Media Dinamika Global

Senin, 04 Mei 2026

Menu Harian SPPG Bima Sape Naru,UD Lilis Selasa 5 Mei 2026


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Selasa pagi (5/5), pihak SPPG Bima Sape Naru UD.Lilis mengumumkan daftar menu yang disajikan untuk hari ini. Menu yang disiapkan terdiri dari hidangan utama hingga pelengkap yang bernutrisi dan seimbang.

Adapun menu yang tersedia meliputi nasi putih sebagai makanan pokok, ayam bakar sebagai lauk utama, serta sayur santan yang menambah cita rasa khas. Selain itu, terdapat perkedel jagung sebagai pelengkap, serta timun segar dan buah jeruk untuk menambah asupan vitamin.

Pihak penyelenggara menyampaikan harapan agar menu yang disajikan dapat dinikmati dengan baik serta memenuhi kebutuhan gizi para penerima.(Team.MDG.03)

Satu Tahun Kepemimpinan Plt SMKN 1 Soromandi Tunjukkan Kemajuan Pesat

SMKN 1 Soromand, (Ist/Morex)

Bima, Media Dinamika Global – Satu tahun sejak dipimpin oleh Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Sekolah, SMKN 1 Soromandi menunjukkan perkembangan signifikan dalam berbagai aspek pendidikan, mulai dari peningkatan kualitas pembelajaran hingga prestasi siswa, Senin (4/5/2026).

Di bawah kepemimpinan Adhar S.Pt, sekolah ini berhasil melakukan sejumlah terobosan strategis. Program unggulan difokuskan pada penguatan pembelajaran berbasis kejuruan seperti peternakan, pertanian, dan perbengkelan. Selain itu, penguatan karakter siswa juga menjadi prioritas utama dalam membentuk lulusan yang tidak hanya terampil, tetapi juga berintegritas.

Tak hanya pada aspek akademik, pengembangan sarana dan prasarana sekolah turut menjadi perhatian serius. Berbagai peningkatan fasilitas dilakukan secara bertahap, termasuk menjalin kerja sama dengan dunia industri guna menunjang kualitas pembelajaran vokasi.

Adhar menyampaikan bahwa keberhasilan yang diraih tidak lepas dari sinergi antara guru, siswa, serta mitra industri yang terus dibangun secara berkelanjutan.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan agar lulusan SMK mampu bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi,” ujarnya.

Selain itu, pihak sekolah juga aktif menggandeng berbagai pihak untuk memberikan kesempatan praktik kerja langsung bagi siswa. Langkah ini dinilai efektif dalam meningkatkan kompetensi dan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja.

Dengan berbagai capaian tersebut, SMKN 1 Soromandi optimistis dapat terus mencetak generasi unggul, terampil, dan siap menghadapi tantangan global.

(Reporter MDG Morex Bima)

Himpunan Mahasiswa Soromandi Mataram Lakukan Aksi Demo, Mendesak Pemerintah Perbaiki Jalan Rusak


Mataram. Media Dinamika Global.Id.- Himpunan Mahasiswa Soromandi Mataram Lakukan Aksi Demo, Mendesak Pemerintah Perbaiki Jalan Rusak. Karena Rusaknya Jalan tersebut banyak sekali memakan Korban, baik kecelakaan maupun terhambatnya Proses Evakuasi Warga yang akan di bawa Rumah Sakit terdekat, dan lain sebagainya.

Sehingga sangat wajar sekali, apabila Adik-adik Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Soromandi Mataram ini terus bersuara mendesak Gubernur NTB untuk menunaikan Janjinya lewat Kepala Dinas PUpr Provinsi NTB beberapa Tahun lalu, janjinya tersebut akan di aspal pada Tahun ini. Namun sayangnya sampai saat ini tidak direalisasikan sama sekali.

