Media Dinamika Global

Rabu, 08 April 2026

Nama Sekda Lotim Terseret di Sidang Tipikor Mataram, Aktivis NTB Desak Semua Aktor Diungkap

Aktivis NTB saat Gelar Aksi Simbolik, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global — Gelombang tuntutan keadilan terkait skandal korupsi di Lombok Timur terus menguat. Hari ini, Konsorsium Aktivis Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Aliansi Pemuda dan Aktivis (ALPA) NTB menggelar aksi simbolik di depan Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Mataram. Massa menuntut pengusutan tuntas hingga ke akar-akarnya atas dugaan keterlibatan Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur dalam proyek bermasalah.

Koordinator Konsorsium Aktivis NTB, Fidar Khairul Diaz, menegaskan bahwa penegakan hukum dalam kasus korupsi pengadaan Chromebook dan proyek Dermaga Labuhan Haji tidak boleh berhenti pada pejabat teknis semata.

​"Hukum harus menyentuh akar masalah. Jangan sampai yang ditindak hanya pelaksana lapangan atau 'bidak kecil', sementara otak dari dugaan korupsi ini masih bebas tidak tersentuh. Kami meminta Jaksa tidak ragu mengejar aktor intelektualnya," tegas Fidar di sela-sela aksi.

Di tempat yang sama, Direktur ALPA NTB, Herman, secara khusus menyoroti integritas jalannya persidangan. Ia mendesak Komisi Yudisial (KY) untuk turun tangan melakukan pengawasan ketat terhadap majelis hakim yang menangani perkara ini.

​"Mengingat besarnya kerugian negara yang mencapai miliaran dan keterlibatan banyak pihak, kami meminta Komisi Yudisial (KY) melalui Penghubung KY wilayah NTB untuk memantau sidang ini secara langsung. Ini penting untuk memastikan hakim tetap independen dan tidak terintervensi oleh kekuatan politik mana pun," ujar Herman.

Kasus korupsi pengadaan Chromebook di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur tahun anggaran 2022 ini telah menyeret enam orang terdakwa ke meja hijau. Mereka terdiri dari mantan Sekretaris Dikbud (AS), Pejabat Pembuat Komitmen (A), serta empat orang dari pihak rekanan swasta (S, MJ, LH, dan rekan).

​Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), proyek senilai lebih dari Rp32 miliar tersebut diduga direkayasa melalui sistem e-katalog, yang mengakibatkan kerugian negara ditaksir sebesar Rp9,27 miliar.

Nama Sekda Lombok Timur sendiri mulai mencuat secara spesifik dalam fakta persidangan akhir tahun 2025 lalu. Hal inilah yang memicu desakan publik agar aparat penegak hukum segera menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru untuk mendalami peran sang pejabat tinggi tersebut.

​"Kami tidak akan berhenti mengawal kasus ini. Publik berhak tahu siapa saja yang menikmati uang rakyat secara ilegal. Jika fakta persidangan sudah menyebut nama, maka tidak ada alasan bagi aparat untuk menunda pengembangan perkara, semua aktor harus di hukum" tutup Fidar.

Redaksi |

Kasus Pemerkosaan Mahasiswi di Sape Masih Berkeliaran, Orang Tua Korban Minta Polisi Tangkap Pelaku Utama


Bima, Media Dinamika Global – Kasus dugaan pemerkosaan keji yang menimpa seorang mahasiswi lulusan keperawatan berinisial R (17) di wilayah Kecamatan Sape, kini memasuki babak baru. Pihak keluarga korban secara tegas mendesak pihak Kepolisian (APH) untuk bertindak lebih agresif dan segera meringkus pelaku utama yang hingga kini masih berkeliaran. Rabu (08/04/26).

Berdasarkan Laporan Pengaduan Nomor: STTLP / K / 333 / III / 2026 / NTB / Res Bima Kota, peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu malam, 21 Maret 2026, sekitar pukul 19.00 WITA (dan berlanjut hingga larut malam). Korban yang saat itu sedang berboncengan dengan pacarnya dicegat oleh sekelompok pemuda di jalan lintas Dusun Gusung menuju Desa Sangiang. Para pelaku yang diduga dalam pengaruh alkohol tidak hanya melakukan tindakan asusila secara paksa (pemerkosaan), tetapi juga merampas telepon genggam (HP) milik saksi.

