Media Dinamika Global

Selasa, 21 April 2026

Sekda Rohil Dituding Tak Konsisten, Kisruh Pelantikan Tanpa Wabup Kian Memanas


Rokan Hilir – Situasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir tengah menjadi sorotan tajam. Di balik momen peringatan Hari Kartini pada Selasa (21/4/2026), justru mencuat dinamika panas yang mengindikasikan ketidakharmonisan di pucuk kepemimpinan daerah.


Pelantikan pejabat struktural Eselon III dan IV yang digelar Pemkab Rokan Hilir di hari tersebut berubah menjadi polemik. Pasalnya, sosok Wakil Bupati Jhony Charles tidak terlihat hadir—bahkan disebut tidak diundang dalam agenda resmi pemerintahan itu.


Kondisi ini memicu spekulasi liar di tengah masyarakat. Ketidakhadiran orang nomor dua di Rokan Hilir dalam agenda strategis seperti pelantikan pejabat dinilai bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan mengarah pada indikasi retaknya hubungan antara Bupati H. Bistamam dan wakilnya.


Sejumlah sumber menyebutkan, kekisruhan ini diduga berakar dari rivalitas politik yang belum sepenuhnya mereda pasca kontestasi. Situasi semakin memanas ketika pernyataan Sekretaris Daerah Fauzi Efrizal menuai kontroversi.


Fauzi Efrizal mengklaim bahwa pihaknya telah menyampaikan undangan kepada wakil bupati melalui aplikasi WhatsApp. Namun, pernyataan tersebut dibantah tegas oleh Jhony Charles yang mengaku tidak pernah menerima undangan dalam bentuk apa pun, termasuk melalui pesan digital.


Perbedaan pernyataan ini sontak menimbulkan tanda tanya besar. Publik mempertanyakan kredibilitas informasi yang disampaikan oleh Sekda, bahkan muncul dugaan adanya penyampaian informasi yang tidak berdasar.


Di sisi lain, sosok Jhony Charles dikenal luas sebagai figur yang dekat dengan masyarakat. Ia kerap turun langsung ke lapangan, termasuk saat meredam konflik dalam insiden yang terjadi di Panipahan beberapa waktu lalu. Hal ini membuat absennya sang wakil bupati dalam agenda resmi semakin memperkuat kesan adanya ketegangan internal.


Pengamat menilai, jika benar terjadi disharmoni di level pimpinan daerah, maka hal ini berpotensi mengganggu stabilitas pemerintahan dan pelayanan publik di Rokan Hilir. Apalagi, pelantikan pejabat merupakan bagian penting dalam roda birokrasi yang seharusnya berjalan solid dan terkoordinasi.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi lanjutan yang mampu menjawab polemik tersebut secara terang. Bahkan, Sekretaris Daerah Fauzi Efrizal disebut enggan memberikan tanggapan lebih lanjut saat dikonfirmasi. Sikap bungkam ini memunculkan dugaan bahwa yang bersangkutan tidak berani mempertanggungjawabkan pernyataan yang sebelumnya telah disampaikan ke publik.


Masyarakat kini menunggu penjelasan terbuka dari para pihak terkait untuk mengurai simpang siur yang kian berkembang. Jika tidak segera diluruskan, konflik ini dikhawatirkan bukan hanya menjadi konsumsi politik semata, tetapi juga berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap pemerintahan yang sedang berjalan.

Sekda Kota Bima Dampingi Mission World Bank dan Kementerian PUPR Tinjau Pembangunan Kolam Retensi Amahami


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Sekretaris Daerah Kota Bima, Drs. H. M. Fakhrunraji, M.E., melaksanakan kegiatan pendampingan rombongan Mission World Bank bersama perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI dalam kunjungan lapangan di Kolam Retensi Amahami, pada Senin (21/4).

Dalam kegiatan tersebut, Sekda Kota Bima didampingi oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bima dan Kepala Dinas Perkim Kota Bima. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian monitoring dan evaluasi pelaksanaan Program NUFReP (National Urban Flood Resilience Project) di Kota Bima.

Rombongan melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan Kolam Retensi Amahami yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Infrastruktur ini merupakan salah satu komponen strategis dalam upaya pengendalian banjir perkotaan, yang dirancang untuk menampung limpasan air saat curah hujan tinggi guna mengurangi risiko genangan di kawasan Kota Bima.

