Kasus Pemerkosaan Mahasiswi di Sape Masih Berkeliaran, Orang Tua Korban Minta Polisi Tangkap Pelaku Utama - Media Dinamika Global

Rabu, 08 April 2026

Kasus Pemerkosaan Mahasiswi di Sape Masih Berkeliaran, Orang Tua Korban Minta Polisi Tangkap Pelaku Utama


Bima, Media Dinamika Global – Kasus dugaan pemerkosaan keji yang menimpa seorang mahasiswi lulusan keperawatan berinisial R (17) di wilayah Kecamatan Sape, kini memasuki babak baru. Pihak keluarga korban secara tegas mendesak pihak Kepolisian (APH) untuk bertindak lebih agresif dan segera meringkus pelaku utama yang hingga kini masih berkeliaran. Rabu (08/04/26).

Berdasarkan Laporan Pengaduan Nomor: STTLP / K / 333 / III / 2026 / NTB / Res Bima Kota, peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu malam, 21 Maret 2026, sekitar pukul 19.00 WITA (dan berlanjut hingga larut malam). Korban yang saat itu sedang berboncengan dengan pacarnya dicegat oleh sekelompok pemuda di jalan lintas Dusun Gusung menuju Desa Sangiang. Para pelaku yang diduga dalam pengaruh alkohol tidak hanya melakukan tindakan asusila secara paksa (pemerkosaan), tetapi juga merampas telepon genggam (HP) milik saksi.

Keluarga korban menaruh kecurigaan besar terhadap saksi kunci, yakni pacar korban yang bernama Reden Gifar Al Rasid, warga Desa Soro, Kecamatan Lambu. Saksi tersebut dinilai memberikan keterangan yang berubah-ubah dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan diduga kuat mencoba menutup-nutupi kejadian yang sebenarnya. Hal inilah yang ditengarai menghambat kepolisian dalam menetapkan status hukum pelaku utama.

Hingga saat ini, pihak keluarga menuntut keadilan atas beberapa poin krusial:

Identitas Pelaku Utama: Terduga pelaku utama berinisial RENO asal Sape, statusnya masih misterius dan belum diamankan.

Tiga Pelaku Lainnya: Masih ada tiga orang terduga pelaku yang hingga kini belum tersentuh hukum.

Keadilan untuk Korban: Orang tua korban, Amiruddin (Rudi), mendesak Polres Bima Kota untuk tidak memberi ruang bagi para pelaku.

"Kami minta polisi tegas! Jangan biarkan pelaku utama berkeliaran. Anak kami mengalami trauma berat, sementara saksi kunci terlihat tidak jujur. Kami ingin semua yang terlibat diseret ke penjara tanpa pengecualian," tegas pihak keluarga korban.

Saat ini, korban mengalami trauma psikis yang sangat mendalam. Pihak APH diharapkan tidak hanya fokus pada pengejaran pelaku, tetapi juga memberikan perlindungan maksimal bagi korban. 

Kasus ini telah menjadi atensi publik di wilayah Bima, dan masyarakat menunggu keberanian Polres Bima Kota untuk segera menangkap Reno dan rekan-rekannya yang masih buron. (RED).

Comments