Keluarga korban menaruh kecurigaan besar terhadap saksi kunci, yakni pacar korban yang bernama Reden Gifar Al Rasid, warga Desa Soro, Kecamatan Lambu. Saksi tersebut dinilai memberikan keterangan yang berubah-ubah dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan diduga kuat mencoba menutup-nutupi kejadian yang sebenarnya. Hal inilah yang ditengarai menghambat kepolisian dalam menetapkan status hukum pelaku utama.

Hingga saat ini, pihak keluarga menuntut keadilan atas beberapa poin krusial:

Identitas Pelaku Utama: Terduga pelaku utama berinisial RENO asal Sape, statusnya masih misterius dan belum diamankan.

Tiga Pelaku Lainnya: Masih ada tiga orang terduga pelaku yang hingga kini belum tersentuh hukum.

Keadilan untuk Korban: Orang tua korban, Amiruddin (Rudi), mendesak Polres Bima Kota untuk tidak memberi ruang bagi para pelaku.

"Kami minta polisi tegas! Jangan biarkan pelaku utama berkeliaran. Anak kami mengalami trauma berat, sementara saksi kunci terlihat tidak jujur. Kami ingin semua yang terlibat diseret ke penjara tanpa pengecualian," tegas pihak keluarga korban.

Saat ini, korban mengalami trauma psikis yang sangat mendalam. Pihak APH diharapkan tidak hanya fokus pada pengejaran pelaku, tetapi juga memberikan perlindungan maksimal bagi korban. 

Kasus ini telah menjadi atensi publik di wilayah Bima, dan masyarakat menunggu keberanian Polres Bima Kota untuk segera menangkap Reno dan rekan-rekannya yang masih buron. (RED).

Sertu Buyung Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Siskamling di Desa Buncu, Situasi Wilayah Aman dan Kondusif


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, Sertu Buyung yang bertugas sebagai Babinsa Desa Buncu, Koramil 1608-03/Sape, melaksanakan kegiatan patroli siskamling di wilayah desa binaannya pada Rabu (8/4/2026) malam. Kegiatan ini dilakukan guna memantau situasi wilayah sekaligus mengantisipasi perkembangan keamanan di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Patroli yang dimulai sekitar pukul 19.50 WITA tersebut melibatkan dua personel Koramil, dua aparat desa, serta delapan orang masyarakat setempat. Sasaran patroli difokuskan pada pemukiman warga dan lokasi yang sering menjadi tempat berkumpulnya anak muda.

Sekitar pukul 20.00 WITA, tim bergerak menuju Desa Buncu dan tiba pada pukul 20.10 WITA. Setibanya di lokasi, kegiatan dilanjutkan dengan pemantauan situasi wilayah guna memastikan kondisi tetap aman dan terkendali.



Dalam patroli tersebut, Sertu Buyung bersama anggota turut memberikan berbagai imbauan kepada masyarakat. Warga diminta untuk menjaga kedamaian dan keharmonisan lingkungan serta menghindari perselisihan yang dapat memicu konflik. Ia juga menyoroti maraknya perkelahian di kalangan remaja yang dipicu oleh konsumsi minuman keras dan ketidakmampuan mengontrol emosi.

Selain itu, masyarakat diingatkan untuk menjauhi narkoba dan barang terlarang lainnya, serta menghindari pergaulan bebas yang dapat merusak masa depan generasi muda. Dalam hal ketertiban berlalu lintas, warga juga diimbau agar selalu membawa identitas diri seperti SIM dan tidak berkendara secara ugal-ugalan demi keselamatan bersama.

