Media Dinamika Global

Senin, 11 Mei 2026

Bupati Melalui Wakil Bupati Bima Hadiri Peresmian Gedung SDN Inpres Sowa Soromandi


Soromandi. Media Dinamika Global.Id.- Alhamdulillah dapat kunjungan dari bapak wakil Bupati Bima untuk peresmian Gedung Sekolah SDN Sowa Desa Kananta Kec. Soromandi. Kab. Bima Propinsi NTB. Kegiatan ini sengaja dilakukan agar Mutu Pendidikan makin hari makin meningkat. Selain itu, Kesejahteraan Dunia pendidikan perlu didukung oleh sarana dan prasarana yang cukup sehingga Siswa dan Guru merasa nyaman, aman dan lancar. Senin, 11 Mei 2025

Pantauan langsung Media ini, Nampak Hadir Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidin bersama Rombongan nya, Camat dan Wakil Camat Soromandi bersama Jajarannya, Kepala Sekolah SDN Inpres Sowa Muhtar, S.Pd dan Jajarannya, Para Kepala Sekolah lainnya serta Dewan Guru dari Berbagai Sekolah yang ada di Kecamatan Soromandi.

Kepala Sekolah SDN Inpres Sowa Muhtar pada Media ini mengatakan bahwa Rungan yang direhabilitasi atau renovasi itu adalah Ruangan Perpustakaan/Laboratorium yang berada di atas ruangan Sekolah ini.

Ruangan ini, sengaja di perbaiki setelah beberapa tahun tidak digunakan lagi, lalu kemudian kami mengajukan Proposal Permohonan Renovasi dan Alhamdulillah hari ini, kami semua mengundang Bapak Wakil Bupati Bima untuk meresmikan Ruangan kami ini. Ujarnya

Kemudian dengan Kehadiran dari Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidin ini tentunya kami sangat berterima kasih sekali, sebab selama ini sekolah kami belum pernah dikunjungi oleh Pihak Pemerintah Daerah selama puluhan tahun ini, jadi baru kali ini saja.

Yang terakhir, kami mewakili Guru-guru yang ada di SDN Inpres Sowa ini mengucapkan Permohonan maaf, apabila dalam Pelayanan kami tidak sesuai dengan status Sosial dan lainnya. Maka sekali lagi kami Ucapkan Permohonan maaf yang tak terhingga. Pungkasnya

Hal senada disampaikan oleh Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidi dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pada hari ini sebenarnya Bapak Bupati Bima Ady Mahyudi juga maunya ikut hadir tetapi ada sesuatu hal yang sangat penting dikerjakan dan tidak bisa di wakilkan.

Oleh karena itu, biarlah saya yang akan mewakilinya, ya saya melihat SDN Inpres Sowa ini banyak peningkatan nya terutama SDMnya mulai dari Disiplin Guru, Murid hingga Sarana dan Prasarananya sudah ada perubahan yang signifikan sehingga pada hari ini kami sangat bangga sekali.

"Semoga Sekolah tersebut bisa ditingkatkan lagi, baik SDMnya maupun Sarana dan Prasarananya sehingga Peserta didik saat belajar merasa sangat nyaman sekali, dan Asri". Tuturnya

Yang terakhir saya berharap agar Pendidikan ini, terus ditingkatkan lagi, meskipun kami berdua(Bupati dan wakil Bupati Bima) baru menjalankan Tugas selama 1 tahun lebih ini. Tetapi yakin saja bahwa kami berdua tetap bertekad untuk memajukan dunia pendidikan karena orang sangat butuh pendidikan. Harapnya.(Team).

Erwin Jayadi S.H, Kuasa Hukum Ais Setiawati Lakukan Klarifikasi Terkait Perkara Kliennya di Bareskrim Mabes Polri


Mataram. Media Dinamika Global.Id.- Kuasa Hukum Tegaskan Ais Setiawati Bukan Bendahara Jaringan Narkoba terkait Kasus dugaan tindak pidana narkotika yang menyeret nama Didit Putra Kuncoro eks Kapolres Bima kota, Maulangi eks Kasat Narkoba beserta Yang lainnya kini memasuki babak baru.

"Erwin Jayadi, S.H kuasa Hukum Ais Setiwati dari Kantor Hukum SLO 101,  membantah keras keterlibatan klien nya dalam jaringan narkotika, terutama tudingan yang menyebut bahwa kliennya berperan sebagai bendahara bagi tersangka utama, Koko Erwin alias Erwin Iskandar.

​"Erwin Jayadi S.H Menyampaikan, Klien kami hanyalah korban manipulasi keadaan, Tegas nya Pada saat diwawancarai Oleh awak media ini.

"Menurutnya, hubungan antara Ais dan Koko Erwin murni bersifat personal di masa lalu, bukan hubungan bisnis gelap. Mereka merupakan pasangan suami istri nikah sirih di masa lalu, dan sudah bercerai namun memiliki satu orang anak. Hasil dari hubungan mereka tanpa ada ikatan pasti secara hukum.


