Media Dinamika Global

Senin, 20 Oktober 2025

Dua Napi Terpidana Mati Berhasil Ditangkap Kembali, Kinerja Cepat Karutan & KPR Rutan Siak Dapat Apresiasi Warga

Siak – Aksi cepat dan sigap petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Siak Sri Indrapura berhasil menggagalkan pelarian tiga orang narapidana kasus narkotika pada Minggu (19/10) dini hari. Dua di antaranya berhasil ditangkap kembali berkat kesigapan Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Muhamad Reza Pathi Buwana, S.Tr. Pas, bersama jajaran petugas. Senin (20/10/2025).

Dua narapidana yang berhasil diamankan kembali adalah Satria Adi Putra (30), warga Kepulauan Meranti, dan Safrudis (32), warga Dumai. Keduanya merupakan terpidana mati kasus narkotika. Sementara satu orang lainnya, Epi Saputra (34), warga Kabupaten Kepulauan Meranti, masih dalam proses pengejaran oleh pihak Rutan bersama aparat kepolisian dan TNI.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, upaya pelarian dilakukan dengan cara menjebol pintu kamar hunian menggunakan mata gerinda untuk memotong slot grendel pintu. Potongan tersebut kemudian ditutupi abu rokok agar tidak terlihat oleh petugas jaga.

“Saat itu kondisi hujan deras, dan mereka memanfaatkan situasi tersebut untuk menyamarkan suara,” jelas Ka. KPR Muhamad Reza Pathi Buwana.

Reza menuturkan, petugas segera bertindak setelah mendengar suara mencurigakan dari arah atap seng. Berdasarkan rekaman CCTV, terlihat salah satu napi melompat dari atap rutan. Menyadari hal itu, dirinya bersama tim pengamanan langsung bergerak cepat melakukan pengejaran.

“Saya dan petugas langsung bergerak cepat dan berhasil mengamankan dua napi yang kabur. Namun, satu orang napi lainnya masih dalam pengejaran,” ungkapnya.

Dalam proses penangkapan sempat terjadi perlawanan dari para napi, namun berkat koordinasi dan ketegasan petugas, dua di antaranya berhasil diamankan tanpa korban jiwa. Hingga kini, tim gabungan Rutan Siak, TNI, dan Polri masih terus melakukan pencarian terhadap satu napi yang tersisa.

“Kami tidak berhenti. 24 jam kami lakukan pengejaran, hingga masuk ke rawa dan hutan semak-semak untuk memaksimalkan pencarian,” tambah Reza.

Sementara itu, warga sekitar Rutan Siak memberikan apresiasi atas kesigapan dan profesionalitas petugas dalam menangani insiden tersebut.

“Kami melihat langsung bagaimana cepatnya petugas bergerak. Dua napi bisa ditangkap kembali dalam waktu singkat. Kami percaya dengan kinerja pihak Rutan Siak,” ujar salah satu warga setempat.

Peristiwa ini menjadi pembelajaran penting sekaligus menunjukkan kesiapsiagaan petugas pengamanan Rutan Siak dalam menjaga keamanan serta mencegah potensi gangguan keamanan di dalam lingkungan Rutan.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Rutan Kelas II B Siak, Edward P. Situmorang, Amd.P., SH., MH, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah bekerja keras tanpa kenal lelah dalam menangani insiden tersebut.

“Keberhasilan ini adalah hasil kerja sama tim yang solid antara jajaran pengamanan Rutan Siak dengan aparat TNI dan Polri. Kami akan terus memperketat sistem pengawasan dan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” tegas Edward.

Edward juga memastikan bahwa langkah-langkah antisipatif segera diterapkan, termasuk peningkatan patroli malam, pemeriksaan rutin di seluruh blok hunian, serta pengetatan terhadap barang-barang yang masuk ke dalam Rutan.

“Keamanan adalah prioritas utama kami. Tidak ada toleransi terhadap tindakan pelanggaran, baik dari dalam maupun luar Rutan,” tutup Karutan Siak Edward P. Situmorang.

Monev dan Pendampingan ke 3 penggunaaan dana BOSP tahun Anggaran 2025 oleh Inspektorat Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.--Inspektorat Kota Bima kembali melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta Pendampingan Tahap III terhadap penggunaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun Anggaran 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengawasan rutin dan pembinaan yang dilakukan Inspektorat guna memastikan bahwa pengelolaan dana BOSP di satuan pendidikan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam Rangka Evaluasi Penggunaan dan Pemanfaatan Dana BOS Reguler Tahun 2025 Inspekorat Daerah Kota Bima melakukan monitoring dan evaluasi kas dan belanja dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2025 kota Bima. Hal itu dilakukan untuk mengetahui sejauhmana akuntabilitas atas pemanfaatan dan penggunaan dana BOS tersebut.

