebagai Wali Kota pada Februari 2025, dirinya telah disumpah untuk menjalankan pemerintahan sesuai aturan dan menjaga amanah masyarakat. Menurutnya, dalam menjalankan pemerintahan tidak ada perlakuan khusus bagi keluarga.

"Di meja kerja saya, tidak ada keluarga atau bukan keluarga. Ukurannya hanya benar atau salah. Yang berprestasi saya apresiasi, yang melanggar saya proses," tulis Rahman.

Ia juga menegaskan bahwa ASN harus dinilai berdasarkan kompetensi, integritas, dan kinerja, bukan karena hubungan keluarga. Bahkan, menurutnya, anggota keluarganya yang berstatus ASN justru diminta bekerja lebih keras agar mampu membuktikan profesionalisme.

Menjawab isu mengenai iparnya, Rahman menjelaskan bahwa dari 10 saudara perempuannya, hanya tiga yang menikah dengan ASN dan seluruhnya telah pensiun. Karena itu, ia membantah adanya ipar yang masih berstatus ASN maupun menjabat sebagai pejabat di lingkungan Pemkot Bima.

Terkait jabatan istrinya, Badrah Ekawati, Rahman menyebut sang istri telah menjadi PNS sejak 1993 atau sekitar 33 tahun sebelum dirinya menjabat sebagai kepala daerah. Ia mengatakan istrinya meniti karier dari staf biasa hingga menduduki jabatan struktural melalui proses pendidikan, uji kompetensi, dan penilaian kinerja.

Rahman juga menegaskan seluruh proses mutasi dan pelantikan pejabat telah melalui mekanisme Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), menggunakan sistem merit, serta memperoleh Persetujuan Teknis dari BKN sesuai ketentuan yang berlaku.

Meski menyadari tidak semua pihak akan menerima keputusan tersebut, Rahman menilai perbedaan pendapat merupakan bagian dari demokrasi. Ia menegaskan akan menjawab berbagai kritik melalui kinerja pemerintahan.

"Saya ingin kita membuka ruang seluas-luasnya bagi putra-putri terbaik Kota Bima. Jangan tanya dia anak siapa, tetapi apa yang bisa dia lakukan untuk kota ini," tulisnya.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah sorotan publik terhadap mutasi sejumlah pejabat Pemkot Bima yang sebelumnya memunculkan berbagai tanggapan, termasuk dugaan praktik nepotisme di lingkungan birokrasi.(Sekjend MDG)

DPR RI fraksi PKB Umi Mahdalena Silaturahmi dan Menyerahkan Bantuan kepada Warga BTN Grand City 1 Tolotongga


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Bantuan yang diberikan berupa Terof sebanyak 2 Lokal, Kursi Plastik Sebanyak 100 buah, 2 Buah Karpet Musholah, uang tunai untuk pembangunan musholah Sebesar Rp. 25.000.000, serta 60 Paket Sembako.

Dalam kesempatan ini Hj. Mahdalena, S.S., M.M juga berpesan "semoga bantuan ini dapat bermanfaat untuk kemaslahatan warga, juga terciptanya musholah yang nyaman untuk jadikan sebagai sarana ibadah.


Karaeng Lahila (salah satu warga BTN Grand City 1 Tolotongga) saat diwawancarai via whatsAPP mengapresiasi sekaligus berterima kasih atas kunjungan dan bantuan dari Hj. Mahdalena, S.S., M.M, warga kini sangat-sangat terbantu atas bantuan tersebut, dengan bantuan ini warga kini sudah tidak mengeluarkan biaya dalam hal penyewaan Terof dan Kursi pada saat hajatan atau kegiatan sosial lain. Dilain hal donasi pembangunan dan perbaikan Musholah dari beliau juga sangat membantu untuk menciptakan tempat ibadah yang nyaman dan aman untuk beribadah.(Sekjend MDG)

OTT, Kodim 1608/Bima Berhasil Amankan Dua Pengedar Sabu dan Barang Bukti

Kedua Terduga Pelaku Diapit TNI, (Ist/Surya)

Bima, Media Dinamika Global – Komitmen Kodim 1608/Bima dalam mendukung pemberantasan peredaran narkotika kembali dibuktikan melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar di  Desa Tangga, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Sabtu (4/7/2026). Dalam operasi tersebut, dua orang yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu berhasil diamankan beserta sejumlah barang bukti.

Operasi dipimpin langsung oleh Pasi Intel Kodim 1608/Bima, Kapten Inf. Bambang Herwanto, bersama personel gabungan Koramil 1608-07/Monta. Pengungkapan kasus ini merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang menginformasikan adanya dugaan aktivitas transaksi narkoba di wilayah Desa Tangga.

Dandim 1608/Bima melalui Pasi Intel Kapten Inf. Bambang Herwanto menjelaskan, setelah menerima informasi tersebut, Babinsa setempat melakukan koordinasi secara berjenjang dengan Kodim 1608/Bima sebelum dilakukan pendalaman.

"Menindaklanjuti laporan masyarakat, Babinsa melakukan koordinasi secara berjenjang. Setelah informasi dinilai cukup, tim bergerak menuju lokasi untuk melakukan operasi," ujarnya.