"Kami mengklaim bahwa Ais Setiawati sama sekali tidak terlibat dalam jaringan narkotika ini. Apalagi jika dikaitkan dengan aliran dana atau tindak pidana pencucian uang (TPPU). Tuduhan sebagai bendahara itu sama sekali tidak benar, tegas Erwin.

"Erwin mengungkapkan bahwa Ais dan Koko Erwin pernah memiliki hubungan emosional sekitar 15 tahun yang lalu. Dari hubungan tersebut, mereka dikaruniai seorang anak perempuan yang kini berusia sekitar 16 atau 17 tahun. Meski telah berpisah lama, Koko Erwin masih berkomunikasi dengan dalih bertanggung jawab atas kebutuhan sang anak.

​Kedekatan inilah yang diduga dimanfaatkan oleh Koko Erwin. 

"Erwin mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa dari empat rekening bank atas nama Ais Setiawati, hanya satu rekening (BNI) yang benar-benar dikuasai dan digunakan oleh Ais untuk keperluan sehari-hari.


"Tiga rekening lainnya, beserta kartu ATM-nya, justru dipegang dan dikendalikan sepenuhnya oleh Koko Erwin. Jadi, meskipun rekening itu atas nama Ais, klien kami tidak tahu-menahu soal lalu lintas uang di dalamnya, tambahnya.

"Terkait temuan aliran dana sebesar kurang lebih Rp 729 juta dalam kurun waktu delapan bulan, tim kuasa hukum menjelaskan bahwa Ais memang sempat mengetahui adanya uang masuk ke rekening BNI miliknya. Namun, setiap kali dana tersebut masuk, Koko Erwin langsung menghubungi Ais dan memintanya untuk segera mentransfer kembali uang tersebut ke rekening lain. Bebernya.

​"Klien kami tidak tahu asal-usul uang itu. Dia hanya diminta tolong untuk transfer balik. Ada juga dana sekitar Rp 120 juta yang memang diberikan Koko Erwin dan itupun ditransfer langsung ke rekening Developer untuk pembayaran rumah  bagi anak mereka. Itu murni untuk urusan anak, karena Koko Erwin merasa bersalah telah menelantarkan anak nya. Maka lewat itulah Koko Erwin bisa menebus kesalahannya selama ini,  jelas Erwin.


"​Pihak kuasa hukum berharap masyarakat dan aparat penegak hukum melihat posisi Ais secara jernih sebagai korban, bukan sebagai pelaku aktif dalam sindikat narkoba maupun pencucian uang. (Tim)

Wali Kota Bima Ingatkan: Dana BOS dan BOP 2026 Harus Dikelola Jujur, Terbuka dan Sesuai Aturan


KOTA BIMA,Mediadinamikaglobal.id - Pemerintah Kota Bima menggelar Rapat Koordinasi Pengelolaan Dana BOS dan BOP Tahun 2026 tingkat TK, SD dan SMP Negeri se-Kota Bima yang berlangsung di Aula Maja Labo Dahu.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Bima H. A. Rahman, SE, didampingi Sekretaris Daerah, Plt. Inspektur, Kepala BPKAD, Kepala Dinas Dikpora, Koordinator Pengawas Pendidikan beserta jajaran, serta seluruh kepala sekolah TK, SD dan SMP Negeri se-Kota Bima.

Dalam arahannya, Wali Kota Bima menyampaikan rasa bahagia dapat bersilaturahmi langsung dengan keluarga besar dunia pendidikan di Kota Bima yang menurutnya selalu menghadirkan aura positif dan semangat dalam membangun generasi daerah.

Wali Kota juga menegaskan bahwa tata kelola keuangan daerah setiap tahun semakin ketat sehingga dibutuhkan integritas dan tanggung jawab tinggi dari seluruh kepala sekolah maupun bendahara dalam pengelolaan dana pendidikan.

“Saya berharap kepala sekolah dan bendahara memiliki integritas yang kuat, serta seluruh pengeluaran benar-benar dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Wali Kota.

Menurutnya, kepala sekolah saat ini harus mampu menghadapi berbagai tantangan dan pengawasan, baik secara internal maupun eksternal. Karena itu, rapat koordinasi tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan sekolah.

Wali Kota juga mengingatkan bahwa ruang fiskal Pemerintah Kota Bima pada tahun 2026 semakin terbatas dibanding tahun sebelumnya. Namun demikian, pemerintah daerah tetap berupaya memberikan perhatian besar terhadap dunia pendidikan, khususnya para guru.

“Meskipun ruang fiskal semakin terbatas, kami tetap berupaya mengutamakan guru serta peningkatan mutu pendidikan dan kompetensi tenaga pendidik,” ujarnya.

