Media Dinamika Global

Jumat, 31 Oktober 2025

Harwoto Minta Pemerintah Alihkan Anggaran Jembatan Lewa Mori ke Pelebaran Jalan Bandara.

Duta Fraksi Partai Golkar Provinsi  NTB, Harwoto, SH.


Bima-NTB. Media Dinamika Global.Id_ Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dari Fraksi Partai Golkar, Harwoto, S.H., menilai rencana pembangunan Jembatan Lewa Mori di Kabupaten Bima tidak termasuk kebutuhan mendesak masyarakat saat ini.


Menurutnya, proyek yang Disebut-sebut menelan anggaran hingga triliunan rupiah itu lebih baik dialihkan untuk pembangunan dua jalur pada jalan lama yang menghubungkan Bandara Sultan Muhammad Salahuddin hingga perbatasan Kabupaten Dompu.


“Memperlebar jalan lama jauh lebih efisien dan berdampak langsung pada peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Harwoto dikutip Sumbawa.pikiran-rakyat.com, Jumat (31/10/25).


Ia mengingatkan bahwa pembangunan jembatan baru justru dapat mengancam keberlangsungan usaha kecil di sepanjang jalur lama, seperti penjual bandeng dan pedagang kaki lima yang selama ini bergantung pada arus lalu lintas pengendara.


“Kebijakan pembangunan harus berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat, bukan pada proyek berskala besar yang menguras anggaran,” tegasnya.


Harwoto menambahkan, jalur utama dari bandara menuju wilayah kabupaten saat ini sudah cukup padat dan hanya memerlukan pelebaran serta perbaikan.


“Itu jauh lebih bermanfaat dibanding membangun jembatan baru yang belum tentu menjadi kebutuhan mendesak,” ujarnya.


Sebagai informasi, rencana pembangunan Jembatan Lewa Mori digadang-gadang akan menghubungkan kawasan barat dan timur Kabupaten Bima untuk memperlancar arus transportasi dan distribusi barang. Namun hingga kini, proyek tersebut masih dalam tahap perencanaan dan belum mendapatkan persetujuan final terkait anggaran dari pemerintah pusat maupun provinsi.


Harwoto berharap, pemerintah daerah dan pihak terkait melakukan kajian ulang secara komprehensif agar setiap proyek benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.


“Kita mendukung pembangunan, tapi harus sesuai skala prioritas dan kebutuhan masyarakat bawah,” tutupnya. (MDG/04)

Down Wind Jembatan Lewa Mori: Antara Pembangunan dan Keselamatan Penerbangan.




Bima. Media Dinamika Global. Id_Rencana pembangunan Jembatan Lewa Mori, jembatan di atas laut yang menghubungkan Kota Bima dengan wilayah Kecamatan Bolo, Soromandi, dan sekitarnya di Kabupaten Bima—menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Polemik ini bahkan merembet hingga ke kalangan legislatif, melibatkan anggota DPR RI Mori Hanafi (NasDem) dan anggota DPRD Provinsi NTB dari Partai Golkar.


Gagasan pembangunan jembatan ini telah bergulir cukup lama dan digagas oleh Bapak Mori Hanafi, anggota DPR RI asal Bima. Rencana tersebut sudah disertai desain rancang bangun, maket, serta rancangan anggaran, bahkan telah melibatkan Tim Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTB.



Tujuan utama pembangunan jembatan ini adalah untuk memperpendek jarak tempuh antara Kota Bima dan wilayah barat Kabupaten Bima seperti Kecamatan Bolo dan Soromandi, sehingga dapat memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi antarwilayah.


Namun demikian, sejumlah pihak, termasuk anggota DPRD Provinsi dari Duta Partai Golkar, Harwoto, SH, Menyampaikan keberatan dan meminta agar proyek ini ditinjau ulang. Ia menilai, pembangunan jembatan tersebut belum menjadi kebutuhan mendesak, sementara masih banyak sektor lain yang lebih prioritas untuk diperhatikan dari sisi sosial dan ekonomi.


Jangan sampai aspek Keselamatan Penerbangan yang Terabaikan, Salah satu hal krusial yang perlu mendapat perhatian serius adalah letak calon jembatan tersebut yang hanya berjarak sekitar 1.300 meter dari ujung landasan pacu (runway) Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima.


