Media Dinamika Global

Selasa, 21 April 2026

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Laskar Bima Craft(LBC) di STIT Sunan Giri Bima Gelar Interdisciplinary Discussion Series Melalui Kegiatan Beda Buku Berjudul "Menembus Relung Pengingatku"


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.– Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Laskar Bima Craft (LBC) di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima kembali menggelar Interdisciplinary Discussion Series melalui kegiatan bedah buku berjudul Menembus Relung Pengingatku, Senin (20/4/2026) malam.

Buku karya Dr. Hermawansyah, M.Pd.I yang menggunakan nama pena Hersan’S tersebut mengangkat refleksi kehidupan yang mendalam, dengan pendekatan filosofis yang sederhana namun sarat makna.

Salah satu gagasan utama dalam buku ini adalah bahwa alam dapat menjadi sumber pembelajaran dan motivasi hidup. Penulis menekankan bahwa inspirasi tidak selalu datang dari manusia, tetapi juga dari lingkungan sekitar seperti tumbuhan, hewan, dan fenomena alam.

“Motivasi tidak selamanya didorong oleh orang-orang di sekitar kita. Alam menyimpan pelajaran yang kuat untuk mendorong manusia menjadi lebih tangguh, jika mampu memaknainya,” demikian pesan yang disampaikan dalam buku tersebut.

Secara keseluruhan, buku Menembus Relung Pengingatku terdiri dari 40 bagian dengan total 256 halaman, yang mengulas pengalaman reflektif serta nilai-nilai kehidupan yang relevan dengan dinamika manusia modern.

Kegiatan bedah buku ini menghadirkan mahasiswa sebagai pembedah, yakni Marjan dan Fiska Anis Rahma dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) semester VIII, serta Antika dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) semester VIII. Diskusi dipandu oleh Nurul Hasnah, mahasiswi Program Studi PAI semester VIII.

Selain penulis, kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah dosen serta mahasiswa dari Program Studi PAI dan PGMI STIT Sunan Giri Bima, yang turut aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab.

Kegiatan yang berlangsung di Aula STIT Sunan Giri Bima ini dimulai pukul 20.00 WITA hingga selesai, dan menjadi bagian dari upaya penguatan budaya literasi serta pengembangan ruang dialog intelektual di kalangan mahasiswa.


Melalui forum ini, Laskar Bima Craft berharap kegiatan diskusi lintas disiplin dapat terus dikembangkan sebagai wadah memperkaya wawasan, sekaligus mendorong lahirnya generasi mahasiswa yang kritis, reflektif, dan adaptif terhadap berbagai dinamika kehidupan.(Redaksi Sekjend MDG)

Penyaluran CPP, Pemkot Bima dan Dinas Ketahanan Pangan Perkuat Ketahanan Pangan Masyarakat di Kecamatan Rasanae Barat


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.– Pemerintah Kota Bima kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan melalui penyaluran Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) alokasi Februari–Maret 2026 yang dilaksanakan di Kantor Kelurahan Dara, Kecamatan Rasana’e Barat.

Program CPP merupakan instrumen strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan serta mengantisipasi potensi kerawanan pangan di tengah dinamika ekonomi.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Bima bersama jajaran Pemerintah Kota Bima, antara lain Asisten II Setda, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Camat Rasana’e Barat dan Lurah Dara.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Gufran, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa jumlah penerima bantuan di Kecamatan Rasana’e Barat sebanyak 1.939 orang, dengan total bantuan 38.780 kilogram beras dan 7.756 liter minyak goreng. Khusus Kelurahan Dara, bantuan diberikan kepada 461 penerima dengan total 9.220 kilogram beras dan 1.844 liter minyak goreng, di mana setiap penerima memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

Penyaluran bantuan ditandai dengan penyerahan simbolis kepada perwakilan penerima sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.

Dalam arahannya, Wali Kota Bima, H. A. Rahman, SE, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Kebutuhan dasar masyarakat akan tetap menjadi prioritas utama pemerintah,” tegasnya.