Kegiatan patroli kemudian dilanjutkan dengan pemantauan di desa binaan hingga pukul 20.50 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 21.10 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

(Team.MDG.03)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Intensifkan Patroli “Kongkow-Kongkow” di Desa Binaan Masing-masing

Bima.NTB.Media Dinamika Global.id. Babinsa Koramil 1608-03/Sape terus mengintensifkan patroli dialogis melalui kegiatan “kongkow-kongkow” bersama warga di desa binaan masing-masing. Kegiatan ini dilakukan pada Rabu malam (8/4/2026) sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah.

Patroli diawali oleh Serka Sahrul, Babinsa Desa Oi Maci, Kecamatan Sape, pada pukul 19.30 WITA. Ia melaksanakan patroli sambil berinteraksi dengan warga dan memberikan imbauan agar selalu menjaga situasi kamtibmas. Selain itu, warga diminta tidak bertindak main hakim sendiri jika terjadi permasalahan, melainkan segera melaporkannya kepada aparat berwenang.

Selanjutnya, pada pukul 20.00 WITA, Sertu Jafar, Babinsa Desa Melayu yang juga anggota Posramil Lambu, melaksanakan patroli serupa. Dalam kegiatan tersebut, ia memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjauhi perilaku negatif seperti penyalahgunaan narkoba dan konsumsi minuman keras yang dapat merusak masa depan serta mengganggu ketertiban lingkungan. Ia juga mengajak warga untuk menyelesaikan setiap persoalan melalui musyawarah dan mufakat.




Pada pukul 20.30 WITA, Serka Khairuddin, Babinsa Desa Lanta, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, turut melaksanakan kegiatan kongkow-kongkow bersama warga. Ia mengimbau masyarakat agar terus bekerja sama dengan aparat keamanan dalam menjaga ketertiban lingkungan. Selain itu, warga diharapkan tetap menjalin komunikasi yang baik, saling menghormati, menghargai, serta segera melaporkan setiap permasalahan agar dapat ditangani dengan cepat oleh pemerintah desa.

Sementara itu, pada pukul 20.45 WITA, Serda Ikhsan, Babinsa Desa Bajo Pulau, Kecamatan Sape, juga melaksanakan patroli dialogis. Ia mengajak warga, khususnya para remaja, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan serta menghindari kegiatan yang melanggar hukum. Ia juga mengingatkan bahaya konsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Kegiatan patroli “kongkow-kongkow” ini merupakan bagian dari upaya pembinaan teritorial Babinsa dalam mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif. (Team.MDG.03)

BPD Desa Laju Kecamatan Langgudu Kab, Bima Segel Kantor Atas Dugaan Ketidaktertiban Dalam Beberapa Tahun Terakhir


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.-- Ketegangan antara Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan pemerintah Desa Laju, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, memuncak. BPD setempat menyegel kantor desa sebagai bentuk protes atas dugaan ketidaktertiban dalam perencanaan dan pelaporan pemerintahan desa yang berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.

Langkah penyegelan itu dilakukan setelah BPD menilai sejumlah kegiatan desa sejak 2023 hingga 2025 tidak melalui mekanisme perencanaan sebagaimana mestinya.

Beberapa program disebut tidak tercantum dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) maupun tidak terakomodasi secara jelas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Anggota BPD Desa Laju, Haerudin, mengatakan pihaknya telah berulang kali menyampaikan permintaan klarifikasi dan rekomendasi kepada pemerintah desa. Namun, respons yang diharapkan belum juga diterima.

“Ada tahapan kegiatan yang tidak melalui proses perencanaan sesuai ketentuan,” kata Haerudin kepada media ini, Rabu (8 April 2026).

Senada dengan itu, anggota BPD lainnya, Jufri, S.Sos, menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut karena menyangkut prinsip transparansi pemerintahan desa.

“Kami melihat ada ketidaktertiban yang perlu segera diluruskan. BPD memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan tata kelola desa berjalan sesuai aturan,” ujar Jufri.

Selain itu, pemerintah desa juga disebut belum secara rutin menyampaikan Laporan Keterangan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LKPPDes) pada akhir tahun anggaran. Padahal, laporan tersebut merupakan instrumen penting untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan desa.