Secara teknis penerbangan, zona aman di sekitar runway minimal 3.000 meter dari ujung landasan harus bebas dari bangunan tinggi atau struktur besar seperti jembatan. Hal ini untuk mencegah gangguan terhadap jalur penerbangan, baik saat pesawat lepas landas (take-off) maupun mendarat (landing). Perubahan arah angin adalah musuh tak terlihat yang paling ditakuti oleh Pilot


Jika jembatan tersebut tetap dibangun di lokasi yang direncanakan, ada potensi gangguan aerodinamika (downwind effect). Aliran angin yang memantul dari bawah struktur jembatan dapat menciptakan arus turbulensi yang berbahaya bagi pesawat yang hendak mendarat. Fenomena “Down Wind” ini berpotensi menghantam bagian ekor pesawat dan menyebabkan pesawat kehilangan stabilitas—kondisi yang sangat berisiko, apalagi jika kecepatan angin di kawasan itu mencapai 6–9 knot.


Sebagai perbandingan, insiden pesawat Lion Air di Bandara Ngurah Rai Bali pernah disebabkan oleh perubahan arah dan kekuatan angin saat mendekati landasan.


Gangguan Visual dan Operasional, Selain faktor aerodinamika, keberadaan tiang pancang dan penyangga jembatan juga bisa mengganggu visibilitas pilot, terutama pada malam hari ketika pesawat mengandalkan panduan visual berupa lampu pendaratan (runway lights).


Lebih jauh lagi, jika pesawat sedang mendarat dan ada kendaraan yang melintas di atas jembatan, maka potensi gangguan terhadap pandangan pilot atau refleksi cahaya kendaraan bisa berisiko. Dalam situasi seperti itu, akses jembatan mungkin harus dihentikan sementara setiap kali pesawat mendarat atau lepas landas, yang tentu saja akan mengganggu arus transportasi darat.


Dampak terhadap Rencana Pengembangan Bandara, Pembangunan jembatan di area dekat bandara juga bisa membatasi rencana ekspansi Bandara Sultan Muhammad Salahuddin di masa depan. Jika ke depan bandara ini akan diperluas agar mampu didarati pesawat berbadan besar seperti Boeing atau Airbus, maka keberadaan jembatan hanya 1.300 meter dari runway akan menjadi penghalang utama.


Padahal, saat ini intensitas penerbangan di Bandara Bima sudah meningkat, sementara harga tiket rute Bima–Lombok, Bima–Bali, dan Bima–Jakarta terbilang cukup tinggi karena terbatasnya jadwal penerbangan dan jenis pesawat yang digunakan. Pengembangan bandara seharusnya menjadi solusi jangka panjang untuk mendukung mobilitas udara dan pertumbuhan ekonomi Bima, bukan malah dibatasi oleh pembangunan infrastruktur baru yang berpotensi membahayakan penerbangan.


Perlu Konsultasi dengan Otoritas Penerbangan, Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Bapak Mori Hanafi, semestinya sebelum proyek ini dilanjutkan perlu ada kajian teknis mendalam dari lembaga berwenang seperti Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dan PT Angkasa Pura I selaku pengelola bandara.


Keterlibatan para pakar penerbangan dan keselamatan transportasi udara mutlak diperlukan untuk memastikan bahwa pembangunan jembatan ini tidak menimbulkan risiko bagi penerbangan dan keselamatan masyarakat.


Pembangunan Jembatan Lewa Mori pada dasarnya adalah ide yang baik untuk meningkatkan konektivitas wilayah dan mendukung ekonomi daerah. Namun, aspek keselamatan penerbangan dan potensi pengembangan bandara di masa depan tidak boleh diabaikan.


Pemerintah dan para pengambil kebijakan sebaiknya melakukan kajian menyeluruh dengan mempertimbangkan faktor keselamatan, tata ruang, serta keberlanjutan pembangunan infrastruktur udara dan laut di wilayah Bima. Dengan demikian, pembangunan yang dilakukan benar-benar membawa manfaat tanpa mengorbankan keselamatan dan masa depan transportasi udara di daerah ini.(Mdg/04)

Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMP N 8 Kota Bima Periode 2025/2026.