Sekda Kota Bima menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bima terus berkomitmen dalam meningkatkan ketahanan wilayah terhadap bencana banjir melalui penguatan infrastruktur serta sinergi dengan pemerintah pusat dan mitra pembangunan internasional.

“Melalui program NUFReP dan dukungan dari Mission World Bank serta Kementerian PUPR RI, diharapkan pembangunan infrastruktur pengendali banjir di Kota Bima dapat berjalan tepat waktu, berkualitas, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain peninjauan lapangan, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi teknis antara Pemerintah Kota Bima, pihak World Bank, dan Kementerian PUPR RI terkait progres pekerjaan, tantangan di lapangan, serta langkah strategis ke depan dalam pengelolaan risiko banjir perkotaan.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan produktif, serta diharapkan mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang tangguh dan berkelanjutan di Kota Bima.(Redaksi Sekjend MDG)

Senyap Namun Mematikan, Satresnarkoba Tulang Bawang Gulung Kurir Sabu Di Tiuh Tohou, Sembunyikan Barang Haram Di Kotak Rokok.


Tulang Bawang, Lampung – Mediadinamikaglobal.Id || Langkah sunyi Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tulang Bawang kembali membuahkan hasil gemilang. Dalam sebuah operasi kilat yang berlangsung senyap namun mematikan bagi ruang gerak pelaku kriminal, petugas berhasil meringkus seorang pria yang diduga kuat merupakan pemain lama dalam penyalahgunaan narkotika jenis sabu di wilayah kampung. Tiuh Tohou, Rabu 15 April 2026.

Tersangka yang diketahui berinisial DP (31), seorang wiraswasta asal Tulang Bawang Barat, tak berkutik saat lingkaran pengamanan polisi mengepungnya di tengah jalan.Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa Polres Tulang Bawang tidak pernah tidur dalam mengawasi setiap jengkal wilayahnya dari ancaman zat adiktif.

Kronologi penangkapan bermula saat anggota Satresnarkoba melakukan patroli hunting di titik-titik rawan peredaran gelap narkoba. Sekira pukul 09.30 WIB, petugas melihat sosok pria dengan gerak-gerik yang sangat mencurigakan. Saat didekati, wajah tersangka mendadak pucat pasi dan bertingkah gelagapan, sebuah sinyal kuat bagi petugas bahwa ada sesuatu yang disembunyikan.

Benar saja, saat dilakukan penggeledahan di lokasi, petugas menemukan:

• Satu plastik klip berisi kristal putih diduga sabu.

• Kotak rokok LA ICE ungu yang dimodifikasi menjadi tempat penyimpanan rahasia.

• Kertas timah rokok yang digunakan untuk mendukung aktivitas terlarangnya.

Kapolres Tulang Bawang, AKBP Yuliansyah, S.I.K., M.H., melalui Kasat Narkoba Iptu Jhoni Apriwansyah, S.H. Dalam keterangannya menegaskan bahwa penangkapan ini adalah peringatan keras bagi siapa pun yang mencoba bermain-main dengan narkoba di wilayah hukumnya.

"Kami bergerak berdasarkan data dan laporan masyarakat yang resah. Tersangka DP mengira aksinya tidak terpantau, namun insting anggota di lapangan jauh lebih tajam. Barang bukti sabu yang disembunyikan di dalam kotak rokok adalah modus lama yang berhasil kami patahkan"Imbuh Kasat Narkoba Polres Tulang Bawang Iptu Jhoni Apriwansyah, S.H.

"Saat ini, tim sedang melakukan pengembangan besar-besaran untuk melacak dari mana barang haram itu berasal. Kami akan kejar hingga ke akar-akarnya!" Tegas Perwira Balok Dua Di Pundak nya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka beserta barang bukti kini telah diboyong ke Mapolres Tulang Bawang. Atas tindakan nekatnya, tersangka akan dijerat dengan: Pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sebagaimana telah disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026. Ancaman hukuman berat kini menanti tersangka di depan mata.