Wali Kota juga menyampaikan bahwa meskipun kondisi anggaran daerah saat ini mengalami efisiensi, Pemerintah Kota Bima tetap berkomitmen agar setiap program memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Selain itu, masyarakat diajak untuk terus menjaga persatuan, memperkuat nilai gotong royong, serta mendukung berbagai program pemerintah, termasuk penertiban hewan ternak liar demi menjaga ketertiban dan keselamatan bersama.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota menekankan pentingnya pengawasan dalam proses penyaluran bantuan agar tepat sasaran.

“Pastikan bantuan ini diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak tanpa ada pengurangan,” tegasnya.

Pemerintah Kota Bima berharap program bantuan pangan ini dapat terus berlanjut sebagai upaya menjaga stabilitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(Redaksi Sekjend MDG)

Srikandi Pulau Obi: Mengawal Keselamatan, Lingkungan, dan Harmoni Sosial di Harita Nickel


Mediadinamikaglobal.id|Halmahera Selatan, 21 April 2026 - Industri pertambangan dan peleburan logam kerap dicitrakan sebagai dunia maskulin yang keras, bising, dan berisiko tinggi. Namun, di lanskap operasional Harita Nickel di Pulau Obi, Halmahera Selatan, narasi tersebut perlahan berubah. Emansipasi kini tak sekadar wacana, melainkan mewujud dalam dedikasi deretan perempuan tangguh.

Mereka tidak hanya memegang kendali strategis di garis terdepan penjaga keselamatan kerja dan kelestarian ekosistem, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam merajut harmoni sosial dengan masyarakat. Kisah mereka membuktikan bahwa di industri yang secara tradisional didominasi laki-laki, ruang untuk berkarya dan memimpin secara setara itu nyata adanya. Di sini, kesempatan tak lagi diukur dari gender, melainkan kompetensi.

Putri Daerah di Garis Depan: Menjaga Harmoni dan Keselamatan Kehadiran putri asli daerah di posisi strategis menjadi representasi terkuat dari inklusivitas di Harita Nickel. Margarita Luwudara dan Yufita Tuhuteru adalah dua srikandi asli Pulau Obi yang memegang kendali penting di dua denyut nadi perusahaan: sosial dan teknis operasional.

Margarita, yang menjabat sebagai Community Relations Superintendent PT Trimegah Bangun Persada (TBP) Tbk, telah menjadi jembatan krusial antara perusahaan dan masyarakat sejak 2018. Sebagai warga Kawasi, desa lingkar utama operasional perusahaan, Rita membawa perspektif lokal yang empatik dalam memastikan setiap program sosial berjalan tepat sasaran.

“Sebagai anak Obi, saya bersyukur atas dukungan perusahaan. Ini berdampak besar bagi masa depan kami, dan saya berharap generasi muda Obi berani bermimpi,” ujar Rita. Baginya, peran ini bukan sekadar profesi, melainkan jalan untuk memberdayakan tanah kelahirannya.

Jika Rita merawat harmoni sosial, Yufita Tuhuteru mengawal garis keras teknis yang berisiko tinggi. Sebagai Process Safety Engineer PT Halmahera Persada Lygend (PT HPL), perempuan asli Desa Soligi ini memegang kendali keselamatan proses di pabrik penghasil bahan baku baterai kendaraan listrik.


Berbekal gelar magister kimia dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Yufita memastikan seluruh instalasi aman dari skenario fatal. Baginya, menjaga keamanan pabrik bukan sebatas mematuhi standar operasi, melainkan wujud cinta dalam melindungi rekan kerja sekaligus warga desa kelahirannya dari berbagai risiko.

Menjinakkan Tantangan Alam demi Kelestarian Operasional pertambangan selalu berjalan berdampingan dengan alam. Bagi PT TBP Tbk., curah hujan yang tinggi di Pulau Obi adalah tantangan harian yang menuntut ketelitian ekstra. Di titik kritis inilah Esmar Sulea Datu Lalong, Senior Mine Hydrology Engineer, dan Mira Marlinda, Environment Supervisor, mengambil peran.