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Selamat kepada Pasangan Calon Nomor 2 atas nama Muhammad Fathir dan Uswatun Khasanah yang keluar sebagai Pemenang. SMP Negeri 8 Kota Bima kembali bergetar dengan semangat demokrasi ketika rangkaian acara pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) untuk masa bakti 2025-2026 berlangsung pada tanggal 01 November 2025. Dalam semangat LUBER JURDIL (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil), seluruh warga sekolah berpartisipasi aktif dalam proses pemilihan, menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi para siswa.

Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS bukan sekadar sebuah acara rutin di kalender sekolah. Ini adalah momen penting di mana para siswa memiliki kesempatan untuk memilih pemimpin mereka sendiri yang akan memimpin OSIS selama satu tahun ke depan. Pemilihan ini bukan hanya tentang pemilihan seorang pemimpin, tetapi juga tentang mempraktikkan nilai-nilai demokrasi yang mendasar.

Seminggu sebelum pemilihan, para kandidat menyampaikan pidato mereka dan menyusun program kerja yang akan mereka jalankan jika terpilih. Kampanye ini dijalankan dengan semangat dan kreativitas tinggi. Para kandidat berusaha keras untuk meyakinkan rekan-rekan mereka tentang visi dan misi mereka dalam memimpin OSIS, serta bagaimana mereka akan mengimplementasikan program-program yang bermanfaat bagi seluruh siswa.

Pada hari pemilihan, seluruh siswa, staf pengajar, dan karyawan sekolah diberikan hak suara. Untuk memastikan keadilan dan transparansi, sebuah komisi pemilihan yang independen dipilih untuk mengawasi proses pemilihan. Seluruh siswa membuktikan keikutsertaan mereka dalam memilih dengan antrian yang tertib dan proses pemungutan suara yang lancar. Setelah pemungutan suara selesai, proses perhitungan suara dilakukan dengan teliti dan transparan. Para saksi dari masing-masing kandidat serta pengawas independen memastikan bahwa setiap suara dihitung dengan cermat. Hasil perhitungan suara diumumkan secara langsung di hadapan seluruh warga sekolah SMPN 8 Kota Bima menciptakan kejelasan dan keadilan yang sangat dihargai.

Hasil pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS akhirnya diumumkan, dan dimenangkan oleh Paslon Nomor Urut dua, yaitu Muhammad Fathir dan Uswatun khasanah. Ini adalah momen emosional di mana para kandidat yang terpilih merayakan kemenangan mereka, sementara para yang tidak terpilih menerima hasil dengan lapang dada dan sportivitas yang tinggi.

Pemilihan ini bukan hanya sekadar acara formalitas, tetapi merupakan wujud nyata dari prinsip-prinsip pemilu yang LUBER JURDIL yang menerapkan demokrasi dalam konteks sekolah SMPN 8 Kota Bima. Ini adalah proses yang mempersiapkan para siswa untuk memahami nilai-nilai penting seperti partisipasi warga, transparansi, dan keadilan. Dengan pemilihan ini, SMP Negeri 8 Kota Bima telah berhasil membentuk pemimpin-pemimpin masa depan yang dipilih oleh suara rakyat sekolah. Para Ketua dan Wakil Ketua OSIS terpilih siap untuk menjalankan tugas mereka dengan dedikasi, mengemban amanah sebagai perwakilan para siswa, dan berkontribusi dalam membangun lingkungan sekolah yang lebih baik.

Selamat kepada para pemimpin terpilih, dan semoga mereka mampu memimpin OSIS dengan integritas dan semangat untuk menciptakan perubahan positif dalam sekolah. Ini adalah langkah awal dalam membentuk pemimpin-pemimpin masa depan yang akan membawa perubahan positif dalam masyarakat. (Sekjend MDG)

KEGIATAN KAIPODA SDN 10 PENATOI KOTA BIMA


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.--Pada hari ini kamis, 30 Oktober 2025 SDN 10 Penatoi Kota Bima tetap melaksanakan kegiatan rutinnya yaitu kegiatan KAIPODA.

Kaipoda adalah akronim dari Kamis literasi,pengenalan budaya lokal dan sholat dhuhur berjama'ah

Kegiatan Kaipoda yang dilaksanakan oleh SDN 10 Penatoi Kota Bima disetiap hari kamis, menjadi salah satu Inovasi dari SDN 10 Penatoi Kota Bima yang diajukan di Badan Riset Daerah pada tahun 2025 ini.