Polres Tulang Bawang kembali menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada dan menjadi "mata dan telinga" kepolisian. Jangan biarkan narkoba merusak masa depan keluarga dan lingkungan kita.
(Fs/Red) 

Pimpin Apel Disnakertrans, Wabup dr.H. Irfan Berikan Arahan


Bima, Media Dinamika Global.id.-- Apel Pagi di Lingkup Dinas Tenaga dan Transmigrasi Kabupaten Bima Selasa (21/4) dipimpin Wakil Bupati dr. Irfan Zubaidy pada kesempatan pagi hari tersebut, Wabup menyampaikan berapa arahan.

Kepemimpinan Bupati Ady Mahyudi dan Wakil Bupati dr.H. Irfan memfokuskan prioritas beberapa aspek yang harus ditangani secara lebih serius, konsisten dan berkelanjutan.

Prioritas tersebut mencakup bidang pendidikan, bidang kesehatan dan bidang ekonomi dan dari ketiga bidang tersebut, ekonomi memiliki banyak aspek yang perlu ditangani seperti sektor pertanian, perikanan, perkebunan termasuk ketenagakerjaan". Terang Wabup dihadapan peserta apel.

Salah satu tantangan Pemerintah Daerah adalah pengentasan kemiskinan, tingginya angka pengangguran dan ini adalah tugas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Tugas besar dan mulia adalah menuntaskan pengangguran dan menciptakan lapangan kerja. Ini tentu saja menjadi tanggung jawab seluruh jajaran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi 

 Langkah awal yang harus dilakukan adalah memastikan data tenaga kerja di seluruh sektor baik pertanian konstruksi perikanan dan sektor lainnya yang tersebar di seluruh kecamatan". Jelas Wabup yang didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Fatahullah, S.Pd, Kepala BPKAD Aries Munandar, ST., MT dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bima H. Syaeful Bahri ST., M.Si.

Setelah apel, dilakukan serah terima jabatan Kepala Dinas Nakertrans dari pejabat lama Aries Munandar, ST., MT kepada H. Syaeful Bahri, ST. M.Si. (Tim MDG).


SOSOK INSPIRATIF: Afriani, Mahasiswi Tangguh dari Kelurahan Dara yang Patahkan Stigma Ekonomi dengan Kemandirian


KOTA BIMA, Media Dinamika Global.id.– Di tengah hiruk-piruk gaya hidup mahasiswa masa kini yang sering kali terjebak dalam tren dan gengsi, muncul sebuah kisah inspiratif dari seorang gadis muda asal Kelurahan Dara, Kota Bima. *Afriani*, alumni MIS Nurul Ilmi kelahiran 2004, membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah tembok penghalang, melainkan bahan bakar untuk terus melaju.

*Mandiri Sejak Dini: Membayar Kuliah dengan Keringat Sendiri*

Memasuki semester ke-6 di bangku perkuliahan, Afriani telah menorehkan catatan luar biasa. Selama hampir delapan semester perjalanannya (termasuk persiapan hingga kini), ia membiayai seluruh kebutuhan pendidikannya secara mandiri. Bagi Afriani, meminta kepada orang tua bukanlah pilihan utama ketika ia tahu beban yang dipikul mereka sudah sangat berat.

Ibunda Afriani adalah seorang pejuang ekonomi keluarga yang berjualan nasi bungkus, terkadang menjajakan *oha po’o*, salome, hingga gorengan. Sementara sang ayah bekerja sebagai tukang batu. Menyadari penghasilan orang tuanya hanya cukup untuk kebutuhan dapur, Afriani memilih untuk turun tangan.

> "Hidup adalah roda yang berputar. Kesuksesan akan datang dari tangan kecil yang mau berusaha, asalkan tidak mengambil hak orang lain," ungkap prinsip hidup yang dipegang teguh olehnya.

*Menepis Gengsi di Tengah Gempuran Gaya Hidup*

Di saat rekan sebaya sibuk dengan gaya hidup *stylish*, Afriani tidak sedikit pun merasa minder. Ia justru dengan bangga membantu ibunya berjualan dan menjalankan usaha kecil-kecilan seperti **ayam geprek**. Baginya, bekerja apa saja asalkan halal adalah sebuah kehormatan.

Ketekunannya kini mulai mendekati garis finis. Meski menyisakan dua semester lagi, semangatnya tidak kendur. Menjelang masa Kuliah Kerja Nyata (KKN), Afriani telah lebih dulu mencuri start dengan menyiapkan judul proposal skripsinya. Ia bergerak gencar, seolah tidak ingin membuang waktu satu detik pun.

