Duta Fraksi Partai Golkar Provinsi NTB, Harwoto, SH.
Bima-NTB. Media Dinamika Global.Id_ Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dari Fraksi Partai Golkar, Harwoto, S.H., menilai rencana pembangunan Jembatan Lewa Mori di Kabupaten Bima tidak termasuk kebutuhan mendesak masyarakat saat ini.
Menurutnya, proyek yang Disebut-sebut menelan anggaran hingga triliunan rupiah itu lebih baik dialihkan untuk pembangunan dua jalur pada jalan lama yang menghubungkan Bandara Sultan Muhammad Salahuddin hingga perbatasan Kabupaten Dompu.
“Memperlebar jalan lama jauh lebih efisien dan berdampak langsung pada peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Harwoto dikutip Sumbawa.pikiran-rakyat.com, Jumat (31/10/25).
Ia mengingatkan bahwa pembangunan jembatan baru justru dapat mengancam keberlangsungan usaha kecil di sepanjang jalur lama, seperti penjual bandeng dan pedagang kaki lima yang selama ini bergantung pada arus lalu lintas pengendara.
“Kebijakan pembangunan harus berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat, bukan pada proyek berskala besar yang menguras anggaran,” tegasnya.
Harwoto menambahkan, jalur utama dari bandara menuju wilayah kabupaten saat ini sudah cukup padat dan hanya memerlukan pelebaran serta perbaikan.
“Itu jauh lebih bermanfaat dibanding membangun jembatan baru yang belum tentu menjadi kebutuhan mendesak,” ujarnya.
Sebagai informasi, rencana pembangunan Jembatan Lewa Mori digadang-gadang akan menghubungkan kawasan barat dan timur Kabupaten Bima untuk memperlancar arus transportasi dan distribusi barang. Namun hingga kini, proyek tersebut masih dalam tahap perencanaan dan belum mendapatkan persetujuan final terkait anggaran dari pemerintah pusat maupun provinsi.
Harwoto berharap, pemerintah daerah dan pihak terkait melakukan kajian ulang secara komprehensif agar setiap proyek benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kita mendukung pembangunan, tapi harus sesuai skala prioritas dan kebutuhan masyarakat bawah,” tutupnya. (MDG/04)