Pelaksanaan kegiatan KAIPODA, pada hari kamis adalah penampilan dari siswa kelas VI A yang membuka kegiatan diawal acara seperti biasa adalah Kepala SDN 10 Penatoi Kota Bima Ibu Ardianti, S.Pd. kemudian dilanjutkan oleh guru pemandu kegiatan yaitu guru kelas VI A Ibu Sitti Nurhardah, S.Pd, Kegiatan Kaipoda hari kamis berlangsung dengan lancar.(Sekjend MDG)

Cegah Terjadinya Inflasi, Pemkot Bima Kembali Gelar Pasar Murah


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.--Dalam upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok dan mencegah terjadinya inflasi, Pemerintah Kota Bima kembali menggelar Operasi Pasar Gerakan Pangan Murah bekerja sama dengan Perum Bulog Cabang Bima.

Kegiatan pasar murah kali ini berlangsung di halaman Kantor Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kamis (30/10/25).

Hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Abdul Haris, S.E, yang turut didampingi oleh seluruh anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Bima, Camat Mpunda, serta Lurah Monggonao.

Dalam pelaksanaan operasi pasar murah tersebut, Pemkot Bima menyediakan sejumlah komoditas kebutuhan pokok, antara lain 300 kilogram beras premium, 2.000 kilogram beras SPHP, 120 liter minyak goreng, dan 150 kilogram gula pasir.

Adapun harga yang ditetapkan untuk masing-masing komoditas yaitu beras premium Rp75.000 per unit, beras SPHP Rp57.000 per unit, minyak goreng Rp15.700 per liter, dan gula pasir Rp17.500 per kilogram.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Bima berharap dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menekan potensi kenaikan harga di pasaran. Program pasar murah ini juga menjadi bagian dari langkah konkret Pemkot Bima dalam mendukung ketahanan pangan dan pengendalian inflasi di daerah.(Sekjend MDG)

Ancam Keselamatan Penerbangan, Pemuda Woha Tolak Pembangunan Jembatan Gantung Lewa Mori.

Sejumlah Pemuda Woha Siap menolak pembangunan Jembatan Gantung Lewa Mori, Karena akan mengamcam keselamatan Penerbangan.


Bima. Media Dibamika Glibal.Id_Rencana pembangunan Jembatan Gantung di kawasan Lewa Mori, Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima, menuai penolakan dari kalangan Pemuda Woha. Penolakan ini didasari oleh kekhawatiran bahwa proyek tersebut dapat mengancam keselamatan penerbangan di wilayah sekitar Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima.


Ketua Pemuda Woha, Adhar, S.Ip. menegaskan bahwa lokasi rencana pembangunan jembatan berada di jalur pendekatan pesawat menuju bandara. “Kami tidak menolak pembangunan, tapi kami menolak jika pembangunan itu berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan. Posisi jembatan yang tinggi dan berada di lintasan udara jelas berisiko,” ujarnya.pada media ini.


Menurut para pemuda, selain faktor keselamatan, proyek tersebut juga tidak melalui konsultasi publik yang memadai. Mereka menilai masyarakat setempat belum mendapat informasi yang transparan terkait analisis dampak lingkungan dan aspek teknis lainnya.


“Kami minta pemerintah daerah dan pihak terkait segera meninjau kembali lokasi pembangunan. Jangan sampai proyek yang niatnya baik justru menimbulkan bencana di kemudian hari,” tambahnya.


Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat juga mendesak agar pihak Dinas Perhubungan dan Otoritas Bandara melakukan kajian ulang mengenai ketinggian konstruksi dan jaraknya dari area keselamatan penerbangan.


Pemuda Woha berencana mengajukan surat resmi penolakan kepada Pemerintah Kabupaten Bima dan instansi terkait dalam waktu dekat. Mereka berharap pemerintah lebih mengedepankan aspek keselamatan dan keselamatan publik sebelum melanjutkan pembangunan jembatan tersebut.(Mdg/04)

Wali Kota Bima Lantik Pengurus Forum PUSPA SYAR’I Kota Bima Periode 2025–2030


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.--Wali Kota Bima secara resmi melantik Pengurus Forum Partisipasi Publik Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA SYARI'I) Kota Bima Periode 2025–2030. Kegiatan yang berlangsung di Aula Maja Labo Dahu tersebut dihadiri oleh Ketua TP-PKK Kota Bima, Ketua GOW, Ketua DWP, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bima. Kamis (30/10/2025).