Mereka memikul tanggung jawab vital dalam mengelola air limpasan (run-off). Salah satu fokusnya ada di kolam pengendapan (sediment pond) Tugu Raci 2 yang membentang seluas 43 hektar. “Kualitas air dikontrol secara ketat melalui metode fisika dan kimia agar memenuhi baku mutu sebelum dialirkan kembali ke alam,” terang Esmar dan Mira.

Tantangan serupa namun di ranah berbeda dihadapi oleh Rahma Maulida. Sebagai Laboratory Assistant Engineer di fasilitas Dry Stack Tailing Facility (DSTF) PT HPL, Rahma bertugas mengawal kualitas air di area penempatan sisa hasil pengolahan. Pemantauan ketat di titik masuk (inlet) dan keluar (outlet) dilakukannya setiap hari demi memastikan operasional terbebas dari potensi pencemaran dan longsor.

Dari Konservasi Pesisir hingga Budaya Kepatuhan Kepedulian terhadap kelestarian alam tidak berhenti di area tambang, namun ditarik jauh hingga ke wilayah pesisir oleh Putri Wulandari. Sebagai Environment Marine Foreman dan alumni Universitas Khairun Ternate, Wulan memimpin langkah nyata pemulihan ekosistem melalui penanaman mangrove, pemasangan media tumbuh karang, hingga pemantauan kualitas laut secara berkala di Kawasan Industri Obi.


Pada akhirnya, seluruh upaya penjagaan dari hulu ke hilir ini diikat oleh satu fondasi mutlak: budaya kepatuhan. Di pabrik peleburan PT Halmahera Jaya Ferronikel (HJF), pengawasan ini berada di tangan Claudia Kowaas. Sebagai Occupational Health and Safety Compliance System Staff, alumnus Universitas Sam Ratulangi ini memastikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) benar-benar dihidupkan, bukan sekadar tumpukan dokumen administratif.

“Kepatuhan adalah fondasi mutlak. Ini adalah nyawa yang menjamin setiap pekerja bisa pulang kepada keluarganya dengan selamat,” tegas Claudia.

Kehadiran perempuan di pos-pos krusial operasional Harita Nickel ini bukanlah sebuah anomali, melainkan cerminan wajah baru industri pertambangan. Seperti yang dicatat oleh Direktur Eksekutif Indonesian Mining Association (IMA), Hendra Sinadia, peran perempuan di sektor tambang kini berkembang pesat hingga menembus level pimpinan.


Di Harita Nickel, para srikandi ini membuktikan satu hal: mereka hadir bukan untuk memenuhi kuota. Mereka adalah pengambil keputusan, perawat harmoni sosial, mitigasi risiko, dan garda terdepan yang memastikan seluruh lini operasional berjalan selaras dengan komitmen perusahaan terhadap pengembangan manusia, pelestarian alam, dan kesejahteraan masyarakat lingkar tambang.


Lik////



Pemkot Bima Gelar Gotong Royong Wujudkan Kota Bima BISA dan Sambut Festival Rimpu Mantika 2026


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Pemerintah Kota Bima menggelar kegiatan gotong royong yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Bima, H. A. Rahman, SE, sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Festival Rimpu Mantika 2026 yang akan berlangsung pada 25–27 April 2026. Kegiatan ini dipusatkan di kawasan Lapangan Serasuba dan Museum Asi Mbojo.

Kegiatan gotong royong tersebut diikuti oleh seluruh jajaran dan staf Pemerintah Kota Bima yang terlibat secara aktif dalam membersihkan dan menata lingkungan di sekitar lokasi kegiatan. Partisipasi ini mencerminkan semangat kebersamaan dan tanggung jawab kolektif aparatur pemerintah dalam mewujudkan wajah kota yang bersih, indah, sehat, dan asri.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bima menegaskan bahwa gotong royong merupakan budaya kerja yang harus terus dijaga, khususnya dalam menyambut event budaya berskala nasional seperti Festival Rimpu Mantika 2026. Ia menekankan pentingnya peran aktif aparatur pemerintah sebagai garda terdepan dalam memberikan contoh nyata kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kita menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan Gerakan Kota Bima BISA. Kebersihan dan keindahan kota adalah tanggung jawab kita bersama, dimulai dari lingkungan kerja dan fasilitas publik yang kita miliki,” ujar Wali Kota.

Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan area publik, penataan lingkungan, serta peningkatan estetika kawasan yang menjadi pusat pelaksanaan festival. Dengan keterlibatan penuh seluruh jajaran pemerintah, diharapkan Kota Bima semakin siap menyambut para tamu dan wisatawan yang akan hadir.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh seluruh aparatur Pemerintah Kota Bima ini menjadi wujud nyata komitmen dalam mendukung suksesnya Festival Rimpu Mantika 2026, sekaligus memperkuat implementasi Gerakan Kota Bima BISA sebagai identitas bersama menuju kota yang lebih bersih, indah, sehat, dan asri.(Redaksi Sekjend MDG)

Kadis Ketahanan Pangan Dampingi Wali Kota Bima Salurkan Cadangan Pangan, Ajak Warga Jaga Kebersamaan di Tengah Tantangan Fiskal


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Pemerintah Kota Bima kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat melalui kegiatan Penyaluran Beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang berlangsung di halaman Kantor Lurah Rite, Kecamatan Raba.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Bima, H. A. Rahman, SE, didampingi Asisten II, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Camat Raba, serta Lurah Rite beserta jajaran.

Dalam laporan pengantar, Kepala Dinas Ketahanan Pangan menyampaikan bahwa bantuan beras kali ini disalurkan kepada 50 orang penerima, masing-masing memperoleh 10 kilogram, dengan total bantuan mencapai 500 kilogram. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan simbolis kepada 5 orang perwakilan penerima manfaat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bima menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi momen silaturahmi untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus menyampaikan perkembangan pembangunan daerah.

Ia secara terbuka mengungkapkan bahwa kondisi keuangan daerah Kota Bima tahun anggaran 2026 mengalami penurunan yang cukup signifikan. APBD Kota Bima tahun 2026 berada pada kisaran ± Rp790 miliar, menurun sekitar Rp303 miliar dibandingkan tahun 2025 yang mencapai Rp1,093 triliun. Di sisi lain, pemerintah daerah juga menghadapi peningkatan belanja pegawai sebagai dampak dari pengangkatan PPPK tahun 2025.

“Situasi ini tentu tidak mudah. Namun pemerintah tetap berkomitmen melakukan efisiensi anggaran, pengendalian belanja, serta menetapkan prioritas pembangunan secara tepat sasaran. Keterbatasan anggaran tidak boleh menghentikan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Wali Kota.

Lebih lanjut, Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk terus bersama-sama dan saling mendoakan, karena pembangunan tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemerintah tetap berupaya menghadirkan berbagai program prioritas, di antaranya fasilitasi transportasi jemaah haji Kota Bima yang tetap menggunakan pesawat pulang-pergi, serta pemberian upah bagi RT, RW, imam, marbot, dan guru ngaji.

Di bidang kesehatan, Pemerintah Kota Bima juga terus berbenah. Saat ini tengah dilakukan pembangunan fasilitas rawat inap baru di RSUD Kota Bima dengan kapasitas sekitar 100 tempat tidur. Ke depan, RSUD Kota Bima diproyeksikan menjadi pusat layanan KJSU-KIA, yang berfokus pada penanganan penyakit prioritas seperti kanker, jantung dan pembuluh darah, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak.

“Mohon doa dan dukungan masyarakat agar seluruh program ini berjalan lancar dan manfaatnya segera dirasakan,” imbuhnya.

Menutup sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan, mengedepankan semangat gotong royong, serta menghindari fitnah dan perpecahan.

Ia juga mengundang masyarakat untuk ikut memeriahkan Festival Pawai Rimpu yang akan digelar pada Sabtu, 25 April 2026, sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya dan mempererat kebersamaan masyarakat Kota Bima.

Kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan, mencerminkan semangat saling peduli antara pemerintah dan masyarakat di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.(Redaksi Sekjend MDG)

Sekda Kota Bima Sambut Rombongan Mission World Bank dan Kementerian PUPR RI, Tinjau Program NUFReP


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Sekretaris Daerah Kota Bima, Drs. H. M. Fakhrunraji, M.E., melaksanakan penyambutan rombongan Mission World Bank bersama perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin, pada Selasa (21/4).