Sebagai bentuk tekanan sekaligus dorongan agar ada kejelasan, BPD kemudian mengambil langkah penyegelan kantor desa. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai dasar hukum maupun mekanisme internal yang melandasi tindakan tersebut.

Sejumlah pihak menilai, situasi ini memerlukan penanganan segera melalui pembinaan dan mediasi oleh pemerintah daerah agar tidak mengganggu pelayanan publik di tingkat desa.


Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah Desa Laju belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.(Team MDG)

Berkat Kepedulian Berbagai Pihak, PMI Juwiati Asal Desa Boro Kabupaten Bima NTB Akan Dipulangkan


Bima NTB, Media Dinamika Global.id Menindak lanjuti kabar yang viral di Media Sosial, dan marak di beritakan oleh beberapa Media, tentang PMI Juwiati asal Desa Boro, Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima yang fisiknya sangat memperihatinkan, pasalnya Juwita mengalami Stroke sehingga menjadi perhatian serius semua pihak. Rabu, (07/04/26)

"Namun, pihak yang peduli terhadap keadaan nya Juwiati, meminta agar proses penanganan nya itu dapat diselesaikan dengan cepat. Sementara Keterlibatan pihak yang peduli serta ikut andil dan berusaha lakukan konfirmasi dengan pemerintah serta beberapa instansi lainnya. Dengan tujuan membantu agar persoalan ini segera ditangani.

"Salah satu pegiat sosial kemanusiaan yang enggan disebutkan namanya, berupaya mencari informasi. Bagaimana langkah pasti tentang cara agar proses pemulangan PMI itu tertuang dalam agenda dan atensi khusus pemerintah daerah kabupaten Bima serta provinsi NTB yang mungkin akan ditindak lanjuti untuk kordinasi bersama Kementerian llLuar Negeri, dan pejabat KBRI Negara setempat, sehingga proses kepengurusan nya itu akan lebih mudah. Menurut pendapat yang disampaikan nya.

"Kemudian setelah itu, berawal dari kordinasi dan konsultasi dengan Ketua APJATI Bima Dompu di Kantor APJATI Kota Bima, dia menyarankan agar dibuatkan proses laporannya dulu, ditujukan kepada pihak KP2MI sebagai dasar agar PMI tersebut tercatat dalam agenda sesuai tugasnya mereka. 

"Beberapa saat kemudian, laporan yang dimaksud telah diajukan secara Online oleh (MUHRIM, S.H) Ketua APJATI Bima Dompu dengan beberapa lampiran data milik PMI Juwiati yang sudah disiapkan sebelumnya

"Langkah itulah yang menjadi patokan utama awal perjuangan dalam urusan tersebut diatas. Sehingga kemauan besar tumbuh dengan sendirinya demi tugas sebagai Pegiat Sosial kemanusiaan dan harus dilakukan dengan keyakinan. Sehingga cara berinteraksi menjadi penghubung lintas kordinasi dan komunikasi dengan semua Pihak mulai dari Keluarga PMI, Para jurnalis, pemerintah daerah kabupaten Bima, Pemprov, sampai dengan pihak KBRI Kuala Lumpur Malaysia. Demi memperjuangkan HAK KEMANUSIAAN PMI Juwiati untuk segera diproses kepulangan nya dengan alasan tertentu.

"Selanjutnya diteruskan konfirmasi terhadap Kadis Disnaker kabupaten Bima, saat itu dilakukan komunikasi lewat via WhatsApp. Dan disampaikan bahwa PMI Juwiati yang sedang mengalami stroke berat dengan kondisi badan tidak bisa digerakkan, sehingga dengan langkah ini kami konfirmasi secara langsung, besar harapan kami agar kiranya dapat dipertimbangkan.