Dalam sambutannya, H. Badrah Ekawati, A. Rahman, SE, S.Tr.Keb, yang dipercaya sebagai Ketua Forum PUSPA SYAR’I Kota Bima menyampaikan bahwa perempuan dan anak merupakan pilar masa depan bangsa, namun hingga kini masih sering menjadi korban kekerasan dan pernikahan dini. Melalui Forum PUSPA, pihaknya berkomitmen untuk memberdayakan perempuan dan anak dengan prinsip kolaborasi lintas sektor.

"Tidak ada lembaga yang bisa bekerja sendiri. PUSPA berkomitmen untuk terus melindungi serta mengampanyekan edukasi tentang pencegahan kekerasan. Insyaallah bulan depan kami akan mengadakan kegiatan lomba dan ramah tamah agar isu-isu ini dapat kita redakan melalui edukasi di sekolah-sekolah. Kami mohon dukungan dari pemerintah, organisasi swasta, dan lembaga lainnya," ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Bima dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Ketua dan seluruh pengurus PUSPA SYAR’I Kota Bima.

"Saya percaya Bapak dan Ibu yang terpilih adalah orang-orang terbaik. Selamat mengemban amanah, ingat ini bukan hanya dipertanggungjawabkan di dunia, tetapi juga di akhirat. Ini adalah bentuk pengabdian yang mulia," tutur Wali Kota.

Beliau juga menyoroti bahwa di Provinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2024 tercatat 633 kasus kekerasan terhadap anak, yang menunjukkan masih tingginya tantangan perlindungan anak di daerah. Oleh karena itu, peran Forum PUSPA SYAR’I menjadi sangat penting dalam mendorong kolaborasi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat.

"Pelantikan ini menandai pentingnya sinergi lintas sektor. Pemerintah Kota Bima akan terus mendukung setiap langkah dan program PUSPA SYAR’I dalam upaya mewujudkan kesejahteraan perempuan dan anak. Kepada seluruh pengurus yang dilantik, sekali lagi saya ucapkan selamat bertugas dan semoga dapat mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya," pungkasnya.(Sekjend MDG)

Evaluasi Program NUFReP dan JICA, Pemkot Bima Terima Catatan Perbaikan Dari Konsultan Team Bank Dunia


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.--Pemerintah Kota Bima menggelar rapat koordinasi bersama konsultan tim Bank Dunia dalam rangka evaluasi hasil monitoring sejumlah program pengendalian banjir perkotaan di Kota Bima yakni program NUFReP dan JICA. Kamis, 30 Oktober 2025.

Rapat kordinasi berlangsung di Aula Kantor Bappeda Kota Bima yang dipimpin oleh Pj Sekretaris Daerah Kota Bima, Hj Mariamah, SH tersebut dihadiri oleh Tim Konsultan World Bank, Sekretaris DLH Kota Bima, Kepala Dinas PUPR Kota Bima, Sekretaris Dinas Perkim dan Pertanahan Kota Bima, Sekretaris Bappeda Kota Bima, Sekretaris Dinas Kominfotik Kota Bima, Ketua LP2DER Bima, perwakilan KPH Maria Donggomasa, serta perwakilan Akademisi dari kampus STIE Bima.

Sedikitnya, ada enam poin yang menjadi catatan perbaikan yang segera ditindaklanjuti oleh Pemkot Bima berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi lapangan oleh Bank Dunia terhadap proyek NUFReP dan JICA di Kota Bima.

Enam poin catatan perbaikan dari World Bank terhadap proyek drainase primer meliputi, jaringan drainase terintegrasi antara drainase sekunder dan primer yang belum dilengkapi penyaring sampah dari drainase sekunder ke drainase primer, struktur permanen berupa akses jalan beton di atas badan saluran drainase primer.

Selain itu, adanya aktivitas warga yang mendirikan bangunan permanen di atas saluran drainase, sisa lahan di kawasan Kelurahan Penatoi yang bersertifikat hingga ke badan jalan, belum adanya pembangunan pengelolaan limbah pabrik tahu di area terdampak, serta lahan warga terdampak program yang meminta percepatan penyelesaian sertifikat tanah.

Pj Sekda Kota Bima, Hj. Mariamah menyampaikan bahwa beberapa catatan perbaikan hasil evaluasi dan monitoring dari pihak World Bank kami terima dan harus segera ditindaklanjuti oleh dinas teknis, terutama dinas PUPR, Dinas Perkimtan dan DLH.

