Media Dinamika Global

Kamis, 15 Januari 2026

STOP AKSI PANAH LIAR


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.// Polres Bima mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak terlibat dalam aksi panah liar karena merupakan perbuatan melanggar hukum dan membahayakan keselamatan orang lain. Sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951, kepemilikan, membawa, maupun penggunaan senjata tajam tanpa hak dapat dikenakan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun.

Kapolres Bima AKBP M. Anton Bhayangkara G, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa aksi panah liar harus dihentikan demi menjaga keamanan, ketertiban, serta masa depan generasi muda di Kabupaten Bima. Mari bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Laporkan segera apabila mengetahui adanya tindak kejahatan melalui Call Center Polri 110. Bersama Polri, kita wujudkan Bima yang aman dan damai.

Mahasiswa UNSWA Bima Ikuti Ujian Akhir Semester Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Sekolah Tinggi Universitas Nggusuwaru bima resmi menyelenggarakan Ujian Semester (UAS) Ganjil Tahun Akademik 2025/2026, diikuti mahasiswa keseluruhan prodi, Kamis 15 Januari 2026.

Mahasiswa tampak antusias mengikuti ujian yang menjadi tolok ukur capaian pembelajaran selama satu semester terakhir.

Ketua Panitia Pelaksana, Unswa bima yang didampingi oleh Sekretaris Panitia, menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian tahun ini telah dipersiapkan secara matang guna menjamin kualitas dan integritas akademik.

Dalam kesempatannya, Rektor Tasrif menjelaskan bahwa teknis pelaksanaan ujian dibagi ke dalam beberapa sesi untuk menjaga kondusivitas ruangan.

"Kami menekankan pada kedisiplinan dan kejujuran para mahasiswa. Ujian ini bukan sekadar mengejar nilai angka, melainkan sejauh mana mahasiswa mahasiswi Unswa bima, mampu menyerap dan mengimplementasikan ilmu yang telah diberikan oleh para dosen selama proses perkuliahan," ujarnya.

Dia juga menambahkan bahwa panitia telah melakukan validasi soal ujian secara ketat agar selaras dengan kurikulum terbaru yang diterapkan di UNSWA Bima.

Sementara itu, Ketua UNSWA Bima, turut memantau jalannya ujian dan memberikan arahan kepada seluruh civitas akademika universitas Nggusuwaru bima.

Dia menjelaskan bahwa momentum ujian semester ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mencetak lulusan yang kompeten di bidangnya.

"Ujian semester ini adalah instrumen penting dalam evaluasi mutu pendidikan kita. Kami terus berupaya meningkatkan standar akademik di Unswa bima agar lulusan kita memiliki daya saing yang kuat, baik secara intelektual maupun spiritual," jelas Rektor Tasrif.

Dia juga berharap seluruh mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk membuktikan kemampuan terbaik mereka. Keberhasilan pelaksanaan ujian ini diharapkan dapat menjadi batu loncatan bagi peningkatan akreditasi institusi dan pengembangan program studi ke depannya.

Hingga hari ketiga pelaksanaan, ujian terpantau berjalan tertib, aman, dan lancar dengan pengawasan ketat dari tim pengawas yang telah ditunjuk oleh pihak kampus. Pungkasnya 

 Rektor dan Civitas akademika universitas Nggusuwaru mengucapkan selamat kepada mahasiswa - mahasiswi dalam mengikuti ujian akhir semester ganjil tahun akademik 2025/2026 dan semoga berjalan dengan baik dan lancar. (Sekjend MDG)


SMK Negeri 2 Kota Bima Gelar Pembukaan Re-Lisensi dan Penyesuaian Lisensi Program Keahlian


KOTA BIMA, Media Dinamika Global.id. – SMK Negeri 2 Kota Bima, sebagai salah satu institusi pendidikan kejuruan unggulan di wilayah ini, secara resmi membuka kegiatan Re-Lisensi dan Penyesuaian Lisensi Program Keahlian pada Ahad, 30 November 2025. Kegiatan ini merupakan agenda penting dalam rangka menjamin mutu pendidikan dan memastikan kesesuaian kurikulum serta fasilitas praktik dengan standar industri terbaru.