Ia juga menekankan agar dana BOS dan BOP benar-benar dimanfaatkan secara tepat sasaran untuk mendukung kualitas pembelajaran, kebutuhan sekolah serta peningkatan mutu pendidikan di Kota Bima.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Bima berharap pengelolaan dana pendidikan ke depan semakin transparan, profesional dan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan daerah. (MDG05) 

Tidak Pernah Masuk Sekolah Sekali Pun, Baru Datang Pas Ujian" – Penjelasan Tegas Kepsek Soal Siswa Tak Lulus

Foto : Kepsek SMAN 1 Wawo
Irwan, S. Pd

BIMA,Mediadinamikaglobal.id – Isu mengenai sejumlah siswa SMAN 1 Wawo yakni sebanyak empat siswa yang dinyatakan tidak lulus ujian sempat memicu pertanyaan dan kekecewaan di kalangan orang tua maupun masyarakat. Menanggapi hal itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Wawo Irwan, S. Pd yang didampingi langsung Wakasek Kesiswaan Abdul Munir, S. Pd memberikan penjelasan tegas dan gamblang terkait alasan utama di balik keputusan tersebut, sekaligus membongkar fakta di balik rendahnya capaian hasil belajar para siswa yang bersangkutan.

Dalam pernyataannya, Irwan, S. Pd menegaskan bahwa ketidaklulusan itu bukan terjadi tanpa alasan yang jelas, melainkan murni karena ketidakhadiran siswa dalam seluruh proses pendidikan yang berlangsung. Berdasarkan data kehadiran dan administrasi sekolah yang lengkap, tercatat bahwa para siswa tersebut sama sekali tidak terlibat dalam kegiatan pembelajaran.

“Artinya, anak-anak yang tidak lulus ini tidak pernah masuk sekolah satu kali pun untuk mengikuti proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Mereka tiba-tiba hadir saat ujian akhir sekolah saja,” ujar Kepala Sekolah dengan nada tegas saat dikonfirmasi awak media ini. Senin (11/5/2026). 

Ia menjelaskan, aturan penilaian dan kelulusan pendidikan tidak hanya didasarkan pada hasil ujian akhir semata, melainkan merupakan akumulasi dari kehadiran, partisipasi, tugas harian, penilaian tengah semester, hingga penguasaan materi selama satu tahun ajaran. Karena tidak pernah mengikuti pembelajaran dari awal hingga akhir, secara otomatis syarat-syarat kelulusan tidak dapat terpenuhi, terlepas dari seberapa pun hasil yang mereka peroleh saat ujian.

“Bagaimana mungkin kami bisa meluluskan siswa yang tidak pernah kami ajar, tidak pernah mengerjakan tugas, tidak pernah berinteraksi dengan guru dan teman sekelas? Kelulusan itu bukti bahwa siswa sudah melalui proses, memahami materi, dan memenuhi standar kompetensi. Kalau tidak pernah hadir, proses itu tidak ada, jadi syarat lulus pun tidak terpenuhi,” tambahnya.

Irwan, S. Pd juga menyayangkan sikap sebagian orang tua yang justru menyalahkan sekolah, padahal pihaknya sudah berulang kali berupaya menghubungi dan mengundang serta pemanggilan secara langsung kepada siswa serta wali murid untuk datang ke sekolah, namun tidak mendapat tanggapan. Surat pemberitahuan ketidakhadiran juga sudah dikirimkan, namun tidak ada respons hingga pelaksanaan ujian tiba.

“Kami sudah berusaha maksimal. Guru sudah mencatat, sudah melapor, sudah mengirim surat panggilan. Tapi kalau siswanya tidak mau datang, orang tuanya pun tidak merespons, apa lagi yang bisa kami lakukan? Sekolah ini tempat belajar, bukan tempat mencetak ijazah bagi yang tidak mau berproses,” tegasnya.

Lanjutnya, salah satu dari keempat siswa yang tidak lulus tersebut, diketahui sudah menikah sebelum ujian berlangsung. Sesuai dengan aturan tata tertib didunia pendidikan, perilaku siswa ini tidak diperbolehkan untuk diluluskan pada sekolah yang bersangkutan. 

Ketika ditanya, mengenai ada salah satu keluarga siswa yang tidak lulus pernah mengajukan surat pemindahan namun tidak ditanggapi pihak sekolah.  kepsek SMAN 1 Wawo mengungkap bahwa pihak sekolah tidak ada menerima permohonan itu. 

"Kami pihak sekolah menyatakan tidak ada . Kalau memang benar adanya seperti itu, tolong katakan kapan, dimana, kepada siapa?, berulang kali ucapkan tidak ada," ucapnya. 