Kedatangan rombongan tersebut disambut langsung oleh Sekda Kota Bima yang didampingi oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bima. Penyambutan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja dalam rangka monitoring dan evaluasi pelaksanaan program NUFReP (National Urban Flood Resilience Project) di Kota Bima.

Dalam keterangannya, Sekda Kota Bima menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan progres pelaksanaan program NUFReP yang berfokus pada penguatan ketahanan kota terhadap risiko banjir, peningkatan infrastruktur pengendalian banjir, serta penataan kawasan perkotaan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Selain itu, rangkaian kunjungan juga mencakup agenda kegiatan terkait pengelolaan risiko banjir perkotaan, meliputi peninjauan sistem drainase, infrastruktur pengendali banjir, serta upaya peningkatan kapasitas kelembagaan dan masyarakat dalam mitigasi serta penanganan bencana banjir di wilayah Kota Bima.

“Pemerintah Kota Bima menyambut baik kunjungan Mission World Bank dan Kementerian PUPR RI sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya melalui program NUFReP yang sangat relevan dengan kebutuhan Kota Bima dalam penanganan risiko banjir,” ujarnya.

Rombongan Mission World Bank bersama Kementerian PUPR RI dijadwalkan akan melaksanakan kunjungan lapangan ke sejumlah titik lokasi program NUFRP, serta menggelar pertemuan dengan jajaran Pemerintah Kota Bima guna membahas capaian, tantangan, dan rencana tindak lanjut, termasuk strategi pengelolaan risiko banjir perkotaan secara terpadu dan berkelanjutan.

Kegiatan penyambutan berlangsung dengan lancar dan penuh keakraban, mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Bima dalam memperkuat kolaborasi dengan mitra pembangunan internasional dan pemerintah pusat demi mewujudkan pembangunan kota yang tangguh, aman, dan berkelanjutan.(Redaksi Sekjend MDG)

Sekda Rohil Dituding Tak Konsisten, Kisruh Pelantikan Tanpa Wabup Kian Memanas


Rokan Hilir – Situasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir tengah menjadi sorotan tajam. Di balik momen peringatan Hari Kartini pada Selasa (21/4/2026), justru mencuat dinamika panas yang mengindikasikan ketidakharmonisan di pucuk kepemimpinan daerah.


Pelantikan pejabat struktural Eselon III dan IV yang digelar Pemkab Rokan Hilir di hari tersebut berubah menjadi polemik. Pasalnya, sosok Wakil Bupati Jhony Charles tidak terlihat hadir—bahkan disebut tidak diundang dalam agenda resmi pemerintahan itu.


Kondisi ini memicu spekulasi liar di tengah masyarakat. Ketidakhadiran orang nomor dua di Rokan Hilir dalam agenda strategis seperti pelantikan pejabat dinilai bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan mengarah pada indikasi retaknya hubungan antara Bupati H. Bistamam dan wakilnya.


Sejumlah sumber menyebutkan, kekisruhan ini diduga berakar dari rivalitas politik yang belum sepenuhnya mereda pasca kontestasi. Situasi semakin memanas ketika pernyataan Sekretaris Daerah Fauzi Efrizal menuai kontroversi.


Fauzi Efrizal mengklaim bahwa pihaknya telah menyampaikan undangan kepada wakil bupati melalui aplikasi WhatsApp. Namun, pernyataan tersebut dibantah tegas oleh Jhony Charles yang mengaku tidak pernah menerima undangan dalam bentuk apa pun, termasuk melalui pesan digital.


Perbedaan pernyataan ini sontak menimbulkan tanda tanya besar. Publik mempertanyakan kredibilitas informasi yang disampaikan oleh Sekda, bahkan muncul dugaan adanya penyampaian informasi yang tidak berdasar.


Di sisi lain, sosok Jhony Charles dikenal luas sebagai figur yang dekat dengan masyarakat. Ia kerap turun langsung ke lapangan, termasuk saat meredam konflik dalam insiden yang terjadi di Panipahan beberapa waktu lalu. Hal ini membuat absennya sang wakil bupati dalam agenda resmi semakin memperkuat kesan adanya ketegangan internal.