Inspektorat sebagai Aparatur Pengawas Internal Pemerintah (APIP) ingin memastikan agar penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban dana BOS dapat secara akuntabel dan transparan.

Monev dilakukan dan dilaksanakan oleh tim dari auditor Inspektorat. Dengan kegiatan monev tersebut, tim bisa mendapatkan informasi dan mendapatkan keyakinan bahwa dana yang sudah diterima dipertanggungjawabkan sesuai dengan juknis BOS. Hasil pemeriksaan nantinya akan disampaikan kepada Walikota Bima, melalui Inspektur.(Sekjend MDG)

Bimtek SPAB: Pak Ruslan dari SDN 21 Tolomundu Aktif Ikuti Kegiatan


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.--Bimbingan Teknis (Bimtek) Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang berlangsung selama hari ini semakin menunjukkan dinamika positif dalam pelaksanaannya. Memasuki hari ketiga, kegiatan yang diikuti oleh para perwakilan sekolah dari berbagai daerah ini terlihat semakin interaktif dan produktif. Salah satu peserta yang menonjol dalam keaktifan dan kontribusinya adalah Bapak Ruslan, guru dari SDN 21 Tolomundu Kota Bima bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bima, menggelar kegiatan Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana ( SPAB ) Tahun 2025.

Sosialisasi tersebut dilaksanakan di Aula SDN 21 Tolomundu, di ikuti peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah / Guru Pembimbing Sekolah, SD negeri 21 Tolomundu, pada hari Minggu 19/10/ 2025.

Sebagai informasi, SPAB adalah program untuk mencegah dan menanggulangi dampak bencana yang juga diatur Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 33 Tahun 2019. dan Perka No.4 Tahun 2012 BNPB tentang SPAB,

SPAB dilaksanakan pada situasi normal, darurat, dan pasca bencana. Program ini bertujuan untuk melindungi warga sekolah dan lingkungan sekitarnya dari bahaya bencana.

“SPAB” memikiki sederet manfaat bagi masyarakat maupun satuan pendidikan SD negeri 21 Tolomundu” kata inisiator sekaligus Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan SPAB.

Acara diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Bapak Ruslan selaku Kepala pelaksana PSAB Kota Bima menekankan untuk program Bidang 1 tentang SPAB dapat terlaksana dan berkelanjutan, serta tambahan terkait waspada Megathrust, dan mendukung terkait inovasi Bidang 1 SABUN KENCANA ( Sekolah Aman Bencana Upaya membangun Kesiapsiagaan Bencana pada satuan Pendidikan ) di kota Bima.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Mahfud M.Pd, mengajak kepada pada Kepala Sekolah dan Guru untuk melaksanakan Sekolah Aman Bencana, dengan membuat Surat Keputusan Kepala Sekolah tentang Struktur Penanggulangan Bencana di Internal sekolah serta uraian Tugasnya dan Dinas pendidikan dan Kebudayaan akan membuat Surat Kerjasama ( PKS ) antara SPAB dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tentang Penanggulangan Bencana.

Pemateri yang dihadirkan yakni Kepala Pelaksana SPAB Bapak Ruslan, Beliau menyampaikan tentang poin utama dasar SPAB, Pengertian SPAB, tujuan, capaian, hal yang harus dipersiapkan untuk SDN 21 Tolomundu, serta hal-hal yang urgent, yang dapat dilakukan BPBD Kota Bima.

Harapan dari kegiatan ini Kepala Sekolah dan guru Pembimbing bisa memahami dan mulai berbudaya sadar bencana, serta mempuanyai Tim Tanggap Darurat Bencana.(Sekjend MDG)

Kemenangan Sempurna PS Prapakanda, Kades Adri Musa: Lawan Berikut Akan Dibobol 3–0


Mediadinamikaglobal.id|Desa Prapakanda | Halmahera Selatan — Kabar gembira datang dari lapangan hijau. Tim sepak bola Desa Prapakanda sukses menorehkan kemenangan gemilang dengan skor 5–0 atas PS Kakupang FC dari Kasiruta Barat, dalam laga persahabatan yang digelar hari ini.