Acara pembukaan dihadiri oleh Tim Master Asessor BNSP Ibu Hasnawati dan Ibu Ria Almira. Dalam sambutannya, Kepala SMK Negeri 2 Kota Bima, Fathur Rahman, ST, M.M. Inov, menegaskan komitmen sekolah untuk terus meningkatkan kualitas lulusan.

“Kegiatan Re-Lisensi ini adalah momentum krusial bagi kami untuk melakukan audit mutu secara menyeluruh. Ini bukan hanya formalitas, tetapi upaya nyata untuk memastikan bahwa semua program keahlian kami—mulai dari tenaga pengajar, sarana prasarana, hingga kurikulum—telah sinkron dan relevan dengan kebutuhan industri 4.0 saat ini,” ujar Fathur

Kegiatan Re-Lisensi (perpanjangan lisensi) dan Penyesuaian Lisensi (pembaruan standar) Program Keahlian ini akan berlangsung selama 2 hari dan melibatkan tim asesor dari BNSP.

Fokus utama kegiatan meliputi:

Verifikasi Dokumen Kurikulum: Memastikan kurikulum operasional satuan pendidikan (KOSP) telah mengakomodasi standar kompetensi terbaru dan praktik baik dari industri.

Audit Sarana dan Prasarana: Penilaian terhadap kondisi bengkel, laboratorium praktik, dan peralatan yang digunakan, khususnya dalam Program Keahlian [Sebutkan Program Keahlian yang Direlisensi, contoh: Teknik Kendaraan Ringan Otomotif dan Teknik Komputer Jaringan].

Wawancara Kompetensi: Peninjauan dan wawancara dengan para guru produktif untuk memastikan kompetensi dan sertifikasi mereka masih relevan.

Pelaksanaan Re-Lisensi ini diharapkan membawa dampak langsung yang positif bagi siswa. Dengan adanya penyesuaian lisensi, lulusan SMK Negeri 2 Kota Bima akan diyakini memiliki keterampilan yang mutakhir dan sertifikasi yang diakui oleh dunia usaha dan dunia industri (DUDI), sehingga memperlancar jalur karir mereka setelah lulus.

Kegiatan ini ditutup dengan harapan besar bahwa SMK Negeri 2 Kota Bima akan mempertahankan dan bahkan meningkatkan status lisensi yang telah dimiliki, sekaligus menjadi percontohan sekolah kejuruan yang adaptif dan berkualitas.(Sekjend MDG)

SMK Negeri 2 Kota Bima Siap Berkompetisi di Final Kontes Guru dan Siswa Regional 2025/2026


KOTA BIMA, Media Dinamika Global.id. – SMK Negeri 2 Kota Bima kembali menunjukkan eksistensinya di dunia pendidikan vokasi, khususnya di bidang otomotif. Pada Selasa dan Rabu, 23-24 Desember 2025, sekolah akan mengirimkan delegasi terbaiknya untuk mengikuti ajang bergengsi Final Kontes Guru dan Siswa Tingkat Regional Tahun Ajaran 2025/2026. Kompetisi tingkat provinsi ini dipusatkan di Main Dealer Training Center (MDTC) Astra Motor NTB.

Dalam ajang yang menguji ketangkasan dan pengetahuan teknis sepeda motor ini, SMK Negeri 2 Kota Bima mengutus duet maut antara guru dan siswa. Mewakili jajaran pendidik, hadir Annas Munawir, S.Pd., seorang guru muda yang energik dan berdedikasi di jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM). Sementara itu, di kategori siswa, sekolah diwakili oleh Dean Zeirin Maulana, siswa berprestasi yang telah melalui seleksi ketat di tingkat sekolah.