“Catatan perbaikan ini menjadi perhatian khusus dari Pak Wali (Wali Kota Bima) yang harus diselesaikan dengan cepat di lapangan," tegas Pj Sekda Hj Mariamah.

Ia menuturkan bahwa sejumlah catatan perbaikan teknis di lapangan yang perlu segera ditangani yaitu saringan sedimentasi dan sampah dari drainase sekunder yang masuk ke drainase primer agar tidak terjadi penumpukan sampah didalam saluran drainase primer, sehingga tidak terjadi penyumbatan saluran.

"Kemudian untuk limbah pabrik tahu milik warga di wilayah terdampak segera buatkan sumur resapan yang menampung limbah tahu agar tidak mencemari lingkungan," ujarnya.

Mariamah juga mengapresiasi pelaksana proyek yang merespon berbagai usulan dan masukan dari masyarakat mengenai kualitas material fisik beton yang dinilai tidak sesuai spesifikasi dan menggantinya dengan kualitas bagus.

Ia menegaskan, ini sebagai wujud komitmen pemerintah dan pelaksana dalam melakukan hal pengawasan dilapangan, agar output dari proyek ini betul-betul dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

Konsultan Tim World Bank, Sri Sumandari, ST mengapresiasi langkah dan komitmen Pemkot Bima dalam rangka menindaklanjuti kendala-kendala teknis dilapangan sehingga program nasional ini terlaksana dengan baik.

Kata dia, secara keseluruhan progres tindak lanjut temuan di lapangan telah mencapai sekitar 40 persen.

Namun, ia menilai masih diperlukan perbaikan pada berbagai aspek pelaksanaan kegiatan.

"Sebagian besar sudah ditindaklanjuti, tetapi masih dibutuhkan penuntasan dan konsistensi dalam penerapan di lapangan,” pungkas Sri.(Sekjend MDG)

Wali Kota Bima Buka Mbojo Literation Festival 2025: Rayakan Semangat Literasi dan Budaya Mbojo


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.--Pembukaan Mbojo Literation Festival 2025 berlangsung meriah di Pelataran Taman Ria Kota Bima, Acara ini secara resmi dibuka oleh Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE, dengan mengusung tema “Literasi Kuat, Kota Bima Bisa” pada Kamis, 30 Oktober 2025.

Diselenggarakan di Ruang Terbuka, festival literasi ini mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Bima. Kehadiran sastrawan sekaligus Duta Baca Nasional, Heri Hendrayana Harris atau yang dikenal sebagai Gol A Gong yang mewakili Perpustakaan Nasional RI, serta pendongeng nasional Kak Awan (Wawan Kurniawansyah), semakin menambah semarak dan makna dari perhelatan literasi tahunan ini.

Mbojo Literation Festival 2025 semakin semarak dengan berbagai lomba yang digelar untuk menumbuhkan semangat literasi di semua kalangan. Beragam kegiatan menarik turut mewarnai festival ini, mulai dari Lomba Bertutur Tingkat SD/MI yang diikuti oleh 50 peserta, Lomba Video Konten Literasi dengan 60 peserta kreatif, hingga Lomba Pengelolaan Perpustakaan yang melibatkan perpustakaan sekolah se-Kota Bima. Tak kalah meriah, Lomba Mewarnai untuk tingkat TK/PAUD diikuti oleh 350 peserta cilik yang antusias menyalurkan imajinasinya lewat warna.

Dalam sambutannya Wali Kota Bima menyampaikan bahwa Bima memiliki sejarah panjang, budaya luhur, dan tokoh-tokoh pemikirnya, menjadi sumber inspirasi lahirnya gerakan literasi di tanah Mbojo. Dengan menumbuhkan semangat belajar, berkarya, dan berbagi pengetahuan bagi generasi kini dan mendatang.

"Mbojo Literation Festival bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga kemampuan memahami, menalar, dan mencipta. Dengan begitu, masyarakat kita akan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, kritis, dan berdaya," tegasnya.

Sastra Bima seperti Bo Sangaji Kai, Kapatu Mbojo, dan Tambo merupakan warisan intelektual berharga yang merekam sejarah, asal-usul, dan budaya Mbojo. Melalui Mbojo Literation Festival, khazanah sastra ini dikenalkan kembali kepada generasi muda agar tetap hidup dan diwariskan.

