SDN Inpres Kawae Gelar Ujian Sumatif Akhir Fase: Penilaian Akhir Tahun, Fokus Mutu dan Kesiapan Siswa Lanjut Jenjang - Media Dinamika Global

Senin, 11 Mei 2026

SDN Inpres Kawae Gelar Ujian Sumatif Akhir Fase: Penilaian Akhir Tahun, Fokus Mutu dan Kesiapan Siswa Lanjut Jenjang

Foto : Peserta ujian siswa SDN Inpres Kawae, dengan tim pengawas 1 Tri Yuliana, S. Pd. SD & pengawas 2 Astuti Mulyaningsih, S. Pd. 

BIMA,Mediadinamikaglobal.id – Di tengah pelaksanaan kegiatan penilaian akhir tahun, Kartini, S.Pdi., Kepala Sekolah SDN Inpres Kawae, memberikan penjelasan mendalam mengenai Ujian Sumatif Akhir Fase atau yang biasa disingkat SAF. Kegiatan ini merupakan penilaian tahap akhir yang kini menggantikan istilah sebelumnya seperti Sumatif Akhir Semester (SAS) atau ujian akhir tahun pada masa lalu. Meski namanya berubah seiring pembaruan kurikulum, hakikatnya tetap sama: menjadi tolak ukur akhir jenjang pendidikan dasar sebelum siswa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi di SMP maupun MTs. 

“Kalau zaman dulu namanya ujian akhir tahun, sekarang namanya SAF atau Sumatif Akhir Fase, ada juga yang menyebut Sumatif Akhir Jenjang. Tahun lalu masih dikenal dengan istilah SAS, tahun ini berubah jadi SAF. Intinya, ini adalah evaluasi menyeluruh dari seluruh rangkaian proses pendidikan yang sudah kita lalui bersama. Tujuannya dua hal: pertama, mengukur sejauh mana kemampuan dan penguasaan materi anak-anak. Kedua, menjadi cermin bagi sekolah untuk mengevaluasi kinerja kita seberapa jauh keberhasilan kami dalam mendidik dan mengajar, apakah semua siswa sudah mencapai standar ketuntasan atau belum,” jelas Kartini saat ditemui awak media ini. Senin (11/5/2026). 

Ia menegaskan, di era sekarang, kelulusan siswa sudah menjadi hal yang pasti dan terjamin. Namun demikian, tantangan utama yang diemban sekolah bukan sekadar kelulusan, melainkan peningkatan kualitas sumber daya manusia baik siswa maupun tenaga pendidik. Bagi Kartini, letak keberhasilan pendidikan bukan hanya di atas kertas, melainkan pada kesiapan dan bekal kemampuan yang dibawa siswa saat melangkah keluar dari gerbang sekolah dasar.

Kepsek SDN Inpres Kawae
Kartini Muhaimin, S. Pdi

Ditanya mengenai persiapan khusus yang dilakukan sekolah maupun siswa menjelang pelaksanaan ujian ini, Kartini mengungkapkan bahwa persiapan sudah digencarkan jauh hari sebelumnya dengan berbagai program pendampingan intensif.

“Tentu ada persiapan matang. Dari pihak sekolah, kami berikan pembinaan tambahan layaknya les privat khusus untuk siswa Kelas 6. Kegiatan ini berjalan dua jalur: bimbingan rutin saat jam sekolah, dan pendampingan tambahan di luar jam belajar. Kami mengaktifkan seluruh guru yang berdomisili di lingkungan Dusun Kawae untuk terlibat mengajar, namun dengan pembedaan metode pelayanan,” paparnya.

Untuk siswa kelas rendah atau jenjang lain, pembinaan tambahan dilakukan secara bergantian. Namun, perlakuan khusus diterapkan bagi siswa Kelas 6 sebagai angkatan yang akan lulus. “Khusus Kelas 6 tidak bergiliran. Mereka kami jadwalkan rutin setiap malam, sekitar habis Maghrib hingga setelah Isya, belajar langsung di rumah guru. Jadi di samping dibimbing pagi sampai siang di sekolah, malam hari pun proses belajar tetap berjalan. Kami pastikan pendampingan itu terus ada agar mereka semakin matang pemahamannya,” tambahnya.

Kartini juga menyebutkan bahwa pola pendampingan intensif ini sudah diterapkan sejak persiapan mengikuti berbagai ajang lomba sebelumnya, yang terbukti membuahkan hasil prestasi gemilang. Menariknya, meskipun lokasi sekolah berada di wilayah dusun yang jauh dari hiruk-pikuk pusat kota, ia berani menjamin bahwa kualitas dan karakter lulusan SDN Inpres Kawae tidak kalah, bahkan setara dengan sekolah-sekolah unggulan yang ada di kota besar sekalipun.

“Memang secara lokasi kita jauh dari kota. Tapi lihat semangat dan hasilnya. Alhamdulillah, karakter dan kualitas anak-anak kita Insya Allah setara bahkan sebanding dengan apa yang ada di kota, tidak kalah jauh. Itu bukti dari kerja keras bersama, ketekunan siswa, dan dedikasi penuh para guru yang bahu-membahu mencerdaskan anak bangsa di sini,” tegas Kartini dengan penuh keyakinan.

Pelaksanaan Ujian SAF di SDN Inpres Kawae berjalan tertib, aman, dan penuh semangat. Bagi Kartini, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administrasi pendidikan, melainkan momen pembuktian bahwa sekolah di daerah pun mampu melahirkan generasi berkualitas, berkarakter kuat, dan siap bersaing di jenjang pendidikan selanjutnya.

Keunggulan lain SDN Inpres Kawae adalah jumlah tenaga pendidik yang tergolong paling banyak dibandingkan sekolah lain se-Kecamatan Wawo. Kartini menegaskan, jumlah guru yang banyak tidak akan ada artinya jika tidak diimbangi dengan prestasi. Oleh karena itu, seluruh tenaga pendidik dimaksimalkan perannya agar sekolah setidaknya mampu bersaing dan berada di jajaran menengah hingga atas di tingkat kecamatan Wawo. 

Ditanya terkait kendala pelaksanaan program, Kartini mengaku bersyukur tidak menemukan hambatan berarti. Ia memuji semangat dan sikap para guru yang sangat kooperatif, sportif, dan memiliki jiwa kerja sama tim yang sangat solid.

“Sejauh ini tidak ada kendala sama sekali. Guru-guru saya luar biasa, siap sedia kapan saja. Kami bahu-membahu, tidak pernah mempersoalkan keterbatasan apa pun. Tujuan kami satu: mencerdaskan anak bangsa. Kerja sama tim inilah kekuatan utama kita,” katanya.

Di akhir perbincangan, Kartini menyampaikan harapan besarnya bagi seluruh siswa SDN Inpres Kawae. Ia berdoa agar anak-anak didiknya mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dan kelak saat bersekolah di SMP atau jenjang selanjutnya, mereka tetap bisa berprestasi dan mengharumkan nama almamater SDN Inpres Kawae.

“Harapan saya sederhana tapi besar: anak-anak saya bisa lanjut ke jenjang lebih tinggi, dan saat di sana, mereka tetap bisa mengharumkan nama sekolah asalnya. Itu kebanggaan terbesar kami,” tutupnya.(MDG05) 

Comments