*pesan untuk Generasi Muda*

Kisah Afriani adalah pengingat bagi kita semua bahwa pola pikir (*mindset*) adalah kunci. Keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti bermimpi, melainkan tantangan untuk mengembangkan pola pikir agar lebih kreatif dan tangguh.


Langkah kaki Afriani dari Kelurahan Dara menuju gerbang kelulusan adalah bukti nyata bahwa doa ibu dan kerja keras anak yang berbakti akan membuahkan hasil yang indah. Dunia perlu tahu, bahwa di Kota Bima, ada seorang gadis bernama Afriani yang sedang menulis masa depannya dengan tinta kejujuran dan kemandirian.

Semoga langkahmu membuahkan hasil yang indah, Afriani!

Penulis~Oriza Sativa Nabatiyah Amiruddin- Wartawati -MDG

Tertibkan Ternak Liar Lurah Dara Gandeng RT RW


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Pemerintah kelurahan dara kota bima menggeber langkah penertiban ternak liar dengan melibatkan peran aktif RT RW sebagai ujung tombak di lingkungan. Lurah dara Anita khairatun SE, menegaskan bahwa penyelesaian konflik ternak liar butuh peran semua pihak terutama aparat RT dan RW sangat penting untuk mendata ternak mulai dari jenis hewan hingga identitas pemiliknya, selain itu RT/RW wajib menghimbau aturan berternak dan rutin melapor kondisi ternak ke kelurahan. Ujarnya pada Selasa 21/4/2026.

Menurutnya pendataan dan penataan aturan berternak harus di patuhi perternak guna menghindari ternak liar yang tidak dikandangkan   dan tidak jelas identitas hewan maupun pemiliknya langkah ini sekaligus menjadi gebrakan kelurahan dara untuk meningkatkan kinerja RT/RW sebagai mitra lurah dan pelayanan masyarakat.

Dengan mengemban tugas dari perangkat bahwa RT RW  lalu berkoodinasi dengan dinas terkait, insyaallah kita bisa menutup permasalahan ternak liar ujar Anita. Ia bersikeras  jika ditemukan ternak di wilayah dara ternyata ternak pendatang milik orang luar kelurahan dara maka pihaknya akan mempersilahkan untuk angkat kaki dari kelurahan dara.

Kelurahan dara akan memperketat pendataan ternak dan mengintensifkan sosialisasi aturan berternak kepada warga, warga dihimbau melaporkan ternak yang dilepasliarkan tanpa pengawasan ke RT RW setempat.(Redaksi Sekjend MDG)


Pelatihan Relawan SPPG 3T di Kecamatan Sape dan Lambu Sukses Digelar


Sape, Bima, NTB – Pelatihan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) di Kecamatan Sape dan Lambu sukses digelar pada Selasa (21/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) Sape ini bertujuan meningkatkan kapasitas relawan, khususnya dalam pengelolaan program dan keamanan makanan siap saji.



Pelatihan tersebut diikuti oleh enam SPPG, yakni SPPG Bajo Pulo, SPPG Lambu, SPPG Nggelu, SPPG Sumi Dusun Baku, SPPG Mangge, dan SPPG Hidi Rasa. Para peserta mendapatkan pembekalan melalui Kursus Penjamah Makanan Siap Saji dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bima dan Puskesmas Sape.

Materi yang diberikan mencakup standar kebersihan, keamanan pangan, serta prosedur pengolahan makanan layak konsumsi. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman tentang pentingnya menjaga kualitas makanan yang akan disalurkan kepada masyarakat agar tetap aman dan memenuhi standar kesehatan.

Empat narasumber hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Ibnu Zubair, S.Kep., Ns yang membahas cemaran pangan, penyakit bawaan pangan, dan higiene perorangan. Ilyas, SKM menyampaikan materi terkait pemeliharaan lingkungan kerja serta pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit. Sementara itu, Nurwahyuni, S.KM memaparkan pembersihan dan sanitasi peralatan serta tahapan produksi pangan siap saji, dan Muhlisan, S.KM menjelaskan kebijakan keamanan pangan siap saji.