Dari hasil operasi, petugas mengamankan dua terduga pelaku berinisial DRP (30) dan APM (19). Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan empat klip yang diduga berisi narkotika jenis sabu dengan berat kotor 1,07 gram.

Selain itu, turut diamankan uang tunai sebesar Rp707.000, tiga unit telepon genggam, dua korek api, dua sedotan yang telah dimodifikasi, satu tas kecil, satu dompet, serta satu bendel plastik klip kosong yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas peredaran narkotika.

"Kedua terduga pelaku beserta barang bukti kemudian diamankan ke Makodim 1608/Bima untuk menjalani pemeriksaan awal," jelas Kapten Bambang.

Selanjutnya, kedua terduga pelaku dan Barang Bukti diserahkan kepada Kanit Narkoba Polres Bima, Bripka Fikri Rahman, guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Satresnarkoba Polres Bima kemudian melakukan penimbangan dan pengujian terhadap barang bukti menggunakan testing kit. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel positif mengandung narkotika jenis sabu dengan berat bersih mencapai 0,47 gram.

Kodim 1608/Bima menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemberantasan narkoba sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat agar aktif memberikan informasi kepada aparat apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan masing-masing.

"Pengungkapan ini bertujuan mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan narkotika, melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba, serta menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan bebas dari narkotika," pungkas Kapten Inf. Bambang Herwanto.

Keberhasilan pengungkapan kasus ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan Polri dalam upaya memberantas peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Bima.

Redaksi |

Walikota Bima Sukses Membuka STQ Penana'e Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Dana Minim Bukan Halangan, STQ Penana’e 2026 Sukses Dibuka, Walikota Bima Acungkan Jempol untuk Semangat Gotong Royong Warga Wenggo

Ada yang berbeda di Lingkungan Wenggo, Kelurahan Penana’e, pada Sabtu malam (4/7/2026). Sejak pukul 20.00 WITA, suasana tampak begitu hidup dan sakral. Ratusan warga tumpah ruah menghadiri pembukaan Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) tingkat Kelurahan Penana’e tahun 2026 yang dijadwalkan akan berlangsung selama tiga hari ke depan.

Kemeriahan Pra-Acara dan Pidato Berapi-api

Kemeriahan acara sudah terasa sejak awal lewat penampilan pra-acara yang memukau dari tim Kasidah Rebana TPQ Baburahman. Di bawah bimbingan telaten dari Bibi Sei, lantunan selawat dan tabuhan rebana anak-anak TPQ berhasil menghipnotis warga yang hadir, sekaligus menyuntikkan nuansa religius yang kental sebelum acara inti dimulai.

Namun, yang paling mencuri perhatian adalah pidato dari sang Ketua Panitia yang juga merupakan Ketua RW setempat. Dengan suara lantang dan penuh semangat yang berapi-api, ia membakar motivasi seluruh warga yang hadir.

Kesuksesan acara malam itu tak lepas dari kerja keras panitia yang dikawal ketat oleh para mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Bima (UM Bima) serta dukungan penuh dari seluruh masyarakat Wenggo dan Kelurahan Penana’e secara keseluruhan. 

Sinergi ini membuat seluruh rangkaian acara pembukaan berjalan dengan sangat khidmat dan tertib.

Respon Walikota Bima: Dana Sedikit Itu Luar Biasa!

Hadir langsung untuk meresmikan acara, Walikota Bima, H. Arahman H. Abidin S.E, tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya. Di hadapan warga, pria yang akrab disapa Aji Man ini memberikan reaksi yang sangat positif atas terselenggaranya STQ ini.

"Good aja! STQ ini kenapa luar biasa? Karena biasanya dengan anggaran sekitar 30 juta itu terhitung sedikit, tapi semangat gotong royong warga di sini yang perlu kita acungin jempol, ujar H. Arahman dengan raut wajah bangga.

Walikota menekankan bahwa esensi utama dari kesuksesan acara ini bukanlah kemewahan anggaran, melainkan besarnya komitmen dan kolaborasi tingkat rumput akar.

"Semangat Pak RW-nya, semangat tokoh-tokohnya, semangat Pak Lurahnya. Dengan semangat itulah sehingga ini bisa terlaksana dengan baik. Kalau dana banyak (lalu acara sukses) itu biasa. Tapi kalau dana sedikit itu baru luar biasa! Dengan semangat seperti inilah kita bisa membangun Kota Bima ini ke depan," tambah Walikota.

Di akhir sambutannya, H. Arahman menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada Pak Lurah Penana'e Adhar Hajhairin S.Pd, Ketua Panitia (Pak RW), mahasiswa KKN UM Bima, serta seluruh lapisan masyarakat yang telah membuktikan bahwa keterbatasan dana tidak menjadi penghalang untuk menggaungkan syiar Al-Qur'an di Kota Bima.


Acara kemudian dilanjutkan dengan pengetukan gong/simbolis pembukaan STQ oleh Walikota, menandai dimulainya kompetisi mulia tersebut selama tiga hari ke depan.

Penulis: Oriza Sativa Nabatiyah Amiruddin~Wartawati MDG