Gol cepat tercipta di menit-menit awal melalui kaki Rivaldi Malik, disusul tiga gol tambahan masing-masing dari Dandi Agil, Madi Arsad, dan Darto Sukur pada babak pertama. Sementara satu gol penutup dicetak oleh Samsir Bakar di babak kedua.

Kemenangan besar ini tak lepas dari kerja sama solid para pemain yang sebagian besar merupakan pemain junior binaan lokal Prapakanda. 

Ilham Sadik, selaku Manager/Asisten Pelatih tim Ps Prapakanda menyampaikan rasa syukurnya atas hasil tersebut.


“Alhamdulillah, kemenangan ini hasil kerja keras dan latihan rutin para pemain. Prinsip kami, lawan selalu lebih baik dari kita, karena itu kami terus berlatih untuk jadi lebih kuat,” ujarnya dengan optimis.

Usai laga ini, tim Prapakanda akan bersiap menghadapi lawan berikutnya, yaitu PS Doko dari Kasiruta Barat. Dengan semangat tinggi dan persiapan matang, pelatih menargetkan kemenangan dengan skor 2–0. Ungkap Ilham Sadik, Asisten Pelatih. 

Lebih lanjut, Kepala Desa Prapakanda, Adri Musa, turut memberikan apresiasi tinggi atas semangat dan kerja keras tim.

“Saya sangat mengapresiasi kinerja pelatih serta giat latihan para pemain. Mereka telah menunjukkan bahwa dengan kekompakan dan disiplin, hasil terbaik bisa diraih,” ungkap Kades Adri Musa.

Selanjutnya, PS Prapakanda akan berhadapan dengan PS Doko dari Kasiruta Barat. Adri Musa optimistis timnya mampu kembali menorehkan kemenangan.

“Saya prediksi PS Doko akan dibobol oleh pemain kami dengan skor 3–0. Kami percaya diri, tapi tetap fokus dan rendah hati menghadapi laga berikutnya,” tambahnya.

Tim PS Prapakanda kini terus melakukan latihan rutin, menjaga fisik dan mental pemain, dengan dukungan penuh masyarakat Desa Prapakanda dan Kecamatan Botang Lomang.

“Kami fokus pada latihan fisik dan mental pemain. Harapannya, dengan doa dan dukungan seluruh warga Botang Lomang, khususnya masyarakat Prapakanda, kami bisa terus memberikan hasil terbaik,” tutupnya.


Unces////

Universitas Muhammadiyah Bima Kampus Satu Bentuk Mahasiswa Relawan Siaga Bencana


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.--Penyematan badge relawan bencana oleh Sahrul Ramadhan pada salah satu mahasiswa relawan bencana.

DALAM menghadapi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi, Universitas Muhammadiyah Bima (UMB) membentuk tim relawan mahasiswa siaga bencana. Tim bernama Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana) UM bima ini merupakan gabungan dari beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan lembaga-lembaga intra di UM bima.


Pembentukan tim relawan merupakan bagian dari rangkaian acara Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana untuk Mewujudkan Kampus Siaga Bencana yang diadakan Senin 20 Oktober 2025

Kepala Pusat Studi Kependudukan, Kewilayahan, dan Penanggulangan Bencana (PSK2PB) UM bima, Sahrul Ramadhan, mengatakan kampus perlu ambil bagian jika sewaktu-waktu bencana terjadi. “Acara ini sebagai awal dari upaya besar PSK2PB untuk mengembangkan Kampus UM bima sebagai Kampus Siaga Bencana,” ujar Sahrul Ramadhan.

Ia menambahkan, acara pelatihan ini menjadi awal untuk berbagai program-program lanjutan dari PSK2PB. “Ke depan bisa saja membuat program pengembangan EWS (early warning system) dan pelatihan kesiapsiagaan bencana bagi universitas akademik UM bima, katanya.

SahrulRamadhan dan Arif Rahman dalam sambutannya mengapresiasi mahasiswa yang menjadi relawan siaga bencana. Menurut dia, tidak banyak mahasiswa yang memiliki kesadaran pada kebencanaan. “Saya berharap UM bima menjadi kampus yang benar-benar siaga bencana mengingat lokasi kampus ini khususnya kampus satu UM bima yang rawan kena longsor,” ujar Syahrul Ramadhan. 