Perwakilan Yayasan/Mitra SPPG 3T, Arif Rahman, SH, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang mengikuti pelatihan. Ia berharap peserta dapat mengikuti kegiatan hingga tuntas serta memahami seluruh materi yang diberikan. Ia juga menegaskan bahwa relawan SPPG yang baru diwajibkan memiliki sertifikat pelatihan penjamah makanan siap saji sebelum mulai bertugas sebagai jaminan standar keamanan dan kualitas layanan kepada masyarakat.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para relawan SPPG di wilayah 3T mampu meningkatkan kualitas pelayanan, terutama dalam penyediaan makanan yang sehat, higienis, dan aman.


Sementara itu, Tenaga Ahli Menko Pangan, Dr. H. Muhammad Syafrudin, ST, MM, saat dikonfirmasi wartawan menekankan pentingnya kinerja maksimal para relawan dalam memberikan pelayanan. Ia menyebut bahwa SPPG 3T memiliki karakteristik berbeda dengan dapur mandiri, baik dari segi lokasi, penyajian, maupun pelayanan.

Ia juga mengimbau para relawan untuk terus berkoordinasi dengan Kepala SPPG, yayasan, serta sesama relawan dalam menghadapi berbagai kendala di lapangan agar solusi dapat segera ditemukan tanpa berlarut-larut.

Secara keseluruhan, kegiatan pelatihan relawan SPPG 3T di Kecamatan Sape dan Lambu berlangsung lancar, tertib, dan sukses. (Team.MDG.03)

Jemaah Calon Haji Kloter LOP 1 Berangkat Rabu Dini Hari

Kloter pertama jemaah calon haji Embarkasi Lombok (LOP 1) mulai bergerak.
Ratusan jemaah asal Lombok Timur, telah tiba di Asrama Haji, (Ist/Surya)

Mataram,  Media Dinamika Global – Kloter pertama jemaah calon haji Embarkasi Lombok (LOP 1) mulai bergerak. Ratusan jemaah asal Lombok Timur, telah tiba di Asrama Haji sejak Selasa (21/4/2026) pagi sekitar pukul 06.00 Wita.

Total jemaah dalam kloter ini mencapai 393 orang. Rinciannya, 217 perempuan dan 176 laki-laki. Selain jemaah, enam petugas turut mendampingi selama perjalanan menuju Tanah Suci.

Kepala Kanwil Kementerian Haji NTB H.L. Muhamad Amin, S.H. menyampaikan, kesiapan kloter pertama berjalan lancar sejak awal kedatangan.

"Seluruh jemaah sudah masuk asrama sesuai jadwal, proses berjalan tertib dan lancar," ungkapnya.

Dalam rombongan ini, jemaah calon haji tertua tercatat atas nama Sarbini Ahmad Sapar, dengan usia 87 tahun asal Aiklomak, Desa Toya. Sementara jemaah termuda, Nurlaela Wardiana berusia 35 tahun dari Banjar Sari, Labuhan Haji.

Keberangkatan jemaah calon haji menuju Madinah, dijadwalkan berlangsung Rabu (22/4/2026) dini hari pukul 02.50 Wita. Kloter LOP 1, akan terbang langsung menggunakan pesawat dengan nomor penerbangan GIA 5101.

Muhamad Amin menegaskan, seluruh persiapan teknis hingga kesehatan jemaah, telah dipastikan optimal sebelum keberangkatan.

"Kami pastikan semua jemaah dalam kondisi siap berangkat, termasuk pendampingan petugas kesehatan selama perjalanan," katanya.

Ia juga mengingatkan jemaah, agar menjaga kondisi fisik selama ibadah haji berlangsung.

"Jaga kesehatan, ikuti arahan petugas, semoga seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar hingga kembali ke tanah air," tutupnya.

Redaksi |

Senin, 20 April 2026

Dandim 1608/Bima Tinjau Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Kecamatan Lambu


Lambu.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, Komandan Kodim (Dandim) 1608/Bima, Samuel Asdianto Limbongan, melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, pada Selasa (21/4/2026). Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau langsung progres pembangunan KDMP di Desa Simpasai dan Desa Lanta.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 10.30 WITA saat Dandim tiba di lokasi pembangunan KDMP Desa Simpasai. Kehadiran Dandim disambut oleh Danramil 1608-03/Sape, Kapten Inf Ruslin, bersama anggota Koramil setempat. Selanjutnya, Dandim melakukan pengecekan langsung terhadap proses pembangunan yang sedang berlangsung, didampingi oleh jajaran Koramil dan Posramil Lambu.




