Kota Bima, Media Dinamika Global.id.--Penyematan badge relawan bencana oleh Sahrul Ramadhan pada salah satu mahasiswa relawan bencana.
DALAM menghadapi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi, Universitas Muhammadiyah Bima (UMB) membentuk tim relawan mahasiswa siaga bencana. Tim bernama Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana) UM bima ini merupakan gabungan dari beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan lembaga-lembaga intra di UM bima.
Pembentukan tim relawan merupakan bagian dari rangkaian acara Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana untuk Mewujudkan Kampus Siaga Bencana yang diadakan Senin 20 Oktober 2025
Kepala Pusat Studi Kependudukan, Kewilayahan, dan Penanggulangan Bencana (PSK2PB) UM bima, Sahrul Ramadhan, mengatakan kampus perlu ambil bagian jika sewaktu-waktu bencana terjadi. “Acara ini sebagai awal dari upaya besar PSK2PB untuk mengembangkan Kampus UM bima sebagai Kampus Siaga Bencana,” ujar Sahrul Ramadhan.
Ia menambahkan, acara pelatihan ini menjadi awal untuk berbagai program-program lanjutan dari PSK2PB. “Ke depan bisa saja membuat program pengembangan EWS (early warning system) dan pelatihan kesiapsiagaan bencana bagi universitas akademik UM bima, katanya.
SahrulRamadhan dan Arif Rahman dalam sambutannya mengapresiasi mahasiswa yang menjadi relawan siaga bencana. Menurut dia, tidak banyak mahasiswa yang memiliki kesadaran pada kebencanaan. “Saya berharap UM bima menjadi kampus yang benar-benar siaga bencana mengingat lokasi kampus ini khususnya kampus satu UM bima yang rawan kena longsor,” ujar Syahrul Ramadhan.
Setelah melalui kepengurusan selama satu periode, Himpunan Mahasiswa UM bima, melaksanakan Musyawarah Besar (Mubes) pada Senin 20 Oktober 2025, Mubes tahun ini diselenggarakan di Aula kampus 1 Universitas Muhammadiyah Bima, dan dihadiri oleh seluruh pengurus bencana periode 2024 serta perwakilan masing-masing angkatan Smester 6, Kegiatan ini dibuka oleh ketua bendahara Nurhasnah, Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan bahwa mubes merupakan momen penting menuju kepengurusan yang baru dari suatu organisasi.
“Musyawarah besar ini merupakan kegiatan yang penting, karena mencakup pertanggungjawaban dari pengurus sebelumnya, dan memilih pemimpin untuk periode selanjutnya. Tentunya besar harapan dengan terpilihnya kepemimpinan selanjutnya, bisa lebih baik dan terus tumbuh lebih jauh lagi dari kepemimpinan yang sebelumnya.” ungkap Sahrul Ramadhan.
Musyawarah Besar merupakan agenda tahunan yang menjadi dasar peralihan kepengurusan dari periode lama ke periode yang baru, dengan mendemisionerkan kepengurusan lama dan memilih ketua umum yang baru. Mubes tahun ini dipimpin oleh presidium sementara yaitu Sahrul Ramadhan, Arif Rahman, dan Nurhasnah.
Setelah dilaksanakan pembukaan mubes secara resmi, kegiatan dilanjutkan dengan sidang untuk menetapkan tata tertib sidang dan memilih presidium tetap. Setelah terpilihnya presidium sidang tetap, dilanjutkan dengan sidang laporan pertanggungjawaban dari ketua bidang serta badan pengurus harian bencana Himpunan Mahasiswa universitas UM bima.
Pada kesempatan tersebut kegiatan masih dibuka dengan melanjutkan sidang pertanggungjawaban dari pengurus bencana. Kemudian dilanjutkan dengan pendemisioneran pengurus Himpunan Mahasiswa UM bima. Selanjutnya kegiatan Mubes ditutup dengan pemilihan ketua umum periode 2025.(Sekjend MDG)