Setelah melalui kepengurusan selama satu periode, Himpunan Mahasiswa UM bima, melaksanakan Musyawarah Besar (Mubes) pada Senin 20 Oktober 2025, Mubes tahun ini diselenggarakan di Aula kampus 1 Universitas Muhammadiyah Bima, dan dihadiri oleh seluruh pengurus bencana periode 2024 serta perwakilan masing-masing angkatan Smester 6, Kegiatan ini dibuka oleh ketua bendahara Nurhasnah, Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan bahwa mubes merupakan momen penting menuju kepengurusan yang baru dari suatu organisasi.

“Musyawarah besar ini merupakan kegiatan yang penting, karena mencakup pertanggungjawaban dari pengurus sebelumnya, dan memilih pemimpin untuk periode selanjutnya. Tentunya besar harapan dengan terpilihnya kepemimpinan selanjutnya, bisa lebih baik dan terus tumbuh lebih jauh lagi dari kepemimpinan yang sebelumnya.” ungkap Sahrul Ramadhan.

Musyawarah Besar merupakan agenda tahunan yang menjadi dasar peralihan kepengurusan dari periode lama ke periode yang baru, dengan mendemisionerkan kepengurusan lama dan memilih ketua umum yang baru. Mubes tahun ini dipimpin oleh presidium sementara yaitu Sahrul Ramadhan, Arif Rahman, dan Nurhasnah.

Setelah dilaksanakan pembukaan mubes secara resmi, kegiatan dilanjutkan dengan sidang untuk menetapkan tata tertib sidang dan memilih presidium tetap. Setelah terpilihnya presidium sidang tetap, dilanjutkan dengan sidang laporan pertanggungjawaban dari ketua bidang serta badan pengurus harian bencana Himpunan Mahasiswa universitas UM bima.




Pada kesempatan tersebut kegiatan masih dibuka dengan melanjutkan sidang pertanggungjawaban dari pengurus bencana. Kemudian dilanjutkan dengan pendemisioneran pengurus Himpunan Mahasiswa UM bima. Selanjutnya kegiatan Mubes ditutup dengan pemilihan ketua umum periode 2025.(Sekjend MDG)

PLN Jelaskan Mekanisme Interkoneksi Aceh, Sistem Bekerja Dua Arah untuk Saling Menopang


Banda Aceh. Media Dinamika Global.id. Di tengah dinamika kebutuhan energi yang terus meningkat, PLN menegaskan komitmennya untuk hadir menerangi negeri dan memastikan masyarakat mendapatkan pasokan listrik yang andal. Salah satu bentuk nyata komitmen itu adalah melalui interkoneksi sistem kelistrikan antara Aceh dan Sumatera Utara, yang berfungsi menjaga keandalan pasokan daya bagi kedua wilayah.

Menurut Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Aceh, Lukman Hakim, interkoneksi ini sering disalahpahami sebagai bentuk pengaliran listrik Aceh ke Sumut. Padahal, sistem tersebut bekerja dua arah dan saling menopang, bukan satu arah.

“Interkoneksi antara Aceh dan Sumut bertujuan untuk menjaga stabilitas dan keandalan sistem. Jika Aceh surplus daya, energi dapat membantu Sumut. Sebaliknya, jika pembangkit di Aceh mengalami gangguan, sistem dari Sumut bisa menopang Aceh. Ini adalah bentuk sinergi energi antardaerah,” jelas Lukman.

PLN mengedepankan prinsip “keandalan untuk semua”, bukan hanya untuk satu wilayah. Dengan sistem terintegrasi ini, masyarakat Aceh mendapatkan jaminan kontinuitas layanan listrik yang lebih baik — sebuah “jaring pengaman” (safety net) ketika terjadi gangguan mendadak di pembangkit lokal.

Selain menjaga keandalan pasokan, PLN juga terus mendorong edukasi publik agar masyarakat memahami bagaimana sistem listrik nasional bekerja. Masyarakat diharapkan tidak lagi melihat aliran listrik sebagai “dari daerah ke daerah”, melainkan sebagai sistem terpadu nasional yang saling mendukung demi kesejahteraan bersama.

“Pembangkit di Aceh tentu menjadi prioritas utama untuk kebutuhan masyarakat Aceh. Tapi dalam konteks sistem nasional, semua wilayah saling terhubung untuk saling membantu,” tegas Lukman.

PLN juga terus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga keberlanjutan energi — mulai dari menggunakan listrik secara bijak, mendukung transisi energi bersih, hingga ikut menjaga aset kelistrikan di lingkungan masing-masing.

Melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif ini, PLN berharap masyarakat semakin memahami bahwa energi bukan hanya tentang menyalakan lampu, melainkan tentang menyalakan semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian untuk menerangi seluruh pelosok negeri.

“Inilah wujud nyata komitmen PLN hadir untuk negeri menjaga terang, menguatkan bangsa,” pungkasnya. (Tim MDG)

Pemerintah Kota Bima laksanakan Gotong Royong Serentak di Lima Kecamatan


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.--Dalam upaya memperkuat budaya peduli lingkungan dan mewujudkan Kota Bima yang bersih, indah, sehat, dan asri, Pemerintah Kota Bima yang diinisiasi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima melaksanakan kegiatan Gotong Royong Rutin Serentak yang digelar di lima kecamatan se-Kota Bima, Jumat (10/10/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Kota Bima BISA, sebuah gerakan kolaboratif yang mendorong partisipasi aktif masyarakat, pemerintah, dan berbagai elemen untuk menjaga kebersihan serta memperindah lingkungan yang dilaksanakan setiap hari jumat dan dalam 2 kali setiap bulan.

Aksi gotong royong serentak tersebut melibatkan seluruh jajaran perangkat daerah, camat dan lurah, TNI/Polri, BUMN/Instansi Vertikal, organisasi masyarakat, serta komunitas lingkungan. Setiap kecamatan berfokus pada pembersihan area strategis, seperti drainase, jalan utama, pasar, taman kota, dan fasilitas publik.

Kepala DLH Kota Bima menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam membangun kesadaran bersama untuk mencintai lingkungan.

 “Gotong royong ini bukan sekadar kegiatan rutin, tapi gerakan moral untuk menanamkan kepedulian terhadap kebersihan sebagai bagian dari karakter warga Kota Bima,” ujarnya.

DLH berharap kegiatan ini terus berlanjut secara berkesinambungan dan menjadi inspirasi bagi seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjadikan Kota Bima yang BISA – Bersih, Indah, Sehat, dan Aman.(Sekjend MDG)

DLH dan Kecamatan Mpunda Wujudkan Taman Hijau di Perbatasan Sadia–Sambinae


Kota Bima, Media Dinamika Global.id. – Dalam upaya menekan timbulan sampah dan memperindah lingkungan, jajaran Kecamatan Mpunda bersama Lurah Sadia berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima melaksanakan kegiatan penataan kawasan di area perbatasan Kelurahan Sadia dan Sambinae.

Langkah ini merupakan inisiatif nyata pemerintah setempat untuk mengubah lokasi yang sebelumnya menjadi titik pembuangan sampah menjadi ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagai taman lingkungan. Dengan penataan tersebut, kawasan yang semula kumuh kini diarahkan menjadi area hijau yang bersih, tertata, dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

Kepala DLH Kota Bima menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. “Kami ingin menumbuhkan kesadaran warga untuk mengelola sampah dari sumbernya. Dengan menghadirkan taman di lokasi bekas pembuangan, masyarakat dapat melihat langsung manfaat perubahan tersebut,” ujarnya.

Camat Mpunda juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya fokus pada kebersihan, tetapi juga bertujuan memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan di tingkat kelurahan. “Kolaborasi ini menunjukkan bahwa menjaga kebersihan kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” ungkapnya.

Ke depan, DLH bersama pemerintah kecamatan dan kelurahan berkomitmen untuk terus mengembangkan taman-taman hijau di wilayah perkotaan sebagai bagian dari Gerakan Kota Bima BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Aman). Dengan adanya sinergi lintas sektor dan dukungan masyarakat, diharapkan wajah Kota Bima semakin hijau, nyaman, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.(Sekjend MDG)

Minggu, 19 Oktober 2025

KANWIL DITJENPAS RIAU BERKOLABORASI DENGAN APARAT PENEGAK HUKUM TNI POLRI MENGEJAR TAHANAN RUTAN SIAK YANG KABUR


Pekanbaru - Pada hari Minggu, 19 Oktober 2025, pada pukul 02.15 WIB dinihari telah terjadi pelarian 3 orang tahanan Rutan Kelas IIB Siak Sri Indrapura.

Dari 3 orang tahanan yang melarikan diri, 2 orang tahanan sudah ditemukan dengan identitas yaitu Satria Adi Putra (30 tahun) dan Safrudis (32 tahun). Sedangkan 1 orang tahanan lagi yang masih melarikan diri adalah Epi Saputra (34 tahun). Ketiga tahanan tersebut terlibat kasus penyelundupan narkoba dan sudah divonis hukuman mati namun masih dalam proses banding.