Keikutsertaan Annas Munawir dan Dean Zeirin dalam final tingkat regional ini bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan ajang pembuktian kualitas pembelajaran praktik di SMK Negeri 2 Kota Bima yang selaras dengan standar industri. Selama dua hari di MDTC Astra Motor NTB, keduanya akan diuji melalui berbagai tahapan, mulai dari ujian teori hingga praktik meja yang menuntut ketelitian dan kecepatan dalam menangani masalah pada mesin sepeda motor.

Kepala SMK Negeri 2 Kota Bima, Fathur Rahman, ST, M.N. Inov menyatakan dukungan penuhnya terhadap delegasi ini. Partisipasi ini diharapkan dapat mempererat sinergi antara sekolah dengan pihak industri, sekaligus membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi Kota Bima. Seluruh warga sekolah turut memberikan doa dan dukungan agar tim TSM SMK Negeri 2 Kota Bima dapat memberikan performa terbaik dan meraih hasil maksimal di kancah regional ini.(Sekjend MDG)

Apresiasi Prestasi Semester Ganjil 2-25-2026, SMKN 2 Kota Bima Memperkuat Komitmen pada Program "GEN-TRAMS" melalui Pembagian Tumbler


KOTA BIMA, Media Dinamika Global.id. – Suasana penuh kebanggaan menyelimuti aula SMK Negeri 2 Kota Bima pada hari ini, Senin, 12 Januari 2025. Sekolah menggelar pemberian penghargaan bagi siswa-siswi berprestasi akademik Semester Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026, sekaligus penyerahan hadiah bagi kelas-kelas yang berhasil menjuarai berbagai mata lomba dalam ajang Class Meeting.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi sekolah untuk mengapresiasi kerja keras siswa selama satu semester terakhir. Penghargaan diberikan kepada para juara umum dari berbagai kompetensi keahlian serta tim kelas yang menunjukkan sportivitas tinggi selama kegiatan pasca-ujian.

Komitmen Lingkungan melalui GEN-TRAMS. Ada yang berbeda dalam prosesi pembagian hadiah kali ini. Selain menerima sertifikat penghargaan dan uang pembinaan, para juara juga mendapatkan hadiah berupa Tumbler (botol minum isi ulang) eksklusif. Hal ini merupakan langkah perdana sekolah dalam mensukseskan program inovatif GEN-TRAMS (Generasi Tumbler Ramah Sekolah).

Kepala SMKN 2 Kota Bima, Fathur Rahman, ST, M.M.Inov, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemberian tumbler ini adalah bentuk komitmen nyata sekolah untuk mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai di lingkungan pendidikan.

"Kita ingin mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara kompetensi dan akademik, tetapi juga memiliki karakter peduli lingkungan. Melalui program GEN-TRAMS, para siswa berprestasi ini menjadi pionir atau duta lingkungan bagi teman-temannya dengan selalu membawa botol minum sendiri ke sekolah," ujarnya.

Semangat Berkelanjutan Penghargaan ini diharapkan dapat memicu semangat kompetisi yang sehat antar siswa di semester genap mendatang. Dengan adanya program GEN-TRAMS yang disisipkan dalam pemberian penghargaan ini, SMKN 2 Kota Bima menegaskan posisinya sebagai sekolah yang mendukung gerakan Green School dan berkelanjutan.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama para juara yang dengan bangga mengangkat tumbler mereka sebagai simbol dimulainya gaya hidup baru yang lebih ramah lingkungan di kampus SMKN 2 Kota Bima.(Sekjend MDG)

Cegah Gangguan Kamtibmas, Sertu Syahruddin Pimpin Kegiatan Patroli Batas Kota dan Siskamling


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Anggota Koramil 1608-01/Rasanae Melaksanakan kegiatan Patroli Batas Kota dan Siskamling di wilayah Teritorial yang di pimpin oleh Sertu Syahruddin Babinsa Kelurahan Paruga yang bertempat di batas Kota, Kelurahan Dara Kecamatan Rasana'e Barat Kota Bima. Kamis , (15/01/26) Pukul 20.00 Wita,

Adapun personil yang terlibat Siskamling sebagai berikut Anggota Koramil 1608-01/Rasanae 4 orang, Ketua Rw 01 Rw.01 Kelurahan Rabangodu Selatan, serta Tokoh Masyarakat Kelurahan Rabangodu Selatan 

Sasaran Siskamling di wilayah Rt. 05 Rw. 02 Kelurahan Rabangodu Selatan, dan Kelurahan Dara, dengan rangkaian jadwal kegiatan yang sudah ditentukan.