Penjelasan ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat terutama di platform media sosial yang saat ini sedang viral, yang sebagiannya menuduh sekolah terlalu ketat atau tidak adil. Kepala Sekolah SMAN 1 Wawo Irwan, S. Pd menegaskan bahwa keputusan yang diambil sudah sesuai peraturan perundang-undangan dan pedoman penilaian pendidikan yang berlaku, serta didukung data administrasi yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia kembali mengingatkan kepada seluruh orang tua bahwa tanggung jawab kehadiran anak di sekolah adalah hal mendasar. Pendidikan adalah kerja sama, dan keberhasilan anak sangat bergantung pada dukungan keluarga agar anak mau hadir, belajar, dan berpartisipasi aktif.

“Jangan sampai anak hanya datang saat ujian saja, tapi tidak tahu apa yang dipelajari. Itu sama saja merugikan masa depan anak itu sendiri. Kami tetap membuka kesempatan bagi mereka untuk mengikuti program perbaikan atau pendaftaran ulang, asalkan mau mengikuti seluruh proses belajar dengan benar dan disiplin,” pungkas Irwan, S. Pd. (MDG05) 

APBDes Desa Leu Diduga Fiktif, ALAMTARA Seret Kasus ke Inspektorat NTB

ALAMTARA saat laporkan di Inspektorat NTB, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global -  Aroma dugaan penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) serta Laporan Keterangan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LKPPD) Tahun 2025 di Desa Leu, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, mulai menyeruak ke publik. Aksi Mahasiswa Leu Mataram yang tergabung dalam ALAMTARA secara resmi melaporkan dugaan tersebut ke Inspektorat Wilayah Nusa Tenggara Barat pada Senin, 11 Mei 2026.

Laporan bernomor “001/E/PELAPORAN-PENGADUAN/05/2026” itu memuat tuntutan agar dilakukan audit investigatif terhadap pengelolaan APBDes dan penyusunan LKPPD Desa Leu yang diduga sarat manipulasi serta penyimpangan administrasi.

Imam Sofian menegaskan, dana desa yang semestinya menjadi instrumen pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, justru diduga berubah fungsi menjadi “ladang kesejahteraan” bagi oknum pemerintah desa.

“Dana desa yang seharusnya dimanfaatkan untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat, justru diduga menjadi dana kesejahteraan pemerintah desa,” tegas Imam Sofian.

ALAMTARA mengaku menemukan banyak kejanggalan berdasarkan observasi dan analisis terhadap dokumen APBDes maupun LKPPD Tahun 2025. Mereka menduga adanya keterlibatan aparatur desa yang secara sadar dan terorganisir melakukan praktik penyalahgunaan anggaran.

Ironisnya, Desa Leu selama ini dikenal memiliki citra sebagai desa maju di wilayah Kecamatan Bolo. Namun di balik citra tersebut, ALAMTARA menilai terdapat dugaan praktik “kejahatan administrasi” yang sengaja ditutupi rapat-rapat.

“Desa Leu dikenal maju, tapi justru diduga menyimpan banyak persoalan serius dalam pengelolaan APBDes dan penyusunan LKPPD fiktif,” ungkap pernyataan ALAMTARA.

Mereka juga menuding adanya manipulasi laporan yang diduga dilakukan untuk menutupi kesalahan pengelolaan anggaran desa. Karena itu, ALAMTARA meminta Inspektorat NTB tidak bermain-main dalam menangani laporan tersebut.

M. Rizkikal Aulia menegaskan bahwa hukum tidak boleh tunduk pada kekuasaan ataupun jabatan.

“Tidak ada yang kuat di mata hukum, tidak ada yang istimewa di mata hukum. Jika melakukan kesalahan, maka wajib diadili seadil-adilnya,” tegasnya.

ALAMTARA turut memperingatkan Inspektorat Wilayah NTB agar serius membongkar dugaan penyimpangan yang terjadi, khususnya di Desa Leu, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima.

Mereka bahkan mengancam akan menggelar gelombang aksi demonstrasi jika laporan tersebut tidak ditindaklanjuti secara serius.

“Jika laporan ini tidak ditindaklanjuti, maka akan lahir gelombang-gerakan besar di depan kantor Inspektorat Wilayah Nusa Tenggara Barat,” tutupnya.

Pihak-pihak terkait belum bisa dikonfirmasi hingga berita diterbitkan.

Redaksi |

Wali Kota Bima Resmi Buka Festival Taman Kodo 2026, Hidupkan Ruang Publik dan Ekonomi Masyarakat

Foto : Walikota Bima H. A. Rahman, SE

KOTA BIMA,Mediadinamikaglobal.id - Suasana meriah dan penuh antusiasme masyarakat mewarnai Pembukaan Festival Taman Kodo Tahun 2026 yang digelar di kawasan RTP Taman Kodo pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Bima H. A. Rahman, SE, didampingi seluruh staf ahli, para asisten, kepala OPD, kepala bagian, camat dan lurah se-Kota Bima.