Pengamat menilai, jika benar terjadi disharmoni di level pimpinan daerah, maka hal ini berpotensi mengganggu stabilitas pemerintahan dan pelayanan publik di Rokan Hilir. Apalagi, pelantikan pejabat merupakan bagian penting dalam roda birokrasi yang seharusnya berjalan solid dan terkoordinasi.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi lanjutan yang mampu menjawab polemik tersebut secara terang. Bahkan, Sekretaris Daerah Fauzi Efrizal disebut enggan memberikan tanggapan lebih lanjut saat dikonfirmasi. Sikap bungkam ini memunculkan dugaan bahwa yang bersangkutan tidak berani mempertanggungjawabkan pernyataan yang sebelumnya telah disampaikan ke publik.


Masyarakat kini menunggu penjelasan terbuka dari para pihak terkait untuk mengurai simpang siur yang kian berkembang. Jika tidak segera diluruskan, konflik ini dikhawatirkan bukan hanya menjadi konsumsi politik semata, tetapi juga berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap pemerintahan yang sedang berjalan.

Sekda Kota Bima Dampingi Mission World Bank dan Kementerian PUPR Tinjau Pembangunan Kolam Retensi Amahami


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Sekretaris Daerah Kota Bima, Drs. H. M. Fakhrunraji, M.E., melaksanakan kegiatan pendampingan rombongan Mission World Bank bersama perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI dalam kunjungan lapangan di Kolam Retensi Amahami, pada Senin (21/4).

Dalam kegiatan tersebut, Sekda Kota Bima didampingi oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bima dan Kepala Dinas Perkim Kota Bima. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian monitoring dan evaluasi pelaksanaan Program NUFReP (National Urban Flood Resilience Project) di Kota Bima.

Rombongan melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan Kolam Retensi Amahami yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Infrastruktur ini merupakan salah satu komponen strategis dalam upaya pengendalian banjir perkotaan, yang dirancang untuk menampung limpasan air saat curah hujan tinggi guna mengurangi risiko genangan di kawasan Kota Bima.

Sekda Kota Bima menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bima terus berkomitmen dalam meningkatkan ketahanan wilayah terhadap bencana banjir melalui penguatan infrastruktur serta sinergi dengan pemerintah pusat dan mitra pembangunan internasional.

“Melalui program NUFReP dan dukungan dari Mission World Bank serta Kementerian PUPR RI, diharapkan pembangunan infrastruktur pengendali banjir di Kota Bima dapat berjalan tepat waktu, berkualitas, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain peninjauan lapangan, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi teknis antara Pemerintah Kota Bima, pihak World Bank, dan Kementerian PUPR RI terkait progres pekerjaan, tantangan di lapangan, serta langkah strategis ke depan dalam pengelolaan risiko banjir perkotaan.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan produktif, serta diharapkan mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang tangguh dan berkelanjutan di Kota Bima.(Redaksi Sekjend MDG)

Senyap Namun Mematikan, Satresnarkoba Tulang Bawang Gulung Kurir Sabu Di Tiuh Tohou, Sembunyikan Barang Haram Di Kotak Rokok.


Tulang Bawang, Lampung – Mediadinamikaglobal.Id || Langkah sunyi Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tulang Bawang kembali membuahkan hasil gemilang. Dalam sebuah operasi kilat yang berlangsung senyap namun mematikan bagi ruang gerak pelaku kriminal, petugas berhasil meringkus seorang pria yang diduga kuat merupakan pemain lama dalam penyalahgunaan narkotika jenis sabu di wilayah kampung. Tiuh Tohou, Rabu 15 April 2026.

Tersangka yang diketahui berinisial DP (31), seorang wiraswasta asal Tulang Bawang Barat, tak berkutik saat lingkaran pengamanan polisi mengepungnya di tengah jalan.Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa Polres Tulang Bawang tidak pernah tidur dalam mengawasi setiap jengkal wilayahnya dari ancaman zat adiktif.