PERNYATAAN SIKAP 

HIMPUNAN MAHASISWA SOROMANDI MATARAM KERUSAKAN INFRASTRUKTUR JALAN DI KECAMATAN SOROMANDI


Kami yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Soromandi Mataram (HIMSI-M) dengan ini menyatakan sikap tegas terhadap kondisi kerusakan infrastruktur jalan di Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, yang hingga saat ini tidak mendapatkan penanganan serius dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kerusakan jalan yang terjadi di wilayah Soromandi bukanlah persoalan baru. Selama puluhan tahun, masyarakat dipaksa hidup dalam kondisi infrastruktur yang tidak layak, dengan ruas jalan yang dipenuhi lubang, permukaan tidak rata, serta minimnya perhatian terhadap aspek keselamatan pengguna jalan. Kondisi ini tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga memperparah ketimpangan pembangunan antarwilayah di Provinsi NTB.

Kami menilai bahwa pembiaran terhadap kerusakan jalan ini merupakan bentuk nyata dari kegagalan pemerintah dalam menjalankan tanggung jawabnya. Jalan sebagai infrastruktur dasar seharusnya menjadi prioritas utama dalam pembangunan daerah, karena menyangkut langsung akses terhadap pendidikan, kesehatan, serta aktivitas ekonomi masyarakat. Namun yang terjadi justru sebaliknya Soromandi seakan menjadi wilayah yang dilupakan dalam agenda pembangunan.

Dampak dari kondisi ini sangat nyata. Masyarakat mengalami kesulitan dalam mendistribusikan hasil pertanian dan perikanan, yang berujung pada menurunnya pendapatan ekonomi. Risiko kecelakaan terus meningkat, terutama bagi pengendara roda dua yang menjadi moda transportasi utama masyarakat. Selain itu, akses terhadap layanan publik menjadi terhambat, memperlihatkan adanya ketidakadilan struktural dalam pembangunan.

1. Mendesak Pemerintah Provinsi NTB untuk segera menetapkan perbaikan jalan di Kecamatan Soromandi sebagai prioritas utama dalam kebijakan pembangunan daerah.

2. Menuntut realisasi perbaikan fisik jalan rusak di Kecamatan Soromandi dalam waktu yang terukur dan transparan.

3. Mendesak Pemerintah Provinsi NTB untuk membuka data secara jujur dan transparan terkait kondisi kerusakan jalan serta alokasi anggaran infrastruktur.

4. Menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemerintah daerah, serta mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang lalai dalam menjalankan tugasnya. Seperti dikutip dari Akun Facebook salah seorang Aktivis Muda Soromandi.(Team).

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli “Kongkow-Kongkow”, Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Bima.NTB.Media Dinamika Global.id. Para Babinsa dari Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan patroli sekaligus komunikasi sosial bertajuk “kongkow-kongkow” bersama warga di desa binaan masing-masing pada Senin malam (4/5/2026). Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan (kamtibmas).

Sekitar pukul 19.30 WITA, Babinsa Desa Sari, Serda Junaidin, melaksanakan patroli bersama warga. Dalam kesempatan tersebut, ia mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, mempererat hubungan sosial, serta menghindari konsumsi barang terlarang seperti narkoba dan minuman beralkohol yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.




Selanjutnya pada pukul 20.00 WITA, Babinsa Desa Naru, Sertu Syarif Hidayat, turut melaksanakan kegiatan serupa. Ia mengajak warga meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan dan tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif. Ia juga menekankan pentingnya menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Pada pukul 20.30 WITA, Babinsa Desa Hidirasa, Serka Abdul Hafit, memberikan penekanan kepada warga terkait pentingnya menjaga komunikasi yang baik serta menghindari tindakan melanggar hukum. Ia mengingatkan agar setiap permasalahan segera dilaporkan sehingga dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat.

Sementara itu, pada pukul 21.45 WITA di Desa Soro, Babinsa Serka Masykur mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap keamanan lingkungan, khususnya aktivitas remaja di wilayah tertentu. Ia juga mengingatkan para orang tua untuk mengawasi pergaulan anak-anak agar terhindar dari pengaruh negatif. Selain itu, warga diimbau meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim hujan yang berpotensi menimbulkan bencana seperti banjir, tanah longsor, dan gempa bumi.