Sebelum acara inti dimulai, masyarakat disuguhkan berbagai penampilan seni dan budaya yang memeriahkan suasana, di antaranya penampilan akustik dari UKM PEMS (Persatuan Mahasiswa Seni) Bima, tarian penyambutan Wura Bongi Monca dari SDN 47 Kota Bima, fashion show oleh Kosambo Modeling Class, hingga penampilan marawis Doro Lawa Kodo.

Dalam laporan panitia sekaligus inisiator kegiatan disampaikan bahwa Festival Taman Kodo digagas sebagai upaya menghidupkan kembali RTP Taman Kodo sekaligus menumbuhkembangkan nilai ekonomi masyarakat melalui kegiatan berbasis komunitas dan ruang publik.

Panitia berharap festival tersebut dapat terus berlanjut dan menjadi agenda bersama yang mendapat dukungan seluruh masyarakat serta pemerintah daerah.

Sementara itu, dalam sambutannya, Wali Kota Bima menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Kodo atas inisiatif dan semangat kebersamaan dalam menyelenggarakan festival tersebut.

“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Kodo. Festival ini adalah contoh nyata kegiatan yang digagas dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat,” ujar Wali Kota.

Menurutnya, Festival Taman Kodo bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi ruang silaturahmi, kreativitas dan penguatan identitas sosial masyarakat.

Wali Kota menegaskan bahwa pembangunan Kota Bima membutuhkan semangat dan keinginan bersama, meskipun di tengah keterbatasan fiskal daerah. Ia menyebut festival tersebut sebagai bukti nyata dari perjuangan dan mimpi bersama masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menyampaikan rencana Pemerintah Kota Bima untuk melakukan revitalisasi RTP Taman Kodo dan Lapangan Pahlawan pada tahun 2027 mendatang.

“Festival seperti ini menjadi contoh nyata pembangunan berbasis komunitas. Membangun ekonomi lokal, memperkuat UMKM, menghidupkan ruang publik serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah,” ungkapnya.

Wali Kota juga meminta seluruh OPD untuk terus berkolaborasi mendukung kegiatan masyarakat melalui event-event kreatif yang mampu menjadi ruang tumbuh bagi ekonomi dan kreativitas warga.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan resmi Festival Taman Kodo 2026 oleh Wali Kota Bima dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim.

Festival berlangsung meriah dengan antusiasme masyarakat yang tinggi serta diharapkan mampu menjadi ruang positif bagi pengembangan seni, budaya, UMKM dan aktivitas sosial masyarakat Kota Bima. (MDG05)  

SDN Inpres Ntori: 13 Siswa Ikuti Ujian SAF, Kepala Sekolah Jelaskan Jadwal dan Mekanisme Pelaksanaan

Foto : Peserta ujian SDN Inpres Ntori

BIMA,Mediadinamikaglobal.id – Sebanyak 13 peserta didik di SD Negeri Inpres Ntori resmi mengikuti kegiatan Ujian Sumatif Akhir Fase (SAF) Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan penilaian tahap akhir ini digelar untuk mengukur capaian kompetensi siswa sekaligus mengevaluasi keberhasilan proses pembelajaran yang telah berlangsung selama satu tahun ajaran.

Kepsek SDN Inpres Ntori
Sukri, S. Pd. SD

Kepala Sekolah SDN Inpres Ntori, Sukri,S.Pd.SD dalam keterangannya, memaparkan secara rinci jadwal dan mekanisme pelaksanaan yang telah disusun rapi oleh pihak sekolah. Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan mengacu pada panduan teknis dari Dinas Pendidikan, agar berjalan tertib, adil, dan sesuai standar yang berlaku.

“Terdapat 13 siswa yang terdaftar dan berhak mengikuti Ujian SAF tahun ini. Kami sudah menyusun jadwal secara matang, dimulai hari ini tanggal 11 Mei dan akan berlangsung hingga tanggal 16 Mei 2026. Pelaksanaannya dibagi dalam sesi pagi, dimulai pukul 08.00 hingga 11.00 Wita setiap harinya, dengan jeda istirahat yang cukup agar siswa tidak kelelahan,” jelas Sukri, S. Pd. SD

Ia menambahkan, pembagian mata pelajaran pun diatur sedemikian rupa agar seimbang. Pada hari pertama, siswa mengerjakan mata pelajaran utama seperti pendidikan agama islam (PAI) dan bahasa Indonesia. Selanjutnya berturut-turut mata pelajaran PKN, Matematika, IPAS, Seni Budaya, bahasa Inggris, PJOK hingga muatan lokal. Jadwal ini disusun dengan mempertimbangkan bobot materi dan kemampuan konsentrasi siswa.