H. Rahman melalui kegiatan ini juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengisi ruang digital dengan karya dan gagasan yang mencerahkan, bukan ujaran kebencian atau disinformasi. "Karena masa depan bangsa akan ditentukan oleh sejauh mana kita mampu memaknai informasi menjadi ilmu, dan ilmu menjadi kebijaksanaan," harap Wali Kota Bima.

Di Akhir sambutannya H. Rahman juga meminta dukungan masyarakat untuk berkomitmen bersama Pemerintah Kota Bima dalam menjaga kebersihan lingkungan. Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Lingkungan Hidup mengadakan program TPS Mobile yang akan ditempatkan pada berbagai event dan pusat keramaian.

"Salah satunya seperti yang kita lihat hari ini, TPS Mobile akan berada di sini dari pukul 8 hingga 12 siang, jadi tidak ada lagi alasan untuk membuang sampah sembarangan. InsyaAllah, TPS Mobile juga akan hadir di Amahami saat Car Free Day," pungkasnya.

Gol A Gong dalam kesempatannya menyampaikan dukungan penuh terhadap program Wali Kota Bima yang menggagas program literasi keluarga. Menurutnya, gerakan ini merupakan langkah nyata untuk menumbuhkan budaya membaca dan menulis sejak dari rumah tempat pertama anak belajar dan tumbuh bersama nilai-nilai literasi.

"ini adalah program yang baik menumbuhkan budaya membaca dan menulis sejak dari rumah yang merupakan tempat pertama anak belajar dan tumbuh," jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bima yang juga sekaligus Ketua Panitia dalam kegiatan tersebut menyampaikan tujuan digelarnya kegiatan ini adalah untuk mempromosikan perpustakaan daerah, mengembangkan budaya baca dan literasi pada masyarakat Kota Bima.

"Melalui Festival ini, kita dapat menemukan kembali kegembiraan dalam merayakan kreativitas dan menjadikan literasi sebagai bagian yang tak terpisahkan dari budaya kita untuk bersama membangun masyarakat mbojo yang lebih cerdas, kreatif dan berdaya saing," ungkapnya.

Kegiatan ini juga diikuti oleh Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, SH, Ketua TP-PKK Kota Bima yang juga sekaligus Bunda Literasi, Ketua GOW Kota Bima, Ketua DPRD Kota Bima, Kapolres Bima Kota, Seluruh Asisten, Kepala OPD, Camat dan Lurah se-Kota Bima.(Sekjend MDG)

Gotong Royong Jum’at Pagi Kantor Kominfotik Kota Bima : Wujudkan Lingkungan Kerja Bersih dan Nyaman


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.--Dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang bersih, nyaman, dan sehat, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskomnfotik) Kota Bima, Dr. Muhammad Hasyim, S. Sos.,SH.,M.Ec.Dev., bersama seluruh pegawai melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan Kantor. Jum'at (31/10/2025).

Kegiatan gotong royong ini dimulai sejak pukul 07.30 pagi, seluruh pegawai tampak antusias membersihkan area dalam, dan luar kantor, termasuk halaman, taman, ruang kerja, dan area parkir. Sampah yang telah dikumpulkan, di buang ke tempat pembuangan sampah yang telah disediakan.

Kegiatan gotong royong ini merupakan bagian dari komitmen Diskominfotik Kota Bima dalam upaya  mendukung program Kota Bima BISA, yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih, nyaman, dan menyenangkan, di samping itu, gotong royong juga dapat mempererat silaturahim, menumbuhkan rasa tanggung jawab, serta membangun semangat kerja sama antar pegawai.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh pegawai akan pentingnya menjaga lingkungan kantor agar tetap tertata, dan nyaman dalam menunjang aktivitas pelayanan publik, dengan lingkungan yang bersih dan rapi, suasana kerja akan lebih menyenangkan, dan pelayanan kepada masyarakat pun bisa berjalan lebih optimal.

Dengan adanya kegiatan gotong royong ini, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran seluruh pegawai di Diskominfotik Kota Bima, untuk lebih menjaga dan mencintai kebersihan, baik di lingkungan tempat kerja, maupun di lingkungan tempat tinggal masing-masing.(Sekjend MDG)