Kegiatan “kongkow-kongkow” ini menjadi salah satu upaya Babinsa dalam membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus memperkuat stabilitas keamanan wilayah secara humanis.(Team.MDG.03)

Babinsa Desa Sari Sape Gelar Patroli Siskamling, Situasi Wilayah Terpantau Aman dan Kondusif


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Babinsa Desa Sari, Serda Junaidi bersama satu orang anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan patroli siskamling pada Senin malam (5/5/2026) sekitar pukul 20.10 WITA. Kegiatan ini dilakukan untuk memantau situasi wilayah serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Patroli tersebut turut melibatkan unsur aparat desa dan masyarakat setempat. Tercatat, sebanyak dua anggota Koramil, dua aparat desa, serta enam warga ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Adapun sasaran patroli meliputi pemukiman warga dan sejumlah titik yang kerap menjadi tempat berkumpulnya anak muda. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan, terutama yang melibatkan kalangan remaja.

Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 20.20 WITA saat anggota Koramil bergerak menuju Desa Sari. Setibanya di lokasi pada pukul 20.30 WITA, tim langsung melakukan pemantauan situasi wilayah. Sepuluh menit kemudian, petugas memberikan imbauan kepada masyarakat agar senantiasa menjaga ketertiban lingkungan.



Dalam imbauannya, petugas menekankan pentingnya menghindari perselisihan yang dapat berujung pada perkelahian, khususnya akibat pengaruh minuman keras di kalangan remaja. Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak ugal-ugalan saat berkendara di jalan raya demi keselamatan bersama.

Setelah itu, patroli dilanjutkan ke wilayah desa binaan lainnya hingga akhirnya seluruh rangkaian kegiatan selesai pada pukul 21.20 WITA.

Secara keseluruhan, kegiatan patroli siskamling berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.(Team.MDG.03)

Sosialisasi Nyamuk Demam Berdarah (DBD) Oleh Dokter Oki


Kota Bima-Media Dinamika Global- Senin, 4 Mei 2026, dokter Oki melakukan sosialisasi di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bima terkait Demam Berdarah (DBD) kepada masyarakat yang sedang berobat atau berkunjung menemani pasien. 

Adapun Nyamuk DBD (Aedes aegypti) berciri fisik tubuh kecil berwarna hitam dengan belang-belang dua garis warna putih di kaki dan tubuhnya. Mereka aktif menggigit pada pagi hingga sore hari, terutama 2 jam setelah matahari terbit dan beberapa jam sebelum matahari terbenam. 

Nyamuk tersebut jarang beraktifitas di malam hari, berbeda dengan nyamuk biasa pada umumnya yang beraktifitas di malam hari. 

"Tanda-tanda gejala ketika digigit nyamuk DBD ialah terjadi demam tinggi, terasa nyeri pada kepala, bisa muncul kemerahan di kulit bahkan muntah darah". 

Yang perlu diperhatikan untuk menghindari nyamuk tersebut kata dr. Oki adalah melakukan (3M Plus); 

1. Menguras semua genangan air 

2. Menutup bak mandi, agar nyamuk tidak berkembang biak

3. Mengubur benda-benda yang tidak di pake

4. Plus, mengunakan kelambu, obat nyamuk serta menanam bunga yang mengusir nyamuk 

Selain hal tersebut di atas dr. Oki membahkan yaitu fentilasi rumah harus di tutup, jangan gantung pakaian supaya nyamuk DBD tidak berkembang biak, membersihkan selokan, dll. 

Saran dokter kepada pasien maupun pengunjung adalah "Lebih baik mencegah daripada mengobati". Abd Khalik Syam.

Pengawasan LKP-RI DPD Lakukan Terkait Prosedur Pinjaman Klaim Ansuransi nasabah DIKCAB BSI MTARAM




 Media Dinamika Global, 3 Mei 2026 — Dalam komitmen berkelanjutan untuk mengawal hak-hak konsumen di sektor perbankan, jajaran pengurus Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK RI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama sekretaris beserta ketua DPC Mataram kembali menyambangi Kantor Cabang Pembantu (KACAB) Bank Syariah Indonesia (BSI) Mataram pada 4 Mei 2026. 