Terkait mekanisme pelaksanaan, Kepala Sekolah menjelaskan bahwa ujian dilaksanakan secara tertulis menggunakan lembar jawab kertas. Mengingat jumlah peserta yang tidak terlalu banyak, seluruh siswa ditempatkan dalam satu ruangan yang nyaman, cukup cahaya, dan jauh dari kebisingan. Pengawasan dilakukan dengan sistim silang antara sekolah dilakukan oleh guru dengan prinsip kejujuran dan kedisiplinan.

“Mekanismenya sederhana namun ketat. Siswa wajib hadir 15 menit sebelum ujian dimulai, mengenakan seragam lengkap dan rapi, serta membawa perlengkapan tulis sendiri. Tidak diperkenankan membawa alat komunikasi atau catatan ke dalam ruangan. Kami pastikan suasana tenang, kondusif, namun tetap tidak menimbulkan tekanan berlebih bagi anak-anak,” paparnya.

Pihak sekolah juga telah menyiapkan berbagai hal pendukung, mulai dari ketersediaan naskah soal yang sudah divalidasi, lembar jawab, hingga fasilitas kebersihan dan kesehatan di lingkungan sekolah. Kepala Sekolah menegaskan, meskipun jumlah siswa tidak banyak, pelayanan dan standar pelaksanaan tetap dijaga setinggi mungkin, sama seperti sekolah-sekolah besar lainnya.

“Bagi kami, jumlah sedikit bukan berarti pengelolaan sembarangan. Justru dengan jumlah ini, kami bisa lebih maksimal memantau dan mendampingi setiap anak secara pribadi. Fokus kami adalah hasil yang mencerminkan kemampuan asli mereka, sekaligus data akurat untuk kami gunakan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan pembelajaran ke depannya,” ujarnya.

Kepala Sekolah SDN Inpres Ntori Sukri,S.Pd.SD juga berharap seluruh siswa dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, tenang, dan jujur. Ia meyakini persiapan yang telah dilakukan siswa maupun guru sejak jauh hari akan membuahkan hasil yang baik dan memuaskan.

Setelah rangkaian ujian selesai, pihak sekolah akan segera melakukan pemeriksaan dan pengolahan nilai, yang selanjutnya akan dituangkan dalam Laporan Hasil Belajar (LHB) siswa. (MDG05)  

Menu B3 SPPG Bima Sape Parangina 1 ADIBA Hadir untuk Posyandu Desa Rai oi dan Posyandu Na’e


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id SPPG Parangina 1 ADIBA kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat melalui penyediaan Menu B3 untuk kegiatan Posyandu di Desa Raioi dan Posyandu Na’e.(Senin.11/05/2026)

Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat setempat, khususnya para ibu dan balita yang mengikuti layanan Posyandu. Menu B3 yang disiapkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi serta mendukung kesehatan ibu dan anak di wilayah tersebut.

Pihak SPPG Parangina 1 ADIBA menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan dukungan terhadap program kesehatan masyarakat di tingkat desa. Dengan adanya pelayanan dan dukungan menu bergizi, diharapkan kualitas kesehatan masyarakat semakin meningkat.

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan menjadi berkah bagi seluruh masyarakat,” ujar salah satu pihak penyelenggara.

Kegiatan Posyandu sendiri menjadi salah satu program penting dalam pemantauan kesehatan ibu dan anak, termasuk pemberian edukasi gizi serta pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat.(Team.MDG.03)

Ujian SAF SDN 2 Maria Dikunjungi Korwil Dikbudpora: Berjalan Aman, Tertib dan Sesuai Prosedur

Foto : Korwil Dikbudpora Kec. Wawo
 Ismail, S. Pd tinjau lokasi ujian SAF
di SDN 2 Maria

BIMA,Mediadinamikaglobal.id – Pelaksanaan Ujian Sumatif Akhir Fase (SAF) Tahun Pelajaran 2025/2026 di SD Negeri 2 Maria mendapat perhatian khusus dari pihak pengawas wilayah. Koordinator Wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kecamatan Wawo melakukan peninjauan dan pemantauan langsung ke sekolah, guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai ketentuan, aman, dan tertib.

Kedatangan Korwil Dikbudpora Kecamatan Wawo disambut langsung oleh Kepala Sekolah, para guru, dan tenaga kependidikan setempat. Dalam peninjauan tersebut, menyambangi ruang kelas yang sedang digunakan untuk pelaksanaan ujian, memeriksa kesiapan fasilitas, kelengkapan administrasi, hingga kesiapan petugas pengawas di lapangan.

Korwil Dikbudpora Kecamatan Wawo, Ismail, S. Pd, dalam keterangannya menyampaikan bahwa peninjauan ini merupakan agenda rutin dan wajib dilakukan sebagai bentuk pengawasan, pendampingan, serta jaminan mutu dalam setiap kegiatan penilaian pendidikan. Ujian SAF yang saat ini dilaksanakan merupakan evaluasi tahap akhir jenjang pendidikan dasar, yang bertujuan mengukur capaian kompetensi siswa sekaligus mengevaluasi kinerja pembelajaran di sekolah.