Pukul 20.00 Wita, Personil Siskamling tiba di Kelurahan Rabangodu Selatan dan langsung diberikan himbauan oleh Sertu Syahruddin

Dalam himbauannya dijelaskan bahwa, Patroli Siskamling malam ini dalam rangka mengajak warga dalam hal ini terutama anak-anak muda agar bersama-sama mengaktifkan kembali Pos Ronda, hal ini bertujuan agar anak-anak terhindar dari pergaulan bebas, pencurian Sepeda Motor, tabung gas maupun hal-hal yang menciptakan keresahan ditengah masyarakat.

Lebih khusus lagi keamanan dan ketertiban di tiap lingkungan harus diperhatikan demi terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif untuk memberikan rasa aman.

Maka dengan kesempatan ini, mari kita sama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif dengan perketat penjagaan dan pengawasan terhadap tindakan orang-orang yang berusaha melakukan tindakan-tindakan yang menyebabkan lingkungan jadi tidak nyaman.

Pukul 21.30 Wita, kegiatan patroli siskamling selesai dalam keadaan aman, tertib dan lancar. (Koramil-01/Tim MDG)

Tuntaskan Masa Praktik 6 Bulan, SMKN 2 Kota Bima Resmi Tarik Kembali Siswa PKL dari Dunia Industri


KOTA BIMA, Media Dinamika Global.id. – Setelah menempuh perjalanan panjang selama enam bulan di dunia kerja, para siswa SMK Negeri 2 Kota Bima akhirnya resmi mengakhiri masa Praktik Kerja Lapangan (PKL). Proses penarikan siswa dilakukan secara serentak oleh para guru pembimbing di masing-masing lokasi Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI) pada Senin, 12 Januari 2026.

Kegiatan penarikan ini menandai berakhirnya masa magang periode semester ganjil tahun ajaran 2025/2026. Selama enam bulan penuh, para siswa telah ditempa untuk merasakan langsung atmosfer dunia kerja, mengasah keterampilan teknis (hard skills), serta membentuk etos kerja dan karakter (soft skills) yang sesuai dengan standar industri.

Sinergi Sekolah dan Industri Para guru pembimbing yang turun langsung ke lokasi PKL menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada pimpinan perusahaan, bengkel, serta instansi yang telah bersedia menjadi mitra pendidikan bagi SMKN 2 Kota Bima.

"Kami mengucapkan terima kasih atas bimbingan dan kesempatan yang diberikan pihak DU/DI kepada anak didik kami. Pengalaman selama 6 bulan ini adalah bekal yang sangat berharga yang tidak bisa mereka dapatkan sepenuhnya di dalam kelas," ujar salah satu perwakilan guru pembimbing saat proses penarikan.

Kembali ke Sekolah untuk Evaluasi Pasca penarikan ini, para siswa Kelas XII dijadwalkan untuk kembali ke sekolah guna mengikuti rangkaian kegiatan lanjutan, di antaranya:

Penyusunan Laporan PKL: Sebagai bentuk pertanggungjawaban administratif dan akademis.

Presentasi/Ujian Hasil PKL: Untuk mengukur sejauh mana serapan ilmu yang didapatkan di lapangan.

Pengkondisian Karakter: Penyesuaian kembali sikap dan penampilan dari budaya industri ke budaya sekolah.