Ketiga tahanan yang melarikan diri tersebut menghuni Kamar Penghuni Narkoba (KPN) di Blok B Rutan Siak. Kamar tersebut diisi 8 orang tahanan, dimana saat kejadian 5 orang tahanan lainnya sedang tertidur lelap dalam keadaan hujan deras.

Kronologis pelarian tahanan tersebut bermula dari dijebolnya pintu kamar hunian dengan cara memotong slot grendel pintu kamar menggunakan mata gerinda. Slot grendel pintu dirusak disaat dinihari ketika tahanan lain sedang tertidur. Bekas potongan gerinda ditutupi abu rokok untuk menyamarkan keadaan dari pantauan petugas jaga. Setelah slot grendel terpotong, tahanan tersebut kemudian mencongkel besi slot menggunakan besi angker untuk membuka slot. Hari Minggu dinihari dipilih tahanan melarikan diri karena Siak sedang dalam keadaan hujan deras sehingga diharapkan bisa menyamarkan bunyi dan suara saat melarikan diri.

Kanwil Ditjenpas Riau telah membentuk Tim Pemeriksa untuk menindaklanjuti kejadian dengan memeriksa seluruh petugas pengamanan Rutan Siak dan memindahkan 5 orang tahanan yang ada di kamar tersebut ke kamar lain yang lebih aman. Kepala Kanwil Ditjenpas Riau, Maizar, langsung memerintahkan Rutan Kelas IIB Siak untuk berkoordinasi dengan Polres Siak dan Kodim 03/22 Siak dalam menangkap kembali tahanan yang melarikan diri tersebut. Saat ini, Rutan Siak dibantu TNI/Polri masih mengejar tahanan yang lari dengan menyisir hutan kecil dan rawa-rawa serta pelabuhan - pelabuhan di sekitaran kota Siak.

Hari Santri Momentum Muhasabah: GPM Halsel Desak Perlindungan Nyata bagi Santri di Pesantren


MediaDinamikaGlobal.id| Halmahera Selatan, Peringatan Hari Santri Sedunia di Halmahera Selatan pada 22 Oktober 2025 seharusnya menjadi lebih dari sekadar seremoni dan kata-kata manis tentang jasa para santri. Ini adalah waktu untuk bermuhasabah secara jujur dan kritis: apakah kita benar-benar melindungi para santri dari ancaman yang mengintai di dalam pesantren itu sendiri?

Halmahera Selatan belum bisa melupakan fakta pahit bahwa kasus pelecehan seksual pernah terjadi di salah satu pesantren di daerah ini. Bagi Ketua DPC Gerakan Pemuda Marhaenisme (GPM) Halsel, Bung Harmain Rusli, S.H, peringatan Hari Santri harus dijadikan momen refleksi, bukan sekadar perayaan.

“Momentum Hari Santri adalah waktu untuk jujur menghadapi tantangan, termasuk kasus pelecehan yang mencoreng dunia pesantren. Semua pihak harus serius melindungi santri dari segala bentuk kekerasan,” tegas Harmain.

Ia juga mempertanyakan, apakah sejauh ini sudah ada langkah nyata dari pihak terkait ataukah peringatan ini hanya menjadi ritual tahunan yang berlalu tanpa perubahan berarti.

Kasus pelecehan di pesantren sempat mengguncang publik Halsel dan memicu gerakan komunitas pemuda serta organisasi masyarakat untuk meningkatkan pengawasan. Namun, GPM Halsel menilai perlindungan bagi santri masih belum optimal dan sistem pengaduan yang ada belum sepenuhnya efektif memberi ruang aman bagi korban.

Peringatan Hari Santri tahun ini, menurut GPM Halsel, harus menjadi panggilan kesadaran kolektif. Tidak cukup dengan diskusi dan seremoni, tetapi dibutuhkan langkah nyata untuk mencegah, menangani, dan menghapus kekerasan di lingkungan pendidikan Islam.

“Jika kita benar-benar mencintai para santri, buktikan dengan tindakan nyata, bukan sekadar ucapan seremonial,” tutup Harmain.

 “Karena masa depan bangsa ada di tangan mereka, para santri yang wajib kita jaga, lindungi, dan hormati sepenuh hati."


Unces////