Geram! APPK-NTB Ungkap Kejanggalan Kasus Penipuan, Kapolres Tindak Tegas Oknum Polisi Diduga "Main Mata"
![]() |
| APPK-NTB saat Blokade Jalan di Cabang Bolo - Bima, (Ist/Surya) |
Bima, NTB, Media Dinamika Global – Aliansi Pemuda Peduli Keadilan Nusa Tenggara Barat (APPK-NTB) menggelar aksi demonstrasi di pertigaan Desa Bolo, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Senin (4/5/2026). Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan terhadap penanganan dugaan kasus penipuan yang dinilai tidak profesional dan kurang transparan.
Dalam orasinya, massa aksi menyoroti proses hukum yang dianggap berjalan lamban dan penuh kejanggalan. Bahkan, mereka menuding adanya keterlibatan oknum anggota kepolisian dari Polres Bima Kota yang diduga telah melepaskan unit barang yang menjadi objek tindak pidana tanpa konfirmasi kepada pihak pelapor.
Koordinator aksi, Rizky, menyampaikan kekecewaannya terhadap kinerja aparat penegak hukum dalam menangani perkara tersebut. Ia menilai proses penegakan hukum tidak mencerminkan profesionalitas serta mengabaikan prinsip equality before the law atau persamaan di hadapan hukum.
“Kami sebagai pemuda dan masyarakat sangat kecewa. Proses penegakan hukum terkesan tidak serius, tidak profesional, bahkan mengabaikan prinsip keadilan yang seharusnya dijunjung tinggi,” tegas Rizky.
Kasus ini pun menjadi sorotan publik karena dinilai sarat kejanggalan, mulai dari hilangnya barang bukti hingga proses hukum yang tidak jelas. Massa aksi menilai pelapor seolah dipermainkan tanpa kepastian hukum yang tegas.
Dalam tuntutannya, salah satu orator, Boman, mendesak Kapolres Bima Kota untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum anggota yang diduga menyalahgunakan kewenangan.
“Kapolres Bima Kota harus bertindak tegas terhadap oknum anggotanya yang diduga menyalahgunakan jabatan. Jika tuntutan kami tidak diindahkan, kami akan kembali turun ke jalan dengan aksi berjilid-jilid,” ujar Boman dengan nada tegas.
Aksi tersebut sempat diwarnai diskusi antara massa dengan Kapolsek Madapangga. Setelah dialog berlangsung, massa akhirnya melanjutkan langkah ke Polres Bima Kota untuk melakukan audiensi secara langsung, dengan pengawalan dari pihak kepolisian setempat.
Aksi ini menjadi sinyal kuat desakan masyarakat terhadap aparat penegak hukum agar bekerja lebih transparan, profesional, dan berpihak pada keadilan tanpa pandang bulu.
Redaksi |