Kepala SMKN 2 Kota Bima Fathur Rahman, ST, M.M.Inov berharap, melalui program PKL yang telah dijalankan, para siswa memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi untuk menghadapi ujian kompetensi keahlian dan siap bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi setelah lulus nanti.(Sekjend MDG)

Kritik dan Solusi Kebijakan Kesehatan: Dilema Program Makan Bergizi Gratis (MBG)


Indonesia, Media Dinamika Global.id.// ​PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan sebagai pilar menuju Indonesia Emas 2045 secara konseptual merupakan langkah ambisius untuk memperbaiki status gizi nasional. Namun, dari perspektif kebijakan kesehatan publik, program ini memicu perdebatan sengit mengenai efektivitas dan efisiensi anggaran. Fokus pada pemberian makan di sekolah sering kali dianggap "terlambat" jika tujuannya adalah intervensi stunting, karena periode kritis pertumbuhan justru terjadi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

​Secara fiskal, penggunaan anggaran kesehatan yang mencapai puluhan triliun rupiah untuk MBG dikhawatirkan akan mendistorsi prioritas kesehatan lainnya. Jika anggaran MBG mengambil porsi signifikan dari pagu kesehatan nasional, program penguatan Puskesmas, imunisasi dasar, dan penanganan penyakit menular berisiko mengalami kekurangan dana. Kebijakan ini seolah-olah menggeser paradigma kesehatan dari pencegahan komprehensif menjadi sekadar pemenuhan asupan kalori jangka pendek.

Sementara itu, ​tantangan operasional dalam menjaga standar keamanan pangan juga menjadi titik lemah yang krusial. Beberapa insiden keracunan makanan yang sempat dilaporkan di beberapa daerah menunjukkan bahwa sistem pengawasan kualitas (quality control) di tingkat lokal belum siap. Tanpa protokol higienitas yang ketat, program yang niatnya memperbaiki kesehatan justru bisa berubah menjadi ancaman kesehatan masyarakat akibat kontaminasi bakteri dalam rantai distribusi yang panjang.

​Selain itu, standarisasi nutrisi yang disajikan sering kali terbentur oleh realitas pasokan pangan lokal. Kebijakan kesehatan yang baik seharusnya berbasis data (evidence-based), namun dalam praktiknya, variasi menu sering kali lebih ditentukan oleh ketersediaan bahan murah daripada kecukupan mikronutrien yang dibutuhkan siswa. Hal ini memunculkan risiko "hidden hunger", di mana anak merasa kenyang secara kuantitas tetapi tetap kekurangan zat gizi mikro esensial seperti zat besi dan zink.

​Pasalnya, Program MBG berisiko menciptakan ketergantungan pada negara dan melunturkan tanggung jawab gizi dalam lingkup keluarga. Seharusnya, pemberian makanan dibarengi dengan literasi gizi yang kuat bagi orang tua, sehingga pola makan sehat tidak hanya terjadi di meja sekolah, tetapi juga menjadi budaya di rumah. Tanpa edukasi, program ini hanyalah solusi bantuan sosial yang bersifat kosmetik tanpa perubahan gaya hidup jangka panjang.

​Dari sisi pemerataan, kebijakan ini kurang presisi karena sering kali dipukul rata di seluruh wilayah. Wilayah dengan tingkat malnutrisi akut seharusnya mendapatkan skema intervensi yang berbeda dibandingkan daerah dengan tingkat ekonomi lebih baik. Ketidaksamaan akses logistik di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) membuat biaya distribusi membengkak, yang pada akhirnya sering kali mengorbankan kualitas bahan baku demi menekan total biaya per porsi.

​Monitoring dan evaluasi (Monev) menjadi instrumen yang paling sering diabaikan dalam kebijakan besar seperti ini. Hingga saat ini, belum ada sistem transparansi publik yang mampu melacak dampak kesehatan secara nyata (seperti kenaikan berat badan atau penurunan angka anemia) secara real-time. Kebijakan kesehatan yang bersifat masif tanpa mekanisme evaluasi yang ketat hanya akan menjadi ajang pemborosan anggaran tanpa hasil kesehatan yang terukur secara saintifik.