Kunjungan ini merupakan langkah strategis guna memperoleh klarifikasi komprehensif terkait prosedur dan realisasi asuransi bagi nasabah yang telah meninggal dunia.Delegasi yang dipimpin langsung oleh

Ketua DPD LPK RI NTB, Ahmad Dimiati Hamzar, S.H., menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses penyelesaian kewajiban asuransi. 

Langkah ini diambil guna memastikan bahwa ahli waris nasabah mendapatkan haknya sesuai dengan ketentuan polis dan regulasi perbankan syariah yang berlaku, tanpa hambatan administratif yang berkepanjangan.

"Kehadiran kami hari ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan organisasi untuk memastikan bahwa sistem perlindungan konsumen berjalan sebagaimana mestinya. 

Kami memfokuskan pada sinkronisasi data dan kepastian klaim asuransi jiwa nasabah, agar pihak keluarga tidak dibebani oleh persoalan yang seharusnya sudah terproteksi oleh sistem asuransi perbankan," ujar Ahmad Dimiati Hamzar, S.H. dalam keterangannya. 


( Red ).

Rakyat Bersuara, Camat Diam: Polemik Alfamart di Sanggar Kian Memanas

Polisi, Pemuda Desa Taloko, Endri bersama Danu, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global - Sanggar – Gelombang penolakan terhadap rencana kehadiran gerai ritel modern Alfamart di Kecamatan Sanggar kian membesar dan tak lagi terbendung. Desakan publik kini mengarah langsung kepada Camat Sanggar yang dinilai belum menunjukkan sikap tegas di tengah konflik yang terus memanas.

Sejumlah elemen masyarakat, mulai dari pemuda hingga pelaku usaha kecil, secara terbuka mempertanyakan keberpihakan pemerintah kecamatan. Mereka menilai, masuknya ritel modern berpotensi menjadi ancaman serius bagi kelangsungan usaha mikro yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi warga.

Penolakan ini tidak berdiri di ruang kosong. Warga menyoroti dugaan minimnya transparansi dalam proses sosialisasi serta indikasi pengabaian terhadap aspirasi masyarakat lokal. Situasi ini memicu kecurigaan bahwa keputusan yang diambil tidak sepenuhnya berpihak pada kepentingan publik.

Bung Endri, pemuda asal Desa Taloko, secara lugas menyampaikan kritiknya. Ia menilai sikap diam Camat Sanggar justru memperkeruh keadaan.

“Ini bukan sekadar soal Alfamart. Ini soal keberpihakan. Camat harus jelas, berdiri bersama rakyat atau memberi ruang bagi korporasi yang berpotensi menyingkirkan ekonomi lokal,” tegasnya.

Menurutnya, masyarakat tidak anti terhadap pembangunan. Namun, setiap kebijakan harus berpijak pada realitas sosial dan ekonomi warga. Ia menekankan pentingnya perlindungan terhadap pelaku UMKM yang selama ini bertahan tanpa dukungan besar.

Gelombang tekanan semakin menguat setelah berbagai diskusi dan konsolidasi dilakukan oleh kelompok masyarakat sipil. Tuntutan mereka jelas: transparansi, keterbukaan informasi, serta evaluasi menyeluruh terhadap rencana pendirian gerai ritel tersebut.

“Jangan ada keputusan sepihak. Kalau suara rakyat terus diabaikan, aksi yang lebih besar bukan hal yang mustahil,” tambah Endri.

Hingga berita ini diturunkan, Camat Sanggar belum memberikan pernyataan resmi. Sikap bungkam ini justru memicu spekulasi liar di tengah masyarakat dan memperkuat persepsi bahwa pemerintah kecamatan sedang berada di zona nyaman—atau justru terjebak dalam tarik-menarik kepentingan.