"Saya turun langsung ke lapangan untuk memastikan tidak ada penyimpangan prosedur, semua berjalan adil, dan suasana kondusif bagi siswa. Berdasarkan pantauan, pelaksanaan di SDN 2 Maria berjalan sangat baik, aman, tertib, dan benar-benar mengikuti seluruh panduan teknis yang telah ditetapkan dinas. Mulai dari penjadwalan, pembagian ruangan, hingga cara pengawasan, semuanya sudah rapi dan terstandar,” ungkap Korwil Dikbudpora Kecamatan Wawo.

Ia juga memuji kesiapan pihak sekolah dalam mempersiapkan segala kebutuhan ujian, mulai dari kenyamanan ruang belajar, ketersediaan naskah soal, hingga kesiapan para pendidik dalam menjalankan tugas. Suasana ujian pun terlihat tenang, siswa mengerjakan soal dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab, serta para guru bertindak profesional dalam mengawasi jalannya kegiatan.

Foto : Kepsek SDN 2 Maria
Minarni, S. Pd 

Kepala Sekolah SDN 2 Maria, Minarni, S. Pd menyambut baik kehadiran Korwil Dikbudpora Kecamatan Wawo. Ia mengaku pihaknya telah mempersiapkan segala hal secara matang jauh hari sebelumnya, agar pelaksanaan ujian berjalan lancar dan memberikan hasil yang mencerminkan kemampuan asli peserta didik. Dukungan dan arahan dari Korwil dinilai sangat berharga untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di sekolahnya.

“Kami sangat bersyukur dikunjungi dan dipantau langsung. Masukan dan arahan dari Bapak Ismail, S. Pd selaku Korwil menjadi bekal kami untuk lebih baik lagi ke depannya. Alhamdulillah sejauh ini seluruh rangkaian ujian berjalan aman, tertib, dan lancar sesuai rencana. Kami pastikan proses penilaian ini berjalan jujur, adil, dan sesuai prosedur yang berlaku,” ujar Minarni, S. Pd.

Korwil Dikbudpora Kecamatan Wawo juga berpesan agar sekolah tetap menjaga ketertiban hingga seluruh rangkaian ujian selesai, serta segera menindaklanjuti hasil penilaian tersebut untuk perbaikan dan peningkatan kualitas pembelajaran di masa mendatang. 

Ujian SAF di seluruh sekolah dasar dijadwalkan berlangsung hingga 4 hari dimulai tanggal 11, 12, 13 dan tanggal 16 serta dilanjutkan dengan pengolahan nilai dan pelaporan hasil belajar siswa. (MDG05)  

SDN Inpres Kawae Gelar Ujian Sumatif Akhir Fase: Penilaian Akhir Tahun, Fokus Mutu dan Kesiapan Siswa Lanjut Jenjang

Foto : Peserta ujian siswa SDN Inpres Kawae, dengan tim pengawas 1 Tri Yuliana, S. Pd. SD & pengawas 2 Astuti Mulyaningsih, S. Pd. 

BIMA,Mediadinamikaglobal.id – Di tengah pelaksanaan kegiatan penilaian akhir tahun, Kartini, S.Pdi., Kepala Sekolah SDN Inpres Kawae, memberikan penjelasan mendalam mengenai Ujian Sumatif Akhir Fase atau yang biasa disingkat SAF. Kegiatan ini merupakan penilaian tahap akhir yang kini menggantikan istilah sebelumnya seperti Sumatif Akhir Semester (SAS) atau ujian akhir tahun pada masa lalu. Meski namanya berubah seiring pembaruan kurikulum, hakikatnya tetap sama: menjadi tolak ukur akhir jenjang pendidikan dasar sebelum siswa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi di SMP maupun MTs. 

“Kalau zaman dulu namanya ujian akhir tahun, sekarang namanya SAF atau Sumatif Akhir Fase, ada juga yang menyebut Sumatif Akhir Jenjang. Tahun lalu masih dikenal dengan istilah SAS, tahun ini berubah jadi SAF. Intinya, ini adalah evaluasi menyeluruh dari seluruh rangkaian proses pendidikan yang sudah kita lalui bersama. Tujuannya dua hal: pertama, mengukur sejauh mana kemampuan dan penguasaan materi anak-anak. Kedua, menjadi cermin bagi sekolah untuk mengevaluasi kinerja kita seberapa jauh keberhasilan kami dalam mendidik dan mengajar, apakah semua siswa sudah mencapai standar ketuntasan atau belum,” jelas Kartini saat ditemui awak media ini. Senin (11/5/2026). 