​Kemudian, keterlibatan sektor swasta dan UMKM lokal memang memberikan dampak ekonomi, namun dari kacamata kesehatan, hal ini menambah kompleksitas standarisasi. Banyak pengusaha lokal yang belum tersertifikasi dalam keamanan pangan atau paham tentang Angka Kecukupan Gizi (AKG). Jika pemerintah tidak melakukan pendampingan teknis secara masif, maka tujuan kesehatan akan kalah oleh kepentingan efisiensi ekonomi para penyedia jasa makanan.

Karena itu, Program MBG sesungguhnya, memerlukan reorientasi agar tidak sekadar menjadi program politis yang populis. Diperlukan integrasi yang lebih kuat antara Badan Gizi Nasional dengan Kementerian Kesehatan untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar berkontribusi pada penurunan prevalensi penyakit akibat gizi buruk. Jika tidak segera diperbaiki secara struktural, MBG hanya akan menjadi beban sejarah dalam anggaran kesehatan Indonesia.(Sekjend MDG)

PAD Kabupaten Bima T.A. 2025 Catat Capaian Positif


Bima, Media Dinamika Global.id.// Pengelolaan Pendapatan Daerah (BAPPENDA) Kabupaten Bima mencatat, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bima pada Tahun Anggaran 2025 menunjukkan capaian yang positif dan menggembirakan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BAPPENDA) Kabupaten Bima Agus Salim, S.IP., M.Si Kamis (15/1) memaparkan, capaian PAD Tahun Anggaran 2025 berdasarkan APBD Murni ditargetkan PAD sebesar Rp 220,1 milyar dengan realisasi hingga akhir tahun anggaran mencapai Rp 191,8 milyar atau 87,13%. 

Capaian PAD tersebut berasal dari beberapa komponen pendapatan daerah. Dari sektor retribusi daerah, target yang ditetapkan sebesar Rp 155,0 milyar berhasil direalisasikan Rp 142,9 milyar atau 92,19%. Hasil ini menjadi kontributor terbesar terhadap PAD Tahun Anggaran 2025. 

Selanjutnya, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan menunjukkan kinerja sangat baik dengan target Rp 7,56 milyar dan realisasi Rp 8,44 milyar atau 111,68%. Angka ini melampaui target yang telah ditetapkan. 

Sementara itu, lain-lain PAD yang sah ditargetkan sebesar Rp 15,49 milyar dengan realisasi sebesar Rp 4,67 milyar atau 30,14%, yang masih memerlukan upaya optimalisasi ke depan.

Peningkatan capaian yang signifikan ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi pendapatan daerah guna mendukung pembiayaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Agus Salim memaparkan, pada komponen pajak daerah, yang merupakan kewenangan langsung Bappenda Kabupaten Bima, ditargetkan sebesar Rp 42,58 milyar dan berhasil direalisasikan Rp 35,78 milyar atau 85,03%. Capaian ini merupakan hasil dari berbagai langkah intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah yang dilakukan secara konsisten sepanjang tahun anggaran oleh Bappenda.

Jika dibandingkan dengan capaian tahun-tahun sebelumnya, realisasi pajak daerah menunjukkan tren peningkatan yang menggembirakan. 

Pada Tahun Anggaran 2024, target pajak daerah sebesar Rp 29,26 milyar dengan realisasi Rp 16,88 milyar atau 57,70%. Demikian pula pada Tahun Anggaran 2023, target pajak daerah ditetapkan sebesar Rp 24,04 milyar dengan realisasi Rp 16,63 atau 69,16%. 

Peningkatan capaian pada Tahun 2025 menunjukkan perbaikan kinerja Bappenda serta meningkatnya kesadaran dan kepatuhan wajib pajak dari tahun ke tahun.

Meski demikian, sejumlah tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas antara lain, keterbatasan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia. Sehingga jumlah dan kompetensi pegawai masih perlu disesuaikan dengan beban kerja dan target pendapatan.