Sekitar pukul 10.50 WITA, rombongan melanjutkan perjalanan menuju lokasi pembangunan KDMP di Desa Lanta. Setibanya di lokasi pada pukul 10.55 WITA, Dandim kembali melakukan pengecekan terhadap progres pembangunan, didampingi oleh Danramil 1608-03/Sape, Danposramil Lambu, serta Babinsa setempat.

Setelah meninjau kedua lokasi, Dandim melanjutkan perjalanan menuju wilayah Kecamatan Monta melalui jalur Kecamatan Langgudu. Seluruh rangkaian kegiatan kunjungan kerja berakhir pada pukul 11.55 WITA dalam keadaan aman dan lancar.

Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari upaya pengawasan dan pengendalian secara langsung oleh Dandim terhadap pelaksanaan pembangunan di wilayah binaannya. Secara umum, pembangunan KDMP di Desa Simpasai dan Desa Lanta dilaporkan berjalan sesuai dengan tahapan yang direncanakan serta dalam kondisi aman dan kondusif.(Team MDG.03)

Pelatihan Relawan SPPG 3T di Sape dan Lambu Digelar, Tekankan Keamanan Pangan


Sape, Bima, NTB – Pelatihan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) di Kecamatan Sape dan Lambu resmi digelar pada Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) Sape dengan fokus utama pada peningkatan kapasitas relawan, khususnya dalam pengelolaan program serta keamanan makanan siap saji.

Pelatihan tersebut diikuti oleh enam SPPG, yakni SPPG Bajo Pulo, SPPG Lambu, SPPG Nggelu, SPPG Sumi Dusun Baku, SPPG Mangge, dan SPPG Hidi Rasa. Para peserta mendapatkan pembekalan melalui Kursus Penjamah Makanan Siap Saji yang menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bima dan Puskesmas Sape.

Materi pelatihan mencakup standar kebersihan, keamanan pangan, serta prosedur pengolahan makanan yang layak konsumsi. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman tentang pentingnya menjaga kualitas makanan yang akan disalurkan kepada masyarakat agar tetap aman dan memenuhi standar kesehatan.



Empat narasumber turut hadir dalam kegiatan ini. Ibnu Zubair, S.Kep., Ns menyampaikan materi terkait cemaran pangan, penyakit bawaan pangan, dan higiene perorangan. Ilyas, SKM membahas pemeliharaan lingkungan kerja serta pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit. Nurwahyuni, S.KM memaparkan pembersihan dan sanitasi peralatan serta tahapan produksi pangan siap saji, sementara Muhlisan, S.KM menjelaskan kebijakan keamanan pangan siap saji.


Yayasan/Mitra SPPG 3T, Arif Rahman, SH, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang hadir. Ia berharap peserta dapat mengikuti pelatihan hingga tuntas dan memahami seluruh materi yang diberikan. Ia juga menegaskan bahwa relawan SPPG yang baru diwajibkan memiliki sertifikat pelatihan penjamah makanan siap saji sebelum mulai bertugas, sebagai jaminan standar keamanan dan kualitas layanan kepada masyarakat.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para relawan SPPG di wilayah 3T mampu meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam penyediaan makanan yang sehat, higienis, dan aman.Tuturnya


Sementara itu, Tenaga Ahli Menko Pangan, Dr. H. Muhammad Syafrudin, ST, MM, saat coba dikonfirmasi oleh wartawan menekankan pentingnya kinerja maksimal para relawan dalam memberikan pelayanan. Ia mengingatkan bahwa SPPG 3T memiliki karakteristik berbeda dengan dapur mandiri, baik dari segi lokasi, penyajian, maupun pelayanan.

Ia juga mengimbau para relawan untuk terus berkoordinasi dengan Kepala SPPG, yayasan, serta sesama relawan dalam menghadapi berbagai kendala di lapangan agar dapat segera ditemukan solusi tanpa berlarut-larut.Ucapnya Saat di Konfirmasi lewat Via Tlp

Secara keseluruhan, kegiatan pelatihan relawan SPPG 3T di Kecamatan Sape dan Lambu berlangsung dengan lancar, tertib, dan sukses. (Team.MDG.03)