"Setelah itu, dia menyampaikan ucapan terima kasih atas informasi yang telah disampaikan, dalam perihal seperti ini komunikasi serta konfirmasi adalah langkah yang tepat sehingga akan menjadi atensi dan di prioritaskan. Kemudian katanya hal ini akan segera kami tindak lanjuti sebagai bahan laporan kepada Pimpinan Daerah beserta Pejabat Fungsional Pengantar Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB. Selanjutnya akan diinformasikan apabila ada petunjuk Kadis Disnaker kabupaten Bima. Tandanya 


"Jelang beberapa hari, saat itu bertepatan kami berkunjungan di kantor Disnaker kabupaten Bima, untuk menanyakan update informasi terbaru. Disampaikan secara langsung oleh Kadis Disnaker kabupaten Bima bahwa status laporan nya itu sudah menjadi Atensi khusus oleh kedua Pimpinan daerah kabupaten Bima dan provinsi NTB. dan tinggal menunggu proses yang akan dilaksanakan oleh pihak KBRI negara setempat, kemudian Kami sudah sampaikan kepada pihak keluarga juwiati lewat perwakilan yang diutus, agar mereka bisa lebih tenang dan tidak terlalu berpikir dan ada juga beberapa hal lainnya tentang tahapan dalam urusan proses pemulangan nya nanti.

"Setelah itu, tugas selanjutnya mencari informasi tentang keadaan dan kondisi kesehatan PMI Juwiati,, dengan bantuan akses dibawah garis komando MUHRIM, S.H ketua APJATI Bima Dompu, melalui jalur lintas kordinasi dan komunikasi antar negara bersama pihak NGO/LSM di Kuala Lumpur,Malaisya beserta Agensi yang sudah menjadi mitra APJATI Bima Dompu. untuk melaksanakan tugas pengawalan dan pendampingan terhadap Juwiati. (Tim)

Babinsa Desa Sangia Koramil 1608-03/Sape Dampingi Pembelian Gabah Petani, Total Capai 14 Ton

Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, Kegiatan pengawalan dan pendampingan pembelian gabah oleh petani berlangsung di Desa Sangia, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Rabu (8/4) pukul 14.45 WITA. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Babinsa Desa Sangia, Sertu Syaifullah, bersama sejumlah pihak terkait.

Pendampingan dilakukan dalam proses pembelian gabah milik Kelompok Tani (Poktan) So Kawinda dengan harga Rp6.500 per kilogram. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan proses transaksi berjalan lancar serta memberikan rasa aman bagi para petani.



Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain staf gudang Bulog, Babinsa Desa Sangia, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Desa Sangia, serta anggota Poktan So Kawinda.

Adapun total gabah yang berhasil dibeli dalam kegiatan tersebut mencapai 14.365,52 kilogram atau sekitar 14,3 ton.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaporkan berjalan dengan tertib, lancar, dan aman tanpa kendala berarti. (Team.MDG.03)

Defisit Rp240 Triliun Belanja MBG Raksasa


Angka Itu Muncul dan Langsung Bikin Dahi Berkerut: Rp240,1 Triliun.

Jakarta, Media Dinamika Global.id.-- Bukan angka kecil. Bukan juga angka yang bisa lewat begitu saja di tengah kondisi ekonomi yang sedang dijaga stabilitasnya.

Defisit APBN kembali jadi sorotan.

Dalam rapat yang memperlihatkan ekspresi serius para pejabat negara, terungkap bahwa defisit anggaran mencapai Rp240,1 triliun. Angka ini langsung memicu pertanyaan besar: ke mana arah belanja negara saat ini?

Salah satu yang paling menyedot perhatian adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program yang digadang-gadang sebagai solusi peningkatan kualitas gizi masyarakat ini justru disebut sebagai salah satu komponen belanja terbesar dalam struktur anggaran.

Di satu sisi, MBG diposisikan sebagai investasi jangka panjang—membangun generasi sehat, produktif, dan siap bersaing.

Namun di sisi lain, publik mulai mempertanyakan skala dan prioritasnya.

Apakah besarnya anggaran sebanding dengan dampak yang akan dihasilkan?

Atau justru ada risiko pembengkakan yang tidak terkontrol?

Ekspresi para pejabat dalam rapat itu seolah menggambarkan satu hal: situasinya tidak sederhana.

Defisit bukan sekadar angka. Ia adalah cerminan dari pilihan kebijakan.

Dan setiap pilihan, selalu ada konsekuensinya.