Tantangan lainnya adalah dalam penerapan sistem self assessment dimana wajib pajak (WP) menghitung dan melaporkan sendiri kewajiban perpajakannya, yang dalam praktiknya dapat menimbulkan kurangnya transparansi pelaporan omzet usaha dan membuka peluang kebocoran pajak. 

Ke depan, untuk mengoptimalkan capaian, dari aspek administrasi, sistem perpajakan daerah khususnya dalam aspek kelembagaan, sistem dan prosedur berbasis digital masih perlu diperkuat. Hal ini penting agar pengelolaan data dan pelayanan pajak dapat berjalan lebih efektif dan akurat

Selain itu, pemutakhiran data potensi pajak, penguatan koordinasi dengan perangkat daerah terkait, serta peningkatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat akan terus dilakukan guna mendorong kepatuhan perpajakan daerah dan mendukung keberlanjutan pembangunan. Disamping pada saat yang sama diperlukan peningkatan pengawasan dan pemeriksaan terhadap wajib pajak. 

Menurut Plt. Kepala Bappenda ini, dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan masyarakat, peningkatan PAD diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bima. Kabag Prokompim Setda kabupaten Bima Suryadin S.S.M.si (Sekjend MDG)



Momentum Peringatan Isra' Mi'raj, Gubernur NTB Ajak Masyarakat NTB Jaga Alam dan Solidaritas Sosial


Mataram, Media Dinamika Global.id.// Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan bahwa peringatan Isra' Mi'raj merupakan sesuatu yang sangat penting karena terdapat banyak hikmah yang dapat dijadikan pelajaran bagi kehidupan saat ini diantaranya menjaga solidaritas sosial dan alam lingkungan. 

"Saya ingin menekankan satu fakta bahwa dalam Isra Mi'raj Rasulullah mendapatkan mandat sholat lima waktu langsung dari Allah subhanahu Wa Ta'ala, menerima surah Al-Fatihah dan langsung juga menerima dua ayat terakhir dari surah Al-Baqarah yang di ayat 286 sangat relevan dengan kondisi kita sekarang ini." ucapnya saat menghadiri peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Islamic Center Mataram, Kamis, (15/01/2026). 

Menurut dirinya, ayat 286 tersebut mengingatkan kita dengan berbagai musibah yang tengah kita hadapi di Indonesia, dan di Nusa Tenggara Barat.

 "Saudara-saudara kita di Sumatera Utara, Aceh dan Sumatera Barat sedang dilanda oleh bencana, kemarin saya berkeliling menjenguk melihat dan menemui saudara-saudara kita juga yang sedang dilanda bencana banjir di Sekotong, barat daya Lombok Barat, semua sedang diuji dengan bencana, tapi di ayat 286 Allah menyampaikan bahwa Allah SWT tidak akan memberikan beban lebih dari kemampuan hambaNya untuk menanggung beban itu." ujarnya. 

Dirinya menjelaskan bahwa atas musibah yang terjadi dibutuhkan solidaritas dari semua kalangan, dengan sekurang kurangnya mengirimkan doa agar yang tertimpa musibah diberikan kesehatan, kekuatan dalam proses pemulihan agar dapat kembali beraktifitas sebagaimana sebelumnya. 

Selain itu Miq Iqbal mengingatkan bahwa bencana-bencana yang terjadi merupakan dampak dari tindakan kita yang kurang bijak terhadap lingkungan. 

"Oleh karena itu, mari kita saling menguatkan dan berdoa untuk pemulihan saudara-saudara kita, dan pada saat yang sama, berkomitmen untuk berbuat lebih baik dalam hubungan kita dengan lingkungan dan sesama." pesannya. 

Dirinya menekankan bahwa solidaritas dan semangat gotong royong adalah kunci dalam menghadapi tantangan terutama ketika bencana melanda agar kesadaran ini menjadi pengingat bag semua yang akan di mintai pertanggungjawaban atas perbuatan kita terhadap lingkungan dan sesama. 

"Melestarikan lingkungan adalah kewajiban kita agar tidak terus menerus menghadapi bencana.", pungkasnya. (Sekjend MDG)