Redaksi  |

Satwa Liar Jenis Siamang Berhasil Dievakuasi Tim KSDA di Way Panas

 











4 Mei 2026 Tanggamus Lampung MediaDinamikaGlobal.id.

Satwa Liar Jenis Siamang Berhasil Dievakuasi Tim KSDA di Way Panas

Petugas KSDA bersama aparat dan warga mengevakuasi satwa liar jenis siamang menggunakan kendaraan operasional di Pekon Way Panas, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Senin (4/5/2026). 

 Tim Seksi KSDA Wilayah III Lampung dari BKSDA Bengkulu berhasil mengevakuasi seekor satwa liar jenis siamang di Dusun 4, Pekon Way Panas, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Senin (4/5/2026).

Proses evakuasi berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga 10.00 WIB. Tim menggunakan kombinasi metode penanganan berupa restraint fisik (manual) dan pembiusan (kimia) guna memastikan keselamatan satwa serta warga di sekitar lokasi.

Kegiatan ini melibatkan tim KSDA yang terdiri dari Irhamuddin, S.P., Sujadi, Ujang Suryadi, S.E., dan Fredy Rahmandani, S.Hut. Proses evakuasi juga didampingi oleh dokter hewan dari Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, drh. Erni Suyanti, S.K.H., M.Ling.

Dalam pelaksanaannya, tim turut dibantu oleh aparat setempat, yakni Babinsa Sertu Iryadi dan Bhabinkamtibmas Wonosobo Bripka Akbar Tanjung, serta partisipasi aktif masyarakat Pekon Way Panas.

Diketahui, lokasi evakuasi merupakan bagian dari kawasan hutan lindung Register 30 Gunung Tanggamus yang berada di bawah pengelolaan UPTD KPH Kotaagung Utara.

Irhamuddin mengimbau masyarakat agar tidak melakukan interaksi langsung dengan satwa liar yang masuk ke area permukiman. Ia menekankan pentingnya pelaporan cepat kepada aparat setempat agar penanganan dapat dilakukan secara tepat.

“Jika ada satwa liar, jangan dipermainkan atau didekati. Segera laporkan kepada kepala pekon, Babinsa, atau Bhabinkamtibmas agar bisa ditindaklanjuti oleh pihak berwenang,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa perilaku agresif satwa dapat disebabkan oleh kondisi stres, kepanikan, atau faktor alami seperti mencari pasangan maupun terganggunya habitat asli.

“Satwa liar bisa menjadi agresif karena panik atau mencari pasangan. Itu hal yang wajar di alam,” tambahnya.

Selanjutnya, siamang tersebut akan dibawa ke lokasi yang aman untuk penanganan lebih lanjut sebelum dilepasliarkan kembali ke habitatnya (Umar.MDG)

Gubernur Laporkan Rakyat, LMND NTB: Ini Bukan Privasi, Ini Kriminalisasi Kritik

Moderator, Yuni Narasumber I, Taufan Narasumber II, dan Ketua EW LMND NTB, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global – Langkah Lalu Muhammad Iqbal melaporkan aktivis sosial Yuni Bourhany ke Polda NTB menuai gelombang kritik tajam. Eksekusi Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW LMND) provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar dialog publik bertema “Mengurai Motif Dibalik Laporan Gubernur NTB Terhadapnya: Perlindungan Privasi atau Kriminalisasi?” di Caffe Cornet, Kota Mataram, Minggu (3/05/2026).

Forum ini menjadi panggung kritik terbuka terhadap sikap pejabat publik yang dinilai lebih memilih jalur pidana ketimbang menjawab substansi kritik rakyat. Pertanyaan besar pun mencuat, apakah ini benar perlindungan privasi, atau justru bentuk kriminalisasi terhadap suara kritis masyarakat?

Dialog menghadirkan dua narasumber, akademisi hukum pidana Taufan, SH., MH,  yang juga Direktur LPW NTB, Yuni Bourhany sebagai terlapor, dan sejumlah Pemimpin Redaksi Media Online, sejumlah aktivis di NTB.