Ia menegaskan, di era sekarang, kelulusan siswa sudah menjadi hal yang pasti dan terjamin. Namun demikian, tantangan utama yang diemban sekolah bukan sekadar kelulusan, melainkan peningkatan kualitas sumber daya manusia baik siswa maupun tenaga pendidik. Bagi Kartini, letak keberhasilan pendidikan bukan hanya di atas kertas, melainkan pada kesiapan dan bekal kemampuan yang dibawa siswa saat melangkah keluar dari gerbang sekolah dasar.

Kepsek SDN Inpres Kawae
Kartini Muhaimin, S. Pdi

Ditanya mengenai persiapan khusus yang dilakukan sekolah maupun siswa menjelang pelaksanaan ujian ini, Kartini mengungkapkan bahwa persiapan sudah digencarkan jauh hari sebelumnya dengan berbagai program pendampingan intensif.

“Tentu ada persiapan matang. Dari pihak sekolah, kami berikan pembinaan tambahan layaknya les privat khusus untuk siswa Kelas 6. Kegiatan ini berjalan dua jalur: bimbingan rutin saat jam sekolah, dan pendampingan tambahan di luar jam belajar. Kami mengaktifkan seluruh guru yang berdomisili di lingkungan Dusun Kawae untuk terlibat mengajar, namun dengan pembedaan metode pelayanan,” paparnya.

Untuk siswa kelas rendah atau jenjang lain, pembinaan tambahan dilakukan secara bergantian. Namun, perlakuan khusus diterapkan bagi siswa Kelas 6 sebagai angkatan yang akan lulus. “Khusus Kelas 6 tidak bergiliran. Mereka kami jadwalkan rutin setiap malam, sekitar habis Maghrib hingga setelah Isya, belajar langsung di rumah guru. Jadi di samping dibimbing pagi sampai siang di sekolah, malam hari pun proses belajar tetap berjalan. Kami pastikan pendampingan itu terus ada agar mereka semakin matang pemahamannya,” tambahnya.

Kartini juga menyebutkan bahwa pola pendampingan intensif ini sudah diterapkan sejak persiapan mengikuti berbagai ajang lomba sebelumnya, yang terbukti membuahkan hasil prestasi gemilang. Menariknya, meskipun lokasi sekolah berada di wilayah dusun yang jauh dari hiruk-pikuk pusat kota, ia berani menjamin bahwa kualitas dan karakter lulusan SDN Inpres Kawae tidak kalah, bahkan setara dengan sekolah-sekolah unggulan yang ada di kota besar sekalipun.

“Memang secara lokasi kita jauh dari kota. Tapi lihat semangat dan hasilnya. Alhamdulillah, karakter dan kualitas anak-anak kita Insya Allah setara bahkan sebanding dengan apa yang ada di kota, tidak kalah jauh. Itu bukti dari kerja keras bersama, ketekunan siswa, dan dedikasi penuh para guru yang bahu-membahu mencerdaskan anak bangsa di sini,” tegas Kartini dengan penuh keyakinan.

Pelaksanaan Ujian SAF di SDN Inpres Kawae berjalan tertib, aman, dan penuh semangat. Bagi Kartini, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administrasi pendidikan, melainkan momen pembuktian bahwa sekolah di daerah pun mampu melahirkan generasi berkualitas, berkarakter kuat, dan siap bersaing di jenjang pendidikan selanjutnya.

Keunggulan lain SDN Inpres Kawae adalah jumlah tenaga pendidik yang tergolong paling banyak dibandingkan sekolah lain se-Kecamatan Wawo. Kartini menegaskan, jumlah guru yang banyak tidak akan ada artinya jika tidak diimbangi dengan prestasi. Oleh karena itu, seluruh tenaga pendidik dimaksimalkan perannya agar sekolah setidaknya mampu bersaing dan berada di jajaran menengah hingga atas di tingkat kecamatan Wawo. 

Ditanya terkait kendala pelaksanaan program, Kartini mengaku bersyukur tidak menemukan hambatan berarti. Ia memuji semangat dan sikap para guru yang sangat kooperatif, sportif, dan memiliki jiwa kerja sama tim yang sangat solid.

“Sejauh ini tidak ada kendala sama sekali. Guru-guru saya luar biasa, siap sedia kapan saja. Kami bahu-membahu, tidak pernah mempersoalkan keterbatasan apa pun. Tujuan kami satu: mencerdaskan anak bangsa. Kerja sama tim inilah kekuatan utama kita,” katanya.

Di akhir perbincangan, Kartini menyampaikan harapan besarnya bagi seluruh siswa SDN Inpres Kawae. Ia berdoa agar anak-anak didiknya mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dan kelak saat bersekolah di SMP atau jenjang selanjutnya, mereka tetap bisa berprestasi dan mengharumkan nama almamater SDN Inpres Kawae.

“Harapan saya sederhana tapi besar: anak-anak saya bisa lanjut ke jenjang lebih tinggi, dan saat di sana, mereka tetap bisa mengharumkan nama sekolah asalnya. Itu kebanggaan terbesar kami,” tutupnya.(MDG05)