Kronologi penangkapan bermula saat anggota Satresnarkoba melakukan patroli hunting di titik-titik rawan peredaran gelap narkoba. Sekira pukul 09.30 WIB, petugas melihat sosok pria dengan gerak-gerik yang sangat mencurigakan. Saat didekati, wajah tersangka mendadak pucat pasi dan bertingkah gelagapan, sebuah sinyal kuat bagi petugas bahwa ada sesuatu yang disembunyikan.

Benar saja, saat dilakukan penggeledahan di lokasi, petugas menemukan:

• Satu plastik klip berisi kristal putih diduga sabu.

• Kotak rokok LA ICE ungu yang dimodifikasi menjadi tempat penyimpanan rahasia.

• Kertas timah rokok yang digunakan untuk mendukung aktivitas terlarangnya.

Kapolres Tulang Bawang, AKBP Yuliansyah, S.I.K., M.H., melalui Kasat Narkoba Iptu Jhoni Apriwansyah, S.H. Dalam keterangannya menegaskan bahwa penangkapan ini adalah peringatan keras bagi siapa pun yang mencoba bermain-main dengan narkoba di wilayah hukumnya.

"Kami bergerak berdasarkan data dan laporan masyarakat yang resah. Tersangka DP mengira aksinya tidak terpantau, namun insting anggota di lapangan jauh lebih tajam. Barang bukti sabu yang disembunyikan di dalam kotak rokok adalah modus lama yang berhasil kami patahkan"Imbuh Kasat Narkoba Polres Tulang Bawang Iptu Jhoni Apriwansyah, S.H.

"Saat ini, tim sedang melakukan pengembangan besar-besaran untuk melacak dari mana barang haram itu berasal. Kami akan kejar hingga ke akar-akarnya!" Tegas Perwira Balok Dua Di Pundak nya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka beserta barang bukti kini telah diboyong ke Mapolres Tulang Bawang. Atas tindakan nekatnya, tersangka akan dijerat dengan: Pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sebagaimana telah disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026. Ancaman hukuman berat kini menanti tersangka di depan mata.

Polres Tulang Bawang kembali menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada dan menjadi "mata dan telinga" kepolisian. Jangan biarkan narkoba merusak masa depan keluarga dan lingkungan kita.
(Fs/Red) 

Pimpin Apel Disnakertrans, Wabup dr.H. Irfan Berikan Arahan


Bima, Media Dinamika Global.id.-- Apel Pagi di Lingkup Dinas Tenaga dan Transmigrasi Kabupaten Bima Selasa (21/4) dipimpin Wakil Bupati dr. Irfan Zubaidy pada kesempatan pagi hari tersebut, Wabup menyampaikan berapa arahan.

Kepemimpinan Bupati Ady Mahyudi dan Wakil Bupati dr.H. Irfan memfokuskan prioritas beberapa aspek yang harus ditangani secara lebih serius, konsisten dan berkelanjutan.

Prioritas tersebut mencakup bidang pendidikan, bidang kesehatan dan bidang ekonomi dan dari ketiga bidang tersebut, ekonomi memiliki banyak aspek yang perlu ditangani seperti sektor pertanian, perikanan, perkebunan termasuk ketenagakerjaan". Terang Wabup dihadapan peserta apel.

Salah satu tantangan Pemerintah Daerah adalah pengentasan kemiskinan, tingginya angka pengangguran dan ini adalah tugas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Tugas besar dan mulia adalah menuntaskan pengangguran dan menciptakan lapangan kerja. Ini tentu saja menjadi tanggung jawab seluruh jajaran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi 

 Langkah awal yang harus dilakukan adalah memastikan data tenaga kerja di seluruh sektor baik pertanian konstruksi perikanan dan sektor lainnya yang tersebar di seluruh kecamatan". Jelas Wabup yang didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Fatahullah, S.Pd, Kepala BPKAD Aries Munandar, ST., MT dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bima H. Syaeful Bahri ST., M.Si.

Setelah apel, dilakukan serah terima jabatan Kepala Dinas Nakertrans dari pejabat lama Aries Munandar, ST., MT kepada H. Syaeful Bahri, ST. M.Si. (Tim MDG).