Narasumber I, Taufan mengatakan, bahwa dalam hukum pidana, tidak semua penyebaran data pribadi otomatis bisa dipidana. Menurutnya, harus diuji secara ketat unsur melawan hukum, niat jahat (mens rea), serta konteks dari penyebaran tersebut.

“Tidak semua orang yang menyebarkan data pribadi itu melanggar hukum. Harus dilihat konteksnya, apakah ada unsur melawan hukum dan niat jahat,” tegasnya.

Ia juga mempertanyakan apakah nomor telepon yang dipersoalkan benar-benar termasuk data pribadi yang dilindungi secara ketat, terlebih jika nomor tersebut sudah berada di ruang publik atau digunakan dalam konteks jabatan publik sebagai gubernur.

“Kalau dilihat dari narasinya, ini tidak berdiri sendiri. Ada konteks kritik terhadap kebijakan, sehingga motifnya juga harus diuji,” ujarnya.

Menurut Taufan, ketika pejabat publik langsung menggunakan jalur pidana terhadap kritik warga, hal itu menunjukkan kegagalan dalam merawat ruang demokrasi dan komunikasi publik. Ia mengingatkan bahwa hukum pidana seharusnya menjadi ultimum remedium—jalan terakhir, bukan senjata utama membungkam kritik.

“Ketika pejabat publik langsung menggunakan jalur pidana, itu bisa menunjukkan kegagalan dalam merawat sistem sosial dan ruang komunikasi publik,” katanya tajam.

Ia juga menyoroti potensi berbahaya jika Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi dipakai sebagai alat baru membatasi kritik publik, menggantikan pasal-pasal karet yang selama ini dikritik dalam UU ITE.

Sementara itu, Yuni Bourhany mengaku laporan terhadap dirinya berawal dari kritik kerasnya terhadap sejumlah kebijakan Gubernur NTB, khususnya terkait pengadaan mobil listrik bagi birokrasi, di tengah masih buruknya pelayanan dasar masyarakat.

Menurutnya, rakyat hari ini tidak membutuhkan mobil listrik mewah bagi pejabat, melainkan pelayanan kesehatan yang layak, keadilan sosial, dan kehadiran pemerintah saat masyarakat benar-benar membutuhkan.

“Yang dibutuhkan rakyat bukan mobil rental untuk para OPD yang duduk manis menunggu pajak dari masyarakat, tetapi pelayanan dasar yang nyata,” ujarnya.

Ia mencontohkan masih banyak persoalan warga NTB yang meninggal di luar daerah seperti Bali dan Kalimantan, bahkan harus viral lebih dulu agar mendapat perhatian pemerintah.

Baginya, kondisi itu mencerminkan ketimpangan serius antara gaya hidup elite birokrasi dan kebutuhan nyata masyarakat bawah.

Yuni menilai pelaporan terhadap dirinya bukan soal perlindungan privasi, melainkan upaya sistematis untuk membungkam kritik yang selama ini ia suarakan.

“Karena postingan saya keras dan langsung mengenai substansi, akhirnya dia merasa terganggu dan berusaha membungkam suara saya dengan laporan ke Polda NTB,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa nomor yang ia unggah bukan nomor pribadi, melainkan nomor gubernur yang menurutnya berfungsi sebagai akses informasi publik agar masyarakat bisa menyampaikan persoalan ketika jalur birokrasi di OPD tidak berjalan.

“Saya tidak punya hubungan pribadi dengan Gubernur. Saya bahkan tidak menyimpan nomor pribadi beliau. Yang saya sampaikan adalah nomor gubernur sebagai informasi publik,” jelasnya.

Dalam pemeriksaan di Polda NTB, ia mengaku mendapat sekitar 26 pertanyaan dari penyidik, termasuk soal dugaan penyebaran nomor pribadi. Namun ia tetap pada pendiriannya bahwa tidak ada unsur pidana dalam tindakannya.

“Saya tidak akan mundur satu senti pun, karena saya merasa apa yang saya lakukan tidak melanggar hukum. Niat saya bukan untuk menjatuhkan siapa pun, tetapi menyampaikan kritik dan informasi,” tegasnya.

Redaksi |