Di tengah tekanan global, fluktuasi harga energi, dan kebutuhan domestik yang terus meningkat, pemerintah dihadapkan pada dilema klasik: menjaga stabilitas atau mendorong program ambisius.

Pertanyaannya sekarang bukan hanya soal angka.

Tapi soal arah.

Apakah ini langkah strategis untuk masa depan…

atau justru sinyal awal tekanan fiskal yang lebih besar.(Team MDG)

Pemkot Bima Gelar Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Bima Tekankan Pembangunan Berbasis SDM dan Sinergi Lintas Sektor


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.– Pemerintah Kota Bima menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Gedung Seni Budaya Kota Bima, pada Rabu, 8 April 2026.

Musrenbang tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Unsur Pimpinan Wakil Ketua I DPRD Kota Bima, Alfian Indrawirawan, S.Adm, bersama Anggota DPRD Kota Bima, perangkat daerah, serta berbagai pemangku kepentingan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah yang partisipatif, terarah, dan berkelanjutan.

Wali Kota Bima, H. A. Rahman, SE, dalam sambutannya menegaskan bahwa Musrenbang RKPD merupakan forum strategis untuk menyelaraskan perencanaan pembangunan daerah dengan kebutuhan masyarakat, serta kebijakan pembangunan di tingkat provinsi dan nasional.

Ia mengungkapkan bahwa sejumlah isu nasional saat ini sangat relevan dengan kondisi Kota Bima, di antaranya pengurangan kemiskinan dan pengangguran, penguatan layanan kesehatan, penanganan lingkungan dan pengelolaan sampah, pengendalian banjir, pembangunan infrastruktur yang tangguh terhadap perubahan iklim, serta peningkatan tata kelola pemerintahan yang efektif dan responsif.

“Pembangunan Kota Bima ke depan harus berorientasi pada pembangunan manusia sebagai pusat kebijakan. Daya saing daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang sehat, terdidik, adaptif, dan produktif,” tegasnya.

Wali Kota juga menekankan pentingnya memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses yang adil terhadap kebutuhan dasar, mulai dari pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, layanan air bersih, sanitasi, hingga lingkungan hidup yang layak dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang dialog pembangunan yang harus mampu melahirkan program-program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Oleh karena itu, perencanaan pembangunan harus disusun secara lebih tajam, berbasis data, terukur, serta berorientasi pada hasil, dengan tetap memperhatikan kapasitas fiskal daerah dan integrasi lintas sektor,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menyusun perencanaan pembangunan yang komprehensif dan berkelanjutan.

Melalui Musrenbang RKPD Tahun 2027 ini, diharapkan terbangun kesepakatan pembangunan yang kuat dan sinergis antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan, guna mewujudkan Kota Bima yang maju, bermartabat, dan sejahtera.(Sekjend MDG)

Donor Darah “Si Cerah” Meriahkan HUT Kota Bima ke-24


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kota Bima ke-24, kegiatan donor darah melalui inovasi “Si Cerah” digelar di Puskesmas Kumbe, Rabu (8/4).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Abdul Haris, S.E., serta dihadiri jajaran Dinas Kesehatan Kota Bima, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat yang ikut berpartisipasi sebagai pendonor. 

Dalam sambutannya, Abdul Haris menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bagian dari semangat kebersamaan dan kepedulian sosial dalam memeriahkan HUT Kota Bima ke-24. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada aksi kemanusiaan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. 

Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran tenaga kesehatan atas inovasi “Si Cerah” yang terus hadir sebagai upaya menjaga ketersediaan stok darah serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya donor darah secara rutin.

“Setiap tetes darah yang didonorkan hari ini sangat berarti bagi sesama dan menjadi bentuk nyata kepedulian sosial masyarakat Kota Bima,” ujarnya. 

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian tema HUT Kota Bima ke-24, “Kota Bima Berbenah, Kota Bima Bisa”, yang menegaskan semangat pembenahan pelayanan publik dan penguatan nilai gotong royong di tengah masyarakat.(